Anda di halaman 1dari 14

MAKALAH MIKROBIOLOGI

INTERAKSI DALAM KEHIDUPAN


MIKROORGANISME DENGAN MANUSIA

Disusun Oleh :
1. Hasti Amalia (P2 31 33 117 016)
2. Hilda Fitriah (P2 31 33 117 017)
3. Meilyana Triwulan (P2 31 33 117 023)
4. Muhammad Ivan Erlangga (P2 31 33 117 025)
5. Ria Shania (P2 31 33 117 031)

Kelompok : 5 (Lima)
Kelas : 2 D4 A

JURUSAN KESEHATAN LINGKUNGAN


POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES JAKARTA II
Jalan Hang Jebat III Blok F No.3, RT.4/RW.8, Gunung, Kebayoran Baru,
Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12120
Telp. 021.7397641, 7397643
Fax. 021. 7397769 E-mail : info@poltekkesjkt2.ac.id Website :
http://poltekkesjkt2.ac.id
1. Interaksi Mikroorganisme
 Netralisme
Netralisme adalah hubungan antara dua populasi yang tidak saling
mempengaruhi dan terjadi pada kepadatan populasi yang sangat rendah
atau secara fisik dipisahkan dalam mikrohabitat. Netralisme terjadi pada
keadaan mikroba tidak aktif, misal dalam keadaan kering beku, atau
fase istirahat (spora, kista). Contoh: interaksi antara mikroba
allocthonous (nonindigenous) dengan mikroba autocthonous
(indigenous).
 Komensalisme
Hubungan terjadi apabila satu populasi diuntungkan tetapi populasi
lain tidak terpengaruh. Contoh: Bakteri Flavobacterium brevis dapat
menghasilkan ekskresi sistein. Sistein digunakan oleh Legionella
pneumophila. Desulfovibrio mensuplai asetat dan H2 untuk respirasi
anaerobik Methanobacterium.
 Sinergisme
Asosiasi melibatkan 2 populasi atau lebih dalam keperluan nutrisi
bersama, maka disebut sintropisme yang sangat penting dalam
peruraian bahan organik tanah, atau proses pembersihan air secara
alami. Contoh : Sinergisme Streptococcus faecalis dan E.Coli dan
memproduksi arginin menjadi putresin
 Mutualisme (Simbiosis)
Asosiasi antara dua populasi mikroba yang keduanya saling
tergantung dan sama-sama mendapat keuntungan. Simbiosis bersifat
sangat spesifik (khusus) dan salah satu populasi tidak dapat digantikan
oleh spesies lain yang mirip. Contoh: bakteri Rhizobium sp. yang hidup
pada bintil akar tanaman kacang-kacangan.
 Kompetisi
Hubungan negatif antara 2 populasi mikroba yang keduanya
mengalami kerugian yang ditandai dengan menurunnya sel hidup dan
pertumbuhannya. Kompetisi terjadi pada 2 populasi mikroba yang
menggunakan nutrien/makanan yang sama, atau dalam keadaan nutrien
terbatas. Contoh: antara protozoa Paramaecium caudatum dengan
Paramaecium aurelia.
 Amensalisme (Antagonisme)
Asosiasi antar spesies yang menyebabkan salah satu pihak
dirugikan, pihak lain diuntungkan atau tidak terpengaruh apapun.
Umumnya merupakan cara untuk melindungi diri terhadap populasi
mikroba lain, misalnya dengan menghasilkan senyawa asam, toksin,
atau antibiotika. Contoh: bakteri Acetobacter yang mengubah etanol
menjadi asam asetat. Asam tersebut dapat menghambat pertumbuhan
bakteri lain.
 Parasitisme
Terjadi antara dua populasi, satu diuntungkan (parasit) dan
populasi lain dirugikan (host/inang). Terjadi karena keperluan nutrisi
dan bersifat spesifik, ukuran parasit biasanya lebih kecil dari Inangnya
dan memerlukan kontak secara fisik maupun metabolik serta waktu
kontak yang relatif lama. Contoh: Jamur Trichoderma sp. Memparasit
jamur Agaricus sp.
 Predasi
Hubungan predasi terjadi apabila satu organisme predator
memangsa atau memakan dan mencerna organisme lain(Prey).
Umumnya predator berukuran lebih besar dibandingkan prey, dan
peristiwanya berlangsung cepat. Contohnya adalah Protozoa (predator)
dengan bakteri (prey). Protozoa Didinium nasutum (predator) dengan
Paramaecium caudatum (prey).

