Anda di halaman 1dari 6

Nama : Riza Zulfahmi

Nim : 125534251
Mata Kuliah : Statika dan Probabilitas

Soal latihan:
1. Bagaimanakah langkah-langkah penelitian yang harus dilaksanakan untuk menguji
hipotesis bahwa kecepatan lari mahasiswa Indonesia paling rendah 20 km/jam.
2. Telah dilakukan pengumpulan data tentang produktifitas padi di Kabupaten Cianjur.
Berdasarkan sampel 20 lokasi penelitian diperoleh data tentang produktifitas padi tiap
hektar dalam satuan ton sebagai berikut:

7 10 9 8 5 6 5 7 4 6
6 8 6 7 4 6 8 7 4 3
Buktikan hipotesis bahwa:
a. Produktifitas padi = 8 ton/ha
b. Produktifitas padi paling sedikit 5 ton/ha
c. Produktifitas padi paling tinggi 10 ton/ha
3. Dilakukan penelitian untuk mengetahui bagaimana kecenderungan masyarakat dalam
memilih kendaraan mobil sedan dan minibus. Berdasarkan 26 sampel yang dipilih
secara random, ternyata 10 orang memilih sedan dan 16 orang memilih minibus.
Buktikan hipotesis bahwa ada perbedaan masyarakat dalam memilih jenis mobil
(peluang masyarakat dalam memilih jenis mobil berbeda).
4. Dilakukan penelitian untuk mengetahui kecenderungan masyarakat dalam memilih
jenis pekerjaan. Berdasarkan sampel yang digunakan sebagai sumber data, ternyata
1200 orang memilih pedagang, 800 orang memilih Pegawai Negeri, 600 orang memilih
ABRI dan 300 orang memilih petani. Buktikan hipotesis bahwa 4 jenis pekerjaan
tersebut berpeluang sama untuk dipilih masyarakat.
5. Dilakukan pengumpulan data terhadap nilai matematika (X1), nilai olahraga (X2) dan
nilai bahasa Inggris (Y) dari 20 siswa yang diambil secara random.

X1 : 70 80 72 67 64 70 71 78 90 96 54 52 65 71 66 89 80 64
50 74
X2 : 64 72 70 45 62 90 71 86 80 71 42 36 71 60 57 52 70 46
30 71
Y : 70 67 74 56 73 79 57 58 71 66 72 43 76 55 81 54 66 57
51 69
a. Berapakah hubungan antara X1 dengan Y, X2 dengan Y dan X1 dengan X2.
b. Secara bersama-sama berapakah hubungan antara X1 dan X2 dengan Y.
c. Bila kemampuan olahraga sama, berapakah hubungan antara nilai Matematika
dengan Bahasa Inggris.
d. Ujilah signifikansi setiap koefisien korelasi yang ditemukan pada no. a, b, dan c.
6. Dilakukan penelitian untuk mengetahui hubungan antara rangking di SD dengan di
SMU. Dengan menggunakan sampel sebanyak 20 orang diperoleh rangking sewaktu di
SD (X) kelas VI dengan di SMU (Y) kelas II sebagai berikut:
X : 1 2 7 4 2 5 6 7 4 7 2 4 7 5 6 7 8 1 9 10
Y :7 1 4 3 3 4 7 2 2 7 1 3 4 2 5 5 7 2 5 7
Buktikan hipotesis bahwa: ada kesesuaian/hubungan antara rangking di SD dengan di
SMU.
7. Dilakukan penelitian untuk mengetahui adakah hubungan antara gaya kepemimpinan
dengan motivasi kerja.

Jawaban:
1. Langkah-langkah penelitian untuk menguji hipotesis antara lain:
a. Menentukan rerata nilai (X)
b. Menentukan simpangan baku (s)
c. Menghitung nilai t hitung
d. Menentukan harga t tabel dicari dari derajat kebebasan (dk) = n – 1 dan taraf
kesalahan
e. Membuat kurve batasan daerah Ho dan daerah Ha
f. Meletakkan kedudukan t hitung dan t tabel dalam kurve yang telah dibuat
g. Membuat keputusan pengujian hipotesis

2. 7 10 9 8 5 6 5 7 4 6
6 8 6 7 4 6 8 7 4 3
a. Produktifitas padi 8 ton/ha
Uji Dua Fihak (Two Tail Test)
Hipotesis nol : Produktifitas padi tiap hektar 8 ton/ha
Hipotesis alternatif : Produktifitas padi tiap hektar ≠ 8 ton/ha
Ho : 𝜇 = 8 ton/ha
Ha : 𝜇 ≠ 8 ton/ha Berdasarkan data diatas, maka, n = 20, Ʃ Xi = 126,
− 126
Rata-rata didapat 𝑋 = = 6,3
20

