Anda di halaman 1dari 43
K E M E N T E R I A N K E U A

K E M E N T E R I A N

K E U A N G A N

RAPBN 2019

K E M E N T E R I A N K E U A N

APBN untuk Mendorong Investasi dan Daya Saing melalui Pembangunan Sumber Daya Manusia

Rapat Kerja Badan Anggaran DPR RI

4 September 2018

1

1
1
1 Pokok Bahasan Kerangka Ekonomi Makro 2019 2 Postur RAPBN 2019 2

Pokok Bahasan

Kerangka Ekonomi Makro 2019

2
2

Postur RAPBN 2019

2
2
1
1
1 Kerangka Ekonomi Makro 2019 3

Kerangka Ekonomi Makro 2019

3
3

PEREKONOMIAN GLOBAL MENGALAMI PEMULIHAN SEJAK TAHUN 2017, NAMUN RISIKO TETAP TINGGI

Normalisasi kebijakan moneter yang diterapkan AS membawa risiko pada pembalikan arus modal ke AS dan penguatan dolar

Proyeksi Pertumbuhan Global (%, yoy) 7 6 5,3 5,3 5 5,1 4,9 3,9 3,9 4
Proyeksi Pertumbuhan Global (%, yoy)
7
6
5,3
5,3
5
5,1
4,9
3,9
3,9
4
3
2,4
2,2
2
1
0
2011
2012
2013
2014
2015
2016
2017
2018p
2019p
Dunia
Negara Berkembang
Negara Maju
ASEAN-5
Sumber: Data IMF Juli 2018, diolah
Negara Maju ASEAN-5 Sumber: Data IMF Juli 2018, diolah • Perekonomian global mengalami perbaikan dengan AS
• Perekonomian global mengalami perbaikan dengan AS menjadi salah satu motor utama • Perbaikan ekonomi
• Perekonomian global mengalami
perbaikan dengan AS menjadi
salah satu motor utama
• Perbaikan ekonomi AS 
normalisasi kebijakan moneter
 kenaikan imbal hasil 
pembalikan modal ke AS 
penguatan dolar AS.
• Beberapa risiko dan tantangan
Sumber: Bloomberg, diolah
Dollar Index
bagi perekonomian global ke
depan:
96
95
• Tekanan pasar keuangan akibat
normalisasi moneter AS
94
93
• Moderasi Tiongkok
92
• Proteksionisme
91
• Perang Dagang AS-Tiongkok
90
89
• Ketegangan geopolitik
88
• Perubahan iklim/cuaca ekstrim
Dec-17
Jan-18
Feb-18
Mar-18
Apr-18
May-18
Jun-18
Jul-18
Aug-18
Sumber: Bloomberg, diolah
4

KONDISI ARGENTINA DAN TURKI MENGALAMI TEKANAN

Selama tahun 2018, nilai tukar Argentina telah terdepresiasi 109,4% dan Turki 75,5%

280 262,7 Pergerakan Index Nilai Tukar 221,4 230 180 Index Nilai Tukar Januari 2016 :
280
262,7
Pergerakan Index Nilai Tukar
221,4
230
180
Index Nilai Tukar
Januari 2016 : 100
Argentina
Turkey
130
Indonesia
105,9
80
Jan-16
Apr-16
Jul-16
Oct-16
Jan-17
Apr-17
Jul-17
Oct-17
Jan-18
Apr-18
Jul-18

ARGENTINA

Pengelolaan inflasi yang kurang prudent menyebabkan Inflasi meningkat secara tajam di Argentina dan memicu tekanan lebih dalam kepada perekonomian. Kenaikan inflasi salah satunya dikarenakan upaya mencetak uang dari Pemerintah Argentina untuk membiayai defisit anggaran

Sebagian besar belanja pemerintah Argentina dihabiskan untuk Subsidi

Kenaikan suku bunga acuan 20 bps ke 60% dari 45% dengan tujuan mengendalikan inflasi sebesar 25% dan depresiasi Peso.

Kondisi iklim (kemarau) telah mempengaruhi sektor pertanian yang menjadi sektor utama Argentina

Telah meminta bantuan kepada IMF sejumlah 50 Billion. Namun hal ini akan

diikuti dengan permintaan pengetatan anggaran (Austerity Measures).

TURKI

Kondisi politik dan perdagangan memberikan tekanan pada perekonomian Turki.

Tekanan perdagangan antara lain karena penerapan tarif tambahan untuk

ekspor turki ke AS (Steel & Aluminium)

Adanya potensi penurunan kepercayaan independensi Bank Sentral Turki.

Terdapat potensi Turki akan melakukan Capital Control untuk mengatasi tekanan Nilai Tukar nya karena tidak mau menerima bantuan IMF

50

Inflation

 

45

40

35

31,0

30

Argentina
Argentina
 

25

20

15,9

15

Turkey
Turkey
 

10

5

Indonesia

Indonesia 3,2

3,2

0

Jan-16

Jul-16

Jan-17

Jul-17

Jan-18

Jul-18

140

Consumer Confidence

 

120

Indonesia
Indonesia

100

80

60

Turkey

Turkey

40

Argentina

Argentina

20

0

Jan-16

Jul-16

Jan-17

Jul-17

Jan-18

Jul-18

124,8

68,3

36,3

35 Interest rate 30 Argentina : 29,3 Interest Rate for 30D Deposit 25 20 17,8
35
Interest rate
30
Argentina :
29,3
Interest Rate for 30D Deposit
25
20
17,8
15
10
Turkey : 1W Repo
5,5
5
Indonesia : 7 Days Repo
0
Apr-16
Sep-16
Feb-17
Jul-17
Dec-17
May-18
140,0
Foreign Reserve
118,3
120,0
Indonesia
100,0
Turkey
79,1
80,0
60,0
Argentina
54,7
40,0
20,0
-
Jan-16
Jul-16
Jan-17
Jul-17
Jan-18
Jul-18

Kondisi yang terjadi di Argentina dan Turki tidak berpengaruh secara langsung kepada Indonesia karena tingkat hubungan bilateral (perdagangan) relatif kecil. Namun, kondisi tekanan pada Argentina dan Turki dapat mempengaruhi persepsi risiko pada investor tehadap negara berkembang (emerging market). Sehingga, Indonesia perlu terus memperhatikan kondisi pergerakan aliran modal.

Kementerian Keuangan

5

PERTUMBUHAN PDB TAHUN 2019 DIPERKIRAKAN MENCAPAI 5,3 PERSEN

Masih tingginya risiko ketidakpastian di 2019 mendorong pemerintah melakukan penguatan fundamental dan stabilisasi ekonomi

untuk memberikan landasan yang kuat bagi pertumbuhan ekonomi ke depan

Pertumbuhan

Pertumbuhan Konsumsi RT & LNPRT Konsumsi Pemerintah PMTB Ekspor Impor PDB 2017 5 , 0 2

Konsumsi RT & LNPRT

Konsumsi Pemerintah

PMTB

Ekspor

Impor

PDB

2017

& LNPRT Konsumsi Pemerintah PMTB Ekspor Impor PDB 2017 5 , 0 2 , 1 6,2

5,0

2,1

6,2

9,1

8,1

5,1

2018

Outlook

5,1

4,2

6,9

7,2

11,5

5,2

APBN

2019

5,1

5,4

7,0

6,3

7,1

5,3

Perkiraan Oleh Berbagai Institusi (%) Institusi 2018 2019 World Bank (Juni 18) 5,1 5,2 Consensus
Perkiraan Oleh Berbagai Institusi (%)
Institusi
2018
2019
World Bank (Juni 18)
5,1
5,2
Consensus Forecast (Agus 18)
5,2
5,3
OECD (Mei 18)
5,3
5,4
ADB (Juli 18)
5,2
5,3
IMF (April
18)
5,3
5,5

Penyelesaian pembangunan infrastruktur diperkirakan tetap menjadi

salah satu pendorong investasi.

Pemilu diperkirakan dapat mendorong pertumbuhan konsumsi masyarakat, organisasi sosial dan partai politik serta belanja pemerintah.

Namun demikian tahun 2019 terdapat banyak tantangan:

1.

Kebijakan suku bunga acuan atas respon kenaikan FFR

2.

Keberlanjutan Trade war antara US dan Tiongkok

3.

Perkiraan pertumbuhan ekonomi global yang tetap dan perkiraan pertumbuhan volume perdagangan yang sedikit turun

4.

Tahun pemilu dimana terdapat tendensi investor untuk wait and see setelah

hasil Pemilu

Diperlukan dorongan kebijakan fiskal dalam menjaga momentum perbaikan pertumbuhan ekonomi di tengah pencapaian stability over growth

1. Dengan adanya risiko perang dagang, langkah-langkah strategis terus

dilakukan untuk memperbaiki struktur neraca transaksi berjalan dan neraca

perdagangan.

2. Pengembangan industri hulu yang akan mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan baku.

3. Perbaikan iklim investasi yang berorientasi ekspor dan peningkatan daya saing untuk memperbaiki struktur transaksi berjalan.

6
6

NILAI TUKAR RUPIAH TERHADAP DOLAR AS TAHUN 2019 DIPERKIRAKAN PADA KISARAN

RP14.400/US$

Perkembangan pasar keuangan global dalam beberapa tahun terakhir telah mempengaruhi keseimbangan nilai tukar mancanegara, termasuk Rupiah. Di tahun 2019, dampak kebijakan kebijakan normalisasi moneter Amerika dan perang dagang, masih akan menjadi faktor penting yang akan mempengaruhi aliran modal antar negara dan nilai tukar. Namun perlu diperhatikan bahwa, dinamika global yang terjadi beberapa tahun terakhir telah membawa keseimbangan baru (new normal) yang juga berdampak pada kesimbangan nilai tukar Rupiah. Pemerintah akan terus memperkuat fundamental ekonomi dan menjaga stabilitas untuk mengatasi tekanan-tekanan terhadap pelemahan rupiah yang lebih dalam.

PERKEMBANGAN RATA-RATA NILAI TUKAR TAHUN 2014-2018 (per US$) rata-rata 2018 s.d Agst 15000 Rp13.944/US$ rata-rata
PERKEMBANGAN RATA-RATA NILAI TUKAR TAHUN 2014-2018
(per US$)
rata-rata 2018 s.d Agst
15000
Rp13.944/US$
rata-rata 2015:
rata-rata 2017:
Rp13.392/US$
14000
Rp13.384/US$
13000
rata-rata 2014:
rata-rata 2016:
Rp11.878/US$
Rp13.307/US$
12000
11000
10000
Sumber: diolah dari sumber referensi kurs JISDOR Bank Indonesia
2014
2015
2016
2017
2018
kurs JISDOR Bank Indonesia 2014 2015 2016 2017 2018  Kondisi ekonomi dunia diperkirakan masih bergejolak

Kondisi ekonomi dunia diperkirakan masih bergejolak di tahun 2019

Perbaikan ekonomi AS normalisasi kebijakan moneter AS

Fiskal ekspansif AS peningkatan defisit kenaikan yield US T Bills

Kebijakan perdagangan proteksionis

Kenaikan harga minyak dunia, permasalahan geopolitik

Strategi stabilisasi nilai tukar Rupiah perlu didukung oleh :

Fundamental ekonomi Indonesia yang kuat (inflasi yang terkendali,

defisist fiskal yang sehat, serta peningkatan peringkat utang dan EODB)

Kebijakan stabilisasi nilai Rupiah secara terukur sesuai dengan

fundamental ekonomi oleh Bank Indonesia didukung cadangan devisa

yang kuat

Penguatan koordinasi kebijakan terus berlangsung dalam rangka memperbaiki stabilitas makroekonomi, termasuk koordinasi penyediaan pasokan dan kebutuhan valuta asing di antara BUMN

Masih berlangsungnya kebijakan suku bunga rendah di Eropa dan

7
7

Jepang mengimbangi potensi capital outflows lanjutan

LAJU INFLASI TAHUN 2019 DIPERKIRAKAN MENCAPAI 3,5 PERSEN

Upaya menjaga daya beli masyarakat merupakan salah satu strategi penting dalam menjaga tingkat kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Dalam hal ini menjaga laju inflasi pada tingkat yang stabil dan rendah menjadi salah satu fokus program kerja Pemerintah yang utama. Strategi ini diterjemahkan melalui upaya pengendalian inflasi pada sasaran yang ditetapkan (3,5±1,0%) yang didukung langkah-

langkah perbaikan kapasitas produksi, terjaganya pasokan dan distribusi, perbaikan tata niaga dan struktur pasar yang lebih efisien. Secara khusus

pemerintah juga akan memfokuskan upaya peningkatan produktivitas pertanian dan kebijakan harga energi domestik yang fleksibel dan tepat dengan tetap memperhatikan tingkat kesejahteraan masyarakat dan mengurangi ketimpangan kesejahteraan.

