Anda di halaman 1dari 5

Praktikum Hidrografi 2, Kalibrasi Bar Check

Modul Praktikum Survei Hidrografi 2


“Kalibrasi Bar Check (Pengenalan alat, instalasi alat, dan pengambilan data) ”
Program Studi Teknik Geodesi, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan
Institut Teknologi Nasional 2017

KALIBRASI BAR CHECK

1. TUJUAN

Adapun tujuan dilakukannya praktikum Hidrografi mengenai Kalibrasi Barcheck, yaitu:

 Mahasiswa dapat mempelajari mengenai kalibrasi Barcheck


 Mahasiswa dapat mengetahui fungsi dilakukannya Barcheck dalam survei hidrografi
 Mahasiswa dapat mengetahui peralatan apa saja yang dibutuhkan untuk melakukan
Barcheck

Tujuan dilakukannya Kalibrasi Barcheck, yaitu:

 Untuk mengetahui hasil pengukuran kedalaman yang benar


 Untuk mengetahui kesalahan pengukuran kedalaman pada alat perum gema
 Untuk melakukan kalibrasi pada alat perum gema

2. PENJELASAN SINGKAT

Barcheck adalah alat yang digunakan untuk melakukan kalibrasi alat perum gema.
Dengan cara kalibrasi ini sangat membantu untuk mendapatkan ukuran kedalaman yg
benar dari akibat beberapa sumber kesalahan sekaligus,utamanya akibat ketidak
homogenan medium rambat yg mengakibatkan tidak konstannya kecepatan gelombang
suara.

Hampir semua sumber kesalahan merupakan kesalahan sistematik, sehingga dapat


didesain cara mengatasinya untuk mendapatkan hasil pengukuran yang benar. Cara yang
efektif untuk menjaga ketelitian pemeruman adalah dengan melakukan kalibrasi
menggunakan cakra tera (barcheck). Kalibrasi ini sangat membantu untuk mendapatkan
ukuran kedalaman yang benar akibat beberapa sumber kesalahan sekaligus. Barcheck

Jurusan Teknik Geodesi Institut Teknologi Nasional


Praktikum Hidrografi 2, Kalibrasi Bar Check

terbuat dari lempeng logam berbentuk lingkaran atau segi empat yang digantungkan pada
tali atau rantai berskala dan diletakkan di bawah transduser. Tali atau rantai berskala
dipakai sebagai pembanding hasil pengukuran dengan alat perum gema. Pembandingan
pengukuran kedalaman dilakukan untuk setiap perubahan kedalaman, mulai dari
kedalaman 0 hingga kedalaman maksimum yang akan diperum dengan interval 1 m.

3. WAKTU DAN TEMPAT


3.1 Waktu
Adapun waktu pelaksanaan paktikum ini disesuaikan dengan jadwal pelaksanaan
studi Jurusan Teknik Geodesi Itenas.
3.2 Tempat
Tempat untuk melaksanakan praktikum ini adalah di Waduk Jatiluhur, Purwakarta.

4. ALAT dan BAHAN


Alat-alat dan Bahan yang diperlukan dalam praktikum ini diantaranya, yaitu:

 Piringan Baja
Piringan baja berfungsi sebagai alat pemberat yang nantinya akan mengantarkan
rantai atau tali tambang sampai pada dasar kedalaman yang akan diukur.

Gambar: Piringan Baja


Sumber : https://indonesian.alibaba.com/photo-products/mild-steel-discs-pictures.html

Jurusan Teknik Geodesi Institut Teknologi Nasional


Praktikum Hidrografi 2, Kalibrasi Bar Check

 Rantai Baja
Fungsi dari rantai sendiri adalah untuk mengikatkan piringan baja dan sebagai alat
pengukur kedalaman yang nantinya didapatkan dari Panjang rantai mulai dari
dasar sampai permukaan.

Gambar : Rantai Baja


Sumber : https://id.pinterest.com/pin/342695852881115973/?lp=true

 Tali Tambang Plastik


Tali tambang plastik ini adalah sebagai pilihan alternatif jika tidak ada rantai,
fungsi dan tujuannya sama seperti rantai baja.

