Anda di halaman 1dari 20

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Disusun Oleh :
Adhi Kresnoto

5415152955

DESAIN PEMODELAN DAN INFORMASI BANGUNAN

SMK NEGERI 1 CIKARANG BARAT

2018
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

A. IDENTITAS SEKOLAH

Nama Sekolah : SMK NEGERI 1 CIKARANG BARAT

Bidang Studi Keahlian : Teknologi dan Rekayasa

Kompetensi Keahlian : Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan

Mata Pelajaran : Aplikasi Perangkat Lunak dan Perancangan Interior


Gedung

Kelas/Semester : XI-DPIB-A / 3

Pertemuan ke- :2

Alokasi Waktu : 18 jam pelajaran

B. Kompetensi Inti

K1-1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya

K1-2 : Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab,


peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan
pro-aktif dan menunjukan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai
permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial
dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam
pergaulan dunia.

K1-3 : Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang


pengetahuan faktual, konseptual, operasional lanjut, dan metakognitif
secara multidisiplin sesuai dengan bidang dan lingkup kerja Desain
Pemodelan dan Informasi Bangunan pada tingkat teknis, spesifik, detil,
dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni,
budaya, dan humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai
bagian dari keluarga, sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional,
regional, dan internasional.
K1-4 : Melaksanakan tugas spesifik dengan menggunakan alat, informasi, dan
prosedur kerja yang lazim dilakukan serta memecahkan masalah sesuai
dengan bidang kerja Teknik Konstruksi dan Properti. Menampilkan
kinerja di bawah bimbingan dengan mutu dan kuantitas yang terukur
sesuai dengan standar kompetensi kerja.

Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara


efektif, kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan
solutif dalam ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang
dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di
bawah pengawasan langsung.

Menunjukkan keterampilan mempersepsi, kesiapan, meniru,


membiasakan, gerak mahir, menjadikan gerak alami dalam ranah konkret
terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta
mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.

C. Kompetensi Dasar
3.2 Memahami prinsip desain dan elemen pembentuk ruang interior.
4.2 Menyajikan desain ruang sesuai prinsip desain dan elemen pembentuk
ruang interior.

D. Indikator Pencapaian Kompetensi


3.2.1 Menjelaskan prinsip desain dan elemen pembentuk ruang interior.
4.2.1 Mempresentasikan desain ruang sesuai prinsip desain dan elemen
pembentuk ruang interior.

E. Tujuan Pembelajaran
1. Peserta didik dapat menjelaskan mengenai prinsip desain dan elemen
pembentuk ruang interior dengan bahasanya sendiri sesuai dengan materi yang
telah diberikan.
2. Peserta didik dapat mempresentasikan mengenai desain ruang sesuai prinsip
desain dan elemen pembentuk ruang interior.
F. Materi Pembelajaran

1. Pendahuluan
Desain Interior adalah suatu perancangan ruang dalam dengan
menyatukan elemen-elemen menjadi satu kesatuan yang saling
berkaitan untuk mencapai tujuan tertentu yang bertitik tolak pada aspek
estetis, keamanan, dan kenyamanan.

