Anda di halaman 1dari 6

13 Jenis-Jenis Paragraf Beserta Arti

dan Penjelasannya [Lengkap]


27 Agustus 2018 Oleh Zakky
Jenis-jenis paragraf dan contohnya – Paragraf adalah sekumpulan kalimat yang terdiri dari
kalimat utama dan kalimat penjelas. Paragraf menjadi bagian dan unsur penting dalam karya tulis
dan sastra. Terdapat berbagai macam-macam paragraf dilihat dari letak kalimat utamanya atau
menurut isinya.
Secara umum pengertian paragraf adalah karangan yang terdiri dari sejumlah kalimat dengan
pikiran utama sebagai pengendaliannya dan pikiran penjelas sebagai pendukungnya. Paragraf
juga disebut alinea. Baris pertama paragraf biasanya menjorok ke dalam.
Paragraf terdiri dari 1 kalimat utama berisi pokok pikiran utama serta beberapa kalimat penjelas
yang berisi pokok pikiran penjelas yang menerangkan gagasan utama paragraf. Gagasan utama
pada paragraf menjadi topik inti yang dijelaskan oleh kalimat-kalimat lainnnya.

Terdapat beberapa jenis-jenis paragraf yang ada. Pembagian macam-macam paragraf bisa
didasarkan pada letak kalimat utamanya atau menurut isi dan tujuannya. Jenis-jenis paragraf
yang ada ini bisa kita temui pada berbagai karya tulis dan sastra.

Di bawah ini akan dijelaskan jenis-jenis paragraf dan contohnya, dibahas secara lengkap beserta
pengertian dan penjelasan tiap kategori.
Macam-Macam Paragraf

Berikut ini merupakan penjelasan macam-macam paragraf berdasarkan letak kalimat utamanya,
berdasarkan isinya serta berdasarkan fungsi dan tujuannya.

Jenis-Jenis Paragraf Berdasarkan Letak Kalimat Utamanya

Ada 4 macam-macam paragraf berdasarkan letak gagasan utamanya, yakni paragraf


deduktif, paragraf induktif, paragraf campuran serta paragraf ineratif.

1. Paragraf Deduktif

Pengertian paragraf deduktif adalah paragraf yang posisi gagasan pokok atau kalimat utamanya
berada di awal paragraf. Paragraf ini bersifat deduksi dan dikembangkan dari pernyataan umum
ke khusus.

Jenis paragraf deduktif diawali oleh kalimat utama yang berisi pokok pikiran utama, kemudian
dilanjutkan oleh kalimat-kalimat penjelasnya.

2. Paragraf Induktif

Pengertian paragraf induktif adalah paragraf yang posisi gagasan pokok atau kalimat utamanya
berada di akhir paragraf. Paragraf ini bersifat induksi dan dikembangkan dari pernyataan khusus
ke umum.

Jenis paragraf induktif diawali oleh kalimat-kalimat penjelas dan kemudian diakhiri oleh kalimat
utama yang berisi pokok pikiran utama paragraf.

3. Paragraf Campuran

Pengertian paragraf campuran adalah gabungan antara paragraf deduktif dan induktif. Jenis
paragraf ini diawali oleh kalimat utama, lalu kemudian diikuti oleh kalimat-kalimat penjelasnya
dan terakhir diakhiri oleh kalimat utama lagi.

Artinya terdapat dua kalimat utama yang terletak di awal paragraf dan ditegaskan kembali di
akhir paragraf. Sementara bagian tengah-tengahnya adalah kalimat-kalimat penjelasnya.

4. Paragraf Ineratif

Pengertian paragraf ineratif adalah kebalikan dari paragraf campuran. Jenis paragraf ini diawali
oleh kalimat-kalimat penjelas, kemudian diikuti oleh kalimat utama paragraf dan kemudian
dilanjutkan kembali dengan kalimat-kalimat penjelas.
Artinya letak kalimat utama yang mengandung pokok pikiran utama paragraf ini terdapat di
bagian tengah-tengah dari sebuah paragraf.

