Anda di halaman 1dari 14

TUGAS GANGGUAN SALURAN PERNAFASAN AKIBAT LIMBAH GAS

KELOMPOK 5

SRI REJEKI SYARTI MAHRANI

SRI ARIHTA TANTY N SINABUTAR

SUPER HALIS TRI BUDIARTI

SUPRIYATIK VIA MONICHA

SUSISUSANTI ANDREY GURNING

HARPIN

DOSEN : RIZKA ANNISA SKM, M.Kes

PROGRAM STUDI KESEHATAN MASYARAKAT PROGRAM SARJANA

FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT

INSTITUT KESEHATAN DELI HUSADA DELI TUA

TAHUN 2018

1
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan rahmat-Nya
penyusun dapat menyelesaikan makalah ini disertai pula dengan kerja keras dalam
aspek pencarian bahan yang penyusun jadwalkan dengan kesenangan dan
semangat.

Tak lupa penyusun mengucapkan terima kasih kepada segala pihak yang
telah membantu serta mendukung penuh dalam persiapan makalah ini dosen
pembimbing.

Makalah ini penyusun ajukan atas tugas yang tentunya akan penyusun
pertanggung jawabkan dalam bentuk makalah, sebagai salah satu proses belajar
mengajar yang aktif, karena ini penyusun harapkan dalam makalah ini banyak
bermanfaat bagi penyusun dan pihak pembaca.Sesuai dengan judul makalah yang
penyusun selesaikan GANGGUAN SALURAN PERNAFASAN AKIBAT
LIMBAH GAS

Ini bertujuan untuk menambah pengetahuan para pembaca, terutama


Mahasiswa/I Institut Deli Husada program kesehatan masyarakat tentang
GANGGUAN SALURAN PERNAFASAN AKIBAT LIMBAH GAS

Dalam pembuatan makalah ini, penyusun mengharapkan kritik dan saran


yang membangun demi kesempurnaan makalah ini. Sekian dan terima kasih.

Delitua, 7 Oktober 2018

Penyusun:

2
DAFTAR ISI

halaman
KATA
PENGANTAR .................................................................................................
......................................................................................................................... i
DAFTAR
ISI .....................................................................................................................
........................................................................................................................ ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1. LATAR
BELAKANG ....................................................................................................
........................................................................................................................ 4
1.2. Rumusan
Masalah ............................................................................................................
........................................................................................................................ 5

1.3. Tujuan.......................................................................................................
........................................................................................................................ 6
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Definisi Limbah
Gas ...................................................................................................................
........................................................................................................................ 7
2.2 Definisi sistem
pernafasan ........................................................................................................
........................................................................................................................ 7
2.3.Dampak pencemaran limbah
Gas ...................................................................................................................
........................................................................................................................ 9

3
2.4 Faktor Penyebab Gangguan sistem pernafasan
..........................................................................................................................
........................................................................................................................ 9
BAB III PENUTUP
A. KESIMPULAN ....................................................................................
.......................................................................................................... 12

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Dalam tubuh manusia terdapat banyak organ-organ dimana organ-organ


tersebut membentuk suatu sistem yang mengatur fungsi-fungsi tertentu, seperti
sistem pencernaan, sistem endokrin, sistem sirkulasi, sistem pernapasan, dan sitem
lainnya. Sistem pernapasan merupakan salah satu sistem yang terpenting, karena
bernapas merupakan suatu tanda bahwa makhluk hidup tersebut hidup. Dengan

