Anda di halaman 1dari 19

BAB 7

Jenis dan Desain


Penelitian
TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah mempelajari jenis dan desain penelitian, mahasiswa mampu:
1. Menyebutkan kembali definisi desain penelitian dengan benar
2. Menyebutkan jenis desain penelitian dengan benar
3. Menguraikan desain deskriptif eksploratif dengan benar
4. Menguraikan desain korelasional dengan benar
5. Menguraikan desain kohort dengan benar
6. Menguraikan desain case study dengan benar
7. Menguraikan desain case control dengan benar
8. Menguraikan desain eksperimen dengan benar

Buku Ajar Pengantar Riset Keperawatan Page | 62


7.1 Definisi Desain Penelitian
Desain artinya rencana, tetapi apabila dikaji lebih lanjut kata itu dapat berarti pula
pola, potongan, bentuk, model, tujuan dna maksud (Echols dan Hassan Shadily, 1976:177),
Desain Penelitian menurut William M.K. Trochim (2006) dalam (file:///I:/desain-
penelitian.html//) “Research design can be thought of as the structure of research -- it is
the "glue" that holds all of the elements in a research project together.” Sedangkan Lincoln
dan Guba (1985:226) mendefinisikan rancangan penelitian sebagi usaha merencanakan
kemungkinan-kemungkinan tertentu secara luas tanpa menunjukkan secara pasti apa
yang akan dikerjakan dalam hubungan dengan unsur masing-masing.
Desain penelitian menurut Mc Millan dalam Ibnu Hadjar (1999:102) adalah rencana dan
struktur penyelidikan yang digunakan untuk memperoleh bukti-bukti empiris dalam
menjawab pertanyaan penelitian.
Desain penelitian merupakan rencana tentang cara mengumpulkan dan menganalisis
data agar dapat dilaksanakan secara ekonomis serta serasi dengan tujuan penelitian itu.
(Nasution, 2003; 23)
Rancangan atau desain penelitian adalah suatu yang sangat penting dalam penelitian,
yang memungkinkan pemaksimalan kontrol beberapa faktor yang bisa mempengaruhi
akurasi suatu hasil. (Nursalam,2003; 80)

7.2 Jenis Desain Penelitian


Menurut Wilson Diers dalam (Nursalam, 2003; 82) jenis desain penelitian keperawatan
dibedakan menjadi 4 yaitu :
1) Deskriptif. Penelitian untuk menjelaskan ,memberi suatu nama, situasi atau fenomena
dalam menemukan ide baru.
2) Faktor yang berhubungan (relationship).Penelitian ini dilaksanakan unutk
mengembangkan hubungan antar variabel dan menjelaskan hubungan yang
ditemukan.penelitian ini disebut juga penelitian tahap kedua setelah fenomena
ditemukan.hubungan tersebut tidak selalu memiliki mekanisme yang menjelaskan
(secara ko-insiden/kebetulan timbul bersamaan).desain yang sering digunakan adalah
cross sectional.
3) Faktor yang berhubungan (assosiasi). Penelitian ini disebut juga explanatoryatau
corelational,bertujuan untuk menentukan faktor apakah yangh terjadi sebelum atau
bersama-sama tanpa adanya suatu intervensi dari peneliti. Desain yang digunakan bisa
menggunakan cross sectional atau jenis desain lainnya (kohort,case control).
4) Causal (pengaruh). Penelitian ini ditujukan untuk menguji pengaruh variabel
independent terhadap variabel dependent. Karaketristik desain pengaruh (causal)
adalah sebagai berikut:

Buku Ajar Pengantar Riset Keperawatan Page | 63


(1) Intensitas VI (variabel independent) menentukan intensitas VD (dosis )
(2) Dapat dijelaskan mekanisme perubahannya
(3) (Tetapi) bukan sebagai penyebab (causation)
5) Jenis desain yang dipergunakan adalah eksperimental:
(1) True Eksperimental (satu kelompok tidak dilakukan intervensi)
(2) Quasy Eksperimental (satu kelompok dilakukan intervensi sesuai dengan metode
yang dikehendaki, kelompok lainnya dilakukan seperti biasanya)
(3) Pre Eksperimental: Post Only, Pre-Post. Satu kelompok dilakukan intervensi X dan
kelompok lainnya dilakukan intervensi Y.

7.3 Desain Deskriptif / Eksploratif


7.3.1 Pengertian
Penelitian deskriptif bertujuan untuk mendeskripsikan (memaparkan) peristiwa–
peristiwa urgen yang terjadi pada masa kini (Nursalam. 2003: 83).
Rancangan penelitian deskkriptif merupakan rancangan penelitian yang
bertujuan menerangkan atau menggambarkan masalah penelitian keperawatan yang
terjadi pada kasus suatu penyakit berdasarkan distribusi tempat, waktu, umur, jenis
kelamin, sosial, ekonomi, pekerjaan, status perkawinan, cara hidup (pola hidup), dan
lain-lain (Aziz Aimul. 2003: 28).
Metode penelitian deskriptif adalah suatu metode penelitian yang dilakukan
dengan tujuan utama untuk membuat gambaran atau deskripsi tentang suatu keadaan
secara objektif (Soekidjo Notoatmojo. 2002: 138).

