Anda di halaman 1dari 4

Artikel parenting

Ini Dia 3 Cara


Menjaga Kesehatan Si Kecil Saat Musim
Hujan
Bukan rahasia lagi jika musim hujan ataupun saat terjadinya perubahan suhu udara yang sering tidak
menentu seperti saat ini berisiko membuat Si Kecil mudah jatuh sakit. Hal ini dikarenakan virus dan
bakteri juga mudah berkembang biak saat terjadinya perubahan suhu yang tidak menentu.
Sementara, tubuhnya pun masih beradaptasi dan berupaya keras untuk menjaga kestabilan suhu di
dalam tubuhnya.

Ada beberapa penyakit yang memang berpotensi menyerang Si Kecil, khususnya saat musim hujan.
Mulai dari flu yang disebabkan virus influenza, demam berdarah, penyakit kulit yang disebabkan
oleh jamur, demam tifoid, serta diare.

Oleh karena itulah Bunda perlu lebih waspada dan memerhatikan kesehatan Si Kecil. Jangan sampai
daya tahan tubuhnya menurun dan membuatnya jatuh sakit. Untuk memastikan Si Kecil tetap sehat
dan bisa melakukan aktivitas seperti biasanya, ada beberapa yang bisa Bunda lakukan.

Pastikan nutrisi Si Kecil terpenuhi

Salah satu kunci utama agar Si Kecil tetap sehat dan tidak mudah terserang kuman penyakit,
pastikan lebih dulu asupan nutrisi sudah terpenuhi dengan baik. Khususnya untuk menjaga stamina
tubuh agar tetap sehat. Ada beberapa jenis makanan yang bisa wajib dikonsumsi, harus memenuhi
unsur yang lengkap, mulai dari karbohidrat, protein, vitamin, mineral serta kebutuhan cairan yang
tercukupi.

Mengingat musim hujan Si Kecil berisiko mengalami diare, sebaiknya Bunda juga melengkapi asupan
makanan yang mengandung bakteri baik, seperti Lactobacilus yang membantu sistem pencernaan Si
Kecil menjadi lebih baik.

Untuk melengkapi asupan, baiknya Bunda juga memberikan nutrisi tambahan 2 gelas susu
pertumbuhan setiap hari. DANCOW Advanced Excelnutri+ merupakan susu pertumbuhan yang
ditujukan anak usia di atas 1 tahun yang mengandung Lactobacilus rhamnosus dan, minyak ikan,
vitamin, mineral dan protein yang mendukung tumbuh kembang anak.

Cukupi kebutuhan tidur Si Kecil

Salah satu langkah menjaga daya tahan tubuh Si Kecil agar tetap sehat meskipun di musim
penghujan ataupun musim pancaroba, perhatikan apakah kebutuhan tidurnya sudah tercukupi atau
belum.
Biasakan untuk tidur siang, pasalnya tidur siang tidak hanya bisa membuat tubuh Si Kecil istirahat
dan mencegah terlalu lelah, namun juga baik untuk pertumbuhannya. Saat tidur, tubuh akan
beristirahat dan membuat sistem kekebalan tubuh bekerja lebih efektif.

Selain itu, sistem kekebalan tubuh anak akan lebih kuat jika kebutuhan istirahat di siang hari
tercukupi. Pastikan juga Si Kecil memiliki pola tidur malam yang teratur dan cukup agar stamina
tubuh anak optimal.

Batasi makanan dan minuman dingin

Bunda tentu sering mendengar nasihat yang mengatakan bahwa jangan membiarkan anak-anak
untuk mengonsumsi makan dan minuman dingin, khususnya ketika musim hujan. Kebiasaan ini
berisiko membuat Si Kecil mengalami batuk dan pilek.

Memang, pada dasarnya Si Kecil akan terjangkit penyakit tidak hanya dikarenakan makan dan
minuman dingin saja. Namun, tidak terlepas dari daya tahan tubuh atau imunitasnya, termasuk
karena faktor lingkungan dan cuaca yang memiliki andil besar sehingga memengaruhi kesehatan si
kecil. Oleh karena itulah, sebaiknya memang mengonsumsi makan dan minuman dingin sebaiknya
dibatasi.

Lewat 3 cara sederhana ini bisa Bunda lakukan untuk mencegah Si Kecil jatuh sakit di musim
penghujan. Lagi pula, bukankah mencegah lebih baik daripada mengobati?

Tips Mengenalkan Baca, Tulis & Hitung,


Anak Usia 3 Tahun
Dunia Si Kecil yang memasuki usia tiga tahun, penuh dengan imajinasi yang bisa membuat Bunda
takjub! Di fase perkembangan ini, ia mungkin masih belajar membedakan antara khayalan dan
kenyataan. Bisa jadi, Si Kecil berpikir bahwa ada hewan atau mobil yang bisa berbicara padanya. Ini
berdasarkan tokoh kartun yang sering ia saksikan. Dalam fase berpikir yang luar biasa ini, daya
imajinasi Si Kecil perlu didukung untuk mengembangkan kreativitasnya. Namun di sisi lain, Bunda
juga perlu membantu proses belajarnya dengan mengenalkan baca, tulis, dan hitung. Lalu,
bagaimana ya cara mengatasi anak yang susah belajar karena terlalu asyik bertualang di dunia
imajinasinya? Yuk, simak infonya di sini, Bunda!

