Anda di halaman 1dari 10

PROPOSAL

TERAPI AKTIFITAS KELOMPOK (T.A.K) SENAM OTAK


DI PANTI SOSIAL TRESNA WREDHA WISMA ASISI
KOTA SUKABUMI

Satuan Mata Ajar Keperawatan Gerontik

Disusun Oleh:
Kelompok VI

Ivan Dehasa (C1AA150 M. Rizal Isnaeni (C1AA150


Mahardika Wiguna (C1AA15046) Muti Mutmainnah (C1AA15056)
Meilzsa Nabila S (C1AA15046) Nafa Fahratul (C1AA15
Moch Rafi Alfarizi (C1AA15 Nawwar Fauziyah (C1AA15
Moch Fajar Maulana (C1AA15049) Neng Mira Widyana (C1AA15
Moch Sidik Arianto (C1AA15051) Tri Lusiani Maharani (C1AA15089)
M. Ardiansyah (C1AA153) Yuliza Purnaranti (C1AA15098)
M. Irsyad Dwi P (C1AA15 Zhafira Maulidza (C1AA15101)
M. Pradifto (C1AA15055)

PRODI S1 KEPERAWATAN
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN SUKABUMI
KOTA SUKABUMI
2018
A. Latar Belakang
Terapi aktifitas kelompok merupakan salah satu terapi modalitas yang
dilakukan perawat kepada kelompok lansia yang mempunyai masalah
keperawatan yang sama. Aktifitas digunakan sebagai terapi dan kelompok
digunakan sebagai target asuhan. Di dalam kelompok terjadi interaksi yang
saling bergantung, saling membutuhkan dan menjadi tempat lansia melatih
perilaku baru yang adaptif untuk memperbaiki perilaku yang maladaptif.
Pada simposium geriatri 1978 di Jakarta telah diformulasikan tujuan
gerontologi atau geriatri Indonesia, yaitu mengadakan upaya dan tindakan-
tindakan sehingga orang-orang lanjut usia selamanya tetap dalam keadaan
sehat, baik fisik, mental dan sosial sehingga masih berguna bagi masyarakat
(Boedi Darmojo, 1979).
Untuk mempertahankan kesehatan Kognitif lanjut usia perlu disusun suatu
program terpadu agar tercapai kemandirian, Mahasiswa STIKES Sukabumi
akan memberikan suatu program terapi kelompok yang disesuaikan dengan
kondisi dan kemampuan penderita, dalam upaya mempertahankan fungsi
kognitif atau daya ingat klien meningkat serta meningkatkan interaksi sosial
lansia sehingga dicapai kesehatan yang optimal dan membantu lansia
menikmati sisa hidupnya dengan bahagia.
Senam otak adalah suatu gerakan yang menstimulasi otak merupakan
suatu latihan yang dilakukan untuk menstimulasi (demensi lateralis),
meringankan (demensi pemfokusan) atau merelaksi (demensi pemusatan)
untuk meningkatkan keaktifan dari kedua belahan fungsi otak (Denisson,
2002)

B. Topik
Senam otak

C. Tujuan
1. Tujuan umum
Setelah mengikuti kegiatan kelompok lansia dapat dengan efektif
mempertahankan kesehatan kognitif dan meningkatkan daya ingat
2. Tujuan Khusus
a. Setelah mengikuti kegiatan lansia dapat melakukan senam otak
b. Meningkatkan daya ingat
c. Dapat mengurangi kebosanan
d. Meningkatkan hubungan kekeluargaan antara penghuni panti dengan
mahasiswa praktek.

D. Peserta
1. Karakteristik / Kriteria
a. Peserta dapat diajak bekerja sama
b. Peserta dapat berkonsentrasi
2. Proses Seleksi
a. Pengkajian oleh mahasiswa
b. Penyeleksian peserta sesuai kriteria
c. Peserta tidak disorientasi
d. Kooperatif dan dapat memahami pesan yang diberikan.
e. Mengadakan kontrak dengan peserta
3. Daftar Klien
Jumlah peserta dalam TAK (Terapi Aktivitas Kelompok) ada 13 orang,
berikut daftar nama pesertanya :
a. Oma A g. Oma E
b. Oma A h. Oma K
c. Oma L i. Opa E
d. Oma W j. Opa R
e. Oma I k. Opa I
f. Oma G l. Opa M
m. Opa I

