Anda di halaman 1dari 21

SOAL UTS KIMIA ANALITIK 2006

Hari, Tanggal : Rabu, 11 Oktober 2006


Waktu : 100 menit
Sifat Ujian :-
Dosen : Elsa Krisanti Mulia, Ph. D dan Ir. Dianursanti, MT

1. Anda mendapat tugas untuk merancang suatu sel elektrokimia. Di lab anda
menggunakan satu gelas kimia, voltmeter yang dihubungkan ke elektroda perak,
elektrode platina dengan kawat tembaga. Gelas kimia anda isi dengan larutan HCl dan
garam AgCl berlebih, sehingga terdapat sejumlah padatan AgCl yang tidak terlarut di
dasar gelas, serta dialiri dengan gas Hidrogen. Pada keadaan awal anda menggunakan
konsentrasi HCl sebesar 1 M dan hidrogen bertekanan 1 atm. Anda memastikan
bahwa larutan elektrolit HCl telah jenuh oleh AgCl dengan melihat adanya endapan
AgCl di dasar gelas. Bagaimana anda menentukan:
a. Bagaimana anda menjelaskan kedua reaksi setengah yang terjadi pada masing-
masing elektroda di sel tersebut? (Karena konsentrasi ion Ag dalam larutan
kecil, reaksi hidrogen dengan ion Ag dianggap tidak signifikan). Diketahui
Ksp AgCl adalah 1.82 x 10-10.
b. Karena sel ini adalah sel galvanik, elektroda mana yang menjadi anoda dan
katoda? Berapa besarnya potensial sel yang akan terukur pada voltmeter pada
kondisi awal ini?
c. Pada kondisi berikutnya, anda mengganti larutan dalam gelas kimia dengan
larutan HCl 0.25 M dan tekanan hidrogen yang dialirkan menjadi 1.25 atm.
Dapatkah anda memperkirakan besarnya potensial sel yang akan terbaca pada
voltmeter?

53
2. Untuk suatu sel elektrokimia dengan menggunakan penulisan sebagai berikut : Pt|
H2O2 (0.025 M) | H+ (?M) || Ag+ (0.010 M) |Ag Bagaimana Anda menjelaskan hal
berikut:
a. Soal elektroda mana yang berfungsi sebagai katoda dan anoda serta bagaimana
anda menentukan potensial sel standar pada suhu 298 K?
b. Soal Bila anda gunakan konsentrasi ion H+ sebesar 0.01 M, berapa potensial
selnya? Jenis sel elektrokimia apa bila dilihat dari besaran potensial selnya?
c. Berapa nilai potensial sel pada saat tercapai kesetimbangan kimia? Dapatkah
anda menentukan nilai tetapan kesetimbangan pada kondisi tersebut?

3. Anda mendapat tugas menganalisis kandungan ion nitrat dari sampel air sungai. Anda
melakukan analisis potensiometri langsung menggunakan larutan standar nitrat
dengan berbagai konsentrasi dari 50-300ppm, sehingga diperoleh kurva kalibrasi
dengan kemiringan sebesar -59.4 mV. Agar memperoleh hasil yang lebih teliti, anda
melakukan teknik adisi standar. Sewaktu 100 mL larutan sampel anda ukur
potensialnya terbaca nilai sebesar 80.3 mV. Kemudian pada sel yang sama anda
masukkan larutan standar sebanyak 0.9 mL dengan konsentrasi 300 ppm dan terukur
potensial sebesar 59.7 mV.
a. Bagaimana anda menetapkan kandungan nitrat dalam sampel air tersebut
dengan teknik adisi standar?
b. Menurut anda apakah air sungai tersebut telah tercemar nitrat dan apakah
masih layak untuk diminum?
c. Jelaskan mengapa perlu dilakukan pengukuran larutan standar untuk membuat
kurva kalibrasi?
d. Mengapa pada analisis ion nitrat dengan potensiometri langsung digunakan
larutan (NH4)2SO4 sebagai larutan TISAB?
e. Apa keuntungan penggunaan elektroda indikator ISE berbentuk membran
untuk pengukuran ion?

54
JAWABAN UTS KIMIA ANALITIK 2006

Asisten Dosen : Fitrah, Jervis, Renno


Jurusan, Angkatan : Teknik Kimia 2014

1. b. Karena merupakan sel galvanik, dimana reaksi harus berlangsung spontan


tanpa sumber tenaga dari luar maka Esel harus postif. Untuk mendapatkan
Esel yang positif, reaksi Ag + Cl- ↔AgCl + e- haris dinalik menjadi realsi
reduksi sehingga Esel menjadi +0,22. Alasan mengapa yang mengalami
reduksi AgCl sebab potensial reduksi standar dari H+ adalah nol sehingga arah
reaksi tidak memberikan pengaruh terhadap perhitungan potensial sel. Karena
AgCl yang mengalami reduksi, maka AgClmerupakan katode dan H+ sebagai
anode.