Jenis-Jenis Paragraf Berdasarkan Isinya

Ada 5 macam-macam paragraf berdasarkan isinya, yakni paragraf narasi, paragraf


deskriptif, paragraf eksposisi, paragraf argumentasi serta paragraf persuasi.

1. Paragraf Narasi

Pengertian paragraf narasi adalah paragraf yang menceritakan sebuah cerita atau kejadian secara
berurutan dan kronologis. Paragraf narasi bisa dibagi menjadi dua yakni paragraf narasi kejadian
untuk menceritakan suatu kejadian serta paragraf narasi runtut cerita untuk mengembangkan
urutan tindakan hingga menghasilkan sesuatu.

Ciri-ciri paragraf narasi di antaranya yaitu terdapat alur cerita, tokoh, setting dan konflik serta
tidak memiliki kalimat utama secara tetap.

Terdapat dua jenis-jenis paragraf narasi yaitu :

 Paragraf narasi ekspositoris, berisikan rangkaian perbuatan yang disampaikan secara


informatif.
 Paragraf narasi sugestif, mengisahkan suatu hasil rekaan, khayalan atau imajinasi
pengarang.
2. Paragraf Deskripsi

Pengertian paragraf deskripsi adalah paragraf yang menggambarkan suatu objek dengan kata-
kata yang mampu merangsang indra pembaca. Dalam paragraf ini, penulis ingin membuat
pembaca seolah-olah dapat melihat, mendengar maupun merasakan apa yang sedang mereka
baca.

Ciri-ciri paragraf deskriptif di antaranya yaitu menggambarkan suatu benda, tempat, atau suasana
tertentu, penggambaran dilakukan dengan melibatkan panca indra serta menjelaskan ciri-ciri
objek seperti warna, ukuran, bentuk dan keadaan secara terperinci.

Dalam paragrafi deskripsi terdapat dua pola pengembangan paragraf yang ada yaitu :

 Pola spasial
 Pola sudut pandang. Terdapat 2 jenis pola sudut pandang yaitu :
 Sudut pandang subjektif, menggambarkan objek sesuai penafsiran dan disertai opini
penulis.
 Sudut pandang objektif, menggambarkan objek apa adanya tanpa opini penulis.
3. Paragraf Eksposisi

Pengertian paragraf eksposisi adalah paragraf yang menjelaskan, menyampaikan, mengajarkan,


dan menerangkan suatu topik kepada pembaca dengan tujuan memberi informasi sehingga
memperluas pengetahuan pembaca.

Ciri-ciri paragraf eksposisi di antaranya yaitu memaparkan definisi atau langkah-langkah dan
metode tertentu, mengguakan gaya bahasa yang informatif, menginformasikan sesuatu yang
tidak bisa dicapai oleh alat indra serta umumnya menjawab pertanyaan apa, siapa, dimana,
kapan, mengapa dan bagaimana terkait suatu topik.

Terdapat beberapa jenis-jenis paragraf eksposisi di antaranya yaitu :

 Paragraf eksposisi definisi, paragraf yang memberikan penjelasan informasi dengan


menfokuskan pada karakteristik topik.
 Paragraf eksposisi klasifikasi, paragraf yang membagi sesuatu dan mengelompokkannya
ke dalam kelompok kategori-kategori.
 Paragraf eksposisi proses, paragraf yang menjelaskan langkah-langkah dan metode
sebagai petunjuk proses pembuatan, penggunaan atau cara-cara tertentu.
 Paragraf eksposisi ilustrasi, paragraf yang dikembangkan dengan menggunakan
gambaran sederhana atau bentuk konkret dari suatu ide dan ilustrasi.
 Paragraf eksposisi pertentangan, paragraf yang berisi tentang suatu pertentangan antara
sesuatu dengan sesuatu yang lain.
 Paragraf eksposisi berita, paragraf yang berisi pemberitaan mengenai suatu kejadian,
biasanya banyak ditemukan pada koran dan surat kabar.
 Paragraf eksposisi perbandingan, paragraf yang menerangkan ide atau topik dalam
kalimat utama dengan cara membandingkannya dengan hal lain.
 Paragraf eksposisi analisis, paragraf yang membagi masalah dari gagasan utama menjadi
beberapa sub-bagian yang dikembangkan secara berurutan.
4. Paragraf Argumentasi

