Anda di halaman 1dari 30

KEBUTUHAN NUTRISI PADA ANAK

Disusun untuk Memenuhi Tugas Makalah Keperawatan Anak

Disusun Oleh :
Kelompok 4

1. Danu Ariyanto (1820161017)


2. Lailia Mafika S.
3. Tata Riadina

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN MUHAMMADIYAH KUDUS


PROGRAM STUDI D3 KEPERAWATAN
2018
Kata Pengantar

Puji syukur saya panjatkan kepada allah SWT, atas luasnya limpahan rahmat dan
hidayahNya, sehingga makalah ini dapat terselesaikan sebagaimana mestinya. Shalawat dan
salam tidak luput kami kirimkan atas qudwah kita nabi agung Muhammad Shallallahu Alaihi
Wasallam, para sahabatnya serta ummatnya yang senantiasa iltizam di atas kebenaran hingga
akhir zaman.

Makalah ini kami susun guna melengkapi tugas mata kuliah keperawatan anak pada
jurusan D3 Keperawatan yang di bimbing oleh Ibu..................
.
kami menyadari bahwa dalam menyusun dan penulisan makalah ini masih jauh dari
kata sempurna. Oleh karena itu, saran yang konstruktif merupakan bagian yang tak
terpisahkan demi penyempurnaan makalah ini.

Dalam penyusunan makalah ini tidak sedikit kesulitan yang saya temui, namun berkat
bimbingan dan bantuan dari berbagi pihak, makalah ini dapat terselesaikan. kami berharap
semoga makalah ini dapat bermanfaat. Aamiin Ya Rabbal Alamin

Wa Billahi Taufik Wal Hidayah

Wassalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh

Kudus, 6 Maret 2018

Penyusun

Kelompok Enam
Daftar Isi

Kata Pengantar .........................................................................................................................

Daftar Isi ..................................................................................................................................

BAB I PEMBAHASAN ..........................................................................................................

A. Latar Belakang ...................................................................................................................


B. Rumusan Masalah ..............................................................................................................
C. Tujuan ................................................................................................................................

BAB II PEMBAHASAN .........................................................................................................


BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
B. Rumusan Masalah
C. Tujuan
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Istilah dalam Nutrisi & Manfaat Nutrisi pada Tumbuh Kembang Anak
a. Pengertian Nutrisi
Nutrisi adalah ikatan kimia yang yang diperlukan tubuh untuk melakukan
fungsinya yaitu energi, membangun dan memelihara jaringan, serta mengatur
prosesproses kehidupan (Soenarjo, 2000).
Menurut Soenarjo (2000), Nutrisi merupakan kebutuhan utama pasien kritis
dan nutrisi enteral lebih baik dari parenteral karena lebih mudah, murah, aman,
fisiologis dan penggunaan nutrien oleh tubuh lebih efisien.
Nutrisi adalah proses dimana tubuh manusia menggunakan makanan untuk
membentuk energi, mempertahankan kesehatan, pertumbuhan dan untuk
berlangsungnya fungsi normal setiap organ dan jaringan tubuh (Rock CL, 2004).
Nutrisi adalah suatu proses organism menggunakan makanan yang dikonsumsi
secara normal melalui proses degesti, absorbsi, transportasi, penyimpanan,
metabolisme dan pengeluaran zat-zat yang tidak digunakan untuk mempertahankan
kehidupan (Supariasa, 2001).

b. Jenis-jenis Nutrisi
Makanan memberikan kita nutrisi untuk membina tubuh, serta tenaga untuk
bergerak. Nutrisi ini terbagi menjadi 2 yaitu: makronutrien dan mikronutrien.
1. Makronutrien
Makronutrien adalah makanan utama yang membina tubuh dan membekalkan
tenaga. Makronutrien terdiri dari 3 bagian utama yaitu lemak, protein dan
karbohidrat.
2. Mikronutrien
Mikronutrien adalah komponen yang diperlukan untuk makronutrien tadi
berfungsi dengan baik. Mikronutrien terdiri dari vitamin dan mineral.

c. Manfaat
1. Secara fisiologis yaitu memberikan nutrisi sesuai kebutuhan agar tercapai tumbuh
kembang yang optimal.
2. Psikologis yaitu penting dalam pengembangan hubungan emosional ibu dan bayi
sejak awal.
3. Sosial yaitu melatih anak mengenal makanan, dan keterampilan makan.
B. Komponen Gizi Lengkap dan Seimbang (Aziz dkk, 2002)
a. Protein
Protein merupakan bagian penting dari tulang, otot, dan kulit. Bahkan dalam
setiap sel dalam tubuh kita terdapat protein . Protein mempunyai banya fungsi, antara
lain adalah membantu memecah nutrisi untuk menjadi energi, sebagai struktur
bangunan dalam tubuh, dan menghancurkan racun. Protein terdiri dari blok bangunan
yang disebut asam amino. Tubuh kita dapat memproduksi beberapa asam amino.
Protein yang kita peroleh dari daging dan produk hewani lainnya mengandung semua
asam amino yang kita butuhkan.
Protein dari daging dan produk hewani yang lain juga disebut sebagai protein
lengkap. Berbeda dengan dengan protein Nabati yang tidak mengandung semua asam
amino yang kita butuhkan, untuk melengkapi asam amino yang kita butuhkan kita
perlu mengkonsumsi beberapa makanan nabati agar kita memperoleh asam amino
yang lengkap yang kita butuhkan.
Beberapa Sumber protein yang sangat baik baik antara lain meliputi, ikan, kerang,
daging unggas, daging merah (sapi, babi, domba), telur, kacang-kacangan, selai
kacang, biji bijian produk dari kedelai (tahu, tempe, burger vegetarian), susu dan
produk terbuat dari susu (keju, keju cottage, yoghurt)

b. Karbohidrat
Makanan yang kita makan mengandung berbagai jenis karbohidrat. Dari jenis
jenis karbohidrat ada yang lebih baik untuk kesehatan kita dibanding jenis karbohidrat
yang lainnya. Jenis jenis kabohidrat antara lain.
1. Gula
Gula secara alami dapat ditemukan dalam buah-buahan, sayuran, dan susu.
Makanan seperti kue dan biskuit memiliki pemanis buatan atau juga disebut
dengan gula tambahan. Gula yang kita dapatkan secara alami maupun yang
didapat dari gula tambahan Semuanya dapat diubah menjadi glukosa, atau zat gula
darah. Sel-sel kita membakar glukosa dan menjadikan energi.

2. Zat tepung
Zat tepung di dalam tubuh kita dipecah menjadi gula. Zat tepung dapat
ditemukan dalam sayuran tertentu, seperti kentang, buncis, kacang polong, dan
jagung. Ia juga ditemukan dalam roti, sereal, dan biji-bijian.