Denah Tempat Duduk


Keterangan : : Leader
: Co-Leader
: Observer
: Fasilitator
: Klien

E. Pengorganisasian
1. Waktu
Hari / tanggal : Sabtu, 27 Oktober 2018
Waktu : 10.00 s/d Selesai
Tempat : Gedung Aula Panti Wisma Asisi
2. Tim Terapis
a. Setting : Peserta dan terapis duduk bersama dan keadaan ruangan
tenang.
b. Tim terapis dan Uraian
1) Leader :
a) Menyusun rencana TAK.
b) Mengarahkan peserta sesuai tujuan.
c) Memfasilitasi peserta untuk mengekspresikan perasaan,
pendapatan dan memberikan umpan balik.
d) Role play
e) Mengkaji hambatan peserta
f) Mengkaji komplik interpersonal
g) Mengkaji sejauh mana peserta mengerti dan melaksanakan
kegiatan.
2) Co Leader :
a) Membantu leader memimpin peserta
b) Membantu mengorganisir peserta
c) Menyampaikan informasi dari fasilitator ke leader tentang
aktifitas peserta.
d) Mengingatkan leader tentang waktu
e) Membacakan tata tertib TAK
3) Observer :
a) Mengobservasi respon peserta.
b) Mengobservasi pelaksanaan TAK.
c) Mengobservasi jalannya proses TAK.
d) Mencatat perilaku verbal dan non-verbal peserta selama
kegiatan berlangsung.
4) Fasilitator :
a) Membantu leader memfasilitasi anggota/peserta untuk berperan
aktif dalam mengkonsentrasikan peserta untuk ikut dan focus
pada arahan yang diarahkan oleh leader.
b) Membantu memotivasi peseta agar ikutan dalam kegiatan.
c) Berperan sebagai role model bagipeserta selama kegiatan
berlangsung
d) Mempertahankan kehadiran peserta:
(1) Selama kegiatan TAK berlangsung kurang lebih 30 menit
(2) Peserta yang ingin kebelakang untuk izin dan kembali ke
kelompok awal
3. Metode
a. Diskusi
b. Demonstrasi
4. Alat
a. Laptop
b. Infocus
c. Speaker
d. Papan nama
5. Proses Pelaksanaan
a. Fase Persiapan
1) Membuat kontrak dengan klien
2) Mempersiapkan alat dan tempat
b. Fase orientasi
1) Salam terapeutik
2) Salam dari terapis kepada pasien
3) Klien dan terapis pakai papan nama
4) Evaluasi dan validasi
a) Terapis menanyakan kepada klien perasaan pada saat ini
b) Terapis melakukan demonstrasi awal senam otak
5) Kontrak
6) Menjelaskan tujuan kegiatan, yaitu berlomba bisa mengikuti semua
gerakan senam otak
7) Menjelaskan aturan main yaitu :
a) Jika ada klien yang ingin meninggalkan kelompok, harus
meminta izin kepada terapis.
b) Lama kegiatan 15 menit
c) Setiap peserta mengikuti kegiatan dari awal sampai selesai
c. Fase kerja
1) Terapis memberikan contoh semua gerakan senam otak
2) Fasilitator berperan dalam membantu dan mengarahkan klien cara
melakukan gerakan senam otak
3) Berikan pujian setiap kelompok yang bisa melakukan gerakan
senam otak
4) Berikan pujian untuk setiap keberhasilan untuk kelompok dengan
memberikan tepuk tangan dan hadiah.
d. Fase terminasi
1) Evaluasi
2) Terapis menanyakan perasaan klien setelah selesai mengikuti TAK
3) Memberikan pujian atas keberhasilan kelompok
4) Tindak lanjut
5) Menganjurkan anggota terapis untuk menunjukan keterampilannya
(hobinya)
6) Kontrak yang akan datang
7) Menyepakati kegiatan berikutnya
8) Menyepakati waktu dan tempat.
6. Tata Tertib Kegiatan
a. Peserta bersedia mengikuti TAK
b. Peserta berpakaian rapi dan bersih, dan sudah mandi
c. Peserta tidak diperkenankan merokok, makan, ataupun minum selama
TAK berlangsung.