7.3.2 Desain Penelitian Deskriptif


Menurut Nursalam (2003: 83) Desain penelitian meliputi identifikasi suatu
peristiwa, variabel, mengembangkan teori dan oprasional definisi dari variabel.
Deskripsi variabel akan memungkinkan menginterpretasi makna suatu teori yang
ditemukan dan populasi yang dapat digunakan untuk penelitian selanjutnya.
1. Desain penelitian studi kasus
Studi kasus merupakan rancangan penelitian yang mencakup pengkajian satu
unit penelitian secara intensif: misalnya satu pasien, keluarga kelompok, komunitas,
atau institusi.meskipun jumlah dari subjek cenderung sedikit, jumlah variabel yang
diteliti sangat luas.
2. Desain penelitian survey
Survey adalah suatu desain yang digunakan untuk menyediakan informasi yang
berhubungan dengan prevalensi, distribusi dan hubungan antar variabel dalam

Buku Ajar Pengantar Riset Keperawatan Page | 64


suatu populasi.pada survey, tidak ada intervensi, survey pengumpulan informasi
dari tindakan seseorang, pengetahuan, kemauan, pendapat, dan nilai.
Tiga metode yg sering digunakan dalam pengumpulan data survey :
1) Interview melalui telepon
2) Interview langsung – tatap muka
3) Tanya jawab dengan penyebaran questionaire melalui surat
3. Skema Penelitian Deskriptif
Menurut Burn&Groves (1991: 293), desain ini digunakan untuk menguji suatu
karakteristik dari sampel:
Klarifikasi pengukuran deskripsi

Interpretasi variabel 1 deskripsi


Variabel 1
Interpretasi Variabel 2 deskripsi
Variabel 2
Makna/arti peristiwa Variabel 3 deskripsi
Variabel 3
Menyusun hipotesa Variabel 4 deskripsi
Variabel 4
4. Langkah – langkah penelitian deskriptif
Menurut Soekidjo Notoadmojo (2002: 139), secara umum langkah-langkah
yang harus ditempuh dalam penelitian deskriptif ini tidak berbeda dengan
metode-metode penelitian yang lain, yakni :
1) Memilih masalah yang akan diteliti
2) Merumuskan dan mengadakan pembatasan masalah, kemudian berdasarkan
masalah tersebut diadakan tsudy pendahuluan untuk menghimpun informasi
dan teori-teori sebagai dasar menyusun kerangka konsep penelitian.
3) Membuat asumsi atau anggapan-anggapan yang menjadi dasar perumusan
hipotesis penelitian
4) Merumuskam hipotesis penelitian
5) Merumuskan dan memilih teknik pengumpulan data
6) Menentukan kriteria atau kategori untuk mengadakan klasifikasi data
7) Menentukan teknik dan alat pengumpulan data yang akan digunakan
8) Melaksanakan penelitian atau pengumpulan data untuk menguji hipotesis
9) Melakukan pengolahan dan analisis data (menguji hipotesis)
10) Menarik kesimpulan atau generalisasi
11) Menyusun dan mempublikasikan laporan penelitian

Buku Ajar Pengantar Riset Keperawatan Page | 65


7.4 Desain Korelasional
1. Pengertian
Penelitian korelasional mengkaji hubungan antara variabel.penelitian dapat
mencari, menjelaskan suatu hubungan, memperkirakan, menguji berdasarkan teori
yang ada (Nursalam. 2003: 84).
Rancangan penelitian kolerasi merupakan rancangan penelitian dengan
menggambarkan masalah keperawatan yang terjadi pada kasus tertentu berhubungan
dengan distribusinya (Aziz Aimul. 2003: 28).
2. Skema penelitian deskriptif korelasional
Menurut Nursalam (2003: 84), Skema penelitian korelasional sebagai berikut:
Pengukur
Variabel Deskripsi
1 variabel Uji Interpretasi
Hubungan makna/arti
Variabel deskripsi
2 variabel

Penelitian koresional biasanya dilakukan bila variabel-variabel yang diteliti dapat


diukur secara serentak dari suatu kelompok subjek. Hubungan antar variabel
ditunjukkan dengan koefisien korelasi yang bergerak dari -1 sampai dengan +1.
Korelasi -1 berarti korelasi negara sempurna, sedangkan korelasi +1 berarti positif
sempurna. Variabel dikatakan berkorelasi positif apabila variasi suatu variabel diikuti
sejajar oleh variabel yang lain. Pada contoh kasus diatas, makin tua usia caregiver
maka makin tinggi resiko burnout. Bila variasi suatu variabel diikuti terbalik oleh variasi
variabel lainnya, maka kedua variabel tersebut berkorelasi negatif.
3. Ciri-ciri metode penelitian korelasional
Menurut http://dianagusruchliyadi.blogspot.com/2007/12/metodologi-
penelitian.html,ciri-ciri metode penelitian korelasional yakni:
1) Penelitian macam ini cocok dilakukan bila variabel-variabel yang diteliti rumit dan
atau tidak dapat diteliti dengan metode eksperimental atau tidak dapat
dimanipulasikan.
2) Study macam ini memungkinkan pengukuran beberapa variabel dan saling
hubungannya secara serentak dalam keadaan realistiknya.
3) Apa yang diperoleh adalah taraf atau tinggi rendahnya saling hubungan tersebut.
9. Langkah – langkah penelitian korelasional

