Anda di halaman 1dari 15

CRITICAL JOURNAL REVIEW

MK.FILSAFAT PENDIDIKAN

PRODI S1 PTIK – FT
CRITICAL JURNAL RIVIEW

Skor Nilai :

NAMA MAHASISWA : Muhammad Rizal Pane

NIM : 5183151032

DOSEN PENGAMPU : Dr .Farihah M.Pd

MATA KULIAH : Filsafat Pendidikan

PROGRAM STUDI S1 PEND TEKNIK INFORMATIKA

FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN 2018

i
MEDAN

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan
rahmat dan karunianya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah “Critical Jurnal
Report”

Dalam pembuatan makalah ini, penulis mendapat bantuan dari berbagai buku, maka
pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada dosen. sebagai dosen
pengampu mata kuliah “Filsafat Pendidikan”

Penulis menyadari dalam makalah ini masih terdapat kekurangan. Oleh karena
itu, kritik dan saran yang membangun penulis harapkan untuk perbaikan dan penyempurnaan
makalah ini. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi penulis khususnya dan bagi pembaca
umumnya.

Medan , 11 Oktober 2018

ii
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR............................................................................................................I

DAFTAR ISI..........................................................................................................................4

BAB 1 PENDAHULUAN.....................................................................................................

1.1 Latar Belakang.................................................................................................................5

1.2 Tujuan Critical Journal ....................................................................................................5

1.3 Manfaat Critical Journal .................................................................................................6

1.4 Identitas Journal ..............................................................................................................6

BAB II RINGKASAN JURNAL...........................................................................................

2.1 Pendahuluan ..................................................................................................................7

2.2 Ringkasan Isi Journal ......................................................................................................9

BAB III PEMBAHASAN......................................................................................................11

3.1 Pembahasan Isi Journal ...................................................................................................11

BAB IV PENUTUP...............................................................................................................12

4.1 Kesimpulan......................................................................................................................12

4.2 Saran................................................................................................................................12

DAFTAR PUSTAKA.............................................................................................................13

4
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LatarBelakang

Critikal journal review merupakan tugas yang mengharuskan mahasiswa dalam melihat,
menganalisa, dan menilai sebuah journal dalam segi tampilan, penulisan, isi, dan aspek tata
bahasa journal tersebut.Sebagai penulis Critical journal review ini sangat penting dalam
mengembangkan kualitas jurnal tersebut. Penulis dapat mengetahui kekurangan dan kelebihan
jurnal yang ditulisnya.

Reviewers jug aberperan penting dalam meningkatkan kualitas jurnal. Pendapat yang
beragam dari Reviewer tidak dapat dipandang sebagai kritikan saja. Kritikan tersebut harus
bersifat membangun kualitas baik itu dari penampilan, penulisan, tata bahasa, maupun isi dari
jurnal tersebut. Dari kritikan yang beragam ini, Reviewer harus bertanggungjawab dalam
membuat Critical journal Review Untuk itulah sikap kehati-hatian dan kecermatan merupakan
hal terpenting dalam meriview. Jika mahasiswa terbiasa dalam meriview, tentunya
pengalaman dan pengetahuan seorang reviewers menjadi bertambah.

1.2 TujuanPenilaian CJR

 Untuk menyelesaikan tugas Critical Jurnal review dalam mata kuliah Perkembangan
Peserta Didik.
 Mampu berfikir sistematis dan kritis.
 Mampu mengekspresikan pendapat dalam memandang suatu jurnal yang akan
direview.
 Mampu menulis karya ilmiah
 Mampu menyampaikan, menggunakan dan mengaplikasikan ilmu mereview untuk
menjadi susatu sistem yang terpada dalam pengembangan keilmuannya.

1.3 Manfaat Penulisan CJR


 Menambah wawasan pengetahuan tentang “Filsafat Pendidikan”

5
 Mempermudah pembaca mendapatkan inti dari sebuah Journal yang telah di lengkapi
dengan ringkasan Journal , pembahasan isi Journal, serta kekurangan dan kelebihan
Journal tersebut.
 Melatih siswa merumuskan serta mengambil kesimpulan-kesimpulan atas Journal
yang dianalisis tersebut.

