Anda di halaman 1dari 49

Pertemuan 5

Topik Bahasan Referensi Level CA (1)

Kombinasi bisnis dan konsolidasi: • PSAK: 4, Peserta diharapkan memiliki


• Investasi pada entitas lain (aset 65, 66, 67, pengetahuan dan pemahaman yang
keuangan, entitas asosiasi, 15, 22, menyeluruh dan terinci atas topik .
ventura bersama, dan entitas • IIFRS: 2.5,
anak) 2.5A, 2.6,
• Kombinasi bisnis 3.5, 3.6,
• Kombinasi bisnis entitas 3.6A, 5.13
sepengendali • Epstein
• Laporan keuangan konsolidasian Ch.11
dan laporan keuangan tersendiri • Abbas Ch.
19 & 34
Kombinasi Bisnis
Kombinasi bisnis adalah suatu transaksi atau peristiwa lain dimana pihak
pengakuisisi memperoleh pengendalian atas satu atau lebih bisnis. (PSAK 22
Lampiran A).
“penggabungan sesungguhnya (true merger)” atau “penggabungan setara
(merger of equals)”
Bisnis adalah suatu rangkaian terpadu dari kegiatan dan aset yang mampu
diadakan dan dikelola dengan tujuan memberikan hasil dalam bentuk dividen,
biaya yang lebih rendah, atau manfaat ekonomi lainnya secara langsung
kepada investor atau pemilik, anggota, atau peserta lainnya. (PSAK 22
Lampiran A)
Kombinasi Bisnis
Identifikasi Kombinasi
Entitas menentukan apakah suatu transaksi atau peristiwa lain merupakan
kombinasi bisnis ………………………… yang mensyaratkan bahwa aset
yang diperoleh dan liabilitas yang diambil alih merupakan suatu bisnis. Jika
aset yang diperoleh bukan suatu bisnis, maka entitas pelapor mencatat
transaksi atau peristiwa lain tersebut sebagai akuisisi aset. (PSAK 22; 03)
Pengendalian
Investor mengendalikan investee ketika investor terekspos atau memiliki hak
atas imbal hasil variabel dari keterlibatannya dengan investee dan memiliki
kemampuan untuk mempengaruhi imbal hasil tersebut melalui kekuasaannya
atas investee. (PSAK 65; 06 dan Lampiran)
Investor mengendalikan investee jika dan hanya jika investor memiliki
seluruh hal berikut ini: (PSAK 65; 07)
a. kekuasaan atas investee;
b. eksposur atau hak atas imbal hasil variabel dari keterlibatannya dengan
investee; dan
c. kemampuan untuk menggunakan kekuasaannya atas investee untuk
mempengaruhi
Jenis Kombinasi Bisnis

Merjer
PT. A

PT. A
PT. B
Jenis Kombinasi Bisnis

Konsolidasi
PT. A

PT. C
PT. B
Jenis Kombinasi Bisnis

Akuisisi

PT. A PT. B PT. A PT. B


Metode Akuntansi

1. Metode Pembelian
atau Metode Akuisisi
• Tidak
(Purchase or
sepengendali PSAK 22
Acquisition Method of
Accounting)

2. Metode Penyatuan
Kepemilikan (Pooling-
of-Interest Method of
• Sepengendali PSAK 38
Accounting)
Metode Akuisisi
Penerapan metode akuisisi mensyaratkan:
(a) Pengidentifikasian pihak pengakuisisi;
(b) Penentuan tanggal akuisisi;
(c) Pengakuan dan pengukuran aset teridentifikasi yang diperoleh, liabilitas
yang diambil-alih, dan kepentingan nonpengendali pihak yang
diakuisisi; dan
(d) Pengakuan dan pengukuran goodwill atau keuntungan dari pembelian
dengan diskon.
Metode Akuisisi

entitas yang memperoleh pengendalian


Pengakuisisi
atas pihak yang diakuisisi

tanggal pihak pengakuisisi memperoleh


Tanggal Akuisisi
pengendalian atas pihak yang diakuisisi
Metode Akuisisi
• mengakui aset dan liabilitas jika memenuhi
definisi aset dan liabilitas KDPPLK
• mengukur aset dan liabilitas dengan nilai
wajar
• mengukur kepentingan nonpengendali pada
Pengakuan & Pengukuran nilai wajar ataupun pada proporsi
Aset, Liabilitas, & Kep. kepemilikan kepentingan nonpengendali
nonpengendali atas aset neto
• kecuali: liabilitas kontinjensi, pajak
tangguhan, imbalan kerja, aset
indemnifikasi, hak yang diperoleh kembali,
pembayaran berbasis saham, dan aset
tidak lancar dimiliki untuk dijual
Metode Akuisisi