Buku Ajar Pengantar Riset Keperawatan Page | 66


Menurut http://dianagusruchliyadi.blogspot.com/2007/12/metodologi-
penelitian.html , langkah-langkah penelitian korelasional yakni:
1) Mendefinisikan masalah
2) Melukiskan penelaan kepustakaan
3) Merancang cara pendekatannya
4) Mengumpulkan data
5) Menganalisis data yang telah dikumpul dan buat interpretasinya
6) Menulis laporan

7.5 Desain Kohort


1. Pengertian
Penelitian cohort yakni penelitian epidemiologik non-eksmeriental yang mengkaji
antara variabel independen (faktor resiko) dan variabel dependen
(efek/kejadian penyakit) (Nursalam. 2003: 86).
Penelitian cohort atau sering disebut penelitian prospektif adalah suatu penelitian
survei (non eksperimen) yang paling baik dalam mengkaji hubungan antara faktor
resiko dengan efek (penyakit) (Soekidjo Notoatmojo. 2002: 153-155)
2. Skema rancangan penelitian kohort
Menurut Soekidjo Notoatmojo (2002: 154), rancangan penelitian kohort sebagai
berikut:

3. Langkah-langkah penelitian cohort


Menurut Soekidjo Notoatmojo (2002: 153-154), Langkah-langkah penelitian
cohort antara lain sebagai berikut:
1) Identifikasi faktor-faktor rasio dan efek
2) Manetapkan subjek penelitian (menetapkan populasi dan sampel)
Pemilihan subjek dengan faktor resiko positif dari subjek dengan efek negatif
3) Memilih subjek yang akan menjadi anggota kelompok kontrol
4) Mengobservasi perkembangan subjek sampai batas waktu yang di tentukan,
selanjutnya mengidentifikasi timbul tidaknya efek pada kedua kelompok.

Buku Ajar Pengantar Riset Keperawatan Page | 67


5) Menganalisis dengan membandingkan proporsi subjek yang mendapatkan efek
positif dengan subjek yang mendapat efek negatif baik pada kelompok resiko
positif maupun kelompok kontrol
4. Keunggulan Penelitian Cohort
Menurut Soekidjo Notoadmojo (2002: 155) beberapa keunggulan penelitian cohort
adalah:
1) Dapat mengukur komparabilitas antara dua kelompok (kelompok subjek dan
kelompok kontrol) sejak awal penelitian.
2) Dapat secara langsung menetapkan besarnya angka resiko dari suatu waktu ke
waktu yang lain.
3) Ada keseragaman observasi, baik terhadap faktor resiko maupun efek dari waktu
ke waktu.
5. Kelemahan Penelitian Cohort
Menurut Soekidjo Notoadmojo (2002: 155) beberapa kelemahan penelitian cohort:
1) Memerlukan waktu yang cukup lama.
2) Memelurkan sarana dan pengelolaan yang rumit.
3) Kemungkinan adanya subjek penelitian yang drop out dan akan mengganggu
analisis hasil.
4) Karena faktor resiko yang ada pada subjek akan diamati sampai terjadinya efek
(mungkin penyakit) maka hal ini berati kurang atau tidak etis.

7.6 Desain Case Study


1. Pengertian
Case study (study kasus) adalah dilakukan dengan cara meneliti suatu
permasalahan melalui suatu kasus yang terdiri dari unit tunggal. Unit tunggal disini
dapat berarti 1 orang, sekelompok penduduk yang terkena suatu masalah misalnya
keracunan atau sekelompok masyarakat disuatu daerah (Soekidjo Notoadmojo. 2002:
141).
Menurut Nawawi. (2003), yakni penelitian yang memusatkan pada suatu objek
tertentu yang mempelajarinya sebagai suatu kasus. Data study kasus diperoleh dari
semua pihak yang bersangkutan, dengan kata lain data dalam study ini dikumpulkan
dari berbagai sumber. Dan sebagai sebuah study kasus maka data yang dikumpulkan
berasal dari berbagai sumber dan hasil penelitian ini hanya berlaku pada kasus yang
diselidiki.
Case study yakni penelitian ini dilakukan dengan melakukan intervensi atau
tindakan pada satu kelompok kemudian diobservasi pada variabel dependen setelah
dilakukan intervensi. Misalnya : peneliti melakukan observasi pada percepatan

Buku Ajar Pengantar Riset Keperawatan Page | 68


penyembuhan luka pasca oprasi (dependen) setelah dilakukan mobilisasi (independen)
(Nursalam. 2003: 87).
2. Ciri-ciri penelitian study kasus
Soekidjo Notoadmojo (2002: 141), menerangkan bahwa:
1) Unit yang menjadi kasus tersebut mendalam dianalisis baik dari segi yang
berhibingan dengan keadaan kasus itu sendiri, faktor-faktor yang mempengaruhi,
kejadian kusus yang muncul sehubungan dengan kasus, maupun tindakan dari
reaksi kasus terhadap suatu perlakuan atau pemaparan tertentu.
2) Meskipun didalam study kasus ini yang diteliti hanya berbentuk unit tunggal,
namun dianalisis secara mendalam, meliputi berbagai aspek yang cukup luas, serta
penggunaan berbagai teknik secara integratif.
3. Skema Rancangan Penelitian Case Study
Menurut Nursalam (2003: 88), Rancangan penelitian case study dapat
digambarkan sebagai berikut :

