Anda di halaman 1dari 8

Nama : Siti Hafidzotur Rofi’ah

NIM :1608036009
Kelas : KIM-5

Gerakan Pemberian Air Susu Ibu (ASI) Eksklusif Yang Dilanjutkan


Hingga Anak Berusia 2 Tahun: Tinjauan Dari Sisi Spiritual Dan Sains

Kehadiran seorang anak merupakan suatu karunia berharga yang diberikan Allah
kepada umatnya. Seorang ibu mengandung, menyusui, dan merawatnya sebagai wujud syukur
pada Rabb-nya sekaligus bentuk kasih sayang seorang ibu terhadap anaknya. Salah satu tahap
untuk mencapai tumbuh kembang anak yaitu pemberian air susu ibu (ASI). Menyusui seorang
anak merupakan fitrah yang sangat dan amat melekat dalam diri seorang ibu. Fitrah disini
merupakan suatu kecenderungan bersifat alamaiah (bawaan) pada semua manusia yang tidak
dapat dirubah sejak kelahirnnya. Setiap wanita yang telah berstatus seorang ibu mempunyai
kecenderungan alamiah untuk menyusukan anaknya.
Air susu ibu (ASI) adalah sebuah cairan putih tidak tertandingi yang diciptakan oleh
Allah Swt. pada seorang wanita (ibu) untuk memenuhi kebutuhan gizi dan menciptakan
sistem imun yang baik pada seorang bayi. Pada kondisi normal, produksi ASI pada hari
pertama kelahiran kurang lebih 100 ml, dan mengalami peningkatan hingga 500 ml dalam
minggu kedua. ASI merupakan makanan terbaik terbaik bagi bayi, karena didalamnya
terkandung berbagai komposisi gizi yang baik bagi pertumbuhan dan perkembangan bayi
seperti protein, karbohidrat, lemak vitamin, mineral, dan Air. Pemberian ASI dapat mambantu
pertumbuhan syaraf dan otak. Menurut WHO dalam skripsi Zakiyah (2009), menyatakan
bahwa resiko kematian bayi dalam dua bulan pertama tidak diberikan ASI mencapai 6 kali
lebih besar dibanding dengan bayi yang mendapat ASI. Sedangkan bayi yang disusui secara
ekslusif 6 bulan dan tetap diberi ASI hingga 11 bulan dapat menurunkan kematian balita
sebanyak 13 %. Hal ini menunjukkan bahwa pemberian ASI sangat penting bagi tumbuh
kembang bayi, terutama pemberian ASI secara ekslusif.
Menurut peratutan pemerintah nomor 33 tahun 2012 pada Ayat 1 diterangkan bahwa
“Air Susu Ibu Ekslusif yang selanjutnya disebut ASI Ekslusif adalah ASI yang diberikan
kepada bayi sejak dilahirkan selama 6 bulan, tanpa menambahkan dan atau mengganti dengan
makanan atau minuman lain”. Sedangkan pada Kepmenkes RI No.450/MENKES/IV/2004
dalam skripsi Zakiyah (2009) menyatakan bahwa kebjakan pemberian ASI ekslusif sampai
bayi berusia 6 bulan dan dilanjutkan sampai anak berumur 2 tahun dengan pemberian
tambahan makanan yang sesuai. Jadi pemberian ASI secara ekslusif adalah seorang bayi
hanya diberi ASI saja selama 6 bulan, tanpa tambahan cairan atau makanan lain, dan
kemudian dilanjutkan sampai anak berumur 2 tahun disertai dengan pemberian tambahan
cairan dan makanan seperti susu formula, bubur susu, biskuit, dan sebagainya. WHO dan
UNICEF telah merekomendasikan untuk digalakkannya pemberian ASI secara ekslusif
selama 2 tahun. Berdasarkan hasil penelitian WHO didapatkan bahwa pemberian ASI selama
6 bulan dapat mencegah kejadian infeksi, diare, dan menghemat pengeluaran. Selain itu
berdasarkan data UNICEF diperoleh bahwa 30.000 kematian bayi di Indonesia dapat dicegah
dengan pemberian ASI ekslusif.
Berikut merupakan peninjauan tentang pemberian ASI Ekslusif selama 2 tahun mealui sisi
spiritual dan sains.
1. Sisi Spiritual
Pemberian ASI ekslusif telah disebutkan dalam Al-Quran Surat Al-Luqman
ayat 14 dan Surat Al-Baqarah ayat 233 yang berbunyi:

