Anda di halaman 1dari 11

TUGAS ILMU SOSIAL DAN BUDAYA DASAR

MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK BUDAYA PART 1

Dosen Pembimbing :
Istiqomah, M.med.Kom

Disusun Oleh :

Andre Bagus Setiawan (161020700041)

Teknik Industri – 5A1

PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SIDOARJO
2018
1. a. Budaya apakah yang ada dilingkungan anda ?
Jawab :
Tedhak Siten atau turun tanah (mudun lemah)
b. Gambarkan dengan baik kebudayaan tersebut, apakah anda juga
ikut andil dalam kebudayaan tersebut.
Jawab :
TRADISI Tedhak Siten atau orang jawa menyebut tradisi ( mudun
lemah ) turun tanah. Tedak siten (dari kata Jawa= tedak = cedhak ( men-
dekat ). Siten = siti = lemah (jawa = tanah ) .Ketika anak menginjak 8 bulan
( pitung lapan ), tradisi ini tidak hanya di Jawa, didaerah lain di Indonesia
juga ada tradisi seperti ini. Tradisi turun tanah menjadi symbol bagi
kalangan masyarakat jawa mengisyaratkan dalam usia tersebut seorang anak
sudah saatnya untuk kembali ketanah. Menginjakan kakinya ke tanah
sebagai upaya pendekatan kepada dirinya sendiri yang berunsurkan tanah.
Dan sekaligus merupakan usia anak untuk melatih dirinya untuk berjalan di
tanah yang pertama kali.
 Beberapa perlengkapan yang harus dipersiakan :
 Banyu gege (air yang disimpan dlm tempayan/bokor selama satu malam
& pagi harinya dihangatkan dengan sinar matahari), ayam panggang,
pisang raja (melambangkan harapan agar si anak di masa depan bisa
hidup sejahtera dan mulia, Juadah (jadah) warna warni (7 warna: putih,
merah, hijau, kuning, biru, cokelat, merah muda/ungu), tangga yang
terbuat dari tebu ireng (tebu arjuna), kurungan (biasanya berbentuk
seperti kurungan ayam) yang diisi dengan barang/benda (misalnya: alat
tulis, mainan dalam berbagai bentuk dan jenis) sebagai lambang/tanda
untuk masa depan anak, Benang lawe, dan udhek-udhek (yang terdiri
berbagai jenis biji-bijian, uang logam, & beras kuning).
Tahap pelaksanaannya, yaitu :
1. Memandikan bayi. Bahwa bayi dalam keadaan suci seperti pertma kali ia
terlahir dalam keadaan fitrah dan kelak ketika meninggalkan dunia ini
sang anak juga diharapkan kembali kedalam fitrahnya.
2. Menginjak bubur atau orang jawa menyebut bubur tersebut dengan nama
bubur chetil yakni bubur merah manis dengan bulatan dari tepung beras
(bulatan itulah yang disebut chetil). Memiliki makna bahwa bayi akan
menjadi kuat dan kokoh untuk menapaki kehidupannya
3. Menyebar uang orang jawa menyebutnya udhek-udhek duit yang berisi
beras kuning dan bunga artinya menyebar yakni melemparkannya yang
disana banyak orang yang berkumpul untuk mengambil uangnya sebagai
hak miliknya. Menunjukan bahwa sang anak diharapkan kelak menjadi
orang yang dermawan dan dikaruniai banyak rizki dan saling berbagi
kepada siapa saja yang membutuhkan.
4. Memilih barang, ada beberapa pilihan disinilah kelak anak akan menapaki
kehidupannya dalam memilih profesi dan berantai dalam memilihnya.
Tradisi ini digelar sebagai bentuk harapan dan doa agar anak mampu menjadi
orang yang berguana bagi agama, Negara dan masyarakat. Sebagai sebuah symbol
atas karunia yang diberikan kepada keluarga. Didalamnya mengisyaratkan
berbagai macam benda seperti berdoa, makanan, uang, barang, bunga dll. Ini
menunjukan hubungan tiga dimensi antara manusia, tuhan dan alam. Dan
kesemuanya berjalan dengan harmonis.
Iya ikut andil dalam kebudayaan tersebut dengan menghadiri acara jika ada
saudara atau tetangga yang mengadakan acara tersebut.
c. Apakah kebudayaan tersebut sudah merupakan adaptasi dari
masyarakat setempat, jelaskan.
Jawab :
Ya, karena Tedhak Siten atau turun tanah (mudun lemah) sebagai salah satu
budaya yang ada di Indonesia. Menurut ilmu sosial dan budaya, Tedhak Siten dan
ritual-ritual lain yang sejenis adalah suatu bentuk inisiasi, yaitu sarana yang
digunakan guna melewati suatu kecemasan. Menginjakan kakinya ke tanah
sebagai upaya pendekatan kepada dirinya sendiri yang berunsurkan tanah. Dan
sekaligus merupakan usia anak untuk melatih dirinya untuk berjalan di tanah yang
pertama kali.
d. Sudah sesuaikah dengan etika dan estetika yang dianut oleh
masyarakat setempat, Jelaskan.
Jawab :
Iya sudah sesuai, karena budaya tedhak siten dilakukan sesuai prosedur