Katode : AgCl + e- ↔ Ag + Cl- Eo = +0,22 x2


Anode : H2 ↔ 2H+ + 2e- Eo = 0 x1

Katode : 2AgCl + 2e- ↔ 2Ag + 2Cl- Eo = +0,22V


Anode : H2 ↔ 2H+ + 2e- Eo = 0

Reaksi total : 2AgCl(s) + H2(g) ↔ 2Ag(s) + 2H+(aq) + 2Cl-(aq)


dengan Eo adalah +0.22V
a. HCl ↔ H+ + 2Cl
0.25M 0.25M 0.25M

0.0593
𝐸 =𝐸̊+ log 𝐾
𝑛
𝐸 = 0.294 𝑉

55
SOAL UTS KIMIA ANALITIK 2012

Hari, Tanggal : -
Waktu : 90 menit
Sifat Ujian :-
Dosen : Dr. Dianursanti

1. Limbah organik dari industry yang bersifat kasinoen. Pada salah satu industry kimia
yang anda tangani mengetahui limbah yang dikeluarkan mengandung tiga senyawa
utama yaitu eter, heksana, dan etilbenzena. Anda beserta kelompok kerja yang
ditunjuk telah menetapkan untuk menggunakan teknik analisis kromatografi gas.
Bila digunakan kolom sepanjang 90 ft dengan diameter kolom 1/8 inch, dan laju alir
gasa gerak sebesar 26.4 ml/menit, diperoleh data sebagai berikut dalam kromatogram:
Senyawa Tr, menit Luas puncak, unit luas Lebar puncak
eter 1.78 1.2 0.31
heksana 6.78 3.6 0.84
etil benzena 18.14 0.8 1.64

a. Bagaimana anda menjelaskan prinsip dasar pemisahan dalam kromatografi


secara umum dan kegunaan utama dari metoda kromatografi?
b. Apakah menurut anda panjang kolom yang digunakan saat ini sudah cukup
efisien? Bagaimana penjelasan anda? Jika menurut anda tidak efisien, berapa
sebaiknya panjang kolom yang digunakan?
c. Bila diinjeksikan sampel dalam jumlah yang sama dengan sampel limbah
berisikan larutan standar eter dengan konsentrasi 10 ppm, kemudian diperoleh
luas dibawah puncak sebesar 2.4 satuan luas, bagaimana anda menetapkan
komposisi limbah yang dianalisis?

56
2. Pada analisis Mn dalam sampe larutan yang berasal dari 5 gram kopi dalam 200 mL
aqua-DM, anda memipet 10 mL larutan sampel ke dalam labu takar berukuran 100
mL. Anda mengencerkan hingga tercapai tepat volume 100 mL. dengan menggunakan
larutan KMnO4 standar pada berbagai konsentrasi anda mendapatkan kalibrasi seperti
berikut:

a. Bagaimana anda menetapkan konsentrasi Mn dalam serum bila anda


memperoleh sinyal (intesitas sinar yang diemisi) sebesar 0.85 satuan.
Bagaimana menentukan jumlah asupan Mn yang berasal dari secangkir kopi?
b. Bagaimana anda menjelaskan perbedaan prinsip dan aplikasi metoda analisis
spektrometri serapan atom dan spektrometri emisi atom?

3. Perisitiwa tumpahnya ribuan minyak bumi ke perairan telah terjadi dimana-mana.


Akibat langsung yang teramati adalah tercemarnya laut dan pantai. Pada banyak
peristiwa perairan dan pantai karena tumpahan minyak bumi pelakunya tidak dapat
diketahui. Kelompok pemerhati lingkungan berusaha keras untuk mencegah
terjadinya peristiwa tumpahan minyak bumi dan mengusut pihak-pihak yang
bertanggung jawab. Untuk tujuan tersebut salah satu kelompo pemerhati lingkungan
meminta grup anda membantu mereka mencari solusinya dengan menentukan
spesifikasi tumpahan minyak bumi sehingga mereka dapat mengidentifikasi sumber
minyak bumi tersebut dan siapa yang bertanggung jawab. Telah diketahui bahwa
walaupun komponen utama minyak bumi sama, akan tetapi komposisiminyak bumi di
dunia adalah spesifik untuk setiap daerah sumber minyak tersebut diperoleh.
a. Jika anda ingin membantu memberikan solusi di atas, bagaiman kriteria
metoda analisis yang akan anda pilih?
b. Metoda analisis apa yang akan anda pilih dan bagaimana metode tersebut
dapat menjelaskan struktur moleklar minyak bumi yang terdapat dalam
sampel?
c. Bagaimana teknik pengambilan sampel yang anda usulkan?

