Anda di halaman 1dari 6

LAPORAN PENDAHULUAN

A. Pengertian
Defisit perawatan diri adalah gangguan kemampuan untuk melakukan
aktifitas perawatan diri secara mandiri (mandi, berhias, makan, toileting)
(Nurjannah, 2004).

B. Tanda dan Gejala


 Mandi/hygiene.
Klien mengalami ketidakmampuan dalam membersihkan badan,
memperoleh atau mendapatkan sumber air, mengatur suhu atau
aliran air mandi, mendapatkan perlengkapan mandi, mengeringkan
tubuh , serta masuk dan kerluar kamar mandi.
 Berpakaian/ berhias
Klien memunyai kelemahan dalam meletakkan atau mengambil
potongan pakaian, menanggalkan pakaian. Serta memperoleh atau
menukar pakaian. Klien juga memiliki ketidakmampuan untuk
mengenkan pakaian dalam, memilih pakaian, menggunakan alat
tambahan, menggnakan kancing tarik ,melepasakan pakaian,
menggunakan kaos kaki, mempertahanakan penampilan tingkat
yang memuaskan, mengambil pakaian dan mengenakan sepatu
 Makan
Klien mempunyai ketidakmampuan dalam menelan makananan ,
mempersiapkan makanan , menangani perkakas, mengunyah
makanan ,menggunakan alat tambahan, mendapatkan makanan,
membuka kontainer,memamnipulasi makanan dalam mulut,
mengambil makanan dari wadah lalu memasukannya ke mulut
melengkapi makan , mencerna makanan menurut cara yang
diterima masyarakat, mengambil cangkir dan gelas , serta
mencerna cukup makanan dengan aman
 Bab/bak (TOILETING)

13
Klien mengalami keterbatasan atau ketidakmampuan dalam
mendapatkan jamban , duduk atau bangkit dari jamban ,
memanipulasi pakaian untuk toileting membersihkan diri setelah
BAB/BAK dengan tepat , dan menyiram toilet atau kamar kecil

C. Pohon masalah

Effect resiko tinggi isolasi sosial

Care problem defisit perawatan diri

Causa harga diri rendah kronis

D. Masalah Keperawatan yang Mungkin Muncul


1. defisit perawatan diri
2. harga diri rendah
3. risti isolasi sosial

E. Data yang Perlu Di Kaji


Masalah Keperawatan Data yang perlu dikaji

Defisit Perawatan Diri S:


 Klien mengatakan dirinya malas
mandi karena airnya dingin ,
atau di rs tidak tersedia alat
mandi
 Klien mengatakan dirinya malas
berdandan
 Klien mengatakan ingin disuapi
makan
 Klien mengatakan jarang
membersihkan alat kelaminnya
setelah bak dan bab
O:
 Ketidaknyamanan
mandi/membersihkan diri di
tandai dengan rambut kotor ,
gigi kotor, kulit berdaki ,dan

1
berbau, serta kuku panjang dan
kotor
 Ketidaknyamanan berpakaian di
tandan dengan rambut acak-
acakan ,pakaian kotor, tidak
rapi , tidak sesuai ,tidak
bercukur . atau tidak berdandan
 Ketidakmampuan makan secara
mandiri di tandai dengan
ketidakmapuan mengambil
makan sendiri , makan
berceceran, dan makan tidak
pada tempatnya
 Ketidakmampuan bab / bak
secara mandiri ditandai dengan
BAB/BAK tidak pada
tempatnya , tidak mebersihkan
diri dengan baik setelah bab
/bak

F. Diagnosa Keperawatan
Defisit Perawatan Diri

G. Rencana Tindakan
1. Rencana tindakan keperawatan untuk klien.
Strategi Pelaksanaan 1(SP 1) untuk klien.
 Mengkaji kemampuan klien untuk perawatan diri meliputi
mandi ,kebersihan diri,berpakaian/berhias,makan dan
bab/bak secara mandiri
 Menganjurkan klien memasukan jadwal kegiatan harian.
Strategi pelaksanaan 2 (SP2) untuk klien .
 Mengevaluasi jadwal harian kegiatan klien
 Membersihkan latihan cara melakukan mandi / kebersihan
diri secara mandiri
 Menganjurkan klien memasukan jadwal kegiatan harian.
Strategi pelaksanaan 3 (SP3) untuk klien.
 Mengevaluasi jadwal harian kegiatan klien
 Memberikan latihan cara berpakaian/berhias secara mandiri

2
 Menganjurkan klien memasukan jadwal kegiatan harian

Strategi pelaksanaan 4(SP4) untuk klien.