CPI Core Adm. Price Vol. Foods 8,70 5,92 4,97 3,61 3,07 3,20 2,95 2,90 3,02
CPI
Core
Adm. Price
Vol. Foods
8,70
5,92
4,97
3,61
3,07
3,20
2,95
2,90
3,02
2,55
0,71
0,21
Jan-16
Feb-16
Mar-16
Apr-16
Mei-16
Jun-16
Jul-16
Agu-16
Sep-16
Okt-16
Nov-16
Des-16
Jan-17
Feb-17
Mar-17
Apr-17
Mei-17
Jun-17
Jul-17
Agu-17
Sep-17
Okt-17
Nov-17
Des-17
Jan-18
Feb-18
Mar-18
Apr-18
Mei-18
Jun-18
Jul-18
Agu-18

%, yoy

10,0

7,0

4,0

1,0

-2,0

Jul-18 Agu-18 %, yoy 10,0 7,0 4,0 1,0 -2,0 • Laju inflasi dapat terus terjaga dengan

Laju inflasi dapat terus terjaga dengan tren menurun, khususnya didukung oleh tren inflasi inti yang terus menurun dan stabil di tingkat yang rendah.

Sumber tekanan terutama berasal dari komponen volatile food, khususnya bahan pangan, walaupun volatilasnya semakin menurun dari tahun ke tahun.

Pengelolaan kebijakan harga energi saat ini mampu menurunkan tekanan administered price, namun tetap perlu diwaspadai risiko dan tekanan di periode ke depan.

Sasaran inflasi 2019-2021 ditetapkan 3,5+1,0%, dan terus menurun dalam jangka menengah untuk mendukung terjaganya daya beli masyarakat.

Strategi dasar adalah dengan menjaga keseimbangan ketersediaan pasokan

dan permintaan barang, kelancaran distribusi, perbaikan efisiensi pasar, serta didukung upaya pengelolaan ekspektasi inflasi masyarakat

Pembangunan infrastruktur, prasarana produksi (khususnya pertanian), dan jalur distribusi

Perbaikan koordinasi dan komunikasi dengan pemanfaatan teknologi

8
8

Penguatan hukum untuk mengatasi distorsi pasar dan mendorong efisiensi

TINGKAT SUKU BUNGA SPN 3 BULAN DIPERKIRAKAN SEBESAR 5,3 PERSEN

Kelanjutan normalisasi kebijakan moneter AS berpotensi meningkatkan tingkat suku bunga global termasuk di Indonesia. Pengelolaan APBN

dan Kebijakan Fiskal yang sehat akan menjadi bagian strategi penting dalam strategi pembiayaan pembangunan. Pengembangan pasar dan investor domestik serta instrumen utang dalam rupiah menjadi bagian tidak terpisahkan dalam strategi ini. Upaya-upaya tersebut iharapkan

mampu mengurangi ketergantungan investor dan risiko tekanan eksternal, serta mendorong efisiensi pasar domestik dan pengelolaan

pembiayaan fiskal, yang pada gilirannya dapat memberikan dukungan yang lebih kuat bagi kegiatan pembangunan.

Risiko tekanan terhadap suku bunga SPN 3 bulan masih akan berlanjut di

2019

antisipasi kenaikan suku bunga acuan AS lebih tinggi dari yang diperkirakan.

peningkatan tingkat suku bunga obligasi pemerintah AS.

Yield rata-rata SPN 3 bulan saat ini masih cukup rendah, namun terdapat kecenderungan meningkat. Peningkatan tersebut masih terkendali didukung oleh kuatnya fundamental ekonomi, diantaranya ditunjukkan oleh perbaikan peringkat utang Indonesia serta terkendalinya inflasi domestik.

Peningkatan daya serap pemodal domestik didukung oleh masih tingginya tingkat likuiditas perbankan serta penilaian positif atas kebijakan front loading dan shortening duration.

PERKEMBANGAN SUKU BUNGA SPN 3 BULAN

TAHUN 2014-2018 (persen) 6,8 rata-rata 2016: 6,3 rata-rata s.d 5,7% Agst 2018: 4,7% 5,8 rata-rata
TAHUN 2014-2018 (persen)
6,8
rata-rata 2016:
6,3
rata-rata s.d
5,7%
Agst 2018: 4,7%
5,8
rata-rata 2017:
rata-rata 2015:
5,0%
5,3
6,0%
rata-rata 2014:
4,8
5,8%
4,3
3,8
3,3
2,8
2014
2015
2016
2017
2018
Sumber: Kementerian Keuangan

Pemerintah tetap dan akan terus memperhatikan cost and benefit yang akan timbul terhadap beban pembayaran bunga.

Surat utang yang diterbitkan oleh Pemerintah akan digunakan untuk memperkuat pembiayaan kebijakan strategis dan produktif, seperti pembiayaan infrastruktur.

Pemerintah akan terus mengelola APBN dan fiskal pada tingkat yang aman, dengan tingkat defisit yang terukur, stimulus yang

9
9

cukup bagi perekonomian namun tetap menjaga keberlangsungan fiskal ke depan.

yang terukur,  stimulus yang  9 cukup bagi perekonomian namun tetap menjaga keberlangsungan fiskal ke

HARGA MINYAK MENTAH (ICP) TAHUN 2019 DIPERKIRAKAN MENCAPAI US$70/BAREL

Harga minyak mentah dunia diperkirakan masih mendapat risiko tekanan akibat ketegangan geopolitik di beberapa negara penghasil minyak, sentimen pemangkasan produksi OPEC dan sanksi AS terhadap Iran dan Venezuela. Pemerintah akan terus mewaspadai perkembangan harga minyak dunia dan menyusun strategi kebijakan fiskal yang tepat dengan mempertimbangkan daya beli dan

kesejahteraan masyarakat serta keberlanjutan pertumbuhan dan efisiensi ekonomi.

Perkembangan ICP, 2014-2018 (US$/barel)

120

100

80

60

40

20

0

Jan-14 Jun-14 Nov-14 Apr-15 Sep-15 Feb-16 Jul-16 Des-16 Mei-17 Okt-17 Mar-18 Agu-18 ICP rata-rata realisasi
Jan-14
Jun-14
Nov-14
Apr-15
Sep-15
Feb-16
Jul-16
Des-16
Mei-17
Okt-17
Mar-18
Agu-18
ICP
rata-rata realisasi
Mei-17 Okt-17 Mar-18 Agu-18 ICP rata-rata realisasi  ICP bergerak seiring dengan perkembangan harga minyak

ICP bergerak seiring dengan perkembangan

harga minyak mentah acuan dunia, terutama

Brent.

Faktor pendorong kenaikan harga adalah ketegangan geopolitik di beberapa negara penghasil minyak, sentimen pemangkasan produksi OPEC di tahun 2018, dan sanksi AS terhadap Iran dan Venezuela.

Faktor penghambat kenaikan harga, a.l. ketidakpastian keberlanjutan pemangkasan produksi oleh OPEC dan Rusia, penggunaan energi alternatif dan peningkatan produksi shale oil

10
10

Indikator Ekonomi

makro yang menjadi

basis perhitungan RAPBN 2019

Ekonomi makro yang menjadi basis perhitungan RAPBN 2019 Mempertimbangkan perkembangan terkini kondisi ekonomi,

Mempertimbangkan perkembangan

terkini kondisi ekonomi, outlook serta prospek ke depan

Fokus RAPBN 2019

Efisiensi dan kualitas belanja prioritas peningkatan SDM, perlindungan sosial, daya saing, investasi, dan infrastruktur

Mobilisasi Pendapatan secara realistis

Pajak untuk daya saing &

investasi

Kesehatan fiskalProduktif, Efisien, Daya Tahan, dan Sustainable

fiskal  Produktif, Efisien, Daya Tahan, dan Sustainable Realisasi 2017 Outlook 2018 RAPBN 2019 5,1 5,2
fiskal  Produktif, Efisien, Daya Tahan, dan Sustainable Realisasi 2017 Outlook 2018 RAPBN 2019 5,1 5,2
fiskal  Produktif, Efisien, Daya Tahan, dan Sustainable Realisasi 2017 Outlook 2018 RAPBN 2019 5,1 5,2
fiskal  Produktif, Efisien, Daya Tahan, dan Sustainable Realisasi 2017 Outlook 2018 RAPBN 2019 5,1 5,2
fiskal  Produktif, Efisien, Daya Tahan, dan Sustainable Realisasi 2017 Outlook 2018 RAPBN 2019 5,1 5,2

Realisasi

2017

Outlook

2018

RAPBN

2019

5,1

5,2

5,3

3,6

3,5

3,5

13.384

13.973

14.400

5,0

5,0

5,3

51

70

70

804

775

750

1.142

1.116

1.250 11
1.250
11
2
2
2 Postur RAPBN 2019 12

Postur RAPBN 2019

12
12
Perpajakan 13
Perpajakan 13

Perpajakan

Perpajakan 13
13
13

APBN Sehat: Defisit APBN semakin turun, Keseimbangan Primer

menuju arah positif

Defisit APBN diturunkan dibawah 2% PDB, pertama kali sejak tahun 2013 persen
Defisit APBN diturunkan dibawah 2% PDB,
pertama kali sejak tahun 2013
persen

Triliun Rp

-

(50,0)

(100,0)

(150,0)

(200,0)

(250,0)

(300,0)

(350,0)

(400,0)

Outlook RAPBN 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 (153,3) (1,86) (2,33) (1,84) (2,25)
Outlook
RAPBN
2012
2013
2014
2015
2016
2017
2018
2019
(153,3)
(1,86)
(2,33)
(1,84)
(2,25)
(2,12)
(2,49)
(2,51)
(2,59)
Defisit Anggaran
Defisit terhadap PDB (%) - RHS

-

(0,50)

(1,00)

(1,50)

(2,00)

(2,50)

(3,00)

