Anda di halaman 1dari 17

LAPORAN KEGIATAN KEPANITRAAN KLINIK SENIOR

FAMILY MEDICINE DI UPTD PUSKESMAS BANDA


RAYA KOTA BANDA ACEH
PERIODE 17 APRIL – 29 APRIL 2017

Diajukan sebagai Tugas Dalam Menyelesaikan Kegiatan Kepanitraan Senior di


Bagian/SMF Ilmu Kedokteran Keluarga Fakultas Kedokteran Unsyiah
Puskesmas Batoh
Oleh:

Amwalina Azka NIM : 1407101030284


Asifa Fahmiza Hrp NIM : 1407101030379
Achmad Juanda NIM : 1407101030361
Novita Nurul K NIM : 1307101030262
Muniati Syahadah NIM : 1407101030315
Rahayu Irmayani NIM : 1407101030231

Pembimbing :

dr. Suriatu Laila, M.Kes


NIP. 196710102000032005
dr. Sri Wahyuni
NIP. 19770801 201001 2 008
dr. Dian Wahyuni
NIK. Peg. 800/SPK/1660/2015
dr. Niki Febronika
NIP.19820225 201409 2 001

BAGIAN/SMF FAMILY MEDICINE


FAKULTAS KEDOKTERAN UNSYIAH/RSUDZA
BANDA ACEH
2017

i
LEMBARAN PENGESAHAN

LAPORAN KEGIATAN KEPANITRAAN KLINIK SENIOR


FAMILY MEDICINE DI UPTD PUSKESMAS BANDA RAYA
KOTA BANDA ACEH PERIODE 17 APRIL – 29 APRIL 2017

Diajukan sebagai Tugas Dalam Menyelesaikan Kegiatan Kepanitraan Senior di


Bagian/SMF Ilmu Kedokteran Keluarga Fakultas Kedokteran Unsyiah
Puskesmas Batoh
Banda Aceh

Disahkan Oleh :
Dokter Pembimbing I Dokter Pembimbing II Dokter Pembimbing III

dr. Sri Wahyuni dr. Dian Wahyuni dr. Niki Febronika


NIP. 19770801 201001 2008 NIK. Peg.800/SPK/1660/2015 NIP.19820225 201409 2 001

dr. Dian Wahyuni


dr. Niki Febronika NIP. Peg.800/SPK/1660/2015
Disetujui oleh
Kepala UPTD Puskesmas Banda Raya

dr. Suriatu Laila, M.Kes


NIP. 19671010 200003 2 005

Mengetahui
Kepala Bagian Family Medicine
FK UNSYIAH

Rina Suryani Oktari, S.Kep, M.Si


NIP. 19831012 201404 2 001

ii
KATA PENGANTAR

Puji syukur ke hadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan
karuniaNya sehingga tim penulis dapat menyelesaikan Laporan Pelayanan
Kesehatan di Puskesmas Banda Raya periode 6 Maret – 18 Maret 2017. Sholawat
dan salam penulis haturkan kepada Nabi Muhammad SAW yang telah membawa
kita dari zaman jahiliyah ke zaman Islamiyah juga kepada sahabat dan keluarga
beliau.
Penulis berterima kasih kepada kepala UPTD Puskesmas Banda Raya dr.
Suriatu Laila, M.Kes, dokter pembimbing dr. Sri Wahyuni dan dr. Dian Wahyuni,
beserta seluruh staf yang telah banyak membimbing kami mulai dari pelaksanaan
tugas hingga pembuatan laporan ini, juga kepada teman sejawat dokter muda yang
telah turut memberikan kontribusinya sehingga semua tugas dapat dilaksanakan
dengan baik.
Penulis menyadari banyak kekurangan yang ada pada tulisan ini, sehingga
penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun demi kesempurnaan dan
perbaikan dimasa yang akan datang.

