Anda di halaman 1dari 16

Minggu 11 dan 12 : Analisis Pendapatan

Nasional untuk Perekonomian tertutup


Sederhana dan pertumbuhan Ekonomi
Pendapatan Nasional dengan Perekonomian Tertutup Sederhana Dua Sektor

Pendapatan Nasional dengan Perekonomian Tertutup Sederhana Dua Sektor adalah Produk
Nasional Neto dikurangi pajak tak langsung ditambah subsidi . Jumlah inilah yang diterima
faktor produksi yang dimiliki penduduk suatu negara . Pendapatan Nasional dengan
Perekonomian Tertutup Sederhana Dua Sektor merupakan penjumlahan dari lima hal , yaitu
a. Upah atau gaji yang diterima buruh atau karyawan
b. Pendapatan dari seseorang yang melakukan bisnis individu (bukan perusahaan)
c. Keuntungan perusahaan
d. Pendapatan bunga selisih dari perusahaan
e. Pendapatan sewa

Model anlalisis dengan variabel investasi dan tabungan

Model Analisis dengan variabel investasi tabungan adalah pengeluaran yang akan digunakan
untuk memproduksi barang dan jasa yang lebih banyak lagi , atau dengan kata lain
merupakan pengeluaran yang ditambahkan kepada komponen-komponen barang modal .

Tujuan dari pelaksanaan model analisis dengan variabel investasi tabungan ini adalah
mencari keuntungan di kemudian hari melalui pengoperasiaan mesin dan pabrik .

Analisis keuangan pemerintah biasanya mencakup 4 aspek sebagai berikut, yaitu :

1. Operasi keuangan pemerintah dalam hubungan dengan defisit / surplus anggaran dan
sumber-sumber pembiayaannya;
2. Dampak operasi keuangan pemerintah terhadap kegiatan sektor riil melalui
pengaruhnya terhadap Pengeluaran Konsumsi dan Pembentukan Modal Tetap
Domestik Bruto (PMTDB) pemerintah;
3. Dampak rupiah operasi keuangan pemerintah atau pengaruh operasi keuangan
pemerintah terhadap ekspansi bersih pada jumlah uang yang beredar;
4. Dampak Valuta Asing operasi keuangan pemerintah atau pengaruh operasi keuangan
pemerintah terhadap aliran devisa masuk bersih.

Terdapat sumber data untuk memperkirakan Investasi dan Tabungan Nasional, yaitu :

 data Produk Domestik Bruto atas dasar harga berlaku menurut penggunaan [lihat tabel
III dan III.1]
 Neraca Arus Dana yang digunakan oleh tim gabungan B.P.S., Bank Indonesia, dan
Departemen Keuangan.

Dalam menganalisis pertumbuhan Produk Domestik Bruto terlihat adanya kecenderungan


untuk lebih menggunakan data Produk Domestik Bruto menurut penggunaan. Kalau kita
menganggap bahwa perkiraan Investasi dan Tabungan Nasional Bruto yang dihasilkan oleh
Tim Gabungan B.P.S., Bank Indonesia, dan Departemen Keuangan lebih mendekati
kebenaran, maka seyogyanya data statistik Produk Domestik Bruto menurut penggunaan
yang dipublikasikan oleh B.P.S. perlu diperbaiki.

Hubungan antara pertumbuhan ekonomi, inflsi dan pengangguran

Salah Satu masalah jangka pendek dalam ekonomi yaitu inflasi, pengangguran dan neraca
pembayaran.

Inflasi (inflation) adalah gejala yang menunjukkan kenaikan tingkat harga umum yang
berlangsung terus menerus.

Ada tiga jenis inflasi yaitu:

1) inflasi tarikan permintaan (demand-pull inflation)

2) inflasi desakan biaya (cost-push inflation)

3) inflasi karena pengaruh impor (imported inflation).

Tingkat inflasi yang terjadi dalam suatu negara merupakan salah satu ukuran untuk mengukur
baik buruknya masalah ekonomi yang dihadapi suatu negara. Bagi negara yang
perekonomiannya baik, tingkat inflasi yang terjadi berkisar antara 2 sampai 4 persen per
tahun.

Tingkat inflasi yang berkisar antara 2 sampai 4 persen dikatakan tingkat inflasi yang rendah.
Selanjut tingkat inflasi yang berkisar antara 7 sampai 10 persen dikatakan inflasi yang tinggi.

