Anda di halaman 1dari 3

Diskusi Bersama

HIMAJEN FE UNTAN dan FMN Pontianak


Tema : “Keadaan perekenomian Indonesia yang menyebabkan terjadinya
Komersialisasi Pendidikan”

Pemateri : Sahwanisius (Dikprop. FMN Ranting UNTAN)

Kondisi Alam Indonesia


- Geografis 60 LU – 110 LS dan 950 BT – 1450 BT
- Dua Musim : hujan dan kemarau
- Diapit oleh 2 samudera yaitu Hindia dan pasifik

Sumber Daya Alam


- Minyak Bumi dan Gas Alam yang dibutuhkan oleh industri modern
- Pertambangan batubara
- Gas Alam di Aceh
- Tembaga di Papua
- Emas, timah dan biji besi yang ada hampir di semua pulau di Indonesia

Keadaan Penduduk di Indonesia


- Jumlah penduduk di Indonesia 224,784,210
- Petani 65 %
- Buruh 20 %
- Borjuasi Kecil 10 %
- Borjuasi Sedang dan Besar 4 %
- Borjuasi Komprador 1 %

Kondisi Perekonomian Indonesia


PDB Tahun 2009 sebesar 1067,7 Trilyun Rupiah, artinya mengalami peningkatan sebesar 4,2 % yang
berasal dari :
- Industri Pegolahan 26,9 %
- Pertanian 15,6 %
- Perdagangan, hotel dan restoran 13,4 %
- Jasa 10,6 %
- Kontruksi 9,9 %
- Pertambangan dan penggalian 8,9 %
- Keuangan, Real Estate dan Jasa Perusahaan 7,4 %
- Pengangkutan dan Komunikasi 6,4 %
- Listrik dan Air Bersih 0,9 %
Masyarakat Indonesia yang sebenarnya mayoritas petani hanya bisa menyumbangkan 15,6 % PDB
Indonesia.

Kondisi Pendidikan Indonesia


- Taraf berpikir dan taraf kebudayaan kita ?
- Untuk menjawab persoalan masyarakat social.
- UUD ’45 APBD /APBN 20 % UNTUK pendidikan.
Yang di anggarkan :
 KalBar APBD 12 %
KalBar APBN 14,6 %

270510
Pertumbuhan PDB Menurut Lapangan Usaha Tahun
2005–2009
Ekonomi Indonesia selama tahun 2005-2008 mengalami
pertumbuhan masing-masing sebesar 5,7 persen (2005), 5,5
persen (2006), 6,3 persen (2007) dan 6,1 persen (2008) dibanding
tahun sebelumnya. Sementara pada semester I tahun 2009 bila
dibandingkan dengan semester II tahun 2008 tumbuh sebesar
1,0 persen dan bila dibandingkan dengan semester I tahun 2008
(y-on-y) tumbuh sebesar 4,2 persen. Angka-angka tersebut
diperoleh dari penerapan rumus di atas ke dalam besaran PDB
tahun 2005-2008 serta semester I tahun 2009 atas dasar harga
konstan 2000 (Tabel 2.1 dan Tabel 2.2).
Sektor pengangkutan-komunikasi selama tahun 2005-2008
selalu mengalami pertumbuhan tertinggi yaitu sebesar 12,8 persen
(2005), 14,2 persen (2006), 14,0 persen (2007), dan 16,7 persen
(2008). Namun demikian pada sektor pengangkutan-komunikasi
tersebut kontribusinya terhadap total pertumbuhan ekonomi
Indonesia hanya sebesar 0,8 persen (2005), 0,9 persen (2006),
1,0 persen (2007), dan 1,2 persen (2008). Kontribusi terbesar
terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2005 yaitu
sektor perdagangan, hotel dan restoran sebesar 1,4, sektor industri
pengolahan sebesar 1,3 persen (2006), sektor industri
perdagangan, hotel dan restoran sebesar 1,4 persen (2007), dan
sektor perdagangan-hotel-restoran serta sektor pengangkutan dan
komunikasi sebesar 1,2 persen (2008).
Pada semester I tahun 2009 ternyata sumber pertumbuhan
terbesar juga terjadi pada sektor pengangkutan-komunikasi
sebesar 1,3 persen dari total pertumbuhan yang sebesar 4,2
persen. Sementara pada sektor industri pengolahan hanya
memberikan kontribusi pertumbuhan sebesar 0,4 persen
walaupun pertumbuhannya (y-on-y) sebesar 1,5 persen