Anda di halaman 1dari 17

LAPORAN PRAKTIKUM

FLUIDA
HUKUM ARCHIMEDES

OLEH :
KELOMPOK 6

Riski Dwi Fanani (14030654048)


Shella Cintya Wati (14030654066)
Silvi Zuli Astutik (14030654070)
Tamara Eldiawati (14030654072)

PENDIDIKAN SAINS B 2014

JURUSAN IPA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA
2016
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Jika kita celupkan batu ke dalam sebuah bejana berisi air penuh, maka
permukaan air akan naik. Hal ini dikarenakan batu menggantikan volume air,
maka sebagian air akan tumpah dari bejana. Volume air tumpah yang
ditampung sama dengan volume batu yang menggantikan air. Dari sinilah
Archimedes berhasil menemukan hukumnya, yaitu Hukum Archimedes.
Hukum Archimedes sangat berguna dalam kehidupan sehari-hari dan
mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan yang sebelumnya mungkin dianggap
janggal sebelum hukum ini ditemukan. Salah satunya yaitu yang terjadi pada
kapal laut, yang tidak tenggelam, walaupun mempunyai beban yang sangat
berat. karena mendapatkan gaya angkat ke atas. Contoh lain dari penerapan
hukum arhchimedes ini adalah ketika kita berenang di dalam air, kita
merasakan bahwa tubuh kita terasa lebih ringan dan ketika kita mengangkat
batu di dalam air pun juga terasa lebih ringan daripada mengangkat batu tidak
di dalam air.
Untuk memahami hukum archimedes, maka dilakukan percobaan yang
berjudul “Hukum Archimedes”. Dari percobaan yang dilakukan, kami berharap
dapat menyelidiki hubungan gaya ke atas dengan berat zat cair yang
dipindahkan oleh benda ketika suatu benda dicelupkan ke dalam air dan juga
membandingkan nilai gaya angkat yang akan diperoleh dari percobaan, dengan
nilai yang diperoleh dari persamaan yang ada.

B. Rumusan masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka dapat kami ambil rumusan
masalah sebagai berikut:
Bagaimana pengaruh gaya ke atas dengan berat zat cair yang dipindahkan?
C. Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah yang telah kami ambil, maka tujuan dari
percobaan ini adalah:
Menyelidiki hubungan gaya ke atas dengan berat zat cair yang dipindahkan.

D. Hipotesis
Adapun hipotesis dari percobaan yang kami lakukan adalah sebagai berikut:
1. Gaya angkat ke atas yang diberikan zat cair besarnya sama dengan berat
zat cair yang dipindahkan.
2. Semakin besar gaya ke atas, maka berat benda yang dipindahkan juga
semakin besar.
BAB II

DASAR TEORI

Hukum Archimedes adalah sebuah hukum tentang prinsip pengapungan


diatas benda cair yang ditemukan oleh Archimedes, seorang ilmuwan Yunani
yang juga merupakan penemu pompa spiral untuk menaikan air yang dikenal
dengan istilah Sekrup Archimede. Hukum Archimedes berhubungan dengan
gaya berat dan gaya ke atas suatu benda jika dimasukan kedalam air. Berikut
ini adalah bunyi Hukum Archimedes:
“Suatu benda yang dicelupkan sebagian atau seluruhya kedalam zat cair akan
mengalami gaya ke atas yang besarnya sama dengan berat zat cair yang
dipindahkan oleh benda tersebut”

Rumus Hukum Archimedes


FA = ρa x Va x g Keterangan:
FA = Gaya keatas yang dialami benda (N)
ρa = Massa Jenis zat cair (kg/m3)
Va = Volume air yang terdesak (m3)
g = Percepatan Gravitasi (m/det2)

Berdasarkan bunyi dan rumus hukum Archimede diatas, suatu benda yang
akan terapung, tenggelam atau melayang didalam zat cair tergantung pada
gaya berat dan gaya keatas. Maka dari itu, berdasarkan hukum diatas,
terciptalah 3 hukum turunan dari Hukum Archimedes yang berbunyi:

Gambar 2.1
1. Benda akan terapung jika massa jenis benda yang dimasukan kedalam air
lebih kecil dari massa jenis zat cairnya.
2. Benda akan melayang jika massa jenis benda yang dimasukan kedalam air
sama dengan massa jenis zat cairnya.
3. Benda akan tenggelam jika massa jenis benda yang dimasukan kedalam air
lebih besar dari pada massa jenis zat cairnya.
Pada saat suatu benda di masukkan ke dalam zat cair maka berlaku
persamaan sebagai berikut:

FA = Wb .............................................. Persamaan (1)

Menurut Archimedes, benda menjadi lebih ringan bila diukur dalam air
daripada di udara karena dalam air, benda mendapat gaya ke atas. Sementara
ketika di udara, benda memiliki berat yang sesungguhnya.

Dalam Persamaan :

Wb = mb.g Persamaan (2)


Ketika dalam air, dikatakan memiliki berat semu, dinyatakan dengan:
Wdf = Wb – FA Persamaan (3)
Keterangan :

Wdf : berat dalam fluida, dikatakan juga berat semu (N)


Wb : berat benda sesungguhnnya, atau berat di udara (N)
FA : gaya angkat ke atas atau gaya apung (N)
Ada dua definisi mengenai gaya apung yang pertama yaitu, gaya yang
dikerjakan fluida pada benda yang timbul karena selisih hidrostatik yang
dikerjakan fluida antara permukaan bawah dengan permukaan atas. Bila
tekanan fluida pada sisi atas dan sisi bawah yang mengapung masing-masing
P1 dan P2 maka gaya yang dikerjakan pada telur pada sisi atas dan bawah
adalah:

F1 = P1. A
F2= P2. A Persamaan (4)
Gaya ke atas yang bekerja pada balok merupakan resultan gaya F1 dan F2.

FA = F2 – F2
FA = (P2 – P2)A
FA = (h2 – h2)ρfgA
FA = ρfgV Persamaan (Jika rapat massa fluida lebih
kecil daripada rapat massa telur maka agar telur berada dalam keadaan
seimbang,volume zat cair yang dipindahkan harus lebih kecil dari pada
volume telur.Artinya tidak seluruhnya berada terendam dalam cairan dengan
perkataan lain benda mengapung. Agar benda melayang maka volume zat cair
yang dipindahkan harus sama dengan volume telur dan rapat massa cairan
sama dengan rapat rapat massa benda. Jika rapat massa benda lebih besar
daripada rapat massa fluida, maka benda akan mengalami gaya total ke
bawah yang tidak sama dengan nol. Artinya benda akan jatuh tenggelam.
Berdasarkan Hukum Archimedes, sebuah benda yang tercelup ke dalam zat
cair akan mengalami dua gaya, yaitu gaya gravitasi atau gaya berat (W) dan
gaya ke atas (FA) dari zat cair itu.
BAB III

METODE PERCOBAAN

A. ALAT DAN BAHAN


 Neraca pegas 1 buah
 Tabung berpancuran 1 buah
 Gelas kimia 1 buah
 Beban 3 buah
 Silinder ukur 1 buah
 Neraca analitik 1 buah
 Air secukupnya

B. RANCANGAN PERCOBAAN
C. VARIABEL PERCOBAAN

Variabel Manipulasi :Massa beban

Definisi Operasional :Massa beban yang digunakan sebagai variabel


manipulasi diwakili dengan banyaknya beban yang
dicelupkan, yaitu 1 buah, 2 buah, dan 3 buah
beban.

Variabel Kontrol :Massa jenis beban, massa jenis zat cair, dan
gravitasi

Definisi Operasional :Massa jenis beban yang kami gunakan sama,


karena jenis beban yang kami gunakan sama.
Massa jenis zat cair yang kami gunakan yaitu
massa jenis air (1 gr/cm3). Percepatan gravitasi
yang kami gunakan pada percobaan ini yaitu 10
m/s2.