1.4 Identitas Artikel dan Journal

Nama Journal : Filsafat Ilmu pendidikanUntuk Indonesia


EdisiTerbit : 2013
Pengarang Artikel : Darwis A. Soelaiman
Penerbit : Majelis Pendidikan Mejelis Aceh
Kota Terbit : Aceh
Nomor ISSN : 1693 – 7775

Nama Journal : The education system in Indonesia at a time of


significant changes
EdisiTerbit : 2014
Pengarang Artikel : Tatang suratno
Penerbit : Centre international d'études pédagogiques
Kota Terbit :
Nomor ISSN : 1254-4590

BAB II

RINGKASAN ISI JURNAL I

2.1 Pendahuluan

Sinyalemen para pakar pendidikan menunjukkan bahwa ilmu pendidikan


dan filsafat pendidikan di Indonesia telah mengalami stagnasi, artinya tidak
berkembang sebagaimana mestinya. Ilmu pendidikan sudah direduksi menjadi ilmu
pengajar, dan filsafat pendidikan tidak lagi dijadikan basis atau fondasi oleh guru
dalam kegiatannya mengajar. Kurikulum pada Lembaga Pendidikan Tenaga

6
Kependidikan (LPTK) seperti FKIP dan STKIP sudah gersang dengan mata kuliah
ilmu pendidikan dan filsafat pendidikan, sehingga calon guru lulusan LPTK itu tidak
merasa perlu memahami ilmu dan filsafat pendidikan kalau mengaja

Dalam hal ini model yang dikembangkan adalah sebuah model terpadu dari 3
macam model yang dibahas, yaitu: (1). Model Filosophis, (2) Model “Kemas
Kedepan” (Kebudayaan, Masyarakat, dan Kehidupan Masa depan), dan (3) Model
Siostem Pemikiran 4 L (Pemikiran Lahir, Luhur, Logik, dan Lateral)

2.2 Deskripsi Isi Journal

RINGKASAN ISI JURNAL

a) Eksistensi dan status ilmu pendidikan di Indonesia


Ada sejumlah analisis yang telah dilakukan oleh para pakar pendidikan Indonesia
mengenai eksistensi atau status Ilmu Pendidikan di Indonesia sekarang ini, antara
lain oleh Ahmad Sanusi, Mochtar Buchori, H.A.R. Tilaar, dan Winarno
Surachkmad. Dalam tulisannya yang berjudul “Ilmu Pendidikan di Indonesia
Dewasa Ini” Professor Buchori (1988) sampai kepada kesimpulan dengan
mengatakan bahwa ilmu pendidikan di Indonesia kini sedang mengalami krisis
identitas, antara lain karena ilmu pendidikan telah direduksi ke taraf ilmu
keguruan. Profesor Tilaar (1996) mengatakan bahwa ilmu pendidikan di Indonesia
sekarang ini adalah dalam keadaan buta dan tuli, karena ilmu tersebut tidak
ditopang oleh falsafah yang mendasari pendidikan nasional, tidak
memperhitungkan kehidupan masyarakat Indonesia yang majemuk (bhinneka), dan
tidak didasarkan kepada pengetahuan yang nyata tentang perkembangan jiwa dan
fisik anak Indonesia, serta ilmu pendidikan itu tidak didukung oleh “body of
knowledge “ yang relevan dengan masyarakat Indonesia dan juga tidak didukung
oleh lembaga yang menjadi soko guru dari ilmu pendidikan di Indonesia. Profesor
Winano Surakhmad (1996) mengatakan bahwa ilmu pendidikan (bukan hanya di
Indonesia) merupakan ilmu yang kontra produktif, karena ilmu pendidikan itu
sekarang ini tidak memiliki daya pikat, bukan saja karena ia lamban dan statis,
tetapi juga karena tidak peka dan tidak menghiraukan aspirasi kemajuan
b) Alternatif model untuk filsafat ilmu pendidikan Indonesia

