Anda di halaman 1dari 2

ETIKOMEDIKOLEGAL

Dual Loyality (Loyalitas Ganda)


Mahesa Paranadipa M
Staf Pengajar Etik dan Hukum Kesehatan, Fakultas Kedokteran UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta, Indonesia
mahesa.98@gmail.com

PERTANYAAN: pertempuran di mana dia harus membunuh pada saat menjadi saksi ahli, organisasi profesi,
Salam Dok, saya ingin bertanya. Apakah lawan di arena pertempuran. Hal ini tentu perusahaan asuransi, atasan di struktural
diperbolehkan seorang dokter untuk bertentangan dengan sumpahnya sebagai pemerintahan dan bahkan keluarga. Jika
menjadi lawyer/pengacara? Karena ada dokter untuk menghormati kehidupan tanggung jawab ini tidak saling bersesuaian
teman sejawat di daerah kami yang menjadi insani. Di sisi lain, pertimbangan militer lebih (conflict of interest) maka dokter akan berada
lawyer/pengacara. Namun permasalahannya, diutamakan kepada pertimbangan pertahanan dalam loyalitas ganda (dual loyality).
beberapa waktu lalu, yang bersangkutan nasional dan kekuatan militer bangsa. Hal
menjadi pengacara dari klien yang yang sama dapat dialami oleh dokter yang Sebagai bagian dari profesi kedokteran, norma
menggugat sejawat dokter dengan dugaan bekerja di lembaga pemasyarakatan (Lapas) etik telah sangat jelas mengatur tanggung
malpraktik. Gugatan yang dilayangkan pidana atau dokter yang bekerja di Badan Narkotika jawab terhadap pasien yang konsekuensi
dan perdata. Mohon penjelasannya. Terima Nasional (BNN). dari hubungan yang dijalin antara dokter-
kasih pasien. Disebutkan dalam Deklarasi Jenewa,
Mengenai dokter yang juga menjalankan dokter bersumpah “Kesehatan pasien akan
JAWABAN: profesi sebagai apoteker atau pengacara selalu menjadi pertimbangan pertama saya”
Makin berkembangnya pemahaman individu saat ini baru diterima laporan dari beberapa dan Kode Etik Kedokteran Internasional
akan hak-hak asasi yang dimiliki mendorong IDI Cabang atau Wilayah. Di dalam laporan menyebutkan “Dokter harus memberikan
kebebasan untuk menuntut dan menjalankan tersebut memang ditemui adanya kondisi kepada pasiennya loyalitas penuh dan seluruh
hak-hak tersebut. Hak mendasar untuk conflict of interest yang seharusnya diputuskan pengetahuan yang dimilikinya”. Di Indonesia,
memperoleh kesejahteraan menjadi dasar oleh organisasi profesi. Untuk dokter yang konsensus etik dokter Indonesia tertuang
pula untuk memperoleh pekerjaan dan merangkap sebagai apoketer, dilaporkan dalam Kode Etik Kedokteran Indonesia
profesi yang diinginkan. Dalam memperoleh bahwa dokter terkadang meresepkan hanya (KODEKI) yang diterbitkan oleh Ikatan Dokter
pekerjaan atau profesi tersebut, seseorang ke apotik di mana yang bersangkutan menjadi Indonesia. Di dalam KODEKI disebutkan
bisa menjalankan lebih dari satu pekerjaan penanggung jawab. Sedangkan untuk salah satu butir SUMPAH DOKTER “Saya akan
atau profesi sekaligus. dokter yang merangkap sebagai pengacara, senantiasa mengutamakan kepentingan
dilaporkan bahwa yang bersangkutan menjadi pasien, dengan memperhatikan kepentingan
Untuk profesi dokter, saat ini mulai banyak pengacara dari pihak yang menuntut dokter. masyarakat”.
disorot akan keberadaan dokter yang juga
menjalankan profesi selain profesi dokter. Untuk dokter di perusahaan asuransi, hal Di dalam penjelasan Pasal 3 KODEKI tentang
Sedangkan profesi-profesi tersebut dituntut ini mencuat semenjak berlakunya Jaminan kemandirian profesi disebutkan bahwa setiap
untuk memiliki loyalitas yang terkadang Kesehatan Nasional (JKN) : dokter yang bekerja dokter yang memiliki kepentingan finansial
saling bertentangan (conflict of interest). di Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) terhadap suatu institusi/perusahaan/badan
Beberapa profesi yang dijalankan oleh dokter Kesehatan sering berkonflik dengan sejawat usaha seharusnya bertindak patut, teliti dan
antara lain: dokter militer, dokter yang juga perihal proses klaim pelayanan kesehatan. hati-hati agar jangan sampai mempengaruhi
menjalankan profesi apoteker, dokter yang Sedangkan untuk dokter pejabat struktural dirinya dalam menangani pasien.
menjalankan profesi pengacara atau advokat, pemerintah, pada beberapa kasus dianggap
dokter di perusahaan asuransi, dokter pejabat tidak berpihak kepada profesi kedokterannya Dari norma-norma etik yang berlaku tersebut,
struktural pemerintah dan masih banyak bahkan dinilai justru menyudutkan profesinya maka kepentingan kepada pasien harus
lagi. Dalam pandangan etik, kondisi ini dapat sendiri. lebih diutamakan dari kepentingan dokter
menimbulkan dilema etik karena adanya atau kepentingan pihak ketiga. Namun pada
loyalitas ganda (dual loyality). Etik Kedokteran Memandang Loyalitas kondisi tertentu, dokter dapat menempatkan
Ganda kepentingan orang lain di atas kepentingan
Di kalangan dokter militer, akan sering ditemui Dokter mempunyai tanggung jawab utamanya pasien, seperti pada kasus penyakit menular
loyalitas kepada atasan yang berbenturan adalah kepada pasien, selain itu dokter juga yang membahayakan masyarakat sekitar
dengan loyalitas profesi. Seperti membuka harus bertanggung jawab kepada pihak lain (contoh: wabah flu burung, SARS, dll). Pada
rahasia pasien yang juga anggota kesatuan, atau pihak ketiga seperti pemerintah terkait beberapa kasus seperti pasien yang menderita
jika kesatuan memiliki aturan tentang tanggung jawab kesehatan publik/komunitas, penyakit tertentu yang tidak diijinkan untuk
dikeluarkannya prajurit dari kesatuan jika pihak rumah sakit atau manajemen fasilitas mengemudikan kendaraan atau pesawat,
mengidap penyakit tertentu. Atau pada saat kesehatan di mana dokter tersebut bekerja, atau yang diduga sebagai korban pelecehan
dokter militer tersebut harus turun dalam kesatuan militer, pengadilan/penegak hukum anak.

