Anda di halaman 1dari 4

SISTEM CVT ( CONTINUOUS VARIABLE TRANSMISSION )

I. Tujuan:
Memahami Sistem CVT Sepeda Motor

II. Sub Kompetensi:


1. Memehami kerja CVT
2. Mengetahui kerja dari masing masing komponen

III. Dasar Teori


Apa Itu CVT?
Sistem ini menghasilkan pergerakan secara otomatis sesuai dengan
putaran mesin, sehingga pengendara terbebas dari keharusan memindah
gigi. Hasilnya, pengendara lebih nyaman dan santai dalam mengendarai
motor. ada tiga komponen utama yang memegang peran penting dalam
CVT.
Yang pertama adalah pulley depan atau Drive Pulley (primery
sheave), kemudian pulley belakang atau Driven Pulley (sekundery
sheave), dan yang terakhir adalah V-belt yang berperan menghubungkan
keduanya.
Secara singkat, kinerja pulley depan dihubungkan kruk-as mesin,
dan bertugas menampung tenaga dari mesin dan memindahkannya ke
pulley belakang yang dihubungkan ke as roda. Fungsi V-belt tak ubahnya
rantai di motor manual yang tugasnya meneruskan putaran mesin ke roda.

IV. Materi
Komponen CVT berserta fungsinya

a) Pada bagian primery sheave sendiri ada beberapa komponen yaitu:


1) Fixed Sheave
Fixed Sheave berfungsi sebagai penahan v-belt. Komponen
ini tidak bergerak, berbentuk piringan, biasanya bagian sisinya
menyerupai kipas sebagai pendingin mesin.
2) Sliding Sheave
Sliding Sheave berfungsi untuk menekan v-belt dalam putaran
tinggi, karna sliding sheave ini dapat bergerak kekanan ataupun ke kiri.
3) Collar
Collar berfungsi sebagai tempat dudukan dari fixed sheave,
sliding sheave dan cam.
4) Cam
Cam berfungsi sebagai tempat dudukan slider.
5) Slider
Slider berfungsi sebagai pendorong roller, yang roller
sendiri akan mendorong sliding sheave. Slider ini bergerak saat
putaran mesin tinggi.
6) Roller
Roller berfungsi sebagai penekan sliding sheave. cara
kerjanya sesuai putaran mesin, apabila putaran mesin tinggi roller
ini menekan sliding sheave dan begitu pula sebaliknya. Dan
biasanya di sebut gaya sentrifugal.
b) Pemindah Tenaga
Pemindah tenaga berfungsi untuk memindahkan tenaga dari
primary Sheave menuju secondary Sheave.
Komponen nya pun hanya ada satu yaitu
1) V-Belt
V-Belt berfungsi sebagai penghubung antara sliding sheave dan
secondary sheave, yaitu meneruskan putaran mesin dari sliding
sheave. Biasanya v-belt ini memiliki gerigi-gerigi yang di rancang
agar v-belt tidak terlalu panas akibat gesekan terus menerus.

c) Secondary Sheave

1) Sliding Sheave
Sliding Sheave berfungsi menekan v-belt. perbedaan
sliding sheave di secondary sheave dengan sliding sheave di
primary sheave adalah tidak memiliki sirip.
2) Fixed Sheave
Fixed Sheave berfungsi sebagai penahan v-belt atau bagian
diam/statis.
3) Per
Per berfungsi sebagai pendorong sliding sheave.
4) Torque Cam
berfungsi membantu menekan otomatis sliding sheave pada
saat motor melakukan akselerasi.

5) Clutch Housing/rumah kopling


Clutch housing/ rumah kopling fungsinya adalah untuk
meneruskan putaran dari v-belt ke poros roda.
6) Sepatu kopling
Sepatu kopling fungsinya adalah sebagai penghubung
putaran ke poros roda belakang. sistem kerjanya model sentrifugal
yaitu bekerja sesuai putaran mesin.

V. Kesimpulan
Sistem CVT adalah sistem pemindah tenaga dengan memanfaatkan
gerakan sentrifugal untuk memindahkan tenaga. Sehingga dalam sistem ini
perpindahan percepatan tidak terbatas. Manfaat dari sistem ini saat
perpindahan kecepatan tidak ada hentakan/lembut.

Soal Latihan
1. Jelaskan cara kerja pada sistem CVT sepeda motor ?
2. Sebutkan kelebihan dari sistem CVT ?
3. Menurut anda bagaimana cara merawat CVT?
4. Apa yang menyebabkan sistem CVT perpindahan tenaganya lebih
lembut dari sistem perpindahan tenaga manual?
5. Sebutkan dan jelaskan fungsi dari komponen CVT?
MEDIA PEMBELAJARAAN KEJURUAN

HANDOUT

SISTEM CVT SEPEDA MOTOR

DISUSUN OLEH:

DINASTI SABDA DEWAJI (16504241008)

KELAS : A

PENDIDIKAN TEKNIK OTOMOTIF

FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

2018