Banda Aceh, April 2017

iii
LAMPIRAN I
PROMOSI KESEHATAN

iv
LAPORAN KEGIATAN PROMOSI KESEHATAN
PENYULUHAN KESEHATAN MENGENAI GIZI SEIMBANG PADA
ANAK SEKOLAH DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BANDA RAYA –
BANDA ACEH

1.1 LATAR BELAKANG


Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2007,
prevalensi nasional Anak Usia Sekolah (6-14 tahun) Kurus (laki-laki) adalah
13,3% sedangkan prevalensi nasional Anak Usia Sekolah Kurus (perempuan)
adalah 10,9%. Selain masalah anak kurus, terdapat masalah anak gemuk yaitu
Anak Usia sekolah gemuk (Laki-laki) adalah 9,5% sedangkan prevalensi anak
usia sekolah gemuk (Perempuan) adalah 6,4%. Masalah gizi kurang pada anak
usia sekolah ini dapat merupakan akibat dari tingginya angka bayi dengan berat
badan lahir rendah (BBLR) dan kurang gizi pada masa balita serta tidak adanya
pencapaian perbaikan pertumbuhan. Di lain pihak, masalah gizi lebih pada anak
usia sekolah merupakan akibat dari ketidakseimbangan antara asupan energi yang
melebihi energi yang digunakan.
Status gizi dipengaruhi asupan gizi makronutrien dan mikronutrien yang
seimbang. Tiga faktor yang mempengaruhi kejadian gizi buruk secara langsung
yaitu anak tidak cukup mendapat makanan yang bergizi seimbang, anak tidak
mendapat gizi yang memadai dan anak mungkin menderita penyakit infeksi.
Akibat gizi yang kurang adalah dapat terjadinya gangguan pada proses
perttumbuhna, produksi tenaga, pertahanan tubuh, gangguan struktur dan fungsi
otak serta gangguan perilaku.
Permasalahan gizi pada anak sekolah dasar (SD) saat ini masih banyak
terjadi. Di satu sisi masih banyak anak SD yang mengalami masalah gizi kurang,
namun di sisi lain semakin banyak anak SD yang mengalami gizi lebih. Masalah
gizi ini akan menimbulkan berbagai dampak bagi anak, baik pada saat ini maupun
pada masa depan. Sekolah merupakan institusi yang potensial sebagai tempat
penyelenggaraan peningkatan gizi anak. Anak menghabiskan sebagian besar
waktunya di sekolah. Selain itu, sekolah juga merupakan tempat anak
mendapatkan pendidikan sekaligus membentuk perilaku anak. Upaya peningkatan

v
gizi yang dilakukan di SD dapat menjadi upaya dini untuk mencapai kesehatan
yang optimal di masa depan.

1.2 TEMPAT/WAKTU KEGIATAN/PESERTA


a. Tempat : SD Negeri 67 Percontohan Banda Aceh
b. Waktu Kegiatan : Sabtu, 22 April 2013
c. Peserta : Murid kelas 4,5,6 SD
d. Pelaksana :Dokter Muda Family Medicine Fakultas Kedokeran
Unsyiah

1.3 METODE PENYULUHAN


Penyuluhan dilakukan kepada murid kelas 4,5 dan 6 SD yang
dikumpulkan didalam ruang pertemuan sekolah dasar. Peserta merupakan dokter
kecil yang ada di Sekolah 67 Percontohan Banda Aceh.
Kegiatan Penyuluhan :
No Waktu KegiatanPenyuluhan Respon Media
1. Pembukaan  Memperkenalkan  murid memahami
(5 menit)
diri maksud dan tujuan
 Menyampaikan
tujuan penyuluhan
2. Pelaksanaan  Menyampaikan  Mendengarkan slide
(25 menit)
materi gizi anak materi penyuluhan
sekolah yang di sampaikan
 Sesi tanya jawab  Murid-murid
memperhatikan
jalannya
penyuluhan.
3. Penutup  Menyimpulkan dan  Murid-murid
rencana tindak mampu menjawab
lanjut, evaluasi pertanyaan yang
dengan memberikan diajukan dan
penyuluhan PHBS bertanya.