• (nilai wajar imbalan yang dialihkan +


kepentingan nonpengendali) > selisih dari
nilai wajar aset teridentifikasi yang
diperoleh dan liabilitas yang diambil alih =
Pengakuan & Pengukuran goodwill
Goodwill (keuntungan • (nilai wajar imbalan yang dialihkan +
pembelian diskon)
kepentingan nonpengendali) < selisih dari
nilai wajar aset teridentifikasi yang
diperoleh dan liabilitas yang diambil alih =
keuntungan pembelian diskon.
Kepentingan Nonpengendali
Pada tanggal 31 Des 2015 PT. A memperoleh 6,000 lembar (60%) saham
biasa PT. B secara tunai dengan harga pasar Rp.175 perlembar. Nilai wajar
aset neto teridentifikasi PT. B pada saat itu adalah Rp.1,500,000. Besarnya
kepentingan nonpengendali diukur pada tanggal akuisisi adalah :

pada nilai wajar 4,000 x Rp.175 = Rp.700,000.

pada proporsi
kepemilikan atas 40% x Rp.1,500,000 = Rp.600,000.
aset neto
Goodwill (Keuntungan Pembelian Diskon)

Imbalan yang dialihkan Rp.1,000,000


Nilai wajar aset teridentifikasi Rp.1,800,000
Nilai wajar kewajiban diambil alih Rp. 600,000
Aset neto Rp.1,200,000

Tingkat kepemilikan 80% 90%


Kepentingan nonpengendali *) Rp.240,000 Rp.120,000
*) Asumsi ditentukan pada proporsi kepemilikan atas aset neto
Goodwill (Keuntungan Pembelian Diskon)

80% 90%
Imbalan yang dialihkan Rp.1,000,000 Rp.1,000,000
Kepentingan nonpengendali 240,000 120,000
Nilai wajar aset teridentifikasi (1,800,000) (1,800,000)
Nilai wajar kewajiban diambil alih 600,000 600,000
40,000 (80,000)
Keuntungan
Goodwill Pembelian
Diskon

• Goodwill diakui terpisah dari aset tak berwujud lainnya.


• Keuntungan pembelian diskon diakui dalam laporan laba rugi
Biaya
Pihak pengakuisisi mencatat biaya terkait akuisisi sebagai beban
pada periode saat biaya tersebut terjadi dan jasa diterima,
dengan satu pengecualian. Biaya untuk menerbitkan efek utang/
efek ekuitas diakui sebagai pengurang utang/ekuitas.
Contoh
Pada tanggal 2 Januari 2015, PT. Valvoline telah mengeluarkan 50,000
lembar saham biasa, nilai nominal Rp.1,000 perlembar (nilai wajar
sekarang Rp.1,400 perlembar) ditambah uang tunai sebesar
Rp.22,500,000 untuk diserahkan kepada pemegang saham PT. Edgar guna
mendapatkan seluruh saham biasa yang beredar perusahaan tersebut.
Selain itu PT. Valvoline juga mengeluarkan biaya sebesar Rp.12,500,000
untuk kombinasi bisnis tersebut yang terdiri dari biaya pencatatan saham
Rp.5,000,000 dan biaya appraisal Rp.7,500,000. Tidak ada pengeluaran
bersyarat. Neraca PT. Valvoline dan PT. Edgar berikut dengan nilai wajar
sekarang aset dan kewajiban PT. Edgar pada tanggal 2 Januari 2015
adalah sbb:
PT. Edgar
PT. Valvoline Nilai Wajar
Nilai Tercatat
Sekarang
Aset
Kas 40,000,000 25,000,000 25,000,000
Persediaan 35,000,000 25,000,000 32,500,000
Aset Tetap 325,000,000 100,000,000 100,000,000
Hak Paten 25,000,000 10,000,000 5,000,000
Total Aset 425,000,000 160,000,000 162,500,000
Liabilitas dan Ekuitas
Utang Usaha 60,000,000 30,000,000 30,000,000
Utang Jk. Panjang 110,000,000 40,000,000 45,000,000
Modal Saham (@ Rp.1,000) 100,000,000 74,000,000
Tambahan Modal Disetor 50,000,000 6,000,000
Saldo Laba 105,000,000 10,000,000

