Anda di halaman 1dari 7

PENGALAMAN BELAJAR LAPANGAN

DERMATITIS KONTAK ALERGI

Ketut Pramana Adiputra


NIM: 1202006033

Pembimbing:
Prof. dr. Made Swastika Adiguna, Sp.KK (K), FINS-DV, FAA-DV

DALAM RANGKA MENGIKUTI KEPANITERAAN KLINIK MADIA


BAGIAN/ SMF ILMU PENYAKIT KULIT DAN KELAMIN
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA
RSUP SANGLAH DENPASAR
2017
KATA PENGANTAR

1
Puji syukur penulis panjatkan ke hadapan Tuhan yang Maha Esa atas segala
karunia-Nya sehingga penyusunan pengalaman belajar lapangan yang berjudul
“Dermatitis Kontak Alergi” dapat terselesaikan tepat pada waktunya.
Pengalaman belajar lapangan ini merupakan salah satu tugas dalam rangka
mengikuti Kepaniteraan Klinik Madya di Bagian/ SMF Ilmu Penyakit Kulit dan
Kelamin, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana/ RSUP Sanglah Denpasar.
Dalam penyusunan pengalaman belajar lapangan ini, penulis dibantu oleh
banyak pihak. Penulis mengucapkan terima kasih kepada:
1. Prof. dr. Made Swastika Adiguna, Sp.KK (K), FINSDV, FAADV selaku
Kepala Bagian/ SMF Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin Fakultas Ke-
dokteran Universitas Udayana/ RSUP Sanglah Denpasar sekaligus
pembimbing yang telah memberikan arahan dan saran yang bersifat
membangun dalam pembuatan pengalaman belajar lapangan.
2. dr. I G. A. A. Dwi Karmila, Sp.KK selaku Koordinator Pendidikan di
Bagian/ SMF Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin Fakultas Kedokteran
Universitas Udayana/ RSUP Sanglah Denpasar.
3. Dokter-dokter residen serta rekan-rekan dokter muda yang bertugas di
Bagian/ SMF Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin RSUP Sanglah Denpasar
yang telah ikut dalam membantu penulis dalam menyelesaikan pengalaman
belajar lapangan.
4. Keluarga serta sahabat-sahabat penulis yang telah mendukung dalam
penyelesaian pengalaman belajar lapangan.
Penulis menyadari bahwa pengalaman belajar lapangan ini masih jauh dari
kesempurnaan. Oleh karenanya, kritik dan saran yang bersifat membangun sangat
diharapkan oleh penulis untuk kesempurnaan pengalaman belajar lapangan ini.
Semoga pengalaman belajar lapangan ini dapat memberikan manfaat bagi pembaca.
Denpasar, November 2017

Penulis

2
BLANGKO ISIAN PBL
LAB ILMU PENYAKIT KULIT DAN KELAMIN

1. Nama Mahasiswa : Ketut Pramana Adiputra


2. No. Induk Mahasiswa : 1202006033
3. Tanggal Kunjungan : 6 November 2017
4. Pekerjaan Kepala Keluarga : Pegawai Negeri Sipil
5. Nama Kepala Keluarga : I Made Januarta
6. Nama Penderita : Ni Ketut Corry Asih
7. Alamat :Jl. Tendean Gang Durian No. 21 Kediri Tabanan
8. Diagnosis : Dermatitis Kontak Alergi
9. Jumlah Anggota Keluarga : 6 orang

Tabel 1. Susunan Anggota Keluarga-Umur-Jenis-Pendidikan-Hubungan


Jenis Pendidikan Hubungan
No. Nama Umur
Kelamin Terakhir Keluarga
1. I Made Januarta 43 tahun Laki-laki S1 KK
2. Ni Luh Gede Suri 40 tahun Perempuan S1 Istri KK
3. Ni Luh Sintya Dewi 17 tahun Perempuan SMA Anak
4. I Nyoman Surya Putra 15 tahun Perempuan SMP Anak
5. Ni Ketut Corry Asih 11 tahun Perempuan SD Anak

10. Apakah ada penyakit yang serupa pada anggota keluarga?


1. Ya 2. Tidak √

11. Bila ya, bagaimana hubungannya dengan penderita?


- Suami/ istri/ ayah/ ibu/ anak
- Jenis penyakitnya:

12. Apakah sudah penah diobati?


1. Ya 2. Tidak √ (lanjut ke no.14)

3
13. Bila ya, kemana berobat?