57
SOAL UTS KIMIA ANALITIK 2013

Hari, Tanggal : -
Waktu : 100 menit
Sifat Ujian :-
Dosen : Dr. Dianursanti

Bagian 1
1. Liquid junction adalah ………
2. Peranan TISAB dalam proses elektrolisis adalah ……..
3. Tentukan konsentrasi larutan KMnO4 bila perubahan warna terjadi selama 43.31 ml
larutan tersebut dititrasi oleh larutan garam Na2C2O4 yang berasal dari padatannya
seberat 0.2121 gram! Diketahui persamaan redoks:
2MnO4- + 5C2O42- + 16H+ → 2Mn2+ + 10CO2 + 8H2O
4. Bagaimana membuat 0.52 L larutan Ba(OH)2 0.015 M dari padatannya
Ba(OH)2.8H2O dengan BM 315.36 g/mol?
5. Ubahlah konsentrasi Ni (II) 1 ppm menjadi konsentrasi dalam molaritas! Diketahui
BA Ni = 58.70 g/mol.
6. Bagaimana anda menulis reaksi redoks yang lengkap dari persamaan reaksi berikut ini
dalam suasana asam?
Cr2O72- + I- → Cr3+ + I3-
7. Jika diketahui untuk reaksi di atas: Eo Cr2O72-/Cr3+ = 1.33 V dan Eo I-/I3- = 0.536 V,
bagaimana anda menentukan tetapan kesetimbangannya?
8. Tentukan potensial elektroda Cd dalam larutan Cd2+ 0.01 M, bila diketahui dari table
bahwa potensial eketroda standar Cd adalah -0.403 V/

58
Bagian 2
1. Anda melakukan percobaan di laboratorium sebagai berikut:
a. Siapkan 5 buah tabung reaksi, tandai masing-masing sebagai A,B,… hingga E.
b. Masukkan ke dalamnya masing-masing paku tadi dalam tabung A hingga E
berturut-turut menggunakan: air akuades, air panas mendidih, minyak tanah,
larutan garam, dan larutan H2SO4.
c. Tutup tabung yang berisi air panas dengan rapat.
d. Percobaan diamati selama 2 hari.
Ramalkan hasil yang terjadi dalam paku kedalam kelima tabung tersebut setelah 2
hari. Jelaskan mengapa terjadi demikian?
2. Anda adalah tim peneliti LSM yang melakukan penelitian di desa Kampung Cisarua.
Menurut catatan Pusat Kesahatan Masyarakat, daerah tersebut menunjukkan angka
kesehatan yang rendah. Kebetulan LSM anda mendapat dukungan dana dari WHO
untuk program perbaikan kesehatan masyarakat. Anda diminta bahwa banyak
masyarakat Kampung Daun banyak bergantung pada aliran Sungai Ciherang yang
melewati kampung tersebut. anda banyak memperoleh informasi ke arah hulu sungai
ada beberapa lokasi pabrik yang biasa membuang limbahnya ke sungai itu. Anda
tertarok melakukan investigasi apakah Sungai Ciherang sudah tercemar atau belum
oleh salah satu logam berat misalnya tembaga. Anda kemudian termasuk menyusun
proposal penelitian.
a. Bagaimana anda menetapkan kemungkinan sungai itu tercemar oleh unsur
logam tembaga? (minimal 5 hlmn)
b. Bagaimana anda menjelaskan usulan tentang metoda analisis untuk
menentukan kandungan ion logam tembaga pada sampel yang diambil dari
aliran Sungai Ciherang?
c. Bagaimana anda menjelaskan mengapa bila menggunakan teknik
potensiometri langsung perlu dilakukan kalibrasi elektroda indicator terlebih
dahulu?

59
JAWABAN UTS KIMIA ANALITIK 2013

Asisten Dosen : Fitrah, Jervis, Renno


Jurusan, Angkatan : Teknik Kimia 2014

Bagian 1
2. Peranan TISAB dalam elektrolisi adalah meningkatkan kekuatan ion larutan ke
tingkat yang stabil; menyamakan kekuatan ion larutan standar dan larutan jenuh;
membuat korelasi linier antara konsentrasi analit dengan tegangan yang diukur;
menjaga pH aktivitas ion larutan standar.
4. Untuk senyawa anhidrat
𝑚𝑟 𝐵𝑎(𝑂𝐻)2
Massa Ba(OH)2 = 𝑚𝑟 𝐵𝑎(𝑂𝐻)2.8𝐻2𝑂 𝑥 𝑚𝑎𝑠𝑠𝑎 𝐵𝑎(𝑂𝐻)2.8𝐻2𝑂

 Mol Ba(OH)2 = 0.5 L x 0.015


= 0.0075 mol
 Gram Ba(OH)2 = mol x mr
= 0.0075 x 171.34 gr/mol
= 1.28505 gram
171.34 𝑔𝑟/𝑚𝑜𝑙
 Massa Ba(OH)2 = 315.36 𝑔𝑟/𝑚𝑜𝑙 𝑥 𝑚𝑎𝑠𝑠𝑎 𝐵𝑎(𝑂𝐻)2.8𝐻2𝑂

