Anda di halaman 1dari 5

ARTI TEMAN SEBENARNYA

Pemain:
-Clara (Cewek pelupa, ceroboh dan bodoh. Bersahabat dengan Rere)
-Rere (Cewek berkacamata yang lucu dam kadang dewasa, sangat membenci
Wulan dkk. Menjabat sebagai Wakil ketua Kelas)
-Anto (cowok pendiam yang hobinya membaca novel tebal. Jarang berbicara
dan cukup cerdas. Sahabat Tetta)
-Tetta (cewek pemarah yang tak mau kalah. Bersahabat dengan Anto)
-Bu Riska (ibu Bk yang tegas)
-Shinta (Cewek pemarah, egois, cerewet. Berteman dengan Wulan dan Jessika.
Mereka di juluki 3 Serangkai oleh Clara, Rizal, Rere dan Raka)
-Wulan (si anak baru yang selalu membuat orang kesal)
-Jessika (pemarah, dan centil)
-Rizal (Cowok iseng dan jahil, bersahabat dengan Raka dan Aldi)
-Raka (selalu bersama Rizal. Setia kawan dan nakal)
-Aldi (berbeda dengan Rizal dan Raka, Aldi lebih dewasa dan peduli sesama.
Murid kesayangan bu Riska. Menjabat sebagai Ketua Kelas)

BAGIAN 1
Hari Minggu, Raka dan Rizal datang ke sekolah nya untuk latihan Fotsal.
Ternyata, tidak ada seorangpun di sana.
Rizal: Woy, ndak ada guru. bagaimanami bro?
Raka: Maumi diapa? Pulangmaki?
Rizal: (mendesah) ndk deh! Mahal-mahalma naik ojek, ke sekolah jauh-jauh,
baru mau pulang lagi?(mendesah) ndak deh!
Raka: (tertawa) Ahahaha banyakna alasan nu, bilang mi, kalo mau maen toh?
(memukul pundak Rizal) jgn mi bohong deh.
Rizal: (tertawa) Ahhahaa na tau na?
Raka: Ahahaha nassami. Ayomi maen pale?
Rizal: (tertawa) bener juga yah! (mengacungkan jempol) gue suka ide lo!
(tertawa) ahahhaa
Raka: ya iyaalah, gue gito lho? Udah pinter, cakep lagi!
Rizal: (memukul pundak Raka) Tapi pinter nya kadang-kadang, nah, goblok nya
itu selalu! (tertawa)
Raka: (balik memukul pundak Rizal) mdede patotoai nya deh!
Rizal: (mengelus pundak nya) yaudah, sekarang bgaimanami? Mauki kemana!
Bosen ka!
Raka: (Memukul Rizal) oon lo, ya maen-maen toh !
Rizal: (marah) ya maen apa?! (mengelus pundak nya) dari tadi mu pukul ja
terus!
Raka: (tertawa) maaf bro.. yaudah, apami pale dibikin?
Rizal: (mengejek) yuh, kaan? oon nya kumat.
Raka: (menggarukkan kepala) ehmm (menunjuk ke suatu tempat) bgmana kalo
kesitu maki saja?mauja liat-liat.
Rizal: lebay, kayak tong ndk pernah kesana.
Raka: ah! Bawel! Ayomi!
Rizal: iya!