Variabel Respon :Massa zat cair yang dipindahkan

Definisi Operasional :Massa zat cair yang dipindahkan dapat


digambarkan melalui massa zat cair yang tumpah
dari gelas ukur.

D. LANGKAH PERCOBAAN

1) Merakit peralatan.
2) Menggantungkan sebuah beban pada neraca pegas dan mencatat berat
beban yang ditunjukkan oleh neraca pegas (Wo).
3) Menimbang massa (Mo) silinder ukur dalam keadaan kosong dengan
Neraca analitik.
4) Memasukkan air ke dalam tabung berpancuran dan menunggu sampai
beberapa saat sampai air tidak menetes dengan menggunakan gelas kimia
untuk menampung air yang tumpah.
5) Menempatkan silinder ukur di bawah pipa pancur tabung berpancuran.
6) Menurunkan balok pendukung sampai beban seluruhnya tercelup ke dalam
air.
7) Menunggu sampai air tidak tumpah lagi, kemudian dengan membaca
neraca pegas, catat berat beban (W) saat berada di dalam air.
8) Menimbang massa (m1), yakni massa silinder ukur + massa air tumpahan.
9) Mengulangi langkah 1 sampai langkah 6 untuk 2 buah beban dan 3 buah
beban.
10) Menghitung massa air yang dipindahkan (ma = m1 – m0).
11) Dengan g = 10 m/s2, menghitung berat air yang dipindahkan (wa = ma . g).
12) Membandingkan Fa dengan wa jika gaya ke atas Fa = w0 – w1.
E. ALUR PERCOBAAN

Beban Balok pendukung


 Diturunkan hingga beban tercelup
 Digantung pada neraca pegas
seluruhnya ke dalam air
 Ditimbang
 Ditunggu sampai air tidak tumpah
 Dicatat
 Diukur berat beban dalam air

Berat benda Berat beban


(Wo) (W)

 Dihitung
Gaya ke atas
(Fa)

Silinder ukur Air


 Ditimbang dengan neraca  Dimasukkan ke tabung berpancuran
Massa (Mo) dan ditunggu beberapa saat sampai air
tidak menetes
 Ditempatkan di bawah pipa
 Ditampung ke dalam gelas kimia
pancur tabung berpancuran

Air dalam tabung berpancuran

 Beban diturunkan hingga tercelup seluruhnya ke dalam


air
 Ditunggu sampai air tidak tumpah
 Diukur berat beban dalam air
 Ditimbang massa silinder + massa air yang tumpah

Massa air yang dipindahkan


(Ma = M1 – Mo)
 Dihitung
Berat air yang dipindahkan
(Wa = m.g)
BAB IV

HASIL PERCOBAAN DAN PEMBAHASAN

A. DATA

Tabel 4.1. Hasil percobaan gaya ke atas terhadap berat zat cair yang
dipindahkan.
Jumlah Beban
Keterangan
1 2 3
Berat (w0) beban di udara (w0±0,1)N 0,25 0,50 0,75
Berat (w1) beban di dalam air (w1±0,1)N 0,15 0,3 0,45
Massa (m0) silinder ukur kosong (m0±0,1)g 39,1 39,1 39,1
Massa (m1) silinder ukur + air tumpahan
47,3 59,1 67,5
(m1±0,1)g
Massa air yang dipindahkan (ma = m1 - m0 ) g 8,2 20 28,4
Berat air yang dipindahkan (wa = ma . g) N 0,082 0,2 0,3
Gaya ke atas dari air (Fa = w0 – w1) N 0,1 0,2 0,3
Keterangan:
g : 10 m/s2