Massa Ba(OH)2 = 2.37 gr


Jadi dibutuhkan 2.37 gr Ba(OH)2.8H2O untuk membuat 0.15 L larutan Ba(OH)2
0.015M
6. Cr2O7 + I- → Cr3+ + I3-
Reduksi : Cr2O72- + 14H+ + 6e- → 2Cr3+ + 7H2O (x1)
Oksidasi : 3I- → I3- + 2e- (x3)

Reduksi : Cr2O72- + 14H+ + 6e- → 2Cr3+ + 7H2O


Oksidasi : 3I- → I3- + 2e-
Reaksi total : Cr2O72- + 9I- + 14H+ → 2Cr3+ +3I- + 7H2O

60
8. Tentukan potensial elektroda Cd dalam larutan Cd2+ 0,010 M, bila diketahui dari
tabel bahwa potensial elektroda standar Cd adalah -0,403 V persamaan Nerst untuk
kondisi standar :
0.0592 [𝐿]
𝐸 =𝐸̊− 𝑙𝑜𝑔
𝑛 [𝐿2+]
Untuk reaksi: Cd2+ + 2e- → Cd
Karena pada soal tidak tertera reaksi terjadi pada suhu dan tekanan tertentu, maka
reaksi terjadi pada kondisi standar, sehingga persamaan Nernst-nya adalah:
0.0592 [0.01𝑀]
𝐸 = (−0.403𝑉) − 𝑙𝑜𝑔
𝑛 [0.01𝑀]
Didapatkan nilai E adalah -0.403 V

Bagian 2
2. Penelitian di Sungai Ciherang
a. Warna air sungai, bau air sungai, adanya ikan atau makhluk hidup di sungai
menjadi banyak yang mati, air terasa gatal di kulit dll (kembangkan sendiri
analisisnya).
b. Jelaskan analisis masing-masing
𝑚𝑎𝑠𝑠𝑎 0.2121 𝑔𝑟𝑎𝑚
3. Mol Na2C2O4 = = = 1,58.10-3 mol
𝑚𝑟 34 𝑔𝑟/𝑚𝑜𝑙

Na2C2O4 → 2Na+ + C2O42-


1,58.10-3 mol 1,58.10-3 mol

2MnO4- + 5C2O42- + 16H+ → 2Mn2+ + 10CO2 + 8H2O


6,32.10-4 1,58.10-4

[KMnO4] = n/v
[KMnO4] = 6,32.10-4/43,31.10-3
[KMnO4] = 0.015

61
SOAL UTS KIMIA ANALITIK 2014

Hari, Tanggal : -
Waktu : 90 menit
Sifat Ujian : Closed book
Dosen : Dr. Dianursanti, M.T

A. Isilah dengan jawaban yang tepat.


1. Manfaat jembatan garam dalam proses elektrolisis adalah
2. Peranan elektroda indikator adalah
3. Kurva kalibrasi adalah
4. Berapa gram yang diperlukan untuk membuat 5 liter larutan Na2CO3 0,1 M dari
padatan Na2CO3 yang memiliki berat molekul sebesar 105,99 g/mol?
5. Tentukan volume larutan HCL pekat yang diperlukan untuk membuat 100 ml larutan
HCL 6,0 M. Diketahui densitas larutan HCL pekat adalah 1.18 g/ml dengan
konsentrasi 37% dan BM HCL sebesar 36.5 g/mol
6. Ubahlah konsentrasi larutan Ni (II) 1 ppm menjadi konsentrasi dalam Molaritas,
diketahui BA Ni = 58,70 g/mol
7. Tentukan potensial elektroda Cd dalam larutan Cd2+ 0.01 M, bila diketahui dari tabel
bahwa potensial elektroda standar Cd adalah -0.403V
8. Untuk sel berikut ini, tentukan besarnya konstanta kesetimbangan
2Ag+ + Cu  2 Ag + Cu2+
Bila diketahui besarnya potensial standar Ag dan Cu masing-masing sebesar 0,799V
dan 0,337 V

B. Jawablah pertanyaan di bawah ini.

Kasus: Dilaporkan, bahwa pekerja yang menderita anemia dapat menurunkan


produktiitasnya hingga 5-10% dan kapasitas kerjanya 6,5 jam per minggu.
Anemia yang menyebabkan turunnya daya tahan juga membuat penderita
rentan terhadap penyakit, sehingga frekuensi tidak masuk kerja meningkat.