2. Prinsip-Prinsip dalam Desain Interior

a. Unity and Harmony


Unity/kesatuan adalah keterpaduan yang berarti tersusunnya beberapa
unsur menjadi satu kesatuan yang utuh dan serasi. Dalam hal ini seluruh
unsur saling menunjang dan membentuk satu kesatuan yang lengkap, tidak
berlebihan, dan tidak kurang. Cara membentuk kesatuan adalah dengan
penerapan tema desain. Ide yang dominan akan membentuk kekuatan
dalam desain tersebut. Unsur-unsur rupa yang dipilih disusun dengan atau
untuk mendukung tema.
b. Keseimbangan (Balance)
Keseimbangan/balance adalah suatu kualitas nyata dari setiap obyek
dimana perhatian visuil dari dua bagian pada dua sisi dari pusat
keseimbangan (pusat perhatian) adalah sama.
Aksen pun harus memiliki keseimbangan dengan lingkungan
sekitarnya. Keseimbangan terbagi 3 yaitu: simetris, asimetris, dan radial
c. Focal Point
Focal Point disini maksudnya adalah aksen yang menjadi daya tarik
ruangan. Dalam suatu ruang bisa terdapat satu atau lebih focal point.
Misalnya focal point pada ruangan adalah jendela besar yang ada di
ruangan, perapian atau bisa juga lukisan.
d. Ritme
Dalam desain interior, ritme adalah semua pola pengulangan tentang
visual. Ritme didefinisikan sebagai kontinuitas atau pergerakan
terorganisir.
e. Details
Detail adalah hal hal yang terperinci yang akan diterapkan pada suatu
desain interior misalnya pemilihan sakelar, tata cahaya ruang , letak pot
bunga dan lainnya yang akan menambah nilai suatu ruang.
f. Skala dan Proporsi
Skala adalah suatu sistem pengukuran (alat pengukur) yang
menyenangkan,dapat dalam satuan cm, inchi atau apa saja dari unit-unit
yang akan diukur. Dalam arsitektur yang dimaksud dengan skala adalah
hubungan harmonis antara bangunan beserta komponen-komponennya
dengan manusia. Skala-skala itu ada beberapa jenis yaitu: skala intim,
skala manusiawi, skala monumental/megah, skala kejutan.
Menurut Vitruvius proporsi berkaitan dengan keberadaan hubungan
tertentu antara ukuran bagian terkecil dengan ukuran keselurahan. Proporsi
merupakan hasil perhitungan bersifat rasional dan terjadi bila dua buah
perbandingan adalah sama. Proporsi dalam arsitektur adalah hubungan
antar bagian dari suatu desain dan hubungan antara bagian dengan
keseluruhan

3. Elemen-Elemen dalam Desain Interior


Menurut Wicaksono dan Tisnawati (2014), elemen-elemen dasar desain
interior adalah sebagai berikut :

1. Garis
Sebuah garis adalah unsur dasar seni, mengacu padatanda menerus
yang dibuat disebuah permukaan. Titik adalah dasar terjadinya bentuk ruang
yang menunjukkan suatu letak di dalam ruang. Titik tidak mempunyai ukuran
panjang, lebar, atau tinggi. Oleh karena itu garis bersifat statis, tidak
mempunyai arah gerak, dan terpusat. Sebuah titik dapat digunakan untuk
menunjukkan :
• Ujung ujung garis
• Persilangan antara dua garis
• Pertemuan ujung garis pada sudut bidang atau ruang
• Titik pusat medan/ruang

2. Bentuk (form)
Bentuk merupakan unsur seni. Pada dasarnya bentuk adalah suatu
sosok geometris dua atau tiga dimensi yang memungkinkan pengguna ruang
untuk menangkap keberadaan sebuah benda dan memahaminya dengan
persepsi. Terdapat tiga bentuk primer yaitu lingkaran, segitiga,dan bujur
sangkar.
Lingkaran merupakan suatu sosok terpusat ke arah dalam, pada
umumnya bersifat stabil dan dengan sendirinya menjadi pusat dari
lingkungannya. Penempatan sebuah lingkaran pada pusat suatu bidang akan
memperkuat sifat alaminya sebagai poros
Segitiga menunjukkan stabilitas. Jika salah satu sisinya menjadi
penumpu, segitiga merupakan bentuk yang sangat stabil. Namun jika salah
satu sudutnya yang menjadi penumpu segitiga juga dapat tampak seimbang
dalam tahap yang sangat kritis atau tampak tidak stabil dan cenderung jatuh
pada sisinya
Bujur Sangkar menunjukkan sesuatu yang murni dan rasional.
Merupakan bentuk yang statis, netral, dan tidak mempunyai arah
tertentu.Bentuk bentuk segiempat lainnya dapat dianggap sebagai variasi dari
bentuk bujur sangkar,yang berubah dengan adanya penambahan tinggi atau
lebarnya.
a. Organisasi Bentuk
Berikut ini beberapa bentuk dapat ditambahkan dan dikelompokkan
dalam beberapa kategori pengorganisasian
• Bentuk yang ditambahkan
• Bentuk terpusat, terdiri dari sejumlah bentuk sekunder yang
mengitari bentuk dominan yang beradadi tengah
• Bentuk liner, terdiri atas bentuk bentuk yang diatur dalam suatu
deret yang berulang
• Bentuk radial, yaitu komposisi dari bentuk bentuk yang diatur dalam
suatu deret dan berulang
• Bentuk cluster,yaitu bentuk bentuk yang saling berdekatan atau
bersama sama menerima kesamaan visual
• Bentuk grid, yaitu bentuk bentuk modular yang hubungannya satu
sama lain diatur oleh grid grid tiga dimensi

