Anda di halaman 1dari 19

CRITICAL BOOK REPORT

PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK

OLEH :

JONIPAR MANATAP MUNTHE


5183331006

JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO

FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

2018
KATA PENGANTAR

Pertama-tama saya mengucapkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, sebab telah
memberikan rahmat dan karuniaNya serta kesehatan kepada saya,
sehingga mampu menyelesaikantugas “CRITICAL BOOK REVIEW”. Tugas ini di
buat untuk memenuhi salah satu mata kuliahSaya yaitu “PERKEMBANGAN PESERTA
DIDIK”.
Tugas critical book
report ini disusun dengan harapan dapat menambah pengetahuan danwawasan kita semua khusun
ya dalam hal perkembangan psikolgi peserta didik.Saya menyadaribahwa tugas critical book
report ini masih jauh dari kesempurnaan,Apabila dalam tugas ini terdapatbanyak kekurangan dan
kesalahan, Saya mohon maaf karena sesungguhnya pengetahuan dan pemahaman saya masih
terbatas,karena keterbatasan ilmu dan pemahaman saya yang belum
seberapa.Karena itu saya sangat menantikan saran dan kritik dari pembaca yang
sifatnyamembangun guna menyempurnakan tugas ini. Saya berharap semoga tugas critical book
report inidapat bermanfaat bagi pembaca dan bagi Saya khususnya,Atas perhatiannya Saya meng
ucapkan terimakasih.
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ....................................................................................................................1

DAFTAR ISI...................................................................................................................................4

BAB I PENDAHULUAN ...............................................................................................................1

1.1Latar Belakang .......................................................................................................................5

1.2 Tujuan .................................................................................................................................6

1.3 Manfaat ...........................................................................................................................6

BAB II PEMBAHASAN ................................................................................................................1

2.1 Identitas Buku .......................................................................................................................5

2.2 Ringkasan Isi Buku.............................................................................................................6

2.3 Penilaian Terhadap Buku ..............................................................................................6

BAB III PENUTUP ........................................................................................................................1

3.1 Saran ..............................................................................................................................6

DAFTAR PUSTAKA .....................................................................................................................1


BAB IPENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Peserta didik adalah makhluk sosial. Sebagai makhluk sosial, ia membutuhkan orang lain
untuk dapat tumbuh dan berkembang menjadi manusia yang utuh. Dalam perkembangannya,
pendapat dan sikap peserta didik dapat berubah karena interaksi dan saling berpengaruh antar
sesama peserta didik, maupun dengan proses sosialisasi. Dengan mempelajari perkembangan
hubungan sosial diharapkan dapat memahami pengertian dan proses sosialisasi peserta didik.
Perkembangan adalah salah satu proses yang harus dialami oleh setiap peserta didik baik
dalam naungan lembaga formal maupun non-formal. Tanpa sebuah perkembangan dari peserta
didik, maka perkembangan suatu Negara tidak akan pernah berjalan dengan lancar. Untuk itu,
sebagai tenaga pendidik harus mengetahui konsep – konsep dan prinsip – prinsip dasar dari
perkembangan belajar peserta didik untuk memudahkan proses belajar mengajar.Aspek– aspek
perkembangan individu meliputi fisik, intelektual, sosial, emosi, bahasa, moral dan agama.
Perkembangan fisik meliputi pertumbuhan sebelum lahir dan pertumbuhan setelah lahir.
Intelektual (kecerdasan) atau daya pikir merupakan kemampuan untuk beradaptasi secara berhasil
dengan situas baru atau lingkungan pada umumnya. Sosial, setiap individu selalu berinteraksi
dengan lingkungan dan selalu memerlukan manusia lainnya. Emosi merupakan perasaan tertentu
yang menyertai setiap keadaan atau perilaku individu. Bahasa merupakan kemampuan untuk
berkomunikasi dengan yang lain. Moralitas merupakan kemauan untuk menerima dan melakukan
peraturan, nilai-nilai atau prinsip-prinsip moral. Agama merupakan kepercayaan yang dianut oleh
individu.

