Anda di halaman 1dari 19

1

BAB I

PENDAHULUAN

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Surat Edaran Menteri


Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 0128/MPK/KR/2013 tanggal 5 Juni 2013
tentang Implementasi Kurikulum 2013 menetapkan bahwa Kurikulum 2013
diimplementasikan secara bertahap dan terbatas mulai tahun pelajaran
2013/2014. Implementasi Kurikulum 2013 dimulai pada tahun pelajaran
2013/2014 secara terbatas. Selanjutnya pada tahun pelajaran 2014/2015,
berdasarkan Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor
156928/MPK.A/KR/2013 tanggal 8 November 2013 tentang Implementasi
Kurikulum 2013, pelaksanaan Kurikulum 2013 diperluas di seluruh jenjang pada
kelas I, II, IV dan V SD, kelas VII dan VIII SMP dan Kelas X dan XI SMA/SMK.
Setelah melalui evaluasi dan masukan dari berbagai kalangan, pelaksanaan
Kurikulum 2013 di sekolah menghadapi beberapa kendala, diantaranya kesiapan
guru, ketersediaan buku, dan belum lengkapnya dokumen Kurikulum 2013.
Mempertimbangkan pentingnya Kurikulum 2013 dan masih ditemukannya
beberapa kendala teknis tersebut, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan melalui
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 160 Tahun 2014 tentang
Pemberlakuan Kurikulum Tahun 2006 dan Kurikulum 2013, melakukan penataan
kembali implementasi Kurikulum 2013 pada satuan pendidikan dasar dan
pendidikan menengah mulai semester dua tahun pelajaran 2014/2015.
Penataan implementasi Kurikulum meliputi penyempurnaan konsep
Kurikulum dan tahapan implementasi Kurikulum di satuan pendidikan. Satuan
pendidikan dasar dan pendidikan menengah yang pada tahun pelajaran
2014/2015 baru satu semester melaksanakan Kurikulum 2013, pada semester
dua kembali menggunakan Kurikulum Tahun 2006 sampai ada ketetapan dari
Kementerian untuk melaksanakan Kurikulum 2013. Sedangkan Satuan
pendidikan dasar dan pendidikan menengah yang telah melaksanakan
Kurikulum 2013 selama tiga semester tetap menggunakan Kurikulum 2013 dan
2

merupakan satuan pendidikan rintisan penerapan Kurikulum 2013.


Menindaklanjuti kebijakan tersebut Kepala Badan Penelitian dan
Pengembangan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Keputusan
Nomor 022/H/KR/2015 tanggal 2 April 2015 telah menetapkan sekolah rintisan
implementasi Kurikulum 2013. Sekolah rintisan tersebut sudah melaksanakan K
13 selama 3 semester, dan Sekolah yang melaksanakan K 13 secara mandiri.
Terhadap Sekolah rintisan tersebut, pada tahun anggaran 2015 diberikan
pembinaan dalam bentuk pendampingan Kurikulum 2013.

Pelaksanaan pendampingan implementasi Kurikulum 2013 dilakukan oleh


Tim Pengembang Kurikulum (TPK) Kabupaten/Kota yang telah dilatih oleh Tim
Pengembang Kurikulum (TPK) provinsi. Pada tahun ajaran 2018/2019,
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menargetkan 100% Sekolah telah
melaksanakan Kurikulum 2013 dari total jumlah sekolah di Indonesia. Dengan
demikian tidak ada lagi sekolah sasaran yang tidak melaksanakan Kurikulum
tambahan tersebut, pada tahun anggaran 2018 diberikan pembinaan dalam
bentuk pelatihan dan pendampingan Kurikulum. Pelaksanaan pelatihan dan
pendampingan bagi guru dilakukan oleh Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan
(LPMP) bekerja sama dengan Instruktur Kabupaten/Kota. Sasaran pelatihan
implementasi kurikulum sebanyak 2622 SD, dan 656 SMP yang tersebar di 24
kabupaten/kota.
Sasaran pelatihan ini merupakan sekolah baru pelaksana kurikulum pada
tahun 2018. Instruktur yang akan melatih adalah Tim Instruktur Kabupaten/Kota
(IK). Peserta pelatihan dari masingmasing sekolah terdiri atas guru kelas dan
guru mata pelajaran. Sasaran pendampingan implementasi Kurikulum Provinsi
Sulawesi Selatan sebanyak adalah SD 10.488 orang, dan SMP 6.560 orang,
yang merupakan pelaksana Kurikulum yang tersebar di 24 kabupaten/kota.
Selanjutnya Instruktur kota Makassar (IK) disebar untuk melakukan
pendampingan kesekolah Menengah Pertama yang menjadi sasaran pada
Tahun Pelajaran 2018/2019. Setiap Instruktur kota Makassar mendapatkan
tugas untuk mendampingi beberapa guru sasaran yang mengajar dibeberapa
sekolah. Sekaitan dengan itu dalam laporan ini dilaporkan pelaksanaan
3

pendampingan untuk enam belas orang guru sasaran yang tersebar di sepuluh
sekolah yakni SMP Budi Kasih, SMP Negeri 45 Makassar, SMP Anak Indonesia,
SMP Abdi Pembangunan, SMP Muhammadiyah 3, SMP Sari Buana, SMP
Islamiyah, SMP Bawakaraeng, SMP Ma’arif dan SMP Irnas, dari Ke enam belas
guru tersebut delapan orang mengampuh mata pelajaran Matematika dan
sisanya mengampu mata pelajaran IPS terpadu. (Daftar lebih lengkap terdapat
pada lampiran)
4

