Anda di halaman 1dari 2

Peristiwa Perampokan

Namaku Alfin Langgoi Permana Putra aku sekolah di SD Suka-suka,aku duduk di


bangku kelas 6 SD,biasanya aku pulang menggunakan sepeda,kadang aku di
jemput oleh ayahku sekalian pulang dari kerjanya,ayahku bekerja tidak jauh dari
sekolahku,tetapi hari itu aku tidak menggunakan sepeda karena rantainya
putus,dan ayahku tidak bisa menjemputku karena kerja lembur di
kantornya,ketika pulang sekolah aku mendengar seorang Ibu-ibu yang sedang
berdiri di pinggir jalan sambil memainkan handphonenya,aku berjalan seperti
biasa,tak lama aku mendengar suara teriakan “tolong-tolong”,mulanya aku
tidak menghiraukan suara itu,tapi di pikir-pikir kasihan juga,aku menengok ke
belakang ternyata ibu-ibu yang tadi berdiri di pinggir jalan sedang di rampok,aku
pun menghampirinya dan aku teriak”rampok-rampok”.
Aku berlari ke arah ibu itu,ibu itu di rampok oleh pemuda yang memakai baju
merah,padahal aku tidak mencurigai perampok itu soalnya penampilannya
seperti orang baik,aku mencoba membantu untuk mengambil tas itu
kembali,aku berlari mengejar perampok itu,perampok itu berhenti karena
kelelahan,perampok itu bilang”mau apa kau hah?”aku menjawab”mengambil
tas itu kembali”aku pun baku hantam dengan perampok itu,tetapi apa daya aku
yang hanya seorang anak sd terpukul oleh perampok itu dan aku pun
pingsan,ketika aku pingsan masyarakat setempat sedang berbicara”ada apa ini”
mereka menghampiriku dan mengamankan perampok itu,tak lama polisipun
datang dan mengamankan perampok itu,polisi bilang”jangan memukuli
perampok itu,kami akan mengurusnya”.
Akupun di gotong oleh masyarakat setempat yang membantuku untuk di bawa
ke rumah sakit,ketika di rumah sakit aku tidak sadar sedang ada dimana dan aku
bertemu dengan ibu-ibu tadi yang di rampok,tasnya sudah diambil kembali,dia
bilang”terima kasih ade sudah menolong ibu,de ini uang buat ade”aku
menjawab”ya,sama-sama ibu,tidak usah bu,karena sudah menjadi kewajiban
sesama manusia untuk saling membantu”.Dan akupun pulang dari rumah sakit
di jemput oleh mamahku dan ayahku menggunakan mobil,karena sudah
sembuh,ayahku sengaja pulang dari kantor karena khawatir aku kenapa-
kenapa,ayahku pun bertanya”apa yang telah terjadi”,aku pun menceritakan
kejadian yang telah terjadi menimpaku.Ayah dan ibuku memuji”wah ade
hebat,kami sangat bangga karena aku telah menolong sesama dengan ikhlas
tanpa pamrih”.
Jika perampok itu memiliki iman yang kuat,dia tidak akan berani
merampok,karena itu suatu hal yang haram untuk di perbuat,padahal pemuda
itu masih muda masih biasa mencari uang dengan cara yang halal jika kita
berjuang dan berdo'a kepada Allah SWT.Karena Allah tidak akan membiarkan
hambanya kelaparan.