b. Elemen Pembentuk Ruang


Ruangan interior dibentuk oleh beberapa bidang dua dimensi, yaitu
lantai, dinding, plafon serta bukaan pintu dan jendela. Menurut Wicaksono
dan Tisnawati (2014), apabila salah satu diantaranya tidak ada maka tidak
dapat disebut sebagai interior karena ruangan tersebut tidak dapat berfungsi
dan dipergunakan dengan baik. Secara tiga dimensional, terdapat empat
elemen dasar pembentuk interior yang terdiri dari tiga bidang dimensional
(3D) yang akan membentuk volume (panjang x lebar x tinggi) sebuah ruangan
:
• Lantai sebagai bidang bawah
• Dinding sebagai bidang tengah/ penyekat
• Plafon sebagai bidang atas
• Berbagai bukaan yang dapat diaplikasikan ke dalam tiga bidang
dimnsional diatas
• Elemen pengisi ruang yang disebut juga perabot /furniture, biasanya
berwujud kursi, meja, ranjang, lemari, lukisan, vegetasi, lampu dll

3. Bidang (shape)
Bidang adalah sebuah luasan yang tertutup dengan batas batas yang
ditentukan oleh unsur unsur lainnya yaitu garis, warna, nilai, tekstur, dan lain
lain. Dua garis sejajar yang dihubungkan kedua sisinya akan membentuk
sebuah bidang. Bidang hanya terbatas pada dua dimensi yaitu panjang dan
lebar. Bidang geometris seperti lingkaran, persegi panjang, segi empat, segi
tiga, dan sebagainya memiliki sebuah batasan yang jelas. Sebuah bidang
dibentuk oleh beberapa garis. Ciri ciri permukaan suatu bidang adalah warna
dan tekstur yang akan mempengaruhi bobot visual dan stabilitasnya. Bidang
juga berfungsi untuk menunjukkan batasan sebuah ruangan. Menurut jenisnya,
sebuah bidang terdiri atas tiga bagian yaitu
• Bidang atas, dapat diumpamakan sebagai bidang atap. Bidang atas
merupakan unsur utama suatu bangunan yang melindunginya dari
unsur unsur iklim. Bidang atas juga merupakan bidang langit langit
yang menjadi unsur pelindung ruang di dalam arsitektur.
• Bidang dinding, bidang bidang dinding vertikal secara visual paling
aktif dalam menentukan dan membatasi ruang.
• Bidang dasar, memberikan pendukung secara fisik dan menjadi
dasar bentuk bentuk bangunan secara visual. Bidang lantai
merupakan pendukung kegiatanpengguna di dalam bangunan

4. Ruang (space)
Menurut Wicaksono dan Tisnawati (2014), ruang adalah sebuah
bentuk tiga dimensi tanpa batas karena objek dan peristiwa memiliki posisi
dan arah relatif. Ruang dapat juga berdampak pada perilaku manusia dan
budaya, menjadi faktor penting dalam arsitektur, dan akan berdampak pada
desain bangunan dan struktur. Ruang memiliki panjan, lebar dan tinggi;
bentuk; permukaan; orientasi serta posisi. Sebuah bidang yang dikembangkan
(menurut arah, selain dari yang telah ada) berubah menjadi ruang. Sebagai
unsur tiga dimensi di dalam perbendaharaan perancangan arsitektur,suatu
ruang dapat berbentuk padat. Dalam hal ini ruang yang berada di dalam atau
dibatasi oleh bidang bidang akan dipindahkan oleh massa atau ruang kosong.