BAGIAN 2
Mereka berdua pun berlari ke tempat tersebut. ternyata, di sana sudah ada Clara,
Aldi, Rere dan Bu Riska. Mereka lalu mengampirinya.
Rizal: (berteriak) Halooowww…! Bikin apako smua?
Aldi: (menoleh kea rah Rizal dan Raka) eh, kalian bedua? Apa kalian bikin
disini?
Clara: aduh aduh si Aldi, orang Rizal bertanya malah nanya balik.
(menggelengkan kepala) is is is..
Aldi: (tertawa)
Raka: (menarik lengan Rizal) woi Zal! Salim ama bu Riska! Bu..
(Raka dan Rizal pun menyalimi bu Riska)
Bu Riska: (menggelengkan kepala) kalian ini, ada gurunya kenapa ndak salim?
ndk sopan!
Rizal: (tertawa) maaf buu..! Ndak sy lihat ki! (tertawa)
Bu RIska: (menjewer telinga Rizal) memang nya dirimu sdh tinggi? Satu centi
aja belom smpe!
Raka: emang sok tinggi dia bu. (tertawa)
Clara: (bingung) kalau Rizal tinggi nya satu centi, kok lebih tinggi dari saya,
bu? Harus nya kan se ikan teri!
Rere: itu seumpama Clara..
Clara: O..oh.
Rere: kalian bikin apa disini?
Raka: kita mau latihan fotsal, rencana nya. Tapi ndk tahu mana gurunya paling
hilangki ndk tahu kemana (mendesah putus asa).
Clara: (heran) kalo hilang,kenapa tidak ada beritanya? Harus nya kan masuk
tv?
Bu Riska: (menjitak Clara) hush! Kok malah nyumpahin!
Clara: (mengelus kepalanya) bukanya nyumpahin, bu. Tapi heran ja. Orang
hilang kan masuk berita, yeah.. paling tidak Koran lah? Atau radio.
Rere: (membentak) Clara..! ini anak tulalitnya betul-betul!
Aldi: Betul-betul tulalit...Raka Cuma main-main ji!
Clara: (heran) kalo becanda, masa gurunya bisa hilang? Atau jangan-jangan
Raka bisa sihir?
Rere: (kesal) aduh Clara.. ya engggak lah!
Raka: iya punya ka! Nanti sy sihir ko biar pinter! Biar ndak tulalit lagi!
Clara: (Takjub) hah? Betulan? Mau dong.! Mau! clara mau otak nya kayak
AlbertEinstein!
Raka: jangan kan otak nya, nanti saya sihir ko sekalian jadi Albert Einstein!
Rizal: (mengelus dada) huu.. sabar.. sabar
Clara: (menatap Rizal heran) knp elus-elus dada? Bilang sabar, lagi?
Rizal: iya, sabar.
Clara: biar apa?
Rizal: (kesal) biar saya ndk tonjok muka mu clara...!
Clara: (bingung) kenapa mau ka di tonjok?apa salah ku?
(semuanya tertawa, kecuali Rizal dan Clara)
Rizal: (kesal) Re..! bisa mu tahan berteman sama makhluk seperti ini?
Rere: (tertawa) sudah terlatih, Zal. Ini anak tellmi sekali. Tapi saya sudah biasa.
(tertawa) jadi kalo bicara sama dia iman nya harus kuat. Biar gak hilaf.
Rizal: (memdesah putus asa) tapi masalah nya dia overdosis Re!
Clara: (kaget) hah? Siapa yang overdosis? Nanti saya beli..
Rizal: (membentak) bukan kamu saya tanya Clara..! iman ku belom kuat!
Aldi: cuman orang tertentu kayak nya yang bisa bicara sama dia?
Clara: (kesal) siapa yang bilang? Rere biasa ji?
Aldi: nah, itumi yg saya maksud....
Clara: (kesal) ndak ji nah! Semua orang bisa ji ngo..
Rere: (mendekap mulut Clara)lebih baik diam mi saja.lama-lama pulangki
bonyok krn di pukul-pukul.
Clara: (diam)
(Rizal dan Raka bernafas lega)
Raka: nah, kan ini anak sudah di taklukan, sekarang saya mau nanya. Kalian
mau bikin apa?
Aldi: sy disuruh ibu riska untuk kontrol sekolah. Takut ada apa-apa.
Raka: (menunjuk Clara) nah, ni anak? Knapa ada di sini?
Rere: (mengangkat jari telunjuk) saya yang ajak. Kenapa? Ada dia kan seru.
Raka: (mengejek) seru? Bikin jengkel iya!
Rere: (tertawa)
Bu Riska: yaudah, bagimana kalau kalian ikut kita ngontrol sekolah?
Rizal: (senang) ah! Ide bagus!
Raka: daripada tidak ada kerjaan.