Didasarkan pada fakta itulah A.W. Phillips mengamati hubungan antara tingkat inflasi dan
tingkat pengangguran. Dari hasil pengamatannya, ternyata ada hubungan yang erat antara
inflasi dengan tingkat pengangguran, dalam arti jika inflasi tinggi, maka pengangguran akan
rendah. Hasil pengamatan Phillips ini dikenal dengan kurva Phillip.

Kurva Philip
Masalah utama dan mendasar dalam ketenagakerjaan di Indonesia adalah masalah upah yang
rendah dan tingkat pengangguran yang tinggi. Hal tersebut disebabkan karena, pertambahan
tenaga kerja baru jauh lebih besar dibandingkan dengan pertumbuhan lapangan kerja yang
dapat disediakan setiap tahunnya.

Pertumbuhan tenaga kerja yang lebih besar dibandingkan dengan ketersediaan lapangan kerja
menimbulkan pengangguran yang tinggi. Pengangguran merupakan salah satu masalah utama
dalam jangka pendek yang selalu dihadapi setiap negara. Karena itu, setiap perekonomian
dan negara pasti menghadapi masalah pengangguran, yaitu pengangguran alamiah (natural
rate of unemployment).

Untuk menggambarkan kurva Phillips di Indonesia digunakan data tingkat inflasi tahunan
dan tingkat pengangguran yang ada. Data digunakan adalah data dari tahun 1980 hingga
tahun 2005. Berdasarkan hasil pengamatan dengan data yang ada, maka kurva Phillips untuk
Indonesia terlihat seperti gambar berikut :

Kurva Phillips untuk Indonesia


A.W. Phillips menggambarkan bagaimana sebaran hubungan antara inflasi dengan tingkat
pengangguran didasarkan pada asumsi bahwa inflasi merupakan cerminan dari adanya
kenaikan permintaan agregat. Dengan naiknya permintaan agre-gat, maka sesuai dengan teori
permintaan, jika permintaan naik maka harga akan naik. Dengan tingginya harga (inflasi)
maka untuk memenuhi permintaan tersebut produsen meningkatkan kapasitas produksinya
dengan menambah tenaga kerja (tenaga kerja merupakan satu-satunya input yang dapat
meningkatkan output). Akibat dari peningkatan permintaan tenaga kerja maka dengan
naiknya harga-harga (inflasi) maka, pengangguran berkurang.

Menggunakan pendekatan A.W.Phillips dengan menghubungkan antara pengangguran


dengan tingkat inflasi untuk kasus Indonesia kurang tepat. Hal ini didasarkan pada hasil
analisis tingkat pengangguran dan inflasi di Indonesia dari tahun 1980 hingga 2005, ternyata
secara statistik maupun grafis tidak ada pengaruh yang signifikan antara inflasi dengan
tingkat pengangguran.

Sumber :

http://www.endz4shared.co.cc/2010/05/pengertian-pendapatan-nasional.html

http://keketonly.blogspot.com/2010/05/tugas-teori-organisasi-umum-2-bab-10-14.html

Analisis Pendapatan Nasional untuk


Perekonomian Tertutup Sederhana dan
Pertumbuhan Ekonomi
Kamis, 8 Maret 2012disclamaboy

Pendahuluan

Alat ukur keberhasilan perekonomian suatu Negara adalah adanya peningkatan pendapatan
Negara tersebut.Alat ukur yang digunakan saat ini untuk menghitung jumlah kuantitatif
pendapatan suatu Negara adalah Produk Nasional Bruto / Gross National Poduct (GDP).GDP
sendiri lebih ditujukan untuk mengukur angka kemakmuran material masyarakat. Karena
menurut Adam Smith, kemakmuran suatu bangsa bukanlah diukur dari banyaknya logam
mulia/jumlah kekayaan yang dimiliki suatu Negara, tapi jumlah barang dan jasa yang
dihasilkan masyarakat dari Negara tersebut.

Dalam penghitungan pendapatan nasional, terdapat beberapa istilah :

– Produk Domestik Bruto/Gross Domestic Product (GDP)

– Produk Nasional Bruto/Gross National Product (GNP)

– Produk Nasional Netto/Net National Product (NNP)

– Pendapatan Nasional/National Income (NI)

Sebelum membahas pendapatan nasional untuk perekonomian tertutup sederhana dan


pertumbuhan ekonomi, akan didefinisikan terlebih dahulu tentang pendapatan nasional,
perekonomian tertutup sederhanaPendapatan, dan pertumbuhan ekonomi.