Subjek pra-test perlakuan pasca-tes


- 1 0
Time1 Time 2 Time 2

Keterangan :
- : tidak diobservasi sebelum tindakan
1 : intervensi
0 : observasi setelah intervensi
4. Keuntungan case study
Menurut dalyerni.multiply.com tentang keuntungan metode case study yakni :
1) Lebih luwes dalam penggunaan metode pengumpulan data
2) Keluesan diperoleh juga dari objek yang diteliti. Dapat diterapkan pada hampir
semua keadaan sosial. Dapat diadakan pengujian terhadap teori.
3) Dapat menghemat biaya
10. Kerugian case study
Menurut dalyerni.multiply.com tentang kerugian metode case study yakni:
1) Generalisasi case study agak terbatas berlakunya
2) Waktu yang dibutuhkan relatif lebih lama.

7.7 Desain Case Control

Buku Ajar Pengantar Riset Keperawatan Page | 69


1. Pengertian
Case control merupakan rancangan penelitian dengan cara membandingkan
kelompok kasus dengan kelompok control dengan tujuan untuk mengetahui proporsi
kejadian berdasarkan riwayat ada tidaknya suatu paparan. Rancangan penelitian ini
dikenal dengan sifat retrospeksif yaitu rancang bangun dengan melihat kebelakang
tentang suatu kejadian yang berhubungan dengan kejadian kesakita yang diteliti (Aziz
Aimul. 2003: 29).
Kasus control yakni jenis penelitian ini merupakan kebalikan dari penelitian
kohort, dimana peneliti melakukan pengukuran pada variabel dependen terlebih
dahulu (efek misalnya asma bronchiale), sedangkan variabel dependen ditelusuri
secara retrospektif untuk menentukan ada tidaknya faktor (variabel independen) yang
berperan (Nursalam. 2003: 86).
Case control studies adalah suatu penelitian yang membandingkan suatu
golongan pasien yang menderita penyakit tertentu dengan pasien yang tidak
menderita penyakit tersebut
2. Skema Rancangan Penelitian Case Control
Menurut Soekidjo Notoadmojo. (2002: 150) Rancangan penelitian case control
dapat di gambarkan sebagai berikut:

3. Cara Melakukan Rancangan Case Control


Menurut Azis Aimul (2003: 30) Dalam melakukan penelitian keperawatan apabila
rancangan penelitian yang di gunakn adalah case control maka langkah yang di
gunakan adalah sebagai berikut:
1) Mengidentifikasi variabel penelitian
Misalnya judul penelitian “hubungan antar kelahiran berat badan rendah dengan
kebiasaan merokok pada ibu hamil”.Rancangan penelitian pada case control yang
di lakukan pertama adalah mengidentifikasi variabel antara lain:
Variabel independen =kebiasaan merokok
Variabel Dependen =kelahiran berat badan bayi rendah

Buku Ajar Pengantar Riset Keperawatan Page | 70


Variabel Kendali =usia, paritas
Dari variabel yang ada kemudian di tentukan batasan variabel tersebut seperti
kebiasaan meroko waktu hamil (kelompok perokok berat, sedang / ringan) batasan
bayi lahir rendah dengan di tentukan kriterianya.
2) Menetapkan populasi
Contoh: untuk menetapkan populasi penelitian dari judul diatas maka populasi
penelitiaanya adalah ibu yang melahirkan dilihat dari jumlah kasus yang ada,
kemudian apabila mengambil sample maka dilihat dengan menggunakan teknik
samplingnya.
3) Mengidentifikasi kasus yang akan diteliti
Contohnya: kasus yang diteliti adalah kasus ibu melahirkan dengan bayi berat
badan rendah pada tahun berapa?
4) Mengadakan Penelitian subjek yang akan di gunakan sebagia kontrol
Contohnya; memilih kasus ibu yang melahirkan bayi berat badan normal dengan
usia atau paritas yang sama.
5) Melakukan pengukuran secara retrospektif
Contohnya :Mencari kasus ibu melahirkan dengan bayi berat badan rendah
sewaktu hamil merokok atau tidak serta tingkat merokoknya.
6) Melakukan Analisis data
Melakukan uji statistik dengan mencari hubungan antara ibu perokok dengan bayi
berat badan lahir rendah.
4. Kelebihan Rancangan Penelitian Case Control
Menurut Soekidjo Notoadmojo (2002: 140) Kelebihan rancangan case control adalah:
1) Adanya kesamaan ukuran waktu antara kelompok kasus dengan kelompok kontrol
2) Adanya pembtasan atau pengendalian faktor resiko sehingga hasil penelitian lebih
tajam di banding dengan hasil rancangan cross sectional.
3) Tidak menghadapi kendala etik seperti pada penelitian eksperimen atau kohort
4) Tidak memerlukan waktu lama (lebih ekonomis)
5. Kekurangan Rancangan Penelitian Case Control
Menurut Soekidjo Notoadmojo (2002: 141), Kekurangan rancangan penelitian case
control adalah:
1) Pengukuran Variabel yanr retrospektif objektifitas dan realiabilitasnya kurang
karena subjek penelitian harus mengingat kembali faktor-faktor resikonya
2) Tidak diketahui efek variabel luar karena secara teknis tidak dapat di kendalikan.
3) kadang-kadang sulit memilih kontrol yang benar-benar sesuai dengan kelompok
kasus karena banyaknya faktor resiko yang harus dikendalikan.