BAB II

PEMBAHASAN

A. Pra Pelaksanaan

Program pendampingan kurikulum 2013 bagi guru-guru di sekolah


sasaran Kota Makassar tahun 2018 telah berjalan pelaksanaannya yang dimulai
dengan kegiatan In Service Learning di setiap sekolah Tempat Pelaksana
Kegiatan (TPK) program pendampingan kurikulum 2013 tahun 2018 dari LPMP
Sulawesi Selatan. Rangkaian kegiatan In Service Learning dimulai sejak tanggal
9 Oktober 2018 untuk sekolah SMP. Materi yang diberikan kepada guru sasaran
pada saat In service yaitu : (1) pembukaan dan penjelasan teknis IN, (2)
Workshop penyusunan RPP (untuk pembelajaran riil pada ON), (3) Workshop
penyususnan Instrumen Penilaian (untuk pembelajaran riil pada ON), (4)
Simulasi Pelaksanaan Pembelajaran dan Penilaian serta Refleksi. Kegiatan In
Service Learning akan dilanjutkan dengan kegiatan On the Job Learning dimana
para guru sasaran akan mendapatkan pendampingan khusus dari para instruktur
kota saat mengajar di kelas dengan menggunakan kurikulum 2013. Kegiatan
pendampingan ini akan berakhir di bulan Nopember 2018.
Kegiatan On the job learning merupakan kunjungan Instruktur
pendamping untuk memberikan bimbingan teknis kepada guru dalam
pembelajaran Kurikulum 2013 di sekolah. Kegiatan On the job learning
dilaksanakan selama 1 hari di sekolah sasaran dengan tahapan meliputi :

1. Awal
Temu awal dilakukan antara Instruktur Pendamping dengan kepala
sekolah dan guru sasaran. Kegiatan ini dilaksanakan untuk membangun empati
dengan komunitas sekolah. Pada kesempatan ini Instruktur pendamping
memperkenalkan diri sambil menunjukkan surat tugas, dan menjelaskan teknis
dan tujuan, mekanisme, prosedur, dan jadwal pendampingan. Perlu dijelaskan
5

bahwa pendampingan bukan untuk mengevaluasi proses, melainkan untuk


memperkuat pelaksanaan pembelajaran.

2. Observasi Pembelajaran
Instruktur Pendamping bersama guru sasaran melakukan pengamatan/
observasi dokumen dan aktivitas guru sasaran sebelum, selama dan setelah
pembelajaran berlangsung. Pada observasi pembelajaran setiap guru
pendamping minimal melakukan 1 (satu) kali observasi pembelajaran per hari
terhadap guru mata pelajaran sesuai dengan mata pelajaran yang diampu.
Selanjutnya menganalisis hasil panduan pengamatan berdasarkan konsep
pembelajaran kurikulum 2013. Langkah observasi pembelajaran ini sebagai
berikut:
a) Pra-observasi yaitu pertemuan awal pendamping dengan guru yang
didampingi untuk mencermati hasil analisis, RPP, media pembelajaran, buku,
nilai dan perangkat pembelajaran lainnya.
b) Pelaksanaan observasi pembelajaran:
c) Refleksi hasil observasi yaitu diskusi pendamping dengan guru sasaran
tentang pelaksanaan pembelajaran.

3. Temu akhir
Temu akhir dilakukan Instruktur pendamping dengan kepala sekolah, wakil
kepala sekolah, dan guru sasaran. Pada kesempatan ini Instruktur pendamping
di sekolah guru sasaran melakukan :
a. Menginformasikan hasil pendampingan, kelebihan dan kekurangan/kendala
dalam mengimplementasikan Kurikulum 2013;
b. Mengajukan saran/usulan solusi peningkatan kualitas implementasi
Kurikulum 2013 dari berbagai aspek;

B. Pelaksanaan

Pendampingan pelaksanaan kurikulum 2013 (ON Service) dilakukan


kepada enam belas orang guru yang tersebar di sepuluh sekolah. Namun dalam
6

laporan ini hanya akan diulas satu guru sasaran sebagai refresentasi dari
keenam belas guru sasaran yang didampingi. Guru sasaran yang dimaksudkan
adalah Paridawati, S.E tempat tugas di SMP Budi Kasih jl. Gunung Salahutu
Makassar dan mengampu mata pelajaran IPS Terpadu. Hal yang diulas
diantaranya adalah RPP dan Instrumen Penilaian, umpan balik pembelajaran,
Pengolahan nilai, dan penulisan nilai pada Rapor.