1.2 .Tujuan
1.Menambah Wawasan Pembaca mengenai arti pentingnya memahami Perkembangan Psikologi
Manusia.
2.Meningkatkan Motivasi Pembaca Dalam Mengenal Lebih Jauh Apakah Perkembangan Itu.
3.Menguatkan Pemahaman Pembaca Mengenai Betapa Pentingnya Mempelajari Perkembangan
Psikologi Sejak Dini.
1.3.Manfaat

A.Bagi Penulis
1. Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Perkembangan Peserta Didik
2. Melatih Kemampuan Penulis Dalam Mengkritisi Suatu Buku.
3. Menumbuhkan Pola Pikir Kreatif Dalam Membandingkan Buku Yang Satu Dengan
lain.
B. Bagi Pembaca :
1.Untuk Menambah Pengetahuan Dan Wawasan Mengenai Perkembangan Psikologi
Dalam Kaitannya Dengan Kehidupan Sehari-Hari.
1.4 Identitas Buku
Buku Utama (buku satu)
1.Judul buku : PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK
2.Edisi : Pertama(I)
3.Penulis : Prof. Dr. H. Sunarto dan dra. Ny. B. Agung hartono
4.Penerbit : Rineka Cipta
5.Kota terbit : Jakarta
6.Tahun Terbit : 2002
7.ISBN : 979-518-826-7

Buku Pembanding (buku kedua)

1.Judul buku : PSIKOLOGI PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK


2.Edisi : Pertama (I)
3.Penulis : Dra. Desmita, M.Si
4.Penerbit : PT Remaja Rosdakarya
5.Tahun terbit : 2010
6.Kota Terbit : Bandung
7.ISBN : 979-692-950-3

BAB II
RINGKASAN ISI BUKU

2.1 Ringkasan Buku Utama: Perkembangan Peserta Didik


Penulis: Prof. Dr. H. Sunarto dan dra. Ny. B. Agung hartono

KARAKTERISTIK DAN PERKEMBANGAN INDIVIDU


Individu adalah manusia yang berkedudukan sebagai pribadi utuh, pilah, tunggal, dan khas.
Manusia terus menerus mengalami pertumbuhan fisik dan perkembangan psikis. Pertumbuhan
perkembangan tersebut dialami semenjak manusia masih dalam kandungan.
Kelahiran merupakan satu fase pertumbuhan fisik secara lengkap, yang ditandai setiap
organ atau bagian tubuh telah mampu berfungsi. Pertumbuhan fisik lebih lanjut berlangsung sejak
bayi lahir, dan masing0asing organ mencapai tingkat kematangan dan mampu menjalankan
fungsinya dengan baik. Kematangan pertumbuhan fisik yang ditandai oleh berfungsinya masing-
masing organ, berpengaruh terhadap perkembangan non fisik, seperti berfikir, bahasa, sosial,
emosi, dan pengelaman terhadap nilai, norma dan moral.
PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN REMAJA
Pertumbuhan fisik di pengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain faktor nutrisi yang telah
terasa sejak bayi belum lahir dan sesudah lahir, faktor perawatan yang menyangkut perawatan fisik
maupun psikis seperti kasih sayang atau cinta kasih.Perkembangan merupakan proses perubahan
dalam pertumbuhan pada suatu waktu sebagai fungsi kematangan dan interaksi dengan
lingkungannya. Dengan kata lain perkembangan merupakan perubahan fungsional yang
dipengaruhi oleh pencapaian tungkat kematangan fisik.
Hukum pertumbuhan antara lain adalah hukum ceppholocoudal yang artinya pertumbuhan
fisik dimulai dari kepala ke arah kaki dan hukumProximodistal yang artinya pertumbuhan
fisikberpusat pada sumbu dan mengarah ke tepi.Hukum perkembangan menyatakan bahwa
perkembanagan ke maupuan sosio-psikologi berawal dari hal-hal yang umum menuju ke hal-hal
yang khusus.
PERTUMBUHAN FISIK
Pertumbuhan fisik adalah perubahan-perubahan fisik yang terjadi dan merupakan gejala
primer dalam pertumbuhan remaja. Pertumbuhan fisik remaja ditandai oleh 1).perubahan ukuran
tubuh, yang selama masa remaja pertumbuhan tinggi badan bertambah 25 persen dan berat badan
bertambah sekitar 200 persen atau dua kali lipat; 2).proporsi tubuh yang kurang proporsional;
3).ciri kelamin utama, yaitu kematangan fungsi alat kelamin utama pada wanita mengalami
menstruasi pertama dan pada laki-laki mengalami “mimpi pertama”; dan 4). Ciri kelamin kedua
seperti oinggul melebar dan mencuatnya puting pada susu pada wanita dan tumbuhnya kumis dan
jenggot serta bulu disekitar kelamin, dan membesarnya jakun pada laki-laki.
PERKEMBANGAN INTELEK, SOSIAL, DAN BAHASA
Intelek adalah kecakapan mental, yang menggambarkan kemampuan
berfikir, Kemampuan berfikir terhadap tingkah laku. Seseorang yang berkemampuan berfikir
tinggi akan cekatan dan cepat dalam bertindak, terutama dalam menghadapi masalah. Hal ini akan
berakibat pada pembentukan sikap mandiri. Sebaiknya seseorang yang berkemampuan berfikir
kurang akan lebih bersifat tergantung.
Perkembangan sosial adalah berkembangnya tingkat hubungan antar manusia sehubungan
dengan meningktanya kebutuhan hidup manusia. Perhatian remaja mulai tertuju pada pergaulan di
dalam masyarakat dan ia (mereka) membentuk pemhaman tentang norma kehidupan yang
kompleks. Pergaulan remaja banyak di wujudkan dalam bentuk kehidupan kelompok terutama
kelompok sebaya dan sejenis. Perkembangan sosial anak reamaja dipengaruhi oleh beberapa
faktor, yakni: kondisi keluarga, kematangan anak, status sosial ekonomi keluarga, pendidikan, dan
kapasitas mental terutama intelek dan emosi.