vi
1.4 MATERI PENYULUHAN GIZI SEIMBANG PADA ANAK
SEKOLAH
1.4.1 Definisi Gizi Seimbang
Gizi seimbang adalah susunan makanan sehari-hari yang
mengandung zat-zat gizi dalam jenis dan jumlah yang sesuai dengan
kebutuhan tubuh dengan memperhatikan prinsip keanekaragaman atau variasi
makanan, aktivitas fisik, kebersihan dan berat badan ideal. Gizi seimbang di
Indonesia divisualisasikan dalam bentuk tumpeng gizi seimbang (TGS)
yang sesuai dengan budaya Indonesia. TGS dirancang untuk membantu
setiap orang memilih makanan dengan jenis dan jumlah yang tepat sesuai
dengan berbagai kebutuhan menurut usia (bayi, balita, remaja, dewasa dan
usia lanjut) dan sesuai keadaan kesehatan (hamil, menyusui, aktivitas fisik,
sakit).

TGS terdiri dari beberapa potongan tumpeng, yaitu:


- 1 potongan besar yang merupakan golongan makanan karbohidrat.
- 2 potongan sedang dan 2 potongan kecil yang merupakan golongan
sayuran dan buah.
- 2 potongan kecil diatasnya yang merupakan golongan protein hewani
dan nabati.

vii
- 1 potongan terkecil di puncak, yaitu gula, garam dan minyak yang
dikonsumsi seperlunya.
- Potongan TGS juga dilapisi dengan air putih yang idealnya dikonsumsi
2 liter atau 8 gelas sehari.
- Luasnya potongan TGS ini menunjukkan porsi konsumsi setiap
orang per hari. Karbohidrat dikonsumsi 3 - 8 porsi, sayuran 3 - 5 porsi
sedikit lebih besar dari buah, buah 2-3 porsi, serta protein hewani dan
nabati 2 - 3 porsi.
- Konsumsi ini dibagi untuk makan pagi, siang dan malam.
Kombinasi makanan per harinya perlu dilakukan.
- Dibagian bawah TGS terdapat prinsip gizi seimbang lainnya, yaitu
pola hidup aktif dengan berolahraga, perilaku hidup bersih dan pantau
berat badan.

1.4.2 Gizi Seimbang pada Anak Sekolah


Sekolah adalah lembaga organisasi yang tersusun rapih dengan kurikulum
yang mengatur dan merencanakan segala aktifitasnya. Sekolah merupakan tempat
diselenggarakannya proses belajar mengajar secara formal dimana terjadi
transformasi ilmu pengetahuan dari para guru atau pengajar kepada anak
didiknya. Selain memegang peranan penting dalam pendidikan, sekolah
memegang peranan pada perkembangan jiwa anak sehingga sekolah juga
memiliki fungsi dalam pembentukan pribadi anak.
Anak usia sekolah adalah investasi bangsa karena mereka adalah generasi
penerus bangsa. Kualitas bangsa di masa depan ditentukan oleh kualitas anak-
anak saat ini sehingga perlu dilakukan upaya peningkatan kualitas sumber daya
manusia sejak dini secara sistematis dan berkesinambungan. Tumbuh
kembangnya anak usia sekolah yang optimal tergantung pada pemberian nutrisi
dengan kualitas serta kuantítas yang baik dan benar. Dalam masa tumbuh
kembang tersebut, pemberian nutrisi atau asupan makanan pada anak tidak selalu
dapat dilaksanakan dengan sempurna. Salah satu masalah yang sering terjadi
adalah pemberian makanan tidak benar yang mengakibatkan gangguan pada
banyak organ dan sistem tubuh anak. Selain itu, foodborne diseases atau

viii
penyakit bawaan makanan juga menjadi masalah kesehatan masyarakat yang
utama di banyak negara.