 Mengevaluasi jadwal harian kegiatan klien
 Memberikan latihan cara makan secara mandiri.
 Menganjurkan klien memasukan jadwal kegiatan harian

Strategi pelaksanaan 5(SP5) untuk klien.


 Mengevaluasi jadwal harian kegiatan klien
 Memberikan latihan cara bak/babsecara mandiri.
 Menganjurkan klien memasukan jadwal kegiatan harian

Klien mampu melakukan aktivitas perawatan diri secara mandiri


seperti mandi/membersihkan diri, berpakaian/berhias, makan, dan
BAB/BAK
Tindakan keperawatan untuk klien.
 Mengkaji kemampuan klien untuk perawatan diri meliputi
mandi, kebersihan diri, berpakaian/berhias, makan dan
bab/bak secara mandiri
 Memberikan latihan cara melakukan mandi, kebersihan diri,
berpakaian/berhias, makan dan bab/bak secara mandiri
 Keluarga mampu merawat anggota keluarga yang
mengalami masalah kurang perawatan diri
Tindakan Keperawatan untuk keluarga klien
Strategi pelaksanaan 1(SP1) untuk keluarga.
 Diskusikan dengan kelarga tentang fasilitas kebersihan diri
yang di butuhkan oleh klien untuk menjaga perawatan diri

Strategi pelaksanaan 2(SP2) untuk keluarga.


 Anjurkan keluarga untuk mterlibat dalam merawat diri
klien dan membantu mengingatkan klien dalam merawat
diri.
3
 Melatih keluarga untuk melakukan cara merawat klien ang
mengalami defisit perawatan diri

Strategi pelaksanaan 3(SP3) untuk keluarga


 Anjurkan keluarga untuk memberikan pujian atas
keberhasialan klien dalam merawat diri
 Menjelaskan follow up klien setelah pulang
Tindakan keperawatan untuk keluarga klien
Keluarga dapat meneruskan melatih klien dan mendukung agar
kemampuan klien dalam perawawtan dirinya meningkat
serangkaian intervensi ini dapat saudara lakukan dengan cara
berikut :
 Diskusikan dengan keluarga tentang fasilitas keberhasilan diri
yang di butuhkan oleh klien agar dapat menjaga kebersihan diri
 Anjurkan keluarga untuk terlibat dalam merawat dan membantu
klien dengan merawat diri(sesuai jadwal yang telah di sepakat)
 Anjurkan keluarga untuk memberikan pujian atas keberhasilan
klien dalam merawat diri

4
DAFTAR PUSTAKA

Perry, Potter. 2005 . Buku Ajar Fundamental Keperawatan. Jakarta : EGC


Rasmun S. Kep. M 2004. Seres Kopino dan Adaptasir Toors dan Pohon
Masalah Keperawatan. Jakarta : CV Sagung Seto
Stuart, Sudden, 1998. Buku Saku Keperawatan Jiwa edisi 3. Jakarta : EGC
Santosa, Budi. 2005. Panduan Diagnosa Keperawatan Nanda, 2005 – 2006.
Jakarta : Prima Medika.
Stuart, GW. 2002. Buku Saku Keperawatan Jiwa. Edisi 5. Jakarta: EGC.
Tarwoto dan Wartonah. 2000. Kebutuhan Dasar Manusia. Jakarta.
Townsend, Marry C. 1998. Buku Saku Diagnosa Keperawatan pada
Perawatan Psikiatri edisi 3. Jakarta. EGC
Yusuf, Ah, Rizky Fitryasari PK, Hanik Endang Nihayati. 2015. Buku Ajar
Keperawatan Kesehatan Jiwa. Jakarta: Salemba Medika