Anda di halaman 1dari 36

MODUL BIOLOGI SMA/MA

B I O L O G I 2018

GANGGUAN SISTEM SIRKULASI DARAH

OLEH :
NURUL JANNAH
NIM. 1405119271
Dosen Pembimbing:
1. Dr. Yustina, M.Si.
2. Dr. Sri Wulandari, M.Si.

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI JURUSAN PMIPA


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS RIAU
2018

MODUL GANGGUAN SISTEM SIRKULASI DARAH Biologi SMA KELAS XI


SMA/MA Kelas XI Modul Gangguan Sistem Sirkulasi Darah 1
B I O L O G I 2018
KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, segala puji dan syukur kehadirat Allah SWT yang telah
melimpahkan rahmat serta hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan modul
pengembangan Biologi SMA pada konsep Gangguan Sistem Sirkulasi Darah. Sholawat dan
salam senantiasa tercurah kepada Rasulullah Sallallahualaihi wasalam.

Rancangan modul ini merupakan pengembangan dari hasil penelitian Pengaruh


Ekstrak Umbi Bawang Dayak (Eleutherine americana Merr.) terhadap Penurunan Kadar
Trigliserida Pada Tikus Jantan Putih. Tujuan dari penulisan modul ini adalah untuk
memenuhi syarat dalam menyelesaikan tugas akhir di Program Studi Pendidikan Biologi,
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau Dalam kesempatan ini penulis
mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penulisan
modul ini, terutama kepada :

1. Ibu Dr. Yustina M.Si. dan Dr. Sri Wulandari, M.Si. sebagai dosen pembimbing tugas
akhir yang telah memberikan arahan dan saran berharga bagi penulis.
2. Rekan-rekan Mahasiswa Biologi angkatan 2014 yang selalu memberi motivasi dan
bantuan kepada penulis.
Penulis mengharapkan modul ini dapat diterima sebagai produk hasil penelitian
tugas akhir penulis. Selain itu, modul ini juga dapat bermanfaat sebagai bahan bacaan dan
alternatif bahan ajar pembelajaran Biologi pada konsep Gangguan Sistem Sirkulasi Darah.

Pekanbaru, Juni 2018

Penulis

SMA/MA Kelas XI Modul Gangguan Sistem Sirkulasi Darah 2


B I O L O G I 2018
DAFTAR ISI
Kata Pengantar ............................................................................................................... 2

Daftar Isi .......................................................................................................................... 3

Petunjuk Penggunaan Modul ........................................................................................ 4

Peta Konsep ..................................................................................................................... 5

Pendahuluan .................................................................................................................... 6

Kompetensi ...................................................................................................................... 7

Uraian Materi

A. Trigliserida ............................................................................................................ 8
B. Macam gangguan sistem sirkulasi darah ............................................................. 11
C. Bawang dayak (Eleutherine americana Merr) ..................................................... 13
D. Kaitan berat badan tikus saat pemberian pakan dalam penelitian ........................ 16
E. Peranan bawang dayak dalam menurunkan trigliserida........................................ 18

Latihan ............................................................................................................................. 19

Lembar kerja mandiri .................................................................................................... 20

Rangkuman ..................................................................................................................... 21

Tes Formatif .................................................................................................................... 22

Umpan balik dan tindak lanjut ..................................................................................... 23

Kunci jawaban ................................................................................................................ 25

Glosarium ........................................................................................................................ 26

Daftar Pustaka ................................................................................................................ 27

SMA/MA Kelas XI Modul Gangguan Sistem Sirkulasi Darah 3


B I O L O G I 2018

PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL

Petunjuk untuk Peserta Didik

 Bacalah dan pahami Kompetensi Inti, Kompetensi Dasar, Indikator


Pencapaian Kompetensi pembelajaran pada modul ini
 Baca dan pahamilah dengan cermat uraian materi yang terdapat pada
modul untuk mendukung pemahaman tentang konsep Gangguan Sitem
Sirkulasi Darah
 Terdapat info- info yang berhubungan dengan sirkulasi darah dan
menambah wawasan.
 Setelah memahami materi, kerjakan soal tes formatif
 Jika terdapat kesulitan, maka diskusikanlah dengan teman – teman terlebih
dahulu. Jika belum selesai sebaliknya ditanyakan kepada guru

Petunjuk untuk Guru

 Membimbing peserta didik dalam memahami konsep gangguan sistem


sirkulasi darah Mata Pelajaran Biologi
 Mengorganisasikan kegiatan belajar mengajar peserta didik ke dalam
kelompok belajar
 Membimbing pesesrta didik dalam mengerjakan tes formatif
 Menjawab pertanyaan kendala selama kegiatan belajar berlangsung
 Melaksanakan penilaian tertulis, penilaian sikap diskusi dan penilaian kinerja
diskusi

SMA/MA Kelas XI Modul Gangguan Sistem Sirkulasi Darah 4


B I O L O G I 2018

PETA KONSEP
Gangguan Sistem Sirkulasi Darah

disebabkan oleh terdiri dari

Trigliserida diatasi dengan


Penyakit Jantung
diatas normal Koroner (PJK)
menurunkan
Bawang Dayak

Arteriosklerosis

Hipertensi

Kata Kunci

 Trigliserida
 Bawang Dayak
 Penyakit Jantung Koroner (PJK)
 Hipertensi
 Atherosklerosis

SMA/MA Kelas XI Modul Gangguan Sistem Sirkulasi Darah 5


B I O L O G I 2018

PENDAHULUAN

Gangguan Sistem Sirkulasi Darah


Apakah penyebab gangguan sistem sirkulasi darah ???

Gambar 1 Artherosklerosis

Gambar 2 Penyakit jantung Koroner

SMA/MA Kelas XI Modul Gangguan Sistem Sirkulasi Darah 6


B I O L O G I 2018

KOMPETENSI INTI (KI) :


KI 3. Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan
rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya
terkait fenomena dan kejadian tampak mata.
KI 4. Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan,
mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak
(menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai
dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam
sudut pandang/ teori.

KOMPETENSI DASAR (KD) :


3.6 Menganalisis hubungan antara struktur jaringan penyusun organ pada
sistem sirkulasi dalam kaitannya dengan bioproses dan gangguan fungsi
yang dapat terjadi pada sistem sirkulasi manusia.
4.6 Menyajikan karya tulis tentang kelainan pada struktur dan fungsi darah,
jantung, pembuluh darah yang menyebabkangangguan sistem sirkulasi
manusia serta kaitannya dengan teknologi melalui studi literatur.

INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI :

1. Menganalisis trigliserida sebagai komponen plasma


2. Menguraikan macam-macam gangguan pada sistem sirkulasi darah.
3. Mengidentifikasi bawang dayak sebagai tanaman obat pada penyakit
gangguan sirkulasi darah.
4. Mengaitkan berat badan dengan pakan berbeda.
5. Menganalisis peranan bawang dayak terhadap kadar trigliserida darah.

TUJUAN PEMBELAJARAN :
Melalui kegiatan pembelajaran dengan menggunakan model
pembelajaran Problem Based Learning peserta didik dapat menganalisis
hubungan antara struktur jaringan penyusun organ pada sistem sirkulasi dalam
kaitannya dengan bioproses dan gangguan fungsi yang dapat terjadi pada system
sirkulasi manusia dan terampil dalam menyajikan laporan (karya tulis ) hasil
investigasi tentang kelainan pada struktur dan fungsi darah, jantung, pembuluh
darah yang menyebabkan gangguan sistem sirkulasi darah.

SMA/MA Kelas XI Modul Gangguan Sistem Sirkulasi Darah 7


B I O L O G I 2018

URAIAN MATERI

A. TRIGLISERIDA

Trigliserida merupakan salah satu lipid dalam tubuh khususnya dalam jaringan adiposa,
otot rangka, hati, paru-paru, dan usus yang berfungsi untuk menyediakan energi dalam
proses metabolisme (Marks, 2000). Trigliserida berupa suatu ester berupa suatu gliserol
yang terbentuk dari tiga asam lemak dan gliserol. Struktur umum trigliserida dapat dilihat
pada Gambar 1.

Gambar 3. Struktur kimia trigliserida


Sumber : Anthony dan Michael, 1992.

Trigliserida alami termasuk lipid sederhana


merupakan bentuk cadangan lemak dalam tubuh
manusia. Trigliserida ini memiliki rantai asam
lemak yang panjang (C12 – C24) yang berikatan
dengan gliserol. Trigliserida sederhana berasal dari
gliserol dan tiga asam lemak yang sama. Asam Gambar 4. Asam stearat

lemak yang paling sering terdapat dalam trigliserida


pada tubuh manusia yaitu asam stearat (yang
mempunyai rantai karbon - 18 dan sangat jenuh
dengan atom hidrogen), asam oleat (mempunyai
rantai karbon -18 tetapi mempunyai satu ikatan
ganda di bagian tengah rantai), asam palmitat Gambar 5. Asam palmitat

(mempunyai 16 atom karbon dan sangat jenuh).