- (0,50) (1,00) (1,50) (2,00) (2,50) (3,00) Keseimbangan Primer mendekati Rp0  Triliun Rp persen
Keseimbangan Primer mendekati Rp0  Triliun Rp persen konsisten turun sejak 2015
Keseimbangan Primer mendekati Rp0 
Triliun Rp
persen
konsisten turun sejak 2015
Outlook RAPBN 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 - - (21,7) (20,0) (0,20)
Outlook RAPBN
2012
2013
2014
2015
2016
2017
2018
2019
-
-
(21,7)
(20,0)
(0,20)
(52,8)
(0,13)
(64,8)
(40,0)
(0,40)
(93,3)
(98,6)
(60,0)
(0,60)
(0,44)
(142,5) (125,6) (124,4)
(80,0)
(0,80)
(0,64)
(100,0)
(1,00)
(0,92)
(120,0)
(0,92)
(1,09)
(1,20)
(140,0)
(1,01)
(1,23)
(160,0)
(1,40)
Keseimbangan primer (RHS)
Defisit Keseimbangan Primer terhadap PDB (%)
14
14

APBN Adil: Keseimbangan antara Pembangunan Fisik dan SDM,

Pembangunan Pusat dan Daerah, serta Pajak yang progresif

Kenaikan PTKP

2013

: Rp24,3 juta

2016

: Rp54,0 juta

Penurunan tarif PPh

UMKM menjadi 0,5%

(sejak Juli 2018)

Penurunan tarif PPh UMKM menjadi 0,5% (sejak Juli 2018) • Dilakukan targeted • Dengan Kriteria &

Dilakukan targeted

Dengan Kriteria & syarat tertentu a.l :

Industri Pionir

Mempertimbangkan nilai

investasi, orientasi

ekspor, & penyerapan tenaga kerja

Anggaran Infrastruktur

2015:Rp256,1

2019:Rp420,5 T

Anggaran Pendidikan

2015:Rp390,1 T 2019:Rp487,9

Anggaran Kesehatan

2015: Rp65,9 T

2019:Rp122,0 T

Anggaran perlindungan sosial

2015: Rp249,4 T 2019:Rp381,0 T

Terdapat beberapa program yang beririsan

Transfer ke Daerah & Dana Desa

2019

2015 Rp832,3 T

Rp623,1 T

Belanja K/L

2015

Rp732,1 T

Hampir sama

2019

Rp840,3 T

15
15

APBN Mandiri: Penerimaan Pajak Menjadi Sumber Utama

Belanja Negara

Kontribusi perpajakan terus meningkat menjadi 83,1% (2014: 74,0%) thd pendapatan negara

Triliun rupiah

2.500,0

2.000,0

1.500,0

1.000,0

500,0

0,0

2.142,5 1.903,0 16,9% 1.666,4 1.550,5 18,3% 1.555,9 1.508,0 18,7% 16,8% 17,0% 25,7% 74,0% 2014 2015
2.142,5
1.903,0
16,9%
1.666,4
1.550,5
18,3%
1.555,9
1.508,0
18,7%
16,8%
17,0%
25,7%
74,0%
2014
2015
2016
2017
outlook
RAPBN
2018
2019
Penerimaan perpajakan
PNBP
Hibah
Pendapatan Negara
2019 Penerimaan perpajakan PNBP Hibah Pendapatan Negara Pembiayaan utang semakin menurun Triliun rupiah persen 500

Pembiayaan utang semakin menurun

Triliun rupiah persen 500 80 429,1 403,0 387,4 400 60 380,9 58,5 359,3 49,0 300
Triliun rupiah
persen
500
80
429,1
403,0
387,4
400
60
380,9
58,5
359,3
49,0
300
40
255,7
223,2
31,7
200
20
140,8
14,6
5,8
100
0
6,5
(7,2)
(9,7)
0
-20
2012
2013
2014
2015
2016
2017
outlook
RAPBN
2018
2019
0 6,5 (7,2) (9,7) 0 -20 2012 2013 2014 2015 2016 2017 outlook RAPBN 2018 2019

Pembiayaan Utang

0 6,5 (7,2) (9,7) 0 -20 2012 2013 2014 2015 2016 2017 outlook RAPBN 2018 2019

Growth (RHS)

16
16

RAPBN 2019 untuk Mendorong Investasi dan Daya Saing melalui Pembangunan Sumber Daya Manusia

 

Fokus Belanja 2019

1.

Peningkatan investasi di bidang

pendidikan untuk meningkatkan kualitas SDM dengan memperkuat PIP, BOS, beasiswa, vokasi, dan mempercepat rehab sekolah.

2.

Penguatan program perlindungan sosial melalui perluasan JKN, serta peningkatan besaran manfaat PKH.

3.

Menjaga kesinambungan

pembangunan infrastruktur untuk pemerataan pembangunan.

4.

Memperkuat reformasi birokrasi

dengan mempermudah pelayanan

publik dan investasi.

5.

Mensukseskan pelaksanaan pesta demokrasi.

5. Mensukseskan pelaksanaan pesta demokrasi. Fokus Peningkatan kualitas belanja didukung penguatan
Fokus
Fokus
Peningkatan kualitas belanja didukung penguatan akuntabilitas 1. Penguatan perencanaan penganggaran yang didukung
Peningkatan kualitas
belanja didukung
penguatan akuntabilitas
1.
Penguatan perencanaan
penganggaran yang
didukung monev yang
komprehensif dan
terkoordinasi
2.
Efisiensi melalui
penghematan dan
pembatasan kendaraan
bermotor, gedung, dan
perjalanan dinas
3.
Pengelolaan yang lebih
akuntabel (sejak 2016, LKPP
mendapat predikat WTP)
17

Belanja Pemerintah dalam Tahun 2019 difokuskan untuk mendukung peningkatan daya saing, ekspor dan investasi, diikuti dengan penguatan value for money

Pembangunan SDM

Pembangunan

SDM

Penyelesaian Perlindungan

Penyelesaian

Penyelesaian Perlindungan

Perlindungan

Infrastruktur

Sosial

Pelaksanaan Agenda Demokrasi

Pelaksanaan Agenda Demokrasi

efektif dan

efektif dan

efisien

Birokrasi yang

Antisipasi ketidakpastian

Antisipasi

ketidakpastian

Anggaran Pendidikan Rp487,9 T Anggaran Kesehatan Rp 122 T

Bidang Pendidikan, a.l. untuk:

20,1 juta siswa

penerima KIP

Anggaran Infrastruktur Rp420,5 T

Pembangunan

/rekonstruksi/

pelebaran Jalan

2.007 km

Pembangunan dan

rehabilitasi jaringan

Irigasi 162 ribu Ha

Rasio Elektrifikasi

99,9 %

rumah susun

dan khusus

10.742 unit

Bendungan

Anggaran Perlindungan Sosial Rp381,0 T

10.742 unit Bendungan Anggaran Perlindungan Sosial Rp381,0 T Anggaran Hankam Rp220,5 T Anggaran Pemilu Rp 24,8

Anggaran Hankam Rp220,5 T Anggaran Pemilu Rp 24,8 T

Anggaran Rp368,6 T

Anggaran Rp38,6 T

PKH  10 juta Keluarga dengan peningkatan Manfaat 10 juta Keluarga dengan peningkatan Manfaat

T PKH  10 juta Keluarga dengan peningkatan Manfaat Bantuan Pangan non Tunai (BPNT)  untuk

Bantuan Pangan non

Tunai (BPNT)untuk

15,6 juta keluarga dengan perbaikan penyaluran

Subsidi Bunga:  Kredit usaha kecil dan mikro
Subsidi Bunga:

Subsidi Bunga:

Kredit usaha kecil dan mikro

Perumahan

Bunga:  Kredit usaha kecil dan mikro  Perumahan Mitigasi risiko bencana, pelestarian lingkungan, stabilitas
Bunga:  Kredit usaha kecil dan mikro  Perumahan Mitigasi risiko bencana, pelestarian lingkungan, stabilitas
Bunga:  Kredit usaha kecil dan mikro  Perumahan Mitigasi risiko bencana, pelestarian lingkungan, stabilitas
Bunga:  Kredit usaha kecil dan mikro  Perumahan Mitigasi risiko bencana, pelestarian lingkungan, stabilitas

Mitigasi risiko bencana, pelestarian lingkungan, stabilitas ekonomi, keamanan

Agenda Demokrasi

Penyelenggaran
pemilu Presiden dan Anggota Legislatif 2019 Penyelenggaran

Peningkatan

reformasi birokrasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik

birokrasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik  471,8 ribu mahasiswa penerima beasiswa Bidik misi 

471,8 ribu mahasiswa penerima beasiswa Bidik misi

Penguatan pendidikan Vokasi

Percepatan

Pengamanan

Pemilu 2019

18
18
 

Kesejahteraan

aparatur dan
aparatur dan

aparatur dan

pensiunan

Pertahanan Pencapaian MEF tahap 2 danPertahanan

pembangunan

sarpras

pengembangan industri pertahanan

Keamanan

penanggulangan

terorisme dan konflik

sosial politik

Bidang Kesehatan, a.l. untuk:

Jaminan

Kesehatan bagi 96,8 juta jiwa (PBI

48 unita.l. untuk:  Jaminan Kesehatan bagi 96,8 juta jiwa (PBI Pembangunan Jalur kereta api (tahap awal,

Pembangunan Jalur kereta api

(tahap awal, penye- lesaian, peningkatan)

415,2 km’sp

JKN)

96,8 juta jiwa (PBI 48 unit Pembangunan Jalur kereta api (tahap awal, penye- lesaian, peningkatan) 415,2

Anggaran Pendidikan tetap dijaga 20% APBN, diarahkan untuk

meningkatkan akses, distribusi, dan kualitas pendidikan

800

400

0

12,3 10,4 9,5 6,3 7,0 -4,9 487,9 434,6 406,1 390,1 370,9 353,4
12,3
10,4
9,5
6,3
7,0
-4,9
487,9
434,6
406,1
390,1
370,9
353,4

2014

2015

-4,9 487,9 434,6 406,1 390,1 370,9 353,4 2014 2015 2016 Anggaran Pendidikan 2017 Outlook 2018 Pertumbuhan

2016

Anggaran Pendidikan

2017

Outlook 2018

353,4 2014 2015 2016 Anggaran Pendidikan 2017 Outlook 2018 Pertumbuhan (%)   2015 2019 Melalui Belanja

Pertumbuhan (%)

 

2015

2019

Melalui Belanja Pusat Belanja Pusat

141,9

158,0

Kemendikbud Kemenag Kemenristekdikti Kemen PUPR

56,8

45,3

30,7

-

36,0

51,9

40,2

6,6

RAPBN 2019

Triliun Rupiah

Melalui Transfer Transfer

248,2

309,9

 

DAU *)

135,0

168,6

DAK Fisik

9,4

18,7

DAK Non Fisik

97,4

117,7

Melalui Pembiayaan - 20,0

Melalui Pembiayaan

-

20,0

(Dana Pengembangan Pendidikan Nasional)

*) perkiraan pemanfaatan DAU untuk gaji dan tunjangan guru, serta

program pendidikan lainnya (mulai 2019 DTU)

guru, serta program pendidikan lainnya (mulai 2019 DTU) Beberapa perbaikan yang dilakukan Peningkatan Kualitas a.
Beberapa perbaikan yang dilakukan Peningkatan Kualitas a. Peningkatan kualitas guru melalui sertifikasi dan
Beberapa perbaikan yang dilakukan
Peningkatan Kualitas
a. Peningkatan kualitas guru melalui sertifikasi dan
redistribusi guru antardaerah
b. Peningkatan efektivitas BOS
 Pengalihan BOS dari Kemendikbud ke DAK (2016)
 BOS berdasarkan kinerja (2019)
Perbaikan Akses
a. Program Indonesia Pintar 19-20 juta siswa/tahun 
diikuti peningkatan ketepatan sasaran
b. Percepatan pembangunan sarpras sekolah dan
universitas (sebagian dilaksanakan Kemen PU PR,
dan DAK disupervisi Kemen PUPR)  2019
c. Perluasan program beasiswa afirmasi/bidik misi
(2015: 269 rb)  (2019 : 471 rb)
d. Penguatan LPDP dalam bentuk SWF selaku
pengelola dana abadi Pendidikan mulai tahun
2017 serta telah dan akan menyalurkan 27 ribu
beasiswa.
Penguatan Sinergi
a.
Sinergi Penganggaran KL dan DAK
b.
Enforcement pemenuhan anggaran pendidikan
oleh Pemda
c.
Link and match pendidikan vokasi
19