1. RPP dan Instrumen Penilaian


Standar pembuatan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah
Permendikbud Nomor 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses. Hal ini pulalah
yang menjadi landasan pembuatan RPP mata pelajaran IPS Terpadu yang
dibuat oleh ibu Paridawati sebagai pedoman pengajaran dalam membelajarkan
materi pembelajaran dengan menggunakan Kurikulum 2013 (K-13).
Bagian judul pada komponen RPP yang dibuat seperti Satuan
Pendidikan, Mata Pelajaran, Kelas/Semester, Materi pokok dan Alokasi waktu
diisi dengan tepat. Alokasi waktu yang dipergunakan dalam menerapkan K-13
pertemuan ini adalah 2 x 40 menit ( 1 Pertemuan). Kompetensi Dasar (KD) untuk
kompetensi pengetahuan yang diajarkan adalah KD 3.1 Memahami konsep
ruang (Lokasi, distribusi, potensi, iklim, bentuk muka bumi, geologis, flora dan
Fauna) dan interaksi antara ruang di Indonesia serta pengaruhnya terhadap
kehidupan manusia dalam aspek ekonomi, sosial budaya, dan pendidikan.
Terdapat dua Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) pengetahuan yang
diajarkan yaitu 3.1.1 Menjelaskan keragaman flora di Indonesia, 3.1.2
Menjelaskan keragaman fauna di Indonesia, serta satu IPK kompetensi
keterampilan yakni 4.1.1 Menyajikan persebaran flora dan fauna di Indonesia.
Nilai karakter yang ingin dibentuk adalah religius, kerjasama, jujur dan peduli.
Penulisan Tujuan pembelajaran pun sudah tepat, ini ditandai dengan
terdapatnya unsur ABCD (Audence, Behavior, Condition dan Degree). Tujuan
dituangkan dari IPK yang diajarkan. Tujuan yang dituliskan sebanyak lima, yang
terakhir memuat karakter. Materi pembelajaran terdiri dari materi pembelajaran
reguler, Pengayaan dan Materi Remedial. Pada lampiran pembelajaran
Remedial dalam RPP hanya menyinggung bentuk pembelajaran remedial
7

misalnya jika peserta didik ≤ 50% maka bentuk remedialnya adalah pembelajaran
ulang dan seterusnya, sehingga instruktur memberikan bimbingan lagi terkait
penentuan materi remedial. Materi remedial yang dimaksudkan disitu adalah
materi yang diambil dari materi reguler yang dianggap sulit bagi peserta didik
untuk dipahami. Sub-sub materi reguler ini kemudian diajarkan/diulas kembali
untuk selanjutnya diujikan dalam rangka pemenuhan nilai KKM (Kriteria
Ketuntasan Minimal) yang telah ditetapkan oleh masing-masing mata pelajaran.
Materi Pembelajaran Pengayaan sudah terwakili pada penulisan RPP.
Metode pembelajaran yang dipilih oleh guru sasaran dalam pembelajaran
yang menerapkan K-13 kali ini adalah Problem Based Learning (PBL). Ini tampak
dari langkah-langkah pembelajaran (Sintaks) yang dituliskan secara lengkap
mulai dari kegiatan pendahuluan, kegiatan inti yang terdiri dari (1) Orientasi
peserta didik terhadap masalah, (2) Brainstorming, (3) Pengumpulan data dan
informasi, (4) Berbagi informasi dan diskusi untuk menemukan solusi masalah,
(5) Presentasi Hasil, (6) Refleksi. Penutup sebagai kegiatan akhir diantaranya
adalah guru memberikan penguatan penguatan yang dianggap informasinya
kurang lengkap terkait materi pembelajaran, guru memberikan tugas mandiri,
memberikan informasi terkait materi pertemuan selanjutnya dan ditutup dengan
salam.
Beberapa catatan instruktur pendamping sebagai saran yang diberikan
kepada guru sasaran pada bagian langkah pembelajaran adalah misalnya pada
kegiatan pendahuluan poin 4 tertulis sebelum memulai pelajaran, guru mengajak
peserta didik untuk menyanyi bersama lagu kebangsaan, disarankan dalam
langkah ini untuk menuliskan judul lagu yang dimaksud agar dalam
pelaksanaannya tidak kebingungan menentukan lagu. Saran lain untuk kegiatan
inti, guru sasaran menuliskan setelah pada langkah 1 , peserta didik diberi
motivasi atau rangsangan untuk memusatkan perhatian (berfikir kritis dan
bekerjasama (4C) dalam mengamati permasalahan (literasi membaca) dengan
rasa ingin tahu, jujur dan pantang menyerah (karakter), tulisan ini disarankan
tidak perlu dimunculkan karena 4C yang merupakan simbol kecakapan abad 21
8