B. ANALISIS

Berdasarkan data hasil pengamatan di atas dapat dianalisis bahwa dalam


percobaan ini kami menggunakan tiga beban, beban pertama bermassa 25
gram, sedangkan beban kedua yaitu 50 gram, dan ketiga sebesar 75 gram.
Percobaan pertama menggunakan satu buah beban yaitu yang bermassa
25 gram, berat (w0) beban tersebut di udara sebesar 2,5 N, berat (w1) beban di
dalam air sebesar 0,15 N, massa (m0) silinder ukur kosong yaitu 39,1 gram,
massa (m1) silinder ukur + air tumpahan sebesar 47,3 gram, massa air yang
dipindahkan (ma = m1 - m0 ) adalah 8,2 gram, sedangkan berat air yang
dipindahkan (wa = ma . g) sebesar 0,82 N. Adapun gaya ke atas dari air (Fa =
w0 – w1) sebesar 0,1 N.
Pada percobaan kedua, kami menambahkan beban yang bermassa 50
gram. Berat (w0) beban tersebut di udara sebesar 0,5 N, berat (w1) beban di
dalam air sebesar 0,3 N, massa (m0) silinder ukur kosong yaitu 39,1 gram,
massa (m1) silinder ukur + air tumpahan sebesar 59,1 gram, massa air yang
dipindahkan (ma = m1 - m0 ) adalah 20 gram, sedangkan berat air yang
dipindahkan (wa = ma . g) sebesar 0,2 N. Adapun gaya ke atas dari air (Fa = w0
– w1) sebesar 0,2 N.
Sedangkan pada percobaan ketiga, kami menambahkan lagi beban
dengan massa 75 gram. Berat (w0) beban tersebut di udara sebesar 0,75 N,
berat (w1) beban di dalam air sebesar 0,45 N, massa (m0) silinder ukur kosong
yaitu 39,3 gram, massa (m1) silinder ukur + air tumpahan sebesar 67,5 gram,
massa air yang dipindahkan (ma = m1 - m0 ) adalah 28,4 gram, sedangkan berat
air yang dipindahkan (wa = ma . g) sebesar 0,3 N. Adapun gaya ke atas dari air
(Fa = w0 – w1) sebesar 0,3 N.

C. PEMBAHASAN
Teori menyatakan bahwa Hukum Archimedes berbunyi jika suatu benda
dicelupkan ke dalam sesuatu zat cair, maka benda itu akan mendapat tekanan
keatas yang sama besarnya dengan beratnya zat cair yang terdesak oleh benda
tersebut. Ketika benda ditimbang sambil dicelupkan ke dalam zat cair, ternyata
berat benda itu berkurang dibanding ketika ditimbang di udara. Sesungguhnya
benda yang dicelupkan ke dalam zat cair tidak berkurang beratnya. Gaya berat
benda itu sebenarnya tetap, tetapi pada saat dicelupkan kedalam zat cair, ada
gaya ke atas yang dikerjakan zat cair terhadap benda, sehingga berat benda
seolah-olah berkurang.
Dari teori diatas kami membuktikannya dari hasil percobaan kami yaitu
ketika massa beban 25 gram jika diukur diudara beratnya yaitu 0,25 N namun,
ketika didalam air hanya 0,15 N. Begitu pula ketika beban dengan massa 50
gram diukur diudara beratnya yaitu 0,5 N namun, ketika didalam air hanya
0,3N. Tidak ada bedanya ketika beban 75 gram diukur diudara beratnya yaitu
0,75 N namun, ketika didalam air hanya 0,45 N.
Pada percobaan kami diatas dapat dikatakan data yang kami peroleh
sudah sesuai dengan teori ada bahwa gaya angkat ke atas yang diberikan zat
cair besarnya sama atau sebanding dengan berat zat cair yang dipindahkan.
Semakin besar gaya ke atas, maka berat benda yang dipindahkan juga semakin
besar. Hal ini terbukti pada percobaan kedua dan ketiga, yaitu besarnya gaya
angkat ke atas sama dengan berat zat cair yang dipindahkan. Hasil yang kami
peroleh berturut-turut yaitu 0,2 N pada percobaan kedua dan 0,3 N pada
percobaan ketiga. Namun pada percobaan pertama terdapat selisih antara gaya
angkat ke atas dengan berat zat cair yang dipindahkan. Hasil yang kami
peroleh dari gaya angkat ke atas yaitu 0,082 sedangkan untuk berat benda yang
dipindahkan yaitu 0,1 N. Selisih ini disebabkan karena ketelitian neraca pegas
yang terbatas hanya sebesar 0,1. Selain itu banyaknya air yang dipindahkan
belum seluruhnya, dalam artian masih ada yang tertinggal di ujung pancuran
dan masih berpotrensi untuk menetes. Kemudian kami juga kurang teliti dalam
membaca skala pada neraca analitik serta pengkalibrasian neraca yang kurang
tepat.