CAPAIAN DAN TARGET OUTPUT DAK PENDIDIKAN

Untuk mendukung pembangunan sumber daya manusia DAK NON FISIK:

Rp117,7 T

Naik 8,8%

Rp108,2 T

daya manusia DAK NON FISIK: Rp117,7 T Naik 8,8% Rp108,2 T (2019) Naik 114,9% Rp8,7 T

(2019)

Naik 114,9%

NON FISIK: Rp117,7 T Naik 8,8% Rp108,2 T (2019) Naik 114,9% Rp8,7 T DAK FISIK: (2018)

Rp8,7 T

DAK FISIK:

(2018)

Rp18,7 T

(2019)

Penyediaan sarana dan prasarana pembelajaran yang memadai

27.397

27.829

13.963 8.959 5.358 2.543
13.963
8.959
5.358
2.543

2016

yang memadai 27.397 27.829 13.963 8.959 5.358 2.543 2016 Pembangunan RKB 2017 Rehabilitasi Ruang Kelas 2018

Pembangunan RKB

2017

27.829 13.963 8.959 5.358 2.543 2016 Pembangunan RKB 2017 Rehabilitasi Ruang Kelas 2018 Dukungan operasional

Rehabilitasi Ruang Kelas

2018

Dukungan operasional penyelenggaraan pendidikan dan peningkatan kesejahteraan guru

(2018)

BOS : Sasaran (siswa)

B O S : S a s a r a n ( s i s w

2017 : 46,2 jt

2018 : 47,0 jt

BOP PAUD :

Sasaran (Peserta Didik)

: 46,2 jt 2018 : 47,0 jt BOP PAUD : Sasaran (Peserta Didik) 2017 : 5,6

2017 : 5,6 jt

2018 : 6,2 jt

Tunjangan Khusus Guru :

Sasaran (guru)

5,6 jt 2018 : 6,2 jt Tunjangan Khusus Guru : Sasaran (guru) 2017 : 41.599 2018

2017 : 41.599

2018 : 50.099

Tunjangan Profesi Guru :

Sasaran (guru)

41.599 2018 : 50.099 Tunjangan Profesi Guru : Sasaran (guru) 2017 : 1,3 jt 2018 :

2017 : 1,3 jt

2018 : 1,2 jt

Tambahan Penghasilan Guru :

Sasaran (guru)

: Sasaran (guru) 2017 : 1,3 jt 2018 : 1,2 jt Tambahan Penghasilan Guru : Sasaran

2017 : 357 ribu

2018 : 265 ribu

Guru : Sasaran (guru) 2017 : 357 ribu 2018 : 265 ribu   Target 2019: Target
Guru : Sasaran (guru) 2017 : 357 ribu 2018 : 265 ribu   Target 2019: Target
 
  Target 2019:

Target 2019:

Target 2019:

1. Rehabilitasi ruang kelas 30.900 ruang

2. Pembangunan ruang kelas baru (RKB) 7.500 ruang

3. Rehabilitasi Laboratorium 10.000 ruang

4. Rehabilitasi Perpustakaan 15.000 ruang

1. BOS 48,1 jt siswa

2. BOP PAUD 7,5 jt peserta didik

3. Tunjangan Profesi Guru 1,2 jt guru

4. Tambahan Penghasilan Guru 265.448 guru

5. Tunjangan Khusus Guru 54.663 guru

 

6. BOP Pendidikan Kesetaraan : 925.000 Peserta Didik

20
20

Revitalisasi pendidikan Vokasi untuk peningkatan kualifikasi SDM dalam menghadapi dunia kerja

Vokasi melalui Belanja K/L

Target 2019 *)

Vokasi melalui Belanja K/L Target 2019 * )
dunia kerja Vokasi melalui Belanja K/L Target 2019 * ) Kemenaker, a.l. : - Pelatihan 235

Kemenaker, a.l. :

- Pelatihan 235 ribu naker

- Peningkatan kompetensi 6.711 instruktur/tenaga pelatihan

- Sertifikasi 526 ribu tenaga kerja

- Magang dalam/luar negeri mandiri 203 rb orang

- 1.000 BLK komunitas/pesantren

Kemenhub, a.l. : - Diklat vokasi di 26 lembaga diklat (491 ribu orang) Kemenristekdikti, a.l.
Kemenhub, a.l. : - Diklat vokasi di 26 lembaga diklat (491 ribu orang) Kemenristekdikti, a.l.
Kemenhub, a.l. : - Diklat vokasi di 26 lembaga diklat (491 ribu orang) Kemenristekdikti, a.l.
Kemenhub, a.l. : - Diklat vokasi di 26 lembaga diklat (491 ribu orang) Kemenristekdikti, a.l.

Kemenhub, a.l. :

Kemenhub, a.l. :

-

Diklat vokasi di 26 lembaga diklat (491 ribu orang)

Kemenristekdikti, a.l. :

Kemenristekdikti, a.l. :

- Revitalisasi 12 Politeknik

- Revitalisasi 12 Politeknik

- Bantuan pelatihan/sertifikasi 3.000 mahasiswa

- Pendidikan vokasi untuk 127,8 ribu mahasiswa

mahasiswa - Pendidikan vokasi untuk 127,8 ribu mahasiswa 2014 2015 4,5 6,8 2019 1 7,2 Triliun

2014 2015

4,5

6,8

2019

17,2

Triliun Rupiah

Kemendikbud, a.l. :ribu mahasiswa 2014 2015 4,5 6,8 2019 1 7,2 Triliun Rupiah - 1.407 ruang praktek SMK

- 1.407 ruang praktek SMK

- BOP Vokasi Paket C

untuk 240 ribu orang

- Peralatan pendidikan SMK 6 ribu paket

untuk 240 ribu orang - Peralatan pendidikan SMK 6 ribu paket Kemenperin, a.l. : - Diklat

Kemenperin, a.l. :

- Diklat Tenaga Kerja Industri Kompeten Sistem 3 in 1 (50 ribu orang)

- 28 bangunan/gedung pendidikan vokasi industri

- 1 Pusat manufaktur digital implementasi industri 4.0

Kemenpar, a.l. :

- Peningkatan kualitas Poltekpar dan kapasitas pengajar

Kebijakan Mendorong keterlibatan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI)  R&D swasta sekitar Rp74 T,
Kebijakan
Mendorong keterlibatan Dunia Usaha dan
Dunia Industri (DUDI)  R&D swasta sekitar
Rp74 T, dgn potensi tax deductible +/-
Rp18 T (tax expenditure)
Peningkatan kompetensi tenaga pendidik vokasi
Penyusunan Regulasi terkait sistem dan
mekanisme pembelajaran sesuai standar
nasional pendidikan (SNP)
dengan kebutuhan industri dan teknologi
Penyesuaian kurikulum pendidikan vokasi
Revitalisasi pendidikan tinggi vokasi pada 12
Politeknik
Pemberian beasiswa untuk pendidikan vokasi
melalui LPDP
Kebijakan vokasi akan dikoordinasikan
Kemenaker
21

Anggaran Kesehatan 5% untuk meningkatkan akses dan kualitas layanan

kesehatan, serta penguatan penanganan stunting

140

120

100

80

60

40

20

0

38,7

122

29,6 107,4 91,4 92,4 16,2 13,6 10,4 1,1 65,9 59,7
29,6
107,4
91,4
92,4
16,2
13,6
10,4
1,1
65,9
59,7

2014

2015

2016

2017

Outlook 2018

RAPBN 2019

60

40

20

0

-20

-40

-60

2016 2017 Outlook 2018 RAPBN 2019 60 40 20 0 -20 -40 -60 Anggaran kesehatan Melalui

Anggaran kesehatan

Melalui Belanja Pusat Belanja Pusat

Pertumbuhan (%) 2015 2019 54,6 88,2
Pertumbuhan (%)
2015
2019
54,6
88,2

Triliun Rupiah

Kemenkes BPOM BKKBN JKN PNS/TNI/POLRI

45,9

1,0

2,2

4,4

58,7

2,0

3,8

5,8

Melalui Transfer Transfer

DAK Fisik BOK dan BOKB

6,3

33,7

5,2

20,3

- 12,2

Transfer DAK Fisik BOK dan BOKB 6,3 33,7 5,2 20,3 - 12,2 Beberapa perbaikan yang dilakukan
Beberapa perbaikan yang dilakukan 1. Peningkatan Kualitas a. Peningkatan kualitas dan ketersediaan tenaga kesehatan b.
Beberapa perbaikan yang dilakukan
1. Peningkatan Kualitas
a.
Peningkatan kualitas dan ketersediaan tenaga kesehatan
b.
Peningkatan efektivitas BOK dan BOKB
Pengalihan BOK dan BOKB dari Kemenkes ke DAK (2016)
c.
Penguatan program promotive dan preventif
 Mendorong pola hidup sehat melalui Germas
 Peningkatan nutrisi bu hamil, menyusui dan balita dan
imunisasi
2. Perbaikan Akses
a.
Perluasan Penerima Bantuan Iuran dalam rangka Jaminan
Kesehatan Nasional (2015: 86,4 juta jiwa ; 2019: 96,8 juta
jiwa)  diikuti peningkatan ketepatan sasaran
b.
Perbaikan pelayanan di fasilitas kesehatan tingkat
pertama
3. Penguatan Sinergi
a.
Sinergi Penganggaran KL dan DAK
b.
Enforcement pemenuhan anggaran kesehatan oleh
Pemda
c.
Mendorong KPBU untuk pembangunan RS di daerah
d.
Penguatan upaya penanganan stunting
22

CAPAIAN DAN TARGET OUTPUT DAK KESEHATAN

Untuk mendukung pembangunan sumber daya manusia

KESEHATAN Untuk mendukung pembangunan sumber daya manusia Naik 18,7% Rp17,1 T DAK FISIK: (2018) Rp20,3 T

Naik 18,7%

Rp17,1 T

DAK FISIK:

(2018)

Rp20,3 T

(2019)

Penyediaan sarana dan prasarana layanan kesehatan

Rp12,2 T

(2019)

sarana dan prasarana layanan kesehatan Rp12,2 T (2019) Naik 31,1% Rp9,3 T (2018) DAK NON FISIK:

Naik 31,1%

Rp9,3 T

(2018)

DAK NON FISIK:

Menunjang operasionalisasi layanan kesehatan

Bantuan Operasional Kesehatan Sasaran (puskesmas) 2018 : 9.785 Bantuan Operasional KB Sasaran (balai penyuluhan/
Bantuan Operasional Kesehatan
Sasaran (puskesmas)
2018 : 9.785
Bantuan Operasional KB
Sasaran (balai penyuluhan/ faskes)
2018 : 24.312
BOK dan BOKB juga ditujukan untuk
mendukung penanganan stunting
5.463 5.764 2017 2018 591 692 773 241 AMBULANS PUSKESMAS KELILING REHAB/BANGUN SARANA KESEHATAN
5.463
5.764
2017
2018
591
692
773
241
AMBULANS
PUSKESMAS KELILING
REHAB/BANGUN SARANA
KESEHATAN