Total Liabilitas dan Ekuitas 425,000,000 160,000,000


Metode Akuisisi
Jenis kombinasi bisnis - Merjer

2 Jan 2015 Investasi dalam saham PT. Edgar 92,500,000 -


Modal Saham - 50,000,000
Tambahan Modal Disetor - Agio - 20,000,000
Kas - 22,500,000
(Perolehan seluruh saham PT. Edgar)

Tambahan Modal Disetor - Agio 5,000,000 -


Biaya kombinasi bisnis 7,500,000 -
Kas 12,500,000
(Pembayaran biaya)
Metode Akuisisi
Jenis kombinasi bisnis - Merjer

2 Jan 2015 Kas 25,000,000 -


Persediaan 32,500,000 -
Aset tetap 100,000,000 -
Hak paten 5,000,000 -
Goodwill 5,000,000 -
Utang usaha - 30,000,000
Utang jangka panjang - 45,000,000
Investasi dalam saham PT. Edgar - 92,500,000
(Pengambil alihan aset dan liabilitas PT. Edgar pada nilai wajar)
Metode Akuisisi
PT. Valvoline PT. Edgar
Aset
Kas 30,000,000
Persediaan 67,500,000
Aset Tetap 425,000,000
Hak Paten 30,000,000
Goodwill 5,000,000
Total Aset 557,500,000 PT. Edgar
Liabilitas dan Ekuitas bubar
Utang Usaha 90,000,000
Utang Jk. Panjang 155,000,000
Modal Saham (@ Rp.1,000) 150,000,000
Tambahan Modal Disetor 65,000,000
Saldo Laba 97,500,000
Total Liabilitas dan Ekuitas 557,500,000
Separate Balance Sheet – Setelah Merjer
Metode Akuisisi
Jenis kombinasi bisnis - Akuisisi

2 Jan 2015 Investasi dalam saham PT. Edgar 92,500,000 -


Modal Saham - 50,000,000
Tambahan Modal Disetor - Agio - 20,000,000
Kas - 22,500,000
(Perolehan seluruh saham PT. Edgar)

Tambahan Modal Disetor - Agio 5,000,000 -


Biaya kombinasi bisnis 7,500,000 -
Kas 12,500,000
(Pembayaran biaya)
Metode Akuisisi
PT. Valvoline PT. Edgar
(Induk) (Anak)
Aset
Kas 5,000,000 25,000,000
Persediaan 35,000,000 25,000,000
Aset Tetap 325,000,000 100,000,000
Hak Paten 25,000,000 10,000,000
Investasi dalam saham PT. Edgar 92,500,000 -
Total Aset 482,500,000 160,000,000
Liabilitas dan Ekuitas
Utang Usaha 60,000,000 30,000,000
Utang Jk. Panjang 110,000,000 40,000,000
Modal Saham (@ Rp.1,000) 150,000,000 74,000,000
Tambahan Modal Disetor 65,000,000 6,000,000
Saldo Laba 97,500,000 10,000,000
Total Liabilitas dan Ekuitas 482,500,000 160,000,000
Separate Balance Sheet – Setelah Akuisisi
Metode Akuisisi
PT. Valvoline PT. Edgar
(Induk) (Anak)
Aset
Kas 5,000,000 25,000,000
Persediaan 35,000,000 25,000,000
Aset Tetap 325,000,000 100,000,000
Hak Paten 25,000,000 10,000,000
Investasi dalam saham PT. Edgar 92,500,000 -
Total Aset 482,500,000 160,000,000
Liabilitas dan Ekuitas
Utang Usaha 60,000,000 30,000,000
Utang Jk. Panjang 110,000,000 40,000,000
Modal Saham (@ Rp.1,000) 150,000,000 74,000,000
Tambahan Modal Disetor 65,000,000 6,000,000
Saldo Laba 97,500,000 10,000,000
Total Liabilitas dan Ekuitas 482,500,000 160,000,000
Separate Balance Sheet – Setelah Akuisisi
Metode Penyatuan Kepemilikan