Xi Xi − 𝑋− (Xi − 𝑋− )2
7 0,7 0,49
10 3,7 13,69
9 2,7 7,29
8 1,7 2,89
5 -1,3 1,69
6 -0,3 0,09
5 -1,3 1,69
7 0,7 0,49
4 -2,3 5,29
6 -0,3 0,09
6 -0,3 0,09
8 1,7 2,89
6 -0,3 0,09
7 0,7 0,49
4 -2,3 5,29
6 -0,3 0,09
8 1,7 2,89
7 0,7 0,49
4 -2,3 5,29
3 -3,3 10,89
Jumlah 0 62,2
Harga simpangan baku sampel dihitung dengan rumus:
Ʃ ( 𝑋𝑖 − −
𝑋)
2 62,2
S=√ =√ = 1,81
( 𝑛−1 ) ( 20−1 )

Menghitung t hitung:

𝑋−𝜇 6,3−8
t hitung = 𝑆 = 1,81 = - 4,200
√𝑛 √20
Harga t tabel dicari dari derajat kebebasan (dk) = n-1 = 20 -1 = 19 dan taraf
kesalahan 5 %, maka dengan menggunakan uji dua pihak, t tabel = 2,093, karena t
hitung lebih kecil daripada t tabel, (- 4,200 < - 2,093) atau jauh di luar daerah
penerimaan Ho, maka Ho ditolak atau Ha diterima.
Daerah penerimaan Ho

Daerah penerimaan Ha Daerah penerimaan Ha

-2,093 2,093
-4,200 4,200

Jadi, hipotesis yang menyatakan bahwa produktifitas padi tiap hektar 8 ton/ha
ditolak.

b. Produktifitas padi paling sedikit 5 ton/ha


Uji Dua Fihak (Two Tail Test)
Hipotesis nol : Produktifitas padi tiap hektar paling sedikit 5 ton/ha
Hipotesis alternatif : Produktifitas padi tiap hektar lebih sedikit dari 5 ton/ha
Ho : 𝜇o ≥ 5 ton/ha
Ha : 𝜇o < 5 ton/ha Berdasarkan data diatas, maka, n = 20, Ʃ Xi = 126,
− 126
Rata-rata didapat 𝑋 = = 6,3
20

Harga simpangan baku sampel dihitung dengan rumus:


Ʃ ( 𝑋𝑖 − −
𝑋)
2 62,2
S=√ =√ = 1,81
( 𝑛−1 ) ( 20−1 )

Menghitung t hitung:

𝑋 − 𝜇o 6,3−5
t hitung = 𝑆 = 1,81 = 3,212
√𝑛 √20
Harga t tabel dicari dari derajat kebebasan (dk) = n-1 = 20 -1 = 19 dan taraf
kesalahan 5 %, maka dengan menggunakan uji dua pihak, t tabel = 2,093, karena t
hitung lebih besar daripada t tabel, ( 3,212 > 2,093) atau jauh di luar daerah
penerimaan Ho, maka Ho ditolak atau Ha diterima.
Daerah penerimaan Ho

Daerah penerimaan Ha Daerah penerimaan Ha

-2,093 2,093
-3,212 3,212

Jadi, hipotesis yang menyatakan bahwa produktifitas padi tiap hektar paling sedikit
5 ton/ha ditolak.

c. Produktifitas padi paling tinggi 10 ton/ha


Uji Dua Fihak (Two Tail Test)
Hipotesis nol : Produktifitas padi tiap hektar paling tinggi 10 ton/ha
Hipotesis alternatif : Produktifitas padi tiap hektar lebih besar dari 10 ton/ha
Ho : 𝜇o ≤ 10 ton/ha
Ha : 𝜇o > 10 ton/ha Berdasarkan data diatas, maka, n = 20, Ʃ Xi = 126,
− 126
Rata-rata didapat 𝑋 = = 6,3
20

Harga simpangan baku sampel dihitung dengan rumus:


Ʃ ( 𝑋𝑖 − −
𝑋)
2 62,2
S=√ =√ = 1,81
( 𝑛−1 ) ( 20−1 )

Menghitung t hitung:

𝑋 − 𝜇o 6,3−10
t hitung = 𝑆 = 1,81 = - 9,142
√𝑛 √20
Harga t tabel dicari dari derajat kebebasan (dk) = n-1 = 20 -1 = 19 dan taraf
kesalahan 5 %, maka dengan menggunakan uji dua pihak, t tabel = 2,093, karena t
hitung lebih kecil daripada t tabel, ( - 9,142 > - 2,093) atau jauh di luar daerah
penerimaan Ho, maka Ho ditolak atau Ha diterima.
Daerah penerimaan Ho

Daerah penerimaan Ha Daerah penerimaan Ha

-2,093 2,093
-9,142 9,142
Jadi, hipotesis yang menyatakan bahwa produktifitas padi tiap hektar paling tinggi
10 ton/ha ditolak.