4
bernapas, tubuh manusia akan menghasilkan energi yang digunakan untuk
melakukan suatu aktivitas.
Organ-organ yang termasuk dalam sistem pernapasan antara lain hidung, faring,
laring, esofagus, trakhea, bronkus, bronkeolus, dan alveolus. Apabila salah satu
organ terganggu, maka sistem pernapasannya pun akan terganggu, karena organ-
organ tersebut merupakan satu kesatuan dalam sistem pernapasan.
Banyak faktor yang dapat mengganggu sistem pernapasan pada manusia,
seperti faktor keturunan/genetik maupun faktor lingkungan. Faktor keturunan
merupakan faktor yang diturunkan dari keluarga itu sendiri, misal sepasang suami
istri melahirkan seorang anak yang memiliki penyakit asma, ternyata ayahnya
memiliki riwayat penyakit asma dan itu diturunkan kepada anaknya.
Sedangkan faktor lingkungan bisa dari mana saja, seperti lingkungan kantor,
sekolah, jalan raya, rumah, dan lain-lain. Contoh di lingkungan jalan raya, jalan
raya identik dengan banyaknya kendaran bermotor yang asap knalpotya
mengandung gas karbon monoksida dan asap tersebut jika terhirup setiap harinya
dapat menyebabkan gangguan pada paru-paru. Debu-debu yang bertebaran juga
dapat mengganggu pernapasan seseorang, khususnya bagi orang yang mempunyai
alergi terhadap debu. Selain itu, asap rokok juga dapat menyebabkan gangguan
pernapasan, baik bagi perokok aktif maupun perokok pasif.
Kesadaran manusia akan pentingnya menjaga kesehatan tubuh mereka masih
kurang. Buktinya masih banyak masyarakat terutama kaum pria yang masih saja
merokok, meskipun sebenarnya mereka sudah tahu bahwa dampaknya bagi tubuh,
terutama pada pernapasan akan buruk, bahkan dapat menyebabkan kematian.
Departemen Kesehatan Republik Indonesia menyatakan “berdasarkan data
Riskesdas 2007, prevalensi merokok di Indonesia naik dari tahun ke tahun.
Persentase pada penduduk berumur >15 tahun adalah 35,4 persen aktif merokok
(65,3 persen laki-laki dan 5,6 persen wanita), artinya 2 diantara 3 laki-laki adalah
perokok aktif”. Anwar (detikHealth, 2016) melansir alasan kenapa orang masih tak
percaya bahwa rokok itu berbahaya, “pakar kesehatan masyarakat dari Fakultas
Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia, Profesor Hasbullah Thabrany
mengatakan ini karena masyarakat masih banyak melihat penyebab kematian

5
perokok dari penyebab terdekatnya saja seperti sakit jantung atau kanker yang
dianggap dipicu karena faktor lain”.
Kurangnya kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan bisa menjadi faktor
terbesar masyarakat menderita berbagai penyakit, termasuk gangguan pernapasan.
Masyarakat bisa memulainya dengan selalu menjaga kebersihan lingkungannya dan
memeriksakan kesehatan tubuhnya secara rutin kepada lembaga kesehatan seperti
puskesmas atau rumah sakit untuk mengetahui apakah ada penyakit atau gangguan
pada sistem pernapasannya, dengan begitu masyarakat dapat mengantisipasi
sebelum benar-benar menderita gangguan sistem pernapasan. Seperti yang
dikatakan oleh banyak orang, lebih baik mencegah daripada mengobati.
1.2 Rumusan Masalah

Atas dasar penentuan latar belakang dan identiikasi masalah, maka kami
dapat mengambil perumusan masalah sebagai berikut:
1. Apa itu limbah ?
2. Apa yang dimaksud dengan sistem pernapasan?
3. Dampak pencemaran limbah gas dari industri dan rumah tangga?
4. Apa saja faktor-faktor yang dapat menyebabkan gangguan pada sistem
pernapasan manusia?

1.3 Tujuan
1. Untuk mengetahui tentang limbah dan limbah gas
2. Untuk mengetahui gangguan pada sistem pernapasan manusia.
3. Untuk mengetahui faktor-faktor yang dapat menyebabkan gangguan pada
sistem pernapasan manusia.
4. Untuk mengetahui dampak limbah gas

6
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Defenisi limbah Gas

Limbah adalah segala hasil buangan dari proses produksi baik industri
maupun rumah tangga.
Limbah gas adalah salah satu penyebab terjadinya pencemaran udara. Hal
ini disebabkan karena limbah gas mengandung zat partikulat yang berbentuk asap,

7
nitrogen, karbon monoksida, hidrokarbon, sulfur dioksida yang dilepaskan ke
udara. Udara merupakan sarana pencemaran dari limbah gas ini. Limbah gas
biasanya berasal dari industri pabrik yang memiliki cerobong besar untuk
mengalirkan sisa pembuangan produksi dalam bentuk gas. Selain itu, asap yang
keluar dari knalpot kendaraan bermotor juga dapat disebut sebagai limbah gas.