ۡ ‫عا َم ۡي ِن أ َ ِن‬
‫ٱش ُك ۡر ِلي‬ َ ‫صلُ ۥهُ فِي‬ َ ‫سنَ بِ َٰ َو ِلدَ ۡي ِه َح َملَ ۡتهُ أ ُ ُّم ۥهُ َو ۡهنًا‬
َ َٰ ِ‫علَ َٰى َو ۡه ٖن َوف‬ ِ ۡ ‫ص ۡينَا‬
َ َٰ ‫ٱۡلن‬ َّ ‫َو َو‬
١٤ ‫ير‬ ُ ‫ص‬ ِ ‫ي ۡٱل َم‬ َّ َ‫َو ِل َٰ َو ِلدَ ۡيكَ ِإل‬

Artinya: “Dan kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang
ibu-bapaknya, ibunya telah mengandung dalam keadaan lemah yang bertambah-
yambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada
dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Ku lah kamu kembali”(QS. Luqman 31:14)
Berdasarkan ayat di atas terlihat bahwa manusia diperinthkan untuk menyapih
anaknya dalam dua tahun. Ukuran dua tahun memberikan informasi bahwa pemberian
ASI hanyamampu memenuhi kebutuhan anak sampai usia dua tahun dan selama dua
tahun tersebut ASI mempu menjadi pemenuh kebutuhan utama pada anak.
Batasan dua tahun tersebut bersifat relatif dan tidak berdiri sendiri sebagaimana
dijelaskan dalan Al-Quran Surat Al-Baqarah ayat 233 yang berbunyi:

‫علَى ۡٱل َم ۡولُو ِد لَ ۥهُ ِر ۡزقُ ُه َّن‬ َۚ ‫ٱلرضا‬ ِ ‫ضعۡ نَ أ َ ۡو َٰلَدَ ُه َّن َح ۡولَ ۡي ِن َك‬
َ ‫عةَ َو‬ َ َ َّ ‫املَ ۡي ِۖ ِن ِل َم ۡن أ َ َرادَ أَن يُتِ َّم‬ ِ ‫۞و ۡٱل َٰ َو ِل َٰدَتُ ي ُۡر‬
َ
‫ لَّ ۥهُ ِب َو َل ِدۦَۚ ِه‬ٞ‫ضا ٓ َّر َٰ َو ِلدَ ُۢة ُ ِب َولَ ِدهَا َو ََل َم ۡولُود‬
َ ُ ‫س ِإ ََّل ُو ۡس َع َه َۚا ََل ت‬
ٌ ‫ف ن َۡف‬ ُ َّ‫وف ََل ت ُ َكل‬ ِ َۚ ‫َو ِك ۡس َوت ُ ُه َّن ِب ۡٱل َمعۡ ُر‬
‫علَ ۡي ِه َم َۗا َو ِإ ۡن أ َ َردت ُّ ۡم‬ ُ ‫اض ِم ۡن ُه َما َوتَش‬
َ ‫َاو ٖر فَ ََل ُجنَا َح‬ َ ِ‫ث ِم ۡث ُل َٰذَل َِۗكَ فَإ ِ ۡن أ َ َرادَا ف‬
َ ‫ص ًاَل‬
ٖ ‫عن ت ََر‬ ِ ‫علَى ۡٱل َو ِار‬
َ ‫َو‬
‫ٱعلَ ُم ٓوا‬ ِ َۗ ‫سلَّمۡ تُم َّما ٓ َءات َۡيتُم ِب ۡٱل َمعۡ ُر‬
َّ ‫وف َوٱتَّقُوا‬
ۡ ‫ٱَّللَ َو‬ َ ‫ضعُ ٓوا أ َ ۡو َٰلَدَ ُك ۡم فَ ََل ُجنَا َح‬
َ ‫علَ ۡي ُك ۡم ِإذَا‬ ِ ‫أَن ت َۡست َۡر‬
٢٣٣ ‫ير‬ٞ ‫ص‬ ِ ‫ٱَّللَ ِب َما ت َعۡ َملُونَ َب‬ َّ ‫أ َ َّن‬

Artinya: “Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya


dan seorang ayah karena anaknya, dan waris pun berkewajiban demikian. Apabila
keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan
permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin anakmu
disusukan oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan
pembayaran menurut yang patut. Bertakwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah
nahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan”(QS. Al-Baqarah 2:233).
Dari kedua ayat tersebut, mayoritas ulama menyimpulkan dua tahun adalah
jangka waktu yang ditentukan Allah untuk menyusui. Seperti pendapat Ibnu Katsir
ketika menafsirkan ayat tersebut bahwa ayat ini merupakan petunjuk dari Allah Swt
kepada para ibu agar mereka menyusui anak-anaknya dengan pemberian ASI yang
sempurna selama dua tahun. Jadi dapat disimpulkan bahwa dalam Islam pemberian
ASI ekslusif selama dua tahun merupakan waktu penyusuan yang sempurna bagi
pertumbuhan anak.

