Anda di halaman 1dari 5

JOB SHEET

TEKNIK MOTOR BENSIN

Dosen :

Toni Setiawan, S.Pd.,M.Pd

Nama : Toto Firmanto

NPM : C3216110014

KELAS : 3B PTMO

IKIP VETERAN SEMARANG


 PEMERIKSAAN GARDAN

 Pertama lepaskan terlebih dahulu sambungan universal dari gardan atau diferensial
dan juga bantalan penyangga dari sasis atau rangka, setelah itu baru lepaskan poros
propeller.
 Saat sebelum melepas poros propeller dari flens penyambung, anda jangan lupa untuk
anggota sinyal pemasangan.
 Masukanlah peralatan khusus ke dalam ujung belakang dari rumah transmisi untuk
menghindari terjadinya kebocoran oli.
 Selanjutnya siapkan poros propeller di atas meja atau bangku kerja
 Berilah sinyal pemasangan flens Yoke dan poros propeller
 Langkah selanjutnya yaitu lepaskan map ring dan buka bantalan spider atau biasa di
sebut dengan jarum sisi belakang
 Setelah itu buka dan lepaskan snap ring yang berada di bantalan jarum atay spider sisi
depan
 Selanjutnya anda tekan ujung yang satu dari bantalan jarum dengan ragum dan soket
ukuran 14mm serta ukuran 21mm sehingga segi yang lain dari bantalan jarum masuk
ke dalam soket yang berukuran 21mm
 Jam poros propeller sampai bantalan jarum di tarik keluar dan jaga bantalan agar tidak
bisa terjatuh.

Tahap Pemeriksaan selanjutnya :

 Pertama lakukan pembersihan pada sisi yang telah di bongkar serta periksa,
kemungkinan sudah mengalami keausan atau komponen berkarat
 Langkah selanjutnya yaitu periksa sisi yang di beri angka atau nomer, kemungkinan
aus , rusak serta sudah beralih bentuk.
 Pada yoke sambungan dan juga slubungnya, tidak ketinggalan juga untuk anda
periksa pada sisi atau bagian yang barangkali sudah mengalami keausan atau bahkan
rusak.
 Selain itu juga yoke flens sambungan universal kemungkinan aus dan rusak.
Tahap perakitan atau pemasangan kembali

 Pasang kembali spider pada yoke dengan menggunakan peralatan khusus semanyam
pengepres. Yang pertamakali di pasang yaitu bantalan pada sisi spider.
 Setelah spider telah di pasang di yoke. Selanjutnya periksalah kehalusan putaran
dengan jalur memutar selubang atau flens yoke ke kiri dan ke kanan.
 Langkah selanjutnya yaitu pasang poros dan juga kelengkapan lainnya sesudah sinyal
tanda pemasangan yang di buat waktu melepas dan cocokkan.
 Ketika ingin menempatkan poros propeller tiga sambungan, yakni langkah pertama
setel terlebih dahulu posisi bantalan saat kendaraan dalam keadaan tanpa beban.
 Pas garis bantalan harus tegak lurus pada garis sedang poros .
 Setelah selesai pemasangan sisi universal, sambungan yoke yang rusak ke dalam
transmisi harus di beri minyak pelumas.
 Langkah terakhir yaitu kencangkan baut pengikat menurut spesifikasinya.
PEMERIKSAAN RADIATOR

Pemeriksaan Kebocoran Radiator

 Sebelum memasang alat pengetes pada radiator, lihat kedalaman leher pengisi.
 Jika kedalaman leher pengisi pendek, gunakan karet pada pengetes . Jika kedalaman
leher pengisi panjang, karet pengetes harus dipasang terbalik.
 Pasang alat pengetes beserta karetnya pada leher pengisi radiator.
 Pompalah alat pengetes sehingga terdapat tekanan yang sesuai dengan yang tertulis
pada tutup radiator. Jangan memberi tekanan yang melebihi dari yang tertulis pada
tutup radiator.
 Periksa kebocoran pada radiator, slang-slang dan paking-paking pada pompa, kepala
silinder dan rumah termostat.
 Periksa kebocoran sil pompa air pada saat motor hidup. Jika pompa bocor, air
pendingin akan keluar melalui lubang pelepas.
 Slang yang retak harus diganti. Pemasangan klem dan slang juga harus diperiksa