7
a. MODEL FILOSOFIS : yaitu bertolak dari analisis terhadap Filsafat
Pendidikan Barat, Filsafat Pendidikan Islam, dan Filsafat pendidikan
Pancasila.

b. MODEL “KEMAS KEDEPAN” : (Kebudayaan, Masyarakat, dan


Kehidupan Masa Depan) yang bertolak dari analisis terhadap masyarakat
dan kebudayaan Indonesia serta kehidupan masa depan, atau analisis sosio-
budaya.

c. MODEL SISTIM PEMIKIRAN 4L (SP4L) : yang merupakan pemikiran


saintifik tentang manusia seutuhnya, terdiri dari pemikiran LUHUR,
Pemikiran LAHIR, Pemikiran LOGIK, dan Pemikiran LATERAL.

1. Model filosofis (Filsafat Pendidikan Barat, Islam, dan Pancasila)

Dalam model ini dipertemukan antara filsafat pendidikan Barat yang


berakar pada alam pikiran masyarakat Barat, filsafat pendidikan Islam,
yang berakar pada ajaran agama Islam, dan filsafat pendidikan Pancasila,
yang berakar pada masyarakat dan budaya Indonesia. Ketika filsafat
pendidikan digunakan sebagai landasan dalam menyuusun dan
mengembangkan sistim pendidikan di Indonesia

2. Model “kemas kedepan” (Kebudayaan, Masyarakat, dan Kehidupan Masa


Depan).

Antara pendidikan, masyarakat, dan kebudayaan mempunyai hubungan yang


sangat erat, yang tidak mungkin ketiganya dipisahkan. Betapa erat dan
pentingnya hubungan-hubungan itu dengan sangat menarik, secara luas dan
mendalam telah diuraikan oleh Professor Tilaar dalam bukunya “Pendidikan,
Kebudayaan, dan Masyarakat Madani Indonesia”. Secara singkat dapat
dikatakan bahwa pendidikan adalah dari dan untuk masyarakat, masyarakat
membuat kebudayaan, dan nilai-nilai kebudayaan ditrannsformasikan melalui
pendidikan. Pendidikan mempersiapkan individu dan masyarakat, dan
selanjutnya individu dan masyarakat menciptakan, melestrarikan, dan
mengembangkan kebudayaan. Kebudayaan mempengaruhi manusia, manusia
mempengaruhi kebudayaan. Dengan demikian apabila kita perlu merumuskan
bagaimana tujuan pendidikan haruslah bertolak dari masyarakat dan
kebudayaan, artinya dari kebutuhan dan aspirasi masyarakat serta dari nilai-
nilai budaya masyarakatnya.

RINGKASAN ISI JUNAL 2

The education system in Indonesia at a time of significant changes

8
Education in the past centuries

Perkembangan pendidikan di Indonesia telah dipengaruhi oleh prinsip-


prinsip agama atau tradisional, kepentingan penguasa yang berkuasa, dan
semangat kedaulatan sebagai bangsa (Tilaar, 1995; Djojonegoro, 1996;
Mestoko et al., 1985). Pada zaman kuno, pendidikan di kepulauan itu
disampaikan melalui magang dalam pengaturan keluarga dan masyarakat. Pada
era kolonial Belanda (1600s – 1942), pendidikan hanya ditujukan untuk
sekelompok orang tertentu melalui klasifikasi sekolah berdasarkan keturunan
dan status sosial.

Interregnum

Krisis moneter pada akhir 1990-an memicu kesadaran publik tentang


mereformasi rezim sentralistik sebagai bagian dari tuntutan untuk masyarakat
yang demokratis dan adil. Dalam "Orde Reformasi" ini, ada dua peraturan baru
yang relevan dengan masa depan sistem pendidikan nasional: otonomi daerah,
dan minimum 20 persen dari anggaran negara yang dialokasikan untuk
pendidikan

Untuk mendukung pencapaian pendidikan universal, pemerintah meluncurkan


dana Bantuan Operasional Sekolah berdasarkan perhitungan biaya unit masing-
masing siswa. Selain itu, undang-undang tersebut membantu beberapa sekolah
dalam mematuhi standar nasional untuk menjadi “Sekolah Standar
Internasional”