14. Bila tidak, apa alasannya?


Penderita mengatakan bercak-bercak dan gatal sudah muncul 2 minggu sebelum
masuk rumah sakit namun tidak mengganggu aktivitas sehingga pasien tidak
terlalu menganggap serius. Namun seminggu terakhir, bercak dan rasa gatal
dirasakan semakin memberat dan pasien akhirnya mengaku ke ibunya bahwa
pasien memiliki bercak-bercak dan gatal sehingga ibunya membawa pasien ke
dokter speialis.

15. Apakah disekitar penderita ada yang menderita penyakit yang serupa?
1. Ya 2. Tidak √

16. Apakah ada penyakit kulit yang lain pada anggota keluarga?
1. Ya, jenisnya: jerawat 2. Tidak

17. Dari mana anggota keluarga memperoleh air?


Leding/ Sumur Pompa/ Sumur Perigi/ Mata Air/ Sungai/ Air Hujan
Keluarga menggunakan air leding (PDAM) untuk keperluan MCK dan air
minum menggunakan air galon yang diisi ulang.

18. Berapa kali anggota keluarga mandi?


2 x sehari √ 1 x seminggu
1 x sehari setiap 2 hari lain-lain:

19. Bila mandi, apakah memakai sabun?


1. Ya √ 2. Tidak 3. Kadang-kadang

20. Berapa kali anggota keluarga ganti pakaian?


1 x sehari √ 1 x seminggu
2 x seminggu tidak tentu

4
21. Apakah pakaian dipakai bersama-sama oleh anggota keluarga?
1. Ya 2. Tidak √

22. Kesan Keadaan Sosial Ekonomi Keluarga.


Setelah melakukan kunjungan ke rumah pasien yang telah dilakukan pada
tanggal 7 November 2017 diketahui bahwa pasien yaitu Ni Ketut Corry Asih
yang kesehariannya merupakan siswi kelas 5 di SD Saraswati Tabanan. Pasien
tinggal di rumahnya bersama kedua orang tua dan kedua kakaknya yang masih-
masing duduk di kelas 2 SMA dan 3 SMP.
Pasien memiliki seorang ayah yang bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil di
Dinas Perkebunan Tabanan dan dikatakan oleh ibu pasien memiliki penghasilan
kurang lebih 5 juta rupiah. Sedangkan ibu pasien tidak bekerja dan bertindak
sebagai ibu rumah tangga dalam kesehariannya. Ibu pasien mengatakan bahwa
selama ini keluarga pasien hidup berkecukupan dengan penghasilan yang
diperoleh. Hubungan sosial antara keluarga pasien dengan warga di lingkungan
dikatakan terjalin dengan baik. Di lingkungan rumah dikatakan tidak ada yang
memiliki keluhan serupa.
23. Kesan Keadaan Kesehatan Lingkungan
Ibu pasien mengatakan bahwa rumah mereka dibangun diatas tanah seluas
kurang lebih 4 are. Bangunan rumah penderita merupakan bangunan permanen
yang terlihat terawat, tembok bata yang sudah diplester dan dicat, beratapkan
genteng, dan lantai sudah terbuat dari keramik. Pencahayaan dan ventilasi
rumah sudah memadai. Bangunan utama terdiri dari 2 lantai dimana lantai
pertama terdiri dari 2 kamar tidur, 2 kamar mandi, ruang keluarga dan 1 dapur.
Sedangkan lantai kedua terdiri dari 2 kamar tidur, 2 kamar mandi, 1 ruang
bermain, dan mrajan. Kondisi kamar pasien terlihat bersih dan rapi dimana
tidak terdapat baju-baju yang tertumpuk. Dapur terkesan bersih dan rapi dimana
alat-alat memasak sudah tertata dengan rapi di rak alat-alat masak. Kondisi
kamar mandi cukup bersih dan tidak terdapat tempat penampungan air. Pada
bagian depan rumah, terdapat taman yang tidak terlalu besar dan asri, selain itu
terdapat garasi mobil dengan dasar semen.