PERKEMBANGAN EFEKTIF
Emosi adalah wahana efektif yang kuat dan di tandai oleh perubahan-perubahan fisik. Pola
emosi remaja sama dengan pola emosi masa kanak-kanak. Jenis emosi yang secara normal dialami
antara lain: cinta, gembira, marah, takut, cemas, dan sedih. Perbedaannya terletak pada rangsangan
yang membangkitkan emosi dan derajatnya, serta pengendalian remaja terhadap ungkapan emosi
mereka. Beihler membedakan ciri-ciri perkembangan emosi remaja dalam rentang waktu usia 12-
15 tahun dan 15-18 tahun.
PENYESUAIAN DIRI REMAJA
Manusia tidak dilahirkan dalam keadaan telah mampu menyesuaikan diri, maka
penyesuain diri terhadap lingkungan hidup, pertumbuhan dan perkembangan memerlukan proses
yang cukup unik. Penyesuaian diri dapat diartikan adaptasi, konformitas, penguasaan, dan
kematangan emosional. Proses penyesuaian diri tertuju pada pencapaian keharmonisan antara
konflik internal dan eksternal anak sering menimbulkan konflik, tekanan, frustasi, dan berbagai
macam prilaku untuk membebaskan diri dari ketegangan.

2.2 Ringkasan Buku Pembanding:Psikologi Perkembangan Peserta Didik


Penulis: Dra.Desmita,M.Si.

MAKNA PSIKOLOGI PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK


Buku ini menyajikan makna psikologi perkembangan peserta didik dengan memeberikan
pengertian, tujuan dan manfaat psikologi perkembangan peserta didik. Adapun pengertian
psikologi perkembangan peserta didik adalah bidang kajian psikologi perkembangan yang secara
khusus mempelajari aspek – aspek perkembangan individu yang berada pada tahap usia sekolah
dasar dan menengah dengan salah satu tujuannya adalah memberikan, mengukur dan menerangkan
perubahan dalam tingkah laku serta kemampuan yang sedang berkembang sesuai dengan tingkat
usia dan yang mempunyai ciri – ciri universal, dalam artian yang berlaku bagi anak anak dimana
saja dan dalam lingkungan sosial-budaya mana saja.

KONSEP DASAR PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK


Pada bab ini kita akan lebih jauh membahas beberapa konsep dasar perkembagan peserta
didik. Didalam perkembangan peserta didik, terdapat beberapa konsep dasar perkembangan
peserta didik antara lain hakikat perkembangan yang meliputi beberapa aspek antara lain
perkembangan. Perkembangan tidak terbatas kepada pengertian pertumbuhan yang semakin
membesar. Melainkan didalamnya juga terkandung serangkaian perubahan yang berlangsung
secara terus menerus dan bersifat tetap dari fungsi fungsi jasmaniah dan rohaniah, yang dimiliki
individu menuju ke tahap kematangan melalui pertumbuhan pemasakan dan belajar.
VARIASI INDIVIDUAL PESERTA DIDIK
Setelah memamahami konsep dasar perkembangan peserta didik maka dijabarkan pula
masalah variasi variasi individual peserta didik. Dalam pemahamannya, untuk mengetahu variasi
variasi yang menjadi cirri dari masing masing individu diberikan pemaham dulu mengenai
pengertian dari peserta didik itu sendiri. Peserta didik adalah anggota masyarakat yang berusaha
mengembangkan dirinya melalui proses pendidikan pada jalur jenjang dan jenis pendidikan
tertentu.