1.4.3 Pemberian Nutrisi yang Baik dan Benar pada Anak Sekolah
Untuk memberikan makanan yang baik dan benar pada anak usia
sekolah harus melibatkan banyak aspek, seperti ekonomi, sosial, budaya,
agama dan aspek medik dari anak itu sendiri. Makanan pada anak usia
sekolah harus serasi, selaras dan seimbang. Serasi artinya sesuai dengan tingkat
tumbuh kembang anak. Selaras artinya sesuai dengan kondisi ekonomi, sosial
budaya serta agama dari keluarga, sedangkan seimbang artinya nilai gizinya
harus sesuai dengan kebutuhan berdasarkan usia dan jenis bahan makanan
seperti kabohidrat, protein dan lemak.
Karena besarnya variasi kebutuhan makanan pada masing-masing anak
maka dalam memberikan nasehat makanan pada anak tidak boleh terlalu
kaku. Pemberian makanan pada anak tidak boleh dilakukan dengan
kekerasan, tetapi dengan cara persuasif dan monitoring terhadap tumbuh
kembangnya. Pemberian makan yang baik harus sesuai dengan jumlah, jenis
dan jadwal pada umur anak tertentu. Ketiga hal tersebut harus terpenuhi sesuai
usia anak secara keseluruhan, bukan hanya mengutamakan jenis tapi melupakan
jumlahnya ataupun sebaliknya dengan memberikan jumlah yang cukup tapi
jenisnya tidak sesuai untuk anak. Pada usia sekolah, asupan makanan sudah
harus dibagi sesuai dengan jenis kelaminnya mengingat kebutuhan mereka
yang berbeda. Anak laki-laki lebih banyak melakukan aktivitas fisik
memerlukan kalori yang lebih banyak dibandingkan anak perempuan. Selain
itu, pada usia sekolah biasanya anak perempuan sudah mengalami masa haid
sehingga memerlukan lebih banyak protein dan zat besi dari usia sebelumnya.
Sarapan pagi bagi anak sekolah sangatlah penting karena waktu sekolah
penuh dengan aktifitas yang membutuhkan energy dan kalori yang cukup besar.
Sarapan pagi harus memenuhi kebutuhan kalori sebanyak ¼ kalori sehari.
Dengan mengkonsumsi 2 potong roti dan telur, satu porsi bubur ayam, satu
gelas susu dan buah, anak akan mendapatkan 300 kalori. Bila tidak sempat
sarapan pagi sebaiknya anak dibekali dengan makanan/snack yang berat (bergizi
lengkap dan seimbang), misalnya roti isi daging. Makan siang biasanya menu

ix
makanannya lebih bervariasi karena waktu tidak terbatas. Biasakan anak untuk
selalu makan makanan yang dimasak di rumah karena gizi dan kebersihan
makanan lebih terjamin. Makan malam merupakan saat makan yang
menyenangkan karena bisa berkumpul dengan keluarga. Hal itu dapat
mendorong keinginan anak untuk makan.

1.4.4 Bahaya Makan Jajanan


Pada umumnya kebiasaan anak yang sering menjadi masalah adalah
kebiasaan makan di kantin, warung, jajanan pinggir jalan di sekitar sekolah dan
memakan makanan cepat saji (fast food). Makanan jajanan yang dijual oleh
pedagang kaki lima atau dalam bahasa Inggris disebut street food menurut
Food and Agriculture Organization (FAO) didefisinikan sebagai makanan dan
minuman yang dipersiapkan dan dijual oleh pedagang kaki lima di
jalanan dan di tempat-tempat keramaian umum lain yang langsung dimakan
atau dikonsumsi tanpa pengolahan atau persiapan lebih lanjut. Jajanan kaki
lima dapat menjawab tantangan masyarakat terhadap makanan yang murah,
mudah, menarik dan bervariasi. Anak-anak sekolah umumnya setiap hari
menghabiskan ¼ waktunya di sekolah. Sebuah penelitian di Jakarta baru-baru
ini menemukan bahwa uang jajan anak sekolah rata-rata sekarang berkisar
antara Rp 2000 – Rp 4000 per hari. Bahkan ada yang mencapai Rp 7000.
Sekitar 5% anak-anak tersebut membawa bekal dari rumah. Berdasarkan hal
tersebut, anak sekolah di Jakarta lebih sering terpapar pada makanan jajanan
kaki lima dan mereka mempunyai kemampuan untuk membeli makanan
tersebut.
Penelitian lainnya menyatakan bahwa makanan pada jajanan kaki lima
menyumbang asupan energi bagi anak sekolah sebanyak 36%, protein 29% dan
zat besi 52%. Oleh karena itu, dapat dipahami peran penting makanan jajanan
kaki lima pada pertumbuhan dan prestasi belajar anak sekolah. Namun demikian,
keamanan jajanan tersebut baik dari segi mikrobiologis maupun kimiawi masih
dipertanyakan. Pada penelitian yang dilakukan di Bogor telah ditemukan
Salmonella paratyphi A di 25% - 50% sampel minuman yang dijual di kaki lima.
Penelitian lain yang dilakukan oleh suatu lembaga studi penelitian di daerah
Jakarta Timur mengungkapkan bahwa jenis jajanan yang sering dikonsumsi

