Anda di halaman 1dari 3

9 KARUNIA ROH KUDUS, 1 Kor 12:8-10

1. Karunia untuk berkata-kata dengan hikmat


Yunani 'Logos Sophia', perkataan "bijak", "arif". Dalam konteks 1 Korintus
12:8 berhubungan dengan kebijakan ilahi, kemampuan untuk mengatur hubungan
seseorang dengan Allah berbeda dengan kata 'PHRONESIS', "pengertian"
yaitu kemampuan mengenal, memahami, dan beradaptasi dengan seseorang. 'Logos
SOPHIA' merupakan ucapan yang berhikmat melalui pekerjaan Roh Kudus. Inilah
penerapan penyataan firman Allah atau hikmat Roh Kudus pada suatu keadaan atau
masalah yang khusus (Kisah Para Rasul 6:10; 15:13-22). Akan tetapi, ini tidak
sama dengan memiliki hikmat Allah untuk kehidupan sehari-hari. Hikmat itu
dicapai dengan belajar yang rajin dan merenungkan jalan Allah dan firman-Nya, dan
melalui doa (Yakobus 1:5-6).
2. Karunia untuk berkata-kata dengan pengetahuan
Yunani 'Logos Gnoseos', perkataan "pengetahuan". Kata 'Gnoseos' adalah
bentuk genitif (menyatakan sumber atau milik) dari kata 'Gnosis', sedangkan kata
'Gnosis' adalah nomina berasal dari 'Ginosko', "mengetahui", sehingga kata
'Gnosis' diterjemahkan menjadi "pengetahuan" yaitu cabang pengetahuan tertentu
bukan pengetahuan dalam arti luas.
Dalam konteks 1 Korintus 12:8, 'Logos Gnoseos' berarti kecakapan
membentangkan dan menerangkan secara teoritis prinsip-prinsip mendasar atau
pengetahuan yang lebih dalam dari doktrin Kristen, barangkali dapat disamakan
dengan ungkapan "kunci pengetahuan" menurut ayat di bawah ini:
Lukas 11:52 "Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat, sebab kamu telah
mengambil 'kunci pengetahuan'; kamu sendiri tidak masuk ke dalam dan orang yang
berusaha untuk masuk ke dalam kamu halang-halangi."
3. Karunia iman
Yunani 'Pistis', berasal dari verba 'Peitho', "meyakinkan" (orang lain)
termasuk pengertian "menghasut" (Matius 27:20), menaruh harapan,
mengandalkan, menganggap benar, percaya. Kata ini punya makna yang cukup luas
baik dari segi subyektif maupun obyektif namun secara umum bermakna kemampuan
untuk percaya. Dalam konteks 1 Korintus 12:9, 'Pistis' merupakan salah satu
"karunia" Roh Kudus, berbeda dengan iman sebagai penyerahan total atau iman yang
menyelamatkan. Karunia "iman" ini adalah iman yang bekerja secara ajaib seperti
"iman untuk memindahkan gunung".
4. Karunia untuk menyembuhkan
Yunani 'Iama', berasal dari verba 'Iaomai', "menyembuhkan". Karunia-karunia
ini diberikan kepada jemaat untuk memulihkan kesehatan jasmani dengan memakai
sarana adikodrati (Matius 4:23-25; 10:1; Kisah Para Rasul 3:6-8; 4:30). Sekalipun
karunia-karunia untuk menyembuhkan ini tidak dikaruniakan kepada setiap anggota
tubuh dalam suatu cara yang istimewa (1 Korintus 12:11, 30), namun semua anggota
boleh mendoakan orang sakit. Kesembuhan dapat juga terjadi sebagai hasil dari
ketaatan terhadap petunjuk- petunjuk dalam Yakobus 5:14-16. Allah memberikan
'Kharismata', "karunia- karunia", dan bukan 'Iamata', "kesembuhan-kesembuhan".
'Iamata' dapat bermakna obat-obatan untuk menyembuhkan penyakit,
sedangkan 'Kharismata' adalah aneka ragam kemampuan untuk menyembuhkan
