Anda di halaman 1dari 3

MAHA MELIHAT SEPOHON KAYU

Seiring waktu berlalu Sepohon kayu daunnya rimbun


Tangis tawa dinafasku Lebat bunganya serta buahnya
Hitam putih dihidupku Walaupun hidup seribu tahun
Jalani takdirku Bila tak sembahyang apa gunanya
Walaupun hidup seribu tahun
Tiada satu tersembunyi Bila tak sembahyang apa gunanya
Tiada satu yang terlupa
Segala apa yang terjadi Kami bekerja sehari-hari
Untuk belanja rumah sendiri
Engkaulah saksinya
Walaupun hidup seribu tahun
Bila tak sembahyang apa gunanya
Reff:
Walaupun hidup seribu tahun
Kau Yang Maha Mendengar
Bila tak sembahyang apa gunanya
Kau Yang Maha Melihat
Kau Yang Maha Pemaaf Kami sembahyang fardhu sembahyang
Pada-Mu hati bertobat Sunahpun ada bukan sembarang
Supaya Allah menjadi sayang
Kau Yang Maha Pengasih Kami bekerja hatilah riang
Kau Yang Maha Penyayang
Kau Yang Maha Pelindung Kami sembahyang limalah waktu
Pada-Mu semua bergantung Siang dan malam sudahlah tentu
Hidup dikubur yatim piatu
Yang dicinta kan pergi Tinggalah seorang dipukul dipalu
Yang didamba kan hilang
Hidup kan terus berjalan Dipukul dipalu sehari-hari
Meski penuh dengan tangisan Barulah ia sadarkan diri
Hidup didunia tiada berarti
Andai bisa ku mengulang Akhirat di sana sangatlah rugi
Waktu hilang dan terbuang
Andai bisa ku kembali
Hapus semua pedih

Andai mungkin aku bisa


Kembali tulus segalanya
Tapi hidup takkan bisa
Meski derai air mata
Assalamu 'alaikum
dalam hidup semua bekerja
assalamu 'alaikum ya akhi.. ya ukhti.. (4x)
kadang salah bahkan berdosa
salam-salam hai saudaraku
jangan-janganlah putus asa
smoga Allah merahmatimu
ampunan Allah selalu terbuka
salam-salam wahai semua
smoga hidup jadi bahagia

bila hati terasa sedih


bila jiwa terasa hampa
mungkin kita sudahlah lupa
berzikir tenangkan jiwa Sajadah panjang

Ada sajadah panjang terbentang


assalamu 'alaikum ya akhi.. ya ukhti.. (2x)
bila langkah sempit dunia Dari kaki buaian
rejeki dicari alangkah susah
Sampai ke tepi kuburan hamba
mungkin kita sudahlah lupa
sedekah lapangkan harta Kuburan hamba bila mati
dalam hidup semua bekerja Ada sajadah panjang terbentang

kadang salah bahkan berdosa Hamba tunduk dan sujud


jangan-janganlah putus asa
Di atas sajadah yang panjang ini
ampunan Allah selalu terbuka
Diselingi sekedar interupsi
assalamu 'alaikum ya akhi.. ya ukhti.. (4x) Chorus:
salam-salam hai saudaraku
Mencari rezeki mencari ilmu
smoga Allah merahmatimu
salam-salam wahai semua Mengukur jalanan seharian
smoga hidup jadi bahagia
Begitu terdengar suara adzan

dalam hidup tiada sempurna Kembali tersungkur hamba


kadang khilaf kadang terlupa Ada sajadah panjang terbentang
jangan-janganlah putus asa
Hamba tunduk dan rukuk
ampunan Allah selalu terbuka
assalamu 'alaikum ya akhti.. ya ukhti.. (4x) Hamba sujud tak lepas kening
hambaMengingat

bila hati terasa sedih Dikau sepenuhnya

bila jiwa terasa hampa


mungkin kita sudahlah lupa
berzikir tenangkan jiwa
BILA WAKTU TELAH BERAKHIR
bagaimana kau merasa bangga
akan dunia yang sementara
bagai manakah bila semua
hilang dan pergi meninggalkan diri mu
bagimanakah bila saatnya
waktu terhenti tak kau sadari
masikah ada jalan bagimu untuk kembali
mengulang ke masa lalu

dunia....
di penuhi dengan hiasan
semua..
dan sgala yang ada akan kembali padanya
bila waktu tlah memanggil
teman sejati hanyalah amal
bila waktu tlah terhenti
teman sejati tinggalah sepi...