62
Maka benarlah bila disimpulkan, anemia difisiensi zat besi sangat
memengaruhi produktivitas kerja seseorang.
Pada penderita anemia, lebih sering disebut kurang darah, kadar sel darah
merah (hemoglobin atau Hb) di bawah nilai normal. Penyebabnya bisa
karena kurangnya zat gizi untuk pembentukan darah, misalnya zat besi, asam
folat, dan vitamin B12. Tetapi yang sering terjadi adalah anemia karena
kekurangan zat besi.
Pengukuran kandungan Fe ini seharusnya dapat dilakukan dengan uji darah
yang sederhana. Anda sebagai mahasiswa Teknik Kimia berada dalam suatu
tim untu kmerancang suatu alat pengukur Fe dalam sampel darah, serum dan
cairan badan lainnya.

1. Dapatkah anda menjelaskan usulan tentang metoda analisis elektrokimiawi


yang menentukan kandungan ion logam besi pada sampel yang diambil
dari pasien dengan masalah anemia, untuk membuktikan dugaan bahwa
pasien anemia biasanya memiliki kandungan zat besi yang rendah. Apa
alasan anda memilih teknik analisis ini dibandingkan teknik lain untuk
menganalisis darah atau serum?
2. Anda memperoleh data dari laboratorium sbb:
Vol lar. Fe standar (750 mg/L) ...mL Potensial sel ...mV
200 -35.6
100 -17.8
50 0.4
25 16.8
12.5 34.9
6.25 52.8
3.125 70.4
1.563 89.3
Bagaimana menentukan kemiringan kurva kalibrasi yang merupakan
ukuran respons elektroda ion selektif yang digunakan?
3. Bila anda memiliki sample dnegan konsentrasi yang relatif tinggi metode
penambahan mana yang anda gunakan? Standar addition atau sample
addition? Jelaskan argumentasi anda.

63
JAWABAN UTS KIMIA ANALITIK 2014

Asisten Dosen :-
Jurusan, Angkatan :-

1. Jembatan garam berfungsi untuk menjaga kenetralan muatan listrik pada larutan.
Konsentrasi larutan elektrolit pada jembatan garam lebih tinggi daripada konsentrasi
elektrolit di kedua bagian elektroda, maka ion negatif dari jembatan garam masuk ke
salah satu sel yang kelebihan muatan positif dan ion positif dari jembatan garam
berdifusi ke bagian lain yang kelebihan muatan negatif. Dengan adanya jembatan
garam terjadi aliran elektron yang kontinu melalui kawat pada rangkaian luar dan
aliran ion-ion melalui larutan sebagai akibat dari reaksi redoks yang spontan yang
terjadi pada kedua elektroda.

2. Jenis elektroda dalam sel:

Jenis elektroda indikator:


a. Elektroda logam
i. Elektroda jenis pertama
ii. Elektroda jenis kedua
iii. Elektrodda jenis ketiga
b. Elektroda inert
c. Elektroda membran
d. Elektroda kaca

64
3. Kalibrasi adalah suatu proses menghubungkan sinyal analitik yang diukur (respon
alat) dengan konsentrasi analit.
Larutan baku adalah Larutan analit yg telah diketahui konsentrasinya. Larutan baku
dibuat agar dalam pengukuran menggunakan instrumen tidak melampaui batas
linearitas (LOL = Limit of Linearity) dari instrumen
Kurva kalibrasi adalah Plot konsentrasi baku (X) versus respon instrumen (Y).
Hubungan antara konsentrasi baku dan respon instrumen adalah linier.

𝑛 𝑚
4. 𝑀 = 𝑉 , dimana 𝑛 = 𝑀𝑟

5. Gunakan 𝑀1 𝑉1 = 𝑀2 𝑉2

65
SOAL UTS KIMIA ANALITIK 2015

Hari, Tanggal : -
Waktu : 100 menit
Sifat Ujian : Closed book
Dosen : Dr. Dianursanti, M.T

Bagian 1
1. Peranan kurva kalibrasi adalah ……
2. Potensial liquid junction adalah …….
3. Bilamana diperlukan TISAB?
4. Tentukan volume larutan HCl pekat yang diperlukan untuk membuat 100 ml larutan
HCl 6 M! Diketahui densitas larutan HCl pekat adalah 1.18 gram/mol dengan
konsentrasi 37% dan BM HCl sebesar 36.5 gram/mol.
5. Ubahlah konsentrasi larutan Ni (II) 2 ppm menjadi konsentrasi dalam molaritas,
diketahui BA Ni = 58.70 gr/mol
6. Bagaimana membuat 500 ml larutan Ba(OH)2 0.025 M dari padatan Ba(OH)2.8H2O
dengan BM 315.36
7. Diketahui: 2Ag+ + Cu→ 2Ag + Cu2+
Dengan konstanta kesetimbangan redoks sebesar 4,1.1015. Bila jumlah awal
konsentrasi AgNO3 adalah 0,050M, tentukan konsentrasi molar Cu2+ dan ion Ag+
dalam kesetimbangan!
8. Tentukan potensial elektroda Cd dalam larutan Cd2+ 0,010M,bila diketahui table
bahwa potensial elektroda standar Cd adalah -0,403