3. Serat
Serat adalah karbohidrat yang yang tidak dapat dicerna oleh tubuh kita. Serat
melewati tubuh kita tanpa dipecah menjadi gula. Meskipun tubuh kita tidak
mendapatkan energi dari serat, kita masih perlu mengkonsumsi serat untuk tetap
sehat. Serat membantu menyingkirkan lemak berlebih dalam usus, yang
membantu mencegah penyakit jantung. Serat juga membantu mendorong makanan
melalui usus, yang membantu mencegah sembelit. Makanan tinggi serat
ialahbuah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, kacang polong, biji-bijian, dan
gandum makanan (seperti roti gandum, oatmeal, dan beras merah).
Meskipun tubuh kita memerlukan glukosa, akan tetapi kita perlu menjaganya
agar tetap seimbang. Jika kadar glukosa dalam darah tinggi dalam rentan waktu
yang lama, maka kita berpotensi untuk terserang penyakit diabetes,Untuk menjaga
glukosa darah, kita perlu membatasi makanan dengan gula tambahan. Kita dapat
mengetahui apakah sebuah makanan telah menambahkan gula dengan melihat
daftar bahan bahan pada kemasan makanan tersebut. Carilah istilahistilah seperti,
jagung, dekstrosa, fruktosa, glukosa, laktosa, maltosa, sukrosa, madu, gula,gula
merah, dan sirup.
Sebaiknya kita mengkonsumsi karbohidrat yang sehat dan alami. Karbohidrat
yang sehat antara lain adalah zat gula alami buah-buahan, sayuran, susu, dan
produk susu,Serat dan Zat tepung dalam makanan gandum, buncis, kacang
polong, dan jagung.

c. Lemak
Agar tubuh kita tetap stabil, tubuh kita juga membutuhkan Lemak. Lemak
memiliki fungsi antara lain sebagai sumber energi, memproduksi zat zat yang
dibutuhkan oleh tubuh, serta membantu tubuh menyerap vitamin tertentu dari
makanan. Tidak semua makanan berlemak baik untuk kesehatan kita. Lemak yang
baik untuk kita konsumsi adalah lemak tak jenuh tunggal (monounsaturated) dan
lemak tak jenuh jamak (polyunsaturated). Dengan mengkonsumsi lemak tak jenuh
kita dapat meminimalisir akan terserang penyakit jantung.
Beberapa makanan yang mengandung lemak tak jenuh tunggal antara lain
adalah, minyak zaitun, minyak kacang, minyak canola, dan alpukat. Dan beberapa
makanan yang memiliki kandungan lemak tak jenuh jamaktinggi antara lain adalah
minyak jagung, minyak biji kapas, dan minyak kedelai. Jenis lemak yang kurang baik
untuk kesehatan kita adalah lemak jenuh karena dapat meningkatkan risiko penyakit
jantung dengan menyebabkan penumpukan zat lemak dalam arteri yang dapat
menghambat aliran darah yang kaya oksigen ke jantung kita. Lemak ini juga dapat
meningkatkan risiko stroke dengan menyebabkan penumpukan zat lemak yang sama
dalam arteri yang menjadi saluran aliran darah ke otak kita. Sebuah penelitian juga
menunjukkan bahwa dengan mengkonsumsi banyak lemak jenuh dapat meningkatkan
risiko kanker payudara.
Makanan yang memiliki kandungan lemak jenuh tinggi antara lain daging
merah (sapi, babi, domba), daging unggas, mentega, susu, minyak kelapa, minyak
kelapa sawit. Sedangkan lemak trans dapat kita jumpai pada beberapa makanan yang
digoreng seperti seperti kerupuk, donat, dan dan kentang goreng.
Sama halnya dengan lemak jenuh dan lemak trans. Kolesterol juga kurang
baik bagi kesehatan kita, yang juga dapat meningkatkan resiko serangan jantung.
Kolesterol juga dapat kita temukan daging merah (sapi, babi, domba) dan daging
unggas. Meskipun lemak tak jenuh tunggal dan lemak tak jenuh jamak baik untuk
kesehatan kita, namun kita tetap teratur dalam mengkonsumsi lemak tersebut. Karena
jika lemak terus bertambah maka tubuh kita akan mengalami kegemukan yang dapat
beresiko terserang penyakit lain seperti diabetes dan obesitas.

d. Vitamin
Vitamin adalah zat yang ditemukan dalam makanan yang dibutuhkan tubuh
kita untuk pertumbuhan dan kesehatan. Ada 13 vitamin yang dibutuhkan tubuh kita .
Masing masing vitamin memiliki fungsi tersendiri. Berikut adalah beberapa vitamin
yang dibutuhkan oleh tubuh kita.
1. Vitamin A
Vitamin A berfungsi melindungi tubuh kita dari beberapa infeksi, serta
membantu menjaga kulit kita agar tetap sehat. Vitamin A dapat kita temukan pada
makanan seperti brokoli, bayam, wortel, labu, ubi jalar, hati, telur, susu, krim, dan
keju.
2. Vitamin B1
Vitamin B1 berfungsi membantu tubuh kita dalam mencerna karbohidrat serta
baik dalam menjaga sistem saraf. Vitamin B1 dapat kita temukan pada makanan
seperti hati, kacang, sereal, roti, dan susu.
3. Vitamin B2
Vitamin B2 baik dalam menjaga kesehatan kulit kita. Untuk memenuhi
kebutuhan akan vitamin B2, kita bisa mengkonsumsi Hati, telur, keju, susu,
makanan hijau , kacang polong, dan gandum.
4. Vitamin B3
Vitamin B3 berfungsi membantu tubuh kita dalam menggunakan protein,
lemak dan karbohidrat. Selain itu Vitamin B3 juga baik dalam menjaga sistem
sarafdan kulit kita. Vitamin B3 dapat kita temukan dalam makanan antara lain
Hati, ragi, kacang, daging, ikan, dan unggas.
5. Vitamin B5
Vitamin b5 membantu dalam proses penggunaan karbohidrat dan lemak dan
membantu dalam produksi sel darah merah. Vitamin ini dapat kita temukan dalam
daging sapi, ayam, lobster, susu, telur, kacang, kacang polong, brokoli, ragi, dan
bijibijian.
6. Vitamin B6
Vitamin B6 berfungsi membantu tubuh kita dalam menggunakan protein dan
lemak dan membantu dalam proses transportasi oksigen serta sangat baik untuk
kesehatan saraf kita. Vitamin ini terkandung dalam Hati, biji-bijian, kuning telur,
kacang, pisang, wortel, dan ragi.
7. Vitamin B 9 (asam folat)
Vitamin b9 membantu dalam produksi sel baru dan memeliharanya, serta
dapat mencegah cacat lahir. Makanan hijau, hati, ragi, kacang, kacang polong,
jeruk, sereal dan gandum mengandung vitamin jenis ini.
8. Vitamin B12
Vitamin B12 dapat membantu dalam produksi sel darah merah dan sangat baik
untuk kesehatan saraf. Vitamin B12 dapat kita temukan pada Susu, telur, hati,
unggas, kerang, sarden, dan telur.
9. Vitamin C
Vitamin C bermanfaat dalam menjaga kesehatan tulang, kulit dan pembuluh
darah. Makanan yang mengandung Vitamin C antara lain jeruk, tomat, kentang,
pepaya, stroberi, dan kubis.
10. Vitamin D
Vitamin D sangat baik dalam menjaga kesehatan tulang. Untuk memenuhi
kebutuhan vitamin D kita cukup berjemur atau terkena sinar matahari selama 5-
30 menit minimal 2 kali dalam seminggu. Selain itu kita juga bisa mengkonsumsi
makanan antara lain seperti Hati dan Susu.
11. Vitamin E
Vitamin E dapat memelihara sel tubuh kita dari kerusakan, memperlancar
aliran darah, serta mampu memperbaiki jaringan tubuh. Makanan yang
mengandung Vitamin E antara lain kuning telur, hati sapi, ikan, susu, brokoli, dan
bayam.
12. Vitamin K
Vitamin K membantu dalam proses pembekuan darah dan pembentukan
tulang. bayam, kubis, keju, bayam, brokoli, kubis, dan tomat. Selain itu, tubuh kita
juga memproduksi vitamin K.

e. Mineral
Mineral diklasifikasikan menjadi dua yaitu mineral organic dan mineral
anorganik. Mineral organic adalah mineral yang dibutuhkan serta berguna bagi tubuh
yang dapat diperoleh melalui makanan setiap hari seperti nasi, ayam, ikan, telur,
sayur-sayuran serta buah-buahan, atau vitamin tambahan.
Sedangan mineral anorganik adalah mineral yang tidak dibutuhkan oleh tubuh.
Contohnta timbale hitam (Pb), iron oxide (besi teroksida), merkuri, arsenic,
magnesium, aluminium, atau bahan-bahan kimia lainnya hasil dari resapan tanah.
Mineral anorganik sendiri dibagi menjadi dua yaitu mineral makro dan mineral mikro.
Contoh mineral makro adalah kalsium, fosofor, magnesium, natrium, klorida, dan
kalium. Sedangakan mineral mikro terdiri dari besi, seng, iodium, selenium, tembaga,
mangan, kromium, dan flor.