2. Mikroorganisme Yang Mengganggu Kesehatan Manusia


1. Bakteri
Bakteri merupakan penyebab terbanyak dari infeksi,
dapatmenyebabkan penyakit pada tubuh manusia dan dapat hidup
didalamnya. Bakteri bisamasuk melalui udara, air, tanah, makanan,
cairan dan jaringan tubuh dan benda matilainnya. Infeksi bakteri
meliputi permulaan awal dari proses infeksi hingga
mekanismetimbulnya tanda dan gejala penyakit. Ciri-ciri bakteri
pathogen yaitu kemampuan untuk menularkan, melekat pada sel inang,
menginvasi sel inang dan jaringan, mampu untuk meracuni, dan mampu
untuk menghindar dari system kekebalan inang. Beberapa gejalaatau
asimptomatik. Penyakit terjadi jika bacteria atau reaksi imunologi yang
ditimbulkannya menyebabkan suatu bahaya bagi seseorang.
Berikut ini nama-nama bakteri yang merugikan :
 Clostridium tetani, menyebabkan penyakit tetanus.
 Corynebacterium dipteri, menyebabkan dipteri.
 Staphylococcus aereus, menyerang saluran pernapasan.
 Streptococcus pyogenes, menyerang sistem pernapasan.
 Micrococcus gonorrhea, menyebabkan penyakit kelamin.
 Diplococcus pneumoniae, menyerang paru-paru.
 Klebsiella pneumoniae, menyebabkan penyakit pada saluran
pernapasan dan paru-paru.
 Brucella abortus, menyebabkan abortus.
 Pasteurella pestis, menyebabkan penyakit pes.
 Hemophylus influenza, menyebabkan influenza.
 Flavobacterium dan Achromobacter, membusukkan daging,
ikan dan telur.
 Lactobacillus, membusukkan sayur-sayuran, buah-buahan, dan
umbi-umbian.
 Clostridium botulinum, menghasilkan racun pada makanan
kemasan,
 Pseudomonas cocovenenans, menghasilkan racun pada tempe
bongkrek.
 Pseudomonas aeruginosa (Pseudomonas pyocyaneus). Bakteri
ini seperti infeksi traktus urinarius, infeksi jaringan paru, infeksi
kornea. Biasanya infeksi tersebut menimpa penderita diabetes
mellitus atau pecandu narkoba.
 Vibrio cholera, menyebabkan penyakit cholera asiatica.
 Vibrio El Tor. Sifat bakteri ini sama dengan Vibrio cholera.
Bakteri ini menyebabkan penyakit rat-bite-fever (demam karena
gigitan tikus).
 Escherichia coli, menyebabkan terjadinya penyakit saluran
pencernaan makanan, seperti kolera, tipus, disentri, diare, dan
penyakit cacing.
 Salmonella typhi, menyebabkan penyakit typhus.
 Shigella dysenteriae, penyakit yang ditimbulkan yaitu disentri.
 Haemophilus influenza bakteri ini menimbulkan penyakit
tractus respiratorius, system saraf dan system skelet.
 Haemophilus ducreymenimbulkan penyakit chancroid, menular
lewat hubungan kelamin.
 Bordetella pertussis, bakteri ini menyebabkan batuk rejan.
 Neisseria gonorrhea,Gejala penyakitnya adalah kencing
bernanah.
 Neisseria meningitides, bakteri ini menyebabkan penyakit
meningitis (radang selaput otak).
 Streptococcus pneumonia, merupakan bakteri penyebab
penyakit pneumonias, sinusitis, otitis media, mastoiditis,
conjuctivis, meningitis, endocarditis.
 Bacillus anthracis, merupakan bakteri penyebab penyakit
antrax, yang biasanya menyerang hewan ternak.
 Clostridium tetani, penyakit yang ditimbulkan adalah tetanus,
dengan infeksi melalui berbagai cara.
 Clostridium botulinum, bakteri ini sering menimbulkan
keracunan makanan, hal ini karena bakteri tersebut tumbuh
dalam makanan dan menghasilkan toxin yang berbahaya bagi
manusia.
 Mycobacterium tuberculosis, pada manusia bakteri ini dapat
menyebabkan penyakit tuberculosa yang menyerang paru-paru,
tulang, kelenjar lympha, ginjal, otak bahkan kulit.
 Mycobacterium leprae, merupakan bakteri penyebab penyakit
lepra, dengan gejala pertama berupa penebalan pada kulit yang
berubah warna, berupa bercak keputih-putihan, hilang
perasaannya. Bakteri ini dapat pula menyerang mata, paru-paru,
ginjal dan sebagainya. Pencegahan dilakukan dengan mencegah
kontak langsung dengan penderita dan meningkatkan daya tahan
tubuh.
2. Virus
Virus terutama berisi asam nukleat (nucleic acid), karenanya harus
masuk dalam selhidup untuk diproduksi. Untuk menyebabkan penyakit,
virus harus memasuki inang,mengadakan kontak dengan sel yang rentan,
bereplikasi, dan menyebabkan kerusakan sel.
3. Fungi
Berbagai jamur menyerang kulit. Biasanya jamur hidup di lapisan
keratin bagian atasdanmenyebar ke luar pada cincin dermatitis
eritematosa bersisik yang sering disebutringworm.Pada bagian lainnya
paparan lesi tampak berbedadi antara jari kaki terlihatsepertikaki
atlet dan di lipat paha sepertitinea kruris.Organism yang
menyebabkaninfeksi ini bermacam-macam tetapi yang paling sering
adalah berbagai jenis spesies Trikofiton.
Spesies Pitirosporum menyebabkan berbagai infeksi jamur
superficial pada kulit, yangpaling sering ialahtineaversikolor yang
perubahan pigmen sangat khas. Infeksi fungi yang dalam cenderung
menimbulkan abses kronis, sering disertaidestruksi berat.
4. Protozoa
Protozoa adalah gup organisme bersel satu yang sangat bervariasi
dengan lebih dari 50.000 jenis. Banyak yang berukuran kurang dari
1/200 mm tetapi beberapa dapat mencapai 3 mm seperti ''Spirostomun''.
Banyak yang hidup secara soliter (sendiri), ada yang secara berkoloni.
Pada manusia, protozoa merupakan salah satu patogen dan dapat
menyebabkan penyakit seperti malaria yang disebabkan oleh
Plasmodium falciparum.
5. Cacing
Cacing dalam usus merupakan salah satu patogen manusia yang
paling umum. Cacing gelang Ascaris lumbricoides diperkirakan
menginfeksi manusia di seluruh dunia. Walau jarang membahayakan
nyawa, parasit ini merupakan penyebab utama morbiditas pada negara-
negara berkembang. Infeksi berat dapat menyebabkan gangguan usus
dan gangguan pertumbuhan.