Buku Ajar Pengantar Riset Keperawatan Page | 71


7.8 Desain Eksperimen
1. Definisi eksperimen
Penelitian Eksperimen merupakan salah satu metode penelitian yang dapat dipilih
dan digunakan dalam penelitian pembelajaran pada latar kelas (PTK). Penelitian
eksperimental dapat diartikan sebagai sebuah studi yang objektif, sistematis, dan
terkontrol untuk memprediksi atau mengontrol fenomena. Penelitian eksperimen
bertujuan untuk menyelidiki hubungan sebab akibat (cause and effect relationship),
dengan cara mengekspos satu atau lebih kelompok eksperimental dan satu atau lebih
kondisi eksperimen. Hasilnya dibandingkan dengan satu atau lebih kelompok kontrol
yang tidak dikenai perlakuan (Danim, 2OO2)
Penelitian eksperimen adalah suatu rancangan penelitian yang dipergunakan
mencari hubungan sebab akibat dengan adanya keterlibatan penelitian dalam
melakukan manipulasi terhadap variabel bebas (Nursalam 2003: 87)
2. Karakteristik Penelitian Eksperimen
Danim (2002) dikutip menyebutkan beberapa karakteristik penelitian
eksperimental, yaitu :
1) Variabel-veniabel penelitian dan kondisi eksperimental diatur secara tertib ketat
(rigorous management), baik dengan menetapkan kontrol, memanipulasi
langsung, maupun random (rambang).
2) Adanya kelompok kontrol sebagai data dasar (base line) untuk dibandingkan
dengan kelompok eksperimental.
3) Penelitian ini memusatkan diri pada pengontrolan variansi, untuk memaksimalkan
variansi variabel yang berkaitan dengan hipotesis penelitian, meminimalkan
variansi variabel pengganggu yang mungkin mempengaruhi hasil eksperimen,
tetapi tidak menjadi tujuan penelitian. Di samping itu, penelitian ini meminimalkan
variansi kekeliruan, termasuk kekeliruan pengukuran. Untuk itu, sebaiknya
pemilihan dan penentuan subjek, serta penempatan subjek dalarn kelompok-
kelompok dilakukan secara acak.
4) Validitas internal (internal validity) mutlak diperlukan pada rancangan penelitian
eksperimental, untuk mengetahui apakah manipulasi eksperimental yang dilakukan
pada saat studi ini memang benar-benar menimbulkan perbedaan.
5) Validitas eksternalnya (external validity) berkaitan dengan bagaimana
kerepresentatifan penemuan penelitian dan berkaitan pula dengan
penggeneralisasian pada kondisi yang sama.
6) Semua variabel penting diusahakan konstan, kecuali variabel perlakuan yang
secara sengaja dimanipulasikan atau dibiarkan bervariasi.
3. Langkah-Langkah Kegiatan Penelitian Eksperimen

Buku Ajar Pengantar Riset Keperawatan Page | 72


Pada umumnya, penelitian eksperirnental dilakukan dengan menempuh langkah-
langkah seperti berikut, yaitu (http://aflahchintya23.wordpress.com//) :
1) Melakukan kajian secara induktif yang berkait erat dengan permasalahan yang
hendak dipecahkan.
2) Mengidentifikasi dan mendefinisikan masalah.
3) Melakukan studi literatur dan beberapa sumber yang relevan, memformulasikan
hipotesis penelitian, menentukan variabel, dan merumuskan definisi operasional
dan definisi istilah.
4) Membuat rencana penelitian yang didalamnya mencakup kegiatan:
(1) Mengidentifikasi variabel luar yang tidak diperlukan, tetapi memungkinkan
terjadinya kontaminasi proses eksperimen;
(2) Menentukan cara mengontrol;
(3) Memilih rancangan penelitian yang tepat;
(4) Menentukan populasi, memilih sampel (contoh) yang mewakili serta memilih
sejumlah subjek penelitian;
(5) Membagi subjek dalam kelompok kontrol maupun kelompok eksperimen;
(6) Membuat instrumen, memvalidasi instrumen dan melakukan studi
pendahuluan agar diperoleh instrumen yang memenuhi persyaratan untuk
mengambil data yang diperlukan;
(7) Mengidentifikasi prosedur pengumpulan data. dan menentukan hipotesis.
5) Melaksanakan eksperimen.
6) Mengumpulkan data kasar dan proses eksperimen.
7) Mengorganisasikan dan mendeskripsikan data sesuai dengan vaniabel yang telah
ditentukan.
8) Menganalisis data dan melakukan tes signifikansi dengan teknik statistika yang
relevan untuk menentukan tahap signifikasi hasilnya.
9) Menginterpretasikan basil, perumusan kesimpulan, pembahasan, dan pembuatan
laporan .
4. Bentuk Desain Ekperimental
1) Pre-Eksperimen design ( nondesign )
Dikatakan non desain karena sumber – sumber yang mempengaruhi validitas
internal sulit dikontrol sehingga hasil penelitian bukan bentuk – bentuk dari
pengaruh variabel yang dipilih oleh peneliti. (Sugiono. 2002; 50).
Menurut Babbie E (1999) rancangan penelitian pra – eksperimen dibedakn
menjadi 3, yaitu :
(1) One- Short Case Study