Target 2019

1. Puskesmas tersertifikasi akreditasi nasional

Target 2019

sebanyak 5.600 unit

1. Bantuan Operasional Kesehatan : 9.825 puskesmas

2. Persentase Puskesmas dengan ketersediaan Obat

2. Bantuan Operasional KB : 30.232 balai penyuluhan/fasilitas kesehatan

dan Vaksin esensial 95%

23
23
Obat 2. Bantuan Operasional KB : 30.232 balai penyuluhan/fasilitas kesehatan dan Vaksin esensial 95% 23

Penguatan pembangunan infrastruktur melalui terobosan pembiayaan kreatif untuk akselerasi penuntasan infrastruktur

Kebijakan

Triliun Rupiah

800

700

600

500

400

300

200

100

0

62,8 41 5,1 8,2 2,4 410,4 379,4 420,5 256,1 269,1 157,4
62,8
41
5,1
8,2
2,4
410,4
379,4
420,5
256,1
269,1
157,4

2014

2015

2016

2017

APBN 2018

RAPBN

2019

40

5

-30

-65

-100

Triliun Rupiah

2017 APBN 2018 RAPBN 2019 40 5 -30 -65 -100 Triliun Rupiah Anggaran Infrastruktur Pertumbuhan (%)

Anggaran Infrastruktur

2019 40 5 -30 -65 -100 Triliun Rupiah Anggaran Infrastruktur Pertumbuhan (%) Melalui Belanja Pusat Kemen

Pertumbuhan (%)

Melalui Belanja Pusat Belanja Pusat

Kemen PU Pera*

Kemenhub*

2019

2015

173,8

183,0

108,2

107,4

38,1

44,4

*) alokasi belanja di luar belanja pegawai

Melalui Transfer Transfer

201,7

39,1

DAU dan DBH non earmark** DAK Dana Desa

129,1

-

39,1

27,7

29,2

8,3

**) pemanfaatan 25% untuk bidang infrastruktur

Melalui Pembiayaan Pembiayaan

45,0

34,1

PMN

17,8

28,8

LMAN

22,0

-

45,0 34,1 PMN 17,8 28,8 LMAN 22,0 - Peningkatan efektivitas alokasi anggaran infrastruktur dan

Peningkatan efektivitas alokasi anggaran infrastruktur dan memperbaiki eksekusi proyek infrastruktur; efektivitas alokasi anggaran infrastruktur dan memperbaiki eksekusi proyek infrastruktur;

produksi al: jalan, bandara, pelabuhan, energi dan ketenagalistrikan, irigasi bendungan serta embung al: jalan, bandara, pelabuhan, energi dan ketenagalistrikan, irigasi bendungan serta embung

Fokus infrastruktur konektivitas, dan peningkatan kapasitas

Mengoptimalkan peran Pemda, melalui transfer ke daerah: melalui transfer ke daerah:

DAK untuk bidang infrastruktur seperti: jalan, irigasi, sanitasi

dan perumahan.

25 % DTU untuk infrastruktur (sejak 2017)

Dana desa untuk mendukung infrastruktur (sejak 2015)

Mengoptimalkan peran BUMN dan Swasta Dana desa untuk mendukung infrastruktur (sejak 2015)  Investasi Pemerintah (termasuk PMN) untuk mendukung

(sejak 2015) Mengoptimalkan peran BUMN dan Swasta  Investasi Pemerintah (termasuk PMN) untuk mendukung

Investasi Pemerintah (termasuk PMN) untuk mendukung infrastruktur: LMAN untuk penyediaan lahan (mulai 2016), PMN untuk penugasan pembangunan infrastruktur

Pemberdayaan BUMN dan swasta melalui skema KPBU, seperti VGF (mulai 2015), PDF, penjaminan, dan KPBU AP (mulai 2019).

Meningkatkan koordinasi lintas sektoral termasuk dengan

Pemda

Mendorong komitmen pembangunan sekaligus pemeliharaan infrastruktur terutama pada K/L terkait infrastruktur

24
24

CAPAIAN DAN TARGET OUTPUT DAK INFRASTRUKTUR DASAR

CAPAIAN DAN TARGET OUTPUT DAK INFRASTRUKTUR DASAR JALAN & JEMBATAN Naik 11,0% Rp19,2 T (2019) Rp17,3
CAPAIAN DAN TARGET OUTPUT DAK INFRASTRUKTUR DASAR JALAN & JEMBATAN Naik 11,0% Rp19,2 T (2019) Rp17,3

JALAN & JEMBATAN

Naik 11,0%

DAK INFRASTRUKTUR DASAR JALAN & JEMBATAN Naik 11,0% Rp19,2 T (2019) Rp17,3 T Capaian dan Target

Rp19,2 T

(2019)

Rp17,3 T Capaian dan Target Output 2017-2018 (2018) Target 2019:
Rp17,3 T
Capaian dan Target
Output 2017-2018
(2018)
Target 2019:

1.

2. Pemeliharaan berkala/rehabilitasi: 26.069,57 km

3. Pembangunan: 473,75 km

Untuk mencapai target tingkat kemantapan jalan provinsi 75%, dan jalan kabupaten/kota 65%

Peningkatan dan penggantian: 2.089,18 km

Naik

AIR MINUM

Rp2,5 T

25%

dan penggantian: 2.089,18 km Naik AIR MINUM Rp2,5 T 25% Rp2,0 T (2019) (2018) Capaian dan

Rp2,0 T

(2019)

(2018)

Capaian dan Target Output 2017-2018

2,1
2,1

Target 2019:

a. Perluasan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) untuk 5.531.000 jiwa.

b. Pembangunan SPAM bagi yang belum ada layanan air minum: 9.809.800 jiwa.

c. Penambahan kapasitas SPAM bagi 1.390.600 jiwa

PERUMAHAN & PERMUKIMAN

Capaian dan Target Output 2017-2018
Capaian dan Target
Output 2017-2018
& PERMUKIMAN Capaian dan Target Output 2017-2018 Naik 30,0% Rp1,0 T (2018) Target 2019: Rp1,3 T
Naik 30,0% Rp1,0 T (2018)
Naik 30,0%
Rp1,0 T
(2018)

Target 2019:

Rp1,3 T

(2019)

Pembangunan baru 23.500 Unit

Peningkatan kualitas 140.000 Unit

Pembangunan rumah Khusus 500 Unit

Capaian dan Target Output 2017-2018

IRIGASI Rp4,3 T

Naik

7,5% (2019) Rp4,0 T (2018) Target 2019: a. Pembangunan/peningkatan jaringan irigasi 142.100 Ha. b. Rehabilitasi
7,5%
(2019)
Rp4,0 T
(2018)
Target 2019:
a. Pembangunan/peningkatan jaringan irigasi 142.100 Ha.
b. Rehabilitasi jaringan irigasi 681.500 Ha .
SANITASI
Capaian dan Target
Output 2017-2018
Naik 9,5%
Rp2,3 T
(2019)
Rp2,1 T
(2018)
Target 2019:
a. Peningkatan akses sarana air limbah bagi 6.443.570 jiwa.
b. Peningkatan akses sarana persampahan bagi 131.200 jiwa.
c. Peningkatan akses drainase lingkungan bagi 93 Ha.
25

Keterlibatan Peran Swasta dan BUMN dalam Mendukung Pembangunan Infrastruktur melalui KPBU AP pada Tahun 2019 dioptimalkan hingga Rp9,38 T

Preservasi Jalan lintas timur Riau dan Sumatera Selatan Regional Sulawesi Pembangunan Pusat Pengolahan Limbah B3
Preservasi Jalan lintas timur Riau
dan Sumatera Selatan
Regional Sulawesi
Pembangunan Pusat
Pengolahan Limbah B3
Terpadu Regional
Sumatera
Pengembangan dan Pengoperasian
Pelabuhan Anggrek Gorontalo
Preservasi Jalan
dan Jembatan di
lintas tengah dan
barat Pulau
Sumatera
Pembangunan Proving
Ground BPLSKB Bekasi
Pembangunan Jalur KA
(Makassar-Pare Pare)
Pengembangan dan Pengoperasian
Pelabuhan Bau-Bau
Penggantian jembatan di
lintas utama Pulau Jawa

Pembangunan Pusat Pengolahan Limbah B3 Terpadu

Preservasi Jalan Trans Papua (Wamena-Mamugu)

B3 Terpadu Preservasi Jalan Trans Papua (Wamena-Mamugu) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (4 proyek)

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (4 proyek)

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (4 proyek) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (2 proyek) 26
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (4 proyek) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (2 proyek) 26

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (2 proyek)

Perumahan Rakyat (4 proyek) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (2 proyek) 26 Kementerian Perhubungan (4 proyek)
26
26

Kementerian Perhubungan (4 proyek)

Percepatan Penurunan Tingkat Kemiskinan dari Pencapaian Single Digit (9,82%) di tahun 2018 menjadi 8,5% 9,5% di tahun 2019

Alokasi Program Perlindungan Sosial

Triliun Rp (%) 31,9 500 40 30 400 20 4,2 5,2 5,0 381,0 10 300
Triliun Rp
(%)
31,9
500
40
30
400
20
4,2
5,2
5,0
381,0
10
300
0
287,0
273,3
-10
200
259,7
249,4
-20
-30
100
-41,9
-40
0
-50
2015
2016
2017
2018
2019
ABPN
RAPBN
Alokasi (LHS)
Pertumbuhan (RHS)
Tingkat Kemiskinan (%) 12 11,1 11,0 10,7 11 10,1 10,0 10 9,5 9 9,5 8,5
Tingkat Kemiskinan (%)
12
11,1
11,0
10,7
11
10,1
10,0
10
9,5
9
9,5
8,5
8
2014
2015
2016
2017
2018
2019
proyeksi
9 9,5 8,5 8 2014 2015 2016 2017 2018 2019 proyeksi Kebijakan Memberikan jaminan perlindungan sosial

Kebijakan

Memberikan jaminan perlindungan sosial khususnya bagi 40%

penduduk termiskin

Peningkatan peserta PBI JKN menuju ke 96,8 juta jiwa PBI JKN menuju ke 96,8 juta jiwa

Memperkuat Program Keluarga Harapan melalui peningkatan besaran manfaat 100% bersyarat dengan target sasaran 10 juta keluarga Program Keluarga Harapan melalui peningkatan besaran manfaat 100% bersyarat dengan target sasaran 10 juta keluarga penerima manfaat.

Sasaran Bantuan Pangan non-Tunai ditingkatkan bertahap menuju 15,6 juta keluarga penerima manfaat. Bantuan Pangan non-Tunai ditingkatkan bertahap menuju 15,6 juta keluarga penerima manfaat.

Memperkuat Reforma Agraria dan Perhutanan Sosial (RAPS) untuk penataan aset produktif dan keberpihakan terhadap para
Memperkuat Reforma Agraria dan Perhutanan Sosial (RAPS) untuk penataan aset produktif dan keberpihakan terhadap para
Memperkuat Reforma Agraria dan Perhutanan Sosial (RAPS) untuk penataan aset produktif dan keberpihakan terhadap para

Memperkuat Reforma Agraria dan Perhutanan Sosial (RAPS) untuk penataan aset produktif dan keberpihakan terhadap para petani dan rakyat kecil

mendorong perkembangan usaha mikro, kecil dan menengah

(UMKM):

insentif perpajakan khusus berupa tarif PPh final UMKM sebesar 0,5%,

fasilitas kredit usaha rakyat melalui pemberian subsidi bunga kepada 11,8 juta debitur lama dan 4 juta debitur baru

penyaluran dana bergulir untuk peningkatan akses dan

27 27
27
27

penguatan modal bagi UMKM, termasuk usaha mikro pesantren.