– Pendapatan nasional

nasional adalah keseluruhan jumlah barang dan jasa yang diproduksi oleh suatu Negara
dalam jangka waktu tertentu, biasanya dalam setahun.
– Perekonomian tertutup sederhana

Perekonomian tertutup sederhana merupakan perekonomian yang tidak adanya hubungan


dengan Negara lain dan tidak adanya campur tangan pemerintah, baik berupa pungutan pajak,
pembayaran transfer pemerintah ataupun yang berbentuk pengeluaran konsumsi. Dalam
perekonomian tertutup sederhana ini pengeluaran masyarakat seluruhnya pada tiap satuan
waktu, biasanya dalam setahun, dan akan terdiri dari pengeluaran untuk konsumsi rumah
tangga dan pengeluaran untuk investasi.

– Pertumbuhan ekonomi

Pertumbuhan ekonomi adalah proses dimana terjadi kenaikan pendapatan nasional. Definisi
pertumbuhan ekonomi yang lain adalah bahwa pertumbuhan ekonomi terjadi bila ada
kenaikan output perkapita. Pertumbuhan ekonomi menggambarkan kenaikan taraf hidup
diukur dengan output riil per orang.

Analisis Pendapatan Nasional dengan Perekonomian Tertutup Sederhana Dua Sektor

Dalam perekonomian tertutup sederhana.sektor yang terlibat adalah rumah tangga (pihak
konsumen) dan perusahaan atau pihak swasta (sebagai produsen) tanpa campur tangan
pemerintah baik berupa pungutan pajak, pembayaran transfer pemerintah ataupun yang
berbentuk pengeluaran konsumsidan tidak berhubungan dengan perekonomian internasional
baik ekspor maupun impor.

Terdapat dua model analisis perekonomian tertutup sederhana yaitusebagai berikut :

1. Model anlalisis dengan variabel investasi dan tabungan

Pada model ini, muncul dua aktifitas ekonomi yang baru yaitu, tabungan dan investasi.
Tabungan rumah tangga dianggap kebocoran dalam arus melingakar, karena dapat
mengurangi kemampuan dari pendapatan secara riil apabila digunakan untuk kegiatan lain
seperti konsumsi. Namun Tabungan tersebut tidaklah dianggap kebocoran apabila digunakan
sebagai investasi.Tabungan yang semula mengurangi pendapatan nasional, apabila digunakan
sebagai investasi dapat disebut injeksi, karena Investasi dapat menambah pendapatan
nasional.
Jika digambarkan kembali dalam arus melingkar seperti gambar diatas maka tidak jauh
berbeda, karena masih saling terkait satu sama lain.

Bagi rumah tangga, dalam berkonsumsi pihak ini tidak sepenuhnya menggunakan
penghasilan yang didapat untuk membeli barang dan jasa.Namun sebagian dari pendapatan
tersebut biasanya dipergunakan untuk investasi dan tabungan.

1.1. Tabungan

Menurut Undang-undang No 10 Tahun 1998 Tentang Perbankan, Tabungan adalah simpanan


yang penarikannya hanya dapat dilakukan menurut syarat tertentu yang disepakati, tetapi
tidak dapat ditarik dengan cek, bilyet giro, dan /atau alat lainnya yang dipersamakan dengan
itu. Dalam ekonomi makro, tabungan adalah pendapatan masyarakat yang tidak digunakan
untuk kegiatan konsumsi.

Kita dapat mengetahui hubungan tabungan dengan pendapatan nasional dengan


menggunakan fungsi tabungan.Fungsi tabungan adalah suatu fungsi yang menggambarkan
hubungan antara tingkat tabungan rumah tangga dan pendapatan nasional dalam
perekonomian.

S = -a + (1-b)Y
keterangan :
a = konsumsi rumah tangga secara nasional pada saat pendapatan nasional = 0
b = kecondongan konsumsi marginal (MPC)
C = tingkat konsumsi
S = tingkat tabungan
Y = tingkat pendapatan nasional.