• PT. Valvoline dan PT.


Induk Edgar adalah entitas
sepengendali.
• Jika keduanya
melakukan kombinasi
Anak PT. PT. Edgar bisnis harus
Valvoline menggunakan
metode Penyatuan
Kepemilikan
Metode Penyatuan Kepemilikan
Kombinasi bisnis entitas sepengendali dicatat sesuai nilai tercatat.
(PSAK 38; 10)
Selisih antara jumlah imbalan yang dialihkan dan jumlah tercatat
dari setiap transaksi kombinasi bisnis antara entitas sepengendali
diakui di ekuitas dalam pos tersendiri. (PSAK 38;11)
Pengeluaran yang terjadi sehubungan dengan kombinasi bisnis
diakui sebagai beban pada periode terjadinya. (PSAK 38;14)
Metode Penyatuan Kepemilikan
Jenis kombinasi bisnis - Merjer

2 Jan 2015 Investasi dalam saham PT. Edgar 90,000,000 -


Saldo laba - 10,000,000
Modal Saham - 50,000,000
Tambahan Modal Disetor - SNTRES - 7,500,000
Kas - 22,500,000
(Perolehan seluruh saham PT. Edgar)

Biaya kombinasi bisnis 12,500,000 -


Kas 12,500,000
(Pembayaran biaya)
Metode Penyatuan Kepemilikan
Jenis kombinasi bisnis - Merjer

2 Jan 2015 Kas 25,000,000 -


Persediaan 25,000,000 -
Aset tetap 100,000,000 -
Hak paten 10,000,000 -
Utang usaha - 30,000,000
Utang jangka panjang - 40,000,000
Investasi dalam saham PT. Edgar - 90,000,000
(Pengambil alihan aset dan liabilitas PT. Edgar pada nilai buku)
Metode Penyatuan Kepemilikan
PT. Valvoline PT. Edgar
Aset
Kas 30,000,000
Persediaan 60,000,000
Aset Tetap 425,000,000
Hak Paten 35,000,000
Total Aset 550,000,000
PT. Edgar
Liabilitas dan Ekuitas
Utang Usaha 90,000,000
bubar
Utang Jk. Panjang 155,000,000
Modal Saham (@ Rp.1,000) 150,000,000
Tambahan Modal Disetor - Agio 57,500,000
Saldo Laba 102,500,000
Total Liabilitas dan Ekuitas 550,000,000

Separate Balance Sheet – Setelah Merjer


Metode Penyatuan Kepemilikan
Jenis kombinasi bisnis - Akuisisi

2 Jan 2015 Investasi dalam saham PT. Edgar 90,000,000 -


Saldo laba - 10,000,000
Modal Saham - 50,000,000
Tambahan Modal Disetor - SNTRES - 7,500,000
Kas - 22,500,000
(Perolehan seluruh saham PT. Edgar)