66
Bagian 2
1. Anda adalah tim peneliti LSM yang melakukan penelitian di desa Kampung Cisarua.
Menurut catatan Pusat Kesahatan Masyarakat, daerah tersebut menunjukkan angka
kesehatan yang rendah. Kebetulan LSM anda mendapat dukungan dana dari WHO
untuk program perbaikan kesehatan masyarakat. Anda diminta bahwa banyak
masyarakat Kampung Daun banyak bergantung pada aliran Sungai Ciherang yang
melewati kampung tersebut. anda banyak memperoleh informasi ke arah hulu sungai
ada beberapa lokasi pabrik yang biasa membuang limbahnya ke sungai itu. Anda
tertarok melakukan investigasi apakah Sungai Ciherang sudah tercemar atau belum
oleh salah satu logam berat misalnya tembaga. Anda kemudian termasuk menyusun
proposal penelitian.
d. Bagaimana anda menetapkan kemungkinan sungai itu tercemar oleh unsur
logam tembaga? (minimal 5 hlmn)
e. Bagaimana anda menjelaskan usulan tentang metoda analisis untuk
menentukan kandungan ion logam tembaga pada sampel yang diambil dari
aliran Sungai Ciherang?
f. Bagaimana anda menjelaskan mengapa bila menggunakan teknik
potensiometri langsung perlu dilakukan kalibrasi elektroda indicator terlebih
dahulu?
2. Belakangan ini di berbagai media social ramai dibicarakan tentang efek negative yang
dapat ditimbulkan oleh penanganan yang salah terhadap garam yodium tersebut saat
proses memasak.
a. Apa dampak negative yang ditimbulkan oleh hal di atas, menurut anda?
b. Bagaimana penanganan yang baik terhadap garam, menurut anda?
c. Mengapa memanaskan masakan berulang kali menjadikan makanan terasa
lebih asin dari sebelumnya?

67
JAWABAN UTS KIMIA ANALITIK 2015

Asisten Dosen : Fitrah, Jervis, Renno


Jurusan, Angkatan : Teknik Kimia 2014

Bagian 1
1. Peranan Kurva Kalibrasi
Dengan membentuk kurva kalibrasi, kita dapat mengetahui slope dari grafik linear
yang terbentuk dari data larutan standard yang nantinya dapat digunakan dalam
perhitungan konsentrasi sampel. Data yang digunakan merupakan data larutan
standard karena data yang digunakan untuk membuat grafik merupakan data
konsentrasi dan pengukuran potensial dari ion-ion larutan. Namun, larutan ion dalam
sampel variasinya sedikit sehingga dibuatlah larutan yang sudah diketahui
konsentrasinya dan dibuatlah hubungan konsentrasi dengan beda potensial dengan
grafik.

2. Potensial Liquid Junction adalah beda potensial yang muncul pada perbatasan kontak
dua cairan (liquid junction) karena difusi ion-ion yang melalui perbatasan kedua
larutan tersebut. Ion-ion yang bergerak lebih cepat akan mendahalui yang lambat dan
akhirnya terjadi pemisahan muatan yang menyebabkan munculnya beda potensial

3. TISAB dibutuhkan untuk meningkatkan kekuatan ion larutan sampel agar stabil.
TISAB juga digunakan untuk menyamakan kekuatan ion larutan standar dan larutan
sampel agar dapat terbentuk korelasi linier antara konsentrasi analit dengan tegangan
yang diukur. Selain itu, juga untuk menjaga pH aktivitas ion standar.

4. 100 ML 6M DEN:1.18 G/ML 37%, MR=36.5


Mol HCl yang ingin dibuat = 6 M x 0.1 liter
= 0.6 mol
Massa HCl yang ingin dibuat = 0.6 mol x 36.5 gram/mol
= 21.9 gram

68
ρ HCl 100% = 1.18 gram/ml
ρ H2O = 1 gram/ml
37
Ρ HCl 37% = (1.18 gram / ml )
100
= 0.4366 gram/ml
massa 21.9 gram
V=   50.16ml
 0.4366 gram
ml
Maka untuk membuat 100 ml HCl dengan konsentrasi 6 M, dibutuhkan 50.16 ml
HCl37%

5. 2 ppm = 2 x 10-6 kg/1 liter = 2 mg/liter


Mol = molaritas x volume
Mol/volume = molaritas
Molaritas = 3,4.10-5 M

mrBa(OH ) 2
6. Massa Ba(OH)2 = (Massa total Ba(OH)2.8H2O)
mrBa(OH ) 2 .8H 2O
Mencari massa Ba(OH)2
Massa = Mol x Mr
Mol Ba(OH)2 = 0.025 M x 0.5 liter
= 0,0125 mol
Mr Ba(OH)2 = 315.36 - (8 x 18)
= 171.36 gram/mol
Massa Ba(OH)2 = (171.36) (0.0125) gram
= 2.1295 gram
Mencari massa Ba(OH)2.8H2O dengan persamaan diatas

