Anda di halaman 1dari 12

BAB 1

PENDAHULUAN

1. Branding

Branding merupakan kegiatan pemasaran paling penting, brand yang kuat


dan unggul merupakan sasaran akhir aktifitas marketing. Menurut Asosiasi
Marketing Amerika, Brand atau merek merupakan nama, istilah, tanda, simbol
atau disain atau kombinasi dari hal-hal tersebut yang dimaksudkan sebagai
alat untuk mengidentifikasikan barang atau jasa yang dijual oleh sebuah
perusahaan dan memberikan sebuah perbedaan dalam persaingan dengan
kompetitor.
Dikatakan bahwa merek merupakan produk yang memberikan
tambahan dimensi yang memberikan diferensiasi bagi suatu produk dibanding
produk lainnya yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan yang sama.
Diferensiasi ini secara rasional dan nyata (tangible) berhubungan dengan
kinerja produk suatu merek atau lebih simbolik, emosional dan tidak
nyata (intangible) berkenaan dengan apa yang diwakili oleh merek.
Lebih spesifik lagi, yang membedakan sebuah merek dari komoditas
tanpa merek dan yang memberinya ekuitas adalah sekumpulan persepsi,
apa yang dirasakan oleh konsumen atas atribut produk, bagaimana kinerjanya
arti dari nama merek,dan tentang perusahaan yang diasosiasikan dengan merek
tersebut.
Konsumen pada dasamya tidak hanya membeli produk tetapi juga merek.
Dalam perkembangan selanjutnya konsumen tidak hanya membeli merek,
tetapi mengkonsumsi merek.
2. Brand Equity

Salah satu konsep marketing yang telah begitu popular sejak tahun 1980-
an dan diakui sangat potensial adalah Brand Equity. Munculnya brand equity
telah membawa dua arti yakni berita baik dan berita buruk. Berita baiknya
adalah bahwa brand telah menjadi lebih penting dalam strategi pemasaran,
yang sebelumnya sering diabaikan. Berita buruknya adalah bahwa Brand
Equity telah mempunyai begitu banyak definisi yang diciptakan
berdasarkan berbagai maksud atau kepentingan dan adakalanya
membingungkan dan menjadi perdebatan.
Secara fundamental, branding adalah sebuah penguatan terhadap
sebuah produk atau jasa dengan menggunakan Brand Equity. Walaupun
banyak perbedaan sudut pandang tentang brand equity, tetapi secara umum
para ahli menyatakan bahwa brand equity merupakan dampak unik yang
diakibatkan oleh sebuah brand.
Hal inilah yang menyebabkan proses penjual sebuah produk yang memiliki
brand equity yang tinggi berbeda dibandingkan produk yang brand equitynya rendah
atau malah tidak memiliki brand (Keller,2008,p37).
Pada dasamya branding merupakan seluruh kegiat:an yang bertujuan untuk
menciptakan differensiasi. Sebagian besar para ahli dibidang pemasaran
menyatakan prinsip dasar dari barand equity adalah sebagai berikut
a) Nilai t:ambah yang menjadi diferensiasi dari sebuah produk at:au jasa merupakan
sebuah penguat:an yang merupakan hasil dari aktifit:as pemasaran yang fokus
pada branddimasa lalu.
b) Nilai t:ambah dari brand ini dapat dihasilkan dengan banyak cara yang berbeda.
c) Brand equity memberikan sebuah angka tertentu untuk menginterpret:asikan
strategi marketing dan menet:apkan nilai sebuah brand.
d) Banyak cara untuk menyat:akan nilai sebuah brand terhadap manfaat yang
diberikan kepada sebuah perusahaan,dalam hal ini bisa berupa proses yang lebih
baik,biaya yang lebih rendah at:au gabungan dari keduanya.
Pada dasamya konsep yang ada menguatkan posisi brand sebagai sesuatu
yang penting didalam strategi pemasaran, yang didasari oleh prinsip-prinsip
manajemen brand yang telah diidentifikasikan diat:as (Keller,2008,p38)

3. Fungsi dan Manfaat Ekuitas Merek

Ekuitas merek dapat mempengaruhi kepercayaan diri konsumen dalam


mengambil keputusan pembelian baik itu dikarenakan ada pengalaman di masa lalu
dalam menggunakan merek tersebut maupun kedekatan dengan merek dan
karakteristiknya.

Ekuitas merek memiliki beberapa fungsi dan manfaat sebagai berikut


(Simamora, 2003:49):

 Loyalitas memungkinkan terjadinya pembelian/transaksi berulang atau jika


konsumen tersebut merupakan commited buyer, tidak hanya terhenti pada
pembelian ulang, namun konsumen tersebut juga dapat menganjurkan atau
merekomendasikannya kepada orang lain.