Kemampuan Kognitif Si Kecil Usia Tiga Tahun

Si Kecil yang telah menginjak usia tiga tahun memiliki perkembangan kemampuan berpikir yang
cukup masif. Ini bisa jadi waktu yang tepat untuk mengenalkannya membaca, menulis, dan
berhitung (calistung). Berikut adalah beberapa perkembangan kognitif Si Kecil, seperti yang
diungkapkan oleh lembaga kesehatan anak di Amerika Serikat, American Academy of Pediatrics:

- Dapat menyebutkan beberapa jenis warna dengan benar.

- Dapat memahami konsep penghitungan dan mengenal beberapa angka.

- Mulai dapat mengikuti perintah.

- Mengingat bagian dari sebuah cerita.

- Terlibat dalam pemikiran fantasi.

- Mengenal konsep waktu, seperti pagi, siang, dan malam

Mengenalkan Baca, Tulis, dan Hitung

Dalam melatih anak belajar, R. Ella Yulaelawati, Ph.D, Direktur Pembinaan PAUD Kemendikbud RI,
mengatakan bahwa kemampuan anak perlu dilatih dengan mendengarkan terlebih dahulu,
kemudian berbicara atas apa yang didengarnya. Contohnya, Bunda dapat kenalkan anak lebih
banyak kosa kata dengan mendongeng, menggambar, bernyanyi, atau melakukan permainan
edukatif.

Perlu dicatat, proses belajar Si Kecil di usia ini tidak boleh sampai membebani pikirannya. Jadi,
Supaya anak mau belajar, Bunda membutuhkan cara-cara yang asyik dan menarik untuk
mengajarkan calistung. Ini menjadi salah satu cara mengatasi anak yang susah belajar, karena Si Kecil
tak mudah bosan untuk menyerap informasi baru. Yuk, simak tipsnya berikut ini!

- Membaca

Di tahap usia ini, Si Kecil mungkin belum mampu mengingat dan melafalkan semua huruf alfabet.
Namun, menurut studi yang dilakukan peneliti dari Child Development Psychology at Washington
University, menunjukkan bahwa anak usia 3-5 tahun memiliki kemampuan mengenal
tulisan/simbol/logo dan mengaitkannya dengan satu kata. Jadi, Bunda sebaiknya melatih
kemampuan baca Si Kecil dengan cara paling sederhana, yaitu melihat kata atau gambar, lalu belajar
melafalkannya. Misalnya, saat Bunda bacakan buku cerita, tunjuk gambar dan kata “bebek”, lalu
lafalkan perlahan-lahan “bebek”. Supaya lebih seru, tirukan juga suara berbagai hewan di dalam
cerita atau gunakan boneka sebagai properti. Semakin banyak kata yang dipelajari Si Kecil, semakin
banyak kosa kata yang diingatnya.

- Menulis

Kemampuan anak usia tiga tahun menggenggam benda kecil makin meningkat. Ia bahkan bisa
membolak-balikkan halaman pada buku. Peningkatan motorik halus ini merupakan tanda bahwa
Bunda sudah bisa mengajarkan Si Kecil menulis, diawali dengan bagaimana memegang pensil dan
mencoretkannya ke kertas. Berikan Si Kecil pensil dengan berbagai warna dalam agar ia lebih tertarik
untuk mencorat-coret bentuk gambar di atas kertas.

- Berhitung

Menurut Judith A. Hudson, ahli tumbuh kembang anak dari Rutgers University in New Brunswick,
New Jersey, Amerika Serikat, selain sudah bisa menghitung angka 1-10 anak usia 3-4 tahun juga
mulai mengenal konsep penambahan atau pengurangan. Nah, Bunda dapat mengajarkan hal ini
melalui kegiatan sehari-hari. Misalnya, saat Si Kecil sedang menikmati buah apel. Letakkan beberapa
irisan apel di atas piring, lalu ajak Si Kecil menghitung jumlahnya. Sekarang, minta ia untuk melahap
satu atau dua irisan apel. Setelah itu bantu ia menghitung kembali jumlah apel yang tersisa. Cara ini
bisa mengenalkan Si Kecil tentang konsep pengurangan. Untuk mengajarkan konsep penambahan,
Bunda dapat menambahkan beberapa irisan apel lagi di atas piring, lalu ajak Si Kecil menghitung
kembali jumlah apelnya.

Dalam mendukung proses belajar Si Kecil untuk mengenal baca, tulis, dan berhitung, tentunya ia
juga membutuhkan nutrisi yang cukup bagi perkembangan otaknya. Untuk itu, Bunda disarankan
memberikan Si Kecil makanan bernutrisi lengkap dan seimbang. DANCOW Advanced Excelnutri+ 3+
adalah susu pertumbuhan yang mengandung minyak ikan, omega 3, omega 6, vitamin, mineral, dan
Lactobacillus rhamnosus, untuk mendukung tumbuh kembang Si Kecil.

Nah, semoga cara mengatasi anak yang susah belajar di atas dapat diterapkan oleh Bunda untuk
mendukung proses belajarnya. Satu hal yang perlu diingat, pastikan buah hati belajar sesuai dengan
kemampuan di usainya saat ini. Dengan begitu, Bunda dapat mendukung Si Kecil tumbuh dan
berkembang dengan optimal.