Contoh kasus :

Keluarga pak Ahmad mempunyai penghasilan Rp. 7.000.000,00 sebulan, dengan pola
konsumsi yang dinyatakan dengan fungsi C = 1.000.000 + 0,80Y. Berdasarkan data tersebut,
hitunglah besarnya tabungan keluarga ibu Tutik.
Pembahasan :
Untuk mengetahui besarnya nilai tabungan (S) maka l a n g k a h pertama yang harus kita
lakukan adalah merubah fungsi konsumsi ke dalam f u n g s i tabungan kemudian
memasukan n i l a i pendapatan (Y) ke dalam fungsi tabungan.

C = 1.500.000 + 0,80Y
maka fungsi tabungannya adalah :
S = -a + (1-MPC)Y

S = – 1.500.000 + (1-0,80)Y
S = – 1.000.000 + 0,20Y
Untuk mencari besarnya tabungan (S) ibu tutik maka kita masukan nila Y kedalam fungsi
tabungan :
S = -1.000.000 + 0,20(8.000.000)
S = -1.500.000 + 1.600.000
S = 100.000

Jadi besarnya Tabungan keluarga ibu Tutik adalah Rp.900.000,00

1.2. Investasi

Investasi yang lazim disebut sebagai penanaman modal merupakan pengeluaran perusahaan
untuk membeli barang-barang dan perlengkapan-perlengkapan produksi untuk menambah
kemampuan memproduksi barang/jasa yang tersedia dalam perekonomian. Pada prakteknya,
pencatatan nilai penanaman modal dilakukan dalam satuan tahun. Yang termasuk investasi
adalah sebagai berikut :

 Pembelian berbagai jenis barang modal, yaitu mesin-mesin dan peralatan produksi
lainnya untuk mendirikan berbagai jenis industri perusahaan.
 Pengeluaran untuk mendirikan rumah tempat tinggal, bangunan kantor, bangunan
pabrik, dan bangunan-bangunan lainnya.
 Pertabahan nilai stok barang-barang yang belum terjual, bahan mentah, dan barang
yang masih dalam proses produksi pada akhir tahun penghitungan pendapatan
nasional.

Dalam perekonomian tertutp, perhitungan pendapatan keseimbangan 2 sektor terdiri dari


variabel konsumsi (C) dan investasi(I).

Y=C+I

è (C = a + by)

Y = (a + by) + I

Y = a + by + I

Y – by = a + I
(1 – b)Y = a + I

Y = a + I/1 – b

Contoh: Dimisalkan (dalam milyar rupiah) fungsi konsumsi (C) = 20 + 0,75Y dan besarnya
investasi (I) = 10, maka besarnya pendapatan nasional dengan pendekatan 2 sektor adalah
sebagai berikut.

Jawab:

Y = (a + I)/(1 – b)

= (20 + 10)/(1– 0,75)

= 30/0,25

= 120 milyar rupiah

2. Angka Pengganda

Angka pengganda atau multiplier adalah hubungan kausal antara variabel tertentu dengan
variabel pendapatan nasional. Jika angka pengganda tersebut memepunyai angka yang
tinggi, maka dengan perubahanyang terjadi pada variabel tersebut akan memengaruhi angka
terhadap tingkat pendapatan nasional yang besar juga, dan sebaliknya. Perubahan pendapatan
anasional itu ditunjukan oleh suatu anagka pelipat yang disebut dengan koefisien multiplier.

Proses multiplier
adalah adanay perubahan pada variabel investasi menyababkan pengeluaran agregat menjadi
berubah. Namun dari keseombangan pendapatan nasional tidak sebesar pertambahan
investasi tersebut.

Rumus :

Contoh:

Dimisalkan (dalam milyar rupiah) fungsi konsumsi (C) = 20 + 0,75Y dan besarnya investasi
(I) = 10, maka pendapatan keseimbangan sebesar 120. Apabila terdapat tambahan investasi
sebesar 2, maka pendapatan sekarang adalah sebagai berikut:

Jawab:
∆Y = K . ∆I

∆Y = 4 . 2 = 8

Ysekarang = Ysebelum + Tambahan Y (∆Y)