Buku Ajar Pengantar Riset Keperawatan Page | 73


Penelitian ini dilakukan dengasn melakukan intervensi tindakan pada
satu kelompok kemudian diobservasi pada variabel dependen setelah diakukan
intervensi. Misalnya peneliti melakukan observasi pada percepatan
penyembuhan luka pasca operasi (dependen ) setelah dilakukan mobilisasi
(independen). ( Nursalam, 2003; 87)

Subyek Pra-Test Perlakuan Pasca test


- I O
Time 1 Time 2 Time 3

Keterangan :
- : tidak diobservasi sebelum tindakan
I : Intervensi
O : Observasi setelah intervensi

(2) One- Group Pretest- Posttest Desain


Ciri dari tipe penelitian inin adalah mengungkapkan hubungan sebab
akibat dengan cara melibatkan satu kelompok subjek. Kelompok subjek
diobservasi sebelmdilakukan intervensi, kemudian diobservasi lagi setelah
intervensi. Misalnya peneliti mengobservasi proses involusi ibu pascasalin
sebelum melakukan senam nifas, kemudian diobservasi setelah senam tentang
keadaan involusi uterinya. (Nursalam, 2003; 87)

Subyek Pra-Test Perlakuan Pasca test


K O I O1
Time 1 Time 2 Time 3

Keterangan :
K : Subjek (pasca salin )
O : Observasi involusi uteri sebelum senam
I : Intervensi (senam nifas )
O1 : Observasi involusi uteri sesudah senam
Suatu kelompok sebelum dikenai perlakuan tertententu diberi pra-test,
kemudian setelah perlakuan dlakukan pengukuran lagi untuk mengetahui
akibat dari perlakuan. Pengujian sebab akibat dengan cara membandingkan
hasil pra-test dengan pasa-test namun tetap tanpa melakukan pembandingan
dengan pengaruh perlakuan yang dikenakn pada kelompok lain. Penelitian ini

Buku Ajar Pengantar Riset Keperawatan Page | 74


dipandang masih sangat lemah karena tanpa melibatkan kelopmpok kontrol,
dan temuan penelitian sangat ditentuka oleh karakteristik subjek. Apabila
ditemukan atau tidak ditemukan perbedaan antara pra –test dan pasca- test,
maka tidak dapat dipastikan apakah perbedaan itu memang disebabkan oleh
perlakuan yang diberikan atau tidak. ( Nursalam, 2003; 88)
(3) Static -Group Comparison
Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh dari suatu tindakan
pada kelompok subjek yang mendapat perlakuan, kemudian dibandingkan
dengan kelompok subjek yang tidak mendapatkan perlakuan. ( Nursalam,
2003; 88 )
subjek pra perlakuan pasca-tes
K-A O I O1-A
K-B - - O1-B
Time1 time2 time3
Keterangan :
K-A : Subjek (pasca salin )
K-B : Subjek (pasca salin ) kontrol
- : tidak diobservasi dan tidak dilakukan intervensi
O : observasi involusi uteri sebelum senam (kelompok
perlakuan )
I : intervensi (senam nifas )
O1(A+B) : Observasi involusi uteri sesudah senam ( kelompok
perlakuan dan kontrol)
2) Penelitian Eksperimental-Semu (quasi-experimental research)
Rancangan ini berupaya untuk pengungkapan hubungan sebab akibat dengan
cara melibatkan kelompok kontrol disampng kelompok eksperimental. Tapi
pemilihan kedua kelompok ini tidak menggunakan tehnik acak. Rancangan ini
biasanya menggunakan kelompok subjek yang telah terbentuk secra wajar (tehnik
rumpun), sehingga sejak awal bisa saja kedua kelompok subjek telah memiliki
karakteristik yang berbeda. Apabila dalam pasca test ternyata kedua kelompok itu
berbeda, mungkin perbedaannya bukan disebabkan oleh perlakuan tetapi karena
sejak awal kelompok awal sudah berbeda. (Nursalam,2003; 89)
Terhadap variabel dilakukan tidak dengan murni atau penuh, tetapi dengan
dikurangi atau ditampilkan sebagian saja. Sering disebut juga dengan eksperimen
nonekuivalen, yang berarti eksperimen dengan kelompok kontrol yang tidak atau
kurang sebanding. Setidaknya ada tiga jenis rancangan desain kuasi eksperimental,
yaitu sebagai berikut (http://pustaka.ut.ac.id//)