Gambar 6. Asam oleat

SMA/MA Kelas XI Modul Gangguan Sistem Sirkulasi Darah 8


B I O L O G I 2018
Trigliserida alami yaitu lemak hewan dan minyak
nabati yang mengandung paling sedikit 14 macam
asam karboksilat. Trigliserida tidak hanya berasal dari
lemak makanan (asam lemak jenuh dan tidak jenuh),
tetapi juga berasal dari makanan yang mengandung
karbohidrat (sederhana dan kompleks). Menurut
Riswan (2013) trigliserida pada hewan terdapat pada Gambar 7. Minyak kelapa
jaringan yang berminyak seperti bagian bawah kulit,
antara otot-otot, dalam sumsum tulang, misalnya
minyak kambing, sapi, babi, dan lain-lain, sedangkan
pada tumbuh-tumbuhan trigliserida terutama pada
benih-benih seperti minyak kelapa, palam, kacang dan
sebagainya.
Gambar 8. Kacang tanah

Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi kadar trigliserida menurut Guyton (1983)


dalam darah diantaranya:
a. Asupan protein yang berlebihan.
b. Stres, mengaktifkan sistem saraf simpatis yang menyebabkan pelepasan epinefrin
dan norepinefrin yang akan meningkatkan konsentrasi asam lemak bebas dalam
darah, serta meningkatkan tekanan darah.
c. Hormon insulin, yang akan menurunkan kadar trigliserida darah, karena insulin akan
mencegah hidrolisis trigliserida.
d. Usia, semakin tua seseorang maka penurunan berbagai fungsi organ tubuh sehingga
keseimbangan kadar trigliserida darah sulit tercapai dan berakibat pada kadar
trigliserida yang lebih cepat meningkat.
e. Makanan, makanan yang mengandung kalori dan lemak yang tinggi yang dikonsumsi
dalam jumlah besar dan waktu yang lama akan meningkatkan trigliserida terutama
kadar VLDL dalam darah.
f. Jenis kelamin. Jumlah trigliserida pada wanita umumnya lebih rendah dibandingkan
dengan pria. Akan tetapi, pada waktu menopause kadar trigliserida pada wanita
cenderung meningkat. Hal ini dikarenkan menurunnya produksi estrogen di dalam
tubuh. Hormon ini berfungsi untuk mencegah timbulnya plak pada arteri yang dapat
menyebabkan aterosklerosis dan beresiko penyakit kardiovaskuler.

SMA/MA Kelas XI Modul Gangguan Sistem Sirkulasi Darah 9


B I O L O G I 2018
Metabolisme trigliserida terjadi di hati dan
Tahukah Anda???
jaringan adipose dibentuk dari reaksi asil lemak KoA
da gliserol 3-fosfat dan diperantarai oleh fosfatidat.
Selanjutnya fosfatidat akan mengalami defosforilasi
menghasilkan diasilgliserol, kemudian bereaksi
dengan asam lemak KoA membentuk triasilgliserol
atau trigliserida. Trigliserida ini dibentuk di dalam
retikulum endoplasma halus di hati dan dikemas
bersama kolesterol, fosfolipid, dan protein membentuk
Gambar 9. Fotometer Microlab 200
VLDL.
Proses metabolisme trigliserida dipengaruhi oleh
Fotometer microlab
enzim lipoprotein lipase. Enzim ini menghidrolisis merupakan alat yang
trigliserida/triasilgliserol menjadi 2-monoasilgliserol digunakan untuk
mengukur kadar
dan dua asam lemak. Trigliserida yang ada di hati
trigliserida darah dengan
akan di sekresikan ke sirkulasi sebagai VLDL yang metode pengukuran
mengandung ApoB-100. VLDL diolah di dalam badan gelombang intensitas
absorbansi pada sampel
golgi dan disekresikan ke dalam darah, residu serum darah.
trigliserida disimpan jaringan adipose. Sedangkan
trigliserida yang ada dalam epithel usus selama
absorbsi lemak, akan diekskresikan ke dalam limpa
dalam bentuk kilomikron. Kadar trigliserida normal
dalam darah manusia adalah <150 mg/dL,
sedangkan dikatakan tinggi apabila >150 mg/dL.

B. GANGGUAN SISTEM SIRKULASI DARAH


1. Penyakit Jantung Koroner
Penyakit jantung koroner (PJK) merupakan
penyakit tidak menular yang disebabkan oleh
tersumbatnya pembuluh arteri koroner. Arteri koroner
merupakan sistem pembuluh darah yang memasok
oksigen dan nutrisi ke otot jantung untuk menjaga
fungsinya. Penyakit ini disebut demikian karena sistem
arteri berbentuk seperti korona. arteri koroner Gambar 10. Jantung koroner

SMA/MA Kelas XI Modul Gangguan Sistem Sirkulasi Darah 10


B I O L O G I 2018
menyempit atau tersumbat, aliran darah ke jantung
akan berkurang sehingga menyebabkan kurangnya
pasokan oksigen ke otot-otot jantung, yang
menyebabkan penyakit jantung koroner.
Ketika penyumbatan di arteri koroner menjadi lebih parah, menyebabkan kondisi
infark miokard yang fatal (umumnya dikenal sebagai “serangan jantung”). Ada tiga
jenis faktor risiko penyakit ini yaitu sebagi berikut :
a) Faktor resiko yang tidak bisa dihindari, meliputi : penuaan , jenis kelamin, suku
bangsa, dan faktor sosial (lingkungan tempat tinggal).
b) Faktor resiko yang bisa diobati, meliputi : kadar lipid yang tinggi, hipertensi,
dan diabetes.
c) Faktor resikoyang bisa dihindari, meliputi : merokok, kurangnya aktivitas,
obesitas, stress, dan pola makan.
2. Aterosklerosis
Aterosklerosis adalah penyakit akibat respon peradangan pada pembuluh darah
(arteri besar dan sedang), bersifat progresif, yang ditandai dengan deposit massa
kolagen, lemak, kolesterol, produk buangan sel dan kalsium, disertai proliferasi miosit
yang menimbulkan penebalan dan pengerasan dinding arteri, sehingga mengakibatkan
kekakuan dan kerapuhan arteri. Aterosklerosis sangat dipengaruhi kadar kolesterol yang
tinggi (khususnya LDL), merokok, tekanan darah tinggi, diabetes mellitus, obesitas,
dan kurang aktivitas fisik. Tingginya kadar homosistein darah, fibrinogen, dan lipoprotein
sebagai faktor risiko terjadinya aterosklerosis.

Gambar 11. Atreosklerosis

SMA/MA Kelas XI Modul Gangguan Sistem Sirkulasi Darah 11


B I O L O G I 2018
3. Hipertensi
Hipertensi adalah penyakit tidak menular (PTM) Ayo cari tahu !!!
yang sangat berbahaya yang ditandai dengan suatu
kondisi terjadi kenaikan tekanan darah sistolik
mencapai angka di atas sama dengan 140 mmHg dan
diastolik di atas sama dengan 90 mmHg. Hipertensi
dapat diklasifikasikan menjadi dua jenis yaitu
hipertensi primer atau esensial yang penyebabnya tidak
diketahui dan hipertensi sekunder yang dapat
disebabkan oleh penyakit ginjal, penyakit endokrin,
penyakit jantung, dan gangguan anak ginjal (adrenal). Gambar 12. Vacuntainer
Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah yang
menetap. Hipertensi dapat disebabkan karena banyak Kunjungi website:
www.bd.com/vacutainer/
hal, salah satunya adalah karena viskositas darah yang
pdfs
kental atau tinggi, yang membuat jantung bekerja lebih
keras untuk memompa, sehingga tekanan darah akan
naik. Hipertensi jika tidak segera diatasi maka akan
menyebabkan komplikasi seperti stroke, penyakit
jantung, ginjal dan lain-lain, bahkan yang paling parah
adalah kematian.