Ysekarang = 120 + 8 = 128 milyar rupiah

Hubungan Antara Pertumbuhan Ekonomi, Inflasi dan Penganguran

1. Masalah pertumbuhan ekonomi

Pertumbuhan ekonomi dapat dilihat dari adanya peningkatan dalam GDP (Gross Domestic
Product) atau GNP (Gross Nasional Product) jika terdapat peningkatan maka dapat berarti
menunjukkan adanya peningkatan pendapatan perkapita. Karena GDP merupakan angka yang
menunnjukan total suatu produksi dalam suatu Negara. Semakin tinggi GDP berarti total
produksi semaki besar. Hanya saja yang biasanya terjadi adalah pembagian pendapatan
nasional yang tidak merata. Oleh karena itu tidaklah menjadi cerminan sebuah Negara
apabila GDP nya rendah maka smua masyarakatnya miskin, dan jika memiliki GDP yang
besar maka masyarakatnya akan kaya raya. Untu itu pemerintah harus mengeluarkan
kebijakan yang dapat megurangi kesenjangan pemdapatan antar warga Negara.

2. Inflasi

Menurut A.P. Lehner inflasi adalah keadaan terjadi kelebihan permintaan (Excess Demand)
terhadap barang-barang dalam perekonomian secara keseluruhan (Anton H Gunawan,
1991).Sementara itu Ackley mendefinisikan inflasi sebagai suatu kenaikan harga yang terus-
menerus dari barang dan jasa secara umum.Menurut Boediono (1995)inflasi adalah
kecenderungan dari harga-harga untuk naik secara umum dan terus-menerus.

Kenaikan harga dari satu atau dua barang saja tidak dapat disebut inflasi, kecualiapabila
kenaikan tersebut meluas kepada atau mengakibatkan kenaikan sebagian besar

dari barang-barang lain. Inflasi diakibatkan oleh :

a. Demand-pull Inflation.

Inflasi ini bermula dari adanya permintaan total (agregat demand), sedangkan produksi telah
berada pada keadaan kesempatan kerja penuh atau hamper mendekati kesempatan kerja
penuh.

b. Cost-Push Inflation

Cost plus inflation ditandai dengan kenaikan harga serta turunnya produksi. Jadi inflasi yang
dibarengi dengan resesi. Keadaan ini timbul dimulai dengan adanya penurunan dalam
penawaran total (aggregate supplay) sebagai akibat kenaikan biaya produksi.
Menurut Keynes terjadinya inflasi disebabkan oleh permintaan agregat sedangkanpermintaan
agregat ini tidak hanya karena ekspansi bank sentral, namun dapat puladisebabkan oleh
pengeluaran investasi baik oleh pemerintah, maupun oleh swasta danpengeluaran konsumsi
pemerintah yang melebihi penerimaan (defisit anggaran belanjaNegara) dalam kondisi full
employment.

3. Masalah Pengangguran

Adanya pengangguran bagi sebuah Negara berarti menunnjukan perekonomian Negara


tersebut tidak dalam kondisi full-employment.Ada faktor produksi yang tidak terpakai yaitu
tenaga kerja. Memang idealnya pada suatu Negara harus berada dalam keadaan full-
employment, akan tetapi untuk mencapai keadaan tersebut sangat sulit. Tingkat penganguran
memang selalu terjadi di Negara manapun.Dan keadaan ini memang selalu menjadi pusat
perhatian para pemimpin bangsa dan para ekonom. Pengangguran tentu tidak baik bila
terjadi, karen aakn menimbulkan kerawanan sosial seperti pencurian, kriminalitas dll

Hubungan dari pertumbuhan ekonomi, inflasi dan juga masalah pengangguran.


hubungan dari ketiga permasalah ini memang saling berkaitan. Karena dalm suatu Negara
selalu mengalami pertumbuhan ekonomi yang berbeda beda. Biasanya pertumbuhan ekonomi
selalu diikuti dengan adanya inflasi dan jga pengangguran.

Pertumbuhan ekonomi memang dapat dilihat dari adanya peningkatn atau penurunan GNP
atau GDP. Jika GNP menurun maka pendapatan perkapita pun menurun dan akhirnya
akanterjadi inflasi karena daya beli atau daya konsumsi masyarakat menurun. Inflasi menjadi
masalh besar dalam suatu Negara karena terjadinya angka penurunan daya beli masyarakat
yang juga akan berakibat pada produsen yan akan kesulitan untuk berproduksi dan memjual
barang barangnya.