x
oleh anak-anak di beberapa sekolah adalah lontong, otak-otak, tahu goreng,
mie bakso dengan saus, ketan uli, es sirop dan cilok. Berdasarkan uji
laboratorium, pada otak-otak dan bakso ditemukan kandungan borax, tahu goreng
dan mie kuning basah ditemukan formalin dan pada es sirop merah positif
mengandung rhodamin B. Selain cemaran mikrobiologis, cemaran kimiawi
yang umum ditemukan pada makanan jajanan kaki lima adalah penggunaan
bahan tambahan pangan (BTP) ilegal, seperti borax (pengempal yang
mengandung logam berat Boron), formalin (pengawet yang digunakan untuk
mayat), rhodamin B (pewarna merah pada tekstil) dan methanil yellow (pewarna
kuning pada tekstil). Bahan-bahan ini dapat terakumulasi pada tubuh manusia dan
bersifat karsinogenik yang dalam jangka panjang dapat menyebabkan penyakit-
penyakit, seperti antara lain kanker dan tumor pada organ tubuh manusia.
Belakangan juga terungkap bahwa reaksi simpang makanan tertentu ternyata
dapat mempengaruhi fungsi otak termasuk gangguan perilaku pada anak sekolah.
Gangguan perilaku tersebut meliputi gangguan tidur, gangguan konsentrasi,
gangguan emosi, hiperaktif dan memperberat gejala pada penderita autism.
Pengaruh jangka pendek penggunaan BTP ini menimbulkan gelaja-gejala yang
sangat umum seperti pusing, mual, muntah, diare atau bahkan kesulitan buang
air besar. Joint Expert Committee on Food Additives (JECFA) dari World
Health Organization (WHO) yang mengatur dan mengevaluasi standar BTP
melarang penggunaan bahan kimia tersebut pada makanan. Standar ini juga
diadopsi oleh Badan POM dan Departemen Kesehatan RI melalui Peraturan
Menkes no. 722/Menkes/Per/IX/1998.
Hasil wawancara dengan PKL menunjukkan bahwa mereka tidak tahu
adanya BTP ilegal pada bahan baku jajanan yang mereka jual. BTP ilegal
menjadi primadona bahan tambahan di jajanan kaki lima karena harganya murah,
dapat memberikan penampilan makanan yang menarik (misalnya warnanya
sangat cerah sehingga menarik perhatian anak-anak) dan mudah didapat.
Makanan yang dijajakan oleh PKL juga umumnya tidak dipersiapkan secara baik
dan bersih. Mereka kurang mempunyai akses terhadap air bersih serta fasilitas
cuci dan buang sampah. Terjadinya penyakit bawaan makanan pada jajanan kaki
lima dapat berupa kontaminasi dari bahan baku, penjamah makanan yang tidak

xi
sehat, peralatan yang kurang bersih serta waktu dan temperatur penyimpanan
makanan yang tidak tepat sehingga dapat merubah komposisi makanan.