Pengertian paragraf argumentasi adalah paragraf yang menyampaikan ide, gagasan atau pendapat
penulis dengan disertai bukti dan fakta aktual. Tujuan dari paragraf argumentasi adalah untuk
meyakinkan pembaca terkait ide dan pendapat tersebut benar dan terbukti.

Ciri-ciri paragraf argumentasi di antaranya yaitu menjelaskan suatu pendapat agar pembaca
yakin, memuat fakta untuk membuktikan pendapatnya, menggali sumber ide dari sebuah
pengamatan dan penelitian serta terdapat kesimpulan pada penutupnya.

Terdapat 3 jenis-jenis paragraf argumentasi yaitu :

 Paragraf argumentasi pola analogi yang berupa penalaran induktif dengan


membandingkan dua hal yang banyak persamaannya.
 Paragraf argumentasi pola generalisasi yang berupa penalaran induktif dengan cara
menarik kesimpulan secara umum berdasarkan data-data yang ada.
 Paragraf argumentasi pola hubungan sebab akibat yang dimulai dengan mengemukakan
fakta khusus yang menjadi sebab, hingga pada kesimpulan yang menjadi akibat.
5. Paragraf Persuasi

Pengertian paragraf persuasi adalah suatu bentuk paragraf yang bertujuan membujuk dan
mempengaruhi pembaca agar mau berbuat sesuatu sesuai dengan yang tertera pada paragrafnya.
Penulis menyertakan bukti data dan fakta untuk dapat mempengaruhi pembaca.

Ciri-ciri paragraf persuasi di antaranya yaitu idenya berasal dari pikiran manusia, harus bisa
menimbulkan kepercayaan pembaca, sebisa mungkin menghindari konflik serta memerlukan
fakta dan data yang akurat dan faktual sesuai isi paragraf.

Jenis-Jenis Paragraf Berdasarkan Fungsi dan Tujuannya

Ada 3 macam-macam paragraf berdasarkan fungsi dan tujuannya, yakni paragraf


pembuka, paragraf penghubung serta paragraf penutup.

1. Paragraf Pembuka

Pengertian paragraf pembuka adalah paragraf yang berada di awal sebuah karya tulis. Jenis
paragraf pembuka berfungsi sebagai pengantar dan pengenalan isi kepada pembaca.

Isi dari paragraf pembuka adalah pengantar dari isi bacaan atau karya tulis yang dijabarkan
dengan lengkap pada paragraf-paragraf berikutnya.

2. Paragraf Penghubung

Pengertian paragraf penghubung adalah paragraf yang berada di tengah-tengah sebuah karya
tulis. Jenis paragraf penghubung berfungsi sebagai penghubung antara paragraf pembuka dan
paragraf penutup.

Isi dari paragraf penghubung adalah inti dari karya tulis itu sendiri. Segala sesuatu terkait inti dan
wacana dari sebuah karya ada pada paragraf penghubung.

3. Paragraf Penutup

Pengertian paragraf penutup adalah paragraf yang berada di akhir sebuah karya tulis. Jenis
paragraf penutup berfungsi sebagai penutup sebuah karya tulis itu sendiri.
Isi dari paragraf penutup adalah kesimpulan, ringkasan, saran atau komentar penulis dari bacaan
yang sudah dijabarkan di paragraf-paragraf sebelumnya.

Demikianlah referensi jenis-jenis paragraf dan contohnya lengkap beserta pengertian dan
penjelasan di tiap jenis alinea yang ada. Memang ada banyak jenis paragraf, namun tiap jenis
harus tetap memiliki ciri-ciri utama paragraf sebagai syarat sebuah paragraf itu sendiri.