Anda di halaman 1dari 7

PINGSAN (TLOC)

No. Dokumen :
No. Revisi :
PPK
Tanggal Terbit :
Halaman 1 dari 7
PUSKESMAS dr. Suprabandari
IMOGIRI 1 NIP. 197107102002122007

Nama Kasus Pingsan

Kode ICD-10 R55.**

Definisi Pingsan (syncope) didefinisikan sebagai suatu kehilangan kesadaran


sementara1, oleh sebab hipoperfusi serebral, dengan karakternya berupa
onset cepat, durasi pendek, dan pemulihan penuh yang spontan (Brignole et
al., 2018).

Anamnesis Dilakukan secara aloanamnesis kepada pengantar pasien yang paling paham
terhadap kasus pasien.

Sejumlah pertanyaan dapat diajukan di luar identitas pasien sebagai


pengkajian awal, di antaranya, namun tidak terbatas pada:

1. Kapan serangan terjadi?

2. Sudah berapa lama serangan terjadi?

3. Kegiatan apa yang pasien lakukan sesaat sebelum serangan?

4. Apakah pernah mengalami serangan serupa sebelumnya?

5. Apakah memiliki penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi,


jantung koroner, dan jika ya, apakah pasien sedang dalam
pengobatan atau mengonsumsi obat untuk penyakit tersebut?

Pemeriksaan Fisik Pemeriksaan dilakukan di antaranya adalah,

1. Survei awal:

a. Kesadaran (GCS, APVU);

b. ABC:

i. Jalan napas dan suara napas;

ii. Denyut nadi;

1
TLOC: transient loss of consciousness.
PINGSAN (TLOC)
No. Dokumen :
No. Revisi :
PPK
Tanggal Terbit :
Halaman 2 dari 7
PUSKESMAS dr. Suprabandari
IMOGIRI 1 NIP. 197107102002122007

iii. Tekanan darah;

c. Refleks Cahaya / Refleks Pupil;

2. Survei lanjutan:

a. Cedera sekunder;

b. Sp02

Kriteria Diagnosis Rekomendasi Kelas Tingkat

Refleks Pingsan dan HO2

VVS3 merupakan yang paling mungkin jika pingsan


ditimbulkan oleh rasa nyeri, rasa takut atau berdiri, dan
I C
dihubungkan dengan prodormal progresif yang khas
(pucat, berkeringat, dan/atau mual)

Pingsan refleks situasional sangat mungkin jika pingsan


terjadi selama atau segera setelah pemicu spesifik,
seperti:

 Buang air kecil;

 Buang air besar atau menelan; I C

 Batuk atau bersin;

 Pasca berolahraga

 Lainnya (misal tertawa)

Pingsan karena HO dikonfirmasi ketika pingsan terjadi


saat berdiri dan bersama dengannya terbukti adanya I C
HO.

2
HO: Hipotensi Ortostatik
3
VVS: Vasovagal Syncope
PINGSAN (TLOC)
No. Dokumen :
No. Revisi :
PPK
Tanggal Terbit :
Halaman 3 dari 7
PUSKESMAS dr. Suprabandari
IMOGIRI 1 NIP. 197107102002122007

Jika kriteria di atas tidak ditemukan, pingsan refleks dan


HO selayaknya dipertimbangkan ketika temuan
mengarahkan pada pingsan refleks atau OH ada dan IIa C
temuan yang mengarahkan pada pingsan kardiak tidak
ada.

Pingsan Kardiak

Pingsan aritmia sangat mungkin ketika EKD


menunjukkan:

 Sinus bradikardia menetap < 40 d.p.m atau jeda


sinus > 3 detik pada kondisi sadar dan tidak
adanya pelatihan fisik;

 Blok AV derajat dua dan tiga Mobitz II;


I C
 Pergiliran antara BBB4 kiri & kanan;

 VT5 atau SVT6 Paroksisimal yang cepat;

 Episode tidak menetap VT polimorfik dan


interval QT yang memanjang atau memendek;

 Malafungsi pacemaker atau ICD dengan henti


jantung.

Pingsan terkait iskemik jantung dikonfirmasi ketika


pingsan disertai dengan tanda-tanda iskemia miokardial I C
akut dengan atau tanpa infark miokardial.

Pingsan karena kelainan struktur jantung-paru sangat


mungkin saat pingsan menyerang pasien-pasien dengan I C
miksoma atrium yang kolaps, trombus bola atrium kiri,

4
BBB: Bundle Branch Block
5
VT: Takikardia ventrikular
6
SVT: Takikardia supraventrikular
PINGSAN (TLOC)
No. Dokumen :
No. Revisi :
PPK
Tanggal Terbit :
Halaman 4 dari 7
PUSKESMAS dr. Suprabandari
IMOGIRI 1 NIP. 197107102002122007

stenosis aorta yang parah, emboli paru, atau robekan


aorta akut.7

Tambahan pertimbangan dan pandangan klinis:

Pengkajian awal kasus pingsan pada umumnya sudah


dapat menentukan penyebab pingsan pada kebanyakan
pasien. Kepatuhan ketat terhadap pengertian VVS,
pingsan refleks situasional dan pingsan karena HO dapat
dipertimbangkan sebagai kepastian atau kemungkinan
terbesar tanpa melihat adanya temuan abnormal lain.
Pada pasien muda dengan pingsan yang tidak dapat
dijelaskan dan tidak terdapat riwayat penyakit jantung,
tidak ada riwayat anggota keluarga yang meninggal
mendadak, tidak pernah pingsan saat berdiri, tidur atau
berolahraga, tidak ada pemicu yang tidak biasa, dan
temuan EKG yang normal, maka kemungkinan pingsan
kardiak sangat rendah. Tingkat SCD8 pada pasien < 35
tahun sekitar 1-3/100.000.