3. Pengertian Virulensi, Immunitas, Pathogen Dan Infeksi


3.1 Virulensi
Virulensi adalah ukuran patogenitas organisme. Tingkat virulensi
berbanding lurus dengan kemampuan organisme menyebabkan
penyakit. Tingkat virulensi dipengaruhi oleh jumlah bakteri, jalur
masuk ke tubuh inang, mekanisme pertahanan inang, dan faktor
virulensi bakteri. Secara eksperimental virulensi diukur dengan
menentukan jumlah bakteri yang menyebabkan kematian, sakit, atau
lesi dalam waktu yang ditentukan setelah introduksi.
3.2 Immunitas
Imunitas adalah kemampuan untuk melawan infeksi oleh patogen.
Kekebalan aktif dihasilkan dari respon kekebalan terhadap patogen dan
pembentukan sel-sel memori. Kekebalan pasif hasil dari transfer
antibodi terhadap orang yang belum terkena patogen. Apakah
memberikan suntikan imunisasi untuk anak-anak adalah hal yang baik?
Banyak, jika tidak sebagian besar, anak-anak benci pergi ke dokter,
karena sering identik dengan mendapat suntikan imunisasi
3.3 Pathogen
Patogen adalah agen biologis yang menyebabkan penyakit pada
inangnya. Sebutan lain dari patogen adalah mikroorganisme parasit.
Umumnya istilah ini diberikan untuk agen yang mengacaukan fisiologi
normal hewan atau tumbuhan multiselular. Namun, patogen dapat pula
menginfeksi organisme uniselular dari semua kerajaan biologi.
Umumnya, hanya organisme yang sangat patogen yang dapat
menyebabkan penyakit, sementara sisanya jarang menimbulkan
penyakit. Patogen oportunis adalah patogen yang jarang menyebabkan
penyakit pada orang-orang yang memiliki imunokompetensi
(immunocompetent) namun dapat menyebabkan penyakit/infeksi yang
serius pada orang yang tidak memiliki imunokompetensi
(immunocompromised).
Patogen oportunis ini umumnya adalah anggota dari flora normal
pada tubuh. Istilah oportunis sendiri merujuk kepada kemampuan dari
suatu organisme untuk mengambil kesempatan yang diberikan oleh
penurunan sistem pertahanan inang untuk menimbulkan penyakit.Pada
umumnya semua patogen pernah berada di luar sel tubuh dengan
rentang waktu tertentu (ekstraselular) saat mereka terpapar oleh
mekanisme antibodi, namun saat patogen memasuki fase intraselular
yang tidak terjangkau oleh antibodi, sel T akan memainkan perannya.
3.4 Infeksi
Infeksi merupakan proses invasi dan multiplikasi berbagai
mikroorganisme ke dalam tubuh (seperti bakteri, virus, jamur, dan
parasit), yang saat dalam keadaan normal, mikroorganisme tersebut
tidak terdapat di dalam tubuh. Sebenarnya, di beberapa tempat dalam
tubuh kita pun, seperti di dalam mulut atau usus, terdapat banyak
mikroorganisme yang hidup secara alamiah dan biasanya tidak
menyebabkan infeksi. Namun, dalam beberapa kondisi, beberapa
mikroorganisme tersebut juga dapat menyebabkan penyakit.