KEBUTUHAN PESERTA DIDIK


Pada bab ini kita akan membahas mengenai kebutuhan peserta didik.Kebutuhan dasar
manusia akan membawa motivasi untuk manusia mememnuhi kebutuhan dirinya. Motivasi
tersebut menurut Maslow dibedakan menjadi 2 kategori yaitu motif kekurangan (deficit motive)
dan motif untuk pertumbuhan (metaneeds). Kebutuhan - kebutuhan manusia itu juga mendasari
kebutuhan peserta didik dan implikasinya terhadap pendidikan diantaranya kebutuhan jasmaniah,
rasa aman, kasih saying, penghargaan, rasa bebas, dimana rasa sukses. Dari kebutuhan - kebutuhan
peserta didik tersebut, pendidik atau guru wajib memperhatikan kesemuanya dikarenakan
pengamatan hal tersebut akan menunjang pembelajaran disekolah.

PERKEMBANGAN FISIK PESERTA


Pada bab ini kita membahas perkembangan fisik peserta. Perkembangan fisik peserta didik
memiliki beberapa karakteristik antara lain perbedaan keadaan berat dan tinggi badan anak
usia sekolah dengan yang mempengaruhi perlakuan guru terhadap mereka. Masa pubertas yaitu
tahap dimana anak menuju masa kedewesaan pada usia 10-14 tahun juga membuat karakter
tersendiri yaitu ditandai dengan berbagai gejolak psikologis dan psikis. Masa pubertas ini patut
diwaspadai karena berpengaruh besar pada perkembangan tubuh.
Perubahan fisik, proporsi tubuh serta kematangan seksual berdampak pada perkembangan
fisik yang berpengaruh kepada psikologis peserta didk. Ditambah dengan perkembangan motorik
anak usia sekolah yang cenderung cepat sehingga bepengaruh terhadap karakter peserta didik.
Peserta didik pada usia sekolah berada didalam masa pubertas yaitu tahapan menuju tingkat
kedewasaan. Pada masa ini peserta didik akan dibimbing dan ditempa dengan berbagai
pengalaman untuk membentuk individu dengan tingkat perkembangan fisik dan perkembangan
mental yang cukup untuk dikatakan dewasa.

PERKEMBANGAN KOGNITIF PESERTA DIDIK


Menjelaskan tentang perkembangan kognitif peserta didik. Perkembangan kognitif adalah
kemampuan anak untuk berpikir lebih kompleks serta kemampuan memecahkan masalah.

Ide ide tersebut berkembang dengan beberapa tahapan dimulai dari sensorimotor, pra-
operasional, konkret-operasional dan operasional formal. Ke empat tahapan tersebut akan
membentuk karakter siswa yang berbeda satu dengan yang lain disesuaikan dengan usia peserta
didik.

PERKEMBANGAN PROSES KOGNITIF


Pada bab ini kita akan membahas proses perkembangan kognitif peserta didik berdasarkan
berbagai persepsi dan mekanisme nya. Dengan implikasi terhadap pendidikan adalah peserta didik
harus mampu memiliki dan mengembangkan kemampuan metakognisi dan strategi kognisi dengan
guru berperan dalam mengembangkan hal tersebut dengan langkah – langkah :
1.Guru harus mengajarkan dan menganjurkan peserta didik untuk menggunakan stratgei belajar
yang sesuai
2.Memberikan pelatihan tentang strategi belajar, kapan, dan bagaimana menggunakan strategi
3.Identifikasi situasi dimana suatu strategi mungkin dapat dilakukan
4.Menunjukkan strategi belajar yang paling efektif