yang sudah diturunkan dari nenek moyang dahulu. Budaya tedhak siten juga
menghadirkan seluruh anggota keluarga mulai dari yang tertua hingga termuda.
Estetika yang terkandung dalam acara tedhak siten yaitu dilaksanakan secara
berurutan mulai dari memandikan bayi, menginjak bubur, menyebar uang, sampai
memilih barang. Berbagai macam urutan acara tersebut sangat menarik. Banyak
hal yang dapat diambil dari acara tersebut diantaranya yaitu kepercayaan yang
terus dianut mulai dari jaman nenek moyang hingga sekarang.
e. Kebudayaan tersebut, termasuk pada unsur apa ? jelaskan
Jawab :
Termasuk kedalam unsur sistem kepercayaan atau sistem religi yaitu
suatu keyakinan bahwa hal-hal yang dipercayai itu benar dan nyata, ada
harapan dan keyakinan. Tradisi turun tanah menjadi symbol bagi kalangan
masyarakat jawa mengisyaratkan dalam usia tersebut seorang anak sudah
saatnya untuk kembali ketanah. Menginjakan kakinya ke tanah sebagai
upaya pendekatan kepada dirinya sendiri yang berunsurkan tanah. Dan
sekaligus merupakan usia anak untuk melatih dirinya untuk berjalan di
tanah yang pertama kali.
2. Carilah contoh pada 3 konflik sosial dan temukan penyelesaiannya,
menurut anda apakah konflik sosial tersebut akan berdampak positif
atau negatif bagi masyarakat pada umumnya.
Jawab :
a. - Perbedaan pendapat dalam musyawarah ( rapat ), penyebabnya yaitu
terjadi pada seseorang yang sedang berpendapat tentang hal yang sedang
dimusyawarahkan, namun ada seseorang yang memotong pembicaraan
orang tersebut dikarena tidak setuju tentang pendapat orang tersebut.
- Dampak yang terjadi yaitu dampak negatif terjadinya perubahan
kepribadian para individu contohnya seperti masalah antar individu yang
menimbulkan adanya rasa curiga dan saling membenci dan akan
terjadinya keretakkan hubungan antarindividu atau kelompok.
- Solusi penyelesaiannya yaitu terdapatnya suatu system nilai dan norma
yang jelas , lalu individu dan kelompok dalam masyarkat tersebut
mengetahui dan memahami norma - norma sosial dan nilai – nilai sosial
yang berlaku di lingkungan dan individu dan kelompok dalam
masyarkat tersebut harus menyesuaikan tindakan – tindakan dengan
norma – norma sosial dan nilai - nilai sosial yang berlaku.
b. - Konflik antar pelajar (tawuran) dapat terjadi karena di sebabkan
beberapa hal. Di antaranya, budaya atau kebiasaan murid sekolah yang
dulu, saling ejek-mengejek anatr pelajar sekolah, saling balas dendam
karena ada yang di ganggu, keributan imbas dari suatu pertandingan,
perlombaan, dan lainnya.
- Dampak yang terjadi yaitu dampak negatif, rusaknya fasilitas umum,
terganggunya proses belajar, berkurangnya penghargaan terhadap sifat-
sifat kemanusiaan, dll.
- Solusi penyelesaiannya yaitu membuat peraturan sekolah yang tegas,
memberikan pendidikan anti tawuran, kolaborasi belajar bersama antar
sekolah, pentingnya peran orang tua.
c. - Demo kenaikan upah buruh, penyebabnya yaitu demo kenaikan upah
yang biasanya dilakukan para buruh disebabkan oleh perbedaan
kepentingan. Masing-masing kelompok memiliki kepentingan ingin
mendapat keuntungan finansial. Buruh ingin naik gaji, investor ingin
keuntungan investasi berbalik pada dirinya bahkan dalam jumlah yang
lebih besar. Apabila kepentingan satu kelompok tercapai, maka berarti
kerugian bagi kelompok lain. Perbedaan kepentingan itu menjadi
penyebab konflik sosial.
- Dampak kenaikan upah buruh, Demo buruh akan berpengaruh pada
output yang berhenti berjam-jam. Berpengaruh kepada indeks produksi
perusahaanTidak hanya itu, nilai tambah produksi juga akan terus
menurun. Dengan menurunnya nilai tambah dan output produksi,
akhirnya membuat kemampuan perusahaan menggaji karyawan menjadi
tergerus.
- Solusi penyelesaiannya yaitu, memperbaiki hubungan kontrak kerja
antara pengusaha dan buruh. Sebuah kontrak kerja bisa menjadi sah dan
manusiawi bagi buruh apabila mencantumkan ketentuan mengenai
jumlah upah kerja, masa kerja, bentuk dan jenis pekerjaan, serta berapa
banyak tenaga yang dicurahkan ketika buruh bekerja. Rincian terhadap
keempat hal tersebut, yang kemudian disepakati antara buruh dan
pengusaha, menjadi penting sebab menyangkut hak dan kewajiban buruh
serta pengusaha.
TUGAS ILMU SOSIAL DAN BUDAYA DASAR
MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK BUDAYA PART 2