Curriculum, pedagogy, and assessment

Tujuan pendidikan dalam mengembangkan karakter bangsa telah disusupi oleh


kepentingan pemerintah dalam menggambarkan masyarakat yang mereka
bayangkan. Dalam reformasinya, pemerintah telah melakukan upaya serius
untuk memodernisasi kurikulum terpusat melalui studi sistematis struktur
program dan mata pelajaran inti berdasarkan "pembelajaran aktif" dan "proses
pendekatan" (1975-1994). Upaya ini telah disertai dengan pelaksanaan ujian
akhir yang bertujuan untuk menentukan kelulusan siswa dan memilih jalur
mereka untuk pendidikan lebih lanjut. Namun, sekolah sebenarnya memiliki
tingkat otoritas dalam menentukan kelulusan siswa.

Teacher professionalism

Peran inspirasional yang dimainkan oleh para guru ketika mereka membangun
dasar-dasar sistem pendidikan nasional membuat orang menganggap profesi
mereka sebagai pekerjaan yang sangat dihormati dan diinginkan: para guru
dianggap sebagai pembangun bangsa dan pemimpin masyarakat. Namun,
program cepat untuk inisiatif pendidikan universal dengan cepat
mempekerjakan ratusan ribu guru yang tidak siap. Karena sebagian besar guru

9
adalah pegawai negeri dan mereka tersindikasi dalam satu-satunya perserikatan
yang diakui oleh pemerintah, mereka diminta untuk memberikan kurikulum
nasional. Dengan pertumbuhan ekonomi, profesi lain mulai mengesampingkan
status istimewa guru sebelumnya di masyarakat. Saat ini ada hampir 4 juta guru
mulai dari taman kanak-kanak hingga pendidikan menengah; di sekolah umum,
swasta, dan Islam; dan dengan status pegawai negeri dan sementara, status
kontrak berbasis sekolah. Perbedaan status menghasilkan selisih pendapatan

Education in the “post” era

Bagaimana seorang pelajar Indonesia dengan prestasi rendah dalam


matematika, sains, dan membaca merasa sangat bahagia di sekolah? Apa teori
perubahan di balik paradoks seperti itu? Pelajaran apa yang bisa dipelajari dan
apa kemungkinan arah masa depan?

Tidak semua reformasi berhasil, terutama dalam hal hasil dan efek pada siswa.
Tujuannya berani dan berani, dan masalahnya jelas, tetapi solusi yang
diusulkan tidak sama seperti yang diharapkan. Mungkin saja rezim sebelumnya
menggunakan "gangguan" otokrasi (Hargreaves dan Shirley, 2009) untuk
mempertahankan kekuasaan mereka. Demikian pula, reformasi saat ini dapat
dibutakan oleh "driver salah" atau terinfeksi oleh "GERM", Gerakan Reformasi
Pendidikan Global (Sahlberg, 2011) yang memerlukan standarisasi,
peningkatan fokus pada mata pelajaran inti, kurikulum yang ditentukan, dan
meminjam ide-ide reformasi berorientasi pasar, dan akuntabilitas dan kontrol
tinggi. Ini dapat menghambat praktik pembelajaran yang mengembangkan
keterampilan berpikir tingkat tinggi dan mewujudkan kebajikan dan nilai-nilai
(Hargreaves dan Shirley, 2009)

BAB III

PEMBAHASAN/ANALISIS

3.1 Pembahasan Isi Journal

Kelebihan dan Kekurangan Isi Artikel Journal

1. Dari aspek ruang lingkup Isi Artikel ,

Kelebihan :

Artikel journal ini menurut saya cukup akurat Karena apa yang dibahas
didalam nya berlandas kan hal positif yang harus bias dicontoh semua orang

10
setidaknya orang orang bisa memimpin dirinya sendiri,telah diteliti terlebih
dahulu dan lebih lanjut lagi sehingga hasilnya cukup jelas dan detail.