PERKEMBANGAN KETERAMPILAN KOGNITIF


Pada bab ini kita akan membahas perkembangan keterampilan kognitif meliputi
kemampuan metakognitif yang diartikan sebagai proses kognisi atau, pengetahuan tentang pikiran
dan cara kerjanya. Dalam keterampilan kognitif terdapat strategi kognitif yang merupakan
kecakapan penting yang harus dimiliki peserta didik. Strategi kognitif adalah kemampuan internal
yang terorgnaisasi yang dapat membantu siswa dalam proses belajar, proses berpikir, memecahkan
masalah dan mengambil keputusan.
Pemikiran kritis siswa juga mulai tumbuh di masa sekolah dengan mulai berpikir logis,
reflektif dan produktif yang diaplikasikan dalam situasi tertentu. Karakteristik dari pikiran kritis
ini adalah kemampuan untuk menarik kesimpulan, kemampuan untuk mengidentifikasi asumsi,
kemampuan berpikir secara deduktif , kemampuan untuk membuat interpretasi yang logis, dan
kemampuan untuk mengevaluasi mana argumentasi yang kuat fan tidak. Kemampuan ini berperan
sangat penting dalam pendidikan dimana disinilah diasah kemampuan menganalisa suatu
problematika sesuai dengan pandangan hidupnya.
PERKEMBANGAN KONSEP DIRI
Pada bab ini kita akan membahas tentang perkembangan konsep diri yang diartikan sebagai
suatu pemahaman mengenai diri atau ide tentang diri sendiri. Perbedaan konsep diri dan harga diri
adalah evaluasi individu terhadap dirinya sendiri secara positif dan negative. Dalam konsep diri
terdapat beberapa dimensi antara lain harapan, pengetahuan dan penilaian yang berpengaruh nanti
dengan perilaku, prastasi belajar,
Karakteristik konsep diri dibedakan menjadi beberapa karakter sesuai dengan usia antara
lain karakter konsep diri anak usia sekolah, karakteristik konsep diri remaja, yang harus diingat
oleh guru adalah impilkasi konsep diri terhadap pendidikan yaitu dengan memberikan ruang yang
sebesar besarnya kepada siswa untuk mengembangkan konsep dirinya serta mempu mendorong
dan membantu siswa menemukan realitas konsep diri yang sebenarnya.

PERKEMBANGAN KEMANDIRIAN DAN PENYESEUAIAN PESERTA DIDIK


Pada bab ini kita akan membahas mengenai perkembangan kemandirian dan penyesuaian
peserta didik. Perkembangan kemandirian merupakan masalah penting sepanjang rentang
kehidupan manusia. Pengembangan kemandirian sangat dipengaruhi oleh perubahan fisik yang
pada gilirannya dapat memicu terjadinya perubahan emosional, perubahan kognitif yang dapat
memberikan pemikiran logis tentang cara berpikir yang mendasari tingkah laku, serta perubahan
nilai dalam peran sosial melalui pengasuhan orang tua dan aktivitas individu.
Secara spesifik, masalah kemandirian menutnut suatu kesiapan individu baik kesiapan
fisik, maupun emosional untuk mengatur, mengurus dan melakukan aktivitas atas tanggung
jawabnya sendiri tanpa menggantungkan diri terhadap orang tua.Kemandirian muncul dan
berfungsi ketika peserta didik menemukan diri pada posisi yang menuntut suatu tingkat
kepercayaan diri. Menurut Steinberg (1993), kemandirian berbeda dengan tidak tergantung, karena
tidak tergantung merupakan bagian dari kemandirian.

PERKEMBANGAN TINGKAH LAKU PROSOSIAL PESERTA DIDIK

Pada bab ini kita akan membahas perkembangan tingkah aku prososial peserta didik dari
berbagai sumber tingkah laku tersebut datang,baik inernal maupun eksternal.
Perkembangan tingkah laku prososial peserta didik ini dapat terjadi karena beberapa
faktor,seperti lingkungan,keluarga,teman seperjuangan dan masih banyak lagi .dan implikasinya
terhadap individualisme peserta dan lingkungan sekitarnya.
PERKEMBANGAN MORAL DAN SPRITUAL PESERTA DIDIK