dan karakter itu terintegrasi didalam pelaksanaan pembelajaran atau dengan


kata lain indirect teaching.
Media pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran ini adalah Peta
pembagian Fauna di Indonesia, gambar flora dan fauna Indonesia yang
ditayangkan melalui Infokus. Media lain yang dipergunakan adalah lembar kerja
siswa yang dibagi kedalam 2 kelompok kerja. Sumber belajar yang digunakan
adalah buku siswa kelas 7 mata pelajaran IPS dari kementrian Pendidikan dan
Kebudayaan tahun 2017 halaman 67 – 75. Buku penunjang yang dipergunakan
adalah buku Ilmu Pengetahuan Sosial karangan Suparno, N dan Tamtomo tahun
2016, penerbit Erlangga, halaman 85 – 89.
Lampiran penilaian yang dituliskan mencakup penilaian Sikap,
Pengetahuan dan Keterampilan. Penilaian sikap Spritual dan Sosial
menggunakan teknik observasi, dengan bentuk instrumen lembar observasi
(jurnal) waktu pembelajaran berlangsung dan dilakukan secara indirect teaching.
Penilaian pengetahuan diperoleh dari Lembar kerja peserta didik (LPKD) terdiri
dari 4 pertanyaan dengan pedoman skor yang lengkap. Penilaian keterampilan
menggunakan teknik Produk dengan menugaskan membuat pidato yang berisi
himbauan untuk melindungi flora dan fauna yang khas dan langkah. Pedoman
penskorannya pun dituliskan dengan lengkap.
Secara keseluruhan RPP yang dibuat oleh guru sasaran ini sudah
mencerminkan RPP kurikulum 2013 sesuai dengan kaidah yang ditetapkan
dalam Permendikbud Nomor 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses. Penulisan
RPP ini hanya memuat satu pertemuan, tetapi untuk langkah selanjutnya guru
sasaran diharapkan dapat membuat RPP untuk semua pertemuan dengan
mengambil contoh dan kaidah penulisan RPP seperti yang telah dituliskan pada
saat pendampingan. Guru sasaran yang dijadikan sampel dalam laporan ini
mewakili guru sasaran yang lain dalam hal kemampuan menuliskan RPP sesuai
dengan Kurikulum 2013.
9

2. Umpan Balik Pembelajaran

Metode yang digunakan dalam pembelajaran ini adalah Problem Based


Learning (PBL). langkah dan ulasannya sebagai berikut :
Langkah (1) Orientasi Peserta didik terhadap masalah . kegiatan yang dilakukan
guru pada langkah ini antara lain guru membagi peserta didik menjadi 2
kelompok yang terdiri dari 4 orang perkelompok. Peserta didik memperhatikan
dan mengamati penjelasan yang diberikan guru terkait dengan keaneka ragaman
flora dan fauna di Indonesia secara umum. Guru memberikan LK dan peserta
didik membaca dan mengamati petunjuk. Guru memotivasi peserta untuk
menuliskan dan menanyakan permasalahan yang disajikan dalam LK.
Dalam pembelajaran terlihat pada langkah pertama ini guru sasaran
terlihat cukup mendominasi jalannya transfer informasi, penjelasannya cukup
panjang, padahal seharusnya disini guru sasaran cukup menjadi fasilitator yang
mengarahkan peserta. Akibat dari penjelasan guru yang cukup panjang ini
menyebabkan beberapa siswa gagal fokus dan bahkan kelihatan mengantuk.
Setelah pembelajaran berakhir dan refleksi dengan guru sasaran instruktur
memberikan saran untuk mengurangi penjelasan yang sebenarnya dapat dibaca
oleh peserta didik.
Langkah (2) Brainstorming (mengorganisasi peserta didik). Pada langkah
ini guru terlihat memberikan kesempatan pada peserta didik untuk
mengidentifikasi sebanyak mungkin pertanyaan yang berkaitan dengan gambar
yang disajikan. Ketepatan langkah ini sudah terlihat dengan baik . peserta didik
melakukan diskusi dalam kelompok masing-masing berdarkan petunjuk yang
ada dalam LK. Peserta didik dalam kelompok juga melakukan brainstorming
dengan cara sharing informasi, klarifikasi informasi tentang permasalahan yang
ada serta untuk mencari solusi dari permasalahan.
Langkah (3) Pengumpulan data dan Informasi . pada langkah ini peserta
didik melakukan eksplorasi dan diharapkan mengaitkan dengan kehidupan
nyata. Guru berkeliling mencermati peserta didik dalam kelompok dan
memberikan kesempatan untuk mempertanyakan hal-hal yang belum dipahami.
Guru juga memberikan bantuan dalam kelompok jika ada masalah yang
10