Inflasi juga memengaruhi tingkat suku bunga pada perbankan, terutama tingkat suku bunga
pinjaman danakan makin menyulitkan para pihak swasta yang berkeinginan untuk menekan
biaya produksi di waktu inflasi terjadi. Jika keadaan tersebut tidak membaik pihak swasa
tidak bisa untuk menekan angka biaaya produksi sedangka daya beli masyarakat menurun
dan akirnya terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) dan akan mengakibatkan pengangguran
dalam suatu Negarabertambah .Tentu saja keadaan seperti ini kurang baik karena dapat
menimbulkan kerawanan sosial seperti kasus pencurian dan kriminalitas.

Contoh kasus yang sedang terjadi

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dijadwalkan membuka Peringatan Gerakan


Kewirausahaan Nasional 2012 yang digelar di Gedung Smesco, Jakarta, Kamis
(8/3/2012).Peringatan gerakan yang digelar setiap tahun ini bertema “Kewirausahaan untuk
Semua”.

Pada kesempatan ini, Presiden, antara lain didampingi Menteri Koperasi dan UKM Syarief
Hasan. Turut hadir pada peringatan tersebut adalah para pelaku kewirausahaan di tanah air.

Sebelumnya, Selasa (6/3/2012), Syarief mengatakan, ada 4 juta rakyat Indonesia yang
berprofesi sebagai wirausaha. Pemerintah, sambung Syarief, terus mendorong anak-anak
muda untuk menjadi pengusaha pemula.”Kita dampingi, kita bantu pembiayaannya. Bisa
lewat KUR (kredit usaha rakyat), dana bantuan sosial, dan dana bergulir,” kata Syarief.
Sementara itu, Presiden, pada peringatan serupa tahun 2011, mendorong para wirausaha
muda untuk kreatif, berani mengambil risiko, dan melakukan terobosan.”Mari kita
kembangkan terus kewirausahaan ini,” kata Presiden.

Sumber
: http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2012/03/08/06421239/SBY.Buka.Gerakan.Kewirau
sahaan.Nasional

Perekonomian Dua Sektor

Perekonomian Dua Sektor atau yang biasa disebut Sistem Perekonomian Sederhana adalah
Perekonomian yang terdiri dari sektor rumah tangga dan perusahaan. Dari perekonomian dua
sector ini pendapatannya didapatkan dari faktor – faktor produksi antara lain gaji dan upah,
sewa, bunga, dan untung. Keseimbangan dalam perekonomian dua sektor merupakan
keseimbangan dari sisi pendapatan dan sisi pengeluaran yang dilakukan oleh sektor rumah
tangga dan sektor swasta, dengan mengabaikan sektor pemerintah dan sektor luar negeri.
Sirkulasi aliran pendapatan untuk ekonomi 2 sektor. Dari sifat sirkulasi aliran-aliran
pendapatan dalam perekonomian dua sektor seperti yang terlihat pada gambar di atas, dapat
diambil kesimpulan bahwa aliran-aliran pendapatannya mempunyai ciri-ciri sebagai berikut yaitu,
hubungan rumah tangga dengan perusahaan sebagai balas jasa kepada penggunaan faktor-faktor
produksi berupa SDA, SDM, modal & skill yang dimiliki sektor rumah tangga oleh sektor perusahaan,
dalam perekonomian dua sektor ini, sektor rumah tangga sebagai penyedia faktor produksi. Dari apa
yang telah diberikan pada sektor perusahaan itu, sektor rumah tangga akan memperoleh aliran
pendapatan berupa gaji, upah, sewa, bunga, dan untung. Sebagian besar dari berbagai jenis
pendapatan yang diterima oleh sektor rumahtangga akan di gunakan untuk konsumsi, yaitu membeli
barang-barang dan jasa-jasa yang di hasilkan oleh sektor perusahaan. Sisa dari berbagai jenis
pendapatan rumahtangga yang tidak di gunakan untuk pengeluaran konsumsi akan ditabung dalam
institusi-institusi keuangan. Pengusaha-pengusaha yang memerlukan modal untuk melakukan
investasi akan meminjam tabungan yang dikumpulkan oleh institusi-institusi keuangan dari sektor
rumahtangga.
Perekonomian Tiga Sektor

Tidak jauh beda dengan perekonomian dua sektor, pada perekonomian tiga sektor ini
terdiri dari sektor rumah tangga dan sektor perusahaan, namun untuk perekonomian tiga
sektor ini juga telah melibatkan sektor pemerintah. Hadirnya pemerintah dalam kegiatan
ekonomi menjadi penting karena pemerintah menjalankan kekuasaan negara. Masyarakat
rumah tangga dan perusahaan diperkuat dengan hadirnya pemerintah dalam rangka
membentuk negara nasional yang kuat.