4. Jenis Penyakit Infeksi Dan Non Infeksi


4.1 Penyakit Infeksi
Dalam medis, penyakit menular atau penyakit infeksi adalah
sebuah penyakit yang disebabkan oleh sebuah
agen biologi (sepertivirus, bakteria atau parasit), bukan disebabkan
faktor fisik (seperti luka bakar) atau kimia (seperti keracunan). Cara
cara penularan penyakit:
1) Media langsung dari orang ke orang ( permukaan kulit ) jenis
penyakit yang ditularkan antara lain:
a. Penyakit kelamin
b. Rabies
c. Trakoma
d. Skabies
e. Erisipelas
f. Antraks
g. Gas-gangren
h. Infeksi luka aerobic
i. Penyakit pada kaki dan mulut
Pada penyakit kelamin seperti GO, sifiis, dan HIV, agen penyakit
ditularkan langsung dan seorang yang infeksius ke orang lain
melalui hubungan intim. Cara memutuskan rantai penularannya
adalah dengan mengobati penderita dan tidak melakukan hubungan
intim dengan pasangan bukan suami atau istri. Khusus untuk HIV,
jangan mempergunakan alat suntik bekas dan menggunakan darah
donor penderita HIV.
2) Melalui Media Udara Penyakit yang dapat ditularkan dan
menyebar secara langsung maupun tidak langsung melalui udara
pernapasan disebut sebagai air borne disease. Jenis Penyakit yang
ditularkan antara lain:
a. TBC Paru
b. Varicella
c. Difteri
d. Influenza
e. Variola f. Morbili
f. Meningitis
g. Demam scarlet
h. Mumps
i. Rubella
j. Pertussis
Cara pencegahan penularan penyakit antara lain memakai masker,
menjauhi kontak serta mengobati penderita TBC yang sputum
BTA-nya positif.
3) Melalui Media Air Penyakit dapat menular dan menyebar secara
langsung maupun tidak langsung melalui air. Penyakit-penyakit
yang ditularkan melalui air disebut sebagai water borne disease
atau water related disease. Agen Penyakit:
a. Virus : hepatitis virus, poliomyelitis
b. Baktcri : kolera, disentri, tifoid, diare
c. Protozoa : amubiasis, giardiasis
d. Helmintik : askariasis, penyakit cacing cambuk, penyakit
hidatid
e. Leptospira : penyakit Weil Pejamu akuatik: Bermultiplikasi di
air : skistosomiasis (vektor keong) dan tidak bermultiplikasi :
Guinea’s worm dan fish tape worm (vektor cyclop).
Penyakit-penyakit yang berhubungan dengan air, dapat dibagi
dalam empat kelompok menurut cara penularannya.
a) Water borne mechanism, Kuman patogen yang berada
dalam air dapat menyebabkan penyakit pada manusia,
ditularkan melalui mulut atau sistem pencernaan. Contoh:
kolera, tifoid, hepatitis virus, disentri basiler dan
poliomielitis.
b) Water washed mechanism, jenis penyakit water washed
mechanism yang berkaitan dengan kebersihan individu dan
umum dapat berupa infeksi melalui alat pencernaan, seperti
diare pada anak-anak. Infeksi melalui kulit dan mata,
seperti skabies dan trakoma. Penyakit melalui gigitan
binatang pengerat, seperti Ieptospirosis.
c) Water based mechanism, jenis penyakit dengan agen
penyakit yang menjalani sebagian siklus hidupnya di dalam
tubuh vektor atau sebagai pejamu intermediate yang hidup
di dalam air. Contohnya adalah skistosomiasis,
Dracunculus medinensis.
d) Water related insect vector, mechanisme Jenis penyakit
yang ditularkan melalui gigitan serangga yang berkembang
biak di dalam air. Contohnya adalah filariasis, dengue,
malaria, demam kuning (yellow fever).
Cara pencegahan penularan penyakit melalui media air atau
makanan dapat dilakukan antara lain dengan cara:
a. Penyakit infeksi melalui saluran pencernaan, dapat
dilakukan dengan cara Sanitation Barrier yaitu memutus
rantai penularan, seperti menyediakan air bersih, menutup
makanan agar tidak terkontaminasi oleh debu dan lalat,
buang air besar dan membuang sampah tidak di sembarang
tempat.
b. Penyakit infeksi yang ditularkan melalui kulit dan mata,
dapat dicegah dengan higiene personal yang baik dan tidak