5. Cahaya (light)
Cahaya mempengaruhi penataan interior dalam hal :
• Menentukan atmosfer ruang
• Mempengaruhi mood pengguna
• Mendukung fungsi ruang
Pada perancangan interior, jenis tata cahaya dapat dibagi menjadi
pencahayaan alami dan pencahayaan buatan.
- Pencahayaan alami
Pencahayaan alami adalah proses menempatkan jendela, bukaan, dan
permukaan reflektif lainnya sehingga pada siang hari ruangan tersebut
dapat menyediakan cahaya alami yang efektif ke dalam ruangan.
- Pencahayaan buatan
Pencahayaan buatan terkait dengan penemuan ornamen sumber
cahaya itu sendiri. Menurut perletakannya, pencahayaan dibagi
menjadi :
• Lampu lantai
• Lampu dinding
• Lampu plafon
Faktor faktor tata cahaya dipengaruhi oleh beberapa hal yaitu:
• Distribusi intensitas cahaya dari armatur
• Perbandingan antara keluaran cahaya dari lampu dalam
armatur
• Reflektansi cahaya dari langit langit, dinding, lantai
• Pemasangan armatur, apakah menempel atau digantung di
langit langit
• Dimensi atau ukuran luas ruangan
Tema tata cahaya dapat dibagi menjadi 5, yaitu :
• Tematik romantis, digunakan untuk menimbulkan kesan
romantis pada ruangan. Hal ini bisa dilakukan melalui
penggunaan tata cahaya temaram dengan intensitas rendah
ataupun penempatan indirect lighting pada jarak dan pola
tertentu
• Tematik rustik/naturalis, digunakan untuk menimbulkan kesan
seolah olah seseorang sedang berada di alam. Hal ini bisa
dilakukan dengan jenis tata cahaya alami seperti lilin, lampu
templok, obor dengan dipadukan dengan penggunaan perabot
yang alami
• Tematik ekshibisi, digunakan untuk memamerkan atau
memajang produk atau karya seni tertentu. Hal ini bisa
dilakukan dengan penataan direct lighting dan indirect lighting
• Tematik sunlit, dikenal dengan konsep less is more yang
menggunakan cahaya buatan sesedikit mungkin serta
memaksimalkan masuknya cahaya alami ke dalam ruangan
• Tematik amenities, dihasilkan dari penggabungan penataan
suara, cahaya, air, udara, vegetasi, dan warna dalam satu
skema yang akan memberi nilai tambah terhadap kualitas
penataan sebuah ruangan
6. Warna (color)
Semua warna dapat menimbulkan efek psikologis tertentu terhadap
orang yang melihatnya. Dalam ilmu arsitektur dan interior, setiap warna dapat
menimbulkan kesan berbeda beda terhadap keberadaan sebuah ruang, seperti
kesan gelap terang yang dapat mempengaruhi keberadaan sebuah ruangan.
Jenis warna dapat dibagi menjadi tiga yaitu warna primer, warna sekunder dan
warna tersier.

Tujuan dari warna menurut Wicaksono dan Tisnawati (2014) adalah :


• Menciptakan suasana
• Menunjukkan kesatuan atau keragaman
• Mengungkapkan karakter bahan
• Mendefinisikan bentuk
• Mempengaruhi proporsi
• Mempengaruhi skala
• Memberikan kesan berat

7. Pola (pattern)
Pola adalah desain dekoratif yang dipergunakan secara berulang. Pola
juga dapat disebut sebagai susunan dari sebuah desain yang sering ditemukan
dalam sebuah objek. Motif garis horizontal akan memperluas kesan ruangan,
sedangkan motif garis vertikal akan meninggikan kesan ruangan.

8. Tekstur (texture)
Tekstur adalah nuansa,penampilan, atau konsistensi permukaan suatu
zat. Tekstur juga berkaitan dengan material dan bahan yang digunakan.

4. Elemen-Elemen Pembentuk Ruang


Interior suatu ruangan dibentuk melalui elemen-elemen pembentuk
yang saling terkait. Elemen-elemen tersebut menjadi hal yang paling mendasar
dalam perancangan interior suatu ruangan. Adapun elemen-elemen interior
terdiri dari:
1. Plafond: bagian dari interior yang berada di paling atas sebagai penutup
ruang.
2. Dinding: bagian sari interior yang posisinya di
tengah/mengelilingi/membentuk ruang sebagai pembatas ruang.
3. Lantai: bagian paling bawah dari ruangan sebagai alas ruang tersebut.

Dalam penataan ruang interior terdapat hal-hal yang terkait seperti :


