Anda di halaman 1dari 1

Assalaamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh

Segala puji bagi Allah yang telah memberikan hidayahNya kepada Fakultas Kedokteran Universitas Islam
Bandung sehingga mampu istiqomah berkomitmen mewujudkan kurikulum kebencanaan bagi lulusannya sejak
tahun 2012 lalu yang dimulai dengan inisiasi kegiatan Joint Activity in Disaster Relief Medicine bersama
Cyberjaya University College of Medical Sciences (CUCMS) Malaysia pada tahun 2013 di Cariu Bogor. Pada
kurun waktu 5 tahun terakhir, FK Unisba aktif berkontribusi dalam berbagai aktivitas penanggulangan
kebencanaan di Indonesia.

Selama tahun 2007 hingga 2018, kejadian bencana besar yang menimbulkan korban banyak adalah pada tahun
2009, 2010 dan 2018. Pada tahun 2009 tercatat 1.245 kejadian bencana. Terjadi gempa cukup besar di Jawa
Barat dan gempa di Sumatera Barat. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan bahwa
tingkat kesiapsiagaan masyarakat dan pemerintah serta berbagai pihak di Indonesia masih perlu peningkatan
signifikan. Sosialisasi dan pendidikan kebencanaan harus ditingkatkan. Pendidikan bencana perlu memasukkan
dalam kurikulum pendidikan sejak pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi.

Selain itu, Standar Kompetensi Dokter Indonesia (SKDI) tahun 2012 mengamanatkan serangkaian kompetensi
kegawatdaruratan yang harus dimiliki lulusan dokter di Indonesia. Meskipun seluruh jenis kegawatdaruratan
telah tertuang dalam kurikulum FK Unisba, namun untuk mencapai keunggulan kompetensi lulusan, dirasakan
perlu adanya pengulangan dan penguatan kompetensi tersebut dalam seting khusus kegawatdaruratan serta
kebencanaan.

Fenomena kebencanaan di Indonesia, semangat peningkatan kapasitas kebencanaan nasional, dan amanat SKDI
2012 inilah yang mendorong kami untuk meningkatkan kegiatan ko-kurikuler Disaster Relief Medicine menjadi
kurikulum wajib pada sistem Emergency and Disaster Relief Medicine (EDRM) yang diimplementasikan pada
semester 7 sebagai semester akhir pada Tahap Akademik Program Studi Pendidikan Dokter yang diberlakukan
sejak tahun akademik 2015/2016 lalu.

Untuk membantu meningkatkan kesiapsiagaan nasional dalam penanganan bencana, maka FK Unisba
mengusung konsep kurikulum komprehensif dan integratif yang memadukan keunggulan skill penanganan
kegawatdaruratan, kepiawaian dalam manajemen bencana, serta penguasaan hukum kebencanaan dan perspektif
keislaman dalam bencana bagi lulusannya. Di dalam kurikulum ini disampakan hal-hal yang penting dan perlu
diketahui oleh seorang dokter muslim Indoensia yang kelak akan berkecimpung dalam kegawatdaruratan dan
bencana di tempatnya bekerja.

Terima kasih kepada semua pihak yang telah memadukan keahliannya, menyumbangkan waktu dan tenaganya,
serta berkontribusi tanpa henti bagi lahirnya kurikulum EDRM ini. Sinergi bersama dengan pihak internal
Universitas dan pihak eksternal seperti BNPB, Badan SAR Nasional (Basarnas), Palang Merah Indonesia (PMI),
TNI Angkatan Udara, serta mitra dalam dan luar negeri lainnya harus terus dijaga dan ditingkatkan dalam rangka
mengoptimalkan implementasi kurikulum ini sekaligus mengembangkan jejaring kebencanaan.

Akhir kata, bencana adalah keniscayaan dan pasti terjadi khususnya di Indonesia sebagai negara dengan tingkat
kerawanan bencana yang tinggi. Fakultas Kedokteran Unisba telah terpanggil untuk menjadi bagian dari
kesiapan ummat, bangsa dan dunia menghadapi kegawatdaruratan serta bencana sekaligus perwujudan karakter
3M Unisba; Mujahid, Mujtahid, dan Mujaddid.

Wassalaamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh