Anda di halaman 1dari 21

BAB I

PENDAHULUAN

Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan rangkaian kegiatan intrakurikuler univesitas

sebagai wujud pengamalan Tri Darma Perguruan Tinggi yang mencakup dalam bidang

pendidikan, penelitian ilmiah dan pengabdian kepada masyarakat terutama dalam

bidang keagamaan dan pembinaan mental spiritual. Sebagai kegiatan pendidikan,

mahasiswa diperkenalkan secara langsung dengan masyarakat dan permasalahannya

serta dengan cara kerja antar sector atau interdisipliner. Sebagai kegiatan penelitian,

mahasiswa diajak untuk menelaah dan juga merumuskan permasalahan yang komplek,

menelaah potensi-potensi dan kelemahan-kelemahan dalam masyarakat serta

merumuskan. Sedangkan, sebagai pengabdian kepada masyarakat, mahasiswa

mengamalkan ilmu, teknologi, seni, dan agama untuk memecahkan masalah tersebut

dan menanggulangi secara pragmatis.

Segala kegiatan dalam mengemban ketiga dharma tersebut harus berorientasi

kepada masyarakat, dan pada akhirnya harus diabdikan untuk kepentingan masyarakat.

Kegiatan pengabdian pada masyarakat sejak awal seharusnya seimbang dengan kegiatan

pada kedua dharma lainnya.

Pengabdian pada masyarakat oleh UIN Sunan Kalijaga adalah pemanfaatan secara

langsung ilmu pengetahuan, khususnya agama yang dilakukan oleh mahasiswa baik

melalui pendidikan dan pengajaran maupun penelitian ilmiah keagamaan kepada

masyarakat. Pengabdian itu dilaksanakan dengan niat ikhlas lillahi ta’ala untuk

mengabdi dalam menunaikan misi UIN Sunan Kalijaga.

1
Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga sendiri di samping harus mampu mengembangkan

dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan agama dan kebudayaan Islam serta bergairah

mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari, juga masyarakat dapat memanfaatkannya

sesuai dengan tuntutan kehidupan social yang terus berkembang. Mahasiswa UIN

Sunan Kalijaga diharapkan mampu berperan dalam rangka pembangunan manusia

seutuhnya dalam masyarakat bangsa Indonesia yang sedang membangun. Mahasiswa

merupakan sumber motivasi yang dinamis dalam proses pembangunan menuju kearah

inovasi dan modernisasi masa depan sesuai dengan cita-cita bangsa Indonesia yang

sosio religius yaitu masyarakat adil, makmur, dan sejahtera serta bertaqwa kepada Alloh

SWT.

Secara esensial, Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Sunan Kalijaga dipandang sebagai

sebuah kegiatan akademik yang dilaksanakan dalam bentuk kerja nyata di tengah

kehidupan bermasyarakat serta dapat mengantarkan kepada arah penghidupan yang

lebih baik, khususnya dalam ranah keagamaan yang menjadi karakteristik Universitas

Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta. Nyatalah bahwa Kuliah Kerja Nyata

merupakan suatu kegiatan kurikuler bagi mahasiswa program Sarjana pada tingkat

tertentu dan dalam jangka waktu tertentu, berupa kegiatan pendidikan, penelitian, dan

pengamalan ilmu, teknologi, seni, dan agama.

Dengan demikian, KKN dapat diartikan sebagai bentuk kegiatan pengabdian pada

masyarakat bersifat khusus, karena dalan KKN diintregasikan dan dipadukan kegiatan

antara pendidikan, penelitian dan pengabdian pada masyarakat dengan melibatkan

sejumlah mahasiswa dan staf pengajar yang banyak serta dilaksanakan secara

interdisipliner dan kurikuler.

2
Adapun lokasi KKN Semester khusus angkatan ke– 86 tahun akademik 2015– 2016

Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta yang pelaksanaannya mulai

tanggal 25 Juli– 31 Agustus atau selama kurang lebih 2 bulan berturut-turut ini adalah di

Dusun Warak, Kelurahan Girisekar, Kecamatan Panggang, Kabupaten Gunung Kidul,

Propinsi D.I. Yogyakarta. Sebelum merencanakan dan melakukan program kerja ini

terlebih dahulu dilakukan observasi sebagai rangkaian kegiatan KKN untuk

memperoleh validitas data serta informasi riil baik yang bersumber dari Kepala Dusun

maupun masyarakat sekitar lokasi kegiatan KKN. Pengoptimalan kerja sangat

diperlukan dalam menyukseskan tujuan kegiatan KKN.

Hal tersebut melandasi perlunya arahan yang bijak dalam melaksakan beberapa

tujuan di atas. Salah satunya adalah penyusunan Rencana Program Kerja (RPK). Dalam

penyusunan program kerja tidak dapat meninggalkan penelitian, karena rencana

program kerja dan penelitian merupakan dua masalah yang tidak dapat dipisah-

pisahkan. Penelitian merupakan landasan untuk menyusun Rencana Program Kerja dan

penelitian itu sendiri dilakukan oleh mahasiswa peserta KKN dibawah bimbingan dan

arahan Dosen Pembimbing Lapangan sebagai bahan bagi mahasiswa dalam rangka

menyusun program kerja kolektif, karena Rencana Program Kerja (RPK) menjadi

sangat penting sebagai bahan utama acuan selama menjalankan program kegiatan KKN.

Adapun didalam program kerja kolektif terdapat dua bidang yang menjadi wilayah

garapan kegiatan KKN UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, yaitu:

1. Bidang Keagamaan

2. Bidang Penunjang, yang terdiri dari bidang fisik dan lingkungan

hidup, bidang pendidikan, sosial budaya, kesehatan, kewirausahaan dan

3
ekonomi, publikasi, sarana prasarana, teknologi tepat guna, dan bidang

administrasi pemerintahan.

Program kerja yang dirumuskan, dirancang untuk masyarakat pedesaan dalam

kurun waktu tertentu. Prograam kerja yang dirumuskan juga bertujuan untuk membantu

masyarakat pedesaan dalam memecahkan persoalan-persoalan pembangunan. Sehingga,

akan tercipta masyarakat yang sadar pembangunan dan sadar akan kemajuaan desa

mereka.

4
BAB II

GAMBARAN UMUM DESA/DUSUN

A. Gambaran Umum Dusun Warak

Dusun Warak merupakan salah satu dusun yang berada di wilayah Kelurahan

Girisekar, Kecamatan Panggang, Kabupaten Gunung Kidul, Propinsi D.I. Yogyakarta.

Secara geografis, dusun Warak ini berada di kabupaten gunung kidul dengan jarak

kurang lebih 40 Km dari kota Jogjakarta, sedangkan jarak dari balai desa Panggang

kurang lebih 5 Km. Dusun Warak diapit oleh dusun Krambil dan Sawah.

Dusun Warak ini dapat di tempuh dengan kendaraan roda dua maupun roda empat

dan sebagian besar jalan sudah diaspal. Dusun Warak berada di wilayah perbukitan

dengan jenis tanah merah sehingga banyak lahan tanah yang digunakan untuk

perkebunan palawija dan peternakan sapi dengan keadaan air kurang memadai. Ketika

musim penghujan, maka air hujan yang digunakan untuk kebutuhan sehari- hari namun

ketika musim kemarau datang maka warga kekurangan air untuk memenuhi kebutuhan

sehari- hari. Lahan penduduk ditanami padi saat musim penghujan dan ditanami

palawija ketika musim kemarau. Dengan kondisi tanah seperti itu, sebagian besar

penduduk memilih bekerja menjadi buruh, petani, peternak dan karyawan di beberapa

instansi.

Dukuh ini terbagi menjadi 13 RT yaitu RT 01, RT 02, RT 03, RT 04, RT 05, RT 06,

RT 07, RT 08, RT 09, RT 10, RT 11, RT 12, RT 13. Data mengenai susunan

kelembagaan dusun Warak akan disajikan sebagai berikut:

Tabel 2.1. susunan kelembagaan

No. Nama Jabatan


1. Sudarisman Ketua Dukuh

5
2. Sadono Ketua RT 01
3. Mardi Sutrisno Ketua RT 02
4. Suharyanto Ketua RT 03
5. Suharyadi Ketua RT 04
6. Heru Sugiyanto Ketua RT 05
7. Murdi Sutrisno Ketua RT 06
8. Raharjo Sumedi Ketua RT 07
9. Budi Harsono Ketua RT 08
10. Prapto Utomo Ketua RT 09
11. Gondo Sutrisno Ketua RT 10
12. Barjo Siswanto Ketua RT 11
13. Kisdi Utomo Ketua RT 12
14. Sumirin Diantoro Ketua RT 13

Penduduk dusun Warak mayoritas beragama Islam. Dalam bidang keagamaan,

masyarakat Warak termasuk antusias dalam melaksanakan dan mengikuti kegiatan-

kegiatan keagamaan. Ada berbagai macam kegiatan yang secara rutin dilakukan oleh

masyrakat. Diantaranya adalah pengajian ibu- ibu, arisan ibu- ibu tiap tanggal 27,

kegiatan posyandu balita tiap tanggal 4 dan posyandu lansia tanggal 6. Kegitan pemuda

di fokuskan pada beberapa momentum saja sehingga intensitas pertemuan resmi juga

sedikit hanya satu bulan sekali yakni setiap minggu pertama.

Penduduk Dusun Warak menurut data monografi tahun 2015 berjumlah 331 kepala

keluarga dengan 1399 jiwa. Adapun penjabaran penduduk dusun berdasarkan jenis

kelamin, pendidikan dan agama adalah sebagai berikut:

Tabel 2.2. Jumlah Penduduk Menurut Jenis Kelamin

No. Jenis Kelamin Jumlah Jiwa


1. Laki-laki 711
2. Perempuan 688
Jumlah 1399

Tabel 2.3 Jumlah Penduduk Menurut Pendidikan

6
RT Pendidikan
Belum/

Tidak SD SMP SMA D3 S1 S2

sekolah
1 21 38 20 14 1 4 0
2 34 58 21 6 0 1 1
3 22 36 7 8 2 0
4 30 53 20 7 0 0
5 45 60 15 3 0 0
6 28 39 29 10 3 0
7 26 39 18 1 0 0
8 28 49 22 6 1 1
9 35 74 14 7 0 0
10 37 68 21 6 1 0
11 23 41 13 5
12 43 77 15 2
13 32 50 8
Jumlah 404 682 223 75 8 6 1

Tabel 2.4. Jumlah Agama

RT Agama

Islam Katolik Kristen


1 88 10
2 121
3 75
4 110
5 123
6 109
7 84
8 107
9 130
10 130 1 2
11 82
12 137
13 90
Jumlah 1386 11 2

Tabel 2.5. Jumlah Sarana dan Prasarana

7
No. Sarana Jumlah
1. Masjid 4
2. Mushola 2
3. Posyandu 1
4. PAUD 1
7 TPA 2
8 Taman Baca 0
9 Sarana olah raga 1

B. Permasalahan Umum

Setelah kami mengadakan observasi di lokasi KKN yakni di Dusun Warak

Kelurahan Girisekar, Kecamatan Panggang, Kabupaten Gunung Kidul, Propinsi D.I.

Yogyakarta yang menjadi wilayah kerja kami dan mengamati lingkungan serta

kehidupan masyarakatnya, dapat dikatakan bahwa kehidupan sosial kemasyarakatan

sangat harmonis. Kesadaran gotong royong masih menjadi sendi utama dalam

kehidupan sehari-hari.

Dusun Warak ini mengandalkan empat masjid dan dua mushola sebagai tempat

kegiatan keagamaan yaitu seperti sholat berjamaah, pengajian dan TPA. Kegiatan TPA

di Dusun Warak ini belum berjalan lancar dikarenakan masih kurangnya tenaga

pengajar. Sarana dan prasarana di masjid Quba yang berada di Dusun Warak juga masih

belum memadahi.

Sebagian besar orang tua di Dusun Warak kurang sadar akan kesehatan. Mereka

merasa takut jika akan diperiksakan ke dokter ketika sakit. Warga di Dusun Warak yang

memiliki kebun juga kurang dapat mengolah hasil kebun mereka sehingga pendapatan

yang didapatkan kurang maksimal.

8
C. Identifikasi Masalah

1. Bidang Agama

 Kurangnya pengetahuan anak- anak mengenai surat- surat pendek.

 Kurangnya pengetahuan anak- anak mengenai doa sehari- hari.

 Belum adanya tata terti di lingkungan masjid Al- Quba sehingga banyak

anak- anak yang kurang menjaga sikap dalam masjid dan membuang

sampah sembarangan.

 Ketidaktahuan anak- anak mengenai kata mutiara sebagai motivasi hidup.

 Belum adanya ketersediaan mukena di masjid al- Quba.

 Kurangnya guru dalam mengajari mengaji terutama anak-anak (TPA).

 Santri TPA masjid Al- Quba tidak pernah mendapatkan materi tentang

cerita nabi- nabi yang seharusnya dapat mengajarkan sifat- sifat yang baik

sebagai teladan mereka.

 Masjid Al- Quba belum ada jam yang menunjukkan waktu sholat.

 Banyak anak- anak yang belum mengetahui secara benar mengenai tata

cara sholat yang baik dan benar.

 Kurangnya pengetahuan anak- anak tentang bab taharah.

 Anak- anak dalam membaca al- Quran masih banyak yang tidak sesuai

dengan tajwid.

 Anak- anak di dusun warak banyak yang tidak mengetahui hadist nabi.

2. Bidang Pendidikan

a) Masih kurangnya tenaga pengajar anak-anak dalam kegiatan TPA.

9
b) Banyak anak yang memerlukan bimbingan belajar terutama dalam

pelajaran yang sulit yaitu mata pelajaran IPA.


c) Banyak anak yang memerlukan bimbingan belajar terutama dalam

pelajaran yang sulit yaitu mata pelajaran Matematika.


d) Banyak anak yang memerlukan bimbingan belajar terutama dalam

pelajaran yang sulit yaitu mata pelajaran bahasa arab.


e) Kurangnya fasilitas buku yang ada di perpustakaan masjid.
f) Belum adanya minat baca anak- anak di desa Warak.
g) Anak- anak masih kurang hiburan dengan tema pendidikan.
h) Banyak anak yang belum memahami manfaat menabung dan kurang

dalam prakteknya.
i) Kurangnya kompetisi antar siswa yang dapat menghambat kemajuan

dalam dunia pendidikan.


j) Anak belum tahu kegunaan dan cara menggunakan Microsoft word.

3. Bidang Kesehatan

a) Banyak Masyarakat yang belum mengetahui dan memahami mengenai

makanan sehat dan ciri- ciri makanan yang tidak mengandung bahan kimia

berbahaya.
b) Anak- anak banyak yang belum mengenal kegunaan tanaman obat sebagai

obat tradisional.

4. Bidang Sosial dan Budaya

a) Belum adanya pelatihan keterampilan tangan.


b) Banyaknya masyarakat yang kurang dapat memanfaatkan hasil ladang

mereka salah satunya yaitu jahe. Seharusnya hasil ladang tersebut dapat

diolah menjadi olahan yang dapat menambah pendapatan.


c) Di KUA belum adanya pemetaan kelas terhadap keluarga sakinah.
d) Belum adanya peringatan HUT RI di desa Warak.
e) Masyarakat di dusun Warak ini masih kurang termotivasi dalam

berwirausaha, kebanyakan hanya berkebun dan buruh.


f) Kurangnya motivasi masyarakat tentang keluarga sakinah.
g) Belum adanya ketrampilan menghias celengan di kalangan masyarakat.
h) Anak- anak belum mengenal berbagai macam permainan tradisional.

10
i) Banyak ibu- ibu yang belum mengetahui variasi makanan dengan

menggunakan bahan- banhan yang ada di lingkungan sekitar.


j) Belum adanya pengelolaan administrasi keuangan di masjid Al- Quba.
k) Belum adanya struktur organisasi di dusun Warak.

5. Bidang Fisik

a) Belum adanya struktur organisasi TPA di masjid al- Quba.


b) Belum adanya iklan layanan masyarakat di dusun Warak.
c) Belum adanya sarana untuk menempelkan pengumuman.
d) Anak- anak TPA masih menggunakan jari sebagai sarana penunjuk huruf

hijaiyah.
e) Masjid al- Quba masih memerlukan pengecatan.
f) Belum adanya papan peringatan untuk berkendara.

BAB III

PROGRAM KERJA

A. Bentuk-Bentuk Program Kerja

Beranjak dari masalah yang kami simpulkan di atas, maka kami kemudian

membuat suatu rencana program kerja yang dapat membantu pemecahan masalah

yang ada di dusun Sindet, adapun bentuk program tersebut adalah sebagai berikut:

1. Bidang Keagamaan

a. Menghidupkan TPA

b. Qur’anisasi bagi orang tua

2. Bidang Pendidikan

a. Bimbingan Belajar

b. Lomba-lomba HUT RI

3. Bidang Kewirausahaan dan Ekonomi

a. Rumah tangga kreatif

4. Bidang Administrasi

11
a. Pengelolaan Perpustakaan Desa

5. Bidang Fisik

a. Pembuatan “Papan Asri”

6. Bidang Kesehatan

a. Berpartisipasi aktif dalam kegiatan Posyandu


b. Cek Kesehatan dan Donor Darah

B. Tujuan Program Kerja

1. Bidang Keagamaan

a. Meningkatkan pengetahuan keagamaan anak-anak.

b. Masyarakat mampu membaca Al Qur’an dengan baik dan benar, serta

menjadikan masyarakat yang Qur’ani

2. Bidang Pendidikan

a. Meningkatkan pengetahuan umum

b. Mempererat silaturahmi masyarakat dan memeriahkan perayaan HUT RI

3. Bidang Kewirausahaan dan Ekonomi

a. Memanfaatkan barang yang tidak terpakai

4. Bidang Administrasi

a. Meningkatkan kualitas administratif perpustakaan desa

5. Bidang fisik

a. Menanamkan nilai-nilai cinta lingkungan

6. Bidang Kesehatan

a. Untuk membantu pelayanan posyandu

b. Untuk membantu masyarakat dalam pelayanan kesehatan

C. Target yang akan dicapai

12
1. Kualitatif

Pada dasarnya seluruh kegiatan KKN adalah untuk mengamalkan Tri

Dharma Perguruan Tinggi, yakni bertujuan untuk mengabdi kepada masyarakat.

Sedangkan tujuan kegiatan seperti tersebut di atas adalah untuk menumbuhkan

ghirroh atau semangat hidup dalam bidang keagamaan dan pendidikan. Selain

itu, juga untuk membangkitkan semangat kebangsaan.

2. Kuantitatif

Berdasarkan program kerja yang telah ada maka kami mempunyai target

kuantitatif sebagai berikut :

a. Anak-anak mampu memahami ilmu keagamaan 80%.

b. Masyarakat mampu membaca Al Qu’an dengan baik dan benar 70%

c. Anak-anak mampu mendalami mata pelajaran di sekolah 90%

d. Mampu memeriahkan HUT RI ke-72 90%

e. Mampu memanfaatkan barang-barang bekas 85%

f. Meningkatkan kualitas administratif perpustakaan desa 70%

g. Menanamkan nilai-nilai cinta lingkungan 80%

h. Mampu membantu pelayanan posyandu 70%

i. Mampu membantu masyarakat dalam pelayanan kesehatan 80%

13
BAB VI

MEKANISME PELAKSANAAN

A. Organisasi Pelaksana

Adapun pola koordinasi dalam melaksanakan Rencana Program Kerja

Kolektif ini, kami menganut susunan organisasi sebagai berikut:

Pelindung : Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Panitia KKN angkatan ke-93

Penasehat : Bayu Bintoro, S. E. (Kepala Desa Wukirsari)

Nur Khoironi (Kepala Dukuh Sindet)

Dinik Fitri R.P., M. Ak. (Dosen Pembimbing Lapangan)

Koordinator : Isnan Yusrian Syas

Anggota : M Mahbub Junaidi

Hudalloh

Devi Astriyani

Reni Tri Siskawati

Laila Purnama Rahmah S.

Annafila Turikhana

Audina Hutama Putri

Isnaini Wahyu Cahyaningrum

14
B. Pihak Yang Diajak Ikut Serta

1. Kepala desa Wukirsari.

2. Kepala Dusun Sindet.

3. Anggota Posyandu.

4. Para Tokoh Agama, Masyarakat, Karang Taruna, dan seluruh warga

masyarakat Dusun Sindet.

5. Seluruh peserta KKN angkatan ke-93 Wukirsari pada umumnya dan Sindet

pada khususnya.

6. Pihak-pihak lain yang bersedia membantu.

C. Jadwal Kegiatan

Tabel 5. Jadwal Kegiatan Kolektif

No Nama Kegiatan Pelaksanaan


1 Menghidupkan TPA Selama KKN
2. Qur’anisasi bagi orang tua Selama KKN
3. Bimbingan Belajar Selama KKN
4 Perayaan HUT RI ke-72 1 kali Selama KKN
5. Rumah Tangga Kreatif 1 kali Selama KKN
6. Pengelolaan Perpustakaan Desa 6 kali Selama KKN
7. Pembuatan “Papan Asri” 1 kali Selama KKN
8. Berpartisipasi Aktif dalam Kegiatan Selama KKN

Posyandu
9 Cek Kesehatan dan Donor Darah 1 kali Selama KKN

D. Anggaran Biaya

1. Sumber Dana

a. Iuran kas mahasiswa peserta KKN UIN Sunan Kalijaga

2. Anggaran Biaya Pelaksanaan Program Kerja

a. Bidang Keagamaan : Rp. 1.650.000

15
b. Bidang Pendidikan : Rp. 1.360.000

c. Bidang Kesehatan : Rp. 2.100.000

d. Bidang Fisik : Rp. 5.000.000

Tabel 5. Estimasi Dana

No Program Kerja Pelaksana Estimasi dana Keterangan


1 Menghidupkan TPA Selama KKN  Pengajar: 10 Semua Peserta
orang x Rp KKN di dusun
10.000 x 55 Warak
hari = Rp
5.500.000
 Peralatan
Mengajar:
Rp 113.000
 Total = Rp
5.613.000
2 Buka Puasa Bersama 1 kali Selama  Biaya Berkerjasama
Pemuda Pemudi Dusun Makanan dengan pemuda
KKN
Warak untuk Buka pemudi dusun
Bersama: 30 x Warak
Rp 7000 = Rp
210.000
 Total = Rp
210.000
3 Perayaan HUT RI 1 kali Selama  Biaya Lomba: Berkerjasama
Rp 1.000.000 dengan
KKN
masyarakat
dusun Warak
4 Syawalan di Dusun 1 kali Selama  Snack Berkerjasama
1399 x Rp dengan
Warak KKN
3000 = Rp masyarakat
4.197.000 dusun Warak
5 Gotong Royong atau 3 kali selama  Snack Berkerjasama
3x 30 x Rp
KKN dengan
Bersih Desa
3000 = Rp masyarakat

16
270.000 dusun Warak
6 Pengadaan penunjuk 1 kali Selama  Harga Plang Semua Peserta
5 x Rp 20.000
KKN KKN di dusun
arah (plang)
= Rp 100.000 Warak
7 Pendampingan Selama KKN  Uang Bensin Semua Peserta
5 x Rp 8000 = KKN di dusun
Posyandu
Rp 40.000 Warak
8 Jalan Sehat anak-anak Selama KKN  Snack Semua Peserta
5 x Rp 20.000 KKN di dusun
= Rp 100.000 Warak
9 Tadarus di Masjid Al Selama  Snack Berkerjasama
300 x Rp
Ramadhan dengan
Quba
3000 = Rp masyarakat
900.000 dusun Warak

17
BAB V

PENUTUP

Setelah melakukan observasi lapangan selama satu minggu dengan melihat kondisi

masyarakat di dusun Warak, Desa Girisekar, Kecamatan Panggang, Kabupatan Gunung

Kidul, Propinsi DI Yogyakarta, maka penyusun berhasil menemukan beberapa pokok

permasalahan-permasalahan yang muncul baik dibidang keagamaan maupun dibidang

pembangunan masyarakat dan kemudian dilakukannya penyusunan program kerja

individu yang nantinya akan direalisasikan ke masyarakat di dusun tersebut.

Akan tetapi, dalam hal ini, walaupun program kerja individu bersifat fisik maupun

non fisik, penyusun selaku peserta kegiatan KKN ini hanya sebagai fasilitator atau

penyalur aspirasi masyarakat yang pada akhirnya mahasiswa dituntut untuk

memecahkan permasalahan tersebut baik dengan cara mencarikan dana untuk

pembangunan ataupun membantu masyarakat dengan menggunakan model pelatihan-

pelatihan sebagai wujud kreatifitas dan kemandirian masyarakat. Untuk itu, perlu

adanya dorongan dan motivasi masyarakat dan mahasiswa untuk mencapai visi yang

diharapkan.

Demikianlah paparan tentang Program Kerja kolektif yang telah direncanakan

untuk direalisasikan selama 2 bulan berturut-turut yang dilaksanakan oleh mahasiswa

KKN UIN Sunan Kalijaga angkatan ke – 86 T.A. 2014/2015. Kesuksesan program-

program tersebut tentu saja tidak lepas dari partisipasi semua pihak. Oleh karena itu,

sangat diharapkan support dalam bentuk apa pun, baik secara moral, intelektual,

maupun materiil.

18
Semoga program-program tersebut, dengan dukungan dan kerja sama dari

masyarakat dan pihak-pihak terkait, dapat terimplementasi di lapangan dengan

maksimal dan kiranya bermanfaat bagi masyarakat Dusun Warak pada umumnya dan

menjadi pelajaran bagi penyusun pada khususnya.

19
LAMPIRAN

A. Jadwal Kegiatan

No Nama Kegiatan Pelaksanaan


1 Menghidupkan TPA Selama KKN
2. Buka puasa bersama dengan pemuda 1 kali Selama KKN

dukuh Warak
3. Perayaan HUT RI 1 kali Selama KKN
4 Syawalan di Dusun Warak 1 kali Selama KKN
5. Gotong Royong atau Bersih Desa 1 kali Selama KKN
6. Pengadaan penunjuk arah (plang) 1 kali Selama KKN
7. Pendampingan Posyandu Selama KKN
8. Jalan Sehat anak-anak Selama KKN
9 Tadarus di Masjid Al Quba Selama Ramadhan

B. Peta Wilayah

20
21