Biaya kombinasi bisnis 12,500,000 -


Kas 12,500,000
(Pembayaran biaya)
Metode Penyatuan Kepemilikan
PT. Valvoline PT. Edgar
(Induk) (Anak)
Aset
Kas 5,000,000 25,000,000
Persediaan 35,000,000 25,000,000
Aset Tetap 325,000,000 100,000,000
Hak Paten 25,000,000 10,000,000
Investasi dalam saham PT. Edgar 90,000,000 -
Total Aset Investasi pada 480,000,000 160,000,000
Liabilitas dan Ekuitas anak
Utang Usaha 60,000,000 30,000,000
Utang Jk. Panjang 110,000,000 40,000,000
Modal Saham (@ Rp.1,000) 150,000,000 74,000,000
Tambahan Modal Disetor 57,500,000 6,000,000
Saldo Laba 102,500,000 10,000,000
Total Liabilitas dan Ekuitas 480,000,000 160,000,000
Separate Balance Sheet – Setelah Akuisisi
Investasi pada Entitas Asosiasi dan Ventura
Bersama
Entitas asosiasi adalah suatu entitas yang mana investor mempunyai
pengaruh yang signifikan. (PSAK 15; 03)
Pengaruh signifikan adalah kekuasaan untuk berpartisipasi dalam keputusan
kebijakan keuangan dan operasional investee, tetapi tidak mengendalikan
atau mengendalikan bersama atas kebijakan tersebut. (PSAK 15; 03)
Jika investor memiliki, secara langsung maupun tidak langsung (misalnya
melalui entitas anak), 20% atau lebih hak suara investee, maka investor
dianggap mempunyai pengaruh signifikan, kecuali dapat dibuktikan
dengan jelas bahwa entitas tidak memiliki pengaruh signifikan.
Investasi pada Entitas Asosiasi dan Ventura
Bersama
Ventura bersama adalah pengaturan bersama yang para pihak yang
memiliki pengendalian bersama atas pengaturan, memiliki hak atas aset neto
dari pengaturan. (PSAK 15; 03 dan PSAK 66; 16)
Pengaturan bersama adalah pengaturan yang dua atau lebih pihaknya
memiliki pengendalian bersama. (PSAK 15; 03 dan PSAK 66; 04)
Pengendalian bersama adalah persetujuan kontraktual untuk berbagi
pengendalian atas suatu pengaturan, yang ada hanya ketika keputusan
tentang aktivitas relevan mensyaratkan persetujuan dengan suara bulat dari
seluruh pihak yang berbagi pengendalian. (PSAK 15; 03 dan PSAK 66; 07)
Investasi pada Entitas Asosiasi dan Ventura
Bersama
Entitas (investor) yang memiliki pengendalian bersama atau pengaruh
signifikan atas investee mencatat investasi pada entitas asosiasi atau ventura
bersama dengan menggunakan metode ekuitas. (PSAK 15; 16)
Ketika investasi pada entitas asosiasi atau ventura bersama dimiliki oleh, atau
dimiliki secara tidak langsung melalui, entitas yang merupakan organisasi
modal ventura, atau reksa dana, unit perwalian dan entitas sejenis termasuk
dana asuransi terkait investasi, entitas dapat memilih untuk mengukur investasi
pada entitas asosiasi dan ventura bersama tersebut pada nilai wajar melalui
laba rugi sesuai dengan PSAK 55. (PSAK 15; 17)
Investasi pada Entitas Asosiasi dan Ventura
Bersama
Dalam metode ekuitas, pengakuan awal investasi pada entitas
asosiasi atau ventura bersama diakui sebesar biaya perolehan, dan
jumlah tercatat tersebut ditambah atau dikurang untuk mengakui
bagian investor atas laba rugi investee setelah tanggal perolehan.
Bagian investor atas laba rugi investee diakui dalam laba rugi
investor.
Penerimaan distribusi dari investee mengurangi nilai tercatat
investasi.
Investasi pada Entitas Asosiasi dan Ventura
Bersama
Jika entitas induk menyusun laporan keuangan tersendiri sebagai
informasi tambahan, maka entitas induk tersebut mencatat investasi
pada entitas anak, ventura bersama, dan entitas asosiasi pada:
a) biaya perolehan; atau
b) sesuai PSAK 55: Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran. (PSAK
4; 06)
Metode Ekuitas

Pencatatan oleh Investor


Investasi xxx -
Investasi awal
Kas - xxx
Laba bersih entitas Investasi xxx -
asosiasi/ventura bersama Bag. Laba entitas asosiasi/VB - xxx
Rugi bersih entitas Bag.Rugi enitas asosiasi/VB xxx -
asosiasi/ventura bersama Investasi - xxx
Kas xxx -
Pembagian dividen
Investasi - xxx
Metode Biaya Perolehan