C. Kebutuhan Zat Gizi (ASI) pada Bayi


ASI merupakan penangkis infeksi paling efektif untuk bayi yang sistem kekebalan
tubuhnya belum berkembang sempurna. Karena itu, imunisasi bayi bunda setiap hari
dengan cara memberikannya ASI setiap hari.
Selain itu, air susu ibu merupakan sumber nutrisi yang paling optimal untuk bayi, ASI
memberikan segala sesuatu yang dibutuhkan bayi selama enam bulan pertama
kehidupannya. Komposisi ASI terdiri dari zat gizi, hormon, faktor pertumbuhan,
kekebalan bawaan, agen, vitamin A, C, B kompleks, ikatan protein, lysozyme dan zat
antibodi, selain berbagai faktor lainnya yang membentuk sosok manusia yang kuat dan
sehat. Kandungan ASI yang menakjubkan ini membuat bayi ASI umumnya memiliki
motilitas lambung, massa mukosa, imunitas bawaan usus, otak dan pertumbuhan retina
yang lebih baik.
a. Kandungan ASI
Lemak Kandungan lemak dalam ASI akan berubah-ubah selama masa
penyusuan, sesuai dengan kebutuhan kalori bayi yang sedang tumbuh. Pada enam
bulan pertama, air susu yang dihasilkan umumnya berkadar lemak tinggi sesuai
dengan laju pertumbuhan dan kebutuhan kalori bayi. Pada paruh kedua dari tahun
pertama, di mana kebutuhan nutiris bayi mulai bisa didapatkan dari makanan lain,
kandungan lemak dalam ASI akan berkurang dan berubah dari susu murni menjadi
susu rendah lemak.
Lemak dari ASI mengandung DHA dan ARA yang bisa membantu
mendorong pertumbuhan otak secara maksimal dan meningkatkan kecerdasan. ASI
juga mengandung enzim dan lipase yang membantu mencerna lemak dari ASI
sehingga lebih banyak kandungan lemak asi yang terserap oleh bayi dan hanya sedikit
sisa yang terbuang sebagai kotoran.
Di awal penyusuan, air susu yang dikeluarkan berkadar lemak rendah mirip
susu skim (biasa disebut juga sebagai foremilk) dan semakin lama penyusuan kadar
lemak dalam ASI akan terus meningkat hingga bayi mendapatkan bagian air susu
berupa “krim” (hindmilk) yang berkadar lemak lebih tinggi yang akan membuat bayi
kenyang dan berhenti makan. Karena itu, pastikan untuk menyusui lebih lama agar
bayi mendapatkan susu belakang (hindmilk) untuk mendorong pertumbuhan dan
meningkatkan berat badan bayi.
1. Protein
Ada dua jenis protein yang terkandung dalam susu (baik susu sapi, formula
atau ASI), yaitu: dadih dan kasein.
a) Air dadih (whey) merupakan protein yang lembut, mudah dicerna dan sangat
bersahabat dengan usus manusia.
b) kasein merupakan protein dadih yang lebih kental dan lebih sulit dicerna usus
manusia.
Kandungan protein dalam ASI sudah dirancang khusus untuk pertumbuhan bayi.
Tidak seperti susu sapi dan susu formula, ASI mengandung lebih banyak protein air
dadih yang mudah dicerna bayi.
Selain itu, ASI mengandung protein lainnya di antaranya:
a) Taurin (protein otak) yang dapat membantu meningkatkan perkembangan otak
dan sistem saraf
b) Laktoferin yang membantu mengangkut zat besi dari air susu ke darah bayi,
menjaga kebersihan bakteri baik yang ada di usus bayi dan mengontrol candida
(organisme ragi penghasil racun)
c) Lisozim, protein khusus yang membantu melawan bakteri yang berbahaya dan
bertindak sebagai antibiotik alami.
d) Nukleotida, protein yang membantu jaringan lapisan usus untuk tumbuh lebih
kuat.
2. Kolostrum
Pada saat bayi lahir, ibu akan mengeluarkan susu kolostrum, yang sering
disebut cairan emas, yang sangat bermanfaat untuk bayi baru lahir. Berikut
sebagian komposisi kolostrum:
a) Vitamin dan mineral - di antaranya vitamin A, B carotene dan vitamin E -
yang sangat penting bagi perkembangan dan pertumbuhan bayi.
b) Kadar sel darah putih yang tinggi yang bersifat protektif untuk melawan
bakteri dan virus penyebab penyakit pada bayi.
c) Antioksidan dalam kolostrum membantu mengatasi reaksi inflamasi yang
terjadi sebagai respon tubuh terhadap adanya suatu infeksi.
d) Zat Immunoglobulin A yang bermanfaat untuk pertahanan tubuh terhadap
infeksi
3. Gula
ASI mengandung lebih banyak laktosa (gula baik) dibandingkan susu jenis
lainnya. Laktosa, galaktosa merupakan gizi penting untuk perkembangan jaringan
otak dan sistem saraf pusat. Laktosa juga meningkatkan penyerapan kalsium yang
berguna untuk pertumbuhan tulang dan membantu meningkatkan pertumbuhan
bakteri usus yang bermanfaat, Lactobacillus bifidus.

4. Vitamin, mineral dan zat besi


ASI mengandung banyak sekali vitamin, mineral dan zat besi yang sangat
bermanfaat bagi pertumbuhan bayi. Semua gizi penting dari komposisi ASI
tersebut bisa terserap hampir sepenuhnya oleh bayi dan hanya sedikit sekali yang
terbuang percuma. Jumlah vitamin, mineral dan zat besi dalam ASI juga terus
berubah, sejalan dengan pertumbuhan bayi. Kandungan vitamin dan mineral dari
kolostrum (air susu pertama), air susu transisional (ASI di minggu pertama) dan
ASI yang sempurna (ASI matang) telah terancang secara alami oleh tubuh ibu
sesuai dengan kebutuhan bayi yang terus berubah.
Kandungan ASI akan dipengaruhi oleh:
- Tahapan penyusuan (laktasi)
- Periode kehamilan bayi
- Usia ibu
- Waktu penyusuan
- Pola penyusuan bayi

Volume air susu ibu secara umum:


