Anda di halaman 1dari 3

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Cardiac arrest adalah kematian yang terjadi sebagai akibat dari
hilangnya fungsi jantung secara mendadak. Keadaan ini termasuk
permasalahan kesehatan yang besar dan mengenaskan karena dapat menyerang
secara tiba-tiba serta terjadi pada usia tua maupun muda. Keadaan henti jantung
mendadak bisa saja terjadi pada seseorang dengan ataupun tanpa penyakit
jantung sebelumnya.
Cardiac Arrest dapat juga diartiakan sebagai penghentian normal
sirkulasi dari darah akibat kegagalan jantung untuk berkontraksi secara
efektif,dan jika hal ini tak terduga dapat disebut serangan jantung mendadak
serta dapat pula dijelaskan dengan suatu keadaan darurat medis dengan tidak
ada atau tidak adekuatnya kontraksi ventrikel kiri jantung yang dengan seketika
menyebabkan kegagalan sirkulasi.
WHO (2008) menerangkan bahwa penyakit jantung, bersama-sama
dengan penyakit infeksi dan kanker masih tetap mendominasi peringkat teratas
penyebab utama kematian di dunia. Serangan jantung dan problem seputarnya
masih menjadi pembunuh nomor satu dengan raihan 29 % kematian global
setiap tahun. Kerjasama dengan Health Sciences Authority, National Heart
Centre Singapore melakukan studi pada 229 kematin mendadak tidak
diharapkan pada orang berusia 18-60 tahun di tahun 2003. Di samping fakta
bahwa studi ini didasarkan pada tahun tersebut, penemuannya mengejutkan.
Studi menemukan bahwa 0,6 orang Singapura dibawah 60 tahun
menjadi korban SCD setiap harinya dan bahwa 91% orang meninggal karena
serangan jantung mendadak adalah pria. Sebagai tambahan, studi menemukan
bahwa walau lebih dari setengah orang Cina mengalami serangan jantung pada
mendadak tahun 2003 (53,2%), persentase orang yang meninggal juga Melayu
(16,4%) dan India (14%). Studi juga menemukan bahwa umur rata-rata pria
yang meninggal dari SCD tahun 2003 adalah 46 ±9 tahun dan 49 ±9 tahun untuk
wanita. Penemuan penting dari studi ini adalah bahwa 81% kematian SCD
disebabkan oleh penyakit jantung koroner (yaitu penutupan arteri darah),
dengan hampir setengah pasien tanpa mempertimbangkan usia memiliki tripel
penyakit pembuluh darah sebelum meninggal karena SCD.
Sedangkan menurut data dari American Heart Association(AHA) tahun
2002, setiap dua menit ada satu orang yang meninggal karena Henti jantung
mendadak cardiac arrest. Di Amerika Serikat sendiri, setiap tahunnya ada lebih
dari 250.000kematian yang disebabkan cardiac arrest ini. Pada tahun 2008
angka ini meningkat, rata-rata 310.000 orang/ tahun baik yang di departemen
gawat darurat maupun diluar rumah sakit mengalami cardiac arrest atau sudden
cardiac death. Sekitar 375.000-750.000 orang telah diresusitasi setiap tahun dan
40% dari yang telah di resusitasi akan mengalami sirkulasi spontan. Untuk
kejadian cardiac arrrest diluar rumah sakit meningkat dengan 166.200 orang
pasien setiap tahunnya. Dan angka itu bertahan setelah angka resusitasi masih
rendah dan mayoriata yang masih hidup akan memiliki hasil neurologis yang
buruk.
Pakar jantung dari pusat jantung nasional Harapan Kita (PJNHK)
dr.Daniel P.L.Tobing Sp.JP mengatakan keadaan di Indonesia pun tidak jauh
berbeda dalam satu hari pasien cardiac arrest yang dilarikan ke PJNHK
mencapai 3-5 orang. Itu belum termasuk di Rumah Sakit lain di Jakarta ataupun
di daerah lain.
Oleh karena studi kasus tersebut, penulis tertarik membahas tentang
penyakit cardiac arrest, agar seorang mahsiswa keperawatan dapat memberikan
asuhan keperawatan yang digunakan dalam rangkaian pencegahan dan
penanganan terhadap klien dengan penyakit cardiac arrest.

B. TUJUAN PENULISAN
a. Tujuan Umun
Mahasiswa diharapkan mampu mengaplikasikan konsep asuhan
keperawatan anak pada klien dengan Cardiac Arrest.
b. Tujuan Khusus
Mahasiwa mampu memahami asuhan keperawatan anak pada klien dengan
febris (demam), selain itu :
1. Untuk mengetahui apa pengertian dari Cardiac Arrest.
2. Untuk mengetahui bagaimana perjalanan penyakit dari Cardiac Arrest.
3. Untuk mengetahui manifestasi klinis yang terjadi pada penderita
Cardiac Arrest.
4. Untuk mengetahui apa saja komplikasi yang ditimbulkan dari Cardiac
Arrest.
5. Untuk mengetahui bagaimana cara mengetahui ada tidaknya Cardiac
Arrest dengan dilakukannya test diagnostik.
6. Untuk mengetahui bagaimana penatalaksanaan medik yang diberikan
pada klien dengan Cardiac Arrest.
7. Untuk mengetahui bagaimana asuhan keperawatan kegawat daruratan
yang diberikan pada klien dengan Cardiac Arrest.
C. METODE PENULISAN
Makalah ini dibuat dengan menggunakan buku-buku referensi, studi kasus
ruangan serta proses konsultasi kepada dosem pembimbing dan PPB.

D. SISTEMATIKA PENULISAN
Makalai ini disusun dalam 5 BAB, yang terdiri dari :
BAB I : PENDAHULUAN, yang terdiri dari Latar Belakang, Tujuan Umum,
Tujuan Khusus, Metode Penulisan, dan Sistematika Penulisan. BAB II :
TINJAUAN TEORITIS, yang terdiri dari Anatomi dan Fisiologi, Pengertian,
Etiologi, Klasifikasi, Perjalanan Penyakir, Manifestasi Klinis, Komplikasi, Tes
Diagnostik, Penatalaksanaan Medik, Pengkajian, Diagnosa Keperawatan,
Intervensi Keperawatan, Perencanaa dan Evaluasi. Lalu BAB III : TINJAUAN
KASUS , yang berisi asuhan keperawatan yang dilakukan selama 2 hari ujian
kasus. BAB IV : PEMBAHASAN, yang berisi mengenai kesamaan dan
penyimpangan atau perbedaaan antara teori (BAB II) dan kasus (BAB III) dan
mengemukakan analisisnya mengapa perbedaan tersebut terjadi berdasarkan
teori. Laporan kasus ini diakhiri dengan BAB V : PENUTUP, yang berisi dari
kesimpulan dan saran.
.