Dosen Pembimbing :
Istiqomah, M.med.Kom

Disusun Oleh :

Andre Bagus Setiawan (161020700041)

Teknik Industri – 5A1

PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SIDOARJO
2018
1. Menurut anda bagaimanakah problematika kebudayaan yang ada di
negara indonesia??
Jawab :
1. Hambatan budaya yang berkaitan dengan pandangan hidup dan sistem
kepercayaan.Dalam hal ini, kebudayaan tidak dapat bergerak atau
berubah karena adanya pandangan hidupdan sistem kepercayaan yang
sangat kental, karena kuatnya kepercayaan sekelompok orangdengan
kebudayaannya mengakibatkan mereka tertutup pada dunia luar dan tidak
mau menerima pemikiran-pemikiran dari luar walaupun pemikiran yang
baru ini lebih baik daripada pemikiranmereka. Sebagai contoh dapat kita
lihat bahwa orang jawa tidak mau meninggalkan kampunghalamannya
atau beralih pola hidup sebagai petani. Padahal hidup mereka umumnya
miskin.
2. Hambatan budaya yang berkaitan dengan perbedaan presepsi atau sudut
pandang.Hambatan budaya yang berkaitan dengan perbedaan presepsi
dan sudut pandang ini dapat terjadiantara masyarakat dan pelaksanaan
pembangunan. Sebagai contoh dapat kita lihat banyak masyarakat yang
tidak setuju dengan program KB yang dicanangkan pemerintah yang
salah satutujuannya untuk mengatasi kemiskinan dan kepadatan
penduduk, karena masyarakat beranggapan bahwa banyak anak banyak
rezeki.
3. Hambatan budaya yang berkaitan dengan faktor psikologi atau
kejiwaan.Upaya untuk mentransmigrasikan penduduk dari daerah yang
terkena bencana alam seringmengalami kesulitan. Hal ini disebabkan
karena adanya kekhawatiran penduduk bahwa ditempatyang baru hidup
mereka akan lebih sengsara dibandingkan dengan hidup mereka ditempat
yanglama.
4. Masyarakat yang terasing dan kurang komunikasi dengan masyarakat
luar.Masyarakat yang tinggal di daerah-daerah terpencil yang kurang
komunikasi dengan masyarakatluar cendrung memiliki ilmu pengetahuan
yang terbatas, mereka seolah-olah tertutup untuk menerima program-
program pembangunan.
5. Sikap tradisionalisme yang berprasangka buruk terhadap hal-hal
baru.Sikap ini sangat mengagung-agungkan budaya tradisional
sedemikian rupa sehinggamenganggap hal-hal baru itu akan merusak
tatanan hidup mereka yang sudah mereka milikisecara turun-temurun.
6. Sikap etnosentrisme.Sikap etnosentris adalah sikap yang mengagungkan
budaya suku bangsa sendiri dan menganggaprendah budaya suku bangsa
lain. Sikap seperti ini akan memicu timbulnya pertentangan-
pertentangan suku, ras, agama, dan antar golongan. Kebudayaan yang
beraneka ragam yang berkembang disuatu wilayah seperti Indonesia
terkadang menimbulkan sikap etnosentris yangdapat menimbulkan
perpecahan.
7. Perkembangan IPTEK sebagai hasil dari kebudayaan, sering disalah
gunakan oleh manusia,sebagai contoh nuklir dan bom dibuat justru untuk
menghancurkan manusia bukan untuk melestarikan suatu generasi, dan
obat-obatan yang diciptakan untuk kesehatan tetapi dalam
penggunaannya banyak disalahgunakan yang justru mengganggu
kesehatan manusia.
8. Pewarisan kebudayaan.Dalam hal pewarisan kebudayaan bisa muncul
masalah antara lain, sesuai atau tidaknya budayawarisan tersebut dengan
dinamika masyarakat saat sekarang, penolakan generasi