memakai peralatan orang lain seperti sapu tangan, handuk
dan lainnya, secara sembarangan.
c. Penyakit infeksi lain yang berhubungan dengan air melalui
vektor seperti malaria dan demam berdarah dengue (DBD)
dapat dicegah dengan pengendalian vektor.
4.2 Penyakit Non Infeksi
Penyakit non infeksi adalah penyakit yang disebabkan oleh diluar dari
proses infeksi. Banyak penyakit non infeksi yang berkembang saat ini
dan menjadi penyebab kematian. Berikut adalah beberapa penyakit non
infeksi yang ada dan menjadi penyebab kematian tertinggi
1) Penyakit Jantung dan pembuluh darah
Penyakit ini menyebabkan berbagai gangguan misalnya
jantung koroner,gagal jantung,hipertensi,stroke. Menjadi penyebab
kematian tertinggi di Indonesia.
Mengingat bahaya penyakit jantung yang mengancam
kehidupan, sejak dini kita perlu melakukan upaya untuk mencegah
penyakit tersebut. Upaya pencegahan untuk menghindari penyakit
jantung dimulai dengan memperbaiki gaya hidup yang tidak sehat
sehingga mengurangi peluang terkena penyakit tersebut.
Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu Anda lakukan untuk
mencegah terkena penyakit jantung.
 Hindari makanan yang mengandung kolesterol (LDL)
tinggi, kolesterol jahat atau LDL dikenal sebagai penyebab
utama terjadinya proses aterosklerosis, yaitu proses
pengerasan dinding pembuluh darah, terutama di jantung,
otak, ginjal, dan mata. Akibat proses itu, saluran pembuluh
darah, khususnya pembuluh darah koroner, menjadi sempit
dan menghalangi aliran darah di dalamnya. Akibatnya,
jantung akan sulit memompa darah. Keadaan tersebut dapat
meningkatkan resiko penyakit jantung.
 Mengonsumsi makanan yang berserat tinggi (sayur dan
buah), serat diketahui punya peran penting dalam menjaga
kesehatan. Serat terdiri dari dua jenis, yakni serat larut dan
tak larut. Serat larut tidak dapat dicerna oleh enzim
pencernaan, tetapi larut dalam air panas. Serat larut inilah
yang membuat perut kenyang lebih lama dan memberikan
energi lebih panjang serta bermanfaat menurunkan kadar
kolesterol dalam darah. Umumnya, terdapat pada buah dan
sayur dan juga pada oat (bubur gandum). Serat yang larut
dalam tubuh dapat mengikat kolesterol dan
mengeluarkannya dari tubuh. Peran itulah yang mampu
menurunkan kadar kolesterol dalam darah hingga
menurunkan resiko penyakit jantung.
 Hindari stress, hasil penelitian ilmuwan Belanda yang
dipublikasikan jurnal Clinical Endocrinology and
Metabolism menunjukkan bahwa kadar hormon kortisol
yang tinggi akibat stres terkait erat dengan kematian akibat
penyakit kardiovaskular. Stres dapat menyebabkan arteri
yang tertimbun plak menyempit dan ini menurunkan aliran
darah hingga 27 persen. Penyempitan yang berarti terlihat
bahkan pada arteri yang terkena penyakit ringan. Penelitian
lain mengesankan bahwa stres berat dapat menyebabkan
pecahnya dinding arteri yang mengandung plak dan
memicu serangan jantung.
 Hindari alcohol, alkohol dapat menaikkan tekanan darah,
memperlemah otot jantung, mengentalkan darah dan
menyebabkan kejang arteri yang dapat menyebabkan
serangan jantung.
 Berhenti merokok, merokok meningkatkan tekanan darah
dan memasukkan zat-zat kimia beracun ke dalam tubuh,
seperti nikotin dan karbon monoksida, ke dalam aliran
darah. Zat-zat kimia ini, selanjutnya akan merusak arteri
yang penting bagi kehidupan jantung.
 Kendalikan tekanan darah , tekanan darah yang tinggi
menyebabkan pembesaran otot jantung kiri sehingga
jantung beresiko mengalami gagal fungsi.
 Berolahraga secara teratur, olahraga yang teratur
(sedikitnya tiga kali seminggu) turut menurunkan tingkat
kolesterol yang jahat (LDL), menjaga tekanan darah agar
tidak meningkat, dan mencegah kelebihan berat badan.