Perusahaan memperoleh faktor-faktor produksi berupa SDA, SDM, Modal & Skill dari
sektor Rumah Tangga untuk kemudian melakukan proses-proses produksi & menghasilkan
barang & jasa hasil produksi yang kemudian dipergunakan oleh sektor rumah tangga untuk
konsumsi sehari-hari dengan cara membelinya dari perusahaan. Penghasilan yang diterima
perusahaan dari penjualan barang & jasa hasil produksi dipakai untuk membiayai sewa,
membayar gaji buruh & memperoleh laba. Akhirnya dari sektor perusahaan, sektor rumah
tangga akan memperoleh aliran pendapatan berupa gaji, upah, sewa, bunga, dan untung.
Agar kegiatan ekonomi bisa berjalan, maka diperlukan peran pemerintah untuk
memberikan subsidi kepada masyarakat atau bantuan kepada perusahaan. Hal ini dilakukan
hanya apabila kegiatan ekonomi tidak berjalan dengan melihat pihak mana yang paling
membutuhkan bantuan pemerintah saat itu apakah dari sektor rumah tangga masyarakat atau
dari perusahaan. Subsidi yang diberikan oleh pemerintah berasal dari pajak yang ditagih oleh
pemerintah kepada sektor rumah tangga & perusahaan yang diatur dalam perundang-
undangan.
Supaya perusahaan dapat berkembang maka pihak manajemen akan berusaha untuk
memperoleh modal dari luar. Caranya adalah dengan go public. Perusahaan didaftarkan ke
bursa saham supaya para investor dapat menanamkan sahamnya di perusahaan tersebut.
Setiap periode-periode tertentu misalnya setahun sekali atau setiap semester atau setiap
trimester, perusahaan akan melaporkan hasil kinerjanya kepada masyarakat dalam bentuk
laporan keuangan. Apabila perusahaan memperoleh laba, maka para investor berhak untuk
meminta pembagian hasil dari laba tersebut yang disebut deviden. Sebagian laba yang
diperoleh ada yang ditahan untuk modal perusahaan & sebagian lagi menjadi deviden.
Apabila kita ingin menjadi investor namun kita tidak memiliki modal sendiri maka
kita dapat melakukan pinjaman uang misalnya ke bank. Uang yang dipinjamkan oleh bank
merupakan tabungan masyarakat bahkan pemerintah yang dihimpun di dalamnya. Ketika
meminjam uang pasti akan terkena bunga & investor dapat melunasi pinjaman serta
bunganya nanti apabila kita sudah memperoleh deviden.
Fungsi pemerintah memperlancarkan kegiatan ekonomi dalam konteks struktur dan
hubungan ekonomi antar masyarakat, negara, dan perusahaan. Pemerintah memberikan gaji
dan upah ke rumah tangga, dan memungut pajak perseorangan (individu), dan memberikan
subsidi ke perusahaan dan menarik pajak perusahaan (pajak badan, pertambahan nilai, pajak
keuntungan, dll). Perusahaan juga berkaitan dengan perusahaan penanam modal (investor),
dan sering perusahaan itu pula yang menjadi investor, yang memanfaatkan kelebihan dana
masyarakat yang disimpan diperbankan. Hubungan bank dengan masyarakat dan penanam
modal sama, yakni dari masyarakat bank menghimpun dana dan ke investorlah bank
menyalurkan dana. Kemudian bank menarik bunga kredit dari investor dan membayarkan
bunga simpanan ke masyarakat.
Perekonomian Empat Sektor
Perekonomian terbuka empat sektor adalah gambaran nyata pola kegiatan ekonomi
modern yang ada di dunia saat ini. Dikatakan perekonomian terbuka atau empat sektor,
karena adanya hubungan para pelaku ekonomi suatu negara dengan negara lain. Peranan
perekonomian luar negeri sangat besar dalam rangka menjalin kerja sama ekonomi berupa
perdagangan dan investasi, serta diantara negara juga dapat melakukan hubungan diplomatik.
Kegiatan ekonomi seperti ekspor dan impor sangat mewarnai perkonomian modern saat ini.
Secara sederhana, sebuah perekonomian dapat digambarkan dalam diagram arus
melingkar (circular flow diagram). Disini akan dijelaskan mengenai kegiatan ekonomi empat
sektor atau sering disebut perekonomian terbuka karena kegiatan ini tidak hanya melibatkan
pelaku-pelaku ekonomi di dalam negeri, tetapi juga masyarakat ekonomi di luar negeri.
Diagramnya dapat diamati pada gambar dibawah ini :