Diagnosis Kerja  Pingsan vasovagal;

 Pingsan refleks situasional; atau

 Pingsan hipotensi ortostatik;

Diagnosis Banding Jika tidak terdapat keterangan saksi mata, pertimbangkan diagnosis banding
berikut:

 Jatuh (ICD-10: W00.** - W19.**);

 Epilepsi (ICD-10: G40.**); atau

 TIA (ICD-10: G45.**);

7
Penegakan diagnosis pada kondisi ini, pelacakan tidak dapat dilakukan dengan mempertimbangkan sumber daya
yang tersedia di Puskesmas, rujukan diperlukan.
8
SCD: Sudden cardiac death / Kematian jantung mendadak.
PINGSAN (TLOC)
No. Dokumen :
No. Revisi :
PPK
Tanggal Terbit :
Halaman 5 dari 7
PUSKESMAS dr. Suprabandari
IMOGIRI 1 NIP. 197107102002122007

Pemeriksaan EKG
Penunjang

Algoritma

Terapi Hipotensi ortostatik

Tambahkan salah satu atau beberapa terapi spesifik berikut berdasarkan


keparahan klinis:
PINGSAN (TLOC)
No. Dokumen :
No. Revisi :
PPK
Tanggal Terbit :
Halaman 6 dari 7
PUSKESMAS dr. Suprabandari
IMOGIRI 1 NIP. 197107102002122007

 Edukasi mengenai penyesuaian/perubahan gaya hidup;

 Asupan cairan (hidrasi) dan garam yang berkecukupan;

 Penghentian/pengurangan terapi yang mengakibatkan hipotensi


(Solari et al., 2017);

 Menerapkan manuver counter-pressure (van Dijk et al., 2006);

 Menggunakan pengikat perut, seperti korset (Figueroa et al., 2015);

 Tidur tengadah dengan posisi kepala lebih tinggi 10˚ (Cooper &
Hainsworth, 2008);

Rujuk pasien ke layanan kesehatan rujukan lanjutan apabila dinilai


memerlukan terapi tambahan seperti midodrine (Schleifer & Shen, 2015)
atau fludrocortisone (Sheldon et al., 2016).

Edukasi Pingsan refleks & hipotensi ortostatik

Jelaskan mengenai diagnosis dan risiko kekambuhan kepada pasien,


sekaligus meyakinkan dan menyarankan bagaimana menghindari pemicu di
masa mendatang. Pencegahan-pencegahan ini merupakan tiang penyangga
tatalaksana terapi dan memiliki dampak tinggi dalam mengurangi kejadian
serangan pingsan kembali.

Prognosis Bonam

Indikator Mutu 1. Seluruh pasien pingsan mendapatkan edukasi mencegah serangan


ulang (90%);

2. Seluruh pasien pingsan dikaji apakah termasuk pingsan vasovagal,


refleks situasional ataukah hipotensi ortostatik (70%);

Referensi Brignole, M., Moya, A., de Lange, F. J., Deharo, J.-C., Elliott, P. M., Fanciulli,
A., … Lim, P. B. (2018). 2018 ESC Guidelines for the diagnosis and
management of syncope. European Heart Journal, 39(21), 1883–1948.
PINGSAN (TLOC)
No. Dokumen :
No. Revisi :
PPK
Tanggal Terbit :
Halaman 7 dari 7
PUSKESMAS dr. Suprabandari
IMOGIRI 1 NIP. 197107102002122007

https://doi.org/10.1093/eurheartj/ehy037

Cooper, V. L., & Hainsworth, R. (2008). Head-up sleeping improves


orthostatic tolerance in patients with syncope. Clinical Autonomic
Research, 18(6), 318–324. https://doi.org/10.1007/s10286-008-0494-8

Figueroa, J. J., Singer, W., Sandroni, P., Sletten, D. M., Gehrking, T. L.,
Gehrking, J. A., … Basford, J. R. (2015). Effects of patient-controlled
abdominal compression on standing systolic blood pressure in adults
with orthostatic hypotension. Archives of physical medicine and
rehabilitation, 96(3), 505–10.
https://doi.org/10.1016/j.apmr.2014.10.012

Schleifer, J. W., & Shen, W. (2015). Vasovagal syncope: an update on the


latest pharmacological therapies. Expert Opinion on Pharmacotherapy,
16(4), 501–513. https://doi.org/10.1517/14656566.2015.996129

Sheldon, R., Raj, S. R., Rose, M. S., Morillo, C. A., Krahn, A. D., Medina, E., …
Medina, E. (2016). Fludrocortisone for the Prevention of Vasovagal
Syncope. Journal of the American College of Cardiology, 68(1), 1–9.
https://doi.org/10.1016/j.jacc.2016.04.030

Solari, D., Tesi, F., Unterhuber, M., Gaggioli, G., Ungar, A., Tomaino, M., &
Brignole, M. (2017). Stop vasodepressor drugs in reflex syncope: a
randomised controlled trial. Heart, 103(6), 449–455.
https://doi.org/10.1136/heartjnl-2016-309865

van Dijk, N., Quartieri, F., Blanc, J.-J., Garcia-Civera, R., Brignole, M., Moya,
A., … PC-Trial Investigators. (2006). Effectiveness of Physical
Counterpressure Maneuvers in Preventing Vasovagal Syncope. Journal
of the American College of Cardiology, 48(8), 1652–1657.
https://doi.org/10.1016/j.jacc.2006.06.059