D. DISKUSI
Sebuah kotak empat persegi panjang massanya 60 kg, terbuka dibagian atas
ukuran bagian dasar 1mx80,8m dan kedalaman 0,50m. Hitung berat dari alat
pemberat yang diperlukan agar kotak dapat tenggelam ke kedalaman 30 cm !
Diketahui : m : 60 kg
V : 40,4 m3
A : 162,6 m2
h : 30 cm  3 x 10-1 m
g : 9,8 m/s2

Ditanya : F, h = 30 cm = ....?
Jawab :
ρ = m/V
ρ = 60/40,4
ρ = 1,49 kg/m3

F=ρ.g.V.H.A
F = 1,49 . 9,8 . 3 x 10-1 . 162,6
F = 491,43 x 10-1 N
F = 49,14 N

Jadi, berat dari alat pemberat yang diperlukan agar kotak dapat tenggelam ke
kedalaman 30 cm adalah 49,14 N.
BAB V

PENUTUP

A. KESIMPULAN

Pada percobaan yang telah kami lakukan dapat disimpulkan bahwa data
yang kami peroleh telah sesuai dengan teori yang ada, yaitu gaya angkat ke
atas yang diberikan zat cair besarnya sama dengan berat zat cair yang
dipindahkan. Selain itu, semakin besar gaya ke atas maka berat zat cair yang
dipindahkan juga semakin besar. Hal ini terbukti dengan hasil percobaan yang
kami peroleh yaitu didapatkan berat zat cair yang dipindahkan sebesar 0,82 N;
0,2 N; dan 0,3 N. Sedangkan besarnya gaya angkat yang kami peroleh yaitu
sebesar 0,1 N; 0,2 N; dan 0,3 N. Hal ini juga membuktikan bahwa semakin
besar massa benda yang tercelup, maka berat zat cair yang dipindahkan juga
semakin besar, sehingga gaya angkat ke atas yang dihasilkan juga semakin
besar.

B. SARAN
Pada percobaan yang telah kami lakukan terdapat sedikit ketidaksesuaian
dengan teori yaitu pada percobaan pada benda 1 diperoleh gaya angkat sebesar
0,082 N sedangkan pada teori diperoleh gaya angkat sebesar 0,1N. Selisih
tersebut diakibatkan oleh ketidak akuratan taraf ketelitian alat, kalibrasi
timbangan dan saat kami mengamati tetesan air yang ada dipancuran. Untuk
praktikum selanjutnya diharapkan kita dapat membaca skala pada alat ukur
dengan teliti dan melakukan kalibrasi dengan tepat, sehingga data yang
diperoleh dapat sesuai dengan teori.
DAFTAR PUSTAKA

Giancoli, D. 1995. Fisika Jilid 1 Edisi kelima. Jakarta: Erlangga.

Widodo, Wahono dan Nurita, Tutut. 2016. Modul Praktikum Fluida. Surabaya:
UNESA .
LAMPIRAN

A. FOTO

Memasukkan beban kedalam tabung Pada saat beban tercelup semua air
berpancur yang memiliki massa tumpah dari tabung berpancur dan
berbeda-beda ditunggu sampai airnya tidak tumpah

Menimbang massa air pada gelas Melihat volume air pada gelas
silinder ukur+masa air tumpah silinder