Pada bab ini kita akan membahas Perkembangan Moral dan Spritual. Perkembangan moral
berkaitan dengan aturan dan konvensi mengenai apa yang seharusanya dilakukan oleh manusia
dalam berinteraksi dengan orang lain. Perkembangan moral dapat dianalisa dengan berbagai teori
psikoanalisa antara lain Teori Belajar Sosial, Teori Kognitif Piaget, dan teori Kohlberg.
Perkembangan spiritual beperan dalam sebuah perkembangan peserta didik. Dalam
psikologi kontemporer, psikologi humanistic dan psikologi trans personal mempunyai perhatian
yang mendalam terhadap spiritualitas. Termasuk dimensi dimensi spiritualitas antara lain meaning,
relationship, misteri, konsep tentang ketuhanan, pengalaman, perbuatan atau permainan dan
integrasi. Dengan dimensi tersebut terdapat karakter perkembangan spiritualits. Ada teori
perkembangan spiritual fowler, menjelaskan tentang perbedaan perkembangan spiritualitas anak
usia sekolah dengan remaja dann implikasinya terhadap pendidikan.
BAB III
PEMBAHASAN/ANALISIS

3.1 Pembahasan Isi Buku


Kedua buku yang bertemakan perkembangan peserta didik ini menurut saya sangat bagus
karena disamping materi yang padat dan cukup luas,kedua buku ini juga dilengkapi dengan materi
awal yang mengajak pembaca untuk lebih memahami kajian materi nya dengan baik sehingga
pembaca lebih mengerti maksud dari penulis yang ingin disampaikan kepada pembaca,begitu juga
dengan maksud dan tujuan dari materi yang ingin disampaikan kepada pembaca lebih terstruktur
dan mudah dimengerti sehingga pembaca lebih mudah menangkap materinya dan
mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.
Buku Perkembangan Peserta Didik karya Prof. Dr. H. Sunarto dan Dra. Ny. B.
Agung hartono materi kajian nya lebih terfokus dan terperinci,mengapa saya katakan demikian
karena kajian materinya lebih padat dan lebih sedikit terlihat dari 7 bab yang dibahas didalamnya
yang hampir keseluruhannya materinya berhubungan dengan perkembangan suatu anak mulai dari
lahir sampai dengan dewasa ditinjau dari berbagai aspek dan faktor yang mempengaruhi
perkembangannya,materi pada buku ini lebih dipersempit agar pembaca lebih mudah menangkap
maksud dan tujuan mempelajari setiap babnya.
Jika dibandingkan dengan buku Psikologi Perkembangan Peserta
Didik karyaDra.Desmita,M.Si.terdapat perbedaan yang sangat mencolok jika ditinjau dari materi
kajian yang terdapat didalam bukunya,materi pada buku ini cakupannya lebih luas dan lebih
condong atau dapat dikatakan lebih terfokus pada psikologi peserta didik,peserta didik disini
konotasinya yaitu seseorang menempuh pendidikan,baik itu pendidikan formal ataupun
nonformal.diadalam buku ini terdapat 15 bab yang keseluruhan bab nya dilengkapi dengan
pembahasan yang mengarah kepada psikologi peserta didik itu sendiri,jadi buku ini lebih
dikhususkan bagi pembaca yang ingin memahami apa arti dari memahami psikologi
perkembangan dan efeknya terhadap kehidupan sehari-hari.dari segi materi kajian buku ini juga
sangat lengkap meskipun cakupannya luas tetapi tidak ari dari kajian awal.
Tetapi pada dasarnya kedua buku ini mempunyai tujuan yang sama yaitu bagaimana
pembaca dapat mengerti dan memahami apa maksud dan tujuan dari mempelajari perkembangan
peserta didik dan implikasinya terhadap diri sendiri dan kehidupan sehari-hari.
3.2 Kelebihan Dan Kekurangan Buku

Buku Perkembangan Peserta Didik karya Prof. Dr. H. Sunarto dan Dra. Ny. B. Agung
hartono. ini sangatlah bagus,baik dari segi cover buku,layout dan ketatabahasaan yang sudah
mengikuti selera pembaca,jika ditinjau dari segi materi juga sudah sangat bagus karena pada setiap
bab nya penulis sudah memaparkan maksud dan tujuan dari membaca setiap point dari setiap
babnya dan pada setiap akhir bab penulis juga memberikan rangkuman dari keseleruhan babnya
sehingga pembaca langsung dapat mengingat kembali materi yang sudah kurang dikuasainya
mengenai perkembangan peserta didik tersebut,tetapi buku ini tidak dilengkapi dengan cara dan
praktek dari setiap bab agar tujuan dan maksud dari mempelajari bab itu dapat terealisasi,buku ini
juga tidak dilengkapi contoh soal,sebagai latihan agar pembaca dapat menguji pemahamannya
setelah membaca materi dari setiap babnya.buku perkembangan peserta didik ini juga jarang
menggunakan pendapat para ahli sebagai pendukung dalam menguatkan dasar dari setiap point
materi yang dibahas dalam buku ini.