2. Sisi Sains
Dalam tinjauan sains, ASI berperan penting bagi bayi. Telah dijelaskan diatas
bahwa pemberian ASI secara ekslusif selama 6 bulan dapat mencegah kejadian infeksi
dan diare pada bayi. Selain itu tingkat kematian bayi dpat dicegah melalui pemberian
ASI secar ekslusif. Hal ini dikarenakan ASI mengandung berbagai komponen yang
diperlukan dalam tumbuh kembang bayi terutama pada pertumbuhan sel saraf dan
otak. Diantara komponen gizi beserta perannya dalam pertumbuhan dan
perkembangan bayi adalah sebagi berikut:
a. Lemak
Lemak yang terkandung dalam ASI merupakan lemak yang tepat bagi
pertumbuhan dan perkembangan bayi karena mengandung jumlah lemak yang
sehat dan tepat secar proporsional. Enzim Lipase menyebabkan lemak pada ASI
mudah dicerna dan diserap oleh bayi. Lemak utama ASI adalah lemak ikatan
panjang yang mengandung omega-3, omega-6, DHA, dan ARA. Lemak tersebut
penting untuk pertumbuhan saraf dan otak. kolestrol dalam ASIjuga berfungsi
dalam pembuatan enzim untuk metabolisme kolestrol yang berfungsi untuk
membentuk enzim metabolisme kolestrol sehingga dapat mencegah serangan
jantung dan arteriosclerosis pada usia muda.
b. Karbohidrat
Laktosa merupakan karbohidrat utama dalam Asi. Dalam 100 ml ASI
mengandung 7 gr laktosa atau 20-30 % lebih banyak dari susu sapi. Laktosa
diperlukan untuk pertumbuhan otak. semakin tinggi kadar laktosa pada susu
mamalia, maka semakin besar pula ukuran otaknya. ASI mengandung kadar
laktosa yang paling tinggi dibandingkan susu mamalia lain.
Karbohidrat dalam ASI juga dapat mencegah infeksi melalui peningkatan
pertumbuhan bakteribaik usus, lactobacillus bifidus dan menghambat bakteri
berbahaya dengan cara fermentasi laktosa menjadi asam laktat sehingga
menyebabkan suasana lambung menjadi asam dan menghambat pertumbuhan
bakteri berbahaya.
c. Protein
Kandungan protein dalam ASI berbeda dari susu mamalia lainnya, baik
secara kualitas maupun kuantitas. ASI mengandung asam amino seimbang yang
cocok untuk bayi. Dalam 100 ml terdapat 0,9 gr protein, jumlah ini lebih sedikit
dibandingkan protein pada mamalia lainnya. Kelebihan protein dapat
menyebabkan kerusakan pada ginjal bayi.
ASI mengandung protein khusus yang dirancang untuk tumbuh kembang
bayi manusia. ASI mengandung protein whey dan casein. Whey adlah protein yang
halus, lembut dan mudah dicerna sedangkan kasein adalah protein yang bentuknya
kasar, menggumpal dan susah dicerna. Perbandingan antara whey dan casein
dalam ASI adalah 60:40, sedangkan pada susu sapi 20:80. ASI mengandung alfa
lactalbumin, sedangkan susu sapi mengandung beta lactalbulmin yang sering
menyebabkan alergi.
ASI memiliki protein unik yang tidak terdapat dalam susu formula yaitu
taurin, lactoferin dan lysosom. Taurin diperlukan untuk perkembangan otak,
susunan saraf, dan pertumbuhan retina. Lactoferin berfungsi membiarkan bakteri
usus baik yang menghasilkan vitamin untuk tumbuh dan menghancurkan bakteri
jahat. Lisosom merupakan antibiotik alami dalam ASI yang dapat menghancurkan
bakteri berbahaya.
d. Vitamin dan Mineral
ASI mengandung vitamin yang cukup untuk bayi. Meskipun si ibu
mengalami defisiensi vitamin. Mineral berupa besi (Fe) dan Zinc terdapat pada
ASI alam jumlah sedikit, namun disertai dengan biaovalibilitas dan penyerapan
yang tinggi.
Faktor pelindung dalam ASI adalah sel darah putih dan Immunoglobulin. Sel darah
putih berguna untuk kekebalan tubuh bayi dan membentuk antibody yang protektif dalam
jumlah yang cukup banyak. Jumlah sel ini secara beragsur akan berkurang setelah bayi
memiliki sistem kekebalan bayi yang cukup. Sel-sel tersebut juga mampu menyalurkan dan
menyimpan zat-zat penting seperti enzim, faktor pertumbuhan, dan immunoglobulin.
Immnunoglobulin adalah protein yang beredar dan bertugas memerangi infeksi yang masuk
dalam tubuh bayi. Ketika antibodi dari ibu turun, antibodi dari ASI akan meneruskan tugas
melindungi bayi sampai sistem antibodi bayi matang.
Roesli (2005) dalam Skripsi Zakiyah mengemukakan perbedaaan komposisi ASI dari hari ke
hari (stadium laktasi) sebagai berikut:
a. Kolostrum
Kolostrum merupakan cairan khusus yang disekresikan pada hari pertama
sampai ketiga kelahiran bayi. Cairan ini encer dan berwarna kuning-putih dan
seringkali menyerupai darah daripada susu. Kolostrum mengandung sel hidup yang
menyerupai sel darah putih yang dapat membunuh kuman penyakit. Kolostrum
merupakan pencahar yang ideal yang berguna untuk membersihkan zat yang tidak
terpakai dari usus bayi yang baru lahir dan mempersiapkan saluran pencernaan
makanan bayi.
b. ASI transisi/peralihan
ASI peralihan adalah ASI yang keluar setelah kolostrum sampai sebelum
menjadi ASI matang. Pada tahap ini, kadar protein semakin rendah, sedangkan kadar
karbohidrat dan lemak semakin tinggi. Pada masa ini, volume ASI semakin
meningkat.
c. ASI matang
ASI yang keluar pada hari ke-1 dan seterusnya disebut ASI matang. Pada tahap
ini, volume ASI mulai normal.