Buku Ajar Pengantar Riset Keperawatan Page | 75


1. One group posttest only design, yaitu jenis kuasi di mana hanya ada satu
kelompok eksperimen yang kepadanya dilakukan posttest saja.
2. Posttest only design with nonequivalent groups, yaitu eksperimen terhadap 2
kelompok, yang satu kelompoknya diberi perlakuan dan posttest, sedangkan
pada kelompok lain hanya diberikan posttest saja, tidak ada pretest dan
perlakuan.
3. one group pretest posttest design, yaitu (hanya) ada satu kelompok
eksperimen yang ada di dalamnya termasuk/diberikan pretest dan posttest,
tetapi tidak ada kelompok kontrol.
Tujuan penelitian eksperimental-semu adalah untuk memperoleh informasi
yang merupakan perkiraan bagi informasi yang dapat diperoleh dengan
eksperimen yang sebenarnya dalam keadaan yang tidak memungkinkan untuk
mengontrol dan/atau memanipulasikan semua variabel yang relevan. Si peneliti
harus dengan jelas mengerti kompromi apa yang ada pada internal validity dan
external validity rancangannya dan berbuat sesuai dengan keterbatasan-
keterbatasan tersebut (file:///I:/jenis%20penelitian.htm)
Ciri–ciri dari penelitian eksperimental semu dikutip dari
(file:///I:/jenis%20penelitian.htm//)
1. Penelitian eksperimental-semu secara khas mengenai keadaan praktis, yang di
dalamnya adalah tidak mungkin untuk mengontrol semua variabel yang
relevan kecuali beberapa dan variabel tersebut. Si peneliti mengusahakan
untuk sampai sedekat mungkin dengan ketertiban penelitian eksperimental
yang sebenarnya, dengan hati-hati menunjukkan perkecualian dan
keterbatasannya. Karena itu, atas identifikasi secara hati-hati mengenai faktor-
faktor yang mempengaruhi internal validity dan external validity.
2. Perbedaan antara penelitian eksperimental-sungguhan dan penelit1an
eksperimental-semu adalah kecil, terutama kalau yang dipergunakan sebagai
subyek adalah manusia misalnya dalam psikologi.
3. Walaupun penelitian tindakan dapat mempunyai status eksperimental-semu,
namun seringkali penelitian tersebut sangat tidak formal, sehingga perlu diberi
kategori tersendiri. Sekali rencana penelitian telah dengan sistematis menguji
masalah validitas, bergerak menjauhi alam intuitif dan penjelajahan
(exploratory), maka permulaan metode eksperimental telah mulai terwujud
3) Penelitian Eksperimental-Sungguhan (true-experimental research).
Ciri penelitian ini adalah mengungkapkan hubungan sebab akibat dengan cara
melibatkan kelompok kontrol dismping kelompok eksperimental yang dipilih
dengan menggunkan tehnik acak. Pada perlakuan dilakukan suatu intervensi

Buku Ajar Pengantar Riset Keperawatan Page | 76


tertentu kemudian kelompok kontrol tidak dilakukan tindakan. Penelitian ini
biasanya dilakukan pada binatang coba. Misalnya, peneliti ingi meneliti pengaruh
pemberian obat A terhadap penuyembuhan penyakit pada kelompok perlakuan
yang telah diberi bakteri penyakit tertentu. Kemudian dibandingkan pada
kelompok kontrol yang diberi bakteri penyakit tertentu, tetapi tidak diberikan obat
jenis A (hanya placebo). Pada penelitian ilmu keperawatan jenis penelitian ini
jarang dipergunakan. (Nursalm, 2003; 90)
Ada beberapa jenis rancangan penelitian eksperimental yang dapat
digolongkan kedalam kelompok ini :
(1) Pasca- tes dengan kelompok eksperimen dan kontrol yang diacak
Pada rancangan ini, kelompok eksperimental diberi perlakuan sedangkan
kelompok kontrol tidak. Pada kedua kelompok tidak diawali dengan pra-tes.
Pengukuran hanya dilakukan setelah pemberian perlakuan selesai. (Nursalam,
2003; 90)
subjek pra perlakuan pasca-tes
R - 1 O
R - - O
Keterangan :
R : Random ( acak )

(2) Pra-tes dan pasca-tes dengan kelompok eksperimen dan kontrol yang diacak
Dalam rancangan ini, kelompok eksperimental diberi perlakuan
sedangkan kelompok kontrol tidak. Pada kedua kelompok diawalai dengan
pra-tes, dan setelah pemberian perlakuan selesai diadakan pengukuran
kembali ( pasca-tes). Rancangan penelitian ini mengikuti urutan prosedural
yang sama dengan rancangan eksperimental semu sejenis. Perbedaan terletak
pada pemilihan subjek dengan menggunakan tehnik acak. (Nursalam, 2003;
90)

subjek pra perlakuan pasca-tes


R O 1 O

Buku Ajar Pengantar Riset Keperawatan Page | 77


R O - O
Keterangan :
R : Random ( acak )
X : Variabel bebas atau perlakuan
O : Observasi ( pengukuran )