Kekurangan :

Didalam artikel journal ini membahas soal dimensi utama yang terdapat dalam
Filsafat Pendidikan . Tetapi ,jurnal ini terlalu panjang jadi yang membaca jurnal
ini bisa merasa jenuh walaupun bahasa yang digunakan begitu bagus.

2. Dari aspek tata bahasa dalam Isi Artikel ,

Kelebihan :

Karena journal ini dalam bahasa Inggris, menurut saya bahasa yang dipakai
sangat baik dapat menanbah kosa kata bahasa inggris bagi pembaca.Dalama spek
bahasa dapat dilihat bahwa bahasa yang digunakan sudah benar sesuai dengan
tata bahasa yang diterapkan, dan bahasa yang digunakan juga sopan dan tidak
menyinggung pembaca.

Kekurangan :

menurut saya,tidak ada kekurangan dalam artikel ini,Tetapi bahasa yang


digunakan sudah bias dikatakan terlalu rumit untuk dimengerti untuk orang-
orang yang kurang pengetahuannya dalam bahasa inggris.

BAB IV

PENUTUP

4.1 Kesimpulan

Dari Journal ini Dapat disimpulkan Bahwa sejumlah analisis yang telah
dilakukan oleh para pakar pendidikan Indonesia mengenai eksistensi atau status Ilmu
Pendidikan di Indonesia sekarang ini, antara lain oleh Ahmad Sanusi, Mochtar Buchori,
H.A.R. Tilaar, dan Winarno Surachkmad. Dalam tulisannya yang berjudul “Ilmu
Pendidikan di Indonesia Dewasa Ini” Professor Buchori (1988) sampai kepada
kesimpulan dengan mengatakan bahwa ilmu pendidikan di Indonesia kini sedang

11
mengalami krisis identitas, antara lain karena ilmu pendidikan telah direduksi ke taraf
ilmu keguruan.

4.2 Saran

Membaca dan meriview isi dari artikel journal ini saya melihat pribadi individu
Masih Banyak penuh dengan Kekurangan dalam berfilsafat Soal bidang keilmuan
,seharusnya penulis dapat lebih dalam dalam memahami materi yang di tulis di dalam
journal tersebut

DAFTAR PUSTAKA
Barnadib, Imam (1996). Dasar-Dasar Kependidikan : Memahami Makna dan perspektif
Beberapa Teori
Pendidikan. Penerbit Ghalia Indonesia. Jakarta.
Belth,M (1965). Education as a discipline, Boston: Ally and Bacon.
Buchari, Mochtar (1988). Ilmu Pendidikan di Indonesia Dewasa ini, Kompas, November
1988.
Buchari, Mochtar (1994). Ilmu Pendidikan dan Praktek Pendidikan dalam Renungan, IKIP
Muhammadiyah
Press. Jakarta.
Christensen, James E. (1981). Prespectives on Education as Educology. University Press of
America.
De Porter, Bobbi & Mermacki, Mike (1994). Quantum Leraning : Membiasakan Belajar
Nyaman dan
Menyenangkan (Terjemahan). Penerbit Kaifa. Bandung.

