Anda di halaman 1dari 3

FARMAKOEKONOMI

“TUGAS KELOMPOK”

OLEH : KELOMPOK III

1.HALIM SATRIA 7.NURUL KHASANAH

2.MARDIAH NOVITA 8.OKLA ELFITRI

3.MENTARI 9.PUTRI LESTARI

4.MOZADIAN PRATIWI 10.RAESA TARTILLA

5.MUHAMMAD HAIKAL 11.VANY RAHMAYANI

6.NAWWAR IRFAN 12.CHRISTIN DESTARI. M

7.NURMAIDA

KELAS : S1. VII.A

DOSEN PEMBIMBING :

FERDY FIRMANSYAH,S.FARM,M.SC.,APT

PROGRAM STUDI SI FARMASI


SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI RIAU
YAYASAN UNIVERSITAS RIAU
PEKANBARU
2018
1.Judul : Analisis Biaya Pengobatan Penyakit Ginjal Kronis Rawat Inap Dengan
Hemodialisis Di Rumah Sakit (Cost Analysis Of Inpatient Hemodialysis In
The Treatment Of Chronic Kidney Disease At Hospital

2.Tujuan : mengetahui rata-rata biaya pengobatan pasien penyakit ginjal kronis (PGK)
rawat inap dengan hemodialisis serta mengetahui komponen biaya yang paling
berpengaruh terhadap tarif rumah sakit, faktor-faktor yang mempengaruhi
besarnya biaya pengobatan PGK dan perbedaan antara biaya riil dengan tarif
INA-CBGs.

3.Alternatif Sesuai: Komparatif

4.Penjelasan Alternatif : Membandingkan rata-rata biaya riil pengobatan PGK dengan


hemodialisis per pasien per episode rawat inap dengan tindakan operatif dan non operatif

5.Perspektif : Perspektif rumah sakit.

6.Type Penelitian : Cost Analysis

7.Biaya Terkait : Biaya perawatan pasien PGK rawat inap dengan hemodialisis bervariasi,
tarif rumah sakit paling kecil Rp. 3.710.300,00 dan paling besar Rp. 79.457.651,00. Rata-rata
biaya perawatan pasien PGK rawat inap dengan hemodialisis dengan tindakan operatif yaitu
sebesar Rp. 23.732.520,02 ± Rp. 19.142.379,09 per episode rawat inap. Biaya rata-rata
perawatan pasien PGK rawat inap dengan hemodialisis nonoperatif sebesar Rp.
12.800.910,61 ± Rp.6.409.290,00 per episode rawat inap.

8.Outcame Relavan : Memperbaiki kualitas hidup pasien PGK karena HD bertujuan untuk
membuang zat sisa metabolism, kelebihan air, mengembalikan kadar elektrolit dan
mempertahankan sistem buffer.

9.Penyesuaian/Discouting : Tidak ada

10.Asumsi Bisa DipertanggungJawabkan : Dari penelitian ini diketahui bahwa pengobatan


PGK dengan hemodialisis per pasien per episode rawat inap dengan tindakan operatif lebih
mahal daripada dan non operatif. Faktor yang mempengaruhi biaya pengobatan pasien ginjal
kronik rawat inap dengan hemodialisis adalah komorbid, frekuensi HD dan LOS. Jadi
semakin tinggi angka kejadian faktor maka semakin besar pula biaya yang dikeluarkan oleh
pasien.
11.Analisis Sensitivitas : Menggunakan analisis uji korelasi Spearman dan uji one sample t –
test,

12.Keterbatasan Penelitian : Tidak ada

13.Apakah bisa diekstrapolasikan : -

14.Kesimpulan : Rata-rata biaya riil pengobatan PGK dengan hemodialisa operatif memiliki
biaya yang lebih tinggi daripada pengobatan PGK dengan hemodialisa non operatif.
Komponen biaya terbesar pada kelompok operatif adalah biaya tindakan medis operatif
sebesar 29,39% dari total biaya dan pada kelompok non operatif biaya yang terbesar pada
biaya pelayanan penunjang medis sebesar 27,12% dari total biaya.