 Memungkinkan perusahaan menetapkan harga yang lebih tinggi (premium), yang


berarti marjin yang lebih tinggi bagi perusahaan.

 Memberikan kredibilitas pada produk lain yang menggunakan merek tersebut.


Memungkinkan return yang lebih tinggi.

 Diferensiasi relatif dengan pesaing yang jelas, bernilai dan berkesinambungan.


Memungkinkan fokus internal yang jelas.

 Menciptakan toleransi konsumen terhadap kesalahan produk atau perusahaan,


melalui loyalitas yang tinggi terhadap merek tersebut.

 Menjadi faktor yang menarik karyawan-karyawan berkualitas, sekaligus


mempertahankan karyawan-karyawan (yang puas).
 Menarik konsumen untuk hanya menggunakan faktor merek dalam pengambilan
keputusan pembelian.

4. Dimensi Ekuitas Merek

Ekuitas merek dibentuk dari empat dimensi, yaitu: kesadaran merek (brand
awareness), persepsi kualitas (perceived quality), asosiasi merek (brand
association), dan loyalitas merek (brand loyalty). Penjelasan masing-masing dimensi
merek adalah sebagai berikut:

 Kesadaran Merek (Brand Awareness). Kesadaran merek adalah kemampuan


pelanggan untuk mengenali atau mengingat kembali sebuah merek dan
mengaitkannya dengan satu kategori produk tertentu.

 Persepsi Kualitas (Perceived Quality). Persepsi kualitas terhadap merek


menggambarkan respons keseluruhan pelanggan terhadap kualitas dan
keunggulan yang ditawarkan merek.
 Asosiasi Merek (Brand Associations). Asosiasi merek berkenaan dengan segala
sesuatu yang terkait dalam memori pelanggan terhadap sebuah merek.

 Loyalitas Merek (Brand Loyalty). Loyalitas merek adalah komitmen kuat dalam
berlangganan atau membeli kembali suatu merek secara konsisten di masa
mendatang.

5. Membangun Ekuitas Merek

Ekuitas merek dapat dibangun dengan menciptakan struktur pengetahuan merek


yang tepat untuk konsumen yang tepat. Proses ini bergantung pada semua kontak
yang berhubungan dengan merek (baik dilakukan oleh pemasar maupun bukan).
Berdasarkan perspektif manajemen pemasaran, terdapat tiga kompenen penggerak
ekuitas merek, yaitu (Philip Kotler, 2002:268):

 Pilihan awal untuk elemen atau identitas merek yang membentuk merek (nama
merek, URL, logo, lambang, karakter, juru bicara, slogan, lagu, kemasan, dan
papan iklan. Produk dan jasa serta semua kegiatan pemasaran dan program
pemasaran pendukung yang menyertainya.

 Asosiasi lain yang diberikan secara tidak langsung ke merek dengan


menghubungkan merek tersebut dengan beberapa entitas lain (orang, tempat, atau
barang).
BAB II

BRAND EQUITY of TUPPERWARE

1. Tupperware

Tupperware adalah nama merek terkenal dari perusahaan yang telah lebih dari
70 tahun berkecimpung dalam pembuatan produk dari peralatan rumah tangga yang
terbuat dari plastik, termasuk didalamnya, wadah penyimpanan, wadah penyajian dan
beberapa peralatan dapur yang diperkenalkan untuk khalayak umum pada tahun 1946.
Mereka merancang, membuat dan menyebarkan produk-produknya ke seluruh dunia
melalui perusahaan induknya

Tupperware Brands Corporation dan dipasarkan dengan metode penjualan


langsung yang sering dikenal dengan julukan independent sales force atau sales force
yang saat ini tidak kurang ada 1.9 juta orang tersebar di seluruh dunia. Tupperware
sendiri merupakan anak perusahaan yang dimiliki oleh Tupperware Brands Corporation.

Tupperware memelopori strategi pemasaran langsung yang dibuat terkenal oleh


pihak Tupperware . Partai Tupperware memungkinkan perempuan tahun 1950-an untuk
bekerja dan menikmati manfaat mendapatkan penghasilan tanpa sepenuhnya
menghilangkan kemerdekaan yang diberikan kepada wanita selama Perang Dunia
Kedua , ketika wanita pertama mulai memasuki pasar tenaga kerja, sambil
mempertahankan fokus mereka di domain domestik. [5] Model " rencana pesta "
dibangun berdasarkan karakteristik yang umumnya dikembangkan dengan menjadi ibu
rumah tangga (misalnya, perencanaan pesta, menyelenggarakan pesta, hubungan
sosial dengan teman dan tetangga) dan menciptakan pilihan alternatif untuk wanita
yang membutuhkan atau ingin bekerja.