SMA/MA Kelas XI Modul Gangguan Sistem Sirkulasi Darah 12


B I O L O G I 2018
C. BAWANG DAYAK (Eleutherine americana Merr.)
1. Morfologi bawang dayak
Bawang dayak merupakan salah satu tanaman suku Iridaceae yang berkhasiat obat
dan banyak dimanfaatkan untuk kesehatan, selain itu juga dapat digunakan sebagai
tanaman hias. Tanaman ini tumbuh di daerah dataran rendah dengan ketinggian 600-
2000 m di atas permukaan laut. Tanaman ini berasal dari Amerika tropis. Tanaman ini
dapat hidup pada lahan yang kaya akan belerang dengan PH antara 6-7. Ciri spesifik
tanaman ini adalah umbi tanaman berwarna merah menyala dengan permukaan yang
licin (Galingging, 2009).
Klasifikasi tanaman bawang dayak (Eleutherine americana Merr.)
Kingdom : Plantae
Divisio : Magnoliophyta
Class : Liliopsida
Sub Class : Liliidae
Ordo : Liliales
Famili : Iridaceae
Genus : Eleutherine
Spesies : Eleutherine americana Merr.
(Puspita, 2014)
Gambar 13. Bawang dayak

Berikut morfologi bawang dayak :


a. Batang bawang dayak
Tumbuhan ini berupa terna menahun yang merumpun sangat kuat, membentuk
rumpun-rumpun besar. Tingginya hanya mencapai 26 -50 cm. Batang bawang dayak
tumbuh tegak atau merunduk, basah dan berumbi.
b. Daun bawang dayak
Bawang dayak memiliki daun tunggal lonjong berujung runcing dengan pangkalan
yang tumpu, pertualangan menyirip, warna hijau (daun seperti tanaman anggrek tanah)
dan berbentuk pita sepanjang 15-20 cm, lebar 3-5 cm mirip palem. Letak daun
berpasangan dengan komposisi daun bersirip ganda. Tipe pertulangan daun sejajar
dengan tepi daun licin dan bentuk daun berbentuk pita berbentuk garis. Daunnya ada
dua macam, yaitu yang sempurna berbentuk pita dengan ujungnya runcing, sedang
daun-daun lainnya berbentuk menyerupai batang (Gambar 14).

SMA/MA Kelas XI Modul Gangguan Sistem Sirkulasi Darah 13


B I O L O G I 2018
c. Umbi bawang dayak
Bagian bawang dayak yang paling banyak dimanfaatkan yaitu umbinya. Umbi
pada tumbuhan ini umumnya berbentuk lonjong, bulat telur, merah seperti bawang
merah, tidak berbau dan berasa pahit. Umbi tersebut berlapis terdiri dari 5-6 lapis
dengan panjang umbi 4-5 cm dan diameter 1-3 cm (lihat gambar 15).

Gambar 14. Morfologi daun Gambar 15. Morfologi umbi

d. Bunga bawang dayak


Bunganya berupa bunga tunggal, warnanya
putih, berkelopak lima dan terdapat pada ketiak-
ketiak daun atas, dalam rumpun-rumpun bunga
yang terdiri dari 4 sampai 10 bunga. Bunganya
mekar menjelang sore, jam 5 sampai jam 7 sore
dan kemudian menutup kembali.

e. Akar bawang dayak Gambar 16. Morfologi bunga

Tanaman bawang dayak memiliki sistem


perakaran serabut. Jika bawang di tanam dalam
wadah pot kecil bediameter 5 cm maka dalam
waktu 45 hari pot akan dipenuhi oleh akar
serabut berbentuk melingkar.

Gambar 17. Morfologi akar

SMA/MA Kelas XI Modul Gangguan Sistem Sirkulasi Darah 14


B I O L O G I 2018
f. Buah dan biji bawang dayak
Tanaman bawang dayak mempunyai buah kotak berbentuk jorong dengan bagian
ujungnya berlekuk. Bila masak merekah menjadi 3 rongga yang berisi banyak biji.
Tanaman ini juga mempunyai bentuk biji bundar telur atau hampir bujur sangkar.
Warna biji coklat dan hampir mendekati warna hitam.

2. Manfaat bawang dayak


Ayo coba !!!
Bawang dayak (Eleutherine americana Merr)
adalah tanaman obat yang telah banyak
dibudidayakan di Asia Tenggara. Tanaman ini
dikenal mampu mengobati penyakit kardiovaskuler.
Pada suku Dayak, beberapa orang menggunakan
umbi bawang tersebut untuk meningkatkan produksi
ASI, pengobatan diabetes, kanker payudara, stroke,
hipertensi dan kelainan seksual. Di daerah lain juga Gambar 18. Umbi dikeringkan
ditemukan mengobati gangguan koroner, dan
Carilah tanaman bawang
digunakan sebagai diuretik, emetik, purgatif,
dayak di pasar terdekat,
penurunan protrombin, antifertilit, anti hipertensi, ambil umbi dan irislah
dengan tipis, lalu
luka aktivitas penyembuhan. Selain itu, secara
keringkan di ruangan
farmakologis bawang dayak memiliki potensi sebagai tanpa terkena cahaya
matahari. Amati
antimikroba, agen anti-inflamasi, penghambat alfa-
perubahan yang terjadi !
glukosidase, dan replikasi HIV topoisomerase II.
Secara garis besar terdapat tiga kelompok senyawa bawang dayak yang memiliki
peranan dalam bidang farmakologis. Kelompok senyawa tersebut yaitu naftalena,
naphtoquinone dan antrakuinon. Turunan senyawa dari kelompok yang berperan
sebagai antihipertensi yaitu eleutherol, eleutherine, dan isoeleutherine. Senyawa
lainnya yang dapat bertindak sebagai antivirus yaitu isoeleutherine, dan isoeleutherol;
sebagai antidermatophyte dan antimelanogenesis yaitu eleutherine; sebagai antimikroba
yang menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus, Streptococcus mutan,
dan beberapa jamur yang dapat merugikan seperti Aspergilus niger, Rhizopus sp, dan
Penicillium sp yaitu senyawa eleutherol, eleutherin, isoeleutherin, hongconin, two
antraquinones, dan elecancins. (Muhammad Insanu, dkk. 2014).

SMA/MA Kelas XI Modul Gangguan Sistem Sirkulasi Darah 15


B I O L O G I 2018
Berdasarkan skrining fitokimia yang dilakukan
oleh Pratiwi, et al (2013) ekstrak etanol 70%
bawang dayak mengandung senyawa flavonoid,
saponin, fenolik dan tanin. Senyawa yang diduga
memiliki aktivitas penghambatan lemak adalah
senyawa flavonoid. Senyawa ini merupakan
senyawa metabolisme sekunder yang banyak Gambar 19. Struktur Flavonoid

terdapat pada bagian epidermis dari umbi bawang


dayak dan berpotensi sebagai antioksidan bagi
tanaman tersebut.

D. Kaitan kandungan pakan tikus pada berat badan tikus

Tabel 1. Rerata berat badan tikus setelah pemberian pakan hiperkolesterol dan ekstrak
umbi bawang dayak selama 2 minggu
Rerata ± SD (gram)
Kelompok ∑ Rerata ± SD (gram)
setelah pemberian
tikus sampel setelah pakan hiperkolesterol
ekstrak

K0 5 194 ± 8,9 ab 228 ± 13,03


K1 5 264 ± 27,01 a 224 ± 35,07 a
P1 5 220 ± 32,40 210 ± 22,36
P2 5 258.5 ± 40,83 b 186 ± 28,8 a
p(One way anova) : p1(setelah pakan hiperkolesterol) = 0,008,
p2 (setelah pemberian ekstrak) = 0,017
Keterangan :
K0 : Pakan standar
K1 : Pakan standar, pakan hiperkolesterol, tidak diberi ekstrak umbi bawang
dayak
P1 : Pakan standar, pakan hiperkolesterol, ekstrak umbi bawang dayak dosis
(100gr/KgBB)
P2 : Pakan standar, pakan hiperkolesterol, ekstrak umbi bawang dayak
(dosis 200 gr/KgBB)
Berdasarkan uji statistik Anova One way mengenai berat badan tikus setelah pemberian
pakan hiperkolesterol, bahwa pemberian pakan hiperkolesterol memiliki pengaruh terhadap
peningkatan berat badan tikus dengan nilai p value = 0,08 (Lampiran 4b). Kelompok kontrol
positif memiliki berat badan terendah yaitu sebesar (194 ± 8,9) gram dan kelompok kontrol
negatif memiliki berat badan tertinggi yaitu sebesar (264 ± 27,01) gram.

