Anda di halaman 1dari 2

Pelepah batang pisang mempunyai Kandungan selulosa yang tinggi dan lignin yang rendah

Lignin, adalah jaringan polimer fenolik tiga dimensi yang berfungsi merekatkan serat selulosa sehingga
menjadi kaku. Pulping kimia dan proses pemutihan akan menghilangkan lignin tanpa mengurangi serat
selusosa secara signifikan

Komponen kimia kayu terbesar setelah selolusa adalah lignin. Lignin merupakan senyawa yang kompleks
dan non-karbohidrat. Menurut Panshin het al. (1790), kandungan lignin dalam kayu bervariasi
tergantung jenis kayu. Lignin kayu daun lebar berkisar antara 13 – 25 %, sedangkan kayu daun jarum
berkisar antara 24 – 32 %. Di dalam kayu, lignin sebagian besar terdapat dalam lamela tengah antar sel
dan dalam dinding sel sebagai penghubung dari polisakarida. Lignin juga sebagai bahan perekat atau
semen antar sekat, sehingga serat menjadi kaku. Dalam proses pulping, lignin harus dihilangkan dari
kayu karena akan menggangu terbentunya pulp dalam pembuatan kertas. Pengaruh lignin dalam proses
pulping maupun mutu pulp dan kertas adalah menyulitkan dalam penggilingan, pulp berkekuatan
rendah, sulit diputihkan, dan kertas yang dihasilkan bersifat kaku, warnanya kuning dan mutunya rendah
(Kenneth, 1970). Penghilangan lignin dapat dilakukan dengan menggunakan larutan kimia berupa asam
maupun alkali.

O r g a n o s o l v Organosolv merupakan proses pulping yang menggunakan bahan yang lebih mudah
didegradasi seperti pelarut organik. Pada proses ini, penguraian lignin terutama disebabkan oleh
pemutusan ikatan eter (Donough, 1993). Beberapa senyawa organik yang dapat digunakan antara lain
adalah asam asetat, etanol dan methanol

Lignin menyebabkan pulp berwarna gelap. Pada proses pembuatan pulp, kadar lignin harus rendah.
Apabila kadar lignin pada tanaman tinggi, maka zat pemutih yang ditambahkan pada proses bleaching
akan cukup banyak. Pulp akan mempunyai sifat fisik yang baik apabila mengandung sedikit lignin. Hal ini
dikarenakan lignin bersifat menolak air dan kaku, sehingga menyulitkan dalam proses penggilingan.
Kadar lignin pulp pada bahan baku kayu 20-35%, sedangkan pada bahan baku non kayu kadarnya lebih
kecil lagi.

Oksigen Delignification
Kemudian bubur kertas dicampur dengan oksigen (O2) dan natrium hidroksida (NaOH) di
dalam delignification tower sebelum di cuci didalam tangki pencuci. Tujuan dari pencampuran ini
adalah untuk mengurangi pemakaian bahan-bahan kimia pada tahap pengelantangan (bleacing),
mengurangi kandungan lignin, serta memutihkan pulp.
Dengan mengurangi lignin (delignification) akan dihasilkan bubur kayu yang lebih putih. Senyawa
lignin akan lepas dan dihilangkan dengan pencucian dan ekstraksi. Oksigen delignification juga
akan mengurangi jumlah klorin yang dibutuhkan dalam proses pemutihan (bleaching). Pulp yang
sudah jadi dikeluarkan dan dicuci dengan air dalam tanki pencuci sehingga liquornya akan
terpisah. Liquor yang dihasilkan dimasukkan dalam tanki penampung untuk direcovery. Pulp yang
sudah dicuci disaring lagi dengan saringan rotary drum filter.
Proses Soda (NaOH)
Proses ini digunakan untuk bahan baku non kayu seperti bagasse, jerami, damen dan jenis rumput-rumputan yang
lain. Larutan pemasak yang digunakan adalah NaOH sebanyak 18-35% berat bahan baku kering. Degradasi selulosa
oleh larutan NaOH pekat dapat terjadi pada suhu di atas 100 0C. Semakin tinggi temperatur pemasakan maka
perbandingan jumlah selulosa yang hilang akan lebih banyak daripada lignin yang hilang. Beberapa hal yang
berpangaruh pada proses soda adalah:

a. Perbandingan cairan pemasak terhadap bahan baku yang digunakan.

Kekurangan bahan kimia atau laru tan pemasak menyebabkan pulp berwarna gelap dan sukar diputihkan pada tahap
bleaching . Namun, bahan pemasak yang berlebihan dapat menurunkan rendemen dengan terjadinyadegradasi serat-
serat selulosa.

b. Waktu dan temperatur pemasakan.

Bila waktu pemasakan terlalu lama maka selulosa juga akan larut dalam jumlah besar. Jika temperatur terlalu tinggi,
jumlah karbohidrat yang terdegradasi akan lebih besar daripada lignin yang terlarut sehingga akan menurunkan
rendemen dan kekentalan pulp.

https://www.academia.edu/12983440/Kertas_dari_batang_pohon_pisang
https://berbagibahanilmu.blogspot.com/2017/08/bahan-bahan-pembuatan-kertas-bahan.html
https://www.kompasiana.com/pkmpreza/54f6a945a33311c65c8b4583/produksi-kertas-
berbahan-baku-batang-pisang-dengan-menggunakan-jamur-pelapuk-putih-sebagai-penurun-
kadar-lignin