Anda di halaman 1dari 9

TUGAS 7

METALURGI LAS

SRI RAMAYANTI TEKNIK METALURGI DAN MATERIAL


UNIVERSITAS INDONESIA

1706990445
Tugas – 07

1. Jelaskan Baja Paduan Rendah (Low Alloy Steel) dan jenis baja mana yang memiliki
kemampulasan yang baik serta faktor apa saja yang digunakan untuk menentukan weldability
baja tsb. Sebutkan penggunaan baja tsb (aplikasinya) di lapangan.

Jawab :
Baja paduan rendah adalah salah satu klasifikasi dari baja paduan (alloy steel) yaitu :
low alloy steel,medium alloy steel,dan high alloy steel. Klasifikasi ini dibedakan menurut
unsur paduannya. Baja paduan rendah (low alloy steel) tergolong jenis baja karbon yang
memiliki tambahan unsur paduan seperti Nikel, Chromium dan Molybdenum. Total unsur
paduannya mencapai 2,07%-2,5%. Baja paduan rendah memiliki baja yang sedikit
mengandung unsur paduan dibawah 10% dibandingkan dengan baja paduan tinggi
mengandung unsur paduan diatas 10% .
Jenis baja yang memiliki kemampulasan yang baik adalah High-Strength-Low-Alloy
Steels (HSLA), Quenched and Tempered Steels (QT), Heat-Treatable-Low-Alloy Steels
(HTLA), Chromium-Molybdenum Steels (Cr-Mo) Faktor yang digunakan untuk menentukan
weldability baja tersebut adalah kadar karbon yang terkandung dalam low alloy steel dan
kekerasan yang dimiliki material ini.

Penggunaan baja (aplikasinya) di lapangan adalah untuk konstruksi lasan yang besar
seperti jembatan, kapal laut dan bejana tekan

2. Jelaskan Klasifikasi Baja menurut standard Jepang (JIS). Berikan penjelasan jenis jenis baja
apa saja yang dapat di las menurut kode tsb.

Jawab :

 Struktur Umum dengan seri SS (SS400, SS490 dsb)


 Struktur Weld dengan seri SM,
 Konstruksi Bangunan dengan seri SN
 High Strength Steel Dengan kekuatan tarik > 490 MPa dengan perlakuan QT, TMCP
disebut dengan HT steel
 Seri HW dan Seri SPV ( Low Temperature Service)
 Seri SLA, Al, Ni, Austenite SS (304, 304L)( High Temperatur Service)
 Seri Sb ( Boiler Equipment)
 Seri SMA ( Corrosion Resistant caused by weather)

3. Jelaskan secara singkat beberapa penguatan baja paduan rendah. Jelaskan peran/fungsi paduan
rendah (low alloys) dalam penguatan baja tsb.

Jawab :

Solid Solution Strengthening adalah proses penguatan pada baja paduan rendah dengan
memberikan paduan dalam jumlah yang sedikit, namun paduan ini mampu menghalangi
jalannya dislokasi, sehingga baja paduan rendah ini lebih kuat. Dengan ditambahkannya atom
lain yang disisipkan atau digantikan, maka kekuatan dan kekerasan dari suatu material akan
lebih besar dibanding dalam keadaan murninya. Hal ini dikarenakan, atom sisipan tadi akan
mengalami dislokasi. Ukuran atom yang kecil dan besar yang terlarut akan menurunkan energi
regangan. Atom sisipan yang berukuran kecil akan menurunkan energi regangan tekan
sedangkan atom sisipan berukuran besar akan menurunkan energi regangan tarik. Semakin
banyak terdapat atom sisipan tadi, maka energi regangan lama kelamaan akan hilang dan
dislokasi juga semakin kecil hingga hilang.

Grain Size adalah proses penguatan dengan menambahkan grain refiner pada saat
proses solidifikasi dengan Al-TiB yang membuat butir pada material menjadi lebih halus,
sehingga batas butir semakin banyak dan dislokasi terhambat, sehingga material lebih kuat.
Ukuran dari suatu butiran atau diameter dari butir mempengaruhi kekuatan dari suatu material.
Kita tahu bahwa masing- masing butir akan memiliki orientasi gerak yang berbeda- beda
antara satu dengan yang lain. Selama deformasi plastis, dislokasi tadi akan menabrak bagian
yang disebut batas butir. Nah, pada mekanisme ini, batas butir tadi lah yang akan menjadi
penghalang dari terjadinya dislokasi.

Precipitate adalah proses penghalangan dislokasi dengan pembuatan endapan dalam


matrik material sehingga material bisa menjadi lebih kuat.

Pengerjaan dingin adalah memberikan perlakuan yang bertujuan untuk memadatkan


dislokasi, sehingga dislokasi tidak dapat bergerak dan membuat material menjadi lebih kuat.
Saat benda mengalami yang namanya penguatan regangan, otomatis benda akan mengalami
dua dislokasi yaitu dislokasi yang terjadi dalam unit sel dan dislokasi yang disebabkan oleh
reduksi luasan tadi. Akibatnya, kepadatan dislokasi akan menjadi semakin besar.

Hardening (martensite) adalah dengan melakukan pendinginan cepat pada material.


Namun hal ini sulit dilakukan karena kandungan Carbon yang rendah pada baja paduan
rendah.

4. Pada proses TMCP pada baja, faktor apa saja yang dikontrol diproses tsb agar diperoleh baja
dengan kekuatan yang tinggi.

Jawab :

Pada proses TMCP pada baja, faktor yang dikontrol adalah ukuran butir dari material.
Dengan TMCP, butir dari material yang dirolling akan menjadi halus dan hal ini membuat
material menjadi lebih kuat. Hal ini dikarekan pemadatan dislokasi dengan proses rolling
semakin dioptimalkan dengan adanya proses penghalusan butir, sehingga dislokasi semakin
sulit bergerak.

1. Kontrol laju pendinginan, dengan kecepatan pendiningan yang berbeda akan menghasilkan
fasa yang berbeda.
5. Jelaskan metoda pendekatan (approach) apa yang dilakukan dalam mengurangi cacat
(problem) “Cold Cracking” pada baja paduan rendah. Beri contohnya.

Jawab :

Metoda pendekatan (approach) yang dilakukan dalam mengurangi cacat“Cold


Cracking” pada baja paduan rendah adalah dengan memberikan Post Weld Heat Treatment
dengan suhu 6500-7600C. Contohnya pada Cr-Mo Steel yang diwelding, akan rentan
mengalami cold cracking sehingga diperlukan PWHT setelah baja ini disambung dalam range
temperature 6500-7600C

6. Jelaskan metoda pendekatan (approach) apa yang dilakukan dalam mengurangi cacat
(problem) “Reheat Cracking” pada baja paduan rendah. Beri contohnya.

Jawab :

Reheat cracking terjadi selama PWHT dan paling sering terjadi pada butir yang besar
pada daerah HAZ. Adanya paduan seperti Cr, Mo, V dan Nb akan mempercepat terjadinya
cracking.
Metoda pendekatan (approach) yang dilakukan dalam mengurangi cacat (problem)
“Reheat Cracking” pada baja paduan rendah adalah dengan memprediksi dengan nilai Psr.

Nilai Psr yang lebih dari 0 akan memungkinkan adanya cracking pada saat di PWHT, sehingga
ada yang dapat dilakukan yakni dengan memilih material dengan sedikit pengotorm atau
dengan memberikan perlakuan tambahan yakni buttering, temper-bead dan PWHT dengan 2
kali pengerjaan. Sehingga Reheat Cracking dapat dihindarkan. Contoh material yang
mengalami reheat cracking adalah Cr-Mo Steel yang diberikan 2 stages PWHT untuk
mencegah adanya reheat cracking

7. Jelaskan penyebab terjadinya ”temper embrittlement” pada lasan baja paduan rendah.

Jawab :

Penyebab terjadinya ”temper embrittlement” pada lasan baja paduan rendah adalah
segregasi dari elemen pengotor yang ada dalam baja paduan rendah di batas butir. Temperatur
yang bisa membuat temper embrittlement adalah 3500-6000C. Hal ini dapat diprediksi dengan
nilai J.

Jika nilai J lebih dari 180, maka material rawan terkena temper embrittlement. (Nilai J
dihitung dari adanya kandungan Si, P, Sn, dan Mn pada baja paduan rendah tersebut.
Untuk pengelasan logam :

Nilai PE harus lebih kecil 3 untuk mencegah embrittlement.

8. Jelaskan weldability baja Cr-Mo Steel secara singkat: probelem apa saja yang terjadi dan
jelaskan cara mengatasinya.

Jawab :

Baja Cr-Mo adalah terdiri dari 1-12 wt% dan Mo 0.5-1.0 wt% dengan sifat tahan
oksidasi yang tinggi dan tahan terhadap creep karena ditambahkan dengan V, Nb, N dll.

Weldability baja Cr-Mo Steel dikatagorikan baik, karena dapat dilas walaupun dalam keadaan
harus diheat treatment setelah proses pengelasan dilakukan. Namun masalah yang sering
timbul dari pengelasan baja Cr-Mo ini adalah rawan cold cracking dan reheat cracking.
Sehingga untuk menghindarkan ini terjadi, perlu diberikan perlakuan PWHT pada temperature
650-760oC setelah proses pengelasan selesai dilakukan.

Diperlukan temperature minimum preheat tergantung dari komposisi Cr dan Mo seta ketebalan
benda kerja.
Jenis pengelasan dan elektorda yang digunakan juga tergantung dari komposisi baja.

Temperatur stress-relief dari baja juga yang digunakan juga tergantung dari komposisi baja.
9. Jelaskan weldability baja HSLA secara singkat: probelem apa saja yang terjadi dan jelaskan
cara mengatasinya.

Jawab :

Baja HSLA merupakan salah satu jenis baja paduan rendah yang akibat ditambahakn Nb dan
V dalam jumlah yang relative kecil ( max 0.10%) akan memiliki kekuatan tinggi, lebih
tangguh dan mampu las lebih baik dibandingkan dengan baja karbon

Weldability baja HSLA baik, namun sering terjadi beberapa problem pada saat pengelasan
baja jenis ini. Diantaranya adalah terjadinya dilusi unsur Nb, Ti dan V dari base metal, terjadi
softening di daerah HAZ dan rawan terjadinya HAC sehingga untuk menghindarinya perlu
diadakan perhitungan CE sehingga didapatkan temperatur yang valid untuk melakukan preheat
dan PWHT pada baja HSLA sebelum dan sesudah dilas. Permasalahan lainnya adalah adanya
pertumbuhan btir pada HAZ sehingga terjadi softening, rentan terhadap HAC. Perhitungan CE
dan metode untuk memprediksi preheat temperature masih terbatas kevalidannya.

Diperlukan temperature minimum preheat dan interpass ketika menggunakan pengelasan


dengan hydrogen rendah. Tidak hanya itu, perlu disesuaikan elektroda yang akan dipakai
untuk pengelasan.

10. Jelaskan weldability baja galvanis (Galvanized Steels) secara singkat : probelem apa saja yang
terjadi dan jelaskan cara mengatasinya.

Jawab :
Weldability baja galvanis (Galvanized Steels) juga dapat dikatakan baik, hal ini
dikarenakan kadar C dari baja jenis ini masih rendah. Namun masalah yang sering dihadapi
pada baja jenis ini apabila di las adalah terbentuknya retak bila di las menggunakan metoda las
busur listrik, Retak ini terjadi karena adanya intergranular penetration zn ke logam las dan ini
yang disebut zinc penetration cracking. Baja menjadi rapuh dengan adanya seng yang mencair.
Seng yang mencair ini dapat menyerang logam las baja karbon disepanjang batas butir dan
membentuk senyawa yang rapuh yang akan mengalami retak jika tegangan sisa cukup tinggi.
Untuk menanggulanginya perlu dilakukan single atau double bevel, menghilangkan lapisan
dan menjaga root opening yang sesuai dengan minimun (0.06 inch), dan elektroda yang
disarankan untuk metoda SMAW adalah E6012, E6013 dan E7016. Pada gambar di bawah
dapat dilihat potongan crack pada baja glavanied yang dilas menggunakan GMAW dengan
CO2 shielding.

Anda mungkin juga menyukai