2.2 Defenisi sistem pernafasan


“Sistem pernapasan atau sistem respirasi adalah sistem organ yang
digunakan untuk pertukaran gas” (Wikipedia, 2016). Rab (2010:29)
menyatakan bahwa fungsi pernapasan dapat dibagi menjadi 2, yaitu pertukaran
gas dan pengaturan keseimbangan asam basa. Menurut Sloane (dalam
Widyastuti, 1994:266) memberikan penjelasan tentang fungsi pernapasan
sebagai berikut.
Fungsi pernapasan adalah untuk mengambil oksigen (O2) dari atmosfer
ke dalam sel-sel tubuh dan untuk mentranspor karbon dioksida (CO2)
yang dihasilkan sel-sel tubuh kembali ke atmosfer. Organ-organ
respiratorik juga berfungsi dalam produksi wicara dan berperan dalam
keseimbangan asam basa, pertahanan tubuh melawan benda asing, dan
pengaturan hormonal tekanan darah.
Manurung, Suratun, Krisanty, dan Ekarini (2009:13) meyebutkan
bahwa sistem pernapasan bagian atas terdiri dari hidung, faring, laring, dan
trakhea. Sedangkan untuk sistem pernapasan bagian bawah, menurut
Marunung, Suratun, Krisanty, dan Ekarini (2009:21) terdiri dari bronkhus,
bronkhiolus, dan alveolus.
Macam pernapasan menurut Putri (2009) dibagi menjadi 2 jenis, yaitu
pernapasan dada dan pernapasan perut.
a. Pernapasan dada

8
Pernapasan dada adalah pernapasan yang melibatkan otot antartulang rusuk.
Mekanismenya dapat dibedakan sebagai berikut.
1. Fase inspirasi. Fase ini berupa berkontraksinya otot antartulang rusuk
sehingga rongga dada membesar, akibatnya tekanan dalam rongga dada
menjadi lebih kecil daripada tekanan di luar sehingga udara luar yang
kaya oksigen masuk.
2. Fase ekspirasi. Fase ini merupakan fase relaksasi atau kembalinya otot
antara tulang rusuk ke posisi semula yang dikuti oleh turunnya tulang
rusuk sehingga rongga dada menjadi kecil. Sebagai akibatnya, tekanan di
dalam rongga dada menjadi lebih besar daripada tekanan luar, sehingga
udara dalam rongga dada yang kaya karbon dioksida keluar.
b. Pernapasan Perut

Pernapasan perut adalah pernapasan yang melibatkan otot diafragma.


Mekanismenya dapat dibedakan sebagai berikut.
1. Fase inspirasi. Fase ini berupa berkontraksinya otot diafragma sehingga
rongga dada membesar, akibatnya tekanan dalam rongga dada menjadi
lebih kecil daripada tekanan di luar sehingga udara luar yang kaya
oksigen masuk.
2. Fase ekspirasi. Fase ini merupakan fase relaksasi atau kembalinya otot
diaframa ke posisi semula yang dikuti oleh turunnya tulang rusuk
sehingga rongga dada menjadi kecil. Sebagai akibatnya, tekanan di
dalam rongga dada menjadi lebih besar daripada tekanan luar, sehingga
udara dalam rongga dada yang kaya karbon dioksida keluar.

2.3 Dampak Pencemaran Limbah Gas Dari Industri Dan Rumah Tangga

9
Limbah juga dapat berasal dari gas tertentu yang dihasilkan dari sebuah proses
produksi, jika gas tersebut memiliki tingkat konsentrasi yang melebihi ambang
batasnya di udara maka dapat menimbulkan berbagai gangguan. Suatu contoh
timbulnya pencemaran dari Gas buang kendaran bermotor, peledak, maupun
industri pupuk, pembakaran yang dilakukan dari aktibitas ini menghasilkan gas
Nitrogen Oksida (N2O), bila kandungannya dalam udara melebihi batas normal
dapat menggangu dan melemahkan sistem beserta saluran pernapasan sehingga
dampak terburuknya dapat membuat paru – paru mudah terserang infeksi. Dampak
lain dari berbagai limbah gas yang dihasilkan oleh industri maupun rumah tangga
diantaranya :

 Gas Sulfur Dioksida (SO2) yang bersumber dari pembakaran dari batu bara atau
bahan bakar minyak yang mengandung Sulfur. Dampak-nya dapat Menimbulkan
efek iritasi pada saluran nafas sehingga menimbulkan gejala batuk dan sesak
nafas.
 Gas Amoniak (NH3) yang bersumber dari proses Industri. Dampak-nya
menimbulkan bau yang tidak sedap/menyengat, merusak sistem pernapasan,
bronchitis, merusak indera penciuman.
 Gas Karbon Dioksida (CO2), Karbon Monoksida (CO) dan Hidrokarbon yang
bersumber dari proses pembakaran yang menghasilkan asap tebal / banyak asap.
Dampak-nya menimbulkan efek sistematik, karena meracuni tubuh dengan cara
pengikat melalui hemoglobin yang amat vital bagi oksigenasi jaringan tubuh
akaibatnya apabila otak kekurangan oksigen dapat menimbulkan kematian,
dalam jumlah kecil dampak-nya dapat menimbulkan gangguan berfikir, gerakan
otot, gangguan jantung.