2. Equity Produk Tupperware

2. Diproduksi Oleh Perusahaan Kelas Dunia


Brand Tupperware adalah produk yang diproduksi oleh perusahaan berkelas yang
sudah ternama di seluruh dunia, sehingga sudah mempunyai nama besar dan
tidak diragukan lagi kualitasnya.
3. Materialnya Berkualitas, Diakui Badan Berwenang Dunia, Dan Aman
Terbuat dari bahan plastik berkualitas terbaik, tidak me-ngandung zat kimia
beracun dan sudah memenuhi standard dari beberapa badan dunia seperti FDA (
Food and Drug Administration) Amerika, European Food Safety Authority (Eropa),
Japan Food Safety Commision (Jepang), sehingga selain aman digunakan berkali-
kali untuk makanan dan minuman (Food Grade)
4. Go Green
Tupperware yang rusak bisa di daur ulang menjadi produk lain seperti bangku
plastik, pot tanaman, tempat sampah, dll.
5. Proses pembuatan yang cermat menghasilkan produk yang bermutu, berkelas
dan telah melewati pemeriksaan kualitas yang ketat dilengkapi garansi seumur
hidup, artinya Tupperware akan mengganti produk yang rusak dalam pemakaian
normal, bukan untuk pemakaian komersial atau industry
6. Selain materi yang digunakan, keistimewaan terletak pada "seal" (tutup) yang
beraneka bentuk namun dengan tujuan sama yaitu agar makanan/minuman yang
disimpan tetap higienis, kualitas isi bertahan lebih lama sehingga menghemat
uang dan waktu. Seal Tupperware terdiri dari beberapa karakter yang mempunyai
karakteristik masing-masing. Untuk mendapatkan hasil yang optimal, pilihlah seal
sesuai kebutuhannya. Bentuknya yang ergonomis, praktis dan rapi disusun ke
atas sehingga menghemat tempat karena fleksibel bagi area simpan yang luas
maupun terbatas
7. Prestige’ Bagi Pemakainya
Dulu, ada banyak orang gengsi saat membawa botol minum atau bekal makanan
untuk dibawa beraktifitas dengan alasan tidak praktis dan ribet. Akhirnya mereka
lebih memilih membeli air minum kemasan di minimarket, dan makan di restoran.
Tupperware dikenal masyarakat orang menjadi terinspirasi untuk membawa bekal
sendiri. Brand Tupperware dengan desain fashionable dan teruji kualitasnya, telah
memikat hati masyarakat. Kini, lebih bangga membawa Tupperware kemana-
mana dibanding botol air minum kemasan sekali pakai.
8. Produk Inovasi
Pelopor strategi pemasaran langsung yang dibuat terkenal oleh pihak Tupperware.
Partai Tupperware memungkinkan perempuan tahun 1950-an untuk bekerja dan
menikmati manfaat mendapatkan penghasilan tanpa sepenuhnya menghilangkan
kemerdekaan yang diberikan kepada wanita selama Perang Dunia Kedua , ketika
wanita pertama mulai memasuki pasar tenaga kerja, sambil mempertahankan
fokus mereka di domain domestik. [5] Model " rencana pesta " dibangun
berdasarkan karakteristik yang umumnya dikembangkan dengan menjadi ibu
rumah tangga (misalnya, perencanaan pesta, menyelenggarakan pesta, hubungan
sosial dengan teman dan tetangga) dan menciptakan pilihan alternatif untuk wanita
yang membutuhkan atau ingin bekerja.
9. Design & Pilihan Warnanya Modern
Jika Anda perhatikan, setiap produk Tupperware selalu memiliki warna-warni
khusus, cerah, ceria, dan mengikuti tren. Anda dapat memilih produk sesuai
dengan warna favorit, dan tidak perlu khawatir harus memilih warna apa untuk
koleksi produk di dapur, sebab warna-warni Tupperware akan selalu serasi
dengan suasana di rumah.

3. Tupperware bersifat ‘’HOME”


Health:
1. Menstabilkan suhu tubuh dan mengeluarkan racun (sehat dan aman)
2. Mengeluarkan lemak secara efisien dan teratur (mengatur pola gaya hidupsehat
secara berimbang)
3. Menjaga stamina dan mengurangi kelelahan( menambah semangat dan tak ada
efek samping)
4. Mendorong sel-sel tubuh menyerap nutrisi dan mineral secara maksimal (
memaksimal keadaan tubuh untuk tetap fit)
Organization:
5. Mengurangi penggunaan wadah kemasan minum sekali pakai (lebih ramah
lingkungan serta higienis)
6. Hemat waktu, transport karena tidak perlu berulang kali membeli minuman
dalam wadah sekali pakai ( hemat biaya)
Money:
7. Tidak perlu membayar wadah yang nantinya dibuang yang tidak sehat
digunakan berulang kali (Hemat, Praktis dan Mudah dibawa kemana saja)
Environment:
8. Hemat jutaan barel minyak untuk memproduksi wadah kemasan minum
9. Mencegah bertambahnya sampah kemasan plastik karena butuh puluhan
tahun untuk terurai
10. Mengurangi pemakaian energi dan pencemaran CO2 hasil buangan saat
memproduksi wadah kemasan minum