aneka ragam penyakit, dengan atau tanpa obat.
5. Karunia untuk Mengadakan Mujizat
Yunani 'Energemata Dunameon', dari kata 'Energema', "pekerjaan"; Dan
'Dunamis', "mujizat". Kata 'Dunamis' berasal dari verma 'Dunamai', "mampu". Semua
kata yang dibentuk dari stem 'Duna-' senantiasa berhubungan dengan kemampuan. Ini
merupakan perbuatan-perbuatan kuasa adikodrati yang dapat mengubah
tatanan hukum alam yang normal.
6. Karunia untuk Bernubuat
Yunani 'Propheteia', "nubuat", dari kata 'Propheteuo', "bernubuat".
Kata 'Propheteuo sendiri berasal dari kata 'Prophetes', "nabi".
Kita harus membedakan di antara nubuat sebagai suatu penyataan sementara dari
Roh (1 Korintus 12:10) dan nubuat sebagai suatu karunia pelayanan jemaat (Efesus
4:11). Sebagai suatu karunia pelayanan, nubuat hanya diberikan kepada beberapa
orang percaya, yang kemudian harus berfungsi sebagai nabi di dalam jemaat.
Nubuat dijalankan di bawah kehendak Allah dan bukan kehendak manusia.
Perjanjian Baru tidak pernah menunjukkan bahwa jemaat secara aktif mencari
penyataan atau petunjuk dari mereka yang mengaku sebagai nabi.
7. Karunia untuk Membedakan Bermacam-Macam Roh
Yunani 'Diakriseis Pneumaton', "pembedaan roh-roh". Kata 'Diakrisis' berasal
dari 'Diakrino', "membedakan", "memutuskan", "menghakimi". 'Diakrisis' adalah
tindakan atau kuasa melihat perbedaan dengan jelas, bukan 'Diagnosis', menganalisa
berdasarkan pemikiran atau pengertian diri sendiri. Karunia ini merupakan
kemampuan khusus yang diberikan oleh Roh untuk membedakan dan menilai nubuat-
nubuat secara tepat dan membedakan apakah ucapan itu berasal dari Roh Kudus
atau bukan (1 Yohanes 4:1; 1 Korintus 14:29).
8. Karunia untuk berkata-kata dengan bahasa roh
Yunani 'Genos Glossa' ('Genos' = jenis; 'Glossa' = lidah), sering
menggunakan istilah 'Glossolalia' dari 'Glossa' dan 'Laleo', "berbicara". Berhubungan
dengan "bahasa roh" atau "karunia lidah" sebagai suatu penyataan adikodrati dari Roh
Kudus. Bahasa semacam itu tidak pernah dipelajari dan sering kali tidak
dapat dipahami baik oleh pembicara (1 Korintus 14:14) maupun oleh para pendengar
(1 Korintus 14:16). Agar dapat menilai apakah bahasa roh itu
sejati, yaitu sungguh-sungguh dari Roh Kudus, harus ditemukan apa yang
diajarkan Alkitab. Apabila seseorang yang mengatakan bahwa ia berbicara dalam
bahasa roh tetapi tidak mengabdikan diri kepada Yesus Kristus dan
kekuasaan Alkitab, dan tidak berusaha menaati firman Allah, maka penyataan orang
itu tidaklah dari Roh Kudus.
9. Karunia untuk menafsirkan bahasa roh
Yunani 'Hermeneia', dari 'Hermeneuo', "menjelaskan dengan kata-kata",
"menerjemahkan apa yang dikatakan atau yang ditulis dalam bahasa asing ke
dalam bahasa sendiri yang dimengerti". Kata 'Hermeneuo' sendiri berasal dari
kata 'HERMES', "dewa bahasa" bangsa Yunani. Karunia ini merupakan kemampuan
yang diberikan oleh Roh untuk mengerti dan menyampaikan makna suatu ucapan
yang diucapkan dalam bahasa roh. Fungsinya adalah sebagai petunjuk
untuk penyembahan dan doa ataupun sebagai nubuat. Perhimpunan orang
percaya kemudian dapat ikut serta dalam penyataan yang diilhamkan oleh Roh ini.