dianggap sulit oleh peserta didik. Terakhir di langkah ini guru mengarahkan
peserta didik dalam kelompok untuk menyelesaikan masalah dengan cermat dan
teliti. Langkah ini berjalan dengan baik, sudah terliat antusias dan semangat
peserta didik dalam kegiatan pembelajaran.
Langkah (4) Berbagi informasi dan diskusi untuk menemukan solusi.
Pada langkah ini guru meminta peserta didik untuk mendiskusikan cara yang
digunakan untuk menemukan semua kemungkinan pemecahan masalah terkait
masalah yang diberikan. Peserta didik dalam kelompok masing-masing dengan
bimbingan guru dapat mengaitkan, merumuskan, dan menyimpulkan tentang
solusi dar masalah yang diberikan serta memberi bantuan jika perlu dalam
menyajikan hasil pemecahan masalah yang diperoleh. Dalam langkah ini pula
peserta didik menyusun laporan hasil diskusi penyelesaian masalah yang
diberikan.
Langkah (5) Presentasi Hasil Penyelesaian Masalah. Dalam langkah ini
semua perwakilan kelompok menyajikan secara tertulis dan lisan hasil diskusi
mereka. Peserta didik lain memberikan tanggapan terkait dengan hasil diskusi
kelompok penyaji. Peserta didik memberikan pendapat, sumbangsi saran dan
kritik yang sifatnya membangun sehingga terjai adu argumen mempertahankan
hasil diskusi masing-masing. Setelah dianggap tuntas guru kemudian
memberikan penguatan terkait masalah yang diberikan, selain penguatan materi,
guru juga memberikan tambahan informasi baik dari sumber bacaan lain maupun
dari website. Peserta didik kemudian membuat resume, kesimpulan secara
lengkap, dan komprehensif. Langkah ini ditutup dengan applaus untuk
memberikan semangat, apresiasi dan penghargaan kepada semua peserta didik
terkait usaha mereka dalam mengikuti pembelajaran.
Sebagai kegitan penutup guru memberikan tugas mandiri sebagai latihan
keterampilan membuat pidato terkait perlindungan flora dan fauna. Guru juga
memberikan arahan dan motivasi untuk mempelajari materi pada pertemuan
berikutnya, serta mengarahkan peserta didik untuk berusaha mencari sumber
sendiri seperti website di internet yang memuat materi yang sama. Kegiatan
pembelajaran ditutup dengan salam.
11

Pada umumnya langkah-langkah yang ditempuh oleh guru sasaran dalam


pembelajaran metode PBL sudah terlaksana dengan baik, semua sintaks
terpenuhi dengan baik pelaksanaannya juga runtut. Hanya mungkin sedikit yang
harus jadi perhatian adalah alokasi waktu untuk tiap lanhgkah harus lebih diatur
lagi sehingga tidak terkesan ada langkah pembelajaran yang over time.
Hampir semua guru sasaran yang menggunakan metode pembelajaran
dalam pembelajaran Kurikulum 2013, sudah sebagian besar menguasai sintaks
pembelajaran, dengan proses yang berkelanjutan diharapkan guru sasaran
tersebut bisa menguasai dengan baik dan mampu menerapkan metode
pembelajaran yang direkomendasi oleh pendekatan Saintifik dalam pelaksanaan
pembelajaran berbasis Kurikulum 2013.

3. Pengolahan Nilai dan Penulisannya pada Rapor

Penilaian adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk


mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik. Pengumpulan informasi
tersebut ditempuh melalui berbagai teknik penilaian, menggunakan berbagai
instrumen, dan berasal dari berbagai sumber. Penilaian harus dilakukan secara
efektif. Oleh karena itu, meskipun informasi dikumpulkan sebanyak-banyaknya
dengan berbagai upaya, tapi kumpulan informasi tersebut tidak hanya lengkap
dalam memberikan gambaran, tetapi juga harus akurat untuk menghasilkan
keputusan. Dalam kurikulum 2013 terdapat tiga ranah penilaian untuk peserta
didik yakni penilaian sikap, penilaian pengetahuan dan penilaian keterampilan.
Ketiga jenis penilaian tersebut akan diurai sebagai berikut.

a. Penilaian Sikap
Penilaian sikap dilakukan oleh guru mata pelajaran (selama proses
pembelajaran pada jam pelajaran) dan/atau di luar jam pembelajaran, guru
bimbingan konseling (BK), dan wali kelas (selama peserta didik di luar jam
pelajaran). Penilaian sikap spiritual dan sosial dilakukan secara terus-menerus
selama satu semester. Penilaian sikap spiritual dan sosial di dalam kelas maupun
diluar jam pembelajaran dilakukan oleh guru mata pelajaran, wali kelas dan guru
12

