Anda di halaman 1dari 7

Nama : Nindy Ayu Isdiana Putri

NIM : 170722637034
Off : H / 2017

AMERIKA LATIN

Amerika latin merupakan bagian selatan benua Amerika, mulai dari perbatasan antara
Mexico dengan Amerika Serikat ke selatan sampai Cape Horn, meliputi 87 o garis lintang,
ialah antara 32o lintang utara sebagai letak titik paling utara sampai 55 o lintang selatan
sebagai salah satu titik ujung selatan. Meliputi 82 o garis bujur, mulai dari 35o bujur barat
sebagai salah satu titik paling barat sampai 117o bujur barat sebagai salah satu titik diujung
timur. Luas daratan 7.900.000 mil persegi dan dengan luas ini lebih luas dari Afrika, atau
Anglo Amerika termasuk Greenland atau seluruh Eropa. Secara administratif terdiri atas 27
negara yang beberapa diantaranya dibawah pemerintahan atau administrasi Negara Eropa
atau Amerika Serikat.

A. Karakteristik Budaya
Kebudayaan Eropa yang mempunya pengaruh kuat dan luas adalah Sepanyol dan
Portugis. Inggris dan Perancis berpengaruh pada beberapa pulau di Caribia. Kebudayaan
penduduk asli Indian mendapat tempat yang cukup baik, artinya dapat diterima dan
menimbulkan kebudayaan baru di Amerika Latin, yang disebut dengan kebudayaan Indo
Amerika. Hal ini sangat berbeda dengan keadaan di Anglo Amerika yang terutama
mendapat pengaruh dari kebudayaan Inggris (Anglo Saxon) dan Jerman, sedang
kebudayaan penduduk asli (Indian) tidak mendapat tempat. Berbedanya kebudayaan
yang datang dari luar (yang semula merupakan bangsa pendatang dan akhirnya berkuasa)
inilah yang menjadikan wajah Amerika Latin bebeda dengan Anglo Amerika sekarang,
disamping faktor alam dan faktor – faktor lain.
Sepanyol mempunyai pengaruh yang lebih luas dari pada Portugis dan Negara
Eropa yang lain, sebanyak 18 negara di Amerika Latin menggunakan bahasa Spanyol,
bahkan bahasa Sepanyol dipergunakan di Amerika Serikat bagian selatan di samping
bahasa Inggris. Brasil dan Haiti menggunakan bahasa Portugis dan beberapa pulau di
laut Caribia menggunakan bahasa Perancis, Inggris, dan bahasa Eropa yang lain.
Pengaruh Sepanyol dan Portugis, sebagai bekas Negara penjajah tidak saja dalam
bahasa, tetapi juga dalam segala kehidupan pemerintaha, agama, ekonomi, dan segi –
segi kebudayaan lainnya. Pengaruh ini sudah tertanam kuat sejak kedatangan mereka
sekitar tahun 1492.

B. Sosio - Politik
Kedatangan dan penanaman pengaruh serta kekuasaan dari Sepanyol dan
Portugis di Amerika Latin melalui cara yang berbeda. Portugis mulai dari pantai timur
(Brasil sekarang) masuk pedalaman dengan pelan – pelan dan tidak banyak
menimbulkan peperangan dengan penduduk asli. Sedangkan Sepanyol di daerah yang
lain menggunakan cara kekerasan, menimbulkan peperangan dengan bangsa – bangsa
Indian, dengan pimpinan diantaranya Cortes, Pizzaro, Quesada dan Vladivia yang dalam
waktu 30 tahun (19520 – 19550) menaklukan bangsa – bangsa, Aztecs di Mexico, Inca di
Peru, Chibchas di Columbia, dan bangsa Araucanians di Chili mediteran. Dengan cara itu
terbentuklah kekuasaan Sepanyol yang meliputi daerah yang luas di Amerika Latin.
Bekas – bekas pusat pemerintahan bangsa Ibdian dijadikan pusat – pusat pemerintahan
colonial Sepanyol, dan juga merupakan pusat – pusat penggalian mineral, serta pusat –
pusat daerah pertanian. Pola pemerintahan Sepanyol pada waktu berlaku sebagai
penjajah masih menjadi pola pemerintahan yang berlaku sekarang.
Pada masa pemerintahan Sepanyol, mulai tumbuh sistim perkebunan besar
(latifundia), tuan – tuan tanah yang menguasai tanah pertanian yang luas, dan petani –
petani kecil, serta petani – petani yang tidak memiliki tanah pertanian. Keadaan ini
kemudian menimbulkan masalah – masalah baru, baik bagi latifundia itu sendiri maupun
bagi pemerintah.
Pada 30 tahun pertama abad 19 mulailah beberapa negara mendapatkan
kemerdekaannya. Hubungan denagan penjajah telah terputus, tetap karena telah lamanya
pengaruh tertanam, maka perubahan terjadi dengan sangat perlahan – lahan. Sebagai
negara yang baru merdeka, pada umumnya negara – negara di Amerika Latin (pada
tingkat awalnya) masih belum memiliki ideology negara yang jelas dan kuat, yang dapat
dterima oleh sebagian besar atau seluruh rakyatnya, sehingga mudah terpecah belah, atau
jatuh bangun, baik karena keadaan ini, pada umumnya menjadikan pemerintahan bersifat
diktator, tetapi kemudian denagn perlahan – lahan tumbuh pula pemerintahan yang
bersifat demokratis. Disamping itu pertumbuhan ekonomi juga berjalan, sehingga
perekonomian yang semula bersifat agraris mulai berubah kearah industry dengan tingkat
kemajuan yang berbeda – beda.
Proses pertumbuhan negara – negara Amerika Latin dipengaruhi oleh berbagai
macam faktor, diantaranya oleh faktor letak, komposisi etnik dan penduduk, lingkungan
fisis, hubungan dengan negara lain, politik pemerintahan yang dianut, maka negaar –
negara Amerika Latin yang semula banyak memiliki kesamaan terdorong untuk tumbuh
menjadi negara – negara yang berbeda satu dengan yang lain.
Penduduk Amerika Latin sebenarnya hanya terdiri dari enam kelompok etnik,
yang komposisinya untuk setiap negara tidak sama, kelompok etnik itu adalah:
a. Bangsa Indian
Pada saat kedatangan orang – orang Eropa, bangsa ini telah mempunyai
kebudayaan sendiri, dari tingkat yang masih rendah sampai yang sudah maju
misalnya bangsa Maya di Mexico Sekatan dan Guatemala. Bangsa ini tersebar
luas di pedalaman Brasil, Andes serta Amerika Tengah (middle America)
b. Bangsa Iberia
Meruapakn keturunan bangsa Portugis dan Sepanyol (yang belum
tercampur dengan bangsa kulit berwarna), tersebar di seluruh Amerika Latin,
sebagai pemusatan terutama di Argentina dan Uruguay
c. Bangsa Negro
Mereka berasal dari Afrika datang ke Amerika Latin sebagai tenaga kerja
(budak) yang dibawa bangsa Sepanyol, Portugis, atau bangsa eropa lainnya.
Mereka tersebar di kepualauan Hindia Barat dan pantai – pantai Caribia, yang
merupakan daerah yang kekurangan tenaga bangsa Indian. Pada mulanya sebgaian
juga dibawa kedaratan Amerika Latin, tetapi karena mereka mudah melarikan diri
masuk ke hutan, maka dianggap kurang menguntungkan, sehingga tidak
dilanjutkan.
d. Elemen campuran
1) Bangsa Mestizo, keturunan campuran antara bangsa Iberia (kulit putih)
denagn bangsa Indian, merupakan penduduk mayoritas. Campuran kedua
bangsa ini dapat berbeda – beda tingkatannya karena lingkungannya.
Misalnya rata – rata mestizo di Paraguay dan Mexico lebih banyak unsur
Indiannya daripada mestizo di Uruguay dan Chili.
2) Bangsa Mulato, keturunan campuran antara Iberia (kulit putih) dengan bangsa
Negro, terutama terdapat di Brasilia dan Hindia Barat, di daerah – daerah
perkebunan
3) Bangsa Zambos atau Cafusos, keturunan campuran antara Indian dan Negro
jumlahnya sedikit. Hal ini disebabkan karena pada umumnya bangsa Negro
didatangkan ke daerah – daerah yang tidak tersedia cukup tenaga bangsa
Indian, sehingga jarang kesempatan kedua bangsa itu berkumpul dalam satu
tempat dalam jumlah yang besar.
e. Imigrant baru dari Eropa
Imigrant ini datang teruatama sesudah kemerdekaan atau sekitar tahun
1950 an, jumlah yang terbanyak dari Itali, diikuti bangsa – bangsa Jerman,
Polandia, Swiss, Perancis dan Inggris. Dengan jumlah yang relatif kecil,
immigrant ini tersebar di seluruh Amerika Latin, dengan daerah – daerah
utamanya di Brasil bagian selatan, Argentin, Uruguay dan bagian tengah Chili
selatan. Daerah – daerah tersebut pada umunya semula masih kosong karena
kurang menarik bagi penduduk, sehingga merupakan daerah yang baru dan dibuka
oleh para immigrant tersebut. Karena itu para pendatang baru di daerah ini sedikit
sekali terjadi percampuran dengan bangsa lain. Kelompok ini berjumlah sekitar 25
juta orang pada tahun 1960.
f. Elemen dari Asia
Bangsa – bangsa Asia datang lebih akhir lagi, ialah sekitar abad 20 an,
yang terdiri dari bangsa Jepang yang tinggal di Sao Paolo di Brasil. Kemudian
dengan hapusnya perbudakan, di daerah koloni Inggris dan Belanda didatangkan
bangsa – bangsa India, Cina, dan Jawa sebagai tenaga kerja di perkebunan –
perkebunan di Trinidad, Guyana Inggris dan Guyana Belanda. Selanjutnya
kedatangan bangsa Cina dan jepang ayng berpusat di pelabuhan – pelabuhan,
bangsa – bangsa dari Asia Tengah dan Syiria dan Lebanon tinggal di kota – kota
besar. Kelompok bangsa Asia ini berjumlah sekitar 1.000.000 orang pada tahun
1960.
Perkawinan campuran antara para pendatang, serta antara pendatang dengan
penduduk asli dapat banyak mengurangi terjadinya hubungan yang bersifat antagonistik
diantara penduduk. Perbedaan yang terjadi kemudian adalah karena perbedaan klas
berdasarkan ekonomi, pendidikan dan kebudayaan. Dengan demikian negara – negara
Amerika Latin mendapat keuntungan karena secara relatif akan sedikit kemungkinannya
untuk terjadi bentrokan yang berdasarkan ras, yang sering terjadi di negara – negara lain.

C. Karakter Fisik
Keadaan alam mempunyai peranan penting yang cukup penting dan menentukan
terjadinya negara – negara Amerika Latin seperti adanya sekarang , disamping faktor
sejarah. Kenampakan alam yang sangat menonjol ialah jalur pegunungan Andes yang
membujur arah utara-selatan di bagian barat, jalur – jalur pegunungan arah barat-timur di
pulau – pulau Hindia Barat dan sambungannya di daratan Middle America, serta relief
bagian utara Mexico yang merupakan kelanjutan kenampakan dari relief yang ada di
Amerika Utara.
Secara umum keadaan topografi tersebut data dikelompokkan kedalam tiga
golongan ialah:
a. Sambungan topografi Amerika Utara
Kenampakan topografi yang merupakan kelanjutan dari Amerika Utara ini
diantaranya berupa :
1) Daerah lipatan dan patahan di California yang terpotong oleh teluk California
memberikan kenampakan yang sama antara bagian yang terletak di Amerika
Utara dan yang Amerika Latin. Kenampakan ini terjadi pula pada teluk
Mexico.
2) Kesamaan sumber – sumber alam (naturan resource) yang berupa hasil – hasil
metal pada dataran – dataran tinggi di daerah perbatasan serta sumber –
sumber minyak di daerah teluk Mexico.
3) Dari segi klimatologis, adanya daerah gurun di Mexico utara dan barat laut
yang menunjukkan kesamaan dengan gurun di Arizona dan California
tenggara. Keadaan curah hujan di Sierra Madre barat bersamaan dengan Sierra
di USA bagian barat. Demikian pula di daerah teluk Mexico, pantai teluk
Mexico bagian utara menerima curah hujan dan mengalami musim kering
yang bersamaan dengan daerah Texas bagian timur.
b. Antilen complex
Antilen complex merupakan jalur kepulauan yang membujur kearah
timur-barat disekitar garis 18 derajat lintang utara, relatif masih muda dengan
dasar batuan kapur serta ada hubungannya dengan fenomena daerah tektonik
yang tidak stabil, gunung – gunung api, palung – palung laut dalam yang dari situ
tumbuh jalur – jalur pegunungan yang sangat tinggi. Evolusi pertumbuhan atau
terbentuknya daerah middle Amerika ini diperkirakan semula merupakan daerah
daratan yang tua dank arena lipatan dan patahan terjadilah pegunungan –
pegunungan.
Daerah tersebut terletak di daerah tropis dengan iklim yang seragam,
mendapat pengaruh lat Caribia, temperature tinggi sepanjang tahun, mendapat
curah hujan yang cukup dari angin pasat timur laut. Banyaknya curah hujan pada
suatu tempat banyak dipengaruhi oleh tinggi tempat serta letaknya terhadap
datangnya angin yang membawa hujan. Angin topan kadang – kadang tertiup di
daerah ini dan merupakan bahaya yang cukup besar.
c. Daerah Cordilera, Plato, dan dataran Amerika Selatan
Daerah ini terdiri dari Cordilera (rantai pegunugan) Andes, daerah plato
Brasil dan Guyana serta dataran yang berupa lembah – lembah disepanjang atau
diantara sungai – sungai Orinoco, Amazona serta Parana-Paraguay.
1) Rantai pegunungan Andes (Cordilera of the Andes)
Rantai pegunungan ini memanjang dari Venezuela sampau Cape Horn
yang ribuan kilometer panjangnya, sebagian besar dengan ketinggian di atas
3.000 meter, di Aconcagua malahan di atas 7.500 meter. Luas dasarnya sedikit
sekali yang kurang dari 300 km, sehingga merupakan rantai pegunungan yang
sangat besar. Di beberapa tempat terdapat gunung – gunung api, beberapa
puncaknya tertutup salju atau es, serta ada beberapa bagian terpotong karena
erosi air sungai yang deras. Beberapa intermontague basin (lembah di daerah
pegunungan yang dikelilingi oleh pegunungan) yang terjadi karena erosi atau
karena tenaga tektonik merupakan tempat tinggal yang baik.
Suatu daerah yang beriklim aride memotong secara diagonal sistem
pegunungan itu, mulai dari pantai Peru di samudera Pasifik, melalui sebagian
Peru, Chili, Bolivia, dan memasuki Patagonia wilayah Argentina di pantai
Atlantik. Sedang bagian utara dan bagian selatan dari sistem pegunungan ini
menerima curah hujan yang cukup baik dari hujan konveksi maupun dari
angin barat.
2) Daerah plato di Brasil dan Guyana
Batuan dasar dari benua ini adalah cristaline yang di beberapa tempat
di daerah plato ini tersingkap karena adanya pegangkatan dan pengrataan yang
di daerah tropic merupakan tempat tinggal yang baik. Daerah tanah tinggi ini
merupakan daerah yang kaya bahan galian/mineral, diantaranya daerah bijih
besi yang luas di Brasil dan Venezuela, sampai pada daerah tambang bauxite
di Guyana.
Daerah plato yang luas itu tidak memiliki keseragaman iklim, pada
umumnya merupakan daerah yang menerima cukup hujan, tetapi ada wilayah
– wilayah yang cukup luas dengan kondisi savana yang berupa daerah Ilanos
di Venezuela (berupa savana grassland) serta daerah campos di Brasil (savanna
prairie)
3) Dataran dan lembah – lembah sungai
Tiga buah sungai besar ( Orinoco, Amazon, Parana-Paraguay) yang
semuanya mengalir ke samudera Atlantik, membentuk lembah – lembah
sungai yang sangat luas dan bersambungan dengan kemiringan lereng yang
kecil di sekitar plato Brasil dan Guyana, tetapi dengan kemiringan yang besar
pada lereng – lereng Andes.
Sesuai dengan keadaan iklim dan kondisi setempat, lembah – lembah
sungai ini keadaannya berubah dari arah utara ke selatan dimulai dengan
savanna di daerah utara berubah menjadi hutan equatorial, hutan belantara
equatorial, ke daerah padang rumput daerah sedang. Daerah ini merupakan
daerah dengan penduduk sangat jarang dan masih sedikit yang diusahakan.