- Dari sejak lahir hingga 24 jam, ibu mengeluarkan kolostrum rata-rata sekitar
37 ml
- Dari 24 hingga 96 jam, ada peningkatan volume produksi ASI dalam jumlah
kecil
- Pada hari kelima: ibu menghasilkan kira-kira 500 ml air susu per hari
- Tiga hingga lima bulan: ibu memproduksi air susu sekitar 750 ml per hari
- Enam bulan setelah bayi lahir: volume produksi ASI bisa mencapai 800 ml
per hari

b. Komposisi ASI
Lebih dari 90% kandungan dari ASI merupakan air, yang terdiri dari: zat gizi
protein, senyawa nitrogen non protein, lipid, oligosakarida, vitamin, mineral, hormon,
enzim, faktor pertumbuhan dan agen pelindung. Sisanya, kurang lebih 10%
merupakan zat-zat padat yang bermanfaat untuk energi dan pertumbuhan.
Manfaat ASI bagi bayi sangatlah besar dengan banyaknya kandungan nutrisi
yang terdapat didalamnya. Semua komponen ASI yang sangat bermanfaat untuk bayi
tersebut dibantu substansi/zat yang juga terdapat dalam ASI untuk bekerja dan
terserap lebih baik oleh bayi. Misalnya kandungan vitamin C yang tinggi pada ASI
meningkatkan penyerapan zat besi dari ASI. Selain sempurna untuk memenuhi
kebutuhan gizi bayi, komposisi ASI juga terdiri dari berbagai komponen yang
bermanfaat untuk melindungi bayi antara lain.
a) Sel darah putih
Setiap tetes ASI mengandung banyak sekali sel darah putih yang beredar ke
seluruh sistem pencernaan bayi. Sel darah putih berfungsi untuk melawan infeksi,
menyimpan dan membantu mengedarkan berbagai elemen seperti enzim, faktor
pertumbuhan dan protein pelawan infeksi. Komposisi ASI berupa kandungan sel
darah putih dalam ASI tertinggi pada minggu awal kehidupan bayi, di mana
sistem kekebalan tubuh bayi baru lahir masih lemah sehingga sangat
membutuhkan sel pelindung ini. Sejalan dengan makin matangnya sistem imun
bayi, kandungan sel darah putih dalam ASI makin menurun namun tetap ada
dalam ASI hingga setidaknya bayi berusia enam bulan.
b) Imunoglobulin
Selain sel darah putih, terdapat juga antibiotik alamiah lainnya yang
terkandung dalam ASI yaitu imunoglobulin. Imunoglobulin adalah protein yang
bekerja melawan infeksi dan membunuh kuman yang diedarkan ke seluruh tubuh.
Imunoglobulin dalam ASI berguna untuk melapisi usus dan mencegah masuknya
kuman serta zat alergen yang tidak diinginkan.
Elemen imunoprotektif (antibodi) yang terdapat dalam ASI:
- Sekretonik IgA: melindungi tubuh dari penyerbu luar
- Laktoferin: membantu kesehatan saluran pencernaan.
- Lysozyme : merupakan protein pelindung dari invasi bakteri
- Bifidus factor: meningkatkan pertumbuhan bakteri baik pelindung usus
- Oligosakarida: mengatur kinerja usus dan membantu pertumbuhan
bifidobakteria yang baik di dalam usus
- Lipid/lemak susu
- Leukosit (sel darah putih)

Susui bayi dan berikan ASI eksklusif sebanyak-banyaknya selama enam bulan
pertama kehidupannya. Sesudah enam bulan pertama, Ibu bisa mengenalkan
makanan lain kepada bayi pada saat bayi mulai menunjukkan minatnya akan
makanan lain. Ibu bisa meneruskan pemberian ASI hingga bayi berusia dua
tahun, atau bahkan lebih, karena kandungan asi setelah 6 bulan (bahkan
kandungan asi setelah 2 tahun) tetap memiliki banyak nutrisi dan zat kekebalan
yang bermanfaat bagi pertumbuhan dan perkembangan anak.

c. Manfaat ASI
Manfaat bagi bayi :
1. Perlindungan terhadap infeksi dan diare.
2. Perlindungan terhadap alergi.
3. Mempererat hubungan antara Ibu dengan Bayi.
4. Memperbagus gigi dan bentuk rahang.
5. Mengurangi kegemukan.
6. Membantu pertumbuhkembangan bayi

d. Teknik memberikan ASI pada bayi


a) Posisi Badan Ibu dan Badan Bayi (DepKes RI, 2005, p.31)
1. Ibu duduk atau berbaring dengan santai
2. Pegang bayi pada belakang bahunya, tidak pada dasar kepala
3. Rapatkan dada bayi dengan dada ibu atau bagian bawah payudara
4. Tempelkan dagu bayi pada payudara ibu dengan posisi seperti ini telinga bayi
akan berada dalam satu garis dengan leher dan lengan bayi
5. Jauhkan hidung bayi dari payudara ibu dengan cara menekan pantat bayi
dengan lengan ibu.
b) Posisi Mulut Bayi dan Putting Susu Ibu (DepKes RI, 2005, pp.26-32)
1. Payudara dipegang dengan ibu jari diatas jari yang lain menopang dibawah
(bentuk C) atau dengan menjepit payudara dengan jari telunjuk dan jari tengah
(bentuk gunting), dibelakang areola (kalang payudara)
2. Bayi diberi rangsangan agar membuka mulut (rooting reflek) dengan cara
menyentuh puting susu, menyentuh sisi mulut puting susu.
3. Tunggu samapi bayi bereaksi dengan membuka mulutnya lebar dan lidah ke
bawah
4. Dengan cepat dekatkan bayi ke payudara ibu dengan cara menekan bahu
belakang bayi bukan bagian belakang kepala
5. Posisikan puting susu diatas bibir atas bayi dan berhadapan- hadapan dengan
hidung bayi
6. Kemudian masukkan puting susu ibu menelusuri langit- langit mulut bayi
7. Usahakan sebagian aerola (kalang payudara) masuk ke mulut bayi, sehingga
puting susu berada diantara pertemuan langit- langit yang keras (palatum
durum) dan langit- langit lunak (palatum molle)
8. Lidah bayi akan menekan dinding bawah payudara dengan gerakan memerah
sehingga ASI akan keluar dari sinus lactiferous yang terletak dibawah kalang
payudara.
9. Setelah bayi menyusu atau menghisap payudara dengan baik, payudara tidak
perlu dipegang atau disangga lagi
10. Beberapa ibu sering meletakkan jarinya pada payudara dengan hidung bayi
dengan maksud untuk memudahkan bayi bernafas. Hal itu tidak perlu karena
hidung bayi telah dijauhkan dari payudara dengan cara menekan pantat bayi
dengan lengan ibu
11. Dianjurkan tangan ibu yang bebas dipergunakan untuk mengelus- elus bayi

Langkah – langkah Menyusui Yang Benar (DinKes, 2009)


1. Ibu mencucui tangan sebelum menyusui bayinya
2. Ibu duduk dengan santai dan nyaman, posisi punggung tegak sejajar punggung
kursi dan kaki diberi alas sehingga tidak menggantung
3. Mengeluarkan sedikit ASI dan mengoleskan pada puting susu dan aerola
sekitarnya
4. Bayi dipegang dengan satu lengan, kepala terletak pada lengkung siku ibu dan
bokong bayi terletak pada lengan
5. Ibu menempelkan perut bayi pada perut ibu dengan meletakkan satu tangan
bayi dibelakang ibu dan yang satu didepan, kepala bayi menghadap ke
payudara
6. Ibu memposisikan bayi dengan telinga dan lengan pada garis lurus
7. Ibu memegang payudara dengan ibu jari diatas dan jari yang lain menopang
dibawah serta tidak menekan puting susu atau areola
8. Ibu menyentuhkan putting susu pada bagian sudut mulut bayi sebelum
menyusui
9. Setelah bayi mulai menghisap, payudara tidak perlu dipegang atau disangga
lagi.
10. Ibu menatap bayi saat menyusui

Pasca Menyusui
1. Melepas isapan bayi dengan cara jari kelingking di masukkan ke mulut bayi
melalui sudut mulut bayi atau dagu bayi ditekan ke bawah
2. Setelah bayi selesai menyusui, ASI dikeluarkan sedikit kemudian dioleskan
pada putting susu dan aerola, biarkan kering dengan sendirinya
D. Kebutuhan Zat Gizi berdasarkan Usia
a. Nutrisi Bagi Toddler
Karakteristik terkait dengan pemenuhan kebutuhan nutrisi pada anak usia toddler :
1. Anak sukar atau kurang mau makan.
2. Nafsu makan anak sering kali berubah yang mungkin pada hari ini makannya
cukup banyak dan pada hari berikutnya makannya sedikit.
3. Biasanya anak menyukai jenis makanan tertentu.
4. Anak cepat bosan dan tidak tahan makan sambil duduk dalam waktu lama.