2) Kanker
Jenis penyakit ini termasuk salah satu penyakit yang ganas dan
sangat berbahaya, karena cepatnya perkembangan dan pergerakan
penyakit ini. Penyakit kanker dapat menyerang berbagai fungsi
organ tubuh, sehingga kita mengenal berbagai jenis penyakit
kanker seperti: kanker otak, kanker mulut, kanker paru-paru,
kanker payudara, kanker rahim/uterus, kanker servix/mulut rahim,
kanker prostat, kanker darah, kanker kulit, kantong kering...eh gak
ya, dan lainnya.
Penyakit kanker merupakan penyakit yang diakibatkan oleh
tidak normalnya pertumbuhan sel-sel jaringan dalam tubuh.
Pertumbuhan sel kanker yang tidak normal tersebut akan
berkembang dengan cepat, tidak terkendali, dan akan terus
membelah diri, selanjutnya menyusup ke jaringan sekitarnya
(invasive) dan terus menyebar melalui jaringan ikat, darah, dan
menyerang organ-organ penting seperti di atas serta syaraf tulang
belakang.
Normalnya, sel hanya akan membelah diri jika ada penggantian
sel-sel yang telah mati dan rusak. Tapi untuk sel kanker, akan
membelah terus meskipun tubuh tidak memerlukannya, sehingga
akan terjadi penumpukan sel baru yang disebut tumor ganas.
Penumpukan sel tersebut mendesak dan merusak jaringan normal,
sehingga mengganggu organ yang ditempatinya dan akibatnya
terjadilah Penyakit kanker. Secara umum penyakit kanker dapat
kita cegah dengan melakukan beberapa hal :
 Mengurangi paparan terhadap bahan karsinogen, misalnya
tidak merokok
 Menghindari makanan tinggi lemak
 Menambah makanan tinggi serat seperti sayuran dan buah
 Menjaga berat badan ideal
 Selalu menjalankan pola hidup sehat
Selain itu Pencegahan penyakit kanker juga dapat dilakukan
dengan penapisan atau screening terhadap kemungkinan terkena
kanker. Tes penapisan kanker ini dimaksudkan untuk mengetahui
kemungkinan terjadinya kanker sehingga dapat menurunkan
jumlah kematian akibat kanker karena jika kanker ditemukan pada
stadium sangat dini, dimana kanker belum menyebar lebih jauh,
biasanya kanker tersebut dapat diobati dan memberikan hasil yang
optimal.