5
Anggota keluarga mandi 2 kali sehari dengan menggunakan sabun. Pasien
mengganti pakaian satu kali dalam sehari, dan tidak ada pakaian yang
digunakan bersama-sama dengan anggota keluarga lain. Sumber air bersih
berasal dari PDAM. Keadaan di dalam rumah penderita terlihat rapi dan bersih.
24. Resume Kunjungan.
Kunjungan dilakukan pada hari Selasa, 7 November 2017 yang bertempat di
tempat tinggal dari ibu Ni Luh Gede Suri di jalan Tendean Gang Durian No. 21,
Kediri Tabanan. Kunjungan diawali denan memperkenalan diri
memperkenalkan diri kepada anggota keluarga dan menjelaskan tujuan
kedatangan adalah untuk melakukan kunjungan terhadap penderita yaitu anak
dari Ni Luh Gede Suri yaitu Ni Ketut Corry Asih. Penderita merupakan seorang
siswi kelas 5 di SD Saraswati Tabanan. Ayah pasien merupakan pegawai negeri
sipil dan ibu pasien merupakan seorang ibu rumah tangga. Ibu pasien
mengatakan kehidupan ekonomi keluarganya berkecukupan. Pasien tinggal
bersama kedua orang tuanya dan kedua kakaknya yang masing-masing duduk
di kelas 2 SMA dan 3 SMP. Dari segi keadaan kebersihan rumah dan
lingkungan sudah terlihat bersih. Pencahayaan ke dalam ruangan dan ventilasi
rumah juga sudah cukup.
Secara singkat:
a. Penderita bernama Ni Ketut Corry Asih dan menderita Dermatitis Kontak
Alergi.
b. Keadaan ekonomi dari keluarga penderita tergolong cukup dan keadaan
sosialnya pun terjalin baik dengan warga sekitar.
c. Secara umum, kesadaran keluarga penderita tentang kebersihan lingkungan
sudah cukup dan pencahayaan serta ventilasi rumah sudah cukup.
25. Saran yang diberikan kepada anggota keluarga.
Saran yang diberikan:
1. Memberikan pengertian secara umum kepada penderita dan keluarganya
tentang penyakit yang diderita oleh penderita yaitu Dermatitis Kontak
Alergi sekaligus memberikan penjelasan terkait penyebab, gejala klinis dan
pengobatan dari penyakit tersebut.

6
2. Menginformasikan kepada pasien untuk menghindari paparan alergen
yang menyebabkan Dermatitis Kontak Alergi, dimana dalam kasus ini
adalah pakaian renang. Pasien diharapkan mengganti pakaian renang yang
lama dengan pakaian renang yang baru yang tidak menyebabkan keluhan
yang serupa.
3. Menyarankan penderita untuk mandi seperti biasa dan memakai sabun
yang non iritan dan melembabkan kulit.
4. Menyarankan untuk rutin mengkonsumsi obat yang sudah diberikan dan
kontrol kembali ke poliklinik kulit dan kelamin 1 minggu lagi bila tidak
membaik.
5. Menyarankan kepada pasien jika sudah sembuh untuk melakukan tes
tempel untuk memastikan dan mengetahui alergen yang berkontribusi
terhadap keluhan kulit yang dialami.