Kebutuhan Nutrisi
1. Kecepatan pertumbuhan berkurang secara dramatis sehingga kebutuhan anak usia
ini terhadap kalori, protein dan cairan menurun.
2. Kebutuhan kalori 102 kkal/kgBB/hari & Kebutuhan protein 1,2 gr/kgBB/hari.
3. Pemberian susu tidak lebih dari 1 liter / hari untuk membantu menjamin asupan
makanan yang kaya zat besi. Pemeriksaan hematokrit harus dilakuakn untuk
screening anemia.
4. Anak toddler dengan diet vegetarian tidak menerima protein yang cukup, harus
dirujuk ke ahli gizi.

Pola dan pilihan makanan


1. Pada usia 12 bulan, kebanyakan toddler makan makanan keluarga.
2. Pada usia 18 bulan, sebagaian besar toddler mengalami anoreksi fisiologis dan
menjadi pemilih dalam hal makanan,menginginkan suatu makanan tertentu, mkan
dalam jumlah besar di suatu hari dan sangat sedikit di hari berikutnya.
3. Toddler memilih makanan sendiri dan lebih menyukai makanan dalam porsi kecil
(makanan yang enak dan mengundang selera).
4. Toddler lebih menyukai satu jenis makanan dalam piring daripada makanan yang
dicampur.
5. Orangtua harus menanjurkan penggunaan alat makan tetapi menyadari bahwa
toddler lebih menyukai mengunakan tangan.
b. Nutrisi Bagi Pra Sekolah
Karakteristik yang terkait dengan pemenuhan kebutuhan nutrisi yang perlu
diperhatikan pada anak Prasekolah adalah sebagai berikut :
a. Nafsu makan berkurang.
b. Anak lebih tertarik pada aktivitas bermain dengan teman atau lingkungannya dari
pada makan.
c. Anak mulai senang mencoba jenis makanan baru.
d. Waktu makan merupakan kesempatan yang baik bagi anak untuk belajar dan
bersosialisasi dengan keluarga.

Kebutuhan Nutrisi
1. Kebutuhan nutrisi pada usia ini hampir sama dengan toddler meskipun kebtuhan
kalori menurun sampai 90 kkal/kgBB/hari & kebutuhan protein tetap 1,2
gr/kgBB/hari.
2. Kebutuhan cairan 100 ml/kgBB/hari, bergantung pada tingkat aktivitas anak.

Pola dan Pilihan Makanan


1. Pada usia anak mungkin enolak sayuran, makanan kombinasi dan hati.
2. Makanan yang disukai anatara lain sereal, daging, kentang, buah-buahan dan
permen.
3. Banyak anak pada usia ini yang tidak dapt diam atau cerewet selama makan
dengan keluarga dan dapat tetap berjuang dengan penggunaan peralatan makan.
4. Kebiasaan orang lain mempengaruhi anak usia 5 tahun.

c. Nutrisi Pada Usia Sekolah


Pertumbuhan anak tidak banyak mengalami perubahan yang berarti, sehingga
kebutuhan kalori anak usia sekolah adalah 85 kkal/kg berat badan. Kelompok anak
sekolah pada umumnya mempunyai kondisi yang lebih baik daripada kelompok
Balita, karena kelompok umur sekolah ini sudah mudah dijangkau oleh berbagai
upaya perbaikan gizi yang dilakukan oleh pemerintah melalui Usaha Kesehatan
Sekolah (UKS), maupun oleh kelompok swasta berupa program suplementasi
makanan tambahan di sekolah atau Program Makan Siang Sekolah (School Lunch
Program).
Meskipun demikian masih terdapat berbagai kondisi gizi anak sekolah yang
tidak memuaskan, misalnya berat badan yang kurang, anemia defisiensi Fe, defisiensi
vitamin C, dan di daerah-daerah tertentu juga defisiensi Iodium. Keluhan yang banyak
disuarakan oleh kaum ibu mengenai kelompok umur sekolah ini bahwa mereka
kurang nafsu makan, sehingga sulit sekali disuruh makan yang cukup dan teratur.
Sebenarnya kelompok anak sekolah ini merupakan kelompok yang mudah
menerima upaya pendidikan gizi melalui sekolahnya, dan dapat dipergunakan untuk
mempengaruhi pendapat keluarga mengenai hal ini. Beberapa karakteristik yang
terkait dengan pemenuhan kebutuhan nutrisi yang perlu diperhatikan pada anak usia
sekolah adalah sebagai berikut :
1. Anak dapat mengatur pola makannya sendiri.
2. Adanya pengaruh teman atau jajanan di lingkungan sekolah dan di lingkungan
luar rumah serta adanya reklame atau iklan makanan tertentu di televisi yang dapat
mempengaruhi pola makan atau keinginannya untuk mencoba makanan yang
belum dikenalnya.
3. Kebiasaan menyukai satu makanan tertentu berangsur – angsur hilang.
4. Pengaruh aktivitas beramain dapat menyeababkan keinginan yang lebih besar
pada aktivitas bermain dari pada makan.

Kebutuhan Nutrisi
1. Kebutuhan kalori harian pada usia ini menurun berhubungan dengan ukuran
tubuh. Anak usia sekolah membutuhkan rata-rata 2400 kalori / hari.
2. Pengasuh / orangtua harus tetap menekankan kebutuhan terhadap diet seimbang
sesuai dengan piramida makanan : tubuh menyimpan cadangan makanan sebagai
sumber kebutuhan pertumbuhan yang meningkat saat remaja.

Pola dan Pilihan Makanan


1. Anak terpajan dengan pengalaman makan yang lebih luas di kantin sekolah,
anak mungkin tetap memilih-milih dalam hal makanan tetapi harus lebih
mempunyai kemauan untuk mencoba makanan-makanan baru.
2. Di rumah anak harus makan apa yang keluarga makan. Pola makan anak dapat
mencerminkan budaya keluarga.
3. Banyak anak pada usia ini yang tidak menyukai sayuran, hati dan makanan
pedas.
4. Anggota keluarga memainkan peranan penting dalam mempengaruhi pilihan
anak terhadap makanan, namun teman sebaya dan media juga berpengaruh.
d. Nutrisi Pada Remaja
Kelompok umur remaja juga menunjukkan fase pertumbuhan yang pesat, yang
disebut “adolescense growth spurt”, sehingga memerlukan zat-zat gizi yang relatif
besar jumlahnya. Pada remaja laki-laki kegiatan jasmani sangat, karena biasanya pada
umur inilah perhatian untuk sport sedang tinggi-tingginya, seperti atletik, mendaki
gunung, sepak bola, hiking dan sebagainya. Bila konsumsi berbagai zat gizi tidak
ditingkatkan, mungkin terjadi defisiensi relatif terutama defisiensi vitamin-vitamin.
Pada remaja perempuan mulai terjadi menarche dan menses disertai
pembuangan sejumlah Fe. Remaja putri kelompok ini sangat sadar akan bentuk
badannya, sehingga banyak yang membatasi konsumsi makanannya. Bahkan banyak
yang berdiit tanpa pengawasan atau nasihat seorang ahli kesehatan dan gizi.
Penyuluhan dan bimbingan gizi yang benar dan jelas sangat diperlukan oleh golongan
remaja ini.
Kebutuhan Nutrisi
1. Kebutuhan nutrisi harian pada usia ini harus seimbang di antara berbagai
kelompok makanan.
2. Rata-rata kebutuhan asupan kalori harian bervariasi sesuai dengan gender & usia :

Perempuan
1. usia 11 – 14 tahun membutuhkan kalori 48 kkal/kgBB/hari
2. usia 15 – 18 tahun membutuhkan kalori 38 kkal/kgBB/hari

Laki-laki
1. usia 11 – 14 tahun membutuhkan kalori 60 kkal/kgBB/hari
2. usia 15 – 18 tahun membutuhkan kalori 42 kkal/kgBB/hari

Pola dan pilihan makanan


1. Remaja biasanya makan ketika mereka memiliki waktu luang di antara aktivitas
mereka, makanan siap saji yang bergizi membantu mempertahankan diet yang
seimbang.
2. Mempertahan kualitas dan kuantitas asupan harian yang adekuat mungkin sulit
karena beberapa faktor seperti jadwal yang sibuk, pengaruh teman sebaya dan
kemudahan mendapatkan makanan cepat saji berlemak tanpa kalori.
3. Pola makan keluarga terbentuk selama masa sekolah dan tetap berlanjut
mempengaruhi pilihan remaja terhadap makanan.
4. Remaja perempuan sangat rentan terhadap prilaku makan yang negatif.