BAGIAN 3
Mereka pun berkeliling sekolah. Ternyata, mereka bertemu dengan Tetta dan
Anto yang sedang kebingungan mencari sesuatu.
Aldi: Tetta, Anto? Knapa kalian disini? Ada apa?
Tetta: (hanya diam. Tetap mencari sesuatu)
Anto: Dompet nya hilang, Al.
Rere: (kaget) knp bisa? Berapami uangnya?
Anto: (berpikir) ndak tahu, berapa Ta?
Tetta: 250 Ribu!
Bu Riska: kenapa bisa? Ceroboh skali ki nak! Kenapa bisa bawa uang sebanyak
itu?
Tetta: (gelisah) tadinya saya mau beli buku sama anto hari ini, eh ternyata pas
hari Sabtu ketinggalan dompetku di laci, bu.
Clara: didapat mi?
Tetta: (marah) nassami belum! Kalo adami apa mau ku bikin disini?
Clara: (diam)
Tetta: (memohon) bu.. tolong ka! Bantu ka cari dompetku!
Bu Riska: (bingung) yaudah, Aldi, Rere?
Aldi dan Rere: (bersama) iya bu?
Bu Riska: besok kalian tolong periksa sekolah ya? Periksa seluruh tas ya?
Aldi dan Rere: (bersama) baik bu.
Clara: tapi bu. Kalau besok sudah terlambat!
Tetta: (marah) kenapa?
Clara: pasti uang nya abis
Anto: Iya, Bu. Mana mungkin uang sebanyak itu di sisih kan. Pasti langsung di
habiskan untuk menghilangkan barang bukti.
Aldi: yaudah. Ayomi pale ke kelaski sekarang!
Clara: memangnya itu uang ada di kelas?
Rizal: bukan, di selokan!
Clara: knp bisa?
Rere: aduuh..Clara!
BAGIAN 4
Mereka pun menuju ke kelas. Di sana sudah ada Wulan, Jessika dan Shinta.
Mereka terlihat sedang menyembunyikan sesuatu.
Bu Riska: (berteriak) Wulan! Jessika! Shinta! Kenapa Kalian di sini? Dan, siapa
punya dompet itu!?
Wulan: (gugup) anu.. dompet ku ji, bu.
Tetta: (menunjuk dompet tersebut) dompet ku, BU!
Wulan: (marah) sembarangan na inie!dompet ku itu nah!
Anto: Dompet nya tetta itu, kasih kembali ki!
Jessika: apa tong inie tulalit,...
Shinta: (kesal) issengi ini si tulalit!!!
Jessika: (menjulurkan lidah nya) huuu! Ngaku-ngaku!
Shinta: issengi!
Tetta: (ingin menangis) bu.. punya ku ini.Sumpah!
Bu Riska: (bingung) Wulan, sini dompetnya Tetta!
Wulan: (kesal) bukan dompet nya Tetta ini bu! Punya ku!
Jessika: dia mengaku-ngaku ji bu!
Shinta: iya! Ngaku-ngaku!
Clara: ayo sini dompetnya!
Shinta: alah! Clara! Pasti sengaja mau bela tetta toh biar uangnya yg 250 dibagi
dua toh sm kamu?
(semua kaget)
Jessika: (menginjak kaki Shinta) bodoh nya ini anak!
Tetta: (kesal) tuh, kan bu! Dompet ku itu!
Bu Riska: Wulan, Jessika, Shinta. Kasih kembali dompetnya tetta
sekarang!Saya bisa kasih keluar kalian dari sekolah itu
Jessika: (takut) ampun, bu! Ini, saya kasih kembali! Tapi janganki kasih keluar
ka kodong!
Shinta: (sambil memelas) iya, Bu! Jangan ki lapor sama kepala sekolah!
Bu Riska: kamu juga, Wulan! Anak baru sudah berbuat ulah!
Rizal: (kesal) dia kan di kasih keluar dari sekolah lamanya!
Bu Riska: ohh! Sekarang kamu punya masalah besar!
Wulan: buu! Ampun bu! Janganki kasih keluar ka!
Bu Riska: ini semua tergantung dengan keputusan teman-teman. Termasuk
Tetta.
Wulan: maafkan ka ,Ta?
Tetta: (diam)
Anto: Ta, maafkan ka.
Tetta: iya,...tapi jangan ulang lagi nah
wulan, Jessika, Sinta: (bersama) iya!
Clara: bu, berarti masalah nya selesai, dong?
Rere: ya iyalah Clara! Mdede....! Jangan mulai!
(Semuanya tertawa)
Akhirnya pencuri tersebut di temukan. Sejak kejadian itu, Wulan dkk menjadi
anak yang baik, dan mereka tidak ada lagi permusuhan. Clara menjadi akrab
dengan Wulan yang tadinya bermusuhan.
TAMAT