CDK-269/ vol. 45 no. 10 th. 2018 789


ETIKOMEDIKOLEGAL

Bagi dokter militer, terdapat dasar Bagi dokter yang merangkap apoteker Untuk dokter yang merangkap sebagai
pertimbangan etik yaitu Regulations in tentunya jelas melakukan pelanggaran etik pengacara atau advokat, pertentangan etik
Times of Armed Conflict: ‘Medical ethics in karena bukan kepentingan masyarakat yang mungkin hanya pada kasus-kasus yang
times of armed conflict is identical to medical diutamakan namun kepentingan pribadi yang melibatkan dokter sebagai penggugat atau
ethics in times of peace, as stated in the tidak mendapat ruang dalam pembahasan yang dituntut. Namun dengan adanya aturan
International Code of Medical Ethics of the dilema etik. Sedangkan untuk dokter yang di PERADI, hal ini harus dibicarakan antara
WMA. If, in performing their professional duty, merangkap pengacara, pada kasus yang organisasi profesi, untuk mencegah konflik
physicians have conflicting loyalties, their bersangkutan menuntut dokter, tidak antar profesi. Tuntutan untuk memilih salah
primary obligation is to their patients; in all their dihadapkan pada kepentingan pasien. Namun satu profesi mungkin akan menjadi solusi.
professional activities, physicians should adhere KODEKI memuat kalimat yang menjadi bagian Sedangkan untuk dokter yang merangkap
to international conventions on human rights, dari SUMPAH DOKTER, butir 10 berbunyi “Saya sebagai apoteker tentunya akan sering
international humanitarian law and WMA akan perlakukan teman sejawat saya seperti menimbulkan conflict of interest. Sebaiknya
declarations on medical ethics.’ Namun kondisi saudara kandung.” Pada Pasal 18 KODEKI juga untuk kondisi ini dokter diwajibkan untuk
pasien yang membahayakan masyarakat disebutkan “Setiap dokter memperlakukan memilih salah satu profesi.
atau negara dalam pandangan militer dapat teman sejawat sebagaimana ia ingin
merupakan pengecualian. diperlakukan.” Maka untuk kasus penuntutan
terhadap sejawat dokter akan masuk dalam
kategori pelanggaran.

790 CDK-269/ vol. 45 no. 10 th. 2018