E. PENGKAJIAN STATUS NUTRISI


1. Antropometri
Secara umum antropometri artinya ukuran tubuh manusia. Ditinjau dari sudut
pandang gizi maka antropometri berhubungan dengan berbagai macam pengukuran
dimensi tubuh dan komposisi tubuh dari berbagai tingkat umur dan tingkat gizi.
Berbagai jenis ukuran tubuh antara lain: berat badan, tinggi badan, lingkar lengan atas
dan tebal lemak di bawah kulit.
Penggunaan Antropometri sangat umum digunakan untuk melihat
ketidakseimbangan asupan protein dan energi. Ketidakseimbangan ini terlihat pada
pola pertumbuhan fisik dan proporsi jaringan tubuh seperti lemak, otot dan jumlah air
dalam tubuh.
a. Jenis parameter
Antropometri sebagai indikator status gizi dapat dilakukan dengan mengukur
beberapa parameter. Parameter adalah ukuran tunggal dari tubuh manusia, antara lain
umur, berat badan, tinggi badan, lingkar lengan atas, lingkar kepala, lingkar dada,
lingkar pinggul dan tebal lemak dibawah kulit. Dibawah ini akan diuraikan parameter
itu.
Umur
Faktor umur sangat penting dalam penentuan status gizi. Kesalahan penentuan
umur akan menyebabkan interprestasi stastus gizi menjadi salah. Hasil
pengukuran tinggi badan dan berat badan yang akurat menjadi tidak berarti bila
tidak disertai dengan penentuan umur yang tepat.
Menurut Puslitbang Gizi Bogor (1980), batasan umur digunakan adalah tahun
umur penuh (completed year) dan untuk anak umur 0-2 tahun digunakan bulan
usia penuh (completed Mouth). Contoh: tahun usia penuh Umur: 7 tahun 2 bulan,
dihitung 7 tahun dan 6 tahun 11 bulan, dihitung 6 bulan
Contoh: bulan usia penuh. Umur: 4 bulan 5 hari, dihitung 4 bulan kemudian
bulan 27 hari, dihitung 3 bulan
Berat badan
Berat badan merupakan ukuran antropometri yang terpenting dan paling sering
digunakan pada bayi baru lahir. Berat badan digunakan untuk mendiagnosa bayi
normal atau BBLR Berat Bayi lahir Rendah). Dikatakan berat bayi lahir rendah
apabila berat bayi lahir di bawah 2500 gram atau dibawah 2,5 kg. pada masa bayi-
balita, berat badan dapat dipergunaka untuk melihat laju pertumbuhan fisik
maupun status gizi, kecuali terdapat kelainan klinis seperti dehidrasi, asites, edema
dan adanya tumor. Di samping itu pula berat badan dapat dipergunakan sebagai
dasar perhitungan dosis obat dan makanan.
Berat badan menggambarkan jumlah dari protein, lemak, air dan mineral pada
tulang. Pada remaja, lemak tubuh cenderung meningkat, dan protein otot
menurun. Pada orang yang edema dan asites terjadi penambahan cairan dalam
tubuh. Adanya tumor dapat menurunkan jaringan lemak dan otot, khususnya
terjadi pada orang kekurangan gizi.
Berat badan merupakan pilihan utama karena berbagai pertimbangan, antara
lain:
a) Parameter yang paling baik, mudah terlihat perubahan dalam waktu singkat
karena perubahan-perubahan konsumsi makanan dan kesehatan
b) Memberikan gambaran status gizi sekarang dan kalau dilakukan secara
periodik memberikan gambaran yang baik tentang pertumbuhan.
c) Merupakan ukuran antropomertri yang sudah dipakai secara umum dan luas di
indonesia
d) Ketelitian pengukuran tidak banyak di pengaruhi oleh keterampilan pengukur
Penentuan berat badan dilakukan dangan cara menimbang. Alat yang digunakan
dilapangan sebaiknya memenuhi beberapa persyaratan:

a) Mudah digunakan dan dibawa daari satu tempat ke tempat yang lain
b) Mudah diperoleh dan relatif murah harganya
c) Ketelitian timbangan sebaiknya maksimum 0,1 kg
d) Skalanya mudah dibaca
e) Cukup aman untuk menimbang anak balita

Alat yang dapat memenuhi persyaratan dan kemudian dipilih dan dianjurkan
untuk digunakan dalam penimbangan anak balita adalah dacing.

Dacin yang digunakan sebaiknya minimum 20 kg dan maksimum 25 kg. bila


digunakan dacin berkapasitas 50 kg dapat juga, tetapi hasilnya agak kasar karena
angka ketelitiannya 0,25 kg.

Berat badan menurut umur (BB/U)

Dalam keadaan normal, dimana keadaan kesehatan baik dan keseimbangan


antara konsumsi dan kebutuhan zat gizi terjamin, maka berat badan berkembang
mengikuti pertambahan umur. Sebaliknya dalam keadaan abnormal, terdapat 2
kemungkinan perkembangan berat badan, yaitu dapat berkembangan cepat atau
lebih lambat dari keadaan normal.

Berat Badan Menurut Tinggi Badan (BB/TB)

Berat badan ini memiliki hubungan yang linear dengan tinggi badan. Dalam
keadaan normal perkembangan berat badan akan searah dengan pertumbuhan
tinggi badan dengan dengan kecepatan tertentu.

Di Indonesia khususnya, cara pemantauan dan batasan berat badan normal


orang dewasa belum jelas mengacu pada patokan tertentu. Sejak tahun 1958
digunakan cara penghitungan berat badan normal berdasarkan rumus:

Berat badan normal = (tinggi badan-100) – 10% (tinggi badan-100) atau 0,9 x
(tinggi badan – 100)

STATUS Anbang Batas Baku untuk Keadaan Gizi berdasarkan Indeks


GIZI BB/U TB/U BB/TB LLA/U LLA/TB
Gizi baik 80 % 85 % 90% 85% 85%
Gizi kurang 61-80% 71-85% 81-90% 71-85% 76-85%
Gizi Buruk < 60 % < 70 % < 80% < 70 % <75%
Berat Badan Ideal
Berat badan untuk tinggi badan tertentu yang secara statistic yang dianggap
paling tepat untuk menjamin kesehatan umur panjang.Cara menentukan berat
badan ideal adalah:
1. > 110% dari berat badan standar : gemuk
2. 90 – 110% dari berat badan standar : ideal/ normal
3. 70 - 90% dari berat badan stndar ;sedang
4. < 70% : sangat kurus.

Tinggi Badan
Tinggi badan merupakan parometer yang penting bagi keadaan yang telah lalu dan
keadaan sekarang, jika umur tidak dapat diketahui dengan tepat.

Tinggi Badan Menurut Umur (TB/U)


Pada keadaan normal, tinggi badan tumbuh seiring dengan pertambahan umur.