1.4.5 Tanya jawab dengan peserta


1. Sebutkan tiga jenis sayuran atau buah yang baik untuk dikonsumsi oleh anak
sekolah beserta dengan fungsinya!
Jawab: Pada anak usia sekolah penting untuk mengkonsumsi berbagai macam
sayur dan buah, seperti bayam, buncis dan wortel. Sayur bayam dapat
meningkatkan daya ingat sehingga membantu proses belajar, sayur buncis dapat
meningkatkan daya tahan tubuh sehingga tubuh menjadi sehat dan tidak rentan
terhadap penyakit serta buah wortel yang dapat menyehatkan mata karena banyak
mengandung vitamin.

2. Apa manfaat dari mengkonsumsi makanan yang sehat dan bergizi seimbang?
Jawab: Makanan yang sehat mengandung karbohidrat, protein, lemak, mineral dan
vitamin. Makanan bergizi seimbang mengandung zat-zat gizi dalam jenis dan
jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh sehingga menjamin tubuh menjadi
lebih sehat. Manfaat dari mengkonsumsi makanan yang sehat dan bergizi
seimbang adalah meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit,
memperlancar proses pencernaan makanan, membentuk berat badan ideal,
meningkatkan daya ingat dan membantu proses tumbuh kembang yang optimal.

3. Apa saja tanda-tanda anak sekolah yang kurang asupan gizi?


Jawab: Anak sekolah yang kurang asupan gizi dapat menunjukkan gejala, seperti
badan lemas setiap hari, kurang aktif, kurang pandai, daya tangkap rendah, selalu
tertinggal dalam proses belajar, paling pendek diantara teman-teman seusianya,
tidak produktif dan sering sakit akibat kekebalan tubuh berkurang.

1.4 KESIMPULAN
Tumbuh kembangnya anak usia sekolah yang optimal tergantung pada
pemberian nutrisi dengan kualitas serta kuantítas yang baik dan benar. Untuk
memberikan makanan yang baik dan benar pada anak usia sekolah harus
melibatkan banyak aspek, seperti ekonomi, sosial, budaya, agama dan aspek

xii
medik dari anak itu sendiri. Makanan pada anak usia sekolah juga harus serasi,
selaras dan seimbang. Manfaat dari mengkonsumsi makanan yang sehat dan
bergizi seimbang adalah meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit,
memperlancar proses pencernaan makanan, membentuk berat badan ideal,
meningkatkan daya ingat dan membantu proses tumbuh kembang yang optimal.
Gizi merupakan kebutuhan yang penting untuk anak sekolah dasar.
Kebutuhan gizi yang tidak terpenuhi dengan cukup, baik kelebihan maupun
kekurangan gizi, akan menimbulkan dampak yang tidak baik. Masalah gizi lebih
dan gizi kurang tidak hanya menimbulkan dampak untuk saat ini, tapi juga
mempengaruhi masa depan anak. Oleh karena itu, memantau status gizi anak dan
mengetahui masalah gizi yang terjadi merupakan hal yang penting.
Sekolah mempunyai peran dalam meningkatkan status gizi anak karena
sebagian waktu anak dihabiskan di sekolah. Berbagai upaya peningkatan status
gizi dapat dilakukan di sekolah. Kegiatan yang dapat dilakukan di sekolah antara
lain melalui edukasi gizi, peningkatan aktivitas fisik, serta penyelenggaraan kantin
sehat.

DOKUMENTASI PENYULUHAN OUTDOOR

xiii
xiv
xv
Disahkan Oleh :
Dokter Pembimbing I Dokter Pembimbing II Dokter Pembimbing III

dr. Sri Wahyuni dr. Dian Wahyuni dr. Niki Febronika


NIP. 19770801 201001 2008 NIK. Peg.800/SPK/1660/2015 NIP.19820225 201409 2 001

dr. Dian Wahyuni


dr. Niki Febronika NIP. Peg.800/SPK/1660/2015
Disetujui oleh
Kepala UPTD Puskesmas Banda Raya

dr. Suriatu Laila, M.Kes


NIP. 19671010 200003 2 005

Mengetahui
Kepala Bagian Family Medicine
FK UNSYIAH
xvi

Rina Suryani Oktari, S.Kep, M.Si


NIP. 19831012 201404 2 001
xvii