1. Geometri atau ukuran penting erat kaitannya dengan interior karena akan
mempengaruhi rancangan yang akan dibuat. Aspek-aspek yang
dipertimbangkan yaitu: (a) Bentuk: meliputi bagaimana orientasi ruang
dan karakteristiknya; dan (b) Dimensi: lebih ke ukuran, sirkulasi, ruang
gerak, dsb.
2. Material, mempunyai peranan besar terhadap rancangan interior, yakni
mempengaruhi tampilan atau visual pada ruang. Hal-hal yang meliputi
setting material yaitu: (a) Bahan: bahan yang diaplikasikan pada elemen-
elemen pembentuk, contoh: keramik, parket kayu; (b) Tekstur: pola atau
alur yang dapat dirasakan oleh kulit, contoh: dinding yang halus,
plesteran kasar; (c) Warna: memberikan tampilan visual yang secara
tidak langsung dapat menggambarkan karakter atau emosi dari ruang.
3. Furniture merupakan alat atau objek yang digunakan sebagai penunjang
kegiatan dalam ruang. Peletakannya disesuaikan dengan luas dan
sirkulasi ruang. Ukurannya sendiri dibuat standar untuk kenyamanan
user, hanya bentuknya yang bervariasi. Furniture ada dua jenis, yaitu: (a)
Furniture utama : digunakan sebagai penunjang kegiatan, contoh: meja,
kursi, sofa, tempat tidur; (b) Furniture tambahan: digunakan sebagai
pelengkap dari furniture utama, kotak alat tulis pada meja kerja.
4. Pencahayaan dapat mempengaruhi karakter ruang. Intensitas cahaya juga
ditentukan oleh jenis kegiatan yang ada pada ruang tersebut untuk
kenyaman user. Contoh: ruang kerja dengan penerangan yang cukup,
ruang tidur dengan lampu temaram agar user bisa beristirahat tanpa
merasa silau.
5. Setting additional, komponen ini bersifat dekoratif atau pemanis ruang,
contoh: vas, lukisan, tanaman hias, dsb.
G. Model/Metode Pembelajaran
Pendekatan Pembelajaran : Pendekatan Saintifik.
Model Pembelajaran : Model Ekspositori.
Metode Pembelajaran : Metode Ceramah, Tanya Jawab dan Penugasan.

H. Alat/ Media Pembelajaran


1. Alat
- Proyektor.
- Laptop.
2. Media
- Slide Presentasi.

I. Sumber Pembelajaran
- Internet

J. Kegiatan Pembelajaran

Alokasi
Kegiatan Deskripsi Kegiatan
Waktu
Guru :
1. Memberi salam.
2. Presensi kehadiran peserta didik (mendata kehadiran
peserta didik).
3. Guru memimpin peserta didik untuk berdoa.
4. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran mengenai
materi pembelajaran terkait prinsip desain dan elemen
Pendahuluan Menit
pembentuk ruang interior.
5. Guru melakukan tanya jawab mengenai materi pada
pertemuan sebelumnya.

Peserta didik :
1. Menjawab salam
2. Merespon presensi guru
3. Berdoa bersama
4. Merespon dan menanggapi pertanyaan guru
Guru :
1. Guru menjelaskan pengertian dari desain interior.
2. Guru menyebutkan prinsip-prinsip dalam desain
interior.
3. Guru menyebutkan elemen-elemen dalam desain
interior.
4. Guru memberikan kesempatan untuk bertanya kepada
peserta didik.
5. Guru menyebutkan elemen-elemen pembentuk ruang
dalam desain interior.
6. Guru mengevaluasi pembelajaran dengan bertanya
berupa pertanyaan pelacak untuk mengetahui
pemaham pesereta didik.
Inti Menit
7. Guru memberikan penuagsan kepada peserta didik
untuk mempresentasikan hasil belajar pada pertemuan
ini.

Peserta Didik :
1. Memperhatikan materi yang berlangsung oleh guru
dengan baik dan mencatatnya.
2. Merespon materi yang dijelaskan oleh guru dengan
bertanya.
3. Menjawab pertanyaan yang diberikan guru.
4. Peserta didik melakukan presentasi dengan
kelompoknya mmbahas mengenai hasil pembelajaran
kali ini.
Guru :
1. Guru mengakhiri pembelajaran dan memberikan
Penutup motivasi agar peserta didik rajin belajar.
Menit
2. Guru meminta salah satu peserta didik untuk
menyimpulkan pembelajaran pada pertemuan ini.
3. Guru mengakhiri pembelajaran dengan mengucapkan
salam.

Peserta Didik :
1. Mendengarkan informasi dan mencatat materi
selanjutnya untuk dipelajari di rumah.
2. Peserta didik menyimpulkan isi pembelajaran pada
pertemuan ini.
3. Peserta didik menjawab salam.