Aktivitas menyusui memiliki manfaat besar bagi bayi dan ibu yang menyusui. Diantara
manfaat ASI bagi bayi dan ibu yang menyusui adalah sebagai berikut:
A. Manfaat ASI bagi bayi
Menurut Utami Roesli dalam Jurnal Primanadin, manfaat ASI bagi bayi yaitu
1. Sebagai Nutrisi bagi bayi
ASI memiliki zat gizi ideal yang komposisinya disesuaikan dengan kebutuhan
bayi.
2. Meningkatkan Daya Tahan Tubuh
Bayi yang mendapat ASI ekslusif akan lebih sehat dan lebih jarang sakit,
karena ASI mengandung berbagai zat kekebalan seperti yang telah disebutkan
diatas.
3. Meningkatkan Kecerdasan
ASI mengandung nutrien khusus yaitu taurin, laktosa, dan asam lemak
ikatan panjang (DHA, AHA, omega-3, omega-6) yang diperlukan otak bayi agar
tumbuh optimal. ASI mengandung 400 zat gizi yang tidak terdapat dalam susu
formula. Sebuah studi padabayi prematur di Inggris menunjukkan bahwa bayi
prematur yang diberi ASI memiliki IQ lebih tinggi 8,3 poin dibandingkan bayi
yang tidak dibei ASI.
4. Meingkatkan jalinan kasih sayang
ASI juga dapat meningkatkan kecerdasan emosional. Pada saat menyusui,
terjadi transfer emosi dan kasih sayang dari ibu ke bayi. Hal ini menyebabkan bayi
merasa aman dan nyaman karena merasa terlindungi. Hal ini akan menstimulasi
anak menjadi pribadi yang mandiri dan memiliki stabilits emosi. ASI juga melatih
bayi untuk berhubungan dengan manusia lainnya melalui peristiwa menyusu. Hal
ini akan membuat bayi terbiasa berhubungan dengan manusia lain dan mendorong
bayi adaptif terhadap lingkungan ketika dewasa.
5. Mencegah Penyakit Degeneratif
Penelitian yang dilakukan di United State pada remaja berusia 9-14 tahun
menunjukka bahwa remaja yang kecilnya diberikan ASI ekslusif memiliki risiko
obesitas 22 % lebih rendah dibandingkan bayi yang tidak diberikan ASI ekslusif.
6. Manfaat Kesehatan Lainnya
Menurut Sears dalam Skripsi Zakiyah menyatakan bahwa pemberian ASI
memberikan manfaat untuk stimulasi penglihatan yang baik, pencegahan infeksi
telinga, memiliki barisan gigi yang kuat, jantung menjadi lebih sehat, proses
pencernaan yang baik, jarang mengalami infeksi usus dan sembelit, terhindar dari
diabetes, meningkatkan kekebalan tubuh dan memiliki pertumbuhan yang lebih
sehat.

