Anda di halaman 1dari 6

FISIOLOGI dan PERTUMBUHAN MIKROBA

a. Definisi Pertumbuhan Pada Mikroba


Pertumbuhan diartikan sebagai pertambahan jumlah dan ukuran sel yang bersifat
irreversibel. Pada organisme multiseluler, ukurannya yang bertambah sedangkan pada
organisme uniselular seperti bakteri jumlah selnya yang bertambah. Meskipun demikian
pada organisme uniseluler harus dibedakan pertambahan jumlah atau bertambahnya massa
selnya (Baskoro,1994).
Dalam membahas pertumbuhan mikroba dibedakan menjadi 2 sudut, yaitu
pertumbuhan individu dan pertumbuhan populasi atau pertumbuhan koloni. Pertumbuhan
individu diartikan sebagai bertambahnya ukuran sel dengan cara pembelahan diri atau
devisio, sedangkan pertumbuhan koloni diamati dari bertambahnya jumlah atau massa sel
dengan cara pembelahan biner Winarsih,2011).

b. Pengukuran Pertumbuhan Mikroba


Ada 2 macam cara perhitungan jumlah mikroba, yaitu perhitungan secara
langsung dan tidak langsung.

a). Perhitungan secara langsung

Perhitungan ini dilakukan dengan menghitung jumlah mikroba secara


keseluruhan, baik yang mati atau yang hidup (Volk,1993).
Metode perhitungan secara langsung:
1. Filtrasi Membran
Sampel mula-mula disaring dengan sejumlah volume tertentu kemudian
disaring dengan filter membrane dengan bantuan vakum yang telah disterilkan
terlebih dahulu. Dengan menghitung jumlah mikroba yang terperangkap dalam
filter membran dapat dihitung jumlah sel dari volume sampel yang disaring
(Jutono dkk, 1980).

2. Menggunakan counting chamber


Perhitungan ini dapat menggunakan haemacytometer. Metodenya ialah
dengan meneteskan 1 tetes suspensi biakan mikroba pada haemocytometer,
ditutup dengan gelas penutup kemudian diamati dengan mikroskop dengan
perbesaran sesuai besar kecilnya mikroba yang diamati. Dengan menentukan
jumlah sel rata-rata tiap petak (ruangan) yang telah diketahui volumenya dapat
ditentukan jumlah sel mikrobia tiap cc (Jutono dkk, 1980).
b). Perhitungan secara tidak langsung

Perhitungan ini dilakukan dengan menghitung jumlah mikroba secara


keseluruhan, baik yang mati atau yang hidup atau hanya untuk menentukan
jumlah mikroba yang hidup saja, tergantung cara-cara yang digunakan
(Volk,1993).
Metode perhitungan secara tidak langsung:

1. Perhitungan Cawan Petri (Total Plate Count)


Metode TPC merupakan suatu metode untuk menghitung jumlah
mikroba yang masih hidup pada media, berdasarkan jumlah koloni yang tumbuh
yang dapat dilihat langsung tanpa menggunakan mikroskop. Teknik ini diawali
dengan pengenceran bertingkat dengan kelipatan 10. Masing-masing suspensi
pengenceran ditanam dengan metode tuang (pour plate) atau sebar (spread
plate). Bakteri akan tumbuh pada medium agar dan membentuk koloni setelah
18-24 jam inkubasi (Rukmi, MG.I., A.T. Lunggani, A. Suprihadi, 2008).
Tujuan dari pengenceran pada metode Total Plate Count (TPC) yaitu
mengurangi jumlah kandungan mikroba dalam sampel sehingga mudah diamati
dan diketahui jumlah mikroorganisme secara spesifik sehingga didapatkan
perhitungan yang tepat (Fardiaz,2001).

2. Turbidimetrik
Mikroba dalam suatu bahan cair dapat dideteksi berdasarkan
kekeruhannya. Pertumbuhan sel bakteri yang banyak pada medium cair akan
meningkatkan kekeruhan media, yang akan mempengaruhi jumlah sinar yang
dilintaskan, sehingga yang mengandung lebih dari 107-108 sel/ml, tampak lebih
keruh yang dapat dilihat oleh mata telanjang (Hadietomo,1990).

3. Penentuan volume total


Cara ini adalah semacam modifikasi penentuan hematokrit pada
pengukuran volume total butir-butir darah, misalnya 10 ml biakan dimasukkan
ke dalam tabung reaksi khusus (tabung hopklins) yang bagian bawahnya berupa
silinder dan bergaris ukuran (Hadietomo,1990).

c. Aktivitas Metabolik Mikroba


Mikroorganisme dalam pertumbuhannya membutuhkan nutrisi yang
digunakan untuk sintesa komponen sel dan menghasilkan energi. Untuk
menghasilkan komponen sel tersebut dan energi dalam bentuk ATP maka
dibutuhkan sumber seperti karbohidrat, lemak, protein, vitamin, dan
beberapa jenis mineral (Djide dkk., 2007).
Nutrien utama yang menjadi sumber energi utama bagi mikroba adalah
karbohidrat. Tiap mikroorganisme memecah karbohidrat menjadi bentuk
yang berbeda-beda secara anaerob ataupun aerob (Djide dkk., 2007).