Pemerintah mendukung pelaksanaan Pemilu Tahun 2019 sebagai bagian dari agenda

demokrasi nasional

Indikator Demokrasi

Indeks Demokrasi Indonesia

Tingkat Partisipasi Pemilih

2018

74,6

75,1 (2014)

2019

75

77,5

 

Kegiatan terkait pelaksanaan Pemilu 2019

KPU  Pelaksanaan tahapan Pemilu 2019 (sarpras Pemilu,

KPU Pelaksanaan tahapan Pemilu 2019 (sarpras Pemilu,

Pemungutan suara, rekapitulasi suara, pendidikan Pemilu)

Bawaslu  Pengawasan tahapan Pemilu dan

Bawaslu Pengawasan tahapan Pemilu dan

pengembangan kelembagaan

MPR / DPD / DPR  Sidang 5 tahunan, pelantikan,

MPR / DPD / DPR Sidang 5 tahunan, pelantikan,

dan akomodasi aggota dewan baru

MK  Penanganan perselisihan Pemilu

MK Penanganan perselisihan Pemilu

Kemenkominfo/RRI/TVRI  sosialisasi Pemilu

Kemenkominfo/RRI/TVRI sosialisasi Pemilu

Kemhan/Polri  Pengamanan Pemilu

Kemhan/Polri Pengamanan Pemilu

sosialisasi Pemilu Kemhan/Polri  Pengamanan Pemilu Alokasi Anggaran (triliun rupiah) 2018 16,0 2019 2 4,8 Arah
Alokasi Anggaran (triliun rupiah)
Alokasi Anggaran
(triliun rupiah)

2018

16,0

2019

24,8

Arah Kebijakan a. Meningkatkan kualitas lembaga demokrasi b. Menjamin hak-hak politik dan kebebasan sipil c.
Arah Kebijakan
a.
Meningkatkan kualitas lembaga demokrasi
b.
Menjamin hak-hak politik dan kebebasan sipil
c.
Mewujudkan birokrasi yang netral
d.
Melaksanakan tahapan pemilu yang aman
28

Menjaga kebutuhan anggaran pertahanan dan keamanan termasuk agenda pesta demokrasi 2019

Alokasi melalui K/L, a.l

Kemenhanagenda pesta demokrasi 2019 Alokasi melalui K/L, a.l Polri B I N 2015 1 9 2

Polripesta demokrasi 2019 Alokasi melalui K/L, a.l Kemenhan B I N 2015 1 9 2 ,

B I N BIN

2015

192,5

2019

220,5

101,4

107,0

62,0

76,2

2,6

2,9

Rencana kegiatan bidang Hankam, a.l:

1.

Menjaga keutuhan NKRI;

2.

Pendidikan dan Pelatihan pasukan antiteror;

3.

Produksi alutsista dalam negeri dan

pengembangan industri pertahanan;

4.

Pembangunan Koarmada III dan Pasmar-3 Sorong;

5.

Pengamanan kawasan perbatasan;

6.

penanggulangan terorisme dan konflik sosial politik;

7.

Pencegahan dan pemberantasan korupsi;

8.

penanggulangan narkoba;

9.

pengamanan Pemilu.

Triliun Rupiah

Catatan:

1. Merupakan angka fungsi pertahanan dan fungsi ketertiban dan keamanan 2. Tahun 2015 diolah sesuai
1. Merupakan angka fungsi pertahanan dan fungsi ketertiban dan keamanan
2. Tahun 2015 diolah sesuai reklasifikasi fungsi
300
31,1 %
19,8 %
10,3 %
-1,1 %
-3,7 %
250
-9,5 %
200
150
100
50
0
2014
2015
2016
2017
2018
2019
Pertahanan
Keamanan dan Ketertiban
Pertumbuhan
29 29
29
29
-9,5 % 200 150 100 50 0 2014 2015 2016 2017 2018 2019 Pertahanan Keamanan dan

Kebijakan Subsidi diarahkan agar lebih tepat sasaran dan menuju penyaluran nontunai

Melalui berbagai kebijakan di subsidi energi maupun nonenergi

2019

2019

2018

2018

220,9

228,1

(triliun rupiah)

(Triliun Rp) Subsidi 250,0 228,1 220,9 3,2% 37,1% 200,0 186,0 174,2 6,3% 166,4 4,5% 150,0
(Triliun Rp)
Subsidi
250,0
228,1
220,9
3,2%
37,1%
200,0
186,0
174,2
6,3%
166,4
4,5%
150,0
100,0
50,0
-
2015
2016
2017
2018 Outlook
RAPBN 2019
Subsidi Energi
Subsidi Non Energi
Subsidi
156,5
Energi
163,5
Energi Subsidi Non Energi Subsidi 156,5 Energi 163,5 Subsidi BBM & LPG 100,1 Subsidi Listrik 56,5

Subsidi BBM & LPG

100,1

Subsidi Listrik

56,5

163,5 Subsidi BBM & LPG 100,1 Subsidi Listrik 56,5 - Solar 14,5 juta KL - Minyak

- Solar 14,5 juta KL

- Minyak tanah 610 ribu KL

- LPG 6.978 juta Kg

juta KL - Minyak tanah 610 ribu KL - LPG 6.978 juta Kg Subsidi Non-energi 64,3
juta KL - Minyak tanah 610 ribu KL - LPG 6.978 juta Kg Subsidi Non-energi 64,3
juta KL - Minyak tanah 610 ribu KL - LPG 6.978 juta Kg Subsidi Non-energi 64,3

Subsidi

Non-energi

64,3

64,7

antara lain:

Subsidi Pupuk6.978 juta Kg Subsidi Non-energi 64,3 64,7 antara lain: 29,5 • Penyempurnaan data penerima dengan NIK.

29,5

Penyempurnaan data penerima dengan NIK.

volume pupuk 9,55 juta ton

P S O PSO

6,8

LKBN Antara, PT Pelni, PT KAI

Pemberian subsidi LRT Jabodebek dalam rangka percepatan penyelenggaraan KA Ringan

Pelayanan publik

Perbaikan penyaluran untuk ketepatan sasaran

Subsidi solar Rp2.000/liter

Volume:

Subsidi Bunga Kredit Programsasaran • Subsidi solar Rp2.000 /liter • Volume: 16,7 • Target penyaluran KUR Rp120 T dengan

16,7

Target penyaluran KUR Rp120 T dengan suku

bunga 7% yang diperuntukkan pembiayaan sektor produktif bagi UMKM dan TKI

Subsidi kredit perumahan bagi MBR dengan penerbitan sebanyak100 ribu unit

subsidi tepat sasaran untuk pelanggan 450 VA dan 900 VA

Peningkatan rasio elektrifikasi

Peningkatan penggunaan energi terbarukan

30
30
pelanggan 450 VA dan 900 VA • Peningkatan rasio elektrifikasi • Peningkatan penggunaan energi terbarukan 30
pelanggan 450 VA dan 900 VA • Peningkatan rasio elektrifikasi • Peningkatan penggunaan energi terbarukan 30

Penguatan Transfer ke Daerah dan Dana Desa

untuk meratakan pembangunan ke tingkat Provinsi, Kabupaten/Kota, dan Desa

Triliun Rp Persen 900,0 16,0 14,0 800,0 14,0 11,8 700,0 12,0 600,0 10,0 500,0 8,0
Triliun Rp
Persen
900,0
16,0
14,0
800,0
14,0
11,8
700,0
12,0
600,0
10,0
500,0
8,0
400,0
9,0
8,6
6,0
4,5
300,0
2,9
4,0
200,0
2,0
100,0
710,3
573,7
623,1
763,6
742,0
832,3
-
-
2014
2015
2016
2017
2018
2019
Outlook
RAPBN
DBH
DAU
DTK
DID
Otsus & DIY
Dana Desa
Growth (%)

DAU 2019 bersifat final untuk meningkatkan kepastian sumber pendanaan APBD dan afirmasi daerah berciri kepulauan untuk meningkatkan kepastian sumber pendanaan APBD dan afirmasi daerah berciri kepulauan

Pengalokasian BOS berbasis kinerja pada tahun BOS berbasis kinerja pada tahun

2019

Pengalokasian BOS berbasis kinerja pada tahun 2019 Percepatan penyelesaian Kurang Bayar Dana Bagi Hasil dan
Percepatan penyelesaian Kurang Bayar Dana Bagi Hasil dan sharing beban bila harga migas naik diikuti

Percepatan penyelesaian Kurang Bayar Dana Bagi Hasil dan sharing beban bila harga migas naik diikuti kenaikan subsidi

Dana Desa terus meningkat dengan penyempurnaan program

Dana Desa terus meningkat dengan penyempurnaan program

prioritas dan fokus untuk mendukung penanganan

kemiskinan (skema padat karya tunai) dan pemberdayaan desa

Pengalokasian DAK Fisik berdasarkan proposal daerah

Pengalokasian DAK Fisik berdasarkan proposal daerah

(proposal based) mulai tahun 2016

Penyaluran TKDD (Dana Transfer Khusus dan Dana Desa) berbasis kinerja penyerapan dan capaian output dan

Penyaluran TKDD (Dana Transfer Khusus dan Dana Desa) berbasis kinerja penyerapan dan capaian output dan

penyaluran DAK Fisik dan Dana Desa melalui KPPN sejak 2017

Memperkuat Taxing Power daerah, melalui pengalihan PBBP2 menjadi pajak daerah pada tahun 2014

Memperkuat Taxing Power daerah, melalui pengalihan PBBP2 menjadi pajak daerah pada tahun 2014

31
31

Transfer ke Daerah dan Dana Desa

diarahkan untuk memperkuat pelaksanaan desentralisasi fiskal dan pencapaian Nawacita

832,3

763,6

Triliun Rupiah

2019

2019

2 0 1 8

2018

Transfer ke Daerah

759,3

Rupiah 2019 2 0 1 8 Transfer ke Daerah 7 5 9 , 3 Dana Alokasi

Dana Alokasi Khusus Fisik

703,6

77,2 59,3

Mengejar ketertinggalan infrastruktur layanan publik

Money follow program

Peningkatan alokasi untuk infrastruktur pendidikan

Usulan daerah sesuai prioritas nasional; dan

Penambahan subbidang GOR dan perpustakaan daerah

Dana Alokasi Khusus Nonfisikdan • Penambahan subbidang GOR dan perpustakaan daerah 131,2 117,4 • Perbaikan kualitas kinerja (BOS Kinerja)

131,2 117,4

Perbaikan kualitas kinerja (BOS Kinerja)

Peningkatan unit cost BOS utk Pendidikan Vokasi

Afirmasi untuk daerah 3 tertinggal, terluar, dan transmigrasi

Dana Insentif Daerahuntuk daerah 3 tertinggal, terluar, dan transmigrasi 10,0 8,5 • Memacu perbaikan kinerja pengelolaan

10,0 8,5

Memacu perbaikan kinerja pengelolaan keuangan, pelayanan pemerintahan umum, pelayanan dasar publik, dan kesejahteraan masyarakat.