SMA/MA Kelas XI Modul Gangguan Sistem Sirkulasi Darah 16


B I O L O G I 2018
Untuk melihat perbedaan antar kelompok perlakuan, dilakukan uji statistik Pos Hoc
Tukey. Hasil uji menunjukkan bahwa terdapat perbedaan antar kelompok K0 (kontrol positif)
dengan K1 (kontrol negatif) dengan nilai signifikasi sebesar 0,012 dan antar kelompok K0
(kontrol positif) dengan P2 dengan nilai signifikasi 0,022.
Kelompok kontrol positif (K0) dan kontrol negatif (K1) memiliki perbedaan secara
signifikan. Hal ini disebabkan oleh pakan hiperkolesterol berupa kuning telur bebek yang
diberikan pada kelompok kontrol negatif yang mampu meningkatkan berat badan tikus.
Sesuai dengan teori yang menyatakan bahwa peningkatan asupan gizi terutama lemak akan
meningkatkan berat badan. Menurut Johny (2016) menyatakan bahwa energi yang
dihasilkan oleh lemak yang tidak digunakan oleh disimpan dalam bentuk glikogen di dalam
otot. Sehingga terjadi penimbunan lemak dan peningkatan berat badan tikus selama
penelitian.
Pada kelompok kontrol positif (K0) dan P1 tidak memiliki perbedaan secara signifikan.
Hal ini diduga karena pakan hiperkolesterol yang diberikan pada tikus kelompok P1 tidak
optimal, akibat pakan yang dimuntahkan kembali oleh tikus sehingga dosis pakan
hiperkolesterol berkurang. Faktor yang mempengaruhi hal tersebut yaitu faktor internal dari
tikus yang sulit dikendalikan oleh peneliti.
Tikus kelompok P1 dan P2 diberi ekstrak umbi bawang dayak selama 2 minggu.
Setelah pemberian ekstrak umbi bawang dayak, dilakukan pengukuran berat badan kembali.
Hasil uji statistik Anova one way mengenai berat badan tikus setelah pemberian ekstrak
umbi bawang dayak memiliki nilai p value sebesar = 0,017. Hal ini menunjukkan bahwa
terdapat pengaruh terhadap penurunan berat badan setelah pemberian ekstrak bawang dayak.
Sesuai tabel 4.1 berat badan setelah pemberian ekstrak umbi bawang dayak terendah
yaitu pada kelompok P2 sebesar (186 ± 28,8) gram dan berat badan tertinggi pada kelompok
kontrol positif (K0) yaitu sebesar (228 ± 13,03) gram. Untuk melihat perbedaan antar
kelompok dilakukan uji Post Hoc Tukey menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan
antar kelompok kontrol negatif (K1) dan kelompok P2 dengan nilai signifikasi (p = 0,014).
Kelompok kontrol negatif (K1) berbeda signifikan dengan kelompok P2. Hal ini
dikarenakan oleh cita rasa pahit pada ekstrak umbi bawang dayak yang mengakibatkan
turunnya nafsu makan tikus saat penelitian. Rasa pahit pada ekstrak akibat adanya senyawa
kimia yang terkandung dalam bawang tersebut.

SMA/MA Kelas XI Modul Gangguan Sistem Sirkulasi Darah 17


B I O L O G I 2018
Diketahui bahwa salah satu kandungan umbi bawang dayak yaitu triterpenoid.
Triterpenoid menurut Harbone (1987) bahwa senyawa tersebut terkenal dengan rasa
pahitnya. Senyawa ini sering dijadikan sebagai pelindung oleh tumbuhan dan banyak
terdapat di bagian kulit organ tumbuhan. Turunan senyawa triterpenoid sering ditemukan
sebagai ekskresi dan anti air pada kutikula.
Pada kelompok kontrol positif memiliki berat badan yang tinggi dibandingkan dengan
kelompok P1 dan P2 yang diberi ekstrak umbi bawang dayak. Menurut Luthfiyah, dkk.
(2011) pakan standar yang diberikan pada kelompok kontrol positif memiliki kandungan
protein dan lemak tinggi yakni sebesar 20,67 %. Protein dalam tubuh berfungsi sebagai
pembangun sel-sel tubuh, sehingga memacu sel tubuh berkembang cepat dan berat badan
menjadi meningkat.
Berdasarkan (Tabel 4.1) dapat disimpulkan bahwa pemberian pakan hiperkolesterol
berpengaruh pada peningkatan berat badan tikus dan pemberian ekstrak umbi bawang dayak
berpengaruh terhadap penurunan berat badan tikus.

E. PERANAN EKSTRAK UMBI BAWANG DAYAK TERHADAP PENURUNAN


TRIGLISERIDA DARAH

Dalam penelitian dilaporkan bahwa terdapat pengaruh terhadap penurunan kadar


trigliserida darah setelah tikus diberikan ekstrak umbi bawang dayak. Peneliti
menggunakan sampel berupa tikus jantan putih yang berasal dari galur Wistar. Sebelum
pemberian ekstrak umbi bawang dayak tikus dikondisikan hiperkolesterol menggunakan
kuning telur bebek sebanyak 2 ml/KgBB.
Berikut hasil kadar kolesterol dan trigliserida setelah pemberian kuning telur disajikan
pada (Gambar 21)
200 174.5

150
102
mg/dL

92.13
100
63 Kolesterol
50 Trigliserida

0
Kontrol positif Treatment

Kelompok tikus

Gambar 20. Grafik kolesterol dan trigliserida

SMA/MA Kelas XI Modul Gangguan Sistem Sirkulasi Darah 18


B I O L O G I 2018
Hiperkolesterol adalah kondisi tingginya kadar INFO

kolesterol di dalam darah yang ditandai dengan


peningkatan kolesterol total, LDL dan penurunan
kolesterol HDL dan peningkatan kadar trigliserida darah.
Dalam penelitian ini kelompok tikus dikondisikan
hiperkolesterol dengan menggunakan kuning telur bebek
sebanyak 2 ml/200 grBB selama 14 hari. Pengukuran
kadar kolesterol total dan trigliserida dilakukan untuk
membandingkan tikus kontrol positif (K0) yang diberi
pakan standar dengan kelompok treatment yang diberi
Gambar 21. Telur bebek
pakan hiperkolesterol.
Pada (Gambar 21) menunjukkan bahwa kelompok
Kandungan kuning telur
treatment yang diberi pakan hiperkolesterol memiliki bebek yaitu 35 gram lemak,
kadar kolesterol total sebesar 92,13 mg/dL dan trigliserida dan kolesterol 884 mg/100
sebesar 174,5 mg/dL lebih tinggi dibandingkan kelompok gram. Tingginya kadar
lemak tersebut mampu
kontrol positif dengan pakan standar yang memiliki kadar meningkatkan kadar
kolesterol sebesar 63 mg/dL dan trigliserida 102 mg/dL. kolesterol dalam tubuh.
Menurut Suckow, et al., (2005) kadar kolesterol
normal pada tikus yaitu 47-88 mg/dL dan kadar trigliserida
Ayo cari tahu !!!
normal tikus yaitu 25-145 mg/dL. Dalam hal ini kelompok
treatment (hiperkolesterol) sudah dinyatakan dalam
kondisi hiperkolesterol karena memiliki kadar kolesterol
dan trigliserida di atas ambang normal, dibandingkan
kelompok kontrol positif yang memiliki kadar kolesterol
dan trigliserida masih ambang normal.
Peningkatan kadar kolesterol dan trigliserida
disebabkan oleh asupan kuning telur bebek pada kelompok
Gambar 22. Kaitan kolesterol
tikus treatment selama penelitian. Kuning telur merupakan dan gizi
sumber kolesterol eksogen yang dapat meningkatkan kadar Berapakah kadar kolesterol
lemak di dalam tubuh. Hal ini menurut Wirakusumah dan trigliserida normal pada
manusia?
(2005) dikarenakan kuning telur mengandung lemak yang
Kunjungi alamat website
terdiri dari 66 % trigliserida, 25 % phospholipid dan 25 % berikut :
kolesterol. (http://promkes.depkes.go.id)
atau bacalah bebrapa literatur
di dalam perpustakaan !

SMA/MA Kelas XI Modul Gangguan Sistem Sirkulasi Darah 19


B I O L O G I 2018
Penelitian lainnya yang dilakukan oleh Novi (2013) menyatakan bahwa kuning telur
bebek mengandung asupan 35 gram lemak, dan kolesterol 884 mg/100 gram yang mampu
meningkatkan kadar kolesterol dalam tubuh. Tingginya asupan lemak akan meningkatkan
kadar kolesterol dan trigliserida di dalam tubuh. Hal tersebut dikarenakan adanya proses
sintesis asam lemak yang berasal dari luar tubuh menjadi Asetil KoA yang selanjutnya
digunakan untuk prekursor dalam pembentukan kolesterol dan trigliserida. Peningkatan
kolesterol dan trigliserida juga sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Ni Putu, et al
(2010) dengan pemberian pakan kuning telur bebek terjadi peningkatan kolesterol tikus
sebesar 10-20 mg/dL.
Trigliserida dan kolesterol merupakan komponen utama yang terdapat dalam makanan
yang berlemak, sehingga pakan hiperkolesterol mampu meningkatkan kolesterol dan
trigliserida di dalam darah. Berdasarkan teori Wibowo (2009) bahwa didalam kuning telur
terdapat lipoprotein yang kaya trigliserida. Apabila trigliserida tinggi dan tidak diimbangi
dengan protein yang cukup akan menyebabkan terjadinya akumulasi trigliserida di hati
Mekanisme hiperkolesterolemia pada tikus dimulai
Ayo coba !!!
dari asupan lemak jenuh dan kolesterol yang berasal dari
kuning telur bebek kemudian dicerna di dalam usus halus
sehingga menghasilkan asam lemak bebas, trigliserida, Buatlah dalam bentuk
grafik, proses mekanisme
fosfolipid, dan kolesterol. Menurut Brata (2009) senyawa- terjadinya
senyawa tersebut diubah menjadi kilomikron setelah hiperkolesterolemia!

diserap oleh usus. Terdapat sisa pemecahan kilomikron Kemudian kumpulkan pada
pertemuan akhir dalam
berbentuk kolesterol bebas bersama dengan apoprotein
pembelajaran pada KD.
membentuk VLDL. Selanjutnya enzim lipoprotein lipase Sistem sirkulasi darah.
sel endotelial mengubah VLDL menjadi IDL (Intermediate
Density Lipoprotein) yang bertahan selama 2-6 jam
sebelum berubah menjadi LDL. Apabila kadar LDL dalam
tubuh berada pada konsentrasi tinggi, kolesterol akan
menempel pada dinding pembuluh darah dan
menimbulkan plak.

