Anda di halaman 1dari 3

PENURUNAN RUMUS PERSAMAAN GELOMBANG SEISMIK

KECEPATAN GELOMBANG -P DAN KECEPATAN GELOMBANG-S

Penurunan persamaan diawali dengan tinjauan terhadap sebuah benda (medium) homogen
berbentuk kubus yang dikenakan oleh sebuah gaya tertentu. Tekanan yang mengenai benda
tersebut jika ditinjau pada salah satu permukaannya mempunyai komponen-komponen
sebagaiberikut:
𝜕𝜎𝑥𝑥 𝜕𝜎𝑦𝑥 𝜕𝜎𝑧𝑥
𝜎𝑥𝑥 + 𝑑𝑥; 𝜎𝑦𝑥 + 𝑑𝑥 + 𝜎𝑧𝑥 + 𝑑𝑥 (b.1)
𝜕𝑥 𝜕𝑥 𝜕𝑥

Komponen – komponen tekanan di atas disebut gaya tiap unit volume benda pada bidang
x yang berarah pada sumbu x, y, z. Untuk permukaan bidang lainnya, hubungan variabel gaya tiap
satuan volumenya analog dengan bidang x. Total gaya pada sumbu x yang terjadi pada benda
kubus adalah
𝜕𝜎𝑥𝑥 𝜕𝜎𝑦𝑥 𝜕𝜎𝑧𝑥
𝐹=( + + ) 𝑑𝑥𝑑𝑦𝑑𝑧 (b.2)
𝜕𝑥 𝜕𝑦 𝜕𝑧

Dengan :dxdydz = satuan volume kubus

Sedangkan menurut Newton, gaya adalah perkalian antara massa dan percepatannya, F =
ma. Bila dikaitkan dengan densitas benda ρ= mv, maka:
𝜕2𝑢
𝐹 = 𝑚𝑎 = 𝜌𝑣𝑎 = 𝜌(𝑑𝑥𝑑𝑦𝑑𝑧)( 𝜕𝑡 2 ) (b.3)

𝜕2 𝑢 𝜕𝜎𝑥𝑥 𝜕𝜎𝑦𝑥 𝜕𝜎𝑧𝑥


𝜌(𝑑𝑥𝑑𝑦𝑑𝑧) ( 𝜕𝑡 2 ) = ( + + ) 𝑑𝑥𝑑𝑦𝑑𝑧
𝜕𝑥 𝜕𝑦 𝜕𝑧

Dengan menggunakan definisi gaya tersebut, maka persamaan (b.2) menjadi: (b.4)
𝜕2 𝑢 𝜕𝜎𝑥𝑥 𝜕𝜎𝑦𝑥 𝜕𝜎𝑧𝑥
𝜌 ( 𝜕𝑡 2 ) = ( + + ) (b.4)
𝜕𝑥 𝜕𝑦 𝜕𝑧

Hubungan ini disebut persamaan gerak yang searah sumbu x. Dengan cara yang sama,
dapat diperoleh persamaan gerak pada arah lainnya. Menggunakan persamaan-persamaan tersebut
persamaan (b.4) dapat diturunkan menjadi: (b.5)
𝜕2 𝑢 𝜕𝜎𝑥𝑥 𝜕𝜎𝑦𝑥 𝜕𝜎𝑧𝑥
𝜌 ( 𝜕𝑡 2 ) = ( + + )
𝜕𝑥 𝜕𝑦 𝜕𝑧

𝜕2 𝑢 𝜕∆ 𝜕𝜀𝑥𝑥 𝜕𝜀𝑥𝑦 𝜕𝜀𝑥𝑧


𝜌 ( 𝜕𝑡 2 ) = {(𝜆′ 𝜕 + 2𝜇 )+𝜇 +𝜇 }
𝑥 𝜕𝑥 𝜕𝑦 𝜕𝑧

𝜕2 𝑢 𝜕∆ 𝜕2 𝑢 𝜕2 𝑣 𝜕2 𝑢 𝜕2 𝑢 𝜕2 𝑤
𝜌 ( 𝜕𝑡 2 ) = 𝜆′ 𝜕 + 𝜇{2 𝜕𝑥 2 + (𝜕𝑥𝜕𝑦 + 𝜕𝑦 2 ) + ( 𝜕𝑧 2 + 𝜕𝑥𝜕𝑧)}
𝑥

𝜕2 𝑢 𝜕∆ 𝜕 𝜕𝑢 𝜕𝑣 𝜕𝑤
𝜌 ( 𝜕𝑡 2 ) = 𝜆′ 𝜕 + 𝜇∇2 𝑢 + 𝜇 𝜕𝑥 (𝜕𝑥 + 𝜕𝑦 + )
𝑥 𝜕𝑧
𝜕2 𝑢 𝜕∆
𝜌 ( 𝜕𝑡 2 ) = (𝜆′ + 𝜇) 𝜕 ∇2 𝑢 + 𝜇∇2 𝑢 (b.5)
𝑥