3) Diabates Mellitus
Merupakan kegagalan fungsi dari kelenjar pankreas sehingga tidak
mampu menghasilkan insulin secara cukup untuk merubah gula
darah menjadi energi. Pencegahan diabetes mellitus terdapat tiga
jenis yaitu pencegahan primer, sekunder dan tersier.
1) Pencegahan primer
Pencegahan diabetes mellitus secara primer bertujuan untuk
mencegah terjadinya diabetes. Untuk itu factor-faktor yang
menyebabkan diabetes perlu diperhatikan, baik secara genetic
ataupun lingkungan. Berikut beberapa hal yang harus dilakukan
dalam pencegahan penyakit diabetessecara primer:
 Pola makan sehari-hari harus seimbang dan tidak
berlebihan, namun cukup untuk memenuhi kebutuhan
nutrisi dalam tubuh
 Olahraga secara teratur, usahakan agar tubuh kita lebih
banyak bergerak jangan banyak berdiam diri
 Usahakan berat badan dalam batas normal
 Tidur yang cukup
 Hindari stress
 Hindari obat-obatan yang dapat menimbulkan diabetes
(diabetogenik)
2) Pencegahan sekunder
Pencegahan penyakit diabetes secara sekunder bertujuan
agar penyakit diabetes mellitus yang sudah terlanjur timbul
tidak menimbulkan komplikasi penyakit lain, menghilangkan
gejala dan keluhan penyakit diabetes. Pencegahan penyakit
diabetes secara sekunder meliputi deteksi dini penderita
diabetes mellitus, terutama bagi kelompok yang beresiko tinggi
terkena diabetes. Bagi yang dicurigai terkena penyakit diabetes,
perlu diteliti lebih lanjut untuk memperkuat diagnose.
Hal-hal yang harus dilakukan dalam pencegahan penyakit
diabetes secara sekunder:
 Diet sehari-hari harus seimbang dan sehat
 Menjaga berat badan agar tetap dalam batas normal, bila
terlanjur melebihi normal usahakan untuk menurunkan
berat badan.
 Pantau gula darah harian anda
 Olahraga teratur sesuai dengan kemampuan fisik dan usia
anda
3) Pencegahan tersier
Pencegahan penyakit diabetes secara tersier bertujuan untuk
mencegah kecacatan lebih lanjut dari komplikasi penyakit yang
sudah terjadi, diantaranya:
 Mencegah terjadinya kebutaan jika menyerang pembuluh
darah mata
 Mencegah gagal ginjal kronik yang menyerang pembuluh
darah ginjal
 Mencegah stoke bila menyerang pembuluh darah otak
 Mencegah terjadinya gangrene bila terjadi luka.
Bila sudah terlanjur menderita diabetes jangan patah
semangat lakukan tindakan pencegahan agar tidak terjadi
komplikasi yang dapat memperburuk anda. Namun agar
proses pencegahan penyakit diabetes berjalan dengan
sempurna harus ada dukungan dari keluarga, kerabat, dan
teman. Sulit melakukan pencegahan tanpa adanya dukungan.
Daftar Pustaka
http://animalbandry.blogspot.com/2015/06/interaksi-mikroba.html?m=1
https://lesmananugraha.blogspot.com/2014/09/penyakit-infeksi-dan-non-
infeksi.html?m=1
Drs. Lud Waluyo, M.Kes, 2013, Mikrobiologi Lingkungan, cetakan ketiga
UMM PRESS, Malang
Sembel Dantje T, 2015, Toksikologi Lingkungan, CV. ANDI OFFSET,
Yogyakarta.