penerimaterhadap warisan budaya tersebut, dan munculnya budaya baru
yang tidak lagi sesuai dengan budaya warisan.Dalam suatu kasus,
ditemukan generasi muda menolak budaya yang hendak diwariskan oleh
pendahulunya. Budaya itu dianggap tidak lagi sesuai dengan kepentingan
hidup generasitersebut, bahkan dianggap bertolak belakang dengan nilai-
nilai budaya yang baru diterimasekarang ini.
9. Perubahan kebudayaan.Perubahan kebudayaan yang terjadi bisa
memunculkan masalah antara lain perubahan akanmerugikan manusia
jika perubahan itu bersifat regress (kemunduran) bukan progress
(kemajuan), perubahan bisa berdampak buruk atau menjadi bencana jika
dilakukan melaluirevolusi, berlangsung cepat, dan diluar kendali
manusia.
10. Penyebaran kebudayaan.Penyebaran kebudayaan (difusi) bisa
menimbulkan masalah, masyarakat penerima akankehilangan nilai-nilai
budaya lokal sebagai akibat kuatnya budaya asing yang masuk.
Contohglobalisasi budaya yang bersumber dari kebudayaan Barat pada
era sekarang ini adalahmasuknya nilai-nilai budaya global yang dapat
memberi dampak negatif bagi perilaku sebagianmasyarakat Indonesia.
Misalnya pola hidup konsumtif, hedonisme, pragmatis,
daninduvidualistik. Akibatnya nilai-nilai asli kebudayaan bangsa seperti
rasa kebersamaan dankekeluargaan lambat laun bisa hilang dari
masyarakat Indonesia.
2. Menurut anda bagaimana dengan kebudayaan di Indonesia, apakah
masih terjaga dari generasi ke generasi berikutnya...
Jawab :
Kurang terjaga, karena banyak kebudayaan yang ada di indonesia lama
kelamaan hampir punah. Punahnya dikarenakan warga indonesia sendiri
yang kurang melestarikan budaya kepada anak bahkan cucunya, jadi
kebudayaan tidak bisa diteruskan ke generasi – generasi yang akan datang.
Terutama pemerintah harus mendukung revitalisasi kesenian tradisional.
Kita harusnya bisa memadukan dan mengembangkan kesenian dengan
teknologi dan globalisasi yang semakin maju pada zaman ini.
3. Menurut anda, bagaimanakah dengan WNI yang memilih menetap di
luar negeri, apakah hal tersebut akan membuat budaya indonesia yang
mereka serap semenjak kecil luntur bahkan hilang?? Jelaskan...
Jawab :
Belum tentu, tergantung dari individu masing-masing, ada juga yang bisa
melestarikan budaya indonesia diluar sana, dan ada juga yang lama
kelamaan hilang ilmu kebudayaan yang dipelajarinya dahulu. karena gaya
hidup dan kebudayaan yang ada pada budaya timur dan barat jelas sangat
berbeda dengan Indonesia. Mulai dari cara berperilaku, berpakaian, bahasa
dll.
4. Berikan study kasus tentang “bagaimana cara generasi saat ini
menjaga kebudayaan
Jawab :
- Study kasus tentang lagu tradisional. Nyanyian lagu tradisional kini
hampir punah karena anak muda jaman sekarang cenderung lebih suka
menyaknyikan lagu-lagu barat yang lebih modern.
- Cara menjaga atau melestarikan lagu tradisional agar tetap bisa
dinyanyikan anak muda sekarang yaitu dengan cara melatih sejak dini
untuk menyanyikan lagu tradisional dan mulai dari kecil dikenalkan
lagu-lagu tradisional dari masing-masing daerah. Dengan cara itulah
anak muda jaman sekrang bisa terbiasa menyanyikan lagu tradisinal
bahkan bisa bangga bisa menyanyikan lagu tradisional tersebut.