Pemeriksaan Fungsi Tutup Radiator

 Periksa kondisi bagian-bagian yang ada pada tutup radiator


 Cuci tutup radiator yang kotor dengan air
 Pasang alat pengetes pada tutup radiator. Pilih leher pipa adaptor yang kedalamannya
sesuai dengan tutup radiator
 Pompalah alat pengetes sehingga terdapat tekanan pada tutup radiator sampai katup
pelepas mulai membuka. Bersamaan dengan membukanya katup pelepas, bacalah
tekanan pada alat dan bandingkan tekanan alat tersebut dengan tekanan yang tertulis
pada tutup. Jika tekanan untuk membuka katup pelepas lebih rendah atau lebih tinggi
dari yang tertulis pada tutup radiator, maka tutup radiator harus diganti baru

Pemeriksaan Fungsi Termostat

Pemeriksaan ini harus dimulai pada saat motor masih dingin.

 Pasang termometer pada leher pengisi air radiator.


 Hidupkan motor. Pada saat motor baru hidup, air pendingin seharusnya tidak menjadi
panas. Air yang cepat menjadi panas saat motor mulai hidup menunjukkan bahwa
termostat dalam kondisi tidak dipasang atau terus terbuka meskipun temperatur air
belum mencapai 70-85 derajat Celcius. Seharusnya termostat mulai membuka, setelah
motor hidup beberapa menit. Pada saat itu, temperatur di dalam air pendingin harus
cepat naik sampai 70-85 C.

Penambahan Air Pendingin

 Isi / tambah air pendingin pada radiator minimal. Secara prinsip air harus dapat
menggenangi sirip-sirip di dalam radiator.
 Isi / tambah air pendingin pada reservoir sampai level maksimum (max). Jangan lupa
memeriksa kondisi selang air dari leher pengisi air radiator sampai reservoir dan
sambungan-sambungannya. Selang yang retak harus diganti baru.
 Pemeriksaan Rem Tromol

Untuk melakukan kerja yang baik pada saat melakukan pengereman,system rem
melakukan pemeriksaan atau perwatan secara teratur.dibawah ini akan dijelaskan langkah –
lankah pemeriksaannya.

langkah pemeriksaan pada rem tromol.

1. lepas roda dan tromol rem


2. periksa kebocoran minyak rem pada silinder roda.
Bukalah kedua karet pelindung pada siinder roda perhatikan apabila terdapat
kebocoran
minyak rem,bongkarlah silinder roda,periksalahsilinder roda dari karat dan kerusakan
lainnya.
3. Periksalah ketebalan pelapis sepatu rem.
Bila ketebalan pelapis sepatu kurang dari batas minimum atau terlihatnya tanda-tanda
keausan yang tidak merata,gantilah sepatu rem bila perlu
4. periksa backing plat terhadap keausan atau kerusakan.
5. Oleskan gemuk pada bagian backing plat yang bersinggungan dengan sepatu rem.
6. Periksa mekanisme penyetelan otomatis.
7. Periksa celah antara sepatu rem dan tromol rem.
8. Ukuran diameter dalam tromol sepatu rem. Periksa bahwa selisih adalah sama dengan
satu.
9. Bersihkan sepatu rem dengan kertas amplas.
10. Bersihkan bagian tromol.
11. Tiupkanlah udara bertekanan tinggi dari kompresor pada rem tromol untuk
membersihkan bagian rem dari kotoran atau debu.
12. Pasang tromol rem dan roda belakang.
13. Isi tanki cadangan minyak rem dan lakkukan pembuangan udara system rem.
14. Periksa kebocoran minyak rem.

REM CAKRAM

Secara umum cara kerja rem cakram sama dengan rem tromol, yang membedakan
hanya bentuk fisiknya saja. Piringan mempunyai kesamaan fungsi dengan rem tromol
dan kanfas rem cakram berfungsi sama dengan sepatu rem.
Rem cakram banyak digunakan pada kendaraan – kendaraan kecil efisiensi
pengeremannya cukup baik untuk kendaraan kecil. Disisi lain system rem cakram
jauh lebih ringan dibandingkan rem tromol sehingga efisiensi daya motor perberat
kendaraan dapat lebih tinggi.