Gambar : Tambang Plastik


Sumber : http://sinarsuryaabadi.web.indotrading.com/product/tali-tambang-plastik-p111321.aspx

Jurusan Teknik Geodesi Institut Teknologi Nasional


Praktikum Hidrografi 2, Kalibrasi Bar Check

5. LANGKAH KERJA

1. Ikankan rantai atau tali tambang pada piringan baja


2. Tenggelamkan piringan baja sampai ke dasar
3. Ukur kedalaman dengan cara mengukur Panjang rantai atau tali tambang
4. Barcheck harus dilakukan setiap hari pada saat sebelum dan sesudah kegiatan
pemeruman
5. Koreksi barcheck (Kbc) diperoleh dari selisih antara fix depth(Dfx) dengan
bacaan kedalaman echosounder yang sudah terkoreksi draft tranduser
formulasinya sebagai brikut: Kbs=Dfx-(d+t)

6. Fix depth(Dfx) diperoleh dengan alat bantu tali yg diberi bandul atau galah/rambu
ukur,dengan asumsi bahwa kedalaman ini bebas dari kesalahan.
7. Koreksi bar check sbelum pemeruman di beri notasi Kbc1 n koreksi bar check
sesudah pemeruman diberi notasi Kbc2,maka koreksi barcheck diperoleh dri nilai
reratanya yaitu: Kbc=Kbc1+Kbc2/2
8. Pengukuran fix depth dan pengukuran echosounder untuk koreksi bar check harus
dilakukan pada lokasi titik yg sama,biasanya dilakukan pada daerah dekat pantai
9. Kedalaman sesaat(ds)d suatu titik di rumuskan sebagai berikut ds=d'+t+Kbc

*CATATAN

Beberapa kesalahan alat dapat terjadi sendiri-sendiri maupun bersamaan. Untuk


mengetahui pengaruh setiap kesalahan alat terhadap hasil pengukuran kedalaman adalah
sulit sekali.pengaruh kombinasi dari beberapa kesalahan alat tersebut dapat ditentukan
besarnya melalui salah satu metode kalibrasi, yaitu metode “barcheck”. Walaupun
demikian hanya kombinasi dari beberapa alat saja yg dapat ditentukan pengaruhnya, yaitu
kombinasi antara ketidaktepatan pengesetan pulsa awal, dan kesalahan pada fase
pengukuran. Selebihnya harus dilakukan dengan pengaturan dan perbaikan alat kembali.

Prinsip metode barcheck adalah membandingkan kedalaman satu titik yg telah


ditentukan dan diketahui kedalamannya dibawah permukaan laut dengan kedalam titik

Jurusan Teknik Geodesi Institut Teknologi Nasional


Praktikum Hidrografi 2, Kalibrasi Bar Check

tersebut dari hasil pengukuran dengan alat perum gaya yg bersangkutan. Selisih nilai
kedalaman hasil pengukuran dengan nilai sebenarnya tersebut adalah besarnya kesalahan
alat yg merupakan kombinasi dari dua kesalahan alat.

Titik yang telah diketahui kedalamannya direpresentasikan dalam bentuk suatu


benda yang terbuat dr bahan baja.pada pelaksanaanya,batang atau piringan baja tersebut
digantungkan menggunakan rantai atau kawat baja,dan diletakkna tepat dibawah
tranduser alat perum gema yang bersangkutan. Setelah dipasang sedemikina
rupa,kemudian dilakukan pengukuran dengan menggunakan alat perum gema pada saat
wahana apung dalam keadaan berhenti untuk berapa harga kedalaman batang atau
piringan yang telah ditentukan sebelumnya.

Kalibrasi dengan barcheck harus dilakukan langsung sebelum dan setelah


pemeruman dilakukan pada satu sesi atau satu hari pemeruman. Sebelum pemeruman
dilakukan, dipilih suatu kawasan air yang relatif tenang dan dalam dengan kapal yang
berhenti untuk kalibrasi awal. Pemilihan lokasi bar check pada air tenang dilakukan agar
lempeng logam tidak melayang karena arus, sehingga tetap berada di bawah transduser .
Kedalaman tempat kalibrasi juga penting untuk memperoleh kedalaman kalibrasi yang
maksimum. Data ukuran kedalaman yang telah dikoreksi dengan kalibrasi menggunakan
barcheck dapat dianggap terbebas dari sumber kesalahan karena sifat perambatan
gelombang pada medium air laut. Selain kalibrasi dengan barcheck, data hasil
pengukuran kedalaman harus diberi koreksi-koreksi karena kesalahan akibat.

Jurusan Teknik Geodesi Institut Teknologi Nasional