SMA/MA Kelas XI Modul Gangguan Sistem Sirkulasi Darah 20


B I O L O G I 2018

Berikut hasil pengecekan kadar trigliserida pada tikus setelah pemberian ekstrak umbi
bawang dayak (Tabel 2.)
Tabel 2. Rerata trigliserida tikus setelah pemberian ekstrak umbi bawang dayak selama 2
minggu
Selisih penurunan
Rerata trigliserida Rerata trigliserida akhir
Kelompok trigliserida p
awal (mg/dL) ± SD (mg/dL)
(mg/dL)
K0 102 104,33 ± 5,68 ab 2,33
K1 174 119,75 ± 21,36 a 54,25
0,002
P1 174 64 ± 27,14 bc 110
P2 174 58,5 ± 13,32 c 115,5
Keterangan : BD = Bawang dayak, p = Uji Anova One Way, SD = Standar Deviasi

Keterangan :
K0 : Pakan standar
K1 : Pakan standar, pakan hiperkolesterol, tidak diberi ekstrak umbi bawang
dayak
P1 : Pakan standar, pakan hiperkolesterol, ekstrak umbi bawang dayak dosis
(100gr/KgBB)
P2 : Pakan standar, pakan hiperkolesterol, ekstrak umbi bawang dayak
(dosis 200 gr/KgBB)

Hasil uji statistik dengan Anova oneway mengenai trigliserida akhir diperoleh nilai p-
value sebesar 0,002 yang berarti pemberian ekstrak umbi bawang dayak berpengaruh
signifikan terhadap penurunan trigliserida pada tikus. Pada Tabel 4.2 menunjukkan bahwa
kelompok kontrol negatif (K1) memiliki rerata kadar trigliserida akhir tertinggi yaitu
sebesar 119,75 ± 21,36 mg/dL dan kelompok P2 memiliki kadar trigliserida akhir terendah
yaitu sebesar 58,5 ± 13,32 mg/dL. Kelompok kontrol positif memiliki rerata kadar
trigliserida akhir lebih rendah dibandingkan dengan kelompok kontrol negatif yang diberi
dengan pakan hiperkolesterol. Kelompok tikus P1 dan P2 memiliki kadar trigliserida lebih
rendah dibandingkan dengan kelompok kontrol negatif (K1) dan kelompok kontrol positif
(K0) diberi pakan standar selama penelitian.
Selisih penurunan rerata kadar trigliserida tertinggi sesuai pada (Tabel 4.2) yaitu pada
kelompok P2 yang diberi perlakuan dengan ekstrak umbi bawang dayak sebanyak 200
mg/dL yaitu sebesar 115 mg/dL. Hal ini menunjukkan bahwa ekstrak umbi bawang dayak
dengan dosis yang lebih tinggi efektif dalam penurunan kadar trigliserida dibandingkan
dengan dosis 100 mg/dL yang memiliki selisih penurunan trigliserida sebesar 110 mg/dL.

SMA/MA Kelas XI Modul Gangguan Sistem Sirkulasi Darah 21


B I O L O G I 2018
Selisih penurunan kadar trigliserida pada INFO
kelompok negatif (K1) lebih tinggi yaitu sebesar
54,25 mg/dL dibandingkan dengan kelompok
positif (K0) yaitu sebesar 2,33 mg/dL.
Untuk melihat nilai signifikasi antar
kelompok, dilanjutkan dengan uji Post Hoc
Tests Tukey. Uji ini dilakukan untuk melihat
pengaruh antar 2 kelompok perlakuan. Dari uji
tersebut diperoleh perbedaan signifikan antar Gambar 23. Rotary evaporator
kelompok kontrol positif (K0) dengan kelompok
Prinsip kerja dari alat tersebut yaitu
(P2) dengan nilai signifikasi (0,044 < 0,05),
memisahkan larutan berdasarkan titik
kelompok (K1) kontrol negatif dengan didik. Dapat dilihat pada gambar
kelompok (P1) dengan nilai signifikasi (0,009 < terdapat dua buah labu, yaitu filtrat
ekstrak yang sedang dievaporasi dan
0,05), dan antar kelompok kontrol negatif (K1) pelarut yang ditampung pada labu
dengan kelompok (P2) dengan nilai signifikasi lainnya.
(0,005 < 0,05).
Kelompok kontrol negatif (K1) memiliki kadar trigliserida akhir tertinggi
dibandingkan kelompok lainnya diduga akibat stress selama penelitian. Stres pada tikus
karena kegiatan penimbangan berat badan, pengandangan tikus, dan pembersihan kandang
tikus.
Menurut Alawiyah (2012) mekanisme stres dapat menyebabkan kolesterol total dan
trigliserida meningkat dikarenakan adanya hormon kortisol dan epinefrin. Hormon tersebut
diproduksi oleh kelenjar adrenal, disekresikan sebagai respon terhadap kondisi stres.
Hormon epinefrin akan meningkatkan sekresi VLDL dan LDL sehingga menyebabkan
hiperkolesterolemia. Dalam keadaan stres juga disekresikan hormon kortisol, dimana
mengalami peningkatan mencapai 20 kali lipat. Kortisol menguraikan simpanan lemak
lebih dari normal sehingga kadar kolesterol dalam darah meningkat.
Kelompok kontrol positif berbeda secara signifikan terhadap kelompok P2. Selisih
kadar trigliserida kelompok kontrol positif lebih rendah yaitu sebesar 2,33 mg/dL
dibandingkan kelompok P2 yaitu sebesar 115,5 mg/dL. Hal ini menunjukkan bahwa
kelompok kontrol positif memiliki kadar trigliserida akhir yang lebih tinggi dibandingkan
dengan kelompok P2. Hal ini disebabkan karena kelompok kontrol positif diberi perlakuan
dengan pakan pakan standar selama penelitian tanpa diberi ekstrak umbi bawang dayak.

SMA/MA Kelas XI Modul Gangguan Sistem Sirkulasi Darah 22


B I O L O G I 2018
Pakan standar pallet Vivo 5.12 berdasarkan Alawiyah (2012) mengandung 7,6% lemak
dari total berat pakan, sehingga dalam 20 g pakan yang diberikan terdapat 1,52 g
lemak atau setara 13,7 kkal dan memenuhi 19, 9% dari total kebutuhan energi harian
tikus. Tingginya kandungan lemak ini memicu tubuh untuk mensintesis trigliserida di
dalam tubuh.
Tingginya kadar kolesterol maupun trigliserida dalam tubuh dapat memicu terjadinya
penyakit aterosklerosis. Penyakit ini disebabkan oleh adanya penumpukan ateroma yang
mempersempit lumen arteri dan dapat menyebabkan penyumbatan pada lumen tersebut.
Menurut Linder dan Maria (2006) gangguan ini dapat menyumbat aliran darah dan
elastisitas pembuluh darah, merangsang pembentukan pembekuan darah yang menghambat
aliran darah dan dapat mengakibatkan kerusakan pada jantung, otak dan jaringan paru-paru
yang sifatnya fatal.
Terdapat perbedaan signifikan antar kelompok K1 dengan kelompok P1. Hal ini
menunjukkan bahwa dosis ekstrak umbi bawang dayak sebanyak 100 mg/dL pada
kelompok P1 mampu menurunkan kadar trgiliserida pada tikus yang dikondisikan
hiperkolesterol. Hal ini dikarenakan adanya kandungan senyawa aktif yang terkandung
dalam ekstrak umbi bawang dayak yang mampu menurunkan kadar trigliserida darah.
Menurut Febrinda, et al. (2014) ekstrak etanol umbi bawang dayak memiliki kandungan
senyawa kimia berupa alkaloid, saponin, tannin, fenolik, flavonoid, dan triterpenoid. Salah
satu senyawa yang memiliki potensi dalam menurunkan kadar trigliserida darah yaitu
flavonoid.
Perbedaan signifikan juga terjadi antara kelompok K1 dan P2. Kelompok K1 memiliki
kadar trigliserida akhir yang lebih tinggi dari kelompok P2 yang diberi dosis ekstrak umbi
bawang dayak sebanyak 200 mg/dL. Senyawa flavonoid yang terkandung di dalam ekstrak
umbi bawang dayak memiliki peranan yang sangat penting dalam menurunkan kadar
lemak dalam tubuh yang berlebihan.
Mekanisme senyawa flavonoid dalam menurunkan kadar lemak yaitu dengan cara
meningkatkan aktivitas enzim lipoprotein lipase yang berperan dalam menghidrolisis
trigliserida menjadi asam lemak bebas. Menurut Neal, (2006) enzim ini terdapat di dalam
otot-otot dan jaringan adipose yang akan menghidrolisis trigliserida menjadi asam lemak,
kemudian asam lemak ini memasuki sel-sel otot yang digunakan dalam beraktivitas dan sel
adiposit sebagai simpanan. Asam lemak dan kolesterol dari lemak makanan mengalami
reesterifikasi dalam sel mukosa intestine dan membentuk inti kilomikron yang masuk ke