BK. Guru mata pelajaran, guru BK, dan wali kelas mengikuti perkembangan sikap
spiritual dan sosial, serta mencatat perilaku peserta didik yang sangat baik atau
kurang baik dalam jurnal segera setelah perilaku tersebut teramati atau
menerima laporan tentang perilaku peserta didik.
Apabila seorang peserta didik pernah memiliki catatan sikap yang kurang
baik, jika pada kesempatan lain peserta didik tersebut telah menunjukkan
perkembangan sikap (menuju atau konsisten) baik pada aspek atau indikator
sikap yang dimaksud, maka di dalam jurnal harus ditulis bahwa sikap peserta
didik tersebut telah (menuju atau konsisten) baik atau bahkan sangat baik.
Dengan demikian, untuk peserta didik yang punya catatan kurang baik, yang
dicatat dalam jurnal tidak terbatas pada sikap kurang baik dan sangat baik saja,
tetapi juga setiap perkembangan sikap menuju sikap yang diharapkan. Sikap dan
perilaku peserta didik yang teramati oleh pendidik ini dan tercacat dalam jurnal,
akan lebih baik jika dikomunikasikan kepada peserta didik yang bersangkutan
dan kepadanya diminta untuk paraf di jurnal, sebagai bentuk “pengakuan”
sekaligus merupakan upaya agar peserta didik yang bersangkutan segera
menyadari sikap dan perilakunya serta berusaha untuk menjadi lebih baik.
Dalam hal persiapan nilai sikap dituliskan dalam buku Laporan Peserta
didik yang berbentuk huruf SB untuk Sangat baik, B untuk nilai Baik, C untuk
nilai Cukup dan D untuk nilai kurang ditambah dengan deskripsi sikap,
diperlukan Langkah-langkah untuk membuat deskripsi nilai/perkembangan sikap
selama satu semester. Langkah itu antara lain guru mata pelajaran
mengelompokkan (menandai) catatan-catatan sikap pada jurnal yang dibuatnya
ke dalam sikap spiritual dan sikap sosial, kemudian membuat ru musan deskripsi
singkat sikap spiritual dan sikap sosial berdasarkan catatan-catatan jurnal untuk
setiap peserta didik. Pelaporan hasil penilaian sikap dalam bentuk predikat dan
deskripsi.
Deskripsi sikap menggunakan kalimat yang bersifat memotivasi dengan
pilihan kata/frasa yang bernada positif. Hindari frasa yang bermakna kontras,
misalnya kata tetapi, masih perlu peningkatan dalam satu hal atau yang lainnya,
namun masih perlu bimbingan dalam hal tertentu. Deskripsi sikap menyebutkan
13

perkembangan sikap/perilaku peserta didik yang sangat baik dan/atau baik dan
yang mulai/sedang berkembang. Apabila peserta didik memiliki kecenderungan
sikap sangat baik pada sebagian besar mata pelajaran, maka diasumsikan
predikat peserta didik tersebut SANGAT BAIK. Apabila peserta didik tidak ada
catatan apapun dalam jurnal, sikap peserta didik tersebut diasumsikan BAIK,
dengan ketentuan bahwa sikap dikembangkan selama satu semester. Deskripsi
nilai/perkembangan sikap peserta didik didasarkan pada sikap peserta didik pada
masa akhir semester. Oleh karena itu, sebelum deskripsi sikap akhir semester
dirumuskan, guru mata pelajaran, guru BK, dan wali kelas harus memeriksa
jurnal secara keseluruhan hingga akhir semester untuk melihat apakah telah ada
catatan yang menunjukkan bahwa sikap peserta didik tersebut telah menjadi
sangat baik, baik, atau mulai berkembang. Apabila peserta didik memiliki catatan
sikap KURANG baik dalam jurnal dan peserta didik tersebut belum menunjukkan
adanya perkembangan positif, deskripsi sikap peserta didik tersebut dirapatkan
dalam rapat dewan guru pada akhir semester.
Berikut adalah contoh rumusan deskripsi capaian sikap spiritual dan sosial yang
dituliskan di buku Laporan Peserta didik.
Sikap Spiritual:
Predikat Deskripsi
Sangat Baik Selalu bersyukur, selalu berdoa sebelum melakukan kegiatan,
dan toleran pada pemeluk agama yang berbeda; ketaatan
beribadah sudah berkembang.

Sikap Sosial:
Predikat Deskripsi
Baik Santun, peduli, dan percaya diri; kejujuran, kedisiplinan, dan
tanggungjawab meningkat.
14

Sikap Sosial:
Predikat Deskripsi
Cukup Santun, cukup peduli, percaya diri, kejujuran meningkat,
kedisiplinan mulai berkembang, dan tanggungjawab mulai
meningkat.