3. Hipotesis yang diajukan adalah bahwa peluang masyarakat dalam memilih jenis mobil
yang berbeda adalah sama, yaitu 50%.
Ho : p1 = p2 = 0,5
Ha : p1 ≠ p2 ≠ 0,5
Alternatif Pilihan Frekuensi yang memilih
Mobil jenis sedan 10
Mobil jenis minibus 16
Jumlah 26
Dalam kasus ini jumlah sampel independen (N) = 26, karena yang memilih mobil
jenis sedan ada 10 dan jenis minibus ada 16. Frekuensi terkecilnya (x) = 10.
Berdasarkan Tabel IV Lampiran dengan N = 24, x = 10, maka koefisien binominalnya
diambil jumlah sampel paling tinggi yaitu 25, maka harga p = 0,212. Bila taraf
kesalahan α ditetapkan 1% yang berarti 0,01 ( 0,212 > 0,01), maka ketentuan yang
digunakan dalam pengujian hipotesis adalah apabila harga p lebih besar dari α maka
Ho diterima dan Ha ditolak. Jadi kesimpulannya adalah terdapat kecenderungan
masyarakat untuk memilih jenis mobil yang sama yaitu 50%.

4. Dengan menggunakan hipotesis Chi Kuadrat (x2) untuk empat kategori/kelas.


Ho : Peluang masyarakat untuk memilih empat jenis pekerjaan adalah sama.
Ha : Peluang masyarakat untuk memilih empat jenis pekerjaan tidak sama.

Karena dalam penelitian ini terdiri 4 kategori, maka derajat kebebasannya (dk) adalah
4 – 1 = 3.
Jenis (fo − fh)2
fo fh fo - fh (fo - fh)2
Pekerjaan fh
Pedagang 1200 725 475 225625 311,21
Pegawai
800
Negeri 725 75 5625 7,76
ABRI 600 725 -125 15625 21,55
Petani 300 725 -425 180625 249,14
Jumlah 2900 2900 0 427500 589,66

Catatan: Frekuensi yang diharapkan (fh) untuk setiap kategori adalah 3000 : 4 = 750

Berdasarkan dk = 3 dan taraf kesalahan 5%, maka diperoleh harga Chi Kuadrat
Tabel VI Lampiran = 7,815. Karena harga Chi Kuadrat hitung lebih besar dari harga
Chi Kuadrat tabel ( 589,66 > 7,815), maka Ho ditolak dan Ha diterima.Jadi
kesimpulannya adalah peluang masyarakat untuk memilih empat jenis pekerjaan yang
berbeda atau tidak sama. Dari data tersebut ternyata pekerjaan pedagang berpeluang
tertinggi untuk dipilih masyarakat.

6. Hipotesis dengan Korelasi Produk Moment


X : 1 2 7 4 2 5 6 7 4 7 2 4 7 5 6 7 8 1 9 10
Y :7 1 4 3 3 4 7 2 2 7 1 3 4 2 5 5 7 2 5 7
Ho : Tidak ada hubungan antara rangking di SD kelas VI dengan di SMU kelas II.
Ha : Terdapat hubungan antara rangking di SD kelas VI dengan di SMU kelas II.

Ho : 𝜌 = 0
Ha : 𝜌 ≠ 0
Rangking di Rangking di
( 𝑋 − 𝑋− ) (𝑋−−𝑌 )
SD kelas VI SMU Kelas II x2 y2 xy
x y
(X) (Y)
1 7 -4 3 16 9 -12
2 1 -3 -3 9 9 9
7 4 2 0 4 0 0
4 3 -1 -1 1 1 1
2 3 -3 -1 9 1 3
5 4 0 0 0 0 0
6 7 1 3 1 9 3
7 2 2 -2 4 4 -4
4 2 -1 -2 1 4 2
7 7 2 3 4 9 6
2 1 -3 -3 9 9 9
4 3 -1 -1 1 1 1
7 4 2 0 4 0 0
5 2 0 -2 0 4 0
6 5 1 1 1 1 1
7 5 2 1 4 1 2
8 7 3 3 9 9 9
1 2 -4 -2 16 4 8
9 5 4 1 16 1 4
10 7 5 3 25 9 15
Ʃ = 104 Ʃ = 81
− − 4 0 134 85 57
𝑿= 5 𝒀= 4

Dapat digunakan rumus:


Ʃ𝑥𝑦 57
rxy = = = 0,53412
√Ʃx2y2 √134 x 85
Ada korelasi positif sebesar 0,5341 antara rangking di SD kelas VI dengan di SMU
kelas II. Untuk melihat koefisien korelasi hasil perhitungan tersebut signifikan atau tidak,
maka kita bandingkan dengan r tabel III Lampiran. Bila taraf kesalahan 5% dan N = 20,
maka harga r tabel = 0,444. Ternyata harga r hitung lebih besar dari harga r tabel ( 0,5341
> 0,444), maka Ho ditolak dan Ha diterima. Jadi kesimpulannya ada hubungan atau
kesesuaian antara rangking di SD dengan di SMU dan nilai koefisien korelasinya sebesar
0,5341.
Selain dengan perbandingan dari tabel, dapat juga dihitung dengan uji t, yaitu:
𝑟 √𝑛−2 0,5341 √20−2
t= = = 2,680
√1−𝑟2 √1−(0,5341)2

Selanjutnya harga t hitung tersebut dibandingkan dengan harga t tabel. Untuk taraf
kesalahan 5% dan dk = n – 2 = 18, maka nilai t tabel = 2,101. Ternyata harga t hitung
lebih besar dari t tabel, sehingga Ho ditolak. Maka tingkat hubungannya termasuk kategori
sedang.