𝜕2 𝑢 𝜕2 𝑢 𝜕2 𝑢
Dengan : ∇2 𝑢 = + 𝜕𝑦 2 + 𝜕𝑧 2
𝜕𝑥 2

Dengan cara yang sama, persamaan (b.4) dapat diterapkan pada sumbu y dan z, yaitu: (b.6)
dan (b.7)
𝜕2 𝑣 𝜕∆
𝜌 ( 𝜕𝑡 2 ) = (𝜆′ + 𝜇) 𝜕 + 𝜇∇2 𝑣 (b.6)
𝑦

𝜕2 𝑤 𝜕∆
𝜌( ) = (𝜆′ + 𝜇) 𝜕 + 𝜇∇2 𝑤 (b.7)
𝜕𝑡 2 𝑦

𝜕2 𝜕𝑢 𝜕𝑣 𝜕𝑤 𝜕2 ∆ 𝜕2 ∆ 𝜕2 ∆ 𝜕𝑢 𝜕𝑣 𝜕𝑤
𝜌 𝜕𝑡 2 (𝜕𝑥 + 𝜕𝑦 + ) = (𝜆′ + 𝜇)(𝜕𝑥 2 + 𝜕𝑦 2 + 𝜕𝑧 2 ) + 𝜇∇2 (𝜕𝑥 + 𝜕𝑦 + )
𝜕𝑧 𝜕𝑧

𝜕2 ∆
𝜌 𝜕𝑡 2 = (𝜆′ + 2𝜇)∇2 ∆

Gelombang merambat pada suatu media ke segala arah. Secara tiga dimensi arah
perambatan gelombang dinyatakan dengan sumbu x, y, z. Untuk menentukan persamaan
gelombang ini, diferensiasi persamaan (b.5; b.6 dan b.7) masing-masing terhadap x, y dan z
sehingga untuk persamaan (b.5) diperoleh: (b.8)
𝜌 𝜕2 ∆
= ∇2 ∆ (b.8)
(𝜆′ +2𝜇) 𝜕𝑡 2

Persamaan (b.8) merupakan persamaan gelombang longitudinal. Dari persamaan


gelombang tersebut diperoleh kecepatan gelombang longitudinal atau dikenal dengan kecepatan
gelombang-P yaitut: (b.9)

(𝜆′ +2𝜇)
𝑉𝑝 = √ (b.9)
𝜌

Untuk menurunkan persamaan gelombang transversal, maka persamaan (b.6) diturunkan


terhadap z dan persamaan (b.7) diturunkan terhadap y. Hasil turunan persamaan (b.6) dikurangi
hasil turunan persamaan (b.7) menghasilkan: (b.10)
𝜕2 𝜕𝑤 𝜕𝑣 𝜕𝑤 𝜕𝑣
𝜌 𝜕𝑡 2 ( 𝜕𝑦 − 𝜕𝑧 ) = 𝜇∇2 ( 𝜕𝑦 − 𝜕𝑧 ) (b.10)

Hubungan ini (dalam arah x) dituliskan menjadi :


𝜕2
𝜌 𝜕𝑡 2 (𝜃𝑥 ) = 𝜇∇2 (𝜃𝑥 )

𝜌 𝜕2 𝜃𝑥
= ∇2 (𝜃𝑥 ) (b.11)
𝜇 𝜕𝑡 2

Untuk arah penjalaran y dan z diturunkan dengan cara yang sama, sehingga diperoleh
hubungan:
𝜕2
𝜌 𝜕𝑡 2 (𝜃𝑦 ) = 𝜇∇2 (𝜃𝑦 ) (b.12)

𝜕2
𝜌 𝜕𝑡 2 (𝜃𝑧 ) = 𝜇∇2 (𝜃𝑧 ) (b.13)

Persamaan (b.11), (b.12) dan (b.13) menyatakan persamaan gelombang transversal. Dari
persamaan gelombang tersebut diperoleh kecepatan gelombang transversal atau dikenal dengan
kecepatan gelombang-S yaitu:
𝜇
𝑉𝑠 = √𝜌 (b.14)

Berdasarkan pola-pola dari persamaan (b.8), (b.11), (b.12) dan (b.13), kita dapat menarik
suatu konklusi bahwa persamaan tersebut berlaku umum. Hubungan ini disebut persamaan
gelombang skalar, secara umum dituliskan dengan: (b.15). Dengan v menyatakan kecepatan tetap
dan ψ menyatakan fungsi gelombang pada posisi x, y, z dan waktu t tertentu, atau dituliskan
ψ(x,y,z,t).
1 𝜕2 𝜓
+ = ∇2 𝜓 (b.15)
𝑣2 𝜕𝑡 2

https://asyafe.wordpress.com/2008/12/11/teori-seismik-penurunan-persamaan-kecepatan-gelombang-
p-gelombang-s/