Pencatatan oleh Investor


Investasi xxx -
Investasi awal
Kas - xxx
Laba bersih entitas
asosiasi/ventura bersama
Tidak dicatat
Rugi bersih entitas
asosiasi/ventura bersama
Kas xxx -
Pembagian dividen
Pendapatan deviden - xxx
Laporan Keuangan Konsolidasi
Entitas yang merupakan entitas induk menyajikan laporan keuangan
konsolidasian, kecuali:
(a) program imbalan pascakerja atau program imbalan kerja jangka panjang
lain yang diatur dalam PSAK 24: Imbalan Kerja.
(b) entitas investasi tidak perlu menyajikan laporan keuangan konsolidasian jika
entitas investasi disyaratkan untuk mengukur seluruh entitas anaknya pada nilai
wajar melalui laba rugi (PSAK 65; 04)
Entitas induk menyusun laporan keuangan konsolidasian dengan
menggunakan kebijakan akuntansi yang sama untuk transaksi dan peristiwa
lain dalam keadaan yang serupa. (PSAK 65; 19).
Laporan Keuangan Konsolidasi
Konsolidasi atas investee dimulai sejak tanggal investor memperoleh
pengendalian atas investee dan berakhir ketika investor kehilangan
pengendalian atas investee. (PSAK 65; 20).
Entitas induk menyajikan kepentingan nonpengendali di ekuitas dalam
laporan posisi keuangan konsolidasian, terpisah dari ekuitas pemilik entitas
induk. (PSAK 65; 22).
Laporan Keuangan Konsolidasi
Laporan keuangan konsolidasi adalah laporan keuangan suatu kelompok
usaha yang didalamnya aset, liabilitas, ekuitas, penghasilan, beban, dan
arus kas entitas induk dan entitas anak disajikan sebagai suatu entitas
ekonomi tunggal. (PSAK 65; Lampiran A)
Entitas investasi adalah entitas yang:
(a) memperoleh dana dari satu atau lebih investor dengan tujuan memberikan
investor tersebut jasa manajemen investasi;
(b) menyatakan komitmen kepada investor bahwa tujuan bisnisnya adalah untuk
menginvestasikan dana yang semata-mata untuk memperoleh imbal hasil dari
kenaikan nilai modal, penghasilan investasi, atau keduanya; dan
(c) mengukur dan mengevaluasi kinerja dari seluruh investasinya yang substansial
berdasarkan pada nilai wajar. (PSAK 65; 27)
Laporan Keuangan Konsolidasi
Laporan keuangan tersendiri adalah laporan keuangan yang disajikan
oleh entitas induk (yaitu investor yang mempunyai pengendalian atas entitas
anak) yang mencatat investasi pada entitas anak, entitas asosiasi, dan
ventura bersama berdasarkan biaya perolehan atau sesuai dengan PSAK
55: Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran. Laporan keuangan
tersendiri hanya dapat disajikan sebagai informasi tambahan dalam
laporan konsolidasian. Entitas induk tidak boleh menyajikan laporan
keuangan tersendiri sebagai laporan keuangan bertujuan umum (general
purposes financial statements). Laporan keuangan tersendiri minimal terdiri
dari laporan posisi keuangan, laporan laba rugi komprehensif, laporan
perubahan ekuitas, dan laporan arus kas. (PSAK 4; 03)
Laporan Keuangan Konsolidasi
Jika entitas induk menyusun laporan keuangan tersendiri sebagai informasi
tambahan, maka entitas induk tersebut mencatat investasi pada entitas
anak, ventura bersama, dan entitas asosiasi pada:
a) biaya perolehan; atau
b) sesuai PSAK 55: Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran. (PSAK
4; 06)
Entitas Investasi: Pengecualian Terhadap
Konsolidasi
Entitas investasi tidak mengonsolidasi entitas anaknya atau menerapkan
PSAK 22: Kombinasi Bisnis ketika entitas tersebut memperoleh
pengendalian atas entitas lain. Malahan, entitas investasi mengukur
investasi dalam entitas anak pada nilai wajar melalui laba rugi sesuai
dengan PSAK 55: Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran.
(PSAK 65; 31)
Laporan Keuangan Konsolidasi

