Anda di halaman 1dari 7

A. SFAC NO.

1 DAN 2
Tujuan Pelaporan Keuangan oleh Entitas Bisnis
Bentuk utama dari pelaporan keuangan adalah laporan keuangan. Menurut Standar
Akuntansi Keuangan yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntansi Indonesia, tujuan laporan
keuangan adalah menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja, serta
perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai
dalam pengambilan keputusan. Pelaporan keuangan tidak hanya menyangkut laporan
keuangan, tetapi juga pengertian lain dari komunikasi informasi yang berhubungan baik
langsung maupun tidak langsung dengan bentuk informasi yang disediakan oleh sistem
akuntansi, yaitu informasi tentang sumber daya, kewajiban, laba suatu entitas bisnis dan
sebagainya. Namun demikian, laporan keuangan tidak menyediakan semua informasi yang
mungkin dibutuhkan pemakai dalam mengambil keputusan ekonomi karena secara umum
menggambarkan pengaruh keuangan dan kejadian masa lalu, dan tidak diwajibkan untuk
menyediakan informasi nonkeuangan. Pelaporan keuangan sendiri bukanlah suatu tujuan,
tetapi pelaporan dimaksudkan untuk menyajikan informasi yang bermanfaat untuk
pengambilan keputusan bisnis dan ekonomik sebagai suatu pilihan rasional diantara
alternatif yang ada. Keputusan ini mencakup, misalnya, keputusan untuk menahan atau
menjual investasi mereka dalam perusahaan atau keuputusan untuk mengangkat kembali
atau mengganti manajemen.
Berikut ini merupakan beberapa judgement penilaian penting yang dibuat melalui
laporan:
a. Manfaat penggunaan informasi lebih besar daripada biaya yang digunakan untuk
menyediakan informasi tersebut
b. Laporan akuntansi bukan satu - satunya sumber informasi mengenai perusahaan
c. Accrual Accounting sangat berguna dalam menaksir dan memprediksi earning power dan
aliran kas suatu perusahaan
d. Informasi yang disediakan harus bermanfaat, tapi pengguna membuat keputusan dan
penaksiran mereka sendiri
Disamping itu, tujuan pelaporan keuangan tidak bersifat kebal (immutable), tetapi sangat
dipengaruhi oleh lingkungan ekonomik, hukum, politis dan sosial serta dipengaruhi juga
oleh karakteristik dan keterbatasan jenis informasi yang dapat disajikan oleh laporan
keuangan tersebut antara lain :
a. Informasi yang dihasilkan hanyalah kualitatif yang diwujudkan dalam bentuk uang yang
mengarah ke entitas bisnis individual.
b. Informasi yang disediakan hanya merupakan hasil dari pendekatan dan estimasi, bukan
murni atas kejadian transaksi masa lalu (historis).
c. Informasi yang disediakan hanya merupakan salah satu informasi yang dibutuhkan dalam
pengambilan keputusan, sehingga tidak mencakup seluruh informasi yang dibutuhkan.
d. Pihak-pihak yang berkepentingan dalam pelaporan keuangan adalah mereka yang
memerlukannya untuk pengambilan keputusan ekonomik.

1. SFAC No.1
(The Objectives of Financial Reporting by Business Enterprises)
Tujuan Pelaporan Keuangan sesuai SFAC No.1, untuk memberikan informasi yang
berguna dalam pembuatan keputusan mengenai investasi dan kredit untuk mereka yang
mempunyai pemahaman mengenai aktivitas ekonomi dan perusahaan, membantu
investor, kreditor dan pemakai lain laporan keuangan yang sekarang maupun yang
berpotensi dalam menilai jumlah, waktu, dan ketidakpastian aliran kas di masa yang akan
datang mengenai sumber daya ekonomi, klaim terhadap sumber daya tersebut dan
perubahannya.
Fokus utama pelaporan keuangan adalah informasi mengenai prestasi suatu entitas
bisnis yang diukur dengan laba dan komponen-komponennya. Pada umumnya informasi
ini memberikan indikasi yang lebih baik tentang kemampuan entitas tersebut sekarang
dan seterusnya untuk menghasilkan arus kas yang menguntungkan dari pada informasi
yang terbatas pada pengaruh keuangan dari penerimaan dan pembayaran kas.
Kegunaan umum pelaporan keuangan eksternal adalah mengarahkan pada kepentingan
umum dari berbagai pengguna potensial sesuai kemampuan entitas bisnis tersebut untuk
menjeneralisir arus kas yag menguntungkan. Tujuan Pelaporan keuangan oleh suatu
entitas bisnis sebagai berikut:
a. Pelaporan keuangan seharusnya menyediakan informasi yang berguna untuk investor
sekarang dan investor potensial dan kreditur dan pengguna lain dalam memutuskan
investasi yang rasional, kredit dan keputusan sejenis. Pernyataan ini digunakan dalam
kondisi investor dan kreditor secara umum. Investor perorangan, kreditor, dan
pengguna potensial lain informasi keuangan harus memahami keragaman tingkat
lingkungan bisnis dan ekonomi, aktivitas bisnis, pasar sekuritas, dan permasalahan
lainnya.
b. Pelaporan keuangan seharusnya menyediakan informasi untuk membantu para
investor saat ini dan yang potensial, kreditor dan pengguna lain dalam mengetahui
jumlah, waktu dan ketidakpastian dari penerimaan kas prospektif atas deviden atu
bunga dan prosed (proceed) atas penjualan atau jatuh temponya sekuritas suatu
pinjaman.
Persetujuan masyarakat dalam menginvestasikan, meminjamkan dan kegiatan lain
yang sejenis terutama untuk meningkatkan sumber daya kas mereka. Uji kesuksesan
(kegagalan) dari aktivitas tersebut adalah pengambilan lebih banyak (lebih sedikit)
daripada biaya badan usaha, seperti investor dan kreditor menginvestasikan kas dalam
sumber daya nonkas untuk menghasilkan lebih banyak kas/uang.
c. Pelaporan keuangan seharusnya menyediakan informasi tentang sumber daya ekonomi
suatu entitas, klaim atas sumber daya tersebut dan efek transaksi dan kegiatan yang
mengubah sumber daya dan klaim atas sumber daya tersebut. Pelaporan keuangan
harus menyediaan informasi tentang sumber daya ekonomis, kewajiban dan ekuitas
suatu entitas. Infomasi tersebut membantu investor, kreditor dan pihak lainnya
mengidentifikasi kekuatan keuangan entitas dan kelemahannya serta mengetahui
likuiditas dan solvabilitasnya.

2. SFAC No.2
(Qualitative Characteristics of Accounting Information)
Karakteristik Kualitatif dari Informasi Keuangan
FSAB dalam SFAC No. 2 menyebutkan bahwa karakteristik kualitatif dimaksudkan
untuk memberikan kriteria dasar atau karakteristik kualitas yang harus dimiliki oleh
informasi akuntansi sehingga tersebut menjadi lebih bermanfaat dalam memilih alternatif
metoda akuntansi dan pelaporan keuangan dan persyaratan pengungkapan (disclosure).
Karakteristik Kualitatif dari Informasi keuangan adalah sebagai berikut:
a. Relevan
Suatu informasi dikatakan relevan apabila informasi tersebut memiliki manfaat,
sesuai dengan tindakan yang akan dilakukan oleh pemakai laporan keuangan. Atau
dengan kata lain, relevan merupakan kemampuan dari suatu informasi untuk
mempengaruhi keputusan manajer atau pemakai laporan keuangan lainnya sehingga
keberadaan informasi tersebut mampu mengubah atau mendukung harapan mereka
tentang hasil-hasil atau konsekuensi dari tindakan yang diambil.
b. Ketepatan waktu (timeliness)
Timeliness adalah aspek pendukung relevansi. Ketika informasi tidak tersedia saat
dibutuhkan atau tersedia setelah sekian waktu setelah pelaporan maka informasi
tersebut tidak memiliki nilai untuk tindakan masa depan. Informasi tersebut memiliki
relevansi dan manfaat yang rendah. Timeliness berarti tersedianya informasi dalam
pengambilan keputusan sebelum informasi tersebut kehilangan kapasitas
pengaruhnya dalam mempengaruhi keputusan.
c. Keandalan (reliablelity) dan Representational Faithfulness
Keandalan merupakan kualitas informasi yang menyebabkan pemakaian informasi
akuntansi sangat tergantung pada kebenaran informasi yang dihasilkan. Keandalan
bertujuan untuk menggambarkan, memberikan jaminan kepada pemakai melalui
verifikasi bahwa hal tersebut menggambarkan kualitas informasi. Jadi penting untuk
memahami mengenai sifat dari klaim yang harus dibuat untuk angka akuntansi
sehingga dapat di deskripsikan secara Andal. Keandalan suatu informasi sangat
tergantung pada kemampuan suatu informasi untuk menggambarkan secara wajar
keadaan/peristiwa yang digambarkan sesuai dengan kondisi yang sebenarnya
(representational faithfulness).
d. Materialitas
Materialitas merupakan faktor penting yang harus dipertimbangkan dalam mengakui
suatu informasi akuntansi. Pertimbngan utama dalam konsep ini adalah apakah
penyajian informasi tertentu akan mempengaruhi secara signifikan terhadap
keputusan yang diambil. Masalah yang timbul dalam menentukan tingkat materialitas
suatu informasi adalah tidak adanya aturan terhadap konsep tersebut. Sampai saat ini
tidak ada konsep umum terhadap materialitas. Penentuan tingkat materialitas suatu
informasi akhirnya diserahkan pada pertimbangan profesional.

B. SFAC No.8
(Conseptual Framework for Financial Reporting)
Kerangka Kerja untuk Pelaporan Keuangan
SFAC No.8 ini diterbitkan oleh FASB pada tahun 2010 yang merupakan pengganti dari
SFAC No. 1 dan 2. Langkah awal dari diterbitkannya statement ini adalah sebagai hasil dari
kerjasama yang dilakukan antara FASB dan IASB sejak tahun 2004 sebagai sebuah
tambahan terhadap Norwalk Agreement, dimana kerjasama tersebut merupakan suatu upaya
untuk melakukan konvergensi masing-masing kerangka konseptual FASB-IASB (Wolk, et
al. 2013).

1. Tujuan Utama dari Pelaporan Keuangan


SFAC No.8 merumuskan 3 tujuan pelaporan keuangan secara umum:
a. Menyediakan informasi keuangan tentang pelaporan entitas yang bermanfaat bagi
investor, pemberi pinjaman dan kreditor yang sudah ada maupun potensial dalam
membuat keputusan mengenai penyediaan sumber daya kepada entitas pelapor.
Keputusan tersebut meliputi membeli, menjual, atau menahan instrumen ekuitas dan
hutang dan menyediakan atau menyelesaikan pinjaman dan kredit dalam bentuk lain.
b. Untuk menilai prospek arus kas bersih yng dimiliki oleh suatu entitas, oleh investor
yang sudah ada maupun oleh calon investor, kreditur, atau kreditur lainnya yang
membutuhkan informasi tentang sumber daya entitas, klaim atas entitas tersebut, dan
seberapa efisien maupun efektif manajemen entitas melakukan pengelolaan dan
komisaris yang telah menyelesaikan tanggung jawab mereka untuk menggunakan
sumber daya entitas.
c. Tujuan umum laporan keuangan menyediakan informasi tentang posisi keuangan dari
pelaporan suatu entitas, yaitu informasi tentang sumber daya ekonomi dan klaim
terhadap sumber daya ekonomi tersebut dalam pelaporan entitas. Selain itu
memberikan informasi tentang dampak transaksi dan peristiwa lain yang mengubah
sumber daya ekonomi suatu entitas dan klaim atas sumber daya tersebut dalam
pelaporan.

2. Karakteristik Kualitatif Fundamental


SFAC No.8 menetapkan unsur karakteristik kualitatif fundamental adalah relevansi dan
representasi yang tepat (Faithful Representation).
a. Relevan (Relevance)
Informasi menjadi relevan jika informasi tersebut memiliki kriteria unsure kualitas
sebagai berikut:
1) Nilai Prediksi (Predictive Value): Informasi keuangan dikatakan memiliki nilai
prediktif jika dapat digunakan sebagai masukan bagi proses yang digunakan oleh
pengguna untuk mempreiksi hasil masa depan.
2) Nilai Konfirmatori (Konfirmatory Value): informasi keuangan dikatakan memiliki
nilai konfirmasi jika itu memberikan umpan balik (menegaskan atau perubahan)
tentang evaluasi sebelumnya atau keduanya.
b. Representasi yang tepat (Faithful Representation).
Terdapat 3 karakteristik untuk menjadi nilai informasi yang representasi sempurna,
yaitu:
1) Lengkap (Completeness): Lengkap mencakup semua informasi yang diperlukan
bagi pengguna untuk memahami fenomena yang sedang digambarkan, termasuk
semua deskripsi yang diperlukan dan penjelasannya.
2) Netral (Neutrality): Netral akan menggambarkan seleksi atau penyajian informasi
keuangan yang tanpa bias. Sebuah penggambaran netral tidak miring, tertimbang,
menekankan, memakai perlombaan, atau dimanipulasi untuk meningkatkan
probabilitas bahwa informasi keuangan akan diterima baik atau tidak baik oleh
pengguna informasi.
3) Bebas dari kesalahan (Free From Error): bebas dari kesalahan tidak berarti bahwa
informasi keuangan akurat dari berbagai aspek. Yang dimaksudkan bebas dari
kesalahan berarti tidak ada kesalahan atau kelalaian dalam deskripsi fenomena,
dan proses yang digunakan untuk menghasilkan informasi yang dilaporkan telah
dipilih dan diterapkan dengan tidak ada kesalahan dalam proses.

KESIMPULAN

1. Tujuan Pelaporan Keuangan sesuai SFAC No.1, untuk memberikan informasi yang berguna
dalam pembuatan keputusan mengenai investasi dan kredit untuk mereka yang mempunyai
pemahaman mengenai aktivitas ekonomi dan perusahaan, membantu investor, kreditor dan
pemakai lain laporan keuangan yang sekarang maupun yang berpotensi dalam menilai
jumlah, waktu, dan ketidakpastian aliran kas di masa yang akan datang mengenai sumber
daya ekonomi, klaim terhadap sumber daya tersebut dan perubahannya.
2. FSAB dalam SFAC No. 2 menyebutkan bahwa karakteristik kualitatif dimaksudkan untuk
memberikan kriteria dasar atau karakteristik kualitas yang harus dimiliki oleh informasi
akuntansi sehingga tersebut menjadi lebih bermanfaat dalam memilih alternatif metoda
akuntansi dan pelaporan keuangan dan persyaratan pengungkapan (disclosure). Karakteristik
kualitatif dari informasi keuangan adalah relevan, ketepatan waktu, keandalan dan
representational faithfulness, serta materialitas.
3. SFAC No.8 ini diterbitkan oleh FASB pada tahun 2010 yang merupakan pengganti dari
SFAC No. 1 dan 2. SFAC No.8 merumuskan 3 tujuan pelaporan keuangan secara umum
serta menetapkan unsur karakteristik kualitatif fundamental adalah relevansi yang meliputi
Nilai Prediksi Nilai Konfirmatori dan representasi yang tepat (faithful representation) yang
mencakupu lengkap, netral, dan bebas dari kesalahan.

DAFTAR PUSTAKA

Astika,Dr, I.B.Putra SE., Msi., AK. 2011. Konsep-Konsep Dasar Akuntasi Keuangan. Denpasar:
Udayana Press.

http://mas-dhar.yolasite.com/rerangka-konseptual.php (diakses tanggal 23 September 2018)

Ikatan Akuntan Indonesia. 2004. Standar Akuntansi Keuangan. Jakarta: Salemba Empat.