171.36 gram
2.1295 gram= mol (Massa total Ba(OH)2.8H2O)
315.36 gram
mol
Massa Ba(OH)2.8H2O) = 3.92 gram

69
Mencari massa air
Mol H2O menurut stokiometri
Mol H2O : Mol BaOH(2)
8:1
0.06 : 0.0075
Massa air = mol air x Mr
= 0.06 x 18
= 1.08
Maka, untuk membuat 500 ml larutan Ba(OH)2 0.025 M dibutuhkan Ba(OH)2.8H2O
sebanyak 3.92 gram dan air sebanyak 1.08 gram.

7. Diketahui: K=4.1 x 1015


Konsentrasi Ag(NO)3=0.05 M
2Ag+ + Cu == 2 Ag + Cu2+
[ Ag ( NO )3 ]  [ Ag  ]
[Cu 2 ] 
2
……………..(i)
2 [0.05]  [ Ag  ]
[Cu ] 
2
[Cu 2 ]
K
[ Ag  ] .………………………….(ii)
2 
Cu  K [ Ag ]
Substitusi nilai Cu2+ dari persamaan (ii) ke (i) menjadi
[ Ag  ]
K [ Ag  ]  0.025 
2
4.1x10 [ Ag  ]  0.025  0.5[ Ag  ]
15

(4.1x1015  0.5)[ Ag  ]  0.025


[ Ag  ]  6.024 x1018 M

[Cu 2 ]  (4.1x1015 )(6.024 x1018 M )


[Cu 2 ]  0.025M

8.

E = -0.403 (E=EO pada kondisi standard)

70
Bagian 2
1. a. - Fisik dari air sungai (Bau. Warna, Rasa, dll) yang tidak umum
- Adanya perubahan pH (tidak netral)
- Timbulnya penyakit-penyakit bagi yang menggunakan atau mengonsumsinya
(bila diminum dapat menjadi karsinogen dan bila terkena kulit bisa gatal-
gatal/iritasi)
- Banyaknya mahluk hidup yang mati didalam air sungai
b. (ini nanti jawabnya pakai definisi dan pikiran kalian masing-masing ya :) ini
jawaban kalo versi gue dengan alasan pemilihan juga murni dari gue)
Terdapat banyak analisis untuk menentukan kandungan ion logam timbal pada
sampel air sungai, antara lain;
- Gravimetri: Mengendapkan analit (logam timbal),lalu ditimbang
- Volumetri: Mengetahui konsentrasi dengan mentitrasinya dengan larutan
standar yang sudah diketahui konsentrasinya
- Potensiometri: Mengetahui konsentrasi dari beda potensial yang ditimbulkan
karena ion-ion yang terkandung
 Potensiometri Langsung
Pada metode langsung, tahapan yang dilaksanakan adalah : Pertama,
mengukur respon instrumen dan menentukan nilai K. Setelah itu,
mensubstitusikan pX dengan -log[X] dengan [X] adalah konsentrasi zat X
dalam analit. Setelah itu, penghitungan dilakukan dan nilai [X] diketahui
sebagai konsentrasi analit.
 Potensiometri Kalibrasi
Sementara itu pada metode kalibrasi, tahap pertama yang dilakukan adalah
mempersiapkan deret standar, yakni sejumlah larutan standar (larutan yang
mengandung zat yang diuji dalam berbagai konsentrasi yang diketahui,
berbeda-beda untuk tiap zat yang diuji, dibuat dari pengenceran stock
solution). Setelah itu, tegangan tiap larutan diukur dan diplot dengan sumbu y
sebagai tegangan dan sumbu x sebagai konsentrasi larutan standar. Setelah
kurva terbentuk, maka persamaan kurva y=mx+c akan digunakan untuk
mengetahui konsentrasi sampel/analit yang telah diketahui tegangannya.
Melalui substitusi nilai tegangan analit terhadap y, maka x (konsentrasi analit)
akan diketahui.

71
 Adisi Standard
Mengukur potensial elektroda sistem sebelum dan sesudah larutan standar,
dalam volume yang bervariasi, ditambahkan ke dalam analit/sampel, yang
dianalisis. Setelah itu, campuran-campuran diencerkan hingga mencapai
volume yang sama (volume total), sekaligus matriks yang sama, untuk
kemudian dicari nilai responnya dan konsentrasinya setelah pengenceran.
Konsentrasi kemudian diplot pada sumbu x dan respon instrumen (tegangan)
pada sumbu y untuk mengetahui konsentrasi sampel sebelum penambahan
larutan standar
 Adisi Sampel
Hampir serupa dengan metode adisi standar. Umumnya, metode ini
digunakan apabila sampel tersedia dalam jumlah sedikit, memiliki matriks
kompleks, atau berada dalam konsentrasi tinggi. Metode ini dilakukan
dengan menambahkan sampel pada larutan standar, sejenis dengan cara yang
dilaksanakan pada metode adisi standar.