Mendorong perbaikan iklim investasi di daerah (Kategori kemudahan

berusaha)

Meningkatkan kualitas lingkungan hidup (Kategori pengelolaan sampah)

D a n a B a g i H a s i l Dana Bagi Hasil

104,0 95,9

Min 50% DBH CHT untuk dukung program JKN

DBH DR dapat untuk pencegahan kebakaran hutan dan lahan dan

perhutanan sosial

Sharing beban bila harga komoditi dan subsidi naik

Penyelesaian Kurang Bayar DBH pada Triwulan 4

25% DTU untuk belanja infrastruktur.

Dana Alokasi Umumpada Triwulan 4 • 25% DTU untuk belanja infrastruktur. 414,9 401,5 • Mengurangi ketimpangan fiskal antardaerah

414,9 401,5

Mengurangi ketimpangan fiskal antardaerah

Bersifat final untuk memberi kepastian;

Penguatan afirmasi kepada daerah kepulauan

Memperhitungkan kenaikan gaji pokok 5%, gaji ke 13 dan THR, serta formasi CPNS Daerah;

25% DTU untuk belanja infrastruktur.

CPNS Daerah ; • 25% DTU untuk belanja infrastruktur. Dana Otsus, DTI & Dana Keistimewaan DIY

Dana Otsus, DTI & Dana Keistimewaan DIY

22,1 21,1

Pendanaan pendidikan, kesehatan dan infrastruktur di Papua & Papua Barat

Pendanaan pendidikan, sosial dan kesehatan di Aceh;

Pendanaan urusan keistimewaan di DIY

Dana

Desa

2019: 73,0

2018: 60,0

2015 : 20,8

di DIY Dana Desa 2019: 73,0 2018: 60,0 2015 : 20,8 • Formulasi dan afirmasi untuk

Formulasi dan afirmasi untuk percepatan pengentasan kemiskinan

Melanjutkan skema padat karya tunai (cash for work)

Meningkatkan porsi pemberdayaan masyarakat Desa

Penguatan kapasitas SDM desa dan tenaga pendamping desa

Rata-Rata Per Desa

2019: Rp973,9 juta

2018: Rp800,5 juta 2015: Rp280,0 juta

32 32
32
32

32

Pendanaan untuk Program Pembangunan dalam RAPBN 2019

bersumber dari Pajak, PNBP dan Pembiayaan

Pengeluaran Pemerintah Rp2.516,8 T

1.

Belanja K/L Rp840,3 T

2.

Belanja non K/L Rp767,1

3.

Transfer ke Daerah dan Dana Desa Rp832,3 T

4.

Pengeluaran Pembiayaan Rp77,1 T

Desa Rp832,3 T 4. Pengeluaran Pembiayaan Rp77,1 T Pendanaan Rp2.516,8 T 1. Penerimaan Perpajakan Rp1.781,0
Desa Rp832,3 T 4. Pengeluaran Pembiayaan Rp77,1 T Pendanaan Rp2.516,8 T 1. Penerimaan Perpajakan Rp1.781,0
Desa Rp832,3 T 4. Pengeluaran Pembiayaan Rp77,1 T Pendanaan Rp2.516,8 T 1. Penerimaan Perpajakan Rp1.781,0

Pendanaan Rp2.516,8 T

1.

Penerimaan Perpajakan Rp1.781,0 T

2.

PNBP & Hibah Rp361,5 T

3.

Pembiayaan Utang Rp359,3 T

4.

Pembiayaan Lainnya Rp15,0 T

T 2. PNBP & Hibah Rp361,5 T 3. Pembiayaan Utang Rp359,3 T 4. Pembiayaan Lainnya Rp15,0
33
33

Penerimaan perpajakan tahun 2019 ditargetkan tumbuh 15,0% dari outlook 2018, lebih tinggi dari rata-rata pertumbuhan beberapa tahun terakhir

 2013-2017 : tumbuh 6,5% Triliun Rp 2.000,0  2008-2017 : tumbuh 11,1% 1.781,0 1.800,0
 2013-2017 : tumbuh 6,5%
Triliun Rp
2.000,0
 2008-2017 : tumbuh 11,1%
1.781,0
1.800,0
1.548,5
1.600,0
1.343,5
1.400,0
1.284,9
1.240,5
1.146,9
1.200,0
1.000,0
800,0
600,0
400,0
200,0
-
2014
2015
2016
2017
2018 Outlook
2019 RAPBN
PPh Migas
Pajak Nonmigas
Kepabeanan dan Cukai
Dalam RAPBN 2019:

Target Pajak nonmigas (excl. PPh migas) tumbuh 16,6% dari Outlook 2018

Kepabeanan dan Cukai tumbuh 5,6% dari outlook 2018

Kebijakan Insentif Pajak

Tetap memberikan pengurangan pajak untuk mendukung perkembangan sektor tertentu (pionir),

Pemberian allowance pajak untuk mendukung tambahan investasi,

Pengurangan pajak untuk mendukung kegiatan litbang dan vokasi.

pajak untuk mendukung kegiatan litbang dan vokasi. Kontribusi Penerimaan Perpajakan semakin meningkat 

Kontribusi Penerimaan Perpajakan semakin meningkat menuju kemandirian

dari 74% di tahun 2014 menjadi 83,1% di tahun 2019

Pajak Menjaga keberlangsungan iklim investasi dan peningkatan daya saing

keberlangsungan iklim investasi dan peningkatan daya saing Penguatan Pelayanan Perpajakan a. simplifikasi

Penguatan Pelayanan Perpajakan

a.

simplifikasi registrasi, perluasan

tempat pemberian pelayanan

b.

perluasan cakupan e-filing,dan

c.

kemudahan restitusi

Penegakan Hukum a. Pelaksanaan penegakan hukum

(law enforcement) secara

berkeadilan

b. Peningkatan mutu pemeriksaan

melalui perbaikan tata kelola pemeriksaan

Pengawasan Kepatuhan Perpajakan

a. Implementasi AEoI dan akses informasi keuangan

b. Ekstensifikasi dan peningkatan pengawasan sebagai tindak lanjut pasca tax amnesty

c. Penanganan UMKM secara end- to-end melalui pendekatan

Business Development Services

(BDS)

d.

Joint Program DJP-DJBC

e.

Pembenahan basis data perpajakan

f.

Penerapan pengawasan Wajib

Pajak berbasis risiko

(Compliance Risk Management

/CRM)

34
34

Pertumbuhan target Kepabeanan dan Cukai tahun 2019 diperkirakan meningkat seiring perbaikan kinerja perdagangan dan meningkatnya harga komoditas

persen Triliun Rp Cukai, 2014-2019 200,0 30,0 22,5 150,0 20,0 100,0 10,0 8,9 143,5 153,3
persen
Triliun Rp
Cukai, 2014-2019
200,0
30,0
22,5
150,0
20,0
100,0
10,0
8,9
143,5
153,3
165,5
118,1
144,6
155,5
6,8
1,4
6,4
50,0
-
(0,8)
-
(10,0)
2014
2015
2016
2017
Outlook 2018
RAPBN 2019
Cukai Growth Triliun Rp persen Bea Masuk, 2014-2019 60,0 10,0 8,0 7,2 40,0 5,0 4,0
Cukai
Growth
Triliun Rp
persen
Bea Masuk, 2014-2019
60,0
10,0
8,0
7,2
40,0
5,0
4,0
3,0
2,2
20,0
-
37,6
32,5
38,7
31,2
35,1
32,3
(3,4)
-
(5,0)
2014 2015
2016
2017
Outlook 2018
RAPBN 2019
Bea Masuk
Growth

Triliun Rp

12,0

8,0

4,0

-

Bea Keluar, 2014 -2019

11,3 38,3 7,3 (0,6) (19,5) (28,5) 4,4 4,4 4,1 3,7 3,0 (67,1) 2014 2015 2016
11,3
38,3
7,3
(0,6)
(19,5)
(28,5)
4,4
4,4
4,1
3,7
3,0
(67,1)
2014
2015
2016
2017
Outlook 2018
RAPBN 2019
Bea Keluar
Growth

persen

80,0

40,0

-

(40,0)

(80,0)

persen 80,0 40,0 - (40,0) (80,0) KEBIJAKAN KEPABEANAN DAN CUKAI Memperbaiki dwelling time,
KEBIJAKAN KEPABEANAN DAN CUKAI
KEBIJAKAN KEPABEANAN DAN CUKAI
Memperbaiki dwelling time, a.l :  Percepatan layanan Pusat Logistik Berikat  Simplifikasi prosedur impor
Memperbaiki dwelling time, a.l :
 Percepatan layanan Pusat Logistik Berikat
 Simplifikasi prosedur impor
 Pembayaran BM & Pajak 24x7 (dgn MPN G2) 
termasuk layanan kepabeanan 24x7
Melanjutkan pemberantasan penyelundupan, dan penertiban barang kena cukai ilegal (rokok, miras)
Melanjutkan pemberantasan penyelundupan, dan
penertiban barang kena cukai ilegal (rokok,
miras)
Penurunan/efisiensi biaya logistik
Penurunan/efisiensi biaya logistik
Melanjutkan penertiban importir, eksportir dan cukai berisiko tinggi (PIBT, PEBT dan PCBT) Sinergi dengan DJP,
Melanjutkan penertiban importir, eksportir dan
cukai berisiko tinggi (PIBT, PEBT dan PCBT) Sinergi
dengan DJP, TNI, Polri, dan Kejaksaan
Pengembangan/perluasan fasilitas kemudahan impor tujuan ekspor (KITE) untuk industri kecil dan menengah (IKM)
Pengembangan/perluasan fasilitas kemudahan
impor tujuan ekspor (KITE) untuk industri kecil
dan menengah (IKM)
Penambahan barang kena cukai (BKC) baru
(kemasan plastik)
35

PNBP tahun 2019 ditargetkan tumbuh 3,4% dari outlook tahun 2018

PNBP, 2014-2019 450,0 398,6 400,0 361,1 349,2 350,0 311,2 300,0 262,0 255,6 250,0 200,0 150,0
PNBP, 2014-2019
450,0
398,6
400,0
361,1
349,2
350,0
311,2
300,0
262,0
255,6
250,0
200,0
150,0
100,0
50,0
-
2014
2015
2016
2017
2018 Outlook
RAPBN 2019
PNBP SDA
Pend. KND
PNBP Lainnya
2018 Outlook RAPBN 2019 PNBP SDA Pend. KND PNBP Lainnya KEBIJAKAN UMUM PNBP Optimalisasi produksi diikuti
KEBIJAKAN UMUM PNBP Optimalisasi produksi diikuti upaya efisiensi biaya dan mendukung pengembangan industri hilir,
KEBIJAKAN UMUM PNBP
Optimalisasi produksi
diikuti upaya efisiensi biaya dan mendukung pengembangan
industri hilir, kelestarian lingkungan dan keberlangsungan usaha
Peningkatan pelayanan dan penyesuaian tarif
dengan mempertimbangkan daya beli dan pengembangan
dunia usaha serta optimalisasi pengelolaan Barang Milik
Negara (BMN)
Peningkatan dividen BUMN
dengan mempertimbangkan cashflow BUMN dan kemampuan
keuangan BUMN dengan pengembangan usaha dan
menjalankan penugasan Pemerintah
Tindak Lanjut Perubahan UU PNBP
 Penyederhanaan tarif PNBP, khususnya terkait layanan
 Penajaman perencanaan, pelaksanaan & pertanggung
jawaban PNBP
 Penguatan pengawasan dan pemeriksaan PNBP
 Rumusan keberatan, keringanan, dan pengembalian PNBP
36

Kesehatan dan Kemandirian dari APBN ditunjukkan dengan Penurunan Pembiayaan Utang dalam 2 tahun terakhir