(3) Gabungan keduanya ( rancangan SOLOMON )


subjek pra perlakuan pasca-tes
R - 1 O
R - - O
R O 1 O
R O - O
Keterangan :
R : Random ( acak )
X : Variabel bebas atau perlakuan
O : Observasi ( pengukuran )
Rancangan ini pada dasarnya menggabungkan 2 rancangan
eksperimental sebelumnya sehingga terbentuk rancangan yang melibatkan 4
kelompok. Dua kelompok sebagai kelompok eksperimen dan dua lainnya
sebagai kelompok kontrol. Pada kedua kelompok eksperimen diberi perlakuan
sedangkan pada kedua kelompok kontrol tidak. Pada satu pasangan kelompok
eksperimen dan kontrol diawalai dengan pra-tes, sedangkan pada pasangan
yang lain tidak. Setelah pemberian perlakuan selesai diadakan pengukuran
atau pasca-tes pada keempat kelompok. (Nursalam, 2003; 91)
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang kuat dan
cermat terhadap hasil penelitian dibandingkan penelitian lainnya, dan
memungkinkan adanya suatu perbandingan yang kompleks antara group dan
pengkajian efek pra-test dan nilai pasca-test. Rancangan ini juga mampu
menetralkan kelemahan-kelemahan rancangan sebelumnya. Misalnya, untuk
rancangan eksperimental sungguhan yang kedua, dengan memasukkan
langkah pemberian pra-tes dapat membuat subjek menjadi peka dalam
memberikan jawaban dalam pasca-tes. (Nursalam, 2003; 91)
Tujuan penelitian eksperimental sungguhan adalah untuk menyelidiki
kemungkinan saling hubungan sebab-akibat dengan cara mengenakan kepada
satu atau lebih kelompok eksperimental satu atau lebih kondisi perlakuan dan
memperbandingkan hasilnya dengan satu atau lebih kelompok kontrol yang
tidak dikenai kondisi perlakuan. (file:///I:/jenis%20penelitian.htm)

Buku Ajar Pengantar Riset Keperawatan Page | 78


Ciri–ciri penelitian eksperimental dikutip dari
(file:///I:/jenis%20penelitian.htm)
(1) Pengaturan variabel-variabel dan kondisi-kondisi eksperimental secara
tertib ketat, baik dengan kontrol atau manipulasi langsung maupun dengan
randomisasi (pengaturan secara rambang).
(2) Secara khas menggunakan kelompok kontrol sebagai “garis dasar” untuk
dibandingkan dengan kelompok (kelompok-kelompok) yang dikenal
perlakuan eksperimental.
(3) Memusatkan usaha pada pengontrolan variabel
(4) Internal validity merupakan tujuan pertama metode eksperimental.
Pernyataan yang perlu dijawab adalah: Apakah manipulasi eksperimental
pada studi ini memang benar-benar menimbulkan perbedaan
(5) Tujuan ke dua metode eksperimental adalah external validity yang
menanyakan persoalan: seberapa repsentatifkah penemuan penelitian ini
dan seberapa jauh hasilnya dapat digeneralisasikan kepada subyek atau
kondisi yang semacam
(6) Dalam rancangan eksperimental yang klasik, semua variabel penting
diusahakan agar konstan kecuali variabel perlakuan yang secara sengaja
dimanipulasikan atau dibiarkan bervariasi. Misalnya rancangan faktoral dan
analisis variabel, dapat sekaligus menggunakan lebih dan satu kelompok
eksperimental. Hal-hal yang demikian itu memungkinkan untuk secara
serempak menentukan :
1. efek variabel bebas utama (perlakuan),
2. variasi yang berkaitan dengan variabel yang digunakan untuk membuat
klasifikasi,
3. interaksi antara kombinasi variabel bebas dan atau variabel yang
digunakan untuk membuat klasifikasi tertentu.
(7) Walaupun cara pendekatan eksperimental itu adalah yang paling kuat
karena cara ini memungkinkan untuk mengontrol variabel-variabel yang
relevan, namun cara ini juga paling nestnktif dan dibuat-buat (artificial). Ciri
inilah yang merupakan kelemahan utama kalau metode ini dikenakan
kepada manusia dalam dunianya, karena manusia sering berbuat lain
apabila tingkah lakunya dibatasi secara artifisial, dimanipulasikan atau
diobservasi secara sistematis dan dievaluasi.
DAFTAR PUSTAKA

Buku Ajar Pengantar Riset Keperawatan Page | 79


Alimul. A. Aziz. H. S.Kep. Ners. 2003. Riset Keperawatan dan Tekhnik Penulisan ilmiah. Edisi 1.
Salemba Medika: Jakarta

Brockopp, Dorothy Young. 1987. Dasar –Dasar Riset Keperawatan. EGC: Jakarta

Notoadmodjo. Soekidjo. 2002. Metodologi Penelitian Kesehatan. Rineka Cipta: Jakarta

Nursalam. 2003. Konsep dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan. Salemba
Medika: Jakarta

Nursalam. 2003. Konsep dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan. Salemba
Medika: Jakarta

Faisal, Sanapiah. 1982. Metodologi Penelitian Pendidikan. Usaha Nasional: Surabaya

Nasution, 2003. Metode Research. Bumi Aksara : Jakarta

Sugiyono, 2002. Metode Penelitian Administrasi. Alfabeta: Bandung

http://aflahchintya23.wordpress.com , diunduh pada 24 Agustus 2009

file:///G:/jenis%20penelitian.htm, diunduh pada 25 Agustus 2009

http://skripsi-konsultasi.blogspot.com, diunduh pada 24 Agustus 2009

file:///G:/desain-penelitian.html, diunduh pada 25 Agustus 2009

http://pustaka.ut.ac.id, diunduh pada 26 Agustus 2009

Buku Ajar Pengantar Riset Keperawatan Page | 80