SMA/MA Kelas XI Modul Gangguan Sistem Sirkulasi Darah 23


B I O L O G I 2018
dalam plasma melalui duktus torasikus. Asam lemak akan dihidrolisis dari kilomikron oleh
enzim lipoprotein lipase dan sisa asam lemak yang rendah trigliserida kemudian diakut
kembali ke hati.
Selisih penurunan trigliserida terbesar dibanding
kelompok lainnya yaitu pada kelompok P2 yaitu
sebesar 115,5 mg/dL. Hal ini menunjukkan bahwa
pemberian ekstrak umbi bawang dayak dengan dosis
200 mg/dL mampu menurunkan kadar trigliserida
lebih besar dibandingkan dengan kelompok P1 dengan
dosis 100 mg/dL. Hal tersebut disebabkan oleh Gambar 24. Antioksidan menangkal
radikal bebas
kandungan flavonoid yang banyak terdapat pada
Bagaimanakah antioksidan bekerja
pangkal umbi bawang dayak. Menurut Bettuzzi et al. menangkal radikal bebas?
(2006), senyawa dari golongan polifenol memiliki
Kunjungi website berikut :
aktivitas antioksidan yang sangat kuat. Aktivitas
http://www. repository.unand.ac.id
antioksidan komponen polifenol ditandai dengan
aktivitas sebagai donor hidrogen.
Menurut Kesuma dan Rina (2015) polifenol terutama flavonoid merupakan antioksidan
sekunder yang mampu menangkal radikal bebas di dalam tubuh. Mekanisme polifenol
sebagai antioksidan sekunder yaitu dengan cara memotong reaksi oksidasi berantai dari
radikal bebas sehingga radikal bebas tidak akan bereaksi dengan komponen seluler.
Menurut Majewska et al (2011) bahwa kemampuan flavonoid dalam menangkal radikal
bebas struktur komponen penyusun flavonoid. Struktur flavonoid yang memiliki dua
kelompok o-hidroksil pada cincin memiliki peran penting dalam pemutusan reaksi berantai
radikal bebas. Struktur tersebut memungkinkan untuk membentuk ikatan hidrogen
intramolekul antara kelompok hidroksil yang dapat meningkatkan stabilitas radikal fenoksil,
sehingga radikal menjadi stabil.
Penelitian yang dilakukan oleh Nurul, dkk (2018) juga membuktikan bahwa terdapat
pengaruh terhadap penurunan kadar kolesterol total dan LDL pada kelompok tikus yang
diinduksi ekstrak umbi bawang dayak sebanyak 200 mg/dL. Bahwa terdapat perbedaan yang
bermakna antar kelompok P2 dengan kelompok kontrol positif (p<0,05).

SMA/MA Kelas XI Modul Gangguan Sistem Sirkulasi Darah 24


B I O L O G I 2018
Diketahui bahwa kolesterol di dalam tubuh, sama halnya dengan trigliserida yang
diangkut dalam bentuk lipoprotein. Menurut Guyton (1983) lipoprotein di dalam tubuh
digolongkan menjadi tiga kelas yaitu VLDL yang mengandung trigliserida tinggi dan
konsentrasi konsentrasi moderat fosfolipid dan kolesterol, LDL yang mengandung sedikit
trigliserida tetapi sangat tinggi kolesterol, dan HDL yang mengandung sekitar 50% protein
disertai konsentrasi lipid yang lebih sedikit. Pentingnya fungsi lipoprotein dalam hal
transport lemak ke seluruh jaringan tubuh menjadi hal yang sangat diperhatikan dalam
penelitian ini. Apabila kadar lipoprotein di daam tubuh terganggu, maka akan terjadi
kagagalan fungsi sistem dalam tubuh.

Latihan

1. Apakah yang dimaksud dengan trigliserida?


2. Apa sajakah faktor resiko penyakit jantung koroner?
3. Jika ada keluargamu yang menderita penyakit hipertensi, bagaimanakah
solusi mengobatinya?
4. Apakah sajakah manfaat bawang dayak?
5. Bagaimanakah hubungan bawang dayak dengan trigliserida? Tunjukkan
dalm bentuk grafik !

SMA/MA Kelas XI Modul Gangguan Sistem Sirkulasi Darah 25


B I O L O G I 2018

Lembar Kerja Mandiri

Tujuan Pembelajaran

Setelah melakukan kegiatan ini siswa diharapkan mampu mengenal umbi bawang dayak
sebagai obat tradisional pada penyakit gangguan sistem sirkuasi darah

Alat dan Bahan


1. Umbi bawang dayak sebanyak 2-3 buah
2. Timbangan digital
3. Pisau
4. Wadah

Cara Kerja
1. Siapkan umbi bawang dayak yang diperoleh dari pasar terdekat, cuci bersih sampai
kotoran sisa tanah hilang dari bawang.
2. Amati morfologi bawang tersebut. Catat hasil pengamatan pada tabel pengamatan.
3. Timbang berat basah bawang.
4. Irislah bawang tersebut dengan ketebalan 2-3mm.
5. Ratakan pada wadah yang dialasi kertas atau koran bekas.
6. Letakkan pada ruangan dan biarkan selam 4 hari.
7. Timbang kembali umbi yang telah kering.
8. Catat dan amati hasil perubahan yang terjadi pada tabel pengamatan.

Sebelum Setelah
Aspek pengamatan
dikeringkan dikeringkan
Warna umbi
Bentuk umbi
Rasa
Bau
Bobot

SMA/MA Kelas XI Modul Gangguan Sistem Sirkulasi Darah 26


B I O L O G I 2018
Pertanyaan

1. Apakah yang terjadi setelah umbi bawang dikeringkan?


2. Adakah pengaruh kandungan pada umbi bawang?
3. Mengapa tidak dijemur secara langsung umbi bawang yang disiapkan?
4. Adakah kaitan warna dengan umbi dengan kandungan di dalam umbi?
5. Kemukakan pendapatmu mengenai latihan mandiri dan buatlah dalam artikel
yang dikumpulkan pada akhir pertemuan pembelajaran !

RANGKUMAN

1. Trigliserida merupakan lemak yang ada di dalam tbuh yang tersusun atas
asam lemak dan gliserol
2. Trigliserida dapat ditemukan pada lemak nabati maupun hwani sepeti
minyak kelapa, daging, telur, dan kacang-kacangan
3. Macam-macam penyakit pada sirkulasi darah yaitu penyakit jantung
koronenr, hipertensi, dan atherosklerosis
4. Bawang adalah tanaman tradisional yang umbinya dipercya sebagai obat
dari berbagai penyakit termasuk hipertensi serta mampu menurunkan
keloesterol dan trigliserida.
5. Bawang dayak berdasarkan penelitian mampu menurunkan kadar
trigliserida dengan dosis efektif 100mg/dL pada tikus jantan Wistar.

SMA/MA Kelas XI Modul Gangguan Sistem Sirkulasi Darah 27


B I O L O G I 2018

TES FORMATIF

Pilihlah salah satu jawaban soal berikut dengan tepat.