Pertumbuhan pembiayaan utang cenderung menurun dari tahun 2015, dan bahkan tumbuh negatif di tahun 2018 dan 2019

Triliun rupiah persen 500 380,9 429,1 60 403,0 387,4 49,0 359,3 400 40 255,7 300
Triliun rupiah
persen
500
380,9
429,1
60
403,0
387,4
49,0
359,3
400
40
255,7
300
20
14,6
5,8
200
(7,2)
0
100
6,5
0
(9,7)
-20
2014
2015
2016
2017
outlook
RAPBN
2018 2019
Pembiayaan Utang
Growth (RHS)

SBN neto cenderung menurun dari tahun 2017, sementara sukuk yang langsung digunakan membiayai proyek infrastruktur semakin meningkat

Triliun rupiah persen 500 441,8 40 36,9 407,3 388,0 386,2 362,3 400 264,6 12,4 20
Triliun rupiah
persen
500
441,8
40
36,9
407,3
388,0
386,2
362,3
400
264,6
12,4
20
17,8
300
8,5
200
(0,5)
0
100
(12,2)
0
-20
2014
2015
2016
2017
outlook
RAPBN
SBN (neto) Growth (RHS) 2018 2019

SBN (neto)

Growth (RHS)SBN (neto) 2018 2019

2018 2019

Sukuk Proyek

RAPBN SBN (neto) Growth (RHS) 2018 2019 Sukuk Proyek 2 0 1 3 Rp0,8 T di

2013 Rp0,8 T

di 2 K/L

2018 2019 Sukuk Proyek 2 0 1 3 Rp0,8 T di 2 K/L 2019 Rp28,4 T

2019

Rp28,4 T

di 7 K/L

2 0 1 3 Rp0,8 T di 2 K/L 2019 Rp28,4 T di 7 K/L Tantangan
2 0 1 3 Rp0,8 T di 2 K/L 2019 Rp28,4 T di 7 K/L Tantangan

Tantangan 2019

Rp0,8 T di 2 K/L 2019 Rp28,4 T di 7 K/L Tantangan 2019 Strategi Pembiayaan Utang

Strategi Pembiayaan Utang 2019

Lanjutan kenaikan Fed rate Fed rate

Penghentian QE di Eropa dan Jepang QE di Eropa dan Jepang

Tekanan defisit neraca transaksi berjalankenaikan Fed rate Penghentian QE di Eropa dan Jepang Utang diprioritaskan dalam Rupiah agar tetap resilient

Eropa dan Jepang Tekanan defisit neraca transaksi berjalan Utang diprioritaskan dalam Rupiah agar tetap resilient
Eropa dan Jepang Tekanan defisit neraca transaksi berjalan Utang diprioritaskan dalam Rupiah agar tetap resilient

Utang diprioritaskan dalam Rupiah agar tetap resilient terhadap gejolak nilai tukar resilient terhadap gejolak nilai tukar

Potensi investor domestik dioptimalkan untuk pendalaman pasar sekaligus mengendalikan kepemilikan asingRupiah agar tetap resilient terhadap gejolak nilai tukar Arah Kebijakan Pembiayaan Utang Hati-hati menjaga rasio

Arah Kebijakan Pembiayaan Utangpendalaman pasar sekaligus mengendalikan kepemilikan asing Hati-hati menjaga rasio utang terhadap PDB. Efisiensi •

Hati-hati menjaga rasio utang terhadap PDB. menjaga rasio utang terhadap PDB.

Utang Hati-hati menjaga rasio utang terhadap PDB. Efisiensi • Menjaga akuntabilitas pengelolaan utang •

Efisiensi

Menjaga akuntabilitas pengelolaan utang

Meningkatkan efisiensi bunga utang pada tingkat risiko terkendali

Produktifefisiensi bunga utang pada tingkat risiko terkendali 37 • pemanfaatan utang untuk kegiatan produktif; •

37
37

pemanfaatan utang untuk kegiatan produktif;

menjaga komposisi utang dalam batas manageable;

menjaga solvabilitas.

Pembiayaan Utang Mendukung Program Prioritas Pemerintah

Infrastruktur Dasar

Pariwisata

Pendidikan

Kesehatan

Kelistrikan

Almatsus, dan Alutsista

Sukuk Proyek (project financing sukuk)

Dalam periode 2013 2018, Sukuk proyek telah membiayai proyek infrastruktur antara lain

Jalur Kereta Api,

Asrama Haji (40 proyek)

Jalan dan Jembatan (339 proyek)

KUA dan Balai Nikah (701 proyek)

Sarana Pendidikan (98 proyek)

Sarana dan prasarana Sumber Daya Air (332 proyek)

Fasilitas taman nasional (3 lokasi)

32 Madrasah, dan

3 laboratorium penelitian.

Triliun rupiah

Nilai Proyek SBSN project financing semakin meningkat 28,4 22,5 16,8 13,7 7,1 0,8 1,6 2013
Nilai Proyek SBSN project financing
semakin meningkat
28,4
22,5
16,8
13,7
7,1
0,8
1,6
2013
2014
2015
2016
2017
2018
RAPBN 2019

Pinjaman Dalam Negeri (PDN)

2016 2017 2018 RAPBN 2019 Pinjaman Dalam Negeri (PDN) PDN terutama digunakan untuk mendukung almatsus Polri

PDN terutama digunakan untuk mendukung almatsus Polri dan Alutsista TNI

digunakan untuk mendukung almatsus Polri dan Alutsista TNI Pinjaman Luar Negeri (PLN) PLN kegiatan telah mendukung
Pinjaman Luar Negeri (PLN) PLN kegiatan telah mendukung pembangunan nasional melalui proyek- proyek strategis antara
Pinjaman Luar Negeri (PLN)
PLN kegiatan telah mendukung pembangunan nasional melalui proyek-
proyek strategis antara lain:
• Jembatan Suramadu
• Jembatan Tayan
• RS pendidikan di beberapa PTN (antara lain di
Universitas Sumatera Utara, Universitas Sebelas
Maret dan Universitas Andalas)
Suramadu
• Waduk Jatigede
• Rehabilitasi dan rekonstruksi jalan di Pulau
Sumatera dan Kalimantan
• Pengadaan alutsista dan almatsus (Kapal Perang
PKR 105, Pesawat CN-295, dan Kapal Selam).
Jatigede
• pembangunan sarana prasarana perkuliahan
Tahun 2019, PLN
kegiatan
dimanfaatkan untuk
• Infrastruktur pelabuhan Patimban dan beberapa
ruas jalan tol (Solo - Kertosono, Cisumdawu dan
Manado – Bitung)
mendukung program
prioritas SDM dan
Infrastruktur
• Infrastruktur sumber daya air melalui
pembangunan dan pemeliharaan berbagai DAM,
reservoir maupun irigasi.

Pembiayaan Utang Mendukung Investasi Pemerintah melalui PMN kepada BUMN

dan BLU serta Penerusan Pinjaman

38
38
Rasio Utang Terus Dijaga Agar Kesinambungan Fiskal Terkendali Meskipun rasio utang terhadap PDB mengalami peningkatan
Rasio Utang Terus Dijaga Agar Kesinambungan
Fiskal Terkendali
Meskipun rasio utang terhadap PDB mengalami peningkatan dalam beberapa
tahun terakhir namun tetap terjaga dan relatif lebih rendah dari Negara peers
6.000
40,0%
29,4%
29,8%
28,3%
27,4%
24,9%
24,7%
4.000
20,0%
2.000
-
0,0%
2013
2014
2015
2016
2017
Juni 2018*
Total Utang
Rasio Total Utang thd. PDB (RHS)
Rasio utang terhadap PDB Indonesia relatif rendah dan
cenderung turun dibandingkan 10 tahun lalu
2008
2018
100
75
50
25
0
Sumber: World Economic Outlook
2018 100 75 50 25 0 Sumber: World Economic Outlook Utang Dikelola Secara Prudent Untuk Mendukung

Utang Dikelola Secara Prudent Untuk Mendukung Kesinambungan Fiskal

Risiko Tingkat Bunga

16,0 14,8 13,7 12,1 10,7 10,4 2013 2014 2015 2016 2017 Juni 2018
16,0
14,8
13,7
12,1
10,7
10,4
2013
2014
2015
2016
2017
Juni
2018
Risiko Tingkat Bunga 16,0 14,8 13,7 12,1 10,7 10,4 2013 2014 2015 2016 2017 Juni 2018

Variable rate ratio [%]

Jatuh Tempo Utang

39,8

39,7

33,3

8,6

33,9

7,7

34,7

8,4

36,0

22,7

6,5

25,4

10,1

8,6 33,9 7,7 3 4 , 7 8,4 3 6 , 0 22,7 6,5 25,4 10,1

24,2

11,3

7,7 3 4 , 7 8,4 3 6 , 0 22,7 6,5 25,4 10,1 24,2 11,3
7,7 3 4 , 7 8,4 3 6 , 0 22,7 6,5 25,4 10,1 24,2 11,3
7,7 3 4 , 7 8,4 3 6 , 0 22,7 6,5 25,4 10,1 24,2 11,3
7,7 3 4 , 7 8,4 3 6 , 0 22,7 6,5 25,4 10,1 24,2 11,3
7,7 3 4 , 7 8,4 3 6 , 0 22,7 6,5 25,4 10,1 24,2 11,3

2013

2014

2015

2016

2017

Juni

 

2018

25,4 10,1 24,2 11,3 2013 2014 2015 2016 2017 Juni   2018 in 1 year (%)

in 1 year (%)

25,4 10,1 24,2 11,3 2013 2014 2015 2016 2017 Juni   2018 in 1 year (%)

in 3 year (%)

25,4 10,1 24,2 11,3 2013 2014 2015 2016 2017 Juni   2018 in 1 year (%)

in 5 year (%)

21,7

20,1

21,4

Mengendalikan utang jatuh tempo sesuai kemampuan membayar kembali untuk meningkatkan kepercayaan

pasar

Mengatur komposisi utang untuk mengendalikan fluktuasi kewajiban utang

Risiko Nilai Tukar

46,8

Risiko Nilai Tukar 46,8 44,5 43,4 42,6 42,6 40,4 2013 2014 2015 2016 2017 Juni  
44,5 43,4 42,6 42,6 40,4
44,5
43,4
42,6
42,6
40,4

2013

Risiko Nilai Tukar 46,8 44,5 43,4 42,6 42,6 40,4 2013 2014 2015 2016 2017 Juni  

2014

2015

2016

2017

Juni

 

2018

FX Debt to total debt ratio (%)

39
39

Pembiayaan Investasi Tahun 2019 dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan, penguatan anggaran

infrastruktur, penanggulangan kemiskinan, meningkatkan daya saing ekspor dan peran serta Indonesia di dunia

internasional

Perkembangan Pembiayaan Investasi

100

90

80

70

60

50

40

30

20

10

0

89,1 74,8 65,7 59,7 59,8
89,1
74,8
65,7
59,7
59,8

2015 2016

2017

outlook 2018

RAPBN 2019

65,7 59,7 59,8 2015 2016 2017 outlook 2018 RAPBN 2019 BLU LMAN : 22,0 35,4  
BLU LMAN : 22,0 35,4  

BLU LMAN : 22,0

35,4

 

Pembebasan lahan untuk prioritas pembangunan nasional

DPPN : 20,0 15,0

DPPN : 20,0

15,0

Peningkatan akses masyarakat untuk

 

pendidikan dan keberlanjutan pengembangan pendidikan