Anda di halaman 1dari 10

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Yang dimaksud model pembelajaran adalah suatu desain atau
rancangan yang menggambarkan proses perincian dan penciptaan situasi
lingkungan yang memungkinkan anak berinteraksi dalam pembelajaran,
sehingga terjadi perubahan atau perkembangan pada diri anak. Adapun
komponen pembelajaran meliputi; konsep, tujuan pembelajaran, materi atau
tema, langkah-langkah atau prosedur, metode, alat atau sumber belajar, dan
teknik evaluasi.
Penyusunan pembelajaran di TK atau RA didasarkan pada silabus yang
dikembangkan menjadi perencanaan semester, satuan kegiatan mingguan
(SKM), dan satuan kegiatan harian (SKH). Dengan demikian, model
pembelajaran merupakan gambaran konkret yang dilakukan pendidik dan
peserta didik sesuai dengan satuan kegiatan harian.
Ada beberapa model pembelajaran yang dilaksanakan di Taman Kanak-
kana atau Raudathul Athfal, di antaranya adalah Model Pembelajaran
Berdasarkan Sudut-sudut Kegiatan, Model Pembelajaran Area, dan Model
Pembelajaran Berdasarkan Sentra. Model-model pembelajaran tersebut pada
umumnya menggunakan langkah-langkah yang relatif sama dalam sehari,
yaitu; kegiatan awal, kegiatan inti, istirahat atau makan, dan kegiatan akhir
atau penutup.
Kegiatan pendahuluan adalah kegiatan awal dalam pembelajaran yang
ditujukan untuk menfokuskan perhatian, membangkitkan motivasi sehingga
peserta didik siap untuk mengikuti kegiatan pembelajaran. Kegiatan inti,
merupakan proses untuk mencapai kompotensi dasar yang dilakukan melalui
proses eksplorasi, eksperimen, elaborasi, dan konfirmasi. Kegiatan penutup
adalah kegiatan yang dilakukan untuk mengakhiri aktivitas pembelajaran.
Bentuk kegiatannya berupa menyimpulkan, umpan balik, dan tindak lanjut.

1
Model pembelajaran berdasarkan Area lebih memberikan kesempatan
kepada anak didik untuk memilih atau melakukan kegiatan sesuai dengan
minatnya. Pembelajarannya dirancang untuk untuk memenuhi kebutuhan-
kebutuhan spesifik anak dan menghormati keberagaman budaya dan
menekankan kepada pengalam belajar bagi setiap anak, pilihan-pilihan
kegiatan dan pusat-pusat kegiatan dan peran serta keluarga dalam proses
pembelajran.

B. Rumusan Masalah
1. Model Pembelajaran Area?
2. Tujuan Pembelajaran Area?
3. Macam-Macam Pembelajaran Area?
4. Pengelolaan Kelas?

C. Tujuan Penulisan
1. Untuk mengetahui pengertian pembelajaran area
2. Untuk mengetahui Tujuan Pembelajaran Area
3. Untuk Memahami Macam-Macam Pembelajaran Area
4. Untuk Mengetahui Pengelolaan Kelas

2
BAB II
PEMBAHASAN
A. Model Pembelajaran Area
Area pembelajaran merupakan serangkaian atau tempat atau area
tempat kerja yang diberikan wilayah kerja mandiri pada anak, namun tetap
memiliki keterikatan dengan ruangan aktivitas keseluruhan. Denga sistem are
guru menyiapkan beragam kegiatan dan anak diberi kesempatan untuk
memilih senidir aktivitas yang diminatinya.
Model pembelajaran adalah suatu rancangan yang menggambarkan
proses rincian dan penciptaan situasi lingkungan yang memungkinkan anak
berinteraksi dalam pembelajaran, sehingga terjadi perubahan atau
perkembangan pada diri anak. Sedangkan pengertian pembelajaran area
adalah pembelajaran yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan
spesifik anak dan menghormati keragamanan budaya.
Dalam model ini anak didik diberi kesempatan untuk memilih atau
melakukan kegiatan sendiri sesuai dengan minat mereka. Pembelajarannya
dirancang untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan sfesifik anak dan
menghormati keragaman budaya yang menekankan pada prinsip (1)
pengalaman pembelajaran pribadi setiap anak; (2) membantu anak membuat
pilihan dan keputusan melalui aktivitas di dalam area-area yang disiapkan;
dan (3) keterlibatan keluarga dalam proses pembelajaran. Keterlibatan
keluarga dalam pembelajaran itu sendiri dapat dilakukan melalui beberapa
cara berikut:
1) Anggota keluarga dilibatkan secara sukarela dalam kegiatan
pembelajaran, misalnya orang tua dilibatkan dalam mempersiapkan
pengaturan media pembelajaran atau menjadi model dalam
pembelajaranm tertentu.
2) Anggota keluarga bermitra dengan TK dalam membuat keputusan
tentang anak, misalnya orang tua diminta pertimbangannya perihal
kebutuhan layanan khusus individual untuk anak.