Dalam siklus aliran pendapatan suatu perekonomian dibagi menjadi empat bidang
atau sektor utama sebagai pelaku ekonomi di mana setiap sektor memiliki hubungan interaksi
masing-masing dalam menciptakan pendapatan dan pengeluaran.
Berikut ini adalah keempat sektor utama pelaku ekonomi tersebut :
1. Sektor Rumah Tangga
Terdiri dari individu-individu yang bersifat homogen. Dalam peekonomian empat
sektor, sektor rumah tangga menjalin hubungan dengan sektor-sektor lain yaitu sektor
perusahaan, pemerintah dan dunia internasional. Hubungan itu sebagai berikut:
a. Hubungan dengan Perusahaan
- Rumahtangga melakukan pembelian barang dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan untuk
konsumsi.
- Rumah tangga mendapatkan pendapatan berupa gaji, upah, sewa, dividen, bunga, dll dari
perusahaan.
b. Hubungan dengan Pemerintah
- Rumah tangga menyetorkan sejumah uang sebagai pajak.
- Rumah tangga menerima penerimaan berupa gaji, bunga, penghasilan non balas jasa, dll.
c. Hubungan dengan Dunia Internasional
- Rumah tangga mengimpor barang dan jasa dari luar negeri untuk memenuhi kebutuhan hidup.
2. Sektor Perusahaan
Gabungan unit kegiatan yang menghasilkan produk barang dan jasa. Sama halnya dengan
sektor rumah tangga, sektor perusahaan juga menjalin hubungan dengan sektor rumah tangga,
sektor pemerintah juga sektor dunia internasional.
a. Hubungan dengan RumahTangga
- Perusahaan menghasilkan produk-produk barupa barang dan jasa yang dikonsumsi oleh
masyarakat.
- Perusahaan memberikan penghasilah dan keuntungan kepada rumah tangga barupa gaji,
deviden, sewa, upah, bunga, dsb.
b. Hubungan dengan Pemerintah
- Perusahaan membayar pajak kepada pemerintah.
- Perusahaan menjual produk dan jasa kepada pemerintah.
c. Hubungan dengan Dunia Internasional
- Perusahaan melakukan impor atas produk barang maupun jasa dari luar negeri.
3. Sektor Pemerintah
Bertindak sebagai pembuat dan pengatur kebijakan masyarakat dan bisnis.
a. Hubungan dengan RumahTangga
- Pemerintah menerima setoran pajak rumah tangga untuk kebutuhan operasional,
pembangunan, dan lain-lain.
b. Hubungan dengan Perusahaan
- Pemerintah mendapatkan penerimaan pajak dari pengusaha.
- Pemerintah membeli produk dari perusahaan berdasarkan dana anggaran belanja yang ada.
c. Hubungan dengan Dunia Internasional
- Pemerintah mendapatkan penerimaan pajak dari dunia internasional. Dari ekspor pemerintah
mendapatkan devisa. Selain itu, pemerintah menetapkan kebijakan ekspor maupun impor.
4. Sektor Dunia Internasional / Luar Negeri
Hubungan ekspor dan impor produk barang dan jasa dengan luar negeri.
a. Hubungan dengan RumahTangga
- Dunia internasional menyediakan barang dan jasa untuk kepentingan rumah tangga.
b. Hubungan dengan Perusahaan
- Dunia internasional mengekspor produknya kepada bisnis-bisnis perusahaan.
Keempat pelaku ekonomi tersebut melakukan kegiatan ekonomi dengan saling
berinteraksi untuk memenuhi kebutuhan masing - masing. Melalui proses hubungan atau
interaksi tersebut, maka terjadilah perputaran : faktor produksi, arus uang, arus barang dan
jasa