Anda di halaman 1dari 24

ANATOMI DAN FISIOLOGI NEUROVASKULAR DAN TEKANAN

INTRA KRANIAL (TIK)

Makalah Ini Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Keperawatan Neurovaskular


Di Susun Oleh :
Kelompok 3 :
1. Bayu Aji Wicaksono
2. Helen Novitasari
3. Husniaty lutfiah
4. Mirwahati Helni Carolina
5. Vita Amelia
Kelas 3-C (Transfer)

FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN


UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA
2018
ANATOMI DAN FISIOLOGI NEUROVASKULAR

Sistem saraf merupakan sistem fungsional dan struktural yang paling terorganisasi
dan paling kompleks. Sistem ini mempengaruhi fungsi tubuh, baik secara
fisiologis maupun psikologis (Joyce M.Black, 2014).
Fungsi utama sistem saraf (Ross and Wilson, 2011) :
1. Mendeteksi dan berespon terhadap perubahan yang terjadi di dalam dan luar
tubuh.
2. Mengendalikan aspek penting fungsi tubuh bersama kelenjar endokrin.
3. Mempertahankan homeostatis.

A. STRUKTUR SEL SARAF (NEURON)


Neuron atau sel saraf adalah sejenis sel dalam tubuh yang bertanggung jawab atas
pembentukan reaksi, transmisi dan proses identifikasi stimuli, merangsang
aktivitas sel-sel tertentu, dan melepas neurotransmitter. Kebanyakan neuron terdiri
atas tiga bagian, yaitu :
1. Dendrite
Dendrite berfungsi untuk menerima stimulus dari lingkungan sekitar, sel epitel
sensori atau neuron lain. Dendrite biasanya pendek dan bercabang-cabang
seperti pohon (dr. Daniel Wibowo, 2016).
2. Badan sel atau soma
Adalah bagian neuron yang mengandung nucleus yang dikelilingi sitoplasma.
Badan sel mengandung rER tersusun sebagai kumpulan cisternae yang
parallel, dengan banyak ribosom bebas maupun terikat. rER dan ribososm
bebas terlihat sebagai kumpulan granula yang basofil yang dinamakan butir-
butir Nissl, dimana butir nissl ini tersebar dalam badan sel kecuali bagian
sekitar pangkal axon. Soma merupakan pusat dari keseluruhan suatu sel saraf
dan juga peka terhadap rangsangan (dr. Daniel Wibowo, 2016).
3. Axon
Merupakan sebuah penonjolan khusus untuk mencetuskan atau meneruskan
impuls ke sel lain (saraf, otot atau sel kelenjar). Axon yang panjang terlindung
oleh selubung myelin. Di sistem saraf perifer selubung myelin dibentuk oleh
sel Schwann sedangkan di sistem saraf pusat oleh oligodendrosit. Selubung
milein berperan dalam mengisolasi suatu sel saraf sehingga impuls suatu
neuron tidak mempengaruhi neuron di dekatnya. Sepanjang axon, selubung
myelin terputus-putus, celah di antara dua bagian selubung dinamakan nodus
ranvier. Impuls atau rangsangan pada suatu neuron yang diteruaskan suatu
axon bermielin akan disalurkan dnegan cepat karena berlangsung dengan
melompat dari nodus renviers satu ke nodus lainnya. Pada serabut yang tidak
bermielin impuls dialirkan dengan menjalar sepanjang axon (dr. Daniel
Wibowo, 2016).

sumber : http://neuroscience.wikia.com/wiki/Neuron

Sinapsis merupakan hal penting bagi fungsi saraf. Struktur ini merupakan suatu
celah kecil antara neuron dengan target. Pesan berjalan disepanjang neuron
mencapai sinaps dan harus dihantarkan menyebrang dengan meloncat ke neuron
berikutnya. Terdapat dua macam sinaps berdasarkan media perantara yaitu :
1. Sinaps elektrik
Impuls saraf elektrik dari dua sel menyebrang melalui suatu celah yang
sangat kecil (yang disebut gap junction atau neksus) dari sel presinaps ke
sel postsinaps. Tipe sinaps ini ditemukan pada sel otot polos dan sel otot
jantung.
2. Sinaps kimiawi
Substansi kimia yang disebut dengan neurotransmitter dilepas pada celah
antara dua neuron dan menyampaikan pesan ke neuron selanjutnya (Joyce
M. Black, 2014). Neurotransmitter di otak dan medulla spinalis meliputi
noradrenalin (norepineprin), adrenalin (epineprin), dopamine, histamine,
serotonin, asam aminobutirat gama (GABA) dan asetillolin (Ross and
Wilson, 2011).

B. JENIS-JENIS SEL SARAF


Sel saraf berdasarkan fungsinya :
1) Saraf sensoris (aferen)
Berfungsi menghantarkan rangsangan dari reseptor ke sumsum tulang
belakang.
2) Saraf motorik (eferen)
Berfungsi menghantarkan implus motorik dari susunan saraf pusat ke efektor.
3) Saraf intermediet
Merupakan penghubung sel saraf yang satu dengan yang lain.
Sel saraf berdasarkan bentuknya :
1) Neuron unipolar
Adalah neuron yang badan selnya memiliki satu neurit yang bercabang
menjadi dua tidak jauh dari badan sel, satu menuju ke struktur perifer dan
yang lain masuk ke susunan saraf pusat. Cabang-cabang neurit tunggal ini
mempunyai struktur dan fungsi sebuah akson. Pada pada tipe neuron ini,
cabang-cabang terminal halus yang ditemukan di ujung perifer akson pada
reseptor sering disebut sebagai dendrite. Contoh bentuk neuron ini ditemukan
di ganglion radix posterior (Richard S. Snell, 2007).
2) Neuron bipolar
Adalah neuron yang mempunyai badan sel yang memanjang dari masing-
masing ujungnya keluar satu neurit. Contoh neurit tipe ini ditemukan pada sel-
sel bipolar retina dan sel-sel di ganglia vestibularis dan cochlearis sensorik
(Richard S. Snell, 2007).
3) Neuron multipolar
Adalah memiliki banyak neurit yang timbul dari badan sel. Semua neurit
merupakan dendrit, kecuali akson yang merupakan sebuah processus yang
panjang. Sebagian besar neuron di otak dan medulla spinalis merupakan
neuron multipolar (Richard S. Snell, 2007).

Sumber : https://www.earthslab.com/physiology/nervous-tissue/

C. SUSUNAN SARAF
Susunan saraf terdiri dari susunan saraf pusat dan susunan saraf perifer. Susunan
saraf pusat terdiri dari otak dan medula spinalis. Susunan saraf tepi terdiri dari
Susunan saraf somatik (saraf kranial dan saraf spinalis) dan Susunan saraf
autonom (susunan saraf simpatis dan susunan saraf parasimpatis).

D. MENINGEN
Otak dan medulla spinalis dilindungi oleh 3 selaput otak :
1. Durameter
Durameter serebral terdiri atas dua lalpis jaringan fibrosa padat. Durameter
merupakan lapisan paling luar yang padat dan keras yang berasal dari
jaringan ikat tebal dan kuat. Di antara durameter dan selaput arakhnoid
terdapat ruang yang disebut subdural (Rose and Wilson, 2011).
2. Arakhnoid
Arakhnoid merupakan lapisan jaringan fibrosa yang terletak di antara dura
dan piameter. Antara durameter dan arakhnoid, dipisahkan oleh ruang
subdural, sedangkan antara arakhnoid dan piameter, dipisahkan oleh ruang
subaraknoid yang mengandung cairan serebrospinal (Rose and Wilson, 2011).
3. Piameter
piameter merupakan lapisan tipis jaringan ikat yang mengandung banyak
pembuluh darah. Piameter melekat pada otak dan berlanjut menyelubungi
medulla spinalis (Rose and Wilson, 2011)

Sumber : http://katumbu.blogspot.com/2012/09/lapisan-otak-meningen.html

A. SUSUNAN SARAF PUSAT (SSP)


Susunan saraf pusat dibagi menjadi 2 (dua) bagian penting yaitu otak dan
medulla spinalis.
1. Otak
Otak manusia beratnya 2% dari berat badan manusia, terletak di dalam
cranium yang kuat dan dilapisis oleh selaput otak yang bernama meningeal
(Badrul Munir, 2015).

Sumber : http://www.cancerhelps.com/tumor-otak.htm

Otak dibagi menjadi 3 (tiga) bagian penting antara lain :


1) Cerebrum/ otak besar
Terdapat dua bagian otak besar yang dikenal sebagai hemisfer kiri
danhemisfer kanan, dimana keduanya dihubungkan oleh sebuah
commisura yaitu korpus kalosum. Kedua hemisfer memiliki bentuk
yang sama, namum memiliki dominansi yang berbeda yaitu otak kiri
mempunyai peranan fungsi kognitif dan berbahasa yang dominan,
sedangkan otak kanan lebih berperan dalam fungsi seni dan
visuospasial. Namun demikian kedua belahan otak tersebut slaing
bekerjasama dengna adanya korpus kalosum sebagai jembatan
(BNLS, 2013).
Bagian permukaan otak yang melekuk ke dalam disebut sulkus, dan
sulkus yang lebih dalam disebut dnegna fisura, sedangkan bagian otak
yang meonjol keluar disebut girus. Lapisan permukaan otak yang
berada pada rongga otak disebut cortex serebri yang terdiri dari
substansia grissea (masa bau-abu) yang banyak mengandung badan
sel, sedangkan bagian di bawahnya disebut sub-cortex berwarna putih
atau substansia alba, lapisan ini banyak mengandung serabut-serabut
saraf yang bermielin (BNLS, 2013).
a). Lobus frontalis
Letak : di muka dari belakang mata sampai dengan pertengahan
kepala yaitu sulkus sentralis, dan merupakan bagian otak yang
terbesar.
Fungsi : pengatur motorik (gerakan), pusat bicara motorik (broka),
pusat emosi, pusat berfikir, pusat perilaku, pusat inisitif (BNLS,
2013).
b). Lobus parietalis
Letak : belakang lobus frontallis yang dibatasi oleh sulkus
sentralis.
Fungsi : pusat pengelola dari sensasi somato sensorik yang
meliputi untuk perasaan nyeri, suhu, perasaan taktil atau menilai
objek (BNLS, 2013).
c). Lobus temporalis
Letak : lateral bawah.
Fungsi : pusat pendengaran, pengertian bahasa, memahami suara,
irama music, mengetahui posisi kiri dan kanan (BNLS, 2013).
d). Lobus occipetalis
Letak : di bagian otak paling belakang, berada di belakang lobus
parietalis dan lobus temporalis.
Fungsi : pusat penerimaan dan analisa penglihatan dikenal sebagai
kortek calcarina dan pengenalan penglihatan serta warna (BNLS,
2013).
2) Cerebellum/ otak kecil
Cerebellum (otak kecil) dan cerebrum (otak besar) dipisahkan oleh
tulang yang kuat bernama tentorium, di tengah tentorium terdapat
lubang yang disebut hiatus tentorium, lubang ini tempat keluarnya
batang otak yang berada di depan cerebellum (Badrul Munir, 2015).
Fungsi cerebellum antara lain (Badrul Munir, 2015) :
a). Koordinasi gerakan motorik volunteer
b). Keseimbangan (bersama sistem vestibular, propioseptik, dan
visual)
c). Tonus otot
d). Memori (terutama memori konstruktif)
Pembagian cerebellum :
a).Paleocerebelum
b).Neocerebelum
c).Archicerebelum
3) Brain steam/ batang otak
Terletak di bawah cerebrum dan di depan cerebellum.
Batang otak sangat penting untuk :
a). Pusat formasio retikularis sebagai penggalak kesadaran
b). Pusat tractus asenden dan desenden
c). Inti nervus cranialis
d). Pusat sistem otonom
e). Lintasan saluran LCS (Liquar Cerebro Spinal) (Badrul Munir,
2015).
Batang otak tersusun dari 3 komponen, yaitu :
a).Mesensefalon
Otak tengah yang berada di sekitar akuaduktus serebri antara saraf
(traktus), yang menghubungkan serebrum dengan bagian bawah
otak dan dengan medulla spinalis. Nuclei bekerja sebagai stasiun
penyiar bagi bagi serat saraf asendens dan desendens.
b).Pons
Pons berada di depan serebelum, di bawah otak tengah. Pons terdiri
atas serat saraf yang membentuk jembatan antara dua hemisfer
serebelum, dan serat yang melalui antara otak yang lebih tinggi dan
medulla spinalis. Terdapat nuclei yang membentuk pusat
pneumotaksik dan apnustik yang berhubungan dengan pusat
pernapasan di medulla oblongata.
c).Medulla oblongata
Medulla oblongata memanjang dari pons hingga medulla spinalis.
Panjangnya sekitar 2.5cm dan terletak tepat di dalam cranium di
atas foramen magnum. Pusat vital terdiri atas kelompok sel (nuclei)
yang berhubungan dengan aktivitas reflex muntah, batuk, dan
menelan.

a. Medulla spinalis
Medulla spinalis merupakan bagian sistem saraf pusat yang berbentuk
siliner dan panjang yang terdapat di saluran vertebra serta dikelilingi oleh
meningen dan cairan serebrospinal. Medulla spinalis merupakan jaringan
saraf yang menghubungkan antara otak dan bagian tubuh lain. Medulla
spinalis terdiri atas saraf-saraf spinalis, saraf ini berfungsi menyampaikan
impuls dari otak ke berbagai organ dan jaringan yang turun melalui
medulla spinalis (Ross and Wilson, 2011).

B. SUSUNAN SARAF TEPI (SST)


a. Susunan saraf somatik
1) Saraf spinal
Saraf spinal berkembnag dari serangkaian radiks saraf yang berkumpul
di literal medula spinlais. Tiap saraf spinal terdiri atas radiks dorsalis
(sensori) dan radiks ventralis (motorik) yang bergabung membentuk
saraf spinal. Radiks dorsalis berasal dari posterolateral medula spinalis,
radiks ventralis berasal dari anterolateral medula spinalis. Terdapat 31
pasang saraf spinal yaitu : 8 pasang saraf servikal, 12 pasang saraf
torakal, 5 pasang saraf lumbal, 5 pasang saraf sakral, dan 1 pasang saraf
koksigeal (Joyce M.Black, 2014).

sumber : http://anatomybatch17.blogspot.com/2011/09/saraf-sistem-
saraf-periferi-pns.html

2) Saraf kranial
Terdapat 12 pasang saraf kranial yang berasal dari nuklei di permukaan
inferior otak, sebagian saraf sensori, sebagian saraf motorik, dan sebagian
saraf campuran. Saraf tersebut adalah sebagai berikut :
NAMA FUNGSI TIPE
I Olfaktorius Olfaksi (penghirup) Sensorik
II Optikus Penglihatan Sensorik
III Okulomotorius Gerakan mata ekstraokular Motorik
Pengangkatan kelopak mata
Konstriksi pupil Parasimpatis
IV Troklearis Gerakan mata ektraokular Sensorik
V Trigeminus
Bag oftalmikus Sensasi somatik kornea, membran mukosa Sensorik
nasal, wajah
Bag maksilaris Sensari somatik wajah, rongga mulut, 2/3 Sensorik
anterior lidah, gigi Sensorik,
Bag mandibularis Sensasi somatik bagian bawah wajah, motorik
mastikasi (mengunyah)
VI Abdusens Gerakan mata lateral Motorik
VII Fasialis Ekspresi wajah Sensorik
Motorik
VIII Vestibulokoklearis
Vestibularis Keseimbangan Sensorik
Koklearis Pendengaran Sensorik
IX Glosofaringeus Pengecap, 1/3 posterior lidah, sensasi Sensorik,
faringeal, menelan motorik
X Vagus Sensasi faring, laring, telinga luar Sensorik
Menelan Motorik
Aktivitas sistem saraf parasimpatis visera
abdomen dan torak.
XI Asesorius spinalis Gerakan leher dan bahu Motorik
XII Hipoglosus Gerakan lidah Motorik
Sumber : Joyce M.Black, 2014

Sumber : http://askep33.com/2016/02/06/12-saraf-kranial-dan-
fungsinya/

b. Susunan Saraf Autonom (SSA)


Sistem saraf autonom merupakan bagian dari SST yang mengkoordinasi
gerakan involunter seperti viseral, perubahan otot polos dan jantung, dan
respons kelenjar. Kontrol primer berasal dari otak dan medula spinalis.
SSA terdiri dari dua bagian yaitu sistem saraf simpatis dan sistem saraf
parasimpatis. Sistem saraf simpatis adalamengkoordinasi aktivitas untuk
menangani stres dan dirancang untuk aksi sebagai suatu kesatuan periode
pendek. Sistem saraf parasimpatis berhubungan dengan konservasi dan
restorasi cadangan energi dan dirancang untuk beraksi lokal dan terpisah
untuk durasi yang panjang. (Joyce M.Black, 2014)

Sumber : http://anfis-mariapoppy.blogspot.com/2012/11/sistem-saraf-
autonom.html
1) Sistem saraf simpatik
Neuron menyampaikan implus dari hipotalamus, formasi retikuler,
dan medulla oblongata ke organ efektor dan jaringan. Neuron pertama
memiliki badan sel di otak dan seratnya memanjang ke medulla
spnalis. Neuron pra- dan post- ganglion kemudian mengkonduksi
impuls simpatik ke organ efektor.
a). Neuron pre-ganglion
Neuron ini memiliki badan sel di kolum lateral substansi grisea
yang berada di antara vertebra toraksikal ke-1 serta lumbal ke-2
dan ke -3. Serat saraf sel ini keluar dari medulla spinalis melalui
ujung anterior berakhir di sinaps ganglia baik di rantai lateral
ganglia simpatik atau melalui ganglia pre-vertebrata. Asetilkolin
merupakan neurotransmitter di ganglia simpatik (Ross and Wilson,
2011).
b). Neuron post-ganglion
Neuron ini memiliki badan sel di ganglion dan bermuara di organ
atau jaringan yang dipersyarafi. Noradrenalin (norepinefrin)
biasanya neurotransmitter di organ efektor simpatik. Struktur ini
dipersyarafi oleh neuron post-ganglion, yang biasanya memiliki
asetilkolin sebagai neurotransmitter. Oleh karena itu, struktur ini
memiliki efek saraf simpatik dan parasimpatik (Ross and Wilson,
2011).
c). Ganglia simpatik
Ganglia simpatik terdiri atas rantai lateral ganglia simpatik dan
ganglia pre-vertebra. Rantai lateral ganglia simpatik merupakan
rantai ganglia yang memanjang dari servikal atas hingga sacrum.
Ganglia melekat satu sama lain oleh serat saraf. Neuron pre-
ganglion yang muncul dari medulla spinalis dapat membentuk
sinaps dengan badan sel neuron post-ganglion di vertebra yang
sama atau neuron ini dapat naik atau turun di rantai melalui satu
ganglia atau lebih sebelum bersinpas. Neuron post-ganglion
kemudian memanjang ke mata. Susunan ganglia memungkinkan
eksitasi saraf pada banyak ruas vertebra dengan sangat cepat,
memberikan respon simpatik yang cepat dan luas (Ross and
Wilson, 2011).
d).Ganglia pre-vertebra
Terdapat tiga ganglia pre-vertebrata yang berada di rongga
abdomen yang berdekatan dengan asal arteri : ganglion seliaka,
mesentrik superior, dan mesentrik inferior. Serat ssimpatik pre-
ganglion melalui rantai lateral untuk mencapai ganglia ini (Ross
and Wilson, 2011).
2) Sistem saraf parasimpatik
Dua neuron (pre-ganglion dan post-ganglion) terlibat dalam
penghantaran impuls dari sumber neuron ke organ efektor.
Neurotransmitter pada kedua sinpas adalah asetilkolin.
a).Neuron pre-ganglion
Neuron pre-ganglion di saraf parasimpatik berukuran lebih panjang
daripada saraf simpatik dan memiliki badan sel di otak dan medulla
spinalis. Neuron ini berasal dari saraf cranial III. VII, IX, dan X
yang muncul dari nuclei di otak tengah dan batang otak, dan ujung
saraf ini berada di luar otak. Badan sel yang kleuar dari sacrum
berada di kolum lateral substansi grisea pada ujung distal medulla
spinalis. Serat ini keluar meninggalkan medula spinalis di ruas ke-
2, 3, dan 4 serta bersinpas dengan neuron post-ganglion di dinding
organ pelvis ini (Ross and Wilson, 2011).
b).Neuron post-ganglion
Neuron ini berukuran sangat pendek dan memiliki badan sel di
ganglion atau lebih sering berada di dinding organ yang dipersarafi
(Ross and Wilson, 2011).
ANATOMI DAN FISIOLOGI VASKULER

1. ARTERI
a. Pembuluh nadi atau arteri adalah pembuluh darah berotot yang
membawa darah dari jantung. Fungsi ini bertolak belakang dengan
fungsi pembuluh balik yang membawa darah menuju jantung. Sistem
sirkulasi sangat penting dalam mempertahankan hidup.
b. Membawa darah bersih (oksigen) kecuali arteri pulmonalis.
c. Mempunyai dinding yang tebal.
d. Mempunyai jariangan yang elastis.
e. Cabang dari arteri disebut Arteriole yang selanjutnya menjadi kapiler.
f. Macam macam arteri pada system persyarafan ;
- Arteri Vertebralis
- Arteri basilaris
- Arteri carotis interna

2. VENA
a. Pembuluh balik atau vena adalah pembuluh yang membawa darah
menuju jantung. Darahnya banyak mengandung karbon dioksida. ...
Setelah terjadi pertukaran gas di paru-paru, darah mengalir ke jantung
lagi melalui vena paru-paru. Pembuluh vena ini membawa darah yang
kaya oksigen.
b. Membawa darah kotor (sisa metabolisme dan CO2).
c. Mempunyai dinding yang tipis.
d. Jaringan yang kuat elastis.
e. Macam macam vena pada sistem persyarafan
- Vv.cerebrales superficialis (v.cerebri externa)
- Vv.cerebrales profunda (v.cerebri interna)
f. Cabang v. cerebri externa : v. cerebri superior, v. cerebri media,
v.cerebri anterior& v. basilaris
g. V. cerebri externa terdapat di rongga sub arachnoid
h. Cabang v. cerebri interna : v. terminalis & v. choroidea
i. V.terminalis & v.choroidea bergabung embentuk v.serebri magna

3. KAPILER
a. Disebut juga pembuluh rambut.
b. Terdiri dari sel – sel endotel.
c. Diameter kira – kira 0,008 mm

4. FUNGSI KAPILER
a. Alat penghubung antara pembuluh darah arteri dan vena.
b. Tempat terjadinya pertukaran zat –zat antara darah dan cairan jaringan
c. Mengambil hasil – hasil dari kelenjar
d. Menyerap zat makanan yang terdapat di usus.
e. Menyaring darah yang terdapat di ginjal.

5. LAPISAN PEMBULUH DARAH


a. Tunika intima/ interna, lapisan dalam yang mempunyai lapisan endotel
dan berhubungan dengan darah
b. Tunika media, lapisan tengah, terdiri dari jaringan otot, sifatnya elastis
dan termasuk otot polos
c. Tunika adventisia/ eksterna, lapisan luar, terdiri dari jaringan ikat yang
berguna menguatkan dinding arteri

6. PEMBULUH DARAH
a. Perbedaan Vena dan arteri

b. Fungsi Sirkulasi
a) ARTERI
Mentranspor darah di bawah tekanan tinggi ke jaringan, untuk ini arteri
mempunyai dinding
Yang tebal dan kuat karena darah mengalir dengan cepat pada arteri.

b) ARTERIOLA
Cabang kecil dari arteri. Berfungsi sebagai kendali darah yang dikeluarkan
kedalam kapiler. Arteriol mempunyai dinding otot yang kuat, mampu
menutup arteriol dan melakukan dilatasi beberapa kali lipat.

c) KAPILER
Untuk pertukaran cairan, zat makanan elektrolit, hormon dan bahan
lainnya antara darah dan cairan intrastisial.

d) VENULA
Mengumpulkan darah dari kapiler secara bertahap, bergabung menjadi
vena yang semakin besar

e) VENA
Saluran penampung dan penyangkut darah dari jaringan kembali ke
jantung , karena tekanan pada sistem vena sangat rendah .
KONSEP DASAR PENINGKATAN INTRA CRANIAL (TIK)

1. DEFINISI
Tekanan Intrakranial/Intracranial Pressure(TIK/ICP) adalah hasil dari sejumlah
jaringan otak;volume darah intrakranial dan cairan seerebrospinal di dalam
tengkorak pada satu kesatuan waktu.
Komponen Kranial
 Masa otak (±1400 gr)
 Darah/Pembuluh Darah (±75 ml)
 Cairan serebrospinal (±75 ml)
Dalam keadaan normal rongga tengkorak dewasa merupakan suatu ruang yang
dalam keadaan normal memiliki tekanan yang konstan.Tekanan intrakranial
dikatakan normal apabila volume dan tekanan ketiga komponen (otak,darah,cairan
serebrospinal) biasanya dalam keadaan ekuilibrium dan menghasilkan tekanan
intrakranial (TIK/ICP). TIK umumnya diukur pada lateral ventricles.
Normal ICP/TIK : 10 to 20 mm Hg (Hickey,2003)
5 – 15 mm Hg (Lewis, et al, 2011)
10 -15 mm Hg (Satyanegara,2010)

2. PENYEBAB DARI TIK


a. Perdarahan Intrakranial :
 Traumatic brain injury
 Rupture aneurysm
 Arteriovenous malformation
 Kelainan2 pembuluh darah lainnya
b. Central nervous system infection
c. Neoplasm
d. Vasculitis
e. Ischemic infarcts
f. Hydrocepalus
g. Pseudotumor cerebri

3. DOKTRIN MONROE-KELLIE
 Komponen / struktur di intrakranial :
- Brain parenchyma : 80 %
- Cerebrospinal fluid : 10 %
- Blood : 10 %
 Doktrin Monroe-Kellie :
- Volume Intracranial adalah konstan
- Tengkorak tidak dapat melebar dan menyusut
- Setiap penambahan Volume salah satu komponen di intrakranial pada
tahap awal akan dikompensasi oleh 2 komponen lain. Misalnya pada
edema serebri akan di kompensasi dengan pengurangan cairan
serebrospinal melalui pengurangan produksi, percepatan absorbsi atau
mekanisme pintas atau dengan pengurangan jumlah darah yang beredar
dengan vasokontriksi pembuluh darah serebral.Pada tahap lanjut
mekanisme seperti ini tidak akan mampu lagi melakukan kompensasi
sehingga tekanan intrakranial akan meningkat dalam waktu yang cepat.

PATOFISIOLOGI
Bicara Patofisiologi TIK tidak terlepas dari hipotesis Monroe-kellie yang
menyatakan bahwa karena keterbatasan ruang ini untuk ekspansi di dalam
tengkorak,adanya peningkatan salah satu komponen ini akan menyebabakan
perubahan pada volume yang lain dengan mengubah posisi atau menggeser CSS,
meninggkatkan absorsi CSS, atau menurunkan volume darah serebral. Tanpa
adanya perubahan pada komponen lainnya maka tekanan intrakranial akan naik.

a. ALIRAN DARAH SEREBRAL


 Peningkatan TIK (PTIK)secara signifikan menurunkan tekanan darah dan
menyebabkan iskemia.Bila terjadi iskemia komplit dan lebih dari 3-5
menit, maka otak akan mengalami kerusakan permanen (tidak dapat di
perbaiki). Pada keadaan iskemia serebral pusat vasomotor terstimulasi dan
tekanan sistemik meningkat untuk mempertahankan aliran darah.Keadaan
ini selalu di sertai dengan lambatnya denyutan pembuluh darah dan
pernafasan yang tidak teratur.
 Perubahan dalam tekanan darah, frekuensi nadi dan pernafasan adalah
gejala klinis dari PTIK
 Konsentrasi karbon dioksida dlm darah dan dalam jaringan otak juga
berperan dalam pengaturan aliran darah serebral. Tingginya tekanan
karbon dioksida parsial menyebabkan dilatasi pembuluh darah serebral
sehingga terjadi peningkatan aliran darah serebral dan PTIK, sebaliknya
kila penurunan PaCO2 menyebabkan vasokontriksi. Menurunnya darah
vena yang keluar dapat meningkatkan volume darah serebral yang
akhirnya meningkatkan TIK.

b. EDEMA SEREBRAL/UDEM SEREBRAL


 Secara umum diartikan sebagai penimbunan abnormal air atau cairan lain
di intra seluler, ekstraseluler atau kedua nya.Akibat udem menyebabkan
peningkatan volume jaringan otak yang akan menekan jaringan otak yang
berdampak pada kelainan neurologic. Bila udem bertambah hebat maka
akan terjadi kematian karena herniasi transtentorial yang menyebabkan
penekanan dan iskemik batang otak.
 Udem serebri terbagi atas 3 bagian : udem vasogenik (ekstraseluler), udem
sitotoksik (Intraseluler), udem intersisial.
1. Udem vasogenik (ekstraseluler) adalah akibat rusaknya sawar
darah otak yang menyebabkan kebocoran plasma ke dalam jaringa
otak. Penyebab paling sering adalah tumor otak, cedera serebral,
abses serebral serta infark atau perdarahan otak.
2. Udem Sitotoksik (Intraseluler) adalah peningkatan cairan di
Intraseluler, terutama di masa kelabu otak yang berakibat toksik
pada sel dan mengganggu fungsi sel tersebut.Keadaan ini sering
dihubungkan dengan hipoksia atau henti jantung akut.Sel neuron
memerlukan energy untuk beraktifikas, terutama oksigen. Dalam
keadaan udem terjadi suasana anaerob sehingga energy yang
dihasilkan hanya sedikit dengan asam laktat yang meningkat.
Biasanya penyebab dari keadaan ini adalah hipoksia serebral
keadaan henti jantung, kondisi hipoosmolaritas, hipo natremi atau
meninggitis purulenta.
3. Udem Intersisial terjadi perpindahan cairan serebrospinalis ke
dinding ventrikel sehingga terjadi peningkatan kadar natrium dan
air di dalam periventrikuler.kondisi ini banyak dikaitkan dengan
hidrosepalus
c. HYDROCEPALUS
Adalah suatu keadaan dimana terjadi dilatasi progresif ventrikel otak akibat
produksi cairan serebrospinal berlebih atau penyerapannya terganggu.