b. Penilaian Pengetahuan

Pelaksanaan penilaian adalah eksekusi atas perencanaan dan


penyusunan instrumen penilaian. Waktu dan frekuensi pelaksanaan penilaian
dilakukan berdasarkan pemetaan dan perencanaan yang dilakukan oleh pendidik
sebagaimana yang tercantum dalam program semester dan program tahunan.
Berdasarkan bentuknya, pelaksanaan penilaian terdiri dari pelaksanaan
penilaian harian (PH) dan penilaian tengah semester (PTS). Penilaian harian
dilaksanakan setelah serangkaian kegiatan pembelajaran berlangsung
sebagaimana yang direncanakan dalam RPP. Penilaian tengah semester (PTS)
merupakan kegiatan penilaian yang dilakukan untuk mengukur pencapaian
kompetensi dasar mata pelajaran setelah kegiatan pembelajaran berlangsung 8-
9 minggu. Cakupan PTS meliputi seluruh KD pada periode tersebut.
Nilai pengetahuan diperoleh dari hasil penilaian harian (PH), penilaian
tengah semester (PTS), dan penilaian akhir semester (PAS) yang dilakukan
dengan beberapa teknik penilaian sesuai tuntutan kompetensi dasar (KD).
Penulisan capaian pengetahuan pada rapor menggunakan angka pada skala
0 – 100 dan deskripsi. Hasil Penilaian Harian merupakan nilai rata-rata yang
diperoleh dari hasil penilaian harian melalui tes tertulis dan/atau penugasan
untuk setiap KD. Dalam perhitungan nilai rata-rata dapat diberikan pembobotan
untuk nilai tes tertulis dan penugasan. Misanya 60% untuk bobot tes tertulis dan
40% untuk penugasan. Pembobotan ini ditentukan sepenuhnya oleh satuan
pendidikan.
15

Penilaian harian dapat dilakukan lebih dari satu kali untuk KD yang
“gemuk” (cakupan materi yang luas) sehingga PH tidak perlu menunggu
selesainya pembelajaran KD tersebut. Materi dalam suatu PH untuk KD “gemuk”
mencakup sebagian dari keseluruhan materi yang dicakup oleh KD tersebut.
Bagi KD dengan cakupan materi sedikit, PH dapat dilakukan setelah
pembelajaran lebih dari satu KD. Berdasarkan perolehan HPH, HPTS, dan HPAS
setiap peserta didik, selanjutnya dapat dilakukan penghitungan HPA. Dalam
penghitungan HPA, satuan pendidikan dapat menggunakan formulasi tertentu,
misalnya dilakukan dengan atau tanpa pembobotan. Contoh penghitungan HPA
dengan menggunakan pembobotan, HPH : HPTS : HPAS = 2 : 1 : 1. Di samping
nilai dalam bentuk angka dan predikat, dalam rapor dituliskan deskripsi capaian
pengetahuan untuk setiap mata pelajaran.
Deskripsi pengetahuan menggunakan kalimat yang bersifat memotivasi
dengan pilihan kata/frasa yang bernada positif. Hindari frasa yang makna
kontras, misalnya ...tetapi masih perlu peningkatan dalam ... atau ... namun
masih perlu bimbingan dalam hal .... Deskripsi berisi beberapa pengetahuan
yang SANGAT BAIK dan/atau BAIK atau Kurangdikuasai oleh peserta didik dan
yang penguasaannya MULAI BERKEMBANG. Deskripsi capaian pengetahuan
didasarkan pada skor angka yang dicapai oleh KD tertentu.

c. Penilaian Keterampilan

Penilaian keterampilan adalah penilaian yang dilakukan untuk mengukur


kemampuan peserta didik dalam menerapkan pengetahuan dalam melakukan
tugas tertentu di berbagai macam konteks sesuai dengan indikator pencapaian
kompetensi. Penilaian keterampilan dapat dilakukan dengan berbagai teknik,
antara lain penilaian praktik, penilaian produk, penilaian proyek, dan penilaian
portofolio. Teknik penilaian keterampilan yang digunakan dipilih sesuai dengan
karakteristik KD pada KI-4.
Nilai keterampilan diperoleh dari hasil penilaian praktik, produk, proyek,
dan portofolio. Hasil penilaian dengan teknik praktik dan proyek dirata-rata untuk
memperoleh nilai akhir keterampilan pada setiap mata pelajaran. Seperti pada
16

pengetahuan, penulisan capaian keterampilan pada rapor menggunakan angka


pada skala 0 – 100 dan deskripsi. Nilai akhir semester diberi predikat dengan
ketentuan Sangat Baik (A), Baik(B) ; Cukup (C); Kurang (D) sesuai dengan
kriteria yang ditetapkan satuan pendidikan.
Penilaian praktik adalah penilaian yang menuntut respon berupa
keterampilan melakukan suatu aktivitas sesuai dengan tuntutan kompetensi.
Dengan demikian, aspek yang dinilai dalam penilaian praktik adalah kualitas
proses mengerjakan/melakukan suatu tugas. Penilaian praktik bertujuan untuk
dapat menilai kemampuan siswa dalam mendemonstrasikan keterampilannya
dalam melakukan suatu kegiatan. Penilaian praktik lebih otentik daripada
penilaian paper and pencil karena bentuk-bentuk tugasnya lebih mencerminkan
kemampuan yang diperlukan dalam praktik kehidupan sehari-hari.
Penilaian produk adalah penilaian terhadap keterampilan peserta didik
dalam mengaplikasikan pengetahuan yang dimiliki ke dalam wujud produk dalam
waktu tertentu sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan baik dari segi proses
maupun hasil akhir. Penilaian produk dilakukan terhadap kualitas suatu produk.
Mengukur capaian pembelajaran yang berupa keterampilan dalam membuat
produk-produk teknologi dan seni Mengukur kemampuan siswa dalam
mengaplikasikan pengetahuannya melalui penyelesaian suatu tugas projek
dalam periode/waktu tertentu Sampel karya siswa terbaik dari KD pada KI-4
untuk mendeskripsikan capaian kompetensi keterampilan (dalam satu semester)
Penilaian projek adalah suatu kegiatan untuk mengetahui kemampuan
siswa dalam mengaplikasikan pengetahuannya melalui penyelesaian suatu
instrumen projek dalam periode/waktu tertentu. Penilaian projek dapat dilakukan
untuk mengukur satu atau beberapa KD dalam satu atau beberapa mata
pelajaran. Instrumen tersebut berupa rangkaian kegiatan mulai dari
perencanaan, pengumpulan data, pengorganisasian data, pengolahan dan
penyajian data, serta pelaporan. Penilaian projek bertujuan untuk
mengembangkan dan memonitor keterampilan siswa dalam merencanakan,
menyelidiki dan menganalisis projek. Dalam konteks ini siswa dapat
menunjukkan pengalaman dan pengetahuan mereka tentang suatu topik,
17

