Anda di halaman 1dari 3

Soal

Hubungan antara resistivitas batuan dengan tipe batuan/mineral dan ruang pori (porositas,
permeabilitas, saturasi air, dan salinitasi)
1. Resistivitas dan tipe batuan/mineral
Nilai resistivitas sangat dipengaruhi oleh material penyusun batuan dan proses
pembentukannya. Batuan beku dan batuan malihan (metamorf) mempunyai nilai resistivity
tinggi. Nilai resistivity ini tergantung pada derajat pelapukan, dan persentasi rekahan yang
terisi oleh air tanah. Batuan sedimen umumnya lebih mudah untuk dialiri air dan mempunyai
kemampuan untuk menyimpan air yang lebih baik sehingga batuan sedimen mempunyai
resistivity yang lebih rendah. Tanah basah dan air tanah segar mempunyai resistivity rendah.
Tanah lempungan mempunyai resistivity rendah dari pada tanah pasiran. Setiap batuan
memiliki tingkatan tahanan jenis yang berbeda, namun beberapa tingkatan jenis batuan ada
juga yang masuk ke dalam tingkatan batuan lainnya (overlapping range). Hal ini menyebabkan
sulit membedakan jenis batuan berdasarkan nilai tahanan jenisnya, kecuali ada suatu data
penunjang yang bisa membantu untuk menggambarkan litologi bawah permukaan seperti data
geologi. Batuan yang mengandung mineral besi dan metal akan memiliki nilai hantar listrik
yang baik, sehingga batuan tersebut memiliki nilai resistivitas yang kecil. Semakin tinggi
kandungan lempung mengakibatkan nilai tahanan jenis menjadi rendah. Factor alamiah yang
mempengaruhi kondisi batuan terutama pada proses pelapukan.
Tabel 1. Resistivity dari jenis batuan, mineral and cairan kimia (Loke, M.H.,2000)

Tabel 4. Resistivitas Mineral (Telford, dkk., 1976)


Mineral Resistivity (Ωm)
Range Average
-3 4
Argentite 2 x 10 - 10 1.7 x 10-3
Bismuthinite 18 – 570
Covellite 3 x 10-7 – 8 x 10-5 2 x 10-5
Chalcocite 3 x 10 – 0.6
-5
10-4
Chalcophyrite 1.1 x 10 – 0.3
-5
4 x 10-3
Bornite 2.5 x 10-5 – 0.5 3 x 10-3
Marcasite 10-3 – 3.5 5 x 10-2
Pyrite 2.9 x 10-5 – 1.5 3 x 10-1
Pyrrhotite 6.5 x 10-6 – 5 x 10-2 10-4
Cinnabar 2 x 107
Molybdenite 10-3 - 106 10
Galena 3 x 10-5 – 3 x 102 2 x 10-3
Millerite 3 x 10-7
Stannite 10-3 – 6 x 103
Stibnite 105 - 1012 5 x 106
Sphalerite 1.5 - 107 102
Cobaltite 3.5 x 10-4 – 10-1
Smaltite 5 x 10-5
-5
Arsenopyrite 2 x 10 - 15 10-3
Niccolite 10-7 – 2 x 10-3 2 x 10-5
Sylvanite 4 x 10-6 – 2 x 10-5
Bauxite 2 x 102 – 6 x 10-3

2. Porositas dan Permeabilitas


Porositas merupakan presentasi dari volume fluida dalam pori dengan volume total batuan.
Sedangkan permebilitas adalah kemampuan batuan untuk dapat meneruskan fluida dan ion-
ion. Porositas batuan dipengaruhi oleh tekstur batuan, namun besar kecilnya porositas bukanlah
factor yang menentukan nilai tahanan jenis. Factor yang dapat mempengaruhi perubahan
tahanan jenisnya yaitu fluida pengisi pori-pori. Semakin tinggi kandungan lempung
mengakibatkan nilai tahanan jenis menjadi rendah. Factor alamiah yang mempengaruhi kondisi
batuan terutama pada proses pelapukan.
3. Saturasi Air
Resistivitas juga mempunyai hubungan dengan derajat saturasi, resistivitas tersatursi penuh
dapat dihubungkan dengan yang tidak tersaturasi penuh (Zeyad S. Abu-Hassanein, Craig
H.Benson and Lisa R.Blotz, 1996), sebagai berikut:
s
 S B
 sat

dengan : ρs = tahanan jenis pada derajat saturasi tertentu (Ωm)


ρsat = tahanan jenis batuan tersaturasi penuh (Ωm)
S = derajat saturasi
B = parameter empiris (kondisi batuan yaitu porositas terisi air)
Dari persamaan tersebut didapatkan bahwa peningkatan derajat saturasi air akan menyebabkan
turunnya nilai resistivitas dari tanah. Didapatkan bahwa konduktivitas batuan tersaturasi yang
terukur adalah penjumlahan konduktifitas batuan tersaturasi penuh dengan konduktivitas
permukaan, sedangkan hubungan konduktivitas batuan tersaturasi penuh dengan konduktivitas
air pengisi pori adalah faktor formasi. Sehingga nilai resistivitas batuan dengan saturasi air
meiliki hubungan yang berbanding terbalik.
4. Salinitasi
Kadar garam yang tinggi dalam suatu fluida menyebabkan nilai tahanan jenis lebih rendah
dibandingkan tahanan jenis pada lempung. Kelarutan garam dalam air di dalam batuan akan
mengakibatkan meningkatnya kandungan ion dalam air sehingga berfungsi sebagai konduktor.
Menurut bu Prasetiawati (2004), beberapa hal yang mempengaruhi nilai resistivitas semu
adalah sebagai berikut:
 Ukuran butir penyusun batuan, semakin besar butir maka kelolosan arus akan semakin
baik, sehingga mereduksi nilai tahanan jenis.
 Komposisi mineral dari batuan, semakin meningkat kandungan mineral clay akan
mengakibatkan menurunnya nilai resisivitas.
 Kandungan air, air tanah atau air permukaan merupakan media yang mereduksi nilai
tahanan jenis.
 Kelarutan garam dalam air di dalam batuan akan mengakibatkan meningkatnya
kandungan ion dalam air sehingga berfungsi sebagai konduktor.
 Kepadatan, semakin padat batuan akan meningkatkan nilai resistivitas.

DAFTAR PUSTAKA
Loke, M.H., Dr., 1999, Electrical imaging surveys for environmental and engineering studies.
A practical guide to 2-D and 3-D surveys.
Prasetiawati, lukei. 2004. Aplikasi metode resistivitas dalam eksplorasi Endapan laterit nikel
serta studi perbedaan Ketebalan endapannya berdasarkan morfologi Lapangan:
Penelitian Lapangan. Jakarta: FMIPA Universitas Indonesia.
Telford, M.W., et al. 1976. ”Applied Geophysic”. United Kingdom: Cambridge University Press.

Anda mungkin juga menyukai