Pada kasus ini, gravimetri dan volumetri tidak baik untuk digunakan sebagai
metode analisis. Sebab, ion logam tidak dapat diendapkan begitu juga serta sulit
untuk menentukan indikator sebagai titik akhir titrasi pada volumetrik. Sehingga,
saya menyarankan menggunakan potensiometri, lebih tepatnya adisi standard.
Saya menyarankan adisi standard seba untuk potensiometri langsung dibutuhkan
TISAB karena galat/error yang dihasilkan akan besar. TISAB itu tidak midah
ditemukan. Sedangkan untuk adisi sampel itu biasa digunakan untuk sampel
dengan konsentrasi analit yang tinggi dengan sampel yang sedikit. Pada kasus ini,
sampel banyak (air sungai) namun konsentrasinya dibandingkan volume sample
tergolong kecil. Oleh kare itu pilihan saya jatuh kepada Potensiometri Adisi
Standard.

c. Elektroda indikator merupakan elektroda yang potensialnya bervariasi terhadap


konsentrasi anakit yang diukur. Namun, agar elektroda yang kita gunakan ini
tidak menimbulkan galat yang besar, pertama-tama kita harus mengetahui
sesungguhnya bagaimana persamaan/hubungan antara elektroda dengan
konsentrasi. Bagaimana bisa kita mencari hubungan elektroda dengan konsentrasi
bila kita tidak mengetahui konsentrasi larutan, bahkan kita malah mau

72
mencarikonsentrasi larutan dengan elektroda ini? Maka kita harus mencoba
menggunakan elektroda ini pada larutan lain yang telah diketahui konsentrasinya
atau yang biasa disebut dengan larutan baku/standard. Langkah inilah yang
disebut kalibrasi dan langkah ini harus dilakukan agar hasil dari penghitungan
kita benar (galat/errornya kecil).

2. Kebutuhan tubuh manusia akan yodium sekitar 100-115 mikogram ( mcg )


Untuk nomor 2 essay biasanya Bu Anti ambil dari TOPIK I. Contoh 2 tahun lalu topik I tentang kandungan darah, itu jadi soal soal essay
mereka. Kali tahun gue itu topiknya garam, makanya pertanyaannya garam. Kalian kan topiknya tentang microalga, banyakin baca

perhari (orang dewasa), sedangkan ibu hamil dan menyusui memang sedikit lebih
tinggi yaitu berkisar antara 125 – 150 mcg/hari. Salah satu sumber yodium yang
makalah kalian, insyaAllah itu yang keluar. Semangat! Jangan malu untuk tanya-tanya sama Asisten Dosen kalian yaaaa hehe :)

sering kita konsumsi adalah garam beryodium. Yodium memiliki sifat mudah
menguap. Oleh karena itu, garam yodium biasanya diletakkan ditempat yang
tertutup (toples,dll). Masalahnya, banyak ibu-ibu yang menggunakan garam
ketika memasak, tanpa memikirkan suhu yang digunakan, durasi waktu garam itu
bertemu suhu yang tinggi dari kompor, sehingga yodium dalam garam ini
menguap sia-sia. Inilah dampak negatif yang ditimbulkan bila kita tidak
mengetahui cara memasak menggunakan garam yodium dengan baik. Kita
mendapatkan rasa asin yang kita inginkan, namun yodium yang sanat penting
bagi tubuh kita tidak kita dapatkan.
b. Penanganan yang baik terhadap garam:
- Membeli garam yodium dalam kemasan kecil atau secukupnya saja.
Tujuannya adalah agar jangka waktu pemakaiannya tidak terlalu lama,
sehingga Yodium yang dikandungnya tidak seluruhnya menguap habis
sebelum dipakai.
- Menempatkan garam yodium dalam wadah tertutup
Tujuannya agar kandungan yodiumnya tidak menguap begitu saja. Ingat
yodium adalah zat yang mudah menguap.
- Jika menginginkan rasa asin pada makanan, gunakan dan tuangkan saja garam
setelah makanan jadi.
Yodium tidak ikut termasak, tidak terlalu lama bertemu suhu panas, dan dapat
langsung masuk ke dalam tubuh tanpa mengalami perubahan signifikan.
c. Karena air lebih mudah menguap dibanding garam. Dan biasanya ada masakan,
garam akan terlarut dalam air dari masakan itu sendiri. Ketika dipanaskan, airnya
NOTES:

akan semakin sedikit, pelarut semakin sedikit, konsentrasi garam meningkatkan,


dan makanan akan menjadi lebih asin dari sebelumnya.

73