Lingkaran Tubuh
1) Lingkar Lengan Atas
Lingkar lengan atas (LLA) dewasa ini memeng merupakan salah satu
pilihan untuk penentuan status gizi, karena mudah dilakukan dan tidak alat-
alat yang sulit di peroleh dengan harga yang murah. Pengukuran LLA adalah
suatu cara untuk mengetahui resiko kekurangan energi protein (KEP) wanita
usia subur. Pengukuran LLA tidak dapat digunakan untuk memantau
perubahan status gizi dalam jangka pendek. Ambang batas LLA wanita usia
muda dengan resiko kekurangan energy kronis di Indonesia adalah 23,5 cm.
apabila kurang dari angka tersebut maka wanita tersebut mempunyai resiko
kekurangan energi kronis.
2) Lingkar Kepala
Lingkar kepala adalah standar prosedur dalam ilmu kedokteran anak
secara praktis, yang biasanya untuk memeriksa keadaan pathologi dari
besarnya kepala atau peningkatan ukuran kepala contoh yang sering diginakan
adalah kepala besar (hidrosepalus) dan kepala kecil (mikrosepalus). Lingkar
kepala terutama dihubungkan dengan ukuran otak dan tulang tengkorak.
Ukuran otak meningkat secara cepat selama tahun pertama, akan tetapi besar
lingkaran kepala tidak menggambarkan keadaan kesehatan dan gizi.
Bagaimana pun juga ukuran otak dan lapisan tulang kepala dan tengkorak
dapat berfariasi sesuai dengan keadaan gizi. dalam antropometri gizi, rasio
lingkar kepala dan lingkar dada cukup berarti dalam keperawatan pada anak.
Lingkar kepala dapat juga di gunakan sebagai informasi tambahan dalam
pengukur umur.
3) Lingkar Dada
Biasanya di lakukan pada anak yang berumur 2-3 tahun, karena rasio
lingkar kepala dan lingkar dada sama pada umur 6 bulan. Setelah umur ini
tulang tengkorak tumbuh secara lambat dan pertumbuhan dada lebih cepat.
Umur antara 6 bulan dan 5 tahun, rasio lingkar kepala dan dada adalah kurang
dari 1, hal ini di karenakan akibat kegagalan perkembangan dan pertumbuhan,
atau kelemahan otot dan lemak pada dinding dada. Ini dapat di gunakan pada
dinding indicator dalam menentukan kekurangan energi protein pada anak
balita.
4) Jaringan Lunak
Otak, hati, jantung dan organ lainnya merupakan bagian yang cukup
besar dari berat badan, tetapi relative tidak berubah beratnya pada anak
malnutrisi. Otot dan lemak merupakan jaringan lunak yang sangat berfariasi
pada penderita kekurangan energi protein. Antropometri jaringan dapat di
lakukan pada kedua jaringan tersebut dalam pengukuran status gizi di
masyarakat
2. BIOKIMIA
Penilaian status gizi dengan biokimia adalah pemeriksaan spesimen yang diuji
secara laboratoris yang dilakukan pada berbagai macam jaringan tubuh. Jaringan
tubuh yang digunakan antara lain: darah, urine, tinja dan juga beberapa jaringan tubuh
seperti hati dan otot.

Penggunaan
Metode ini digunakan untuk suatu peringatan bahwa kemungkinan akan
terjadi keadaan malnutrisi yang lebih parah lagi. Banyak gejala klinis yang kurang
spesifik, maka penentuan kimia faali dapat lebih banyak menolong untuk menentukan
kekurangan gizi yang spesifik.

Pemeriksaan biokimia zat gizi


Ada beberapa indikator laboratorium untuk menentukan status besi yaitu:
- Hemoglobin (hb) dan Hematokrit
- Total limfosit
- Serum albumin
- Transferin
- Keseimbangan Nitrogen
- Lipit serum
- Glukosa serum
- Hemoglobin (Hb) dan Hemaktroit(HCT)
a) Hemaglobin
Hemoglobin adalah parameter yang digunakan secara luas untuk menetapkan
prevalensi anemia.Garby et al.menyatakan bahwa penentuan status anemia
yanghanya menggunakan kadar Hb ternyata kurang lengkap,sehingga perlu
ditambah dengan pemeriksaan yang lain.
Hb merupakan senyawa pembawa oksigen pada sel darah.hemoglobin dapat di
ukur secara kimia dan jumlah Hb/100 ml darah dapat digunakan sebagai indeks
kapasitas pembawa oksigen pada darar.kandungan hemoglobin yang rendah
dengan demikian mengindikasikan anemia.
b) Hemaktokrit (HCT)
Hemaktorit adalah volume eritrosit yang di pisahkan dari plasma dengan cara
memutarnya di dalam tabung khusus yang nilainya di nyatakan dalam persen (%).
Setelah sentrifugasi, tinggi kolom sel merah diukur dan di bandingkan dengan
tinggi darah penuh yang asli. Presentase massa sel merah pada volume darah yang
asli merupakan hematokrit. Darah penuh antikogualan disentrufugasi dalam
tabung khusus. Karna darah penuh di bentuk pada intinya sel darah merah (SDM)
dan plasma, setelah sentrifugasi presentase sel-sel merah memderikan etimasi
tidak langsung jumlah SDM/100 ml dari darah penuh (dan dengan demikian pada
gilirannya merupakan estimasi tidak langsung jumlah hemoglobin). Hemaktokrit
efek(dalam hal jauh lebih sedikit ) dari ukuran rata_rata SDM. Nilia normal adalah
40%-54% untuk pria dan 37%-47% untuk wanita. HCT biasanya hamper 3 kali
nilai hemoglobin (dengan menganggap tidak terdapat tanda hipokormia). Ke
salahan rata-rata pada prosedur HTC yaitu kira-kira 1%-2%.

3. CLINIS / klinical sign


Pemeriksaan clinis adalah metode yang sangat penting untuk menilai status
gizi masyarakat. Metode ini didasarkan atas perubahan-perubahan yang terjadi
yang dihubungkan dengan ketidakcukupan zat gizi. Hal ini dapat dilihat pada
jaringan epitel (supervicial epithelial tissue) seperti kulit, mata, rambut dan
mukosa oral atau pada organ-organ yang dekat dengan permukaan tubuh seperti
kelenjar tiroid.

Penggunaan
Penggunaan metode ini umumnya untuk surfei klinis secara cepat (rapid
clinical surfeys). Surfei ini dirancang untuk mendeteksi secara cepat tanda-tanda
klinis umum dari kekurangan salah satu atau lebih zat gizi. Disamping itu
digunakan untuk mengetahui tingkat status gizi seseorang dengan melakukan
pemeriksaan fisik yaitu tanda (sign) dan gejala (symptom) atau riwayat penyakit.
Tanda – tanda dan Gejala klinis defisiensi nitrisi