12
Edward de Bono (1981). Atlas of Management Thinking, London : Penguin Books.
Edward de Bono (1985). Six Thinking Hats, London : Penguin Books.
Hirst, Paul H. (1966). Educational Theory (Dalam The Study of Education, J.W. Tibble (Ed).
Routledge and
Kegan Paul. London.
Manan, Imran (1996). Beberapa Pikiran Awal dalam Membahas Reorientasi Ilmu Pendidikan
di Indonesia -
Suatu Tinjauan Antropologis (Dalam Mochtar Buchori Reorientasi Ilmu Pendidikan di
Indonesia),
IKIP Muhammadiyah Press. Jakarta.
Masanori Moritami (1982). Japanese Technology. Tokyo : Simul Press.
Mohd. Yusof Hasan (1994). Pemikiran Saintifik (SP4L). Sekolah Bahasa dan Pemikiran
Saintifik, Universiti
Utara Malaysia.
O’Connor, D.J. (1972). The Nature of Educational Theory
Oliva, Peter F. (1988). Developing The Curriculum (Second Ed). Harper Collins Publisher.
Sanusi, Achmad (1989). Beberapa Gagasan Tentang Kedudukan, Struktur Ilmu Pendidikan
dan Arah
Pengembangannya. Jurnal Pendidikan ISPI no. 3. januari 1990.
Semiawan, Conny R; Putrawan, I Made, dan setiawan, th I (1988). Dimensi Kreatif dalam
Filsafat Ilmu.
Remadja Karya, CV. Bandung.
Surakhmad, Winarno (1996). Reorientasi Ilmu Pendidikan dari Segi Konseptual dan
Kontekstual (dalam
Reorientasi Ilmu Pendidikan di Indonesia), IKIP Muhammadiyah Press. Jakarta.
Tilaar, H.A.R (1996). Menuju Ilmu Pendidikan Pembangunan di Indonesia (Dalam
Reorientasi Ilmu Pendidikan

di Indonesia), IKIP Muhammadiyah Press.

Buchori, M. (2007).Evolusipendidikan di Indonesia. Dari


Kweekschoolsampaike IKIP: 1852–1998 (Evolution of Education in
Indonesia. FromKweekschoolto Institute of Teaching and Educational
Sciences: 1852–1998). Yogyakarta: Insist Press.

Chang, M., Shaeffer, S., Al-Samarrai, S., Ragatz, A., Ree, J. andStevenson,
R. (2014).Teacher Reform in Indonesia.The Role of Politics and Evidence in
Policy Making. Washington, DC: World Bank,Directions in Development.
DOI:10.1596/978-0-8213-9829-6.

Dewantara, Ki Hadjar (1962). Karja Part IIA: Pendikian [Education].


Jogyajarta: Pertejetakan Taman Siswa.

Djojonegoro, W. (1996).Lima puluhtahunperkembanganpendidikan Indonesia(Fifty Years


of

Indonesian Educational Development).

13
Jakarta:BadanPenelitiandanPengembanganPendidikandanKebudayaan.

DepartemenPendidikandanKebudayaan.

Hargreaves, A., & Shirley, D. (2009).The Fourth Way: The Inspiring Future of Educational
Change.

Thousand Oaks, CA: Corwin.

Jalal, F., andMusthafa, B. (2001).Education Reform in the Context of Regional Autonomy:


The Case

of Indonesia. Jakarta: Ministry of National Education and National


Development Agency – Republic of Indonesia, and the World Bank.

Jalal, F., Samani, M., Chang, M., Stevenson, R., Ragatz, A., and
Negara, S. (2009). Teacher Certification in Indonesia: A Strategy for
Teacher Quality Improvement.Jakarta:
DepartemenPendidikanNasionalRepublik Indonesia.

MadjelisLuhurPersatuan Taman Siswa (1962).Karja Ki HajarDewantara. BagianPertama:

Pendidikan(The Works of Ki HajarDewantara: First Volume: Education). Yogyakarta:

PertjetakanTamanSiswa.

Mestoko, S., Bachtiar S,.Sunityo,.andArif, Z. (1985). Pendidikan di


Indonesia. Dari jamankejaman (Education in Indonesia: From Time to
Time). Jakarta: BalaiPustaka.

Sahlberg, P. (2011). Finnish Lessons: What Can the World Learn from Educational Change
in

Finland? New York: Teachers College Press.

14
Suratno, T. (2014).Learning Community in an Indonesian Primary
School: A Dialogue. Speech delivered at the First International
Conference on School as Learning Community. Gakushuin University,
Tokyo,March 8–10, 2014

15
Tilaar, H. (1995). 50 tahunpembangunanpendidikannasional 1945–1995.Suatuanalisiskebijakan (50
Years of National Education Development 1945–1995: A Policy Analysis). Jakarta: Grasindo.

World Bank (1998).Education in Indonesia: From Crisis to Recovery. Education Sector


Unit, East Asia and Pacific Regional Office.