K. Penilaian Hasil Belajar


1. Penilaian Afektif

Penilaian yang dilakukan oleh guru terhadap aspek sikap siswa dalam proses
pembelajaran. Keterangan;

Skor Max 3 dan Skor Min 1 dengan kriteria sebagai berikut:

Skor 3 = Kegiatan sangat baik


Skor 2 = Kegiatan cukup
Skor 1 = Kegiatan kurang baik

Aspek Yang Dinilai


No. Nama Siswa Keberanian Total
Keaktifan Disiplin
Berpendapat

5
𝒏𝒊𝒍𝒂𝒊 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒅𝒊𝒑𝒆𝒓𝒐𝒍𝒆𝒉
Perhitungan Nilai = x 100 = Nilai Akhir
𝒏𝒊𝒍𝒂𝒊 𝒎𝒂𝒌𝒔𝒊𝒎𝒂𝒍

2. Penilaian Kognitif

Bobot
No. Soal Kunci Jawaban
nilai
1. Sebutkan prinsip-prinsip dalam a. Unity and Harmony
desain interior!
b. Keseimbangan (Balance)
c. Focal Point
d. Ritme 25
e. Details
f. Skala dan Proporsi

2. Jelaskan prinsip-prinsip dalam a. Unity and Harmony


desain interior!
Unity/kesatuan adalah keterpaduan yang
berarti tersusunnya beberapa unsur menjadi
satu kesatuan yang utuh dan serasi. Dalam
hal ini seluruh unsur saling menunjang dan
membentuk satu kesatuan yang lengkap,
tidak berlebihan, dan tidak kurang. Cara
membentuk kesatuan adalah dengan
penerapan tema desain. Ide yang dominan
akan membentuk kekuatan dalam desain
tersebut. Unsur-unsur rupa yang dipilih
disusun dengan atau untuk mendukung tema.
b. Keseimbangan (Balance)
Keseimbangan/balance adalah suatu kualitas
nyata dari setiap obyek dimana perhatian
visuil dari dua bagian pada dua sisi dari pusat
keseimbangan (pusat perhatian) adalah sama.
Aksen pun harus memiliki keseimbangan
dengan lingkungan sekitarnya.
Keseimbangan terbagi 3 yaitu: simetris,
asimetris, dan radial
c. Focal Point
Focal Point disini maksudnya adalah aksen
yang menjadi daya tarik ruangan. Dalam
suatu ruang bisa terdapat satu atau lebih focal
point. Misalnya focal point pada ruangan
adalah jendela besar yang ada di ruangan,
perapian atau bisa juga lukisan.
d. Ritme
Dalam desain interior, ritme adalah semua
pola pengulangan tentang visual. Ritme
didefinisikan sebagai kontinuitas atau
pergerakan terorganisir.
e. Details
Detail adalah hal hal yang terperinci yang
akan diterapkan pada suatu desain interior
misalnya pemilihan sakelar, tata cahaya
ruang , letak pot bunga dan lainnya yang akan
menambah nilai suatu ruang.
f. Skala dan Proporsi
Skala adalah suatu sistem pengukuran (alat
pengukur) yang menyenangkan,dapat dalam
satuan cm, inchi atau apa saja dari unit-unit
yang akan diukur. Dalam arsitektur yang
dimaksud dengan skala adalah hubungan
harmonis antara bangunan beserta
komponen-komponennya dengan manusia.
Skala-skala itu ada beberapa jenis yaitu: skala
intim, skala manusiawi, skala
monumental/megah, skala kejutan.
3. Sebutkan elemen-elemen dalam 1. Garis
desain interior!
2. Bentuk (form)

3. Bidang (shape)

4. Ruang (space)
30
5. Cahaya (light)

6. Warna (color)

7. Pola (pattern)

8. Tekstur (texture)
4. Jelaskan elemen-elemen dalam 1. Garis
desain interior!
Sebuah garis adalah unsur dasar seni,
mengacu padatanda menerus yang dibuat
disebuah permukaan. Titik adalah dasar
terjadinya bentuk ruang yang menunjukkan
suatu letak di dalam ruang. Titik tidak
mempunyai ukuran panjang, lebar, atau
tinggi. Oleh karena itu garis bersifat statis,
tidak mempunyai arah gerak, dan terpusat.

2. Bentuk (form)

Bentuk merupakan unsur seni. Pada


dasarnya bentuk adalah suatu sosok
geometris dua atau tiga dimensi yang
memungkinkan pengguna ruang untuk
menangkap keberadaan sebuah benda dan
memahaminya dengan persepsi. Terdapat
tiga bentuk primer yaitu lingkaran,
segitiga,dan bujur sangkar.