No Bagian Tubuh Tanda klinik Kemungkinan


kekurangan

1 Tanda umum Penurunan berat badan Kalori,Air, dan vitamin


dehidrasi, haus pertumbuhan A
terhambat

2 Rambut Kekuningan Protein


kekurangan pigmen,kusut

3 Kulit Deatitis Niasin, riboflavin, biotin


Dermatosis pada bayi Lemak
Petechial hemorrhages Asam askorbat
Eksema

4 Mata Photopobia Riboflavin


Rabun senja Vitamin A

5 Mulut Stomatitis Riboflavin


Glositis Niasin, asam folik,
vitamin B12, zat besi

6 Gigi Karies Flour

7 Neuromoskuler Kejang otot Vitamin D


Lemah otot

8 Tulang Riketsia Vitamin D

9 Gastrointestinal Anoreksia Mual dan muntah Thiamin, garam dapur,


NaCl

10 Endokrin Gondok Iodium

11 Kardipovaskuler Pendarahan peny, Jantung, Vitamin K, thiamin,


anemia pyridoxine, zat besi

12 Sistem saraf Kelainan mental dan saraf Vitamin B12


4. DIET
Diet adalah pilihan makanan yang lazim dimakan seseorang atau suatu
populasi penduduk. Sedangkan diet seimbang adalah diet yang memberikan
semua nutrien dalam jumlah yang memadai, tidak terlalu banyak dan juga tidak
terlalu sedikit
F. Masalah-masalah gizi pada Anak
1. Kurang energi protein (KEP)
Peran protein bagi si kecil -yang sedang dalam masa pertumbuhan- amat
penting. Jika asupan protein mereka dibawah angka kecukupan gizinya, maka balita
beresiko mengalami kondisi Kurang Energi Protein (KEP). Para ahli mengelompokan
KEP kedalam tiga tipe utama yaitu:
a. Marasmus
Si kecil yang mengalami Marasmus biasanya memiliki berat badan sangat
rendah, ukuran kepala tidak sebanding dengan ukuran tubuh, mudah terkena
infeksi penyakit, rambut tipis dan mudah rontok, kulit kering dan berlipat, tingkat
kesadaran menurun, dan sering diare. Masalah gizi ini sering terjadi pada anak
usia satu tahun yang tidak mendapatkan cukup Air Susu Ibu (ASI).
b. Kwashiorkor
Kondisi ini banyak ditemukan pada anak usia 1-3 tahun yang kurang
mendapatkan asupan protein. Menurut situs Wikipedia, si kecil yang mengalami
Kwashiorkor sering kali mengalami pembengkakan pada di seluruh tubuh hingga
tampak gemuk terutama pada bagian punggung kaki, bila bagian punggung
kakinya ditekan akan meninggalkan bekas seperti lubang, otot mengecil, serta
munculnya ruam yang berwarna merah muda pada kulit kemudian berubah
menjadi coklat kehitaman dan mengelupas.
c. Kwasiorkor Marasmus
Kondisi ini sering dikenal dengan istilah busung lapar dan timbul jika
makanan sehari-hari tidak mengandung cukup energi dan protein.

2. Kurang asupan zat besi (Fe)


Kekurangan zat besi pada anak balita dapat menyebabkan berbagai ganguan
kesehatan yang salah satunya adalah anemia. Si kecil yang mengidap anemia
memiliki kadar hemoglobin darah dibawah angka normal yang berakibat pada
rendahnya suplai oksigen ke organ-organ tubuh. Gejala anemia yang sering nampak
adalah lemas, pucat, dan mudah lelah.
Beberapa penelitian menunjukan bahwa defisiensi atau kekurangan zat besi
dapat berhubungan dengan rendahnya kemampuan memusatkan perhatian dan
mengingat pada anak. Memberikan berbagai jenis makanan yang mengandung zat
besi tinggi seperti sayuran terutama yang berdaun hijau gelap, kacang-kacangan, dan
daging, dapat memenuhi kebutuhan zat besi si kecil.

3. Kurang asupan vitamin A


Kurang asupan vitamin A dapat berdampak pada terganggunya perkembangan
organ penglihatan si kecil. Penyakit mata yang sering muncul akibat kurang vitamin
jenis ini disebut dengan Xeroptalmia. Menurut situs Wikipedia, penyakit ini
merupakan menyebab kebutaan paling sering terjadi pada anak usia 2-3 tahun.
Pastikan ayah bunda memberikan berbagai jenis makanan yang kaya dengan
kandungan vitamin A seperti wortel, bayam, keju, alpukat,telur, dan mangga.

4. Kurang asupan zat Iodium


Kurang mendapatkan masukan zat iodium dapat berakibat pada
pembengkakan kelenjar gondok, gangguan perkembangan fisik, dan fungsi
mental. Zat iodium banyak terdapat pada udang atau lobster, stroberi, kentang, dan
keju ceddar.
5. Obesitas.
Jika keempat gangguan gizi sebelumnya disebabkan oleh defisiensi atau
kekurangan nutrisi tertentu, obesitas atau berat badan berlebih dapat terjadi ketika
si kecil mendapatkan asupan kalori melebihi batas kebutuhan disertai dengan
kurangnya aktifitas gerak. Anak yang mengalami obesitas dapat juga mengalami
gangguan pernafasan dan komplikasi ortopedik (tulang).
Pengaturan pola makan termasuk memastikan kecukupan nutrisi yang
berimbang adalah upaya yang direkomendasikan para ahli guna menghindari
resiko obesitas pada anak balita. Selain itu, membiasakan si kecil aktif secara fisik
memalui beragam aktivitas olah raga atau bermain juga dapat menurunkan resiko
kondisi ini.

Cara mengatasi

Lakukan secara terus menerus evaluasi status gizi anak dengan menimbang berat
badan dan mengukur tinggi anak serta membandingkan dengan diagram dari WHO
bila anak berada dalam status gizi kurang/ lebih, segera konsultasikan dengan
petugas kesehatan.

1. Perbanyak pengetahuan tentang gizi bagi orang tua.


2. Beri anak pendidikan gizi, biasakan informasi tentang makanan sehat dan
bergizi pada anak.
3. Berikan anak menu gizi seimbang
4. Hindari makanan cepat saji.
5. Latihan anak selalu mengkonsumsi sayur dan buah. Hindari jajanan yang
banyak mengandung gula, karena akan membuat anak merasa kenyang
sebelum makan

Cara mengatasi resiko Obesitas


1. Pilihlah makanan yang sehat untuk anak anda seperti susu rendsah lemak,
junkfood dan makanan manis
2. Memberikan sarapan sebelum ke sekolah, dengan cara ini orang tua dapat
mengontrol asupan untuk anak
3. Ganti cara mengolah masakan dari awal cara biasanya digoreng menjadi direbus
dan kukus
4. Arahkan anak untuk makan dimeja makan bukan di depan layar TV/komputer
5. Tetapkan aturan waktu dalm bermain game, menonton vidio atau penggunaan
komputer. Karena terlalu lama mereka asik melakukan hal tersebut membuat
mereka malas bergerak
6. Ajaklah anak melakukan kegiatan aktivitas olahraga yang sesuai untuk anak.
BAB III
PENUTUP
DAFTAR PUSTAKA

Aziz Alimul Hidayat & Musrifatul Uliyah . 2002. Buku Saku Praktikum Kebutuhan
Dasar Manusia. Jakarta: EGC.

Hartono, Andry. 2004. Terapi Gizi dan Diet Rumah Sakit. Jakarta: EGC.

Rinata. 2014. Penelitian Teknik Menyusui. Diakses pada 13 Maret 2018 melalui
https://media.neliti.com/media/publications/169879-ID-teknik-menyusui-posisi-perlekatan-
dan-ke.pdf

Rita. 2016. Gizi Penting untuk Anak Usia Sekolah. Diakses pada 13 Maret 2018 melaui
https://www.tipscaramanfaat.com/gizi-penting-untuk-anak-usia-sekolah-337.html

Vanny.2014. kebutuhan Nutriai pada betbaga umur. Diakses pada 13 Maret 2018.melalui:
http://makalahlistavanny.blogspot.co.id/2014/10/kebutuhan-nutrisi-pada-berbagai-
tahapan.html

Hendri Haryadi.2011. Kebutuhan Gizi pada Anak. . Diakses pada 13 Maret 2018.melalui:
http://handri-haryadi.blogspot.co.id/2011/12/v-behaviorurldefaultvmlo.html

Cahyaningsih. 2014. Gizi pada Anak. Diakses pada 13 Maret 2018. Melalui
http://cahyaningsih985.blogspot.co.id/2014/10/makalah-gizi-pada-anak.html