B. Manfaat ASI bagi ibu


1. Mengurangi pendarahan setelah melahirkan
Isapan bayi pada payudara akan merangsang terbentuknya oksitosin oleh
kelenjar hipofisis. Oksitosin membantu involusi uterus dan mencegah terjadinya
pendarahan pasca melahirkan.
2. Menjarangkan kehamilan
Hisapan mulut bayi pada putting susu ibu merangsang ujung saraf sensorik
sehingga post anterior hipofisis mengeluarkan prolaktin. Prolaktin masuk ke
indung telur, menekan produksi estrogen, dan berakibat tidak ada ovulasi. Selama
ibu memberi ASI ekslusif dan belum haid, 98 % tidak hamil pada 6 bulan pertama
setelah melahirkan dan 96 % tidak hamil sampai bayi berusia 12 bulan.
3. Menurunkan berat badan
Pada saat hamil tubuh akan memproduksi lemak yang sangat banyak.
Lemak ini digunakan untuk cadangan energi dalam memproduksi ASI. Artinya ibu
menyusui anaknya dengan ASI akan menggunakan lemak-lemak tersebut,
sehingga timbunan lemak menyusut dan berat badan ibu kembali seperti semula.
4. Mengecilkan rahim
Proses menyususi membuat hormon oksitosin meningkat sehingga dapat
mempercepat proses pengecilan uterus.
5. Mengurangi risiko kanker
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa menyusui akan mengurangi
kemugkinan terjadinya kanker payudara. Angka kejadian kanker akan berkurang
25% jika memberikan ASI ekslusif dan menjalankannya sampai umur 2 tahun.
Selain itu menyusui juga dapat melindungi ibu dari risiko kanker indung telur
sebesar 20-25 %.
6. Lebih ekonomis

Menyusui merupakan aktivitas yang sangat vital pasca melahirkan bagi pertumbuhan
dan perkembangan ekslusif. Pemberian ASI secara ekslusif dapat memberikan seorang anak
memiliki gizi yang cukup, anak akan menjadi pribadi yang sehat, aktif, dan memiliki
kecerdasan emosional dan intelektual. Jadi gerakan pemberian ASI secara ekslusif selama 2
tahun dapat memberikan pertumbuhan dan perkembangan yang optimal pada bayi. Selain itu
aktivitas menyusui juga mempunyai banyak manfaat bagi kesehatan dan pemulihan ibu pasca
melahirkan. Kesimpulannya gerakan pemberian ASI ekslusif sangat penting karena dapat
menciptakan generasi yang memiliki jiwa yang sehat, cerdas, serta memiliki emosional yang
baik.

Daftar Pustaka

Ardianti,Siti.2015.Konsep Rada’ah Dalam Al-Quran.Skripsi.Medan:Universitas Islam Negeri


Sumatera Utara.
Hartatik,Tri.2009.Hubungan Pengetahuan dan Sikap Ibu Dengan Pemberian Asi Ekslusif Di
Kelurahan Gunung Pati Kecamatan Gunung Pati Kota Semarang.Skripsi.Semarang:UNNES.
Primanadin, Ahmad Shuffidun.2016.Konsep Ibu Menyusui Dalam Perspektif Ilmu Tafsir Dan Ilmu
Keperawatan (Tela’ah Perbandingan).Ponorogo:STAIN Ponorogo.
Yuliarti,Dwi Lin.2008.Hubungan Pengetahuan dan Sikap Ibu Dengan Perilaku Pemberian Asi
Ekslusif.Tesis.Surakarta:Universitas Sebelas Maret.
Zakiyah.2012.Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemberian ASI Ekslusif Di Kelurahan
Semanan Kecamatan Kalideres Jakarta Barat Tahun 2012.Skripsi.Depok:Universitas Indonesia
http://digilib.unila.ac.id/Bab II (Diakses pada 28 Oktober 2018 pukul 1.10 pm)