1. Perhatikan gambar di bawah ini !

Dimanakah proses pembentukan molekul pada gambar di atas?

a. Jantung, jaringan ikat


b. Paru-paru, jaringan fibrosa
c. Hati, jaringan adiposa
d. Ginjal, jaringan epitel
e. Kulit, jaringan adiposa
2. Apakah fungsi dari enzim lipoprotein lipase?
a. Meningkatkan sekresi protein di dalam tubuh
b. Menghambat metabolismE lemak dan protein’
c. Meningkatkan proses hidrolisis lemak
d. Antioksidan bagi tubuh
e. Membawa energi untuk disaluRkan ke seluruh tubuh
3. Kelainan berupa pengerasan dan penyempitan pembuluh darah akibat endapan
senyawa lemak disebut ….
a. Hemofilia
b. Leukimia
c. Varises
d. Atherosklerosis
e. Arteriosklerosis

SMA/MA Kelas XI Modul Gangguan Sistem Sirkulasi Darah 28


B I O L O G I 2018
4. Tekanan darah memiliki kecenderungan meningkat pada saat lanjut usia. Hal ini
dikarenakan …
a. Adanya pelebaran pembuluh vena
b. Pelebaran pembuluh nadi
c. Penyempitan pembuluh nadi
d. Penyempitan pembuluh vena
e. Penyumbatan saluran pembuluh darah
5. Di bawah ini kelompok senyawa yang terkandung dalam bawang dayak yang
memiliki potensi dalam pengobatan penyakit sirkuasi darah adalah….
a. Isoleutherine, flavonoid
b. Alkaloid,tannin
c. Saponin, eleutherine A
d. Naphtokuinon, saponin
e. Naftalena, flavonoid
6. Apakah fungsi dari alat rotary evaporator….
a. Menguapkan pelarut
b. Membekukan filtrat
c. Memisahkan senyawa aktif dan pelarut
d. Mengkristalkan pelarut
e. Melarutkan senyawa aktif

Essay

1. Bagaimanakah hubungan trigliserida tinggi dengan penyakit jantung koroner? (20)


2. Bagaimanakah mekanisme flavonoid menurunkan trigliserida darah? (20)

SMA/MA Kelas XI Modul Gangguan Sistem Sirkulasi Darah 29


B I O L O G I 2018

UMPAN BALIK

Bentuk soal formatif adalah objektif. Cocokkanlah jawaban anda dengan kunci jawaban tes
yang ada di bagian akhir bahan ajar ini. Skor nilai masing-masing soal adalah 1. Hitunglah
jumlah skor jawaban anda yang benar, kemudian gunakan rumus dibawah ini untuk
mengetahui tingkat penguasaan anda terhadap materi pada modul ini.

RUMUS:
Tingkat Penguasaan = Skor yang dicapai x 100%
Skor maksimum

Keterangan :

85% - 100% = baik sekali

75% - 84% = baik

65% - 74 % = cukup

<65% = kurang

UMPAN BALIK

Apabila tingkat penguasaan siswa pada tes formatif sudah mencapai nilai 80 %
berarti sudah baik dan tidak membutuhkan remidial. Apabila nilai tes di bawah 80 %, siswa
perlu mempelajari kembali materi pembelajaran dan mencari titik kelemahan yang belum
dikuasai dengan cara berdiskusi bersama teman sejawat dan guru sehingga ditemukan
jawaban yang lebih tepat.

SMA/MA Kelas XI Modul Gangguan Sistem Sirkulasi Darah 30


B I O L O G I 2018
KUNCI JAWABAN

1. C
2. C
3. D
4. C
5. A
6. C

Essay

1. Semakin tinggi kadar trigliserida maka akan menigkatkan resiko penyakit jantung
pada penderita. karena lemak yang berlebihan di dalam darah akan menimbulkan
endapan dan pengerasan pada dinding pembuluh darah yang akan mempersempit
saluran dan menghambar aliran darah dari jantung ke seluruh tubuh.
2. mekanisme flavonoid dalam menurunkan kadar trigliserida yaitu dengan
meningkatkan aktivitas enzim lipoprotein lipase dan sebagai anti oksidan di dalam
tubuh sebagai pereduksi radikal bebas dengan mendonorkan atom hydrogen.

SMA/MA Kelas XI Modul Gangguan Sistem Sirkulasi Darah 31


B I O L O G I 2018

GLOSARIUM

Atherosklerosis : Pengerasan pembuluh darah akibat penimbunan lemak di dalam


tubuh.

Flavonoid : Golongan senyawa polifenol yang berperan sebagai antioksidan


bagi tanaman.

Fotometer microlab : Alat laboratorium untuk pengecekan kadar lipida dengan membaca
intensitas gelombang absorbansi

Hiperkolesterol : Gangguan kadar lemak didalam tubuh yang ditandai meningkatnya


kadar kolesterol total, LDL, trigliserida dan berkurangan HDL.

Rotary evaporator : Alat yang digunakan untukmemisahkan pelarut dengan senyawa


aktif

Trigliserida : Lemak yang tersusun atas asam lemak dan gliserol

Vacuntainer : Tabung yang digunakan untuk menampung sampel darah yang


dilakukan uji laboratorium

VLDL (Very low density lipoprotein) : jenis kolesterol yang berikatan dengan protein dan
memiliki kadar protein paling rendah

SMA/MA Kelas XI Modul Gangguan Sistem Sirkulasi Darah 32


B I O L O G I 2018
DAFTAR PUSTAKA

Adam J.M.F. 2007. Dislipidemia. Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran.
Jakarta.

Amwila, A.Y, M.C. Linder, dan A. Parakkasi. 1992. Biokimia Nutrisi dan Metabolisme.
Universitas Indonesia. Jakarta.

Anjar Mahardian Kusuma. 2016. Efek Ekstrak Bawang Dayak (Eleutherine palmifolia
(L.)Merr) dan Ubi Ungu (Ipomoea batatas L) terhadap Penurunan Kadar Kolesterol
dan Trigliserida Darah pada Tikus Jantan. Jurnal Kefarmasian Indonesia 6 (2).

Arif Dwi Utomo, dkk. 2009. Pengaruh Beberapa Metode Pengeringan Terhadap Kadar
Flavonoid Total Herba Sambiloto (Adrographis paniculata). Jurnal Pharmacy 1
(6) :58-68.
Aziz Saifuddin, Viesa Rahayu, dan Hilwan Yudha. 2011. Standarisasi bahan Obat Alam.
Graha Ilmu. Jakarta.
Azmi, Johni. 2016. Biokimia 1 (Biomolekul). FKIP Universitas Riau. Pekanbaru.
Bettuzzi, S., Maurizio Brausi, and Federica Rizzi. 2006. Chemoprevention of Human
Prostate Cancer by Oral Administration of Green Tea Catechins in Volunteers with
High-Grade Prostate Intraepithelial Neoplasia: A Preliminary Report from a One-Year
Proof-of-Principle Study. Cancer Research. 66:1234-1240.
Depdiknas. 2008. Pengembangan Bahan Ajar Sosialisasi KTSP 2008. BSNP. Jakarta.
Departemen Kesehatan RI. 1986. Sediaan Galenik. Depkes RI. Jakarta.
Departemen Kesehatan RI. 2000. Parameter Standar Ekstrak Tumbuhan Obat. Depkes RI.
Jakarta.
Departemen Kesehatan RI. 2017. Penyakit Jantung Penyebab Kematian Tertinggi,
Kemenkes Ingatkan CERDIK. (Online), http:// www. Depkes.go.id/article/view
(diakses pada tanggal 17 Desember 2017).
Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 2011. Pedoman PengendalianTikus. (Online),
http://www.depkes.go.id/downloads/Pengendalian%20Tikus.pdf. (diakses pada 20
Januari 2018).
Dinan, L.. 2005. Dereplication and Partial Identification of Compounds’, in Sarker, S.D.,
Latif, Z., and Gray, A.I., Natural Products Isolation, 2nd edition, Humana Press
lnc.Totowa, New Jersey.

Ditjen POM. 1995. Farmakope Indonesia. Edisi Keempat. Departemen Kesehatan RI.
Jakarta. 4-6, 831, 855, 896, 1035.

Djadja Siti Hazar Hoesen. 2010. Teknik Budidaya In Vitro Eleutherine Sp.(Bawang
Sabrang). Peneliti di Bidang Botani Puslit Biologi, LIPI. Jakarta. 11(3):341-351.

SMA/MA Kelas XI Modul Gangguan Sistem Sirkulasi Darah 33


B I O L O G I 2018
Febrinda AE, Yuliana ND, Ridwan E, Wresdiyati T, Astawan M. 2014. Hyperglycemic
control and diabetes complication preventive activities of bawang dayak (Eleutherine
palmifolia L. Merr.) bulbs extracts in alloxan-diabetic rats. International Food
Research Journal.;21(4):1405-11.