memformulasikan pertanyaan dan menyelidiki topik tersebut melalui bacaan,


wisata dan wawancara.
Penilaian Portofolio Penilaian portofolio merupakan teknik untuk
melakukan penilaian terhadap aspek keterampilan. Dalam panduan ini portofolio
merupakan kumpulan sampel karya terbaik dari KD – KD pada KI-4. Sampel
tersebut pada dasarnya dikumpulkan dari produk yang dihasilkan dari penilaian
dengan teknik projek maupun produk. Portofolio digunakan sebagai salah satu
data penulisan deskripsi pencapaian keterampilan.
Selain nilai dalam bentuk angka dan predikat, dalam rapor dituliskan
deskripsi capaian keterampilan untuk setiap mata pelajaran. Deskripsi
keterampilan menggunakan kalimat yang bersifat memotivasi dengan pilihan
kata/frasa yang bernada positif. HINDARI frasa yang bermakna kontras,
misalnya: ... tetapi masih perlu peningkatan dalam ... atau ... namun masih perlu
peningkatan dalam hal .... Deskripsi berisi beberapa keterampilan yang sangat
baik dan/atau baik dikuasai oleh siswa dan yang penguasaannya mulai
meningkat. Deskripsi capaian keterampilan didasarkan pada bukti-bukti karya
siswa yang didokumentasikan dalam portofolio keterampilan. Apabila KD tertentu
tidak memiliki karya yang dimasukkan ke dalam portofolio, deskripsi KD tersebut
didasarkan pada skor angka yang dicapai. Portofolio tidak dinilai (lagi) dalam
bentuk angka.
18

BAB III

PENUTUP

Pelaksanaan Kurikulum memerlukan keterlibatan semua unsur sekolah


untuk saling mendukung dan berperan serta sesuai dengan tugas pokok dan
fungsinya masing-masing. Agar pelaksanaan Kurikulum sesuai dengan
kebijakan dan konsep yang diinginkan maka guru yang telah dilatih perlu
mendapatkan pendampingan dalam mengimplementasikan hasil pelatihan.
Melalui pendampingan akan terjadi interaksi dan kolaborasi antara pendamping
dan yang didampingi untuk saling berbagi melaksanakan Kurikulum. Interaksi
tersebut diharapkan mampu memperkuat pelaksanaan Kurikulum di sekolah.
Keberhasilan pendampingan implementasi Kurikulum tahun 2018 sangat
dipengaruhi oleh kualitas proses pengelolaannya mulai dari persiapan,
pelaksanaan sampai dengan evaluasi dan pelaporan. Oleh karena itu, agar
pendampingan Kurikulum di Sekolah dapat terlaksana sesuai tujuan diperlukan
adanya komitmen dari seluruh pihak yang terkait baik unsur pusat, LPMP,
kabupaten/kota, Sekolah sasaran mengupayakan keberhasilan keseluruhan
kegiatan pendampingan Kurikulum, sesuai dengan tugas, fungsi dan
kewenangan masingmasing.
Sekolah sasaran dapat mengembangkan lebih lanjut kegiatan
pendampingan sesuai dengan kebutuhannya dengan tetap mengikuti rambu-
rambu yang ada dalam petunjuk teknis ini. Bila menemukan permasalahan
ataupun pertanyaan yang terkait dengan pelaksanaan pendampingan kurikulum
dapat menghubungi kembali instruktur pendamping untuk berdiskusi demi
terlaksananya kurikulum dengan baik.
Bagi teman-teman instruktur untuk tidak bosan-bosannya memberikan
penguatan kepada guru sasaran dan satuan pendidikan yang didampingi terkait
penulisan RPP, Pelaksanaan Pembelajaran, Pembuatan KKM, dan administrasi
lainnya yang diperlukan sebagai cakupan dari pemberlakuan dan pelaksanaan
kurikulum 2013 secara komprehensif.
19

LAMPIRAN LAPORAN KEGIATAN

1. Foto Kegiatan
2. RPP Guru Sasaran
3. Daftar Hadir