Anda di halaman 1dari 1

WEB OF CAUSATION (WOC)

ASKEP ANAK DENGAN DIARE

Menurut Simadibrata (2006), diare dapat diklasifikasikan


Diare adalah buang air besar dengan berdasarkan :
konsistensi lembek atau cair, bahkan dapat 1. Lama waktu diare
berupa air saja dengan frekuensi lebih sering Klasifikasi a. Diare akut, yaitu diare yang berlangsung kurang dari 15
hari
dari biasanya (tiga kali atau lebih) dalam
b. Diare kronik adalah diare yang berlangsung lebih dari 15
satu hari (Depkes RI 2011). hari
2. Mekanisme patofisiologi
a. Sekresi cairan dan elektrolit meninggi.
ETIOLOGI b. Malabsorbsi asam empedu.
c. Gangguan permeabilitas usus.
d. Infeksi dinding usus, dll.
Keracunan Zat 3. Penyakit infektif atau noninfektif.
Invasi Bakteri Invasi Virus Lain (Makanan)

Dehidrasi Hiponatremia Demam


Komplikasi
Sekretorik Osmotik Peningkatan Penururan
Hipernatremia Hipokalemia
Maldigesti, Motilitas Motilitas
Penurunan tidak dapat Penurunan Kerusakan pada
Penyerapan, waktu transit Neuromuskular
menyerap.
peningkatan sehingga dapat
makanan.
sekresi dan Mekanisme/ Pemeriksaan Penunjang
mnyebabkan
transport Patofisiologi
Penurunan pertumbuhan
elektron. Invasi Mukosa
Area bakteri makin
Peradangan,
permukaan cepat.
penurunan
Penurunan reabsorpsi kolon,
kapasitas Pemeriksaan Penunjang
dan peningkatan Laboratorium
fungsional. motalitas. 1. Faeces lengkap
2. Pemeriksaan Asam Basa
3. Pemeriksaan kadar ureum kreatinin
4. Serum elektrolit (Na, K, Ca dan Fosfor)
Pemeriksaan intubasi duodenum
Pemeriksaan Radiologi
Penatalaksanaan

Pengkajian :
Prinsip dari penatalaksanaan diare 1. Riwayat Kesehatan
Prinsip dari tatalaksana diare pada balita adalah LINTAS DIARE, yang 2. Pengkajian Fisik
didukung oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dengan rekomendasi 3. Px Eliminasi
WHO. 4. Px Nutrisi dan Cairan
1. Rehidrasi menggunakan oralit osmolaritas rendah Elektrolit
2. Zinc selama 10 hari berturut-turut 5. Hasil Lab
3. Pemberian ASI dan makanan
4. Pemberian antibiotik sesuai indikasi
5. Nasihat pada ibu/ pengasuh anak

Diagnosa Keperawatan
1. Kekurangan volume cairan (Hipovolemi) b/d kehilangan berlebihan
melalui feses dan muntah serta intake terbatas (mual).
2. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh (Defisit nutrisi) b/d
gangguan absorbsi nutrien dan peningkatan peristaltik usus.
3. Nyeri (akut) b/d hiperperistaltik, iritasi fisura perirektal.

DX. Kekurangan volume cairan b/d


kehilangan berlebihan melalui feses dan
muntah serta intake terbatas (mual).
Intervensi : DX.Nyeri (akut) b/d hiperperistaltik, iritasi
1. Pantau tanda dan gejala kekurangan fisura perirektal.
DX.Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b/d
cairan (dehidrasi) Intervensi :
gangguan absorbsi nutrien dan peningkatan peristaltik usus.
2. Pantau intake dan out put 1. Kaji keluhan nyeri (skala 1-10), perubahan
Intrvensi :
3. Timbang BB setiap hari karakteristik nyeri, petunjuk verbal dan
1. Diskusikan dan jelaskan tentang pembatasan diet (makanan yang
non verbal
Penatalaksanaan rehidrasi : berserat tinggi, berlemak dan air panas atau dingin)
2. Atur posisi yang nyaman bagi klien,
4. Anjurkan keluarga bersama klien untuk 2. Timbang BB setiap hari
misalnya dengan lutut fleksi.
meinum yang banyak (LGG, oralit atau 3. Ciptakan lingkungan yang menyenagkan selama waktu makan
3. Lakukan aktivitas pengalihan untuk
pedyalit 10 cc/kg BB/mencret dan bantu sesuai dengan kebutuhan.
memberikan rasa nyaman seperti masase
4. Diskusikan dan jelaskan tentang pentingnya makanan yang
5. Pemberian cairan parenteral (IV line) punggung dan kompres hangat abdomen
sesuai dengan kesehatan dan peningkatan daya tahan tubuh.
sesuai dengan umur dan penyulit Kolaborasi : Dietetik
4. Bersihkan area anorektal dengan sabun
(penyakit penyerta) ringan dan airsetelah defekasi dan berikan
5. anak , 1 tahun/> 1 tahun dengan BB < 7 kg diberi susu (ASI atau
Kolaborasi : perawatan kulit
formula rendah laktosa), makan setengah padat/makanan padat.
6. Pemeriksaan serum elektrolit (Na, K dan 5. Kolaborasi pemberian obat analgetika dan
6. Umur > 1 tahun dengan BB > 7 kg diberi makan susu/cair dan
Ca serta BUN) atau antikolinergik sesuai indikasi
padat
7. Obat-obatan (antisekresi, antispasmolitik 7. Rehidrasi parenteral (IV line)
dan antibiotik) 8. Supporatif (pemberian vitamin A)