2.4 Faktor-Faktor Yang Dapat Menyebabkan Gangguan Pada Sistem


Pernapasan Manusia

Marunung, Suratun, Krisanty, dan Ekarini (2009:71—83) menjelaskan tentang


penyebab suatu penyakit/gangguan saluran pernapasan atas sebagai berikut :
a. Faringitis

10
Faringitis disebabkan oleh streptokokus hemolitik, stafilokokus, bakteri, dan
virus.
b. Laringitis
Etiologi laringitis antara lain : virus, bakteri, perluasan infeksi rhinitis.
Selain itu, laringitis dapat juga disebabkan oleh:
- Suhu udara yang dingin
- Perubahan temperatur tiba-tiba.
- Pemajanan terhadap debu.
- Bahan kimia
- Asap/uap
- Penggunaan pita suara berlebihan
- Merokok berlebihan
c. Sinusitis
Etiologi sinusitis antara lain : streptokokus pneumoniae, stapilokokus
aureus, haemofilus influenza, infeksi gigi, dan komplikasi rhinitis.
d. Rinitis
Etiologi rinitis :
 Infeksi saluran pernapasan atas
 Penggunaan dekongestan secara terus menerus, oral kontrasepso, kokain,
dan anti hipertensi.
 Benda asing yang masuk ke dalam hidung.
 Deformitas struktural
 Neoplasma dan massa
e. Tonsilitis dan Abses Peritonsilar
Etiologi tonsilitis : tonsilitis disebabkan oleh streptokokus grup A.
Etiologi abses peritonsilar : terjadi setelah infeksi tonsilitis.
Marunung, Suratun, Krisanty, dan Ekarini (2009:94—138) menjelaskan
tentang penyebab suatu penyakit/gangguan saluran pernapasan atas sebagai
berikut :
a. Pneumonia
Penyebab pneumonia adalah bakteri, virus, mikroplasma, jamur, dan
protozoa.

11
b. Tuberkulosis Paru (TBC)
TB Paru disebabkan oleh mycobacterium tuberculosis, sejenis kuman
berbentuk batang. Kuman terdiri dari asam lemak, sehingga kuman lebih
tahan asam dan tahan terhadap gangguan kimia dan fisis.
c. Bronkitis
Terdapat 3 faktor utama yang mempengaruhi timbulnya bronkitis, yaitu:
rokok, infeksi, dan polusi. Selain itu terdapat pula hubungannya dengan
faktor keturunan dan status sosial.
d. Abses Paru
Timbulnya abses paru sering disebabkan oleh radang paru-paru akibat
nekrosi bakteri, seperti kuman stapilokokus aureus dan klebsiela
oneumoniae. Bakteri juga dapat timbul sebagai hasil pembususkan emboli.

BAB III

PENUTUP

A. KESIMPULAN

Limbah gas adalah salah satu penyebab terjadinya pencemaran udara. Hal ini
disebabkan karena limbah gas mengandung zat partikulat yang berbentuk asap,
nitrogen, karbon monoksida, hidrokarbon, sulfur dioksida yang dilepaskan ke
udara. Udara merupakan sarana pencemaran dari limbah gas ini. Limbah gas

12
biasanya berasal dari industri pabrik yang memiliki cerobong besar untuk
mengalirkan sisa pembuangan produksi dalam bentuk gas. Selain itu, asap yang
keluar dari knalpot kendaraan bermotor juga dapat disebut sebagai limbah gas.
faktor-faktor yang dapat menyebabkan gangguan pada sistem pernapasan
manusia
 Faringitis
 Laringitis
 Sinusitis
 Rinitis
 Tonsilitis dan Abses Peritonsilar
 Pneumonia
 Tuberkulosis Paru (TBC)
 Bronkitis
 Abses Paru

13
14