3
3) Anggota keluarga dapat berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan di TK,
misalnya orang tua diminta membantu persiapan kegiatan tertentu di
sekolah.

B. Tujuan Pembelajaran Area


Pembelajaran area bertujuan menciptakan suasana pembelajaran yang
membangun suatu landasan bagi sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang
pentinguntuk menghadapi tantangan baik di masa kini maupun yang akan
datang serta didasarkan pada keyakinan bahwa anak-anak tumbuh dengan
baik jika mereka dilibatkan secara alamiah dalam proses belajar dan
mendorong anak untuk bereksplorasi, bereksperimen, memelopori dan
menciptakan.
Dalam menciptakan lingkungan dan bahan ajar yang menunjang
pembelajaran, guru mendasarkan diri pada pengetahuan yang dimilikinya
tentang perkembangan anak.
Selain itu, dalam menyusun tujuan pembelajaran guru memerhatikan
keunikan masing-masin anak, menghargai kelebihan-kelebihan dan
kebutuhan-kebutuhan setiap anak, menjaga keingintahuan alami yang dimiliki
anak dan mendukung pembelajaran bersama.
Pembelajaran area ini mencakup tiga pilar utama, yaitu; (1)
Konstruktivisme; (2) sesuai dengan perkembangan; dan (3) pendidikan
progresif. meyakini bahwa pembelajaran terjadi saat anak berusaha
memahami dunia di sekelilingnya. Pembelajaran menjadi proses interaktif
yang melibatkan teman sebaya anak, orang dewasa, dan lingkungan,. Anak
membangun pemahaman mereka sendiri atas dunia dan hal-hal yang terjadi di
sekelilingnya dengan memadukan pengalaman-pengalaman baru dan
pengalaman atau pemahaman yang telah mereka miliki sebelumnya.
Pelaksanaan pembelajaran area ini menggunakan metodologi yang selaras
dengan tahap perkembangan anak.

4
Setiap anak berkembang melalui tahapan yang umum, namun pada saat
yang sama, setiap anak adalah makhlik individu dan unik. Dengan demikian
guru harus mencermati dan menyimak perbedaan antara keterampilan dan
minat tertentu dari anak-anak yang berusia sama. Semua kegiatan dalam
pembelajaran ini didasarkan pada minat anak, tingkat perkembangan kognitif
dan kematangan sosioemosional, mendorong rasa ingin tahu alamiah anak,
kegembiraan terhadap pengalaman-pengalaman pancaindra dan keinginanan
untuk menjelajahi gagasan-gagasan baru anak itu sendiri. Pelaksaan
pendidikan progresif dibangun berdasarkan prinsip-prinsip perkembangan
anak dan konstrutivisme ini.

C. Macam-Macam Pembelajaran Area


Pembelajaran area menggunakan sepuluh area, yaitu; Area Agama,
Balok, Bahasa, Drama, Berhitung atau Matematika, IPA, Musik, Seni atau
Motorik, Pasir dan Air, Membaca dan Menulis. Dalam satu hari dapat dibuka
minimal 4 area untuk disiapkan alat bermain atau alat peraga dan sarana
pembelajran yang sesuai dengan indikator yang ingin dicapai. Alat bermain
untuk area tersebut adalah;
a) Area Agama: makettempat ibadah dan alat erga tata cara ibadah agama-
agama di Indonesia, misalnya sebagai berikut;
 Islam; maket masjid, gambar tata cara shalat, gambar tata cara
berwudhu, sajadah, mukenah, peci, kain sarung, kerudung, buku
iqra’, kartu huruf hijaiyah, tasbih,juz ‘amma, Al-Qur’an, dan
sebagainya.
 Hindu; maket pura, gambar orang menuju ke pura, tiruan sesaji.
 Kristen atau Katolik; maket gereja, Alkitab, rosario.
 Buddha; maket pura, maket candi Buddha, gambar biku.
 Kong Khucu; maket kelenteng, foto orang sembahyang.

