Anda di halaman 1dari 8

Nama : Prisma Pradana Suwarno Putri

NIM : 18071295009
Tugas : Ekonomi Manajerial
1. Tujuan utama sebuah perusahaan adalah maksimalisasi nilai perusahaan
a. Mengapa dalam menentukan kebijakan bisnis setiap perusahaan harus mampu
menganalisis dengan dasar teori ekonomi dan administrasi bisnis.
Jawab :
Nilai perusahaan merupakan kondisi tertentu yang telah dicapai oleh suatu perusahaan
sebagai gambaran dari kepercayaan masyarakat terhadap perusahaan setelah melalui suatu
proses kegiatan selama beberapa tahun. Salah satu tujuan mempelajari ekonomi
manajerial adalah agar dapat mengambil keputusan untuk memaksimalkan nilai
perusahaan. Seorang manajer harus dapat menentukan ketetapan atau keputusan
manajemen untuk memaksimalkan nilai perusahaan (tujuan masa depan perusahaan)
secara efektif dan efisien. Efektif dalam artian tepat sesuai dengan standar dan
perhitungan, misal dengan menggunakan teori permintaan dan penawaran. Efisien dalam
artian dapat memaksimalkan sumber daya, misal dengan menggunakan teori optimasi
untuk meramalkan keuntungan maksimal perusahaan. Keputusan yang dibuat juga harus
berdasarkan tingkah laku ekonomis seperti pemilik sumber daya, sistem perdagangan
bebas, dan konsumen individu. Selain itu juga mempertimbangkan dari segi keuangan,
akuntansi, manajemen SDM, manajemen pemasaran, dan manajemen produksi.
b. Jelaskan mengapa seorang pengusaha harus memahami teori perusahaan melalui fungsi-
fungsi yang mempengaruhi profit.
Jawab : Teori perusahaan sendiri merupakan konsep dasar yang digunakan dalam
ekonomi manajerial sebagai landasan pengambilan keputusan bisnis. Dalam teori
perusahaan itu sendiri disebutkan bahwa tujuan perusahaan adalah untuk memaksimalkan
profit (laba) jangka pendek dan memaksimalkan nilai perusahaan atau profit jangka
panjang. Semakin besar profit maka semakin tinggi nilai perusahaan. Profit yang
maksimal dapat ditentukan dengan menggunakan teori optimalisasi, yang didapatkan dari
jumlah pendapatan perusahaan. Seorang manajer harus mampu mengoptimalkan fungsi-
fungsi yang mempengaruhi keuntungan perusahaan, seperti maksimalisasi pendapatan,
mengontrol beban, memantau untung-rugi, mengontrol biaya produksi, maksimalisasi
SDM dan asset.
c. Analisislah faktor-faktor manajerial yang menyebabkan Maskapai penerbangan Garuda
Indonesia bisa mengalami kerugian di sepanjang tahun 2017 lalu.
(https://www.merdeka.com/uang/kondisi-garuda-indonesia-terkini-dari-rugi-rp-3-triliun-
hingga-pelayanan-dikurangi.htm)
Jawab :
1. Manajemen SDM, dimana perusahaan tidak dapat memperkirakan berapa jumlah pilot
yang harus ditugaskan, mempertimbangkan usaha perusahaan melakukan ekspansi
bisnis.
2. Idealnya jajaran direksi pada Garuda Indonesia sebanyak 6 orang, namun ditambah
menjadi 9 orang, sehingga anggaran operasional membengkak dan menyebabkan
pemborosan. Hal tersebut menyebabkan tumpang tindih tugas pokok dan fungsi dari
beberapa direksi.
3. Manajemen memotong anggaran pelayanan sebagai upaya efisiensi, namun tidak
mempertimbangkan dampak jangka panjang akibat pengurangan pelayanan tersebut
kepada konsumen maupun pegawai yang bekerja langsung menghadapi konsumen.
4. Terjadi perubahan sistem pengelolaan SDM sehingga beberapa jam penerbangan
mengalami delay, sehingga merugikan konsumen.
5. Pihak manajemen Garuda Indonesia telah beberapa kali melakukan pelanggaran
sehingga dapat dinilai bahwa kemampuan manajemen untuk membuat strategi
penjualan produk tidaklah baik.

2. Sebuah perusahaan menghadapi fungsi TR dan TC sbb:


TR = 45Q – 0,5Q2
TC = Q3 – 8Q2 + 57Q + 2
Pertanyaan:
a. Hitunglah nilai output yang akan memaksimalkan laba perusahaan
Jawab :
Q TR TC Laba
1 44.5 52 -7.5
2 88 92 -4
3 130.5 128 2.5
4 172 166 6
5 212.5 212 0.5
6 252 272 -20
7 290.5 352 -61.5
8 328 458 -130
9 364.5 596 -231.5
10 400 772 -372
11 434.5 992 -557.5
12 468 1262 -794
13 500.5 1588 -1087.5
14 532 1976 -1444
15 562.5 2432 -1869.5
16 592 2962 -2370
17 620.5 3572 -2951.5
18 648 4268 -3620
19 674.5 5056 -4381.5
20 700 5942 -5242

Berdasarkan table di atas didapatkan data laba yang didapat ketika menggunakan jumlah
Q1 = 1 hingga Q20 = 20, dapat diambil kesimpulan bahwa perusahaan mendapatkan laba
ketika berada di Q3, Q4, dan Q5.
b. Hitunglah besarnya laba maksimum
Jawab :
Laba maksimum berada di Q4 sebesar 6 satuan harga.
Skor: 25

3. Buatlah studi kasuistik pada produk tertentu pada perusahaan yang anda kelola.
a. Jelaskan dengan data asumsi atau data riil hasil penelitian pasar permintaan dan
penawaran pada jenis barang komoditi perusahaananda kelola.
Jawab :
Studi kasus permintaan dan penawaran pada perusahaan Mie Instan X.

Harga
Periode (Rp) Qd (pcs) Qs (pcs)
1 2400 39500 29000
2 2500 38700 29900
3 2600 37500 30700
4 2700 36000 31500
5 2800 35800 32000
6 2900 34000 34000
7 3000 33700 34900
8 3100 32000 35800
9 3200 31500 36000
10 3300 30700 37500
11 3400 29900 38700
12 3500 29000 39500
Berdasarkan data pada tabel di atas didapatkan grafik permintaan dan penawaran sebagai
berikut :

Berdasarkan grafik permintaan dan penawaran di atas, dapat dijelaskan bahwa


a. Kenaikan harga Mie Instan X berbanding terbalik dengan permintaan pasar, dimana semakin
mahal harga Mie Instan X maka semakin rendah permintaan dari konsumen.
b. Kenaikan harga Mie Instan X berbanding lurus dengan penawaran pasar, dimana semakin
mahal harga Mie Instan X maka semakin tinggi penawaran atau kesediaan perusahaan untuk
memproduksi Mie Instan X.

b. Jelaskan dengan pendekatan kurva tentang mekanisme harga yang terjadi pada jenis salah
satu komoditi yang anda tentukan.
Jawab :

E
PE

QE

Berdasarkan tabel di atas, didapatkan titik equilibrium pada harga Mie Instan X sebesar Rp
2.900,00 dengan jumlah permintaan sebesar 34.000 pcs dan jumlah penawaran sebesar 34.000
pcs.
c. Seandainya ada kebijakan pemerintah untuk menetapkan harga tertinggi pada produk
tersebut, kebijakan apa yang akan anda tentukan agar tidak rugi.
Jawab :
Ceiling Price (HET)
Surplus
Demand

Berdasarkan tabel di atas, pemerintah menerapkan kebijakan Harga Eceran Tertinggi pada harga
Rp 2.800,00 sebagai upaya mengatasi kelebihan permintaan dari konsumen, menyebabkan
pergeseran kurva permintaan ke kiri dan kurva penawaran ke kanan. Perusahaan dituntut untuk
menjual Mie Instan X dengan harga di bawah harga equivalen, sehingga perusahaan harus
mengambil kebijakan terkait produksi agar fungsi penawaran dapat kembali seimbang dengan
fungsi permintaan, yaitu dengan mengatasi jumlah barang beredar. Apabila Mie Instan dijual
seharga Rp 2.800,00 maka perusahaan hanya mampu menyediakan Mie Instan X sejumlah 32.000
pcs, sedangkan permintaan konsumen sebesar 35.800 pcs. Sehingga untuk memenuhi selisih
antara kuantitas penawaran dan permintaan sebesar 3.800 pcs tersebut, pemerintah mengambil
kebijakan dengan mengimpor mie instan dengan kualitas setara Mie Instan X, memberlakukan
sistem kupon, memberikan subsidi kepada perusahaan Mie Instan X, atau operasi pasar. Apabila
perusahaan dituntut memproduksi Mie Instan X pada jumlah 35.800 pcs dengan harga Rp
2.800,00 maka perusahaan akan merugi, sehingga strategi yang dilakukan oleh perusahaan
menurunkan jumlah produksi Mie Instan X.

d. Buatlah prediksi permintaan pada produk tersebut melalui persamaan regresi sederhana
untuk dasar penentuan kebijakan.

Periode Qd (pcs)

1 39500

2 38700

3 37500

4 36000

5 35800

6 34000

7 33700

8 32000

9 31500

10 30700

11 29900

12 29000
Periode Periode (t) Qd (pcs) tD(t) t^2
1 1 39500 39500 1
2 2 38700 77400 4
3 3 37500 112500 9
4 4 36000 144000 16
5 5 35800 179000 25
6 6 34000 204000 36
7 7 33700 235900 49
8 8 32000 256000 64
9 9 31500 283500 81
10 10 30700 307000 100
11 11 29900 328900 121
12 12 29000 348000 144
Jumlah Ʃ 78 408300 2515700 650

Dari tabel di atas maka didapatkan nilai

b= -966.783
a= 40309.09

Jadi persamaan regresi untuk peramalan permintaan adalah


Ῡ = 40309.09 - 966,783t

Sehingga didapatkan nilai peramalan permintaan Mie Instan X sebagai berikut :


Ῡ (13) = 40309.09 - 966,783(13) ≈ 27.741
Ῡ (14) = 40309.09 - 966,783(14) ≈ 26.774
Ῡ (15) = 40309.09 - 966,783(15) ≈ 25.807
Ῡ (16) = 40309.09 - 966,783(16) ≈ 24.841
Ῡ (17) = 40309.09 - 966,783(17) ≈ 23.874
Ῡ (18) = 40309.09 - 966,783(18) ≈ 22.907
Ῡ (19) = 40309.09 - 966,783(19) ≈ 21.940
Ῡ (20) = 40309.09 - 966,783(20) ≈ 20.973
Ῡ (21) = 40309.09 - 966,783(21) ≈ 20.007
Ῡ (22) = 40309.09 - 966,783(22) ≈ 19.040
Ῡ (23) = 40309.09 - 966,783(23) ≈ 18.073
Ῡ (24) = 40309.09 - 966,783(24) ≈ 17.106
Skor: 25

4. Jelaskan dengan menggunakan grafik tentang hubungan antara elastisitas harga


permintaan dengan average revenue, marginal revenue, dan total revenue.
Jawab :
Q P=AR TR MR Ep Keputusan
0 6 0 6
1 5.7 5.7 5.4 19 elastis
2 5.4 10.8 4.8 9 elastis
3 5.1 15.3 4.2 5.666667 elastis
4 4.8 19.2 3.6 4 elastis
5 4.5 22.5 3 3 elastis
6 4.2 25.2 2.4 2.333333 elastis
7 3.9 27.3 1.8 1.857143 elastis
8 3.6 28.8 1.2 1.5 elastis
9 3.3 29.7 0.6 1.222222 elastis
10 3 30 0 1 elastis unitare
11 2.7 29.7 -0.6 0.818182 inelastis
12 2.4 28.8 -1.2 0.666667 inelastis
13 2.1 27.3 -1.8 0.538462 inelastis
14 1.8 25.2 -2.4 0.428571 inelastis
15 1.5 22.5 -3 0.333333 inelastis
16 1.2 19.2 -3.6 0.25 inelastis
17 0.9 15.3 -4.2 0.176471 inelastis
18 0.6 10.8 -4.8 0.111111 inelastis
19 0.3 5.7 -5.4 0.052632 inelastis
20 0 0 -6
Secara umum TR adalah fungsi perkalian dari P (harga) dengan Q (jumlah permintaan).
Sesuai hukum permintaan, perubahan nilai P berbanding terbalik dengan Q.
Ketika permintaan adalah elastis (e > 1), yaitu ketika perubahan kuantitas permintaan
lebih besar daripada perubahan harga permintaan, jika P akan turun, maka Q akan naik,
sehingga TR juga akan naik, begitu juga sebaliknya. Apabila nilai TR naik maka nilai AR
juga akan naik. MR sendiri merupakan perbadingan perubahan TR dengan perubahan Q.
Nilai MR akan bernilai positif karena ketika P turun perubahan TR bernilai positif dan
perubahan Q juga bernilai positif.
Ketika permintaan adalah inelastis (e < 1), yaitu ketika perubahan kuantitas permintaan
lebih kecil daripada perubahan harga permintaan, jika P turun, maka Q akan turun,
sehingga TR juga akan turun. Apabila nilai TR turun maka nilai AR juga akan turun. MR
juga akan bernilai negatif, karena ketika P turun perubahan TR bernilai negatif dan
perubahan Q bernilai positif.
Ketika permintaan adalah elastis unitare (e = 1), yaitu ketika perubahan kuantitas
permintaan sama dengan perubahan harga permintaan. Jika P berubah tidak akan
memberikan pengaruh pada perubahan TR maupun AR. Nilai MR = 0 karena perubahan
TR = 0 dan perubahan Q bernilai positif/negatif.
a. Tunjukkan pada posisi mana kebijakan kenaikan harga sangat tepat dilakukan oleh
perusahaan dan jelaskan alasannya.
Jawab :

Ketika elastisitas permintaan mengalami inelastis (Ep<1), MR bernilai negatif, sehingga


harga (P) harus ditingkatkan dengan cara mengurangi Q (kuantitas) sehingga nilai TR (P x
Q) meningkat. Contohnya pada saat P bernilai 2.7 dan Q bernilai 11, maka TR bernilai
29.7, MR bernilai -0.6, sehingga berada di inelastis. Apabila nilai P dinaikkan menjadi 3
dan Q diturunkan menjadi 10, maka TR naik menjadi 30 (maksimum) dan MR=0,
sehingga Ep = elastis unitare.
b. Tunjukkan pada posisi mana kebijakan penurunan harga sangat tepat dilakukan oleh
perusahaan dan jelaskan alasannya.
Jawab

Ketika elastisitas permintaan mengalami elastis sempurna (Ep=~), harga (P) harus
diturunkan karena saat P maksimal itulah permintaan = 0. Sehingga agar Q mengalami
kenaikan, P harus diturunkan sehingga nilai TR (PxQ) meningkat dan mencapai daerah
elastis.