3. Bidang (shape)

Bidang adalah sebuah luasan yang tertutup


dengan batas batas yang ditentukan oleh
unsur unsur lainnya yaitu garis, warna, nilai,
tekstur, dan lain lain. Dua garis sejajar yang
dihubungkan kedua sisinya akan membentuk
sebuah bidang. Bidang hanya terbatas pada
dua dimensi yaitu panjang dan lebar. Bidang
geometris seperti lingkaran, persegi panjang,
segi empat, segi tiga, dan sebagainya
memiliki sebuah batasan yang jelas. Sebuah
bidang dibentuk oleh beberapa garis. Ciri ciri
permukaan suatu bidang adalah warna dan
tekstur yang akan mempengaruhi bobot
visual dan stabilitasnya. Bidang juga
berfungsi untuk menunjukkan batasan
sebuah ruangan.

4. Ruang (space)

Menurut Wicaksono dan Tisnawati (2014),


ruang adalah sebuah bentuk tiga dimensi
tanpa batas karena objek dan peristiwa
memiliki posisi dan arah relatif. Ruang dapat
juga berdampak pada perilaku manusia dan
budaya, menjadi faktor penting dalam
arsitektur, dan akan berdampak pada desain
bangunan dan struktur. Ruang memiliki
panjan, lebar dan tinggi; bentuk; permukaan;
orientasi serta posisi. Sebuah bidang yang
dikembangkan (menurut arah, selain dari
yang telah ada) berubah menjadi ruang.
Sebagai unsur tiga dimensi di dalam
perbendaharaan perancangan
arsitektur,suatu ruang dapat berbentuk padat.
Dalam hal ini ruang yang berada di dalam
atau dibatasi oleh bidang bidang akan
dipindahkan oleh massa atau ruang kosong.

5. Cahaya (light)

Cahaya mempengaruhi penataan interior


dalam hal :

• Menentukan atmosfer ruang

• Mempengaruhi mood pengguna

• Mendukung fungsi ruang


Pada perancangan interior, jenis tata cahaya
dapat dibagi menjadi pencahayaan alami dan
pencahayaan buatan.

- Pencahayaan alami

Pencahayaan alami adalah proses


menempatkan jendela, bukaan, dan
permukaan reflektif lainnya sehingga pada
siang hari ruangan tersebut dapat
menyediakan cahaya alami yang efektif ke
dalam ruangan.

- Pencahayaan buatan

Pencahayaan buatan terkait dengan


penemuan ornamen sumber cahaya itu
sendiri. Menurut perletakannya,
pencahayaan dibagi menjadi :

• Lampu lantai

• Lampu dinding

• Lampu plafon

• Dimensi atau ukuran luas ruangan

6. Warna (color)

Semua warna dapat menimbulkan efek


psikologis tertentu terhadap orang yang
melihatnya. Dalam ilmu arsitektur dan
interior, setiap warna dapat menimbulkan
kesan berbeda beda terhadap keberadaan
sebuah ruang, seperti kesan gelap terang
yang dapat mempengaruhi keberadaan
sebuah ruangan. Jenis warna dapat dibagi
menjadi tiga yaitu warna primer, warna
sekunder dan warna tersier.

7. Pola (pattern)

Pola adalah desain dekoratif yang


dipergunakan secara berulang. Pola juga
dapat disebut sebagai susunan dari sebuah
desain yang sering ditemukan dalam sebuah
objek. Motif garis horizontal akan
memperluas kesan ruangan, sedangkan
motif garis vertikal akan meninggikan kesan
ruangan.

8. Tekstur (texture)

Tekstur adalah nuansa,penampilan, atau


konsistensi permukaan suatu zat. Tekstur
juga berkaitan dengan material dan bahan
yang digunakan.

5. Sebutkan elemen-elemen 1. Plafond: bagian dari interior yang


pembentuk ruang dalam desain berada di paling atas sebagai penutup
interior! ruang.
2. Dinding: bagian sari interior yang
posisinya di
tengah/mengelilingi/membentuk 45

ruang sebagai pembatas ruang.


3. Lantai: bagian paling bawah dari
ruangan sebagai alas ruang tersebut.

𝒏𝒊𝒍𝒂𝒊 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒅𝒊𝒑𝒆𝒓𝒐𝒍𝒆𝒉


Perhitungan Nilai = x 100 = Nilai Akhir
𝒏𝒊𝒍𝒂𝒊 𝒎𝒂𝒌𝒔𝒊𝒎𝒂𝒍