Galingging, R.Y. 2009. Bawang Dayak (Eleutherine americana Merr.) sebagai Obat
Multifungsi. (Online), http://kalteng litbang deptan.go.id/bawang-dayak/pdf (diakses
pada tanggal 5 Oktober 2016).
Galing Dimas Fatriawan. 2014. Kadar Kolesterol Darah dengan Pemberian Minuman
Berkarbonasi Pada Mencit (Mus Musculus). Skripsi dipublikasikan. Universitas
Muhammadiyah Surakarta. Semarang.
Guyton AC. 1983. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Edisi ke-5. EGC. Jakarta.

Harborne, J. B. 1987. Metode Fitokimia. Terjemahan Kosasih Padmawinata dan


Iwang Soediro, Terbitan Kedua. ITB. Bandung.

Hery Winarsi. 2007. Antioksidan Alami dan Radikal Bebas. Kanisius. Yogyakarta.
I Ketut Swarjana. 2015. Metodologi Penelitian Kesehatan. Andi Offset. Yogyakarta.
J. Fessenden and Fessenden Joan. 1982. Kimia Organik Edisi Ketiga. Terjemahan Aloysius
Hadyana. Erlangga. Jakarta.

Sayuti, Kesuma dan Rina Yenrina. 2015. Antioksidan, Alami, dan Sintesis. Andalas
University Press. Padang.

Luthfiyah F dan Eddy W. 2011. Serbuk Daun Kelor Memulihkan Kondisi Fisik Gizi Buruk
Pada Tikus Model Kurang Energi Protein. Jurnal Kedokteran Brawijaya. 26
(3) : 131 –135.

Lili Tri Anggraini, Haryati, T. dan Irmansyah. 2014. Pengaruh Jarak Tanam Dan Pemberian
Kompos Jerami Padi Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Bawang Sabrang
(Eleutherine americana Merr.). Jurnal Online Agroteknologi. 1(1) : 976. (Online).
www.portalgaruda.org (diakses 21 Desember 2017).

Linder dan Maria. 2006. Biokimia Nutrisi dan Metabolisme. UI Press. Jakarta.

Lloyd. L.E., B.E. Mc. Donald, Dan E.W. Crampton. 1978. Fundamental Of Nutrition 2nd
Edition. W. H. Freeman And Company, San Francisco.
Majewska, Michal, Malgortza and Hanna. 2011. Evaluation of Antioxidant Potential of
Flavonoids: an in Vitro Study. Acta poloniae Pharaceutica Drug Research 68 (4) : p.
611-615.

Malole, Pramono SU. 1989. Penggunaan Hewan-hewan Percobaan di Laboratorium. IPB.


Bogor.

SMA/MA Kelas XI Modul Gangguan Sistem Sirkulasi Darah 34


B I O L O G I 2018
Manitto, Paolo. 1980. Biosintesis Produk Alami. Terjemahan Koensoemardiyah. IKIP
Semarang Press. Semarang.

Marks Db, Marks Ad, Smith Cm. 2000. Biokimia Kedokteran Dasar. Buku Kedokteran.
Jakarta.

Muhammad Insanu, et al. 2014. Recent Studies of Phytochemicals and Pharmacological


Effects of Eleutherine americana Merr. Procedia Chemistery. 221-228.

Nawawi, et al. Isolasi dan Identifikasi Senyawa Kuinon dari Simplisia Bawang Sabrang
(Eleutherine americana Merr.). Sekolah Tinggi Farmasi Bandung. Bandung.

Nurul Jannah, dkk. 2018. Pengaruh Pemberian Ekstrak Umbi Bawang Dayak (Eleutherine
americana Merr.) terhadap penurunan kolesterol pada tikus jantan Wistar. Jurnal
Biologi Al-Kauniyah 11(1) : 33-40.

Ni Putu Ariantari, Sagung C.Y., & Dewa A.S. 2010. Uji Aktivitas Penurunan Kolesterol
Produk Madu Herbal Yang Beredar Di Pasaran Pada Tikus Putih Diet Lemak Tinggi.
Jurnal Kimia 4 (1), hal- 17.

Pak Dek, Abdul Hamid, and A. Osman, and C.S Soh. 2008. Journal of Food SciencePandey
and Syed. 2009. Plant Polyphenols as Dietary Antioxidants in Human Health and
Disease. Oxidative Medicine and Cellular Longevity V 32 (5). p. 270-278.

Pratiwi, D., & Wahdaningsih, S. 2013. Uji aktivitas antioksidan bawang mekah (Eleutherine
americana Merr) dengan metode DPPH. Trad. Med. Journal; 18(1):9-16.

Puspita Rini. 2014. Keajaiban Bawang Berlian. Pustaka Baru Press. Yogyakarta.

Raga Y. P, Haryati, dan Lisa M. 2012. Respons Pertumbuhan Dan Hasil Bawang Sabrang
(Eleutherine americana Merr.) Pada Beberapa Jarak Tanam dan Berbagai Tingkat
Pemotongan Umbi Bibit. Jurnal Online Agroteknologi. 1(1) : 168-169. (Online).
www.portalgaruda.org (diakses 21 Desember 2017).

Reni Heryani. 2016. Pengaruh Ekstrak Buah Naga Merah Terhadap Profil Lipid Darah
Tikus Putih Hiperlipidemia. Jurnal Ipteks Terapan Research Of Applied Science And
Education 10 (1) : 8-17.

Riswan, S. 2013. Kimia Organik untuk Mahasiswa kedokteran, kedokteran Gigi, dan
Perawat. Binarupa Aksara. Tanggerang.

Robinson, T. 1995. Kandungan Organik Tumbuhan tinggi. hal 191. ITB Press :
Bandung.

SMA/MA Kelas XI Modul Gangguan Sistem Sirkulasi Darah 35


B I O L O G I 2018
Syamsudin dan Darmono. 2015. Farmakologi Eksperimental. Universitas Indonesia Press.
Jakarta.

Soehardi, S. 2004. Memelihara Kesehatan Jasmani melalui Makanan. ITB. Bandung.

Syofian, S. 2015. Statistik Parametrik untuk Penelitian Kuantitatif. Bumi Aksara. Jakarta.

Supriyono M, Soeharyo H. 2008. Faktor- faktor Risiko Kejadian Penyakit Jantung


Koroner (PJK) Pada Kelompok Usia < 45 tahun (Studi Kasus di RSUP Dr.
Kariadi Semarang dan RS Telogorejo Semarang. Available from
http://eprints.undip.ac.id/6324/1/. Program Magister Program Epidemiologi
Program Pascasarjana Universitas Diponegoro. Semarang.

Suwandi, T. (2012). Pemberian Ekstrak Kelopak Bunga Rosella Menurunkan


Malondialdehid Pada Tikus Yang Diberi Minyak Jelantah. Skripsi tidak
dipublikasikan. Universitas Udayana. Bali.

Tsalissavrina I, Wahono, Djoko, Handayani, Dian. 2006. Pengaruh Pemberian Diet Tinggi
Karbohidrat Dbandingkan Diet Tinggi Lemak Terhadap Kadar Trigliserida dan HDL
darah pada Tikus Rattus novergicus galur Wistar. Jurnal Kedokteran. (22) : 80-8.

Tomohiro Ieyama, Maria, dan Jun Kawabata. 2011. α-Glucosidase Inhobitors from the Bulb
of Eleutherine americana. Food Chemisthery. 308-311.

Voight, R., 1994, Buku Pengantar Teknologi Farmasi, 572-574, diterjemahkan oleh Soedani,
N., Edisi V. Yogyakarta. Universitas Gadjah Mada Press.
Wilbraham, A.C. and Matta, M.S., 1992. Pengantar Kimia Organik dan Hayati. ITB.
Bandung.

Wirakusumah ES. 2005. Menikmati Telur Bergizi, Lezat,dan Ekonomis. PT. Gramedia
Pustaka Utama. Jakarta.

Wibowo. 2009. Pengaruh Pemberian Seduhan Kelopak Rosela (Hibiscus sabdariffa)


terhadap Kadar Trigliserida Darah Tikus Putih (Rattus noevegicus). Skripsi tidak
dipublikasikan. Universitas Sebelas Maret. Semarang.

Wolfenson, S., dan Lloyd, M., 2013. Handbook of Laboratory Animal. Management and
Welfare, 4th ed. Wiley-Blackwell : West Sussex : 234.

Wu, Defeng., dan Cederbaum, Arthur I. 2003. Alcohol, Oxidative Stress, and Free
Radical Damage. Alcohol Research & Health 27 (4).

Yustina. 2010. Modul Pembelajaran. FKIP Universitas Riau. Pekanbaru.

Yohanis Ngili. 2009. Biokimia Metabolisme dan Bioenergitika. Graham Ilmu .Yogyakarta.

SMA/MA Kelas XI Modul Gangguan Sistem Sirkulasi Darah 36