4. Branding Strategy Tupperware


Awalnya Tupperware dijual dan dipasarkan pada tahun 1946 melalui toko
dan katalog. Penjualan Tupperware di toko dan katalog tenyata tidak memberi
kemajuan penjualan Tupperware. Penjualan di toko dan katalog mempunyai sisi
minus bagi produk Tuperware karena keunggulan atau keistimewahan
Tuppeware yang terdapat pada penutup atau sealanya yang dapat menahan
udaradan kedap udarah dan cairan tidak di jelaskan di toko dan katalog sehingga
banyak konsumen yang tidak mengetahuinya.

Kemudian penjulan Tupperware ini beralih ke Tupperware party atau


Home party yang di pelopori oleh Browni Wish di sini pemasaran Tupperware
lebih mengarah ke Derect Selling dan terbukti suskese. Dimana distributor
Tupperware dapat memberi penjelasan mendalam mengenai keistimewaahan
dan manfaat dari tipa produk Tipperware. Konsumen dengan leluasa mencari
info mengenai keunggulan tupperware

Tupperware berkomitmen untuk menciptakan produk-produk yang


memberikan solusi cerdas seperti Produk yang mendukung cara sehat
mengkonsumsi minuman danmempromosikan ‘green .living’ Bahkan Tupperware
sudah mendapat izin sepenuhnya dari BPOM (Badan Pengawas Obat dan
Makanan sebagai produk yang sehat, aman bagi kelurga dan praktisserta
higienis ramah lingkungan. "Wadah plastik yang aman selain memenuhi standar
dari lembaga berwenang, juga diproduksi oleh perusahaan yang dipercaya
memiliki komitmen untuk menyediakan produk aman bagi masyarakat." Berikut
pernyataan asli kutipan BPOM terhadap keunggulan produk Tupperware.
Berdasarkan pernyataan yang mengacu pada surat yang dikeluarkan oleh
Badan POM tentang keamanan bahan kemasan plastik dari HDPE &
Tupperware, bersama ini kami sampaikan bahwa sesuai keterangan pers Badan
POM tentang Kemasan Makanan dari Plastik Polietilen (PE) dan Polipropilen
(PP) nomor. KH. 00.02.1.55.2889 tanggal 14 Juli 2009 bahwa kemasan plastik
PE-HD (segitiga angka 02), PE-LD (segitiga angka 04) dan PP (segitiga angka
05) merupakan kemasan yang paling banyak digunakan dan paling aman
dibanding jenis kemasan lainnya.

Melalui promosi perusahaan dapat mengkomunikasikan produk kepada


konsumen. Keungugulan-keunggulan dari produk dapat diketahui oleh konsumen
sehingga menjadi brand Awareness of product, service, dan brand harus terus
distimuli dengan berbagai cara dan media sehingga top of mind brand bisa tercipta
dan terjaga, dengan demikian bisa diharapkan market akan setia menggunakan
dan bisa membuat konsumen tertarik untuk mencoba dan kemudian akan
mengambil keputusan untuk membeli suatu produk tersebut. Promosi merupan
aspek penting dalam manajemen pemasaran karena dengan promosi bisa
membuat konsumen yang semula tidak tertarik terhadap suatu produk bisa
berubah fikiran dan menjadi tertarik pada produk tersebut. Salah satu bauran
promosi yang menarik untuk dibicarakan adalah Word Of Mouth yang biasa
disebut dengan promosi dari mulut ke mulut. Lovelock (2005) menekankan bahwa
WOM sebagai pendapat dan rekomendasi yang dibuat oleh konsumen tentang
pengalaman servis, yang mempunysai pengaruh kuat terhadapt keputusan
konsumen atau perilaku pembelian, pelanggan akan lebih percaya kepada
sumber yang lebih kredibel (orang yang dikenal) dari pada sales person
perusahaan (kartajaya,2006). Word of Mouth menjadi bagian penting dalam studi
pemasaran mengingat bahwa komunikasi dalam WOM mampu mempengaruhi
brand awareness), persepsi kualitas (perceived quality), asosiasi merek (brand
association), dan loyalitas merek (brand loyalty) konsumen
MARKETING STRATEGIC

“Brand Equity of Tupperware”

Kelompok 1

Muhamad Ulil Anwar (1708817005)


Mulyo Arief Andiko (1708817047)

Program Studi Magister Manajemen


Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Negeri Jakarta