Buku psikologi Perkembangan Peserta Didik karya Dra.Desmita,M.Si. juga sangat


bagus jika ditinjau dari segi cover,layout,dan ketatabahasaannya yang sudah mengikuti keinginan
pembaca pada masa sekarang ini,buku ini juga sangat unik dan menarik,mengapa saya mengatakan
demikian karena pada setiap babnya penulis sudah memberikan overview atau gambaran dari
mempelajari setiap point dari ke XV bab yang dibahas pada buku ini,dan pada setiap akhir bab
penulis juga memberikan rangkuman agar pembaca dapat memahami setiap point dari babnya jika
tidak ingin panjang lebar memahami materi perbabnya,tetapi sayangnya buku ini lebih terfokus
pada materi pesikologi,yaitu berkaitan dengan pola perilaku peserta didik bukan mengenai
perkembangannya disamping itu buku ini cakupan materinya sangat luas sehingga terkesan
membosankan jika pembaca ingin memahaminya dengan cepat,buku ini juga tidak dilengkapi
dengan cara dan solusi dalam mengaplikasikan materi yang ada didalam buku ini kedalam
kehidupan sehari-hari pembaca.buku ini juga tidak dilengkapi dengan soal latihan sebagai sarana
pembaca dalam menguji pemahamannyamengenai materi yang sudah dibaca sebelumnya sehingga
tidak cocok dipakai sebagai modul pembelajaran di sekolah atau perguruan tinggi.
BAB VI
PENUTUP

4.1 Kesimpulan

Dari kedua buku yang sudah saya bandingkan saya dapat menyimpulkan bahwa buku
pertama yaitu :Perkembangan Peserta Didik karya Prof. Dr. H. Sunarto dan Dra. Ny. B.
Agung hartono.kajian teorinya lebih terfokus pada perkembangan suatu anak dar lahir sampai
remaja dengan berbagai faktor yang mempengaruhinya yang dapat kita lihat dari keseluruhan
babnya yang terkesan simpel tetapi mudah dimengerti.dan buku yang kedua yang saya pakai
sebagai pembanding yaitu :Psikologi Perkembangan Peserta
Didik karya Dr.Desmita,M.Si. kajian teorinya nya lebih terfokus pada psikologi peserata didik
dengan cakupan materi yang cukup luas tetapi diterangkan secara mendetail sehingga tidak
membingungkan pembaca.
Kedua buku ini sangatlah bagus dan sangat cocok bagi seseorang yang ingin mempelajari
perkembangan psikologi secara serius,meskipun kedua buku ini memiliki perbedaan serta
kelebihan dan kekurangan yang terdapat didalamnya tetapi pada dasarnya memiliki tujuan yang
sama yaitu bagaimana seorang pembaca dapat dengan mudah mengerti dan memahami serta
mengaplikasikan setiap materi yang sudan dibacanya dalam kehidupan sehari-hari melalui kedua
buku yang bertemakan perkembangan peserta didik ini.

4.2 Saran
Kedua buku ini pada dasarnya sangat baik sebagai pnaduan memahami materi
perkembangan peserta didik,tetapi ada baiknya kedua buku ini lebih diperbanyak dibagian aspek
pendukung nya seperti tabel,diagram,dan masih banyak lagi sebagai panduan untuk memahami
dan mengaplikasikan setiap teori yang ada didalam kedua buku ini.
DAFTAR PUSTAKA

Sunarto & Hertono,Agung.2008.Perkembangan Peserta Didik.Jakarta.PT Rineka Cipta

Desmita.2009.Psikologi Perkembangan Peserta Didik.Bandung.PT Remaja Rosdakarya

Nasruddin.2014.Perkembangan Peserta Didik. http://nasrudin11.blogspot.co.id.Diakses Pada 4


Oktober 2016

Majid Hakim.2012. Psikologi Perkembangan Peserta


Didik.http://majidhakim.blogspot.co.id.Diakses Pada 4 Oktober 2016

Nopi Photohistorial.2012. Psikologi Perkembangan Peserta Didik.http://photohistoria


l.blogspot.co.id.Diakses Pada 4 Oktober 2016