Nutrien dibutuhkan oleh mikroba sebagai sumber energi. Energi tersebut


diperoleh dari nutrien melalui proses katabolisme. Katabolisme dapat terjadi
melalui dua cara, yakni secara aerob dan anaerob. Katabolisme nutrien
secara aerob memerlukan oksigen bebas dalam mengoksidasi nutrien untuk
memperoleh energi. Sementara, katabolisme anaerob tidak memerlukan
oksigen bebas. Energi dipergunakan oleh mikroba layaknya makhluk hidup
lain yaitu tumbuh, berkembang, bergerak, bereproduksi, dan lain-lain (Djide
dkk., 2007).

Metabolisme mikroorganisme dikenal dua proses, yaitu (Djide dkk.,


2007):
1. Proses katabolisme di mana terjadi pembentukan energi.
2. Proses anabolisme di mana dibutuhkan energi.

d. Reproduksi Mikroba
Reproduksi pada mikroba dapat terjadi secara aseksual dan secara
seksual (terjadi pada beberapa jenis mikroba saja). Pada bakteri atau
organisme prokariotik misalnya, perkembangbiakan secara aseksual terjadi
secara pembelahan biner, karena prokariotik tidak mengalami pembelahan
mitosis maupun meiosis seperti eukariotik. Mitosis pada organisme bersel
banyak bertujuan untuk memperbanyak diri dan meiosis berutujuan untuk
sel kelamin atau gamet (Waluyo,2004).
a. Contoh Reproduksi Aseksual Mikroba
1. Pembelahan Biner

Satu sel induk bakteri membelah menjadi dua sel anak.


Kemudian masing-masing sel anak akan membentuk dua sel anak
lagi, dan seterusnya sehingga jumlahnya akan semakin berlipat
ganda. Selama sel mebelah maka akan terjadi keselarasan
replikasi DNA sehingga tiap-tiap sel anak akan menerima sedikit
satu koloni (salinan) dari genom (Waluyo,2004).
Pembelahan biner ini terjadi pada bakteri, Amoeba,
Paramecium, Euglena, Entamoeba histolica, dsb.

2. Fragmentasi

Fragmentasi adalah cara perkembangbiakan bakteri dimana


bakteri baru tumbuh dari bagian tubuh (fragmen) induknya.
Bakteri induk akan melakukan pemutusan bagian selnya secara
sederhana dan bagian yang terpisah akan tumbuh menjadi
bakteri baru dan berkembang menjadi organisme dewasa
(Waluyo,2004).
Contohnya terjadi pada Spirogyra .

3. Penguncupan (Budding)
Pertunasan adalah pembelahan yang menghasilkan dua sel yang
berbeda ukuran, satu berukuran besar dan satunya berukuran lebih
kecil. Sel yang besar disebut induk sedangkan yang kecil disebut
anak. Tunas ini mereplikasi genom, tumbuh membesar dan menjadi
sel anakan (Waluyo,2004).

b. Contoh Reproduksi Seksual Mikroba


Cara reproduksi seksual berupa pertukaran materi genetik yang
disebut dengan rekombinasi genetik.
1. Konjugasi

Merupakan pemindahan sebagian materi genetik satu bakteri ke


sel bakteri lainnya dengan kontak langsung. Transfer materi genetik ini
terjadi melalui ujung pilus. Kemampuan sel donor memindahkan DNA
diatur oleh transfer faktor.
2. Isogami

Peleburan dua gamet bila sel jantan dan sel betina mempunyai bentuk dan
ukuran yang sama.
Contohnya Chlorococcum, Chlamydomonas, Hydrodictyon.

3. Oogami

Peleburan dua gamet yagn satu kecil dan bergerak (sebagai sperma)
yang lain besar tidak bergerak (sebagai sel telur). Contohnya Valva,
Spirogyra, Aedogonium.

4. Anisogami

Peleburan dua gamet yang ukurannya tidak sama.


e. Tahapan Pembelahan Biner Pada Bakteri

Pembelahan biner bakteri dimulai dengan menempelnya bahan


genetik pada salah satu sisi membran dari sel dewasa, kemudian diikuti
dengan proses sintesis dan replikasi DNA. Setelah proses replikasi DNA
selesai maka salah satu sisi dari membran akan membuat lekukan dan
akhirnya diikuti dengan proses pemanjangan sel dan pembelahan sel
menjadi dua bagian yang memiliki bahan genetika yang sama
(Campbel,2003).

DAFTAR PUSTAKA
Schlegel, Hans dan Karin Schmidt.1994. Mikrobiologi Umum. Diterjemahkan oleh
Tedjo Baskoro. Yogyakarta: UGM Press
Winarsih,dkk. 2011; Reproduksi dan Pertumbuhan Mikroorganisme. http://
staff.unila.ac.id Diakses pada tanggal 23 Mei 2018.
Volk, W.A. and M.F. Wheeler.1993. Mikrobiologi Dasar. Jakarta: Erlangga.
Jutono,dkk. 1980.Mikrobiologi Umum. Yogyakarta: UGM Press.
Rukmi, MG.I., A.T. Lunggani, A. Suprihadi.2008. Mikrobiologi Umum. UMM:
UMM Press.
Fardiaz,S.2001. Mikrobiologi Pangan I. Jakarta: Gramedia.
Hadietomo,R.1990.Mikrobiologi Dasar-Dasar Dalam Praktek. Jakarta: Gramedia.
Djide,dkk. 2007. Bioteknologi Framasi. Makassar: Unhas Press.
Waluyo.2004.Mikrobiologi. UMM: UMM Press.
Campbell,dkk. 2003. Biologi Jilid II. Jakarta: Erlangga.