d. Peserta tidak diperkenankan meninggalkan ruangan selama kegiatan
berlangsung
e. Bagi peserta yang ingin mengajukan pertanyaan harus mengangkat
tangannya terlebih dahulu
f. Seluruh peserta harus hadir tepat waktu, sesuai yang dijadwalkan
g. Seluruh peserta tidak diperkenankan menyalahi tata tertib kegiatan,
jika peserta dianggap mengacaukan jalannya TAK, maka akan
dikeluarkan.
h. Waktu sesuai dengan yang sudah disepakati.
7. Langkah dan Fungsi
SENAM
a. Gerakan Dimensi Lateralitas
1.) 8 Tidur (Lazy 8)
Fungsi :
 Melepaskan ketegangan mata, tengkuk, dan bahu pada waktu
memusatkan perhatian dan meningkatkan kedalaman
persepsi.
 Meningkatkan pemusatan, keseimbangan dan koordinasi.
b. Gerakan Dimensi Pemfokusan
1.) Burung Hantu (The Owl)
Fungsi :
 Melepaskan ketegangan tengkuk dan bahu yang timbul
karena stress.
 Menyeimbangkan otot leher dan tengkuk (Mengurangi sikap
tubuh yang terlalu condong ke depan)
 Menegakkan kepala (Membantu mengurangi kebiasaan
memiringkan kepala atau bersandar pada siku
2.) Mengaktifkan Tangan (The Active Arm)
Fungsi :
 Peningkatan fokus dan konsentrasi tanpa fokus berlebihan
 Pernafasan lebih lancar dan sikap lebih santai
 Peningkatan energi pada tangan dan jari
c. Gerakan Dimensi Pemusatan
1.) Saklar Otak (Brain Buttons)
Fungsi :
 Keseimbangan tubuh kanan dan kiri
 Tingkat energi lebih baik
 Memperbaiki kerjasama kedua mata (bisa meringankan stres
visual, juling atau pandangan yang terus-menerus)
 Otot tengkuk dan bahu lebih relaks
2.) Tombol Imbang (Balance Buttons)
Fungsi :
 Perasaan enak dan nyaman
 Mata, telinga dan kepala lebih tegak lurus pada bahu
 Mengurangi fokus berlebihan pada sikap tubuh
3.) Pasang Telinga (The Tinking Cap)
Fungsi :
 Energi dan nafas lebih baik
 Otot wajah, lidah dan rahang relaks.
 Fokus perhatian meningkat
4.) Kait Relaks (Hook – ups)
Fungsi :
 Keseimbangan dan koordinasi meningkat
 Perasaan nyaman terhadap lingkungan sekitar (Mengurangi
kepekaan yang berlebihan)
 Pernafasan lebih dalam
5.) Titik Positif (Positive Ponts)
Fungsi :
 Mengaktifkan bagian depan otak guna menyeimbangkan stres
yang berhubungan dengan ingatan tertentu, situasi, orang,
tempat dan ketrampilan
8. Evaluasi Dan Dokumentasi
a. Evaluasi
Evaluasi dilakukan pada saat proses TAK berlangsung, khususnya
pada tahap kerja untuk menilai kemampuan klien melakukan TAK.
Aspekyang dievaluasi adalah kemampuan klien sesuai dengan tujuan
TAK. Di evaluasi kemampuan klien saat melakuakan senam otak.
Format Evaluasinya adalah sebagai berikut :
a) Kemampuan Verbal
No Aspek Yang Dinilai Nama Klien
1 Mampu melakukan kegiatan
Reminiscence
Menngingat dan mengulang
kejadian masa lalu

b) Kemampuan NonVerbal
No Aspek Yang Dinilai Nama Klien
1 Kontak Mata
2 Duduk tegak
3 Menggunakan bahasa tubuh
yang sesuai
Petunjuk :
1. Dibawah Judul Nama Klien, tulis nama panggilan klien yang
mengikuti terapi aktivitas kelompok.
2. Untuk tiap klien, semua aspek dinilai dengan member tanda betul
jika ditemukan pada klien dan tandasilang jika tidak ditemukan

b. Dokumentasi
Dokumentasi kemampuan yang dinilai klien saat terapi pada
catatan proses keperawatan tiap-tiap klien. Dokumentasi kemampuan
yang dimiliki klien ketika TAK pada catatan proses keperawatan tiap
klien.