Entitas Induk Lap. Keuangan

Entitas Anak Lap. Keuangan

Entitas hukum tersendiri Satu entitas ekonomi


Laporan Keuangan Konsolidasi
PT. Liem Bhek pada tanggal 1 Januari 2014 telah menerbitkan 10.000
lembar saham biasa untuk mengakuisisi seluruh saham biasa PT. Phoe Yu.
Nilai tercatat aset neto PT. Phoe Yu sebesar Rp.390,000. Nilai wajar
sekarang (current fair value) aset dan liabilitas PT. Phoe Yu pada tanggal 1
Januari 2014 sama seperti nilai tercatat (carrying value) nya, kecuali untuk
aset berikut:
Nilai Tercatat Nilai Wajar
Persediaan 110,000 135,000
Tanah 100,000 115,000
Gedung 100,000 130,000
Mesin 100,000 120,000
Hak paten 20,000 25,000
Laporan Keuangan Konsolidasi
Beban pokok persediaan dihitung dengan metode FIFO. Sisa umur
ekonomis gedung 15 tahun dan mesin 10 tahun dan didepresiasi dengan
metode garis lurus tanpa nilai sisa. Hak paten memiliki sisa umur ekonomis
selama 5 tahun dan diamortisasi dengan metode garis lurus. Depresiasi
dibebankan ke beban pokok penjualan sedangkan amortisasi dibebankan
sebagai beban operasi.
Pada akhir tahun 2014 dan 2015 PT. Liem Bhek dan PT. Phoe Yu
menyampaikan laporan keuangan sebagai berikut:
PT. Liem Bhek (Rp) PT. Phoe Yu (Rp)
31/12/2014 31/12/2015 31/12/2014 31/12/2015
Laporan laba rugi
Pendapatan
Penjualan (bersih) 1,100,000 1,340,000 680,000 762,000
Pendapatan dividen antar perusahaan 24,000 40,000 - -
Total Pendapatan 1,124,000 1,380,000 680,000 762,000
Beban-beban
Beban pokok penjualan 700,000 921,000 450,000 514,000
Beban operasi 217,667 233,000 130,000 114,000
Beban bunga 49,000 32,000 - -
Total Beban 966,667 1,186,000 580,000 628,000
Laba sebelum PPh 157,333 194,000 100,000 134,000
PPh 53,333 67,000 40,000 44,000
Laba rugi tahun berjalan 104,000 127,000 60,000 90,000
Laporan Saldo laba
Saldo laba, awal tahun 134,000 208,000 132,000 168,000
Tambah: Laba rugi tahun berjalan 104,000 127,000 60,000 90,000
SubTotal 238,000 335,000 192,000 258,000
Kurang: Dividen 30,000 60,000 24,000 40,000
Saldo laba, akhir tahun 208,000 275,000 168,000 218,000
PT. Liem Bhek (Rp) PT. Phoe Yu (Rp)
31/12/2014 31/12/2015 31/12/2014 31/12/2015
Neraca
Aset
Kas 15,900 22,000 72,100 65,000
Persediaan 136,000 187,000 115,000 142,000
Aset lancar lain 88,000 76,400 131,000 165,000
Piutang dividen antar perusahaan 24,000 40,000 - -
Investasi dalam saham biasa PT. Phoe Yu 500,000 500,000 - -
Aset tetap (bersih) 440,000 390,000 340,000 315,000
Hak paten (bersih - - 16,000 12,000
Total Aset 1,203,900 1,215,400 674,100 699,000
Liabilitas dan Ekuitas
Utang dividen antar perusahaan - - 24,000 40,000
Utang pajak penghasilan 40,000 64,800 20,000 38,000
Liabilitas lainnya 190,900 110,600 204,100 145,000
Modal saham, nom Rp.10/Rp.5 400,000 400,000 200,000 200,000
Tambahan modal disetor 365,000 365,000 58,000 58,000
Saldo laba 208,000 275,000 168,000 218,000
Total Liabilitas dan Ekuitas 1,203,900 1,215,400 674,100 699,000