Anda di halaman 1dari 4

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil

Sampel Gambar Hasil Pengamatan Gambar Literatur

Endocarpium
Kelapa
( Cocos
nucifera )
Perbesaran 10
X

Sumber : (Sri Mulyani,


2006)
Endocarpium
Asam Jawa Sumber : (Knox, 2013)
( Tamarindus
indica )
Perbesaran 10
X
Penampang
Membujur
Daun Sukun (
Arthocarpus
communis )
Perbesaran 10
X
Sumber : (Sri Mulyani,
2006)

B. Pembahasan

Sel adalah unit kehidupan yang paling mendasar, dimana tidak ada lagi
kehidupan pada unit yang lebih kecil daripada sel. Semua organisme hidup terdiri atas
sel, baik prokariotik maupun eukariotik. Setiap sel merupakan hasil dari pembelahan
sel-sel yang telah ada sebelumnya (Zulkarnain, 2009).

Dinding sel merupakan bagian sel yang bersifat mati. Dinding sel mempunyai
struktur kompleks dan berdasarkan perkembangan dan strukturnya dibedakan
menjadi 3 bagian pokok yaitu: lamela tengah, dinding primer dan dinding sekunder.
Dinding primer merupakan dinding pertama yang dibentuk oleh sel baru. Sedangkan
dinding sekunder dibentuk di sebelah dalam permukaan dinding primer. Fungsi utama
dinding sekunder adalah sebagai penguat. Sel yang mempunyai dinding sekunder
volunennya tidak dapat bertambah bersama dengan pertumbuhan permukaan atau
tidak dapat bersifat embrional kembali. Dinding sekunder biasanya ditandai oleh
adnya lekukan atau bahagian dinding yang tidak mengalami penebalan disebut noktah
(pith) (Daisy P, dkk : 1994 ).

Pada praktikum kali ini, kami mengamati penebalan dinding sel dengan
sampel pertama yaitu Batok Kelapa (Cocos nucifera) untuk mengamati penebalan
dinding sel dan noktah. Sampel kedua yaitu Biji Asam Jawa (Tamarindus indica)
untuk mengamati penebalan dinding sel dengan cara aposisi dan intusussepsi.Dan
Sampel ketiga yaitu Daun Sukun (Arthocarpus communis) untuk mengamati
penebalan ke dalam sel dan penebalan ke luar sel.

Langkah Pertama dalam melakukan praktikum, yaitu mengolesi kaca objek


dengan menggunakan alcohol 70%. Tujuan mengolesi kaca objek dengan alcohol
70% yaitu untuk mematikan mikroba, membersihkan debu atau lemak yang ada pada
kaca objek (Kimball,1983). Selanjutnya untuk sampel batok kelapa (Cocos nucifera)
diambil endocarpium (batok) kelapa dan diiris setipis mungkin. Tujuan sampel diiris
setipis mungkin agar dapat terlihat jelas sel-sel yang terdapat dalam tumbuhan
tersebut (Setjo, S. 2004).

Setelah diiris, sampel dipindahkan ke atas objek glass dan ditetesi air. tujuan
ditetesi air untuk menjaga lingkungan sel agar tetap segar (Rukmana, R. 1997).
Kemudian diamati dibawah mikroskop dengan perbesaran lemah dan kuat. Dan
digambar bagian dinding sel dan penebalan sel yang terjadi pada preparat batok
Kelapa (Cocos nucifera) . Selanjutnya untuk sampel biji Asam Jawa (Tamarindus
indica), diambil endocarpium biji asam jawa dan diiris setipis mungkin. Tujuan
sampel diiris setipis mungkin agar dapat terlihat jelas sel-sel yang terdapat dalam
tumbuhan tersebut (Setjo, S. 2004).

Setelah diiris, sampel dipindahkan ke atas objek glass dan ditetesi air. tujuan
ditetesi air untuk menjaga lingkungan sel agar tetap segar (Rukmana, R. 1997).
Kemudian diamati dibawah mikroskop dengan perbesaran lemah dan kuat. Dan
digambar bagian dinding sel dan penebalan sel yang terjadi pada preparat Biji Asam
Jawa (Tamarindus indica).

Selanjutnya untuk sampel Daun Sukun (Arthocarpus communis), diambil


daun sukun dan diiris setipis mungkin. Tujuan sampel diiris setipis mungkin sejajar
dengan permukaan daun agar dapat terlihat jelas sel-sel yang terdapat dalam
tumbuhan tersebut (Setjo, S. 2004). Setelah diiris, sampel dipindahkan ke atas objek
glass dan ditetesi air, tujuan ditetesi air untuk menjaga lingkungan sel agar tetap segar
(Rukmana, R. 1997). Kemudian diamati dibawah mikroskop dengan perbesaran
lemah dan kuat. Dan digambar bagian dinding sel yang mengalami penebalan kearah
luar pada preparat Daun Sukun (Arthocarpus communis)

Untuk hasil pengamatan, pada sampel batok Kelapa (Cocos nucifera) yang
berhasil di amati adalah dinding sel primer, dinding sel sekunder dan penebalan pada
dinding sel pada perbesaran 10 X . Pada sampel biji Asam Jawa (Tamarindus indica)
yang berhasil diamati adalah aposisi dan intusussepsi dengan perbesaran 10 X. Pada
sampel daun Sukun (Arthocarpus communis) yang berhasil diamati adalah dinding sel
dan trikoma ( rambut daun) yang merupakan contoh dari penebalan secara sentrifugal
(penebalan ke arah luar) dengan perbesaran 10 X Hal ini sesuai dengan A. Fahn
(1995) yang menyatakan bahwa pada daun sukun terdapat trikoma. Trikoma adalah
semua tambahan uniseluler maupun multiseluler pada epidermis.