FAKTOR FAKTOR YANG DAPAT MENINGKATKAN TIK


1. Hiperkapnia : PCO2>45 mmHg
2. Hipoxemia : PO2< 50 mmHg
3. Prosedur respiratori : Suction, PEEP, tidak sinkronnya frekuensi nafas
ketika digunakan ambu bag, intubasi.
4. Obat vasodilator : obat anestesi, beberapa obat antihipertensi, beberapa
histamine.
5. Posisi badan : Posisi trendelenburg, posisi pronasi, fleksi pangul ekstrem,
peningkatan tekanan intra abdominal, angulasi leher, tidak tepatnya posisi
bantal, pada saat merubah posisi pasien miring
6. Tekanan pada leher : soft collar
7. Kontraksi otot isometric
8. Valsava’s maneuver
9. Batuk
10. Emosi sedih
11. Aktifitas yang dapat meningkatkan metabolism serebral
12. Pengelompokkan aktifitas

TANDA DAN GEJALA PTIK


1. Tanda Awal PTIK
perubahan tingkat kesadaran, disfungsi pupil, kelemahan motorik, deficit
sensorik, parese saraf cranial, nyeri kepala, kemungkinan kejang
2. Tanda Lanjut PTIK
Penurunan tingkat kesadaran lanjut, kemungkinan muntah proyektil ,
kemungkinan papiledema, nyeri kepala hebat, hemiplegi, dekortikasi, atau
deserebrasi, perubahan tanda vital serta gangguan reflex batang ( reflex
cornea, reflex muntah)
Bila sudah terjadi tanda PTIK otak akan melakukan autoregulasi atau
kompensasi jika ada hal yang menggangu fungsi nya. Tujuan utama kompensasi
adalah menjaga CPP.Gejala kompensasi tersebut dikenal dengan istilah
Cushing’response dengan gejala sebagai berikut :peningkatan tekanan sistolik,
melebarnya tekanan nadi, dan bradikardi. Bila gejala menjadi lanjut dimana
fungsi batang otak terganggu maka akan terjadi gejala yang di sebut Triad
cushing, berupa hipertensif dengan pelebaran jarak antara sistolik dan diastolik ,
bradikardi, dan pola nafas abnormal, misalnya Cheyne Stoke.

MEKANISMEN KOMPENSASI DAN DEKOMPENSASI


Kompensasi
 Selama fase kompensasi, otak dan komponennya dapat mengubah
volumenya untuk memungkinkan mengembangkan volume jaringan
otak.TIK selama fase ini kurang tekanan arteri, sehingga dapat
mempertahankan tekanan perfusi serebral (TPS).Pasien dalam kondisi ini
tidak menunjukan perubahan fungsi neurologis.
 Normal TPS/CPP : 60-150 mmHg.
 Mekanisme autoregulasi dari otak yang mengalami kerusakan akan
menyebabkan TPS.150 mmHg atau , 60 mmHg
 Pasien dengan TPS< 50 mmHg akan menyebabkan disfungsi neurologis
yang tidak dapat pulih kembali.Hal ini dapat disebabkan oleh penurunan
perfusi serebral yang mempengaruhi perubahan keadaan sel dan
mengakibatkan hipoksia serebal.

Dekompensasi
 Keadaan ini dimulai dengan tidak efektifnya kemampuan otak untuk
mengkompensasi peningkatan tekanan dalam keadaan volume yang
terbatas
 Pada fase ini menunjukan perubahan status mental dan TTV ; bradikardi,
tekanan denyut nadi dan perubahan pernafasan.
 Pada titik ini terjadi herniasi batang otak dan sumbatan aliran darah
serebral jika intervensi pengobatan tidak dilakukan.
 Herniasi terjadi bila bagian jaringan otak bergeser dari daerah yang
bertekanan tinggi ke daerah yang bertekanan rendah Berdampak pada
terganggunya aliran darah,menyebabkan hipoksia serebral dan kematian
otak.

MANIFESTASI KLINIS PTIK


 Perubahan pada tingkat kesadaran,respirasi, dan respon vasomotor
abnormal.
 Letargi (respon verbal lambat ;tanda paling dini
 Perubahan mendadak (seperti gelisah, confusion, mengantuk merupakan
tanda adanya kompresi otak karena pembengkakan akibat perdarahan atau
edema atau meluasnya lesi intrakranial (Hematoma/tumor)atau kombinasi
keduanya.
 Pada tekanan yang tinggi pasien hanya bereaksi thd suara yang keras atau
stimulus nyeri. Pada keadaan ini terdapat gangguan serius pada sirkulasi
otak yang membutuhkan intervensi segera.
 Bila kondisi memburuk ekstremitas menjadi fleksi dan tidak ada reflek
 Pada keadaan ini dapat terjadi obstruksi jalan nafas dan perubahan
respirasi yang tidak adekuat
 Bila terjadi koma, pupil dilatasi, kesulitan bernafas, yang akhirnya
menyebabkan keadaan fatal.

KOMPLIKASI PTIK
 Herniasi batang otak
 Diabetes insipidus
 Sindrom ketidaktepatan hormon anti diuretik (SIADH).

Anda mungkin juga menyukai