5
b) Area Balok: balok dengan berbagai bentuk, ukuran, dan warna, leggo,
lotto sejenis, lotto berpasangan, kepingan geometri dari triplek berbagai
ukuran dan warna, kotak geomatri, kendaraan mainan (kendaraan laut,
udara, darat), rambu-rambu lalu lintas, kubus berpola, kubus berbagai
ukuran dan warna, korek api, lidi, tusuk es krim, tusuk gigi, bola dengan
berbagai ukuran dan warna, kardus bekas, dan sebagainya.
c) Area Berhitung atau Matematika: lambang bilangan, kepingan
geometri, kartu angka, kulit kerang, puzzle, konsep bilangan, kubus
permainan, pohon hitung, papan jamur, ukuran panjang-pendek, ukuran
tebal-tipis, tutup botol, pensil, manik-manik, gambar buah-buahan,
penggaris, meteran, buku tulis, puzzle busa (angka), kalender, gambar
bilangan, papan pasak, jam, kartu gambar,kartu berpasangan, lembar
kerja, dan sebagainya.
d) Area IPA: macam-macam tiruan binatang, gambar-gambar proses
perkembangbiakkan tanaman, biji-bijian, (jagung, kcang tanah, kacang
hijau, beras), kerang, batu kali, pasir, bunga karang, magnet, mikroskop,
kaca pembesar (lup), pipet, tabung ukur, timabngan kue, timbangan
bebek (sebenarnya), gelas ukuran, gelas pencampur warna, nuansa
warna, pita meteran, penggaris, benda- benda kasar-halus (batu, butu
bata, amplas, besi, kayu, kapas, kain, kubit kayu, kulit binatang, dan lain-
lain), benda-benda untuk pengenalan berbagai macam rasa (gula, kopi,
asam, cuka, garam, sirup, cabe, dan lain-lain), berbagai macam bumbu
(bawang merah atau putih, lada, ketumbar, kemiri, lengkuas, daun asam,
jahe, kunyit, jinten, dan lain-lain), pengenalan bau aroma.
e) Area Musik: seruling, kastanyet, marakas, organ kecil, tamburin,
kerincingan, triangle, gitar kecil, balok kayu,kulintang, angklung, biola,
piano, harmonika, gendang, rebana, dan sebagainyadengan
menyesuaikan pada keunikan daerah masing-masing.

6
f) Area Bahasa: buku-buku cerita, gambar seri, kartu kategori kata, kartu
nama-nama hari, boneka tangan, panggung boneka, papan planel, kartu
nama bulan, majalah anak, koran, macam-macam gambar sesuai tema,
dan sebagainya.
g) Area Membaca dan Menulis: buku tulis pensil, pensil warna, pensil,
kartu huruf, kartu kategori, kartu gambar, kertas plano, spidol, ballpoint,
dan sebagainya.
h) Area Drama: tempat tidur anak (boneka), lemari kecil, meja kursi kecil
(meja tamu, boneka-boneka, tempat jemuran, setrika dan meja setrika,
baju-baju besar, handuk, bekas make-up, minyak wangi, sisir, kompor-
komporan, penggorengan, dandang tiruan, piring sendok, garpu, gelas,
cangkir, teko, keranjang belaja, pisau mainan, ulekan atau cobek,
mangkok-mangkok, tas-tas, sepatu atau sandal, rak sepatu, cermin,
mikser, blender sikat gigi, odol,telepon-teleponan, tiruan baju tentara dan
polisi, tiruan jas dokter, dan sebagainya.
i) Area Pasir atau Air: bak pasir atau bak air, akuariumkecil, e,ber kecil,
gayung, garpu, garuk, botol-botol plastik, tabung air, cangkir plastik,
literan air, corong, sekop kecil,saringan pasir, serokan, cetakan-cetakan
pasir atau cetakan-cetakan agar-agar berbagai bentuk, penyiraman
tanaman, dan sebagainya.
j) Area Seni dan motorik: meja gambar,meja kursi anak, krayon, pensil
bewarna,, pensil, kapur tulis, kapur warna, arang buku gambar, kertas
lipat, kertas koran, lem, gunting, kertas warna, kertas kado, kotak bekas,
bahan sisa, dan sebaginya.

7
D. Pengolaan Kelas
Pengelolaan kelas pada model pembelajaran areameliputi
pengorganisasian pesrta didik, pengaturan area yang diprogramkan, dan
peranan guru. Untuk itu hal-hal yang diperlukan dalam pengelolaan kelas
adalah:
a) Alat bermain, sarana prasarana diatur sesuai dengan area yang
diprogramkan pada hari itu.
b) Kegiatan dapat dilakukan dengan menggunakan meja, kursi, karpet
atautikar sesuai dengan alat yang digunakan .
c) Pengaturan area memungkinkan guru dapat melakukan pengamatan
sehingga dapat memberikan motivasi, pembinaan, dan penilaian.
d) Guru memerhatikan perbedaan individu setiap peserta didik pada saat
mereka melakukan kegiatan di area.

8
BAB III
PENUTUP

Kesimpulan

pembelajaran area adalah pembelajaran yang dirancang untuk memenuhi


kebutuhan-kebutuhan spesifik anak dan menghormati keragamanan budaya.
Pembelajaran area bertujuan menciptakan suasana pembelajaran yang
membangun suatu landasan bagi sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang
penting untuk menghadapi tantangan di masa kini. Ada beberapa macam-macam
area pembelajaran yaitu : Area Agama, Area Balok, Area Berhitung Atau
Matematika , Area Ipa, Area Musik, Area Membaca Atau Menulis, Area Bahasa,
Area Pasir Atau Air, Area Drama, Area Seni Dan Motorik.

9
DAFTAR PUSTAKA

Mutia, Diana. 